Anda di halaman 1dari 12

Prasekky Hanung Permadi I0409040 Tugas Termodinamika 2

EXERGI
Definisi Exergi Exergi adalah potensi penggunaan energi, exergi juga dapat diartikan sebagai kerja maksimun teoritis yang mampu diperoleh saat sistem berinteraksi dalam

mencapai kesetimbangan. exergi perlu ditentukan lingkungan referensi yang menunjukkan bagaimana nilai numeric exergi didapatkan.

Lingkungan referensi exergi Lingkungan referensi exergi atau lingkungan dapat diasumsikan sebagai system kompesibel sederhana yang berukuran besar dan memiliki temperature yang sama pada T0 dan tekanan P0. Walaupun sifat intensif lingkungan tidak berubah, tetapi sifat ekstensif lingkungan dapat berubah karena interaksi dengan system lain. Perubahan sifat ekstensif energy berhubungan dengan hukum pertama T dS, yaitu

Karena T0 dan tekanan P0 konstan, maka persamaannya menjadi :

Dead State Keadaan mati tercapai ketika terdapat dua buah system yang telah mencapai

keadaan setimbang antara keduanya. Pada keadaan mati, masing-masing system dan lingkungan memiliki energy, tetapi nilai exerginya adalah nol, karena tidak adanya kemungkinan terjadi perubahan spontan di dalam system atau dalam lingkungan, juga tidak timbul interaksi antara keduanya.

Aspek exergi Exergi adalah suatu ukuran menjauhnya keadaan system dari keadaan lingkungan atau merupakan sifat system dari lingkungan bersama-sama. Nilai exergi tidak dapat negative. Exergi tidak dapat dikekalkan, tetapi dapat diusnahkan dengan ireversibilitas

Neraca exergi tertutup Neraca exergi sistem tertutup merupakan gabungan dari neraca entropi dan neraca energi sistem tertutup

W : kerja Q : perpindahan panas antara sistem dan daerah sekitarnya Tb : temperature batas : entropi Maka neraca exergi adalah

Perpindahan Exergi mendampingi kalor Perpindahan energi dapat dinyatakan :

Tanpa memperhatikan sifat keadaan di sekitarnya, exergi transfer dapat diartikan sebagai besarnya perpindahan exergi yang mendampingi perpindahan kalor ketika kerja yang dapat dikembangkan dengan mensuplai perpindahan kalor ke siklus daya reversible yang beroperasi antara Tb<T0.

7.2.2 Perpindahan Energi menyertai kerja

Kerja yang dilakukan oleh sistem terhadap lingungan sebanding dengan p0 (V2 V1 ), maka jumlah kerja maksimum dari sistem kombinasi adalah :

Seperti halnya untuk perpindahan kalor, kerja, dan perpindahan exergi yang menyertai dapat memiliki arah yang sama atau berlawanan. Jika tidak terdapat perubahan volume system selama proses, perpindahan exergi yang menyertai kerja sebanding dengan W.

Aliran Exergi Konsep ini berguna untuk mengatur bentuk volum dari neraca laju exergi. Ketika massa mengalir melalui batas volume alir, maka akan terjadi perpindahan exergi disertai aliran kerja. Persamaan aliran exergi spesifik: ef = h h0 T0(s s0) + V 2/2 + gz ket: h dan s = entalp[i dan entropispesifik pada sisi masuk dan sisi keluar h0 dan s0 = entalpi dan entropi dalam keadaan mati Perpindahan Exergi yang Menyertai Kerja Aliran kerja aliran diberikan dengan dasar masuk dan sisi keluar menjadi: (pv). Sehingga pengembangan kerja pada sisi

[ Ket:

= laju aliran massa, p = tekanan, v = volume pada sisi masuk dan sisi keluar

Konsep aliran exegi pada suatu system tertutup yang mengisi daerah berbeda pada waktu t dan waktu kemudian t + t. selama interval waktu t sebagian dari massa awal yang berada di dalam daerah. Ditunjukkan pada gambar dbwah ini:

Peningkatan volum system tertutup dalam interval waktu t sebanding dengan volume daerah e sehingga perpindahan exergi yang menyertai kerja adalah [ ] dimana

Pengembangan konsep aliran energy Ketika aliran massa melewati batas volume atur maka perpindahan exergi yang menyertai adalah [ ] ( )

Dimana e adalah energy spesifik pada sisi masuk dan sisi keluardari suatu volume atur. Dan ketika massa masuk dan keluar dari suatu volume atur, maka perpindahan exergi yang menyertai adalah:

Laju waktu perpindahan exergi menyertai aliran massa dan aliran kerja adalah: [ ] [ ]

Perkembangan exergi berkembang seiring dengan terjadinya entalphi dalam pengembangan neraca laju energy volum atur dan memiliki setiap besaran yang merupakan penjumlahan aliran massa (energy dalam spesifik untuk entalphi, dan exergi dalam spesifik untuk aliran exergi).

