Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM KOMUNIKASI DATA

MENAMPILKAN GELOMBANG SINUS DAN KOTAK

OLEH :

ANDI HERMAWAN (02) NIM. 1141160026 JTD-3B

JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


POLITEKNIK NEGERI MALANG Jalan Soekarno-Hatta No. 9, PO Box 04, Malang-65141 Tel. (0341) 404424, 404425, Fax. (0341) 404420

BAB I PENDAHULUAN

1. TUJUAN -

Membuat Aplikasi Gelombang Sinus Dan Kotak Dengan Delphi 7

2. SOFTWARE DELPHI 7

3. DASAR TEORI Borland Delphi merupakan bahasa pemograman visual dan berorientai obyek, yang merupakan lanjutan dari pemrograman pascal. Delphi dibuat oleh Borland International Corporation pada bulan februari 1995. Secara umum komponen dalam Borland Delphi 7 terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu komponen visual dan komponen non-visual. Dinamakan komponen visual karena pada saat program dijalankan (run time) komponen tersebut dapat terlihat oleh user. Dinamakan komponen non-visual karena komponen ini hanya tampak pada saat mendesain anatar muka program (design time) dan pada saat program dijalankan komponen ini tidak terlihat. Seluruh komponen tersebut terdapat di Component Pallette. Komponen-komponen tersebut mempunyai nilai properti default dari Delphi. Pengubahan nilai properti dapat dilakukan baik dalam design time atau pun run time sesuai kebutuhan program aplikasi. Antara satu komponen dengan komponen yang lain dimungkinkan ada beberapa properti yang sama.

A. SINYAL SINUS SINYAL ANALOG adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang

kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/ karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog.

Gelombang pada Sinyal Analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase. Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog. Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik. Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu. B. SINYAL DIGITAL

SINYAL DIGITAL merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalamogi Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak

mudah terpengaruh oleh derau/noise, tetapi transmisi dengan sinyal digitai perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.l hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Sinyal Digital juga biasanya disebut juga Sinyal Diskret. Sistem Sinyal Digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital. Teknologi Sinyal Digital ini juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki olehTeknologi Sinyal Analog. Diantaranya adalah dibawah ini : Penggunaan yang berulang ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif. Pada saat ini banyak teknologi-teknologi yang memakai Teknologi Sinyal Digital. Karena kelebihan kelebihannya, antara lain: Untuk menyimpan hasil pengolahan, sinyal digital lebih mudah dibandingkan sinyal analog. Untuk menyimpan sinyal digital dapat menggunakan media digital seperti CD, DVD, Flash Disk, Hardisk. Sedangkan media penyimpanan sinyal analog adalah pita tape magnetik. Lebih kebal terhadap noise karena bekerja pada level 0 dan 1. Lebih kebal terhadap perubahan temperatur. Lebih mudah pemrosesannya.

BAB II PERENCANAAN 2.1 Prosedur Percobaan 1. Buka program Delphi 7 2. File3. Tambahkan pada form tiga buah panel, dua buah image, empat buah label, tiga buah edit, dua buah button, lima buah groupbox, dan dua belas buah radio button. Selanjutnya atur tata letak komponen-komponen tersebut seperti pada gambar di bawah.

FLOWCHART
START

PERSIAPAN KOMPONEN DAN PROPERTY-NYA

APA INGIN MENAMPILKAN GELOMBANG SINUS? TIDAK YA

MASUKKAN KODE BINER

PILIH NILAI AMPLITUDO

PILIH NILAI TINGGI PULSA

PILIH NILAI FREKUENSI

PILIH NILAI LEBAR PULSA

CLICK BUTTON SINUS

CLICK BUTTON KOTAK

FINISH

LISTING PROGRAM

procedure sumbu1(ax,ay,b,c:integer); begin frmsinyal.imgsinus.Canvas.MoveTo(ax,ay); frmsinyal.imgsinus.Canvas.LineTo(ax+b,ay); frmsinyal.imgsinus.Canvas.MoveTo(ax,ay); frmsinyal.imgsinus.Canvas.LineTo(ax,ay-c); frmsinyal.imgsinus.Canvas.MoveTo(ax,ay); frmsinyal.imgsinus.Canvas.LineTo(ax,ay+c); frmsinyal.imgsinus.Canvas.Pen.Color:=clblue; frmsinyal.imgsinus.Canvas.MoveTo(ax,ay+110); frmsinyal.imgsinus.Canvas.LineTo(ax+160,ay+110); frmsinyal.imgsinus.Canvas.MoveTo(ax+220,ay+110); frmsinyal.imgsinus.Canvas.LineTo(ax+390,ay+110); frmsinyal.imgsinus.Canvas.TextOut(ax+170,ay+105,'1 detik'); frmsinyal.imgsinus.Canvas.TextOut(ax,ay-c,'Amplitude (A)'); frmsinyal.imgsinus.Canvas.TextOut(ax+b-15,ay-15,'Time(t)'); frmsinyal.imgsinus.Canvas.TextOut(ax-10,ay-55,'2-'); frmsinyal.imgsinus.Canvas.TextOut(ax-10,ay-107,'4-'); end; procedure sumbu2(ax,ay,b,c:integer); begin frmsinyal.imgkotak.Canvas.MoveTo(ax,ay); frmsinyal.imgkotak.Canvas.LineTo(ax+b,ay); frmsinyal.imgkotak.Canvas.MoveTo(ax,ay); frmsinyal.imgkotak.Canvas.LineTo(ax,ay-c); frmsinyal.imgkotak.Canvas.MoveTo(ax,ay); frmsinyal.imgkotak.Canvas.LineTo(ax,ay+c); frmsinyal.imgkotak.Canvas.TextOut(ax,ay-c,'Amplitude (v)'); frmsinyal.imgkotak.Canvas.TextOut(ax+b-5,ay+5,'Time(s)'); frmsinyal.imgkotak.Canvas.TextOut(ax-15,ay-37,'30-');

