Anda di halaman 1dari 15

INTERPRETASI DATA LOGGING Logging merupakan metode pengukuran besaran-besaran fisik batuan reservoir terhadap kedalaman lubang bor.

Loging sumur ( well logging) juga dikenal dengan borehole logging adalah cara untuk mendapatkan rekaman log yang detail mengenai formasi geologi yang terpenetrasi dalam lubang bor. Log dapat berupa pengamatan visual sampel yang diambil dari lubang bor (geological log), atau dalam pengukuran fisika yang dieroleh dari respon piranti instrumen yang di pasang didalam sumur (geohysical log). Well loging dapat digunakan dalam bidang eksplorasi minyak dan gas, batubara, air bawah tanah dan geoteknik. Logging sumur adalah pengukuran dalam lubang sumur menggunakan instrumen yang ditempatkan pada ujung kabel wireline dalam lubang bor. ensor yang terletak diujung kabel wireline akan mendeteksi keadaan dalm sumur. Loging sumur dilakukan setelah drill string dikeluarkan dari sumur. !erdapat dua kabel yang terkoneksi dengan permukaan, kedalaman sumur direkam ketika sensor turun dan diangkat kembali untuk memulai pendeteksian. ubset kecil dari data pengukuran dapat ditransmisikan ke permukaan real time menggunakan pressure pulses dalam wells mud fluid colomn. "ata telemetri dari dalam tanah mempunyai bandwidth yang kecil kurang dari #$$bit per detik, sehingga informasi dapat didapat real time dengan bandwidth yang kecil. Log adalah suatu grafik kedalaman atau waktu dari satu set data yang menunjukkan parameter yang diukur secara berkesinambungan didalam sebuah sumur. %ntuk dapat melakukan interpretasi log dengan baik harus dipahami sifat & sifat kurva dari setiap jenis log serta kondisi & kondisi yang berpengaruh terhadap bentuk kurva yang bersangkutan. "engan demikian, kesimpulan yang dihasilkan diharapkan tidak jauh dari kondisi sebenarnya. 'erikut ini adalah macam & macam wireline log yang biasa digunakan dalam evaluasi suatu formasi ataupun interpretasi litologi( A. Log Spontaneous Potential (SP)

Log

) merupakan rekaman beda potensial formasi. Tools

mengukur beda potensial antara sebuah elektroda yang ditempatkan di permukaan tanah dengan suatu elektroda yang bergerak dalam lubang sumur. Tools ) beroperasi berdasarkan arus listrik, maka lumpur "alam evaluasi pengeboran yang digunakan harus bersifat konduktif. formasi Log p biasa digunakan dalam untuk ( a. *engidentifikasi +ona permeable dan non permeable b. %ntuk korelasi well to well B. Log Gamma Ray (GR) )rinsip log ,- adalah perekaman sifat radioaktif alami bumi. -adioaktivitas ,- berasal dari . (tiga) unsur radioaktif utama yang ada di dalam batuan, yaitu %ranium-%, !horium-! dan )otassium-/, yang secara kontinyu memancarkan ,- dalam bentuk pulsa-pulsa energi radiasi tinggi. inar gamma ray ini mampu menembus batuan dan dideteksi oleh sensor sinar gamma yang umumnya berupa detektor sintilasi. etiap ,- yang terdeteksi akan menimbulkan pulsa listrik pada detektor. )arameter yang direkam adalah jumlah dari pulsa yang tercatat persatuan waktu. /egunaan Log ,-, antara lain (
1. 2. 3.

0valuasi kandungan serpih (1sh) *enetukan lapisan permeabel. /orelasi antar sumur.

C. Log Resistivitas )ada log resistivitas dugunakan untuk mengukur resistivitas batuan yang dibor serta dipakai untuk mengidentifikasi +ona-+ona yang mengandung hidrokarbon D. Log Densitas Log densitas menggunakan prinsip kerja Compton Scatering. )ada kejadian hamburan 2ompton, foton sinar gamma bertumbukan dengan

elektron dari atom di dalam batuan, foton akan kehilangan tenaga karena proses tumbukan dan dihamburkan ke arah yang tidak sama dengan arah foton awal, sedangkan tenaga foton yang hilang sebetulnya diserap oleh elektron sehingga elektron dapat melepaskan diri dari ikatan atom menjadi elektron bebas (3di 4arsono, #556). 3plikasi log densitas antara lain (
A. B.