NERACA LAJU EXERGI UNTUK VOLUME ATUR (control volume exergy rate balance) Berhubungan dengan materi sebelunnya yaitu aliran exerxi,pada materi ini dijekaskan lebih spesifik lagi mengenai volume atur ruang masuk dan keluar pada sebuah system perpindahannya.Tujuan utama pada materi ini adalah untuk menghitung kerja aliran pada sisi masuk ataupun keluaran. Persamaan umum neraca laju energy, ( ) ( )

Sedangkan pada neraca laju energy volume atur ( ) ( )

Perbedaan yang dapat diambil adalah pada kerja sisi aliran masuk dan sisi aliran keluar,ditandai dengan symbol berwaarna merah.

= laju waktu perpindahan kalor pada batas dimana temperature sesaat adalah Tj ( )

Bentuk Kondisi Tunak Bentuk ini adalah dimana pada keadan tunak dengan ( ) ( ) ,jadi dapat dituliskan persamaan

Efisiensi Exergetik(Hukum Kedua) Tujuan utama dari materi ini adalah penggunaan konsep exergi dalam menilai keefektifan pemanfaatan sumber energi.

Penyesuaian Penggunaan Akhir Dengan Sumber Pada sisitem tertutup yang menerima perpindahan kalor,energy akan mengalami kerugian karena terjadi proses perpindahan kalor keselilingnya dengan melewati suatu permukaan yang bertemperatur berbeda.Dapat diturunkan rumus apabila sistem tersebut bekerja dalam keadaan tunak dalam persamaan berikut,

pers 1

pers 2 ( ) ( ) ( ) atau juga

Pers 1 mengindikasikan energy dibawa masuk oleh perpindahan kalor, digunakan , atau kerugian ke sekeliling

Pers 2 menujukkan exergi yang dibawa ke system yang menyertai kalor exergi dipindahkan dari system yang menyertai perpindahan kalor oleh ireversibilitas dalam system. Efisiensi produk dalam bentuk input/output = sehingga dapat dituliskan, atau

berupa

atau dihancurkan

merupakan efisiensi exergetik.Parameter

dan masing-maing menugkur seberapa

jauh efektifitas yang dapat diukur.Tetapi dalam hal ini mengukur efisiensi berdasarkan basis exergi dan menukur berdasarkan basis energi.

Biaya kerugian kalor,dalam system yang terdapat pada gambar diatas sangat memungkinkan adanya penghitungan biaya kerugian kalor .Kalor yang terbyang pada gambar diatas dapat dihitung nilai biaya kerugiannya drngan pers,

[nilai biaya kerugian kalor

pada

]=

Efisiensi Exergetik Pada Komponen Umum Biasanya efisiensi diperoleh dari penggunaan laju exergetik, namun Pendekatan yang digunakan disini adalah bekerja sebagai suatu model untuk pengembangan persamaan efisiensi exergetik pada komponen lain Turbin, pada operasi turbi yang dalam keadaan tunak dengan tidak ada perpindahan kalor dengan sekelilingnya, maka dari persamaannya dapat memberikan

Suku disebelah kiri adalah penurunan aliran exergi dari masukan turbin sampai keluaran. Persamaan ini menunjukkan aliran exergi berkurang sebab turbin manghasilkan adalah dan exergi diproses . Sehingga efisiensi turbin exergetik

Kompressor dan Pompa, dalam keadaaan tunak tidak terjadi perpindahan kalor dengan sekelilingnya. Maka dari persamaannya dapat memberikan ( )

Sehingga efisiensi pompa exergetik adalah ( )

Alat penukar kalor tanpa pencampuran, dalam keadaab tunak ( ) ( )

Sehingga efisiensi Alat penukar kalor exergetik adalah: ( ( ) )

Penukar kalor persentuhan langsung, dalam keadaan tunak ( ) ( )

Sehingga efisiensi Penukar kalor persentuhan langsung exergetik adalah: ( ( ) )

