Anda di halaman 1dari 5

PENYIAPAN SDM DALAM ERA TEKNOLOGI

INFORMASI
Budi Rahardjo
Pusat Penelitian Antar Universitas Bidang Mikroelektronika (PPAUME)
Institut Teknologi Bandung
br@paume.itb.ac.id
Oktober 2000

Abstrak yang berbasis IT (dan khususnya


bisnis yang berbasis Internet).
Aspek SDM merupakan komponen Lihat Amerika Serikat yang
penting dalam bisnis yang terpaksa memberikan visa H1
berbasis Teknologi Informasi. kepada ratusan ribu orang setiap
Penyiapan SDM merupakan tahunnya untuk memenuhi
aktivitas yang harus kebutuhuan SDM IT saja. Di Eropa
direncanakan dan dijalankan cerita serupa terjadi di Jerman
dengan baik. dan Inggris. Bahkan di Asia terjadi
krisis SDM IT di Singapura dan
Pendahuluan termasuk di Indonesia.
Bidang Teknologi Informasi Bagaimana nantinya SDM harus
memberi prospek pada bangsa disiapkan di era otonomi daerah
Indonesia yang tengah dilanda di Indonesia?
krisis ekonomi. Industri lain saat Dalam paper [1] disebutkan
ini ditandai dengan pemogokan bahwa jika program Bandung
buruh, pemungutan liar, dan High Tech Valley (BHTV) berjalan
gangguan fisik lainnya. Untuk itu sesuai dengan rencananya, maka
bisnis Teknologi Informasi atau pada tahun 2010 akan
bisnis lain yang didukung oleh dibutuhkan tenaga pekerja di
Teknologi Informasi perlu bidang Teknologi Informasi
mendapat perhatian yang khusus sebanyak 350.000 orang.
karena sifatnya yang strategis Darimana tenaga kerja ini
bagi bangsa Indonesia. diperoleh? Tanpa perencanaan
Dua aspek penting dalam yang baik maka krisis SDM akan
pengembangan bisnis yang terjadi.
berhubungan dengan Teknologi Adanya perdagangan bebas
Informasi adalah infrastruktur dan seperti AFTA juga akan
sumber daya manusia (SDM). mengancam lahan pekerjaan di
Selain kedua aspek tersebut, Indonesia apabila SDM kita tidak
tentunya masih banyak aspek lain kita persiapkan. India dan Cina
seperti finansial. Namun, merupakan dua raksasa yang
lemahnya infrastruktur dan sanggup menembus Indonesia.
kelangkaan SDM merupakan
penyebab utama lambannya
bisnis IT. Makalah ini akan
Inisiatif Penyiapan SDM
menitikberatkan pembahasan IT Indonesia
pada aspek SDM. Indonesia tidak tinggal diam
Langkanya SDM IT yang handal dalam menghadapi kelangkaan
merupakan masalah utama di SDM IT ini. Di satu sisi dia
seluruh dunia. Kelangkaan ini merupakan bencana, tapi disisi
disebabkan meledaknya bisnis lain dia merupakan peluang.
Indonesia yang dikenal sebagai dengan fasilitas e-mail, yaitu
pengirim tenaga kerja buruh ke siswa tidak harus memiliki
luar negeri sekarang memiliki komputer dan modem sendiri
potensi untuk mengirimkan untuk mampu menggunakan e-
skilled workers ke luar negari. Ini mail. Ada wartel yang dapat
merupakan peluang bagi para digunakan untuk mengirim dan
pekerja Indonesia. Meskipun menerima email. Dengan kata
demikian, peluang ini harus lain, siswa Indonesia tidak gagap
dicermati karena setiap negara di teknologi dan akan memiliki
dunia pun ingin menggunakan kesempatan yang sama dengan
kesempatan ini. siswa di luar negeri.
Beberapa inisiatif di bidang Ada beberapa hambatan yang
Teknologi Informasi sudah dialami dalam pelaksanaan
dilakukan di Indonesia. Makalah program Sekolah 2000 ini, antara
ini akan menyajikan beberapa lain:
inisiatif tersebut, khususnya yang
• Kemampuan finansial sekolah
berkaitan dengan pendidikan
dalam mengadakan fasilitas
atau penyiapan SDM. Perlu
komputer dan sambungan ke
diingat bahwa SDM yang
jaringan Internet. Diskon dari
dihasilkan ada dua kelompok,
PT Telkom tentunya bisa
yaitu SDM yang terampil
mengurangi permasalahan ini.
menggunakan produk TekInfo (IT
user) dan SDM yang terampil • Kemampuan mengelola
menghasilkan produk TekInfo (IT fasilitas komputer yang
producer). berkelanjutan. Perawatan
fasilitas membutuhkan biaya
Program Sekolah 2000 dan SDM yang terampil (yang