7dentifikasi batuan secara kuantitatif. 7dentifikasi adanya kandungan gas. *enderteminasi densitas batuan

C.

E. Log Neutron Log neutron termasuk juga alat porositas dan menentukan formasi yang pada prinsipnya untuk porous dan penentuan porositas. 3lat

ini disebut alat neutron terkompensasi (2ompensated 8eutron !ool) atau disingkat dengan 28!. !anggapan alat neutron terutama mencerminkan banyaknya atom hidrogen di dalam formasi. /arena minyak dan air mempunyai jumlah hidrogen (per unit volume) yang hampir sama, neutron akan memberikan tanggapan porositas fluida dalam formasi bersih. !etapi neutron tidak dapat membedakan atom hidrogen bebas dengan atom hidrogen yang secara kimia terikat pada mineral batuan, sehingga tanggapan alat neutron pada formasi lempung yang banyak mengandung atom hidrogen dalam susunan molekulnya berakibat seolah-olah porositasnya lebih tinggi (3di 4arsono, #556).

7nterpretasi litologi umumnya dilakukan menggunakan log gamma ray. %ntuk analisis tingkat lanjut, maka bermacam-macam jenis log yang lain dapat digunakan untuk mendukung interpretasi litologi, seperti log ), log tahanan jenis, log sonik, dan log densitas."ari pembacaan data log yang ada, pada sumur

tersebut terbagi menjadi dua litologi batuan, antara lain yaitu shale , sandstone dan sandstone with carbonaceous streak serta coal.

1.

Shale Litologi ini terdapat pada kedalaman 995$ & 9955 ft, 9.$#-9.$: ft, 9.$69.#6 ft, 9.9. & 9.:$ ft, 96;$ & 9666 ft, 9<.;-9<=$ ft, yang masingmasing mempunyai ketebalan yang bervariasi. Litologi batuan ini dicirikan dengan data log Gamma Ray yang tinggi yaitu sekitar 6$-#:$ g3)7, hal ini karena pada lapisan ini mempunyai kandungan radioaktif yang sangat tinggi. pada depth ini log ,amma -ay menunjukkan nilai yang tinggi dengan menunjukkan defleksi ke arah kanan karena pada shale memiliki komposisi radioaktif berupa uranium, thorium, dan potassium. )ada log resistivitas yaitu * >, LL , dan LL" berhimpit , hal ini terjadi karena pada shale memiliki porositas yang besar sehingga celah antar butir yang menjadi media penghantar arus listrik tinggi kemudian kemungkinan lapisan batuan ini memiliki salinitas yang rendah. Log neutron mengalami defleksi ke arah kiri dan log densitas mengalami defleksi ke arah kanan. 4al ini menunjukkan bahwa lapisan batuan ini memiliki porositas yang rendah dan permeabilitas yang rendah, hal ini berhubungan dengan prinsip log densitas yang memanfaatkan sinar gamma dimana pada saat sinar gamma bertabrakan dengan elektron dalam batuan akan mengalami pengurangan energi. emakin banyaknya elektron dalam batuan berarti makin padat butiran atau mineral penyusun batuan tersebut sehingga apabila semakin padat maka ruang atau pori antar butirannya sangat kecil sehingga batuan ini porositasnya rendah. )ada depth 9666 & 96<$ ft terdapat sedikit sisipan sandy shale dimana log ,amma -ay menunjukkan defleksi ke arah kiri tetapi belum melewati cut off. %mumnya pada lapisan batuan shale bersifat impermeable. )ada log Caliper biasanya terdapat garis yang berbelok ke kanan, dapat di interpretasikan pada kedalaman ini terdapat (caved hole) yang menyebabkan diameter lubang bor membesar, tetapi pada data log tersebut tidak menunjukkan pembelokan secara signifikan, sehingga dapat diperkirakan tetap