frmsinyal.imgkotak.Canvas.TextOut(ax-15,ay-67,'60-'); frmsinyal.imgkotak.Canvas.TextOut(ax-21,ay-107,'100-'); end; procedure satu(ax,ay,a,b,i:integer); begin frmsinyal.imgkotak.Canvas.Pen.Color:=clred; frmsinyal.imgkotak.Canvas.MoveTo(ax+(i-1)*b,ay-a); frmsinyal.imgkotak.Canvas.LineTo(ax+b+(i-1)*b,ay-a); end; procedure nol(ax,ay,a,b,i:integer); begin frmsinyal.imgkotak.Canvas.Pen.Color:=clred; frmsinyal.imgkotak.Canvas.MoveTo(ax+(i-1)*b,ay); frmsinyal.imgkotak.Canvas.LineTo(ax+b+(i-1)*b,ay); end;

procedure tegak(ax,ay,a,b,i:integer); begin frmsinyal.imgkotak.Canvas.Pen.Color:=clred; frmsinyal.imgkotak.Canvas.MoveTo(ax+(i-1)*b,ay); frmsinyal.imgkotak.Canvas.LineTo(ax+(i-1)*b,ay-a); end;

procedure reset; var x,y:integer; begin frmsinyal.imgsinus.Picture:=nil; frmsinyal.imgsinus.Refresh ; frmsinyal.imgkotak.Picture:=nil;

frmsinyal.imgkotak.Refresh ; x:=strtoint(frmsinyal.edit1.Text); y:=strtoint(frmsinyal.edit2.Text); sumbu1(20,120,x,y); sumbu2(20,120,x,y); end; procedure Tfrmsinyal.btsinusClick(Sender: TObject); var amp,sx,x,y:integer; sy,frek:real; begin reset; if rba1.Checked then amp:=25; //amplitudo=1 v if rba2.Checked then amp:=50; //amplitudo=2 v if rba4.Checked then amp:=100; //amplitudo=1 v if rbf2.Checked then frek:=10; //amplitudo=4 v if rbf5.Checked then frek:=4; //amplitudo=5 v if rbf10.Checked then frek:=2; //amplitudo=10 v x:=strtoint(frmsinyal.edit1.Text); y:=strtoint(frmsinyal.edit2.Text); sumbu1(20,120,x,y); for sx:=1 to 395 do begin sy:=sin(sx/pi/frek)*amp; frmsinyal.imgsinus.Canvas.pixels[sx+20,120-round(sy)]:=clred; end;

end;

procedure Tfrmsinyal.btkotakClick(Sender: TObject);

var i,x,y,tinggi,lebar:integer; biner:string; tnd : integer; begin reset; if rbl10.checked then lebar:=30; if rbl30.checked then lebar:=60; if rbl50.checked then lebar:=100; if rbt30.checked then tinggi:=10; if rbt60.checked then tinggi:=30; if rbt100.checked then tinggi:=50; biner:=edbiner.Text; x:=strtoint(frmsinyal.edit1.Text); y:=strtoint(frmsinyal.edit2.Text); sumbu2(20,120,x,y); tnd:=0; for i:=1 to 29 do if biner[i]='1' then if tnd=0 then begin tegak(20,120,lebar,tinggi,i); satu (20,120,lebar,tinggi,i); tnd:=1; end else satu(20,120,lebar,tinggi,i) else if tnd=1 then begin tegak(20,120,lebar,tinggi,i); nol (20,120,lebar,tinggi,i); tnd:=0; end else nol(20,120,lebar,tinggi,i); end; end.

HASIL PRAKTIKUM A. SINYAL SINUS

B. SINYAL KOTAK

BAB III PENUTUP 4.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang sudah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Suatu sinyal analog memiliki tiga parameter yaitu : amplitudo, frekuensi dan beda phasa. 2. Suatu sinyal digital merupakan suatu tampilan data digital yang memiliki deretan nilai yang berbeda dan memiliki ciri tersendiri. 3. Karakteristik data digital ialah data tidak dapat ditransmisikan secara langsung ke dalam sinyal digital akan tetapi data harus diubah terlebih dahulu kedalam bentuk deretan bit agar bisa dilewatkan pada media transmisi.