Program Sekolah 2000 langka).
merupakan program kerja dari Informasi lengkap mengenai
Asosiasi Penyelenggara Jasa program Sekolah 2000 dapat
Internet Indonesia (APJII). Tujuan dilihat dari situ web Sekolah
khusus dari program ini adalah 20001.
untuk menjaring sekolah-sekolah
seluruh Indonesia dengan Program SMK-TI
Internet.
Salah satu cara mengatasi krisis
Siswa Indonesia harus mulai SDM di bidang Teknologi
dikenalkan dengan Internet dari Informasi adalah dengan
sejak dini. Kemampuan menghasilkan SDM di setiap
menggunakan Internet sama tingkat. Sekolah Menengah
pentingnya dengan kemampuan Kejuruan (SMK) merupakan
menggunakan telepon. Coba sekolah yang diharapkan dapat
anda bayangkan apabila ada menghasilkan tenaga yang siap
siswa SMU yang tidak dapat pakai. Hasil pengamatan kami
menggunakan telepon. Tentu menunjukkan bahwa SMK dapat
anda akan merasa aneh. Tidak diarahkan untuk menempati
lama lagi, hal yang sama akan posisi operator, technical support,
terjadi juga dengan e-mail. Perlu help desk, dan web designer.
diingat bahwa kemampuan Untuk itu dibuatkan kurikulum
menggunakan telepon tidak dan program khusus untuk
mengharuskan seseorang mendidik SMK dalam bidang
memiliki fasilitas telepon di Teknologi Informasi.
rumah. Dia dapat menggunakan
fasilitas wartel. Hal yang sama 1
http://www.sekolah2000.or.id
Saat ini tengah berlangung tinggi. ITB memiliki beberapa
program khusus SMK-TI untuk program S2 di khusus bidang
beberapa sekolah di Indonesia. Teknologi Informasi dan bidang
Pada bulan Januari tahun 2001 yang terkait dengan Teknologi
akan dilakukan pengujian Informasi (seperti bidang
sertifikasi terhadap para peserta Multimedia). Salah satu program
program ini. yang sedang dikembangan
adalah S2 IT di Cikarang
Program Diploma IT bekerjasama dengan Lippo.
Program ini merupakan salah satu
Satu tingkat di atas lulusan SMK
langkah kerjasama institusi
dan SMU adalah tingkat diploma.
pendidikan dengan industri.
Banyak perusahaan
menginginkan tenaga kerja level
diploma yang telah memiliki Program Profesional
pengalaman kerja. Program-program yang telah
disebut dahulu umumnya
Program Sarjana IT berhubungan dengan institusi
pendidikan formal. Akan tetapi
Perguruan tinggi yang
jika kita lihat volume keluaran
menghasilkan sarjana di bidang
institusi pendidikan formal, maka
Teknologi Informasi sudah
kita masih membutuhkan banyak
banyak. Namun ternyata kualitas
SDM lagi. Selain itu, bidang IT
lulusannya belum memadai.
umumnya tidak membutuhkan
Dalam suatu diskusi dengan
gelar melainkan kemampuan
seorang pelaku bisnis software
(skill). Untuk itu perlu adanya
mengatakan bahwa umumnya
program pendidikan yang sifatnya
perguruan tinggi di Indonesia
profesional dan terus menerus.
umumnya menghasilkan
Khususnya di bidang IT, kegiatan
programmer akan tetapi belum
ini dapat dinaungi di tempat yang
mampu menghasilkan software
sering disebut sebagai IT Training
engineer. Menurut
Center.
pengamatannya saat ini hanya
ITB dan UI yang mampu
menghasilkan software engineer. Kegiatan Pendukung
Untuk itu perguruan tinggi lain Selain kegiatan atau inisiatif yang
perlu dibina agar dapat langsung terjun ke bidang
menghasilkan lulusan dengan pendidikan, ada beberapa inisiatif
kualitas software engineer. lain yang mendukung penyiapan
Bangsa Indonesia masih lebih SDM. Beberapa hal tersebut akan
menjunjung gelar dibandingkan dibahas pada bagian di bawah ini.
kemampuan. Pemikiran seperti ini
harus mulai ditinggalkan. Dalam Standar Sertifikasi
era sekarang ini kemampuan Untuk mengetahui tingkat
lebih utama daripada gelar. kemampuan seseorang perlu
dilakukan pengujian. Hal ini
Program Pasca Sarjana IT membutuhkan sebuah standar
Bidang Teknologi Informasi sertifikasi. PPAUME2 ITB dan APJII
membutuhkan tenaga yang bekerjasama dalam membuat
memiliki keahlian cukup tinggi. standar sertifikasi bidang IT,