terjadi pembesaran lubang bor namun tidak begitu besar gradiennya. 4al ini dikarenakan permeabilitas dari shale hampir mendekati nol, sehingga tidak terjadi kerak lumpur yang menyebabkan runtuhnya dinding sumur bor washed out ), sehingga diameter dinding sumur bor mengalami perbesaran. )ada Log resistivity harga yang ditunjukkan rendah, dan tidak terjadi separasi tahanan jenis yang negatif. )ada Log !eutron (28L) menunjukkan harga yang tinggi dan pada Log "ensity (L"L) menunjukkan harga yang rendah, oleh karena itu batuan ini mempunyai porositas yang sangat kecil dan impermeable. "ari kombinasi data log !eutron dan data log "ensity dari kedua litologi tersebut tidak ditemukan adanya crossover yang mengindikasikan kehadiran porositas yang diisi fluida di dalam batuan ini, sehingga dapat disimpulkan pada batuan ini tidak terdapat fluida. /enampakan pada log sonic pada shale menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan pada sandstone karena pada prinsipnya log sonic merupakan suatu log yang berfungsi dalam penentuan besarnya harga porositas dari batuan dimana pada log ini terdapat transmitter yang mengirimkan gelombang suara ke dalam formasi yang diterima oleh penerima yang terdapat pada log ini dimana makin lama waktu tempuhnya maka porositas batuannya makin besar.
2.

Sandstone 'erdasarkan data log, litologi ini terdapat di kedalaman 9.:$ & 9.;; m, 9.=: & 9:$$ m, 96<. & 965$ m, 965:-9<9< m dan yang terakhir 966< -96<$ m. Litologi ini dicirikan dengan data log Gamma Ray yang rendah yaitu sekitar :$ - =$ 3)7, hal ini karena pada lapisan ini hampir tidak mempunyai kandungan radioaktif atau dapat dikatakan mempunyai intensitas radioaktif yang sangat rendah. "ari hasil log neutron (8)47) yang menunjukan angka yang kecil karena 4 pada batupasir terkonsentrasi sebagian besar di fluidanya, maka dapat diketahui bahwa batuan ini memiliki porositas yang besar. "an dengan melihat dari Log "ensity (-4?') maka dapat diketahui pula bahwa batuan ini memiliki densitas yang rendah yang dimungkinkan berasal dari

jumlah porositas yang banyak, oleh karena itu batuan ini mempunyai porositas yang baik dan permeable yang memungkinkan dapat menjadi batuan reservoir. )ada kedalaman 965; ft & 9<95ft, 9.:;ft & 9.:5ft, dan 9.6$mft & 9.55ft dari log resistivitas menunjukkan harga yang cukup tinggi yang diinterpretasikan sebagai dan air tawar (freshwater). edangkan jika dilihat dari log porositas (L"L dan C!L) menunjukkan adanya crossover yang cukup besar sehingga diinterpretasikan bahwa pada lapisan batupasir tersebut berisi fluida berupa air tawar (fresh water). )ada sandstone kenampakan log caliper menunjukkan nilai yang besar, hal ini diakibatkan karena sandstone memiliki permeabilitas yang besar sehingga terjadi kerak lumpur yang mengakibatkan pengecilan diameter lubang bor karena terjadi endapan lumpur pada dindingnya (mud cake). )ermeabilitas batuan yang besar mengakibatkan fluida pemboran yang masuk ke dalam formasi cukup besar sehingga mengakibatkan adanya endapan lumpur yang menyebabkan diameter lubang bor lebih kecil. /enampakan pada log sonic pada sandstone dengan shale karena pada prinsipnya log sonic merupakan suatu log yang berfungsi dalam penentuan besarnya harga porositas dari batuan dimana pada log ini terdapat transmitter yang mengirimkan gelombang suara ke dalam formasi yang diterima oleh penerima yang terdapat pada log ini dimana makin lama waktu tempuhnya maka porositas batuannya makin besar. Sandstone memiliki porositas yang cukup baik sehingga gelombang sura yang diterima oleh formasi lebih cepat ditangkap dan dipantulkan kembali karena memiliki celah antar butir yang cukup baik untuk memantulkan gelombang suara sehingga waktu tempuh yang diperlukan tidak terlalu lama.
3.

Batubara (Coal ) 'erdasarkan data log, litologi ini terdapat di kedalaman 9.:$ & 9.;; ft, 9.=: & 9:$$ ft, 96<. & 965$ ft, 965:-9<9< ft dan yang terakhir 966< -96<$ ft. 'atubara merupakan hasil dari akumulasi tumbuhtumbuhan pada kondisi lingkungan pengendapan tertentu. 3kumulasi tersebut telah dikenai pengaruhpengaruh synsedimentary dan postsedimentary .