PENGGUNAAN EFISIENSI EXERGETIK Efisiensi exergetik merupakan langkah yang sangat berguna untuk penanfaatan efektivitas sebuah sumber.Ini dapat dilakukan dengan membandingkan nilai efisiensi yang telah ditentukan sebelum dan sesudah modifikasi serta mampu menunjukkan perbaikan setelahnya.Efisiensi dapat berupa mengurangi konsumsi bahan bakar, memanfaatkan sumber-sumber dengan lebih baik, penambahan investasi dan lain sebagainya. Salah satu metode efisiensi exergetik adalah kogenerasi dimanatujuan utamanya adalah menghasilkan daya dan perpindahan kalor dengan menggunakan suatu sisitem yang terintegrasi dengan tingkat pengeluaran biaya yang lebih rendah dibandingkan pengoperasian masing-masing instalasi tersebut.Beberapa contoh lagi yaitu pemulihan daya dan pemulihan kalor buangan.

TERMOEKONOMI

Hampir disemua industri menggunakan sistem termal dalam proses pengolahan bahan baku menjadi prodaknya. Perancangan sistem termal juga ditentukan oleh

pertimbangan dari sudut ekonomi karena faktor biaya juga menjadi dasar pengambilan keputusan.

Penggunaan Exergi dalam Desain

Gambar diatas megilustrasikan penggunaan exergi pada rancangan, yang menunjukkan sebuah sistem termal. Bahan bakar masuk ke unit pembangkit daya, menghasilkan daya yang kemudian masuk ke unit heat-recovery steam generator (HRSG) dengan output-an gas pembakaran. Air masuk ke HRSG dengan massa aliran w menerima exergi akibat perpindahan kalor dari gas pembakaran dan keluar sebagai uap pada kondisi yang diinginkan untuk kegunaan proses lain. Hasil pembakaran yang masuk HSRG memiliki nilai ekonomi yang dapat dihitung sebagai fungsi nilai bahan bakar karena sumber exerginya dari inputan yang berupa bahan bakar.

Gambar 7.13 menunjukkan biaya bahan bakar tahunan yang menukar irreveribilitas Heat-recovery sebagai fungsi Tave. Sehingga jika Tave bertambah besar, maka jumlah biaya bahan bakar juga meningkat. Biaya total adalah jumlah dari biaya

modal dan biaya bahan bakar. Dari gambar, dapat dilihat bahwa biya total bernilai minimum pada pada titik a, sehingga Tave mendekati optimal pada titik a sampai a. Pada kajadian nyata, biaya-biaya tersebut tidak dapat ditentukan secara tepat seperti pada gambar 7.13, karena sebuah sistem termal terdiri dari beberapa komponen yang mana optimasi pada satu komponen tidak menjamin hasilnya akan optimaum pada seluruh sistem.

Biaya Exergi Kogenerasi

Sistem kogenerasi pada prinsipnya memiliki dua produk yaitu tenaga listrik yang dinyatakan dengan e dan uap tekanan rendah untuk penggunaan beberapa proses. Pada boiler, total biaya untuk menghasilkan uap aliran keluar sebanding dengan biaya aliran masuk ditambah biaya-biaya lain dan operasi boiler. Hal ini dinyatakan dengan neraca laju biaya pada boiler sebagai berikut:

Dimana C nilai biaya dari aliran dan Zb faktor yang menghitung nilai biaya berkaitan dengan biaya lain operasi boiler. Dengan biaya exergi, setiap nilai biaya berhubungan dengan perpindahan exergi dan biaya satuan. Jadi untuk aliran masuk dan keluar dapat ditulis:

Dimana c menyatakan biaya per unit exergi (sen per kWh) dan

berkaitan dengan

laju perpindahan exergi. Jika diasumsikan feedwater dan udara pembakar memasuki boiler dengan mengabaikan exergi dan biaya, sedangkan hasil pembakaran dikeluarkan ke sekeliling dengan mengabaikan biaya, maka menjadi:

Pada Turbin, laju biayanya adalah

dimana Ce nilai

biaya yang berkaitan dengan listrik, C1 dan C2 berkaitan dengan uap masuk dan keluar, dan Zt berkaitan dengan kepemilikan dan operasi turbin. Jika ditambah dengan pembiayaan exergi, maka persamaannya menjadi Satuan biaya yang sama dimiliki oleh uap tekanan rendah sehingga c2=c1. Persamaannya menjadi

Suku pertama diruas kanan memperhitungkan biaya exergi dan suku kedua biaya dari sistem itu sendiri. Dimana adalah efisiensi turbin exergetik.

Jadi, dengan mengaplikasikan neraca laju biayan ke boiler dan turbin, maka kita dapat menentukan biaya setiap produk sistem kogenerasi.