Untuk itu inisiatif jenjang S2 khususnya untuk tenaga kerja
(masters) di bidang Teknologi yang akan bekerja di Penyedia
Informasi sudah mulai terlihat
2
dilakukan di berbagai perguruan PPAUME = Pusat Penelitian Antar
Universitas Bidang Mikroelektronika
Jasa Internet (PJI atau Internet Penelitian membantu
Service Provider). Standar yang meningkatkan kualitas SDM kita.
khusus untuk jenis industri yang Dalam kaitannya dengan
lain juga perlu dikembangkan. Teknologi Informasi, saat ini
sedang berjalan program RUSNAS
Kegiatan standarisasi ini masih
(Riset Unggulan Strategis
pada taraf awal dan masih
Nasional) dalam bidang Teknologi
membutuhkan dukungan dari
Informasi dan Mikroelektronika
semua pihak. Standarisasi ini juga
(TIMe). Pada tahun ini RUSNAS
akan mencoba mengadopsi
difokuskan pada tiga topik
standar yang berlaku di dunia.
(produk), yaitu Wireless
Standar sertifikasi juga Multimedia Internet, Radio Sonde,
berhubungan dengan kurikulum. dan Fress Software Components.
Untuk itu perlu dikembangkan
kurikulum yang mendukung Bandung High Tech Valley
standar sertifikasi tersebut.
Bandung High Tech Valley (BHTV)
merupakan salah satu inisiatif
Fasiltas Pendukung untuk menciptakan sebuah
Upaya penyiapan SDM sebaiknya ecosystem yang kondusif untuk
didukung oleh teknologi menjalankan kegiatan bisnis yang
komunikasi dan informasi. “high-tech”3. Inisiatif lain antara
Perkembangan Internet lain Bali Camp, dan Cybercity (di
memungkinkan seseorang belajar beberapa tempat yang masing-
dari jarak jauh. Konsep masing menamakan ciber city).
pendidikan terbuka dan jarak jauh Saat ini nampaknya belum
(distance learning) dapat terdapat synergy diantara
diterapkan untuk membina SDM inisiatif-inisiatif tersebut. Di masa
IT. yang akan datang akan terjadi
Adanya Internet juga kerjasama antar inisiatif tersebut.
memungkinkan pengembangan Pembicaran sudah dimulai.
Digital Library yang dibutuhkan
agar siswa atau pelajar dapat Dukungan Pemerintah
mengakses informasi terbaru. Situasi ekonomi Indonesia
Selain digital library, menjadi salah satu sebab
perpustakaan konvensional masih menurunnya daya beli
tetap dibutuhkan. Toko buku juga masyarakat. Pendidikan dalam
sangat dibutuhkan. bentuk training umumnya cukup
mahal bagi sebagian orang. Perlu
Pendekatan Open Source
dikembangkan paket-paket
(membuka source code software)
pelatihan yang terjangkau.
dan Open Content (membuka
Pemerintah dapat memberikan
cara mendistribusi tulisan atau
bantuan kepada masyarakat
karya lain yang bukan program
melalui bantuan kredit untuk
komputer) juga perlu diperluas
pendidikan, potongan pajak bagi
agar mempermudah penyebaran
informasi dan pengetahuan.
Pendekatan ini juga tidak 3
Definisi dari “high-tech” tidak perlu
melanggar HaKI (Intellectual diperdebatkan dalam makalah ini.
Property Right, IPR). Kriterianya dapat berbasis kepada
pure technology, atau berbasis
kepada produktivitas pekerjanya. Ini
Penelitian perlu mendapat pembahasan yang
Penelitian merupakan bagian cukup panjang yang tidak
yang tidak kalah pentingnya. memungkinkan dilakukan pada
makalah ini.
perusahaan yang meningkatkan
kualitas SDMnya melalui
pendidikan.

Penutup
Makalah singkat ini tentunya
tidak dapat mendiskusikan semua
hal yang berhubungan dengan
penyiapan SDM di era Teknologi
Informasi ini. Namun, penulis
berharap bahwa makalah ini
dapat memberikan sedikit
gambaran mengenai berbagai
inisiatif yang ada di Indonesia
dalam rangka menyiapkan SDM.
Kendala lain yang tidak dibahas
pada makalah ini yang ternyata
cukup penting adalah
penguasaan bahasa Inggris.

Referensi
1. Armein Z. R. Langi,
“Pengembangan Sumber Daya
Manusia Untuk Industri
Teknologi Informasi dan
Software di BHTV”, technical
report, 2000.
2. Budi Rahardjo,
“Pengembangan SDM Untuk
Industri IT di BHTV”, materi
presentasi, 2000.