3kibat pengaruh-pengaruh tersebut dihasilkanlah batubara dengan tingkat (rank) dan kerumitan struktur yang bervariasi. )ada kedalaman ini log ,amma -ay menunjukkan nilai yang rendah dengan menunjukkan defleksi ke arah kiri, hal ini disebabkan pada lapisan coal kandungan radiokatifnya kecil. Coal merupakan jenis batuan yang terbentuk dari bahan organik tidak memiliki unsur radioaktif yang tinggi akan tetapi pada coal tidak terdapat unsur radioaktif berupa uranium, thorium, dan potassium sehingga tingkat radiokatifnya kecil. Log ) tidak menunjukkan defleksi karena coal merupakan lapisan batuan yang bersifat impermeable sehingga tidak terjadi perubahan pada kurva log ) ini, log resistivitas yaitu * >, LL , dan LL" sangat tinggi karena pada log ini menunjukkan bahwa coal tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan baik karena pada batuan ini bersifat impermeable dimana apabila dilihat dari kenampakan log resistivitas yang tinggi menunjukkan bahwa lapisan batuan ini dapat menghambat arus listrik dengan baik karena lapisan batuan ini memiliki kekompakkan yang sangat tinggi sehingga porositas batuan mendekati nol atau sangat kecil sehingga celah antar butirrannya yang menjadi media penghantar arus listrik sangat kecil, matriks batubara yang berupa material-material organik banyak memiliki komposisi 2, 4, dan ? yang tidak konduktif. )ada log densitas dan log neutron radikal ke kiri. 4al ini menunjukkan log neutron memiliki nilai yang tinggi, hal ini diakibatkan karena batubara memiliki komposisi 2,4, dan ? sehingga partikel neutron yang bertumbukan dengan atom-atom mengalami sedikit hilang, dimana massa material pembentuk batubara memiliki mssa yang hampir sama sehingga kecepatan detektor menghitung akan semakin meningkat. )ada log densitas nilainya rendah karena batubara memiliki porositas yang rendah dengan komposisi material-material organik yang cukup tinggi sehingga butiran atau mineral penyusun batuan tersebut semakin padat dan mengakibatkan semakin banyak tumbukan antara sinar gamma dengan elektron dalam batuan yang menimbulkan pengurangan energi. )ada litologi coal ini kenampakan log sonic

tidak menunjukkan perubahan yang signifikan nilainya hampir sama denga nilai log sonic pada litologi shale.
4.

Sandstone with carbonaceous streak Litologi endapan ini terdapat pada kedalaman 995<m & 9.$#m, 9.$;m & 9.$6m, 9<.:m & 9<.;m. Litologi ini merupakan batupasir dengan sisipan atau sedikit laminasi karbon. )ada kedalaman ini log ,amma -ay menunjukkan nilai yang rendah dengan menunjukkan defleksi ke arah kiri, hal ini disebabkan pada lapisan batuan ini kandungan radiokatifnya kecil. "imana sandstone with carbonaceous streak ini me memiliki kompoisisi coal yang tidak bersifat radioaktif dan memiliki konduktivitas yang rendah. Log ) menunjukkan defleksi ke arah kanan dengan nilai hampir sama dengan lapisan sandstone# hal ini karena lapisan batuan yang bersifat permeable sehingga terjadi perubahan pada kurva log ) ini dimana sesuai dengan prinsip kerja log ) yang hanya dapat mengidentifikasi lapisan permeable atau tidak, log resistivitas yaitu * >, LL , dan LL" tinggi dibandingkan log resistivitas pada sandstone karena pada log ini menunjukkan bahwa lapisan batuan ini tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan baik karena pada batuan ini tidak bersifat konduktif karena unsur atau komposisi pada batuan ini berupa coal, log neutron memiliki nilai yang tinggi karena lapisan batuan ini memiliki konsentrasi hidrogen yang rendah sehingga partikel-partikel neutron yang memancar lebih jauh menembus formasi dan pada log densitas nilainya rendah karena batuan ini bersifat impermeable sehingga celah-celah antar butirnya lebih besar dan sinar gamma yang bertabrakan dengan elektron semakin kecil, hal ini mengakibatkan pengurangan energi yang tidak terlalu besar. "ari hasil interpretasi data log kenampakan log ,amma -ay menunjukkan kenampakan seperti pada litologi sandstone akan tetapi pada log resistivity kenampakannya cukup tinggi apabila dibandingkan dengan log resistivity pada sandstone# pada log densitas kenampakannya hampir hilang ke arah kiri sehingga hal ini menunjukkan suatu hal dimana terjadi perubahan proses pengendapan sehingga terdapat litologi coal berupa lamina-lamina yang

kemungkinan terjadi akibat adanya perubahan arus di suatu lingkungan pengendapan.

ORELASI !NIT STRATIGRA"I A .De#inisi $an Prinsi% /orelasi ialah orelasi penghubungan titik-titik kesamaan waktu atau

penghubungan satuan-satuan stratigrafi dengan mempertimbangkan kesamaan waktu ( andi tartigrafi 7ndonesia, #55=). *enurut 8orth 3merican tratigrafi 2ode (#5<.) ada tiga macam prinsip dari korelasi( #. 9. .. Lithokorelasi, yang menghubungkan unit yang sama lithologi dan posisi stratigrafinya. 'iokorelasi, yang secara cepat menyamakan fosil dan posisi biostratigrafinya. /ronokorelasi, yang secara cepat menyesuaikan umur dan posisi kronostratigrafi. /orelasi dapat dipandang sebagai suatu yang langsung direct) formal) ataupun tidak langsung indirect) informal) ('.-. haw,#5<9).

/orelasi langsung adalah korelasi yang tidak dapat dipungkiri secara fisik dan tegas. )elacakan secara fisik dari kemenerusan unit stratigrafi adalah hanya metode yang tepat untuk menunjukkan persesuaian dari sebuah unit dalam suatu lokal dengan unit itu di lokal lain. /orelasi tidak langsung dapat menjadi tidak dipungkiri oleh metode numerik seperti contoh pembandingan secara visual dari instrumen well logs, rekaman pembalikan polaritas,atau kumpulan fosil. '. Pela&a'an e(enerusan Lateral $ari !nit Litostrati)ra#i

)elacakan kemenerusan secara langsung dari sebuah unit lithostratografi dari suatu local ke local lain adalah satunya metode korelasi yang dapat menetapkan kesamaan dari sebuah unit tanpa keraguan. *etode korelasi ini dapat digunakan hanya jika lapisan secara menerus atau mendekati menerus tersingkap. @ika singkapan dari lapisan tersela oleh daerah yang luas yang tertutup tanah dan vegetasi lebat, atau lapisan terhenti oleh erosi, atau dipotong lembah yang besar, atau tersesarkan, penelusuran secara fisik pada lapisan menjadi tidak mungkin. "alam keadaan itu, teknik korelasi lainnya (tidak langsung) harus digunakan ('oggs, #5<6).
D.

esa(aan Litolo)i $an Posisi Strati)ra#i )elacakan lateral secara langsung dari unit startigrafi dapat menjadi tidak berhasil diselesaikan dalam sebuah area yang sangat besar dikarenakan oleh ketidak menerusan singkapan. ,eologist bekerja pada suatu area harus mempercayai korelasi unit lithostratigrafi dengan metode yang meliputi matching lapisan dari suatu area ke lainya dengan dasar kesamaan lithologi dan posisi stratigrafi ('oggs, #5<6). )ersamaan litologi dapat tidak dipungkiri atas dasar suatu macam properties batuan. *eliputigross lithology (batupasir,serpih, atau batugamping, sebagi contoh), warna, kelompok mineral berat atau kelompok mineral khusus, struktur sedimen utama seperti perlapisan dan laminasi silang-siur, dan ketebalan rata-rata, dan karakteristik pelapukan. Lebih banyak macam properties yang dapat dipakai untuk menetapakan sebuah kesuaian antar strata maka semakin kuat kemungkinan menuju sebuah kesesuaian yang benar ('oggs, #5<6). )enyesuaian lapisan dengan dasar lithologi merupakan tidak sebuah garansi atas kebenaran dari korelasi. Lapisan dengan karakteristik litologi yang sangat sama dapat terbentuk dalam lingkungan pengendapan yang sama dengan luas dipisahkan dalam waktu (time) atau tempat (space) ('oggs, #5<6). elain atas dasar kesamaan litologi, 7ndividual formasi dapat dikorelasikan juga oleh posisi dalam sikuennya ('oggs, #5<6). orelasi Den)an Instru(en *ell Lo)s

Log adalah suatu terminologi yang secara original mengacu pada hubungan nilai dengan kedalaman, yang diambil dari pengamatan kembali mudlog). ekarang itu diambil sebagai suatu pernyataan untuk semua pengukuran kedalam lubang sumur (*astoadji, 9$$6). ecara prinsip pengunaan dari well logs adalah untuk( #. )enentuan lithologi 9. /orelasi stratigrafi .. 0valuasi fluida dalam formasi :. )enentuan porositas ;. /orelasi dengan data seismik =. Lokasi dari faults and fractures 6. )enentuan dip dari strata yarat untuk dapat dilakukannya korelasi well logs antara lain adalah ( $. "eepest %. Thickest .. edikit gangguan struktur (unfaulted) )ada sikeun sand-shale yang tebal, itu mungkin menjadi petunjuk kecil dari bentuk kurva untuk +ona batuan untuk korelasi +ona. Regional dip superimposed pada cross section sumur akan membantu. %nit pasir yang individual mungkin akan tidak menerus sepanjang lintasan, tetapi garis korelasi memberikan petunjuk tentang possible time sikuen stratigrafi (2rain, 9$$<). :. *inimal ada 9 data well log pada daerah pengamatan

/orelasi 'atupasir Se&uence 'oundary ( ') merupakan batas atas dan bawah satuan sikuen stratigrafi adalah bidang ketidak selarasan atau bidang-bidang keselarasan padanannya ( andi tratigrafi 7ndonesia, #55=). (a)imum flooding surface teridentifikasi oleh adanya ma)imum landward onlap dari lapiasan marine pada batas basin dan mencerminkan kenaikan maksimum secara relatif dari sea level(3rmentout, #55#).

Ga(bar +

an$i$at Se,uen&e Boun$ar- (SB) $an .a/i(u( "loo$in) Sur#a&e (.S") (Possa(entier 0 Allen +111)

%ntuk sikeun stratigrafi, biasanya dipakai eAuence 'oundary ( ') dan *aBimum >looding urface (* >) untuk korelasi. 4al ini dikarenakan pelamparan ' dan * > yang luas. Se&uence 'oundary ( ') dan (a)imum *looding Surface (*> ) ini menandakan suatu proses perubahan muka air laut yang terjadi secara global. ehingga Se&uence 'oundary ( ') dan (a)imum *looding Surface (*> ) ini sering digunakan untuk korelasi antar sumur. "ari data Well logs, adanya Se&uence 'oundary ( ') biasanya ditandai dengan adanya perubahan secara tiba-tiba dari 2oarsening %pward menjadi >ineing %pward atau sebalikknya. edangkan (a)imum *looding Surface (*> ) dari data log ditunjukkan dari adanya akumulasi shale yang banyak, dan * > merupakan amplitude dari log yang daerah shale.

Ga(bar 2 Strati)ra%hi& &orrelation o# CSDP 3ell 4a/&o%oil5+ an$ PE.E6 3ells o# the northern 4u&atan Peninsula. .eso7oi& are base$ on litholo)-8 &orrelative #ossil 7ones8 an$ ele&tri&5lo) &hara&teristi&s. ((o$i#ie$ #ro( *ar$ et al. +119).

Da#tar Pusta'a
'oggs, . @r. #5<6. +rinciples of Sedimentary and Stratigraphy. *erril )ublishing 2ompany, 2olumbus.

2rain, -oss. 9$$<. Crain,s +etrophysical -andbook. http(CCwww.spec9$$$.net *astoadji, 0.. /ristanto. 9$$6. 'asic .ell Log /nterpretation# 4andout of 33), 2 %8"7) 2ourse. )osamentier, 4.W., 3llen, ,.)., #555, Siliciclastic se&uence stratigraphy0 concepts and applications. 0)* 2oncepts in edimentology and )aleontology no. 6, 9$5 p. andi tratigrafi 7ndonesia, #55=. tinnesbeck, Wolfgang, et al. 9$$:. 1a)copoil2$ and the Chic)ulub impact. 7nternational @ournal of 0arth )ublished online( 95 ?ctober 9$$:. Ward W, /eller ,, ciences ,- ,eologische -undschau. pringer-1erlag.net

tinnesbeck W, 3datte ! (#55;) 1ucatan subsurface

revisited0 implications and constraints for the Chic)ulub meteor impact. ,eology 9.(<6.&<6=. .ell logs data. http(CCwww.geo.wvu.edu