Anda di halaman 1dari 25

1

Satu hal yang pasti adalah,


anda sudah pasti gagal jika anda
tidak melakukan apapun


Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di rumah
berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya adalah penjaga gedung dan
ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya
kuliah sebulan di Amerika.
Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir sebuah sekolah
internasional. Sekolah itu mahal dan tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri
seorang guru yang mengajar bahasa Inggris disana. Sebuah tindakan yang membutuhkan
keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia.
Aku ingin kuliah di Amerika tuturnya,
terdengar hampir tak masuk akal. Membuat
sang guru tercengang, ingin menangis
mendengar impian gadis belia yang bagai
pungguk merindukan bulan.
Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun
setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke
SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan
tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu
sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap
belajar.




2
Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang kaya-kaya, tutur sang
guru. Semangat Hani meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan bahasanya,
tetapi aku makin patah semangat.
Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas besar di
Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di sekolahnya tak ada hal-
hal seperti itu. Ia tidak memiliki pembimbing dan nilai tes standar yang mengesankan, karena
tes semacam itu tak ada.
Namun, Hani memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun.
Maukah Anda mengirimkan namaku? pintanya untuk didaftarkan sebagai penerima
beasiswa.
Aku tidak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik dengan
kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga dengan pujianku
tentang keberanian dan kegigihannya ujar sang guru.
Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk diterima itu
tipis, mungkin nihil.
Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa Inggris.
Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang yang belum pernah
menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar bagian-bagian komputer dan cara
kerjanya.
Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat dari asosiasi
beasiswa itu.
Inilah saat yang kejam, penolakan pikir sang guru.
Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang guru lalu
membuka surat dan mulai membacakannya, Ia diterima! Hani diterima...




3
Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah
diketahui Hani sejak awal, bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tetapi
juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras dan keberanian untuk
percaya akan dirimu sendiri tutur sang guru menutup kisahnya.
Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship dan dimuat dalam
buku Chicken Soup for the College Soul yang edisi Indonesianya telah diterbitkan.


Cerita inspiratif yang menggugah hati dan pentingnya rasa percaya diri dipupuk sejak dini
untuk sukses tercipta bukan?
Perjalanan menuju kedalam diri adalah bagian yang paling menyenangkan bagi kita yang
ingin terus meningkatkan kualitas karakter kita, ini disebabkan karena ada kepuasan
tersendiri dalam diri kita jika mampu menaikkan derajat karakter. Apalagi itu adalah
karakter seseorang yang kita cintai, berubah lebih baik dan jauh lebih baik lagi. Siapa lagi
kalau bukan anak kita tercinta.
E-book ini akan sedikit menampar dan membuat anda tidak nyaman membacanya, terutama
tentang apa yang anda anggap benar tentang cara mendidik anak dan meningkatkan rasa
percaya diri anak, namun ternyata kebenaran anda salah.
Dalam keseharian kita kita percaya bahwa percaya diri atau nyali adalah modal dasar
keberhasilan atau sukses. Jika kita tidak percaya dengan diri sendiri lalu apa kita bisa
memaksa orang lain percaya dengan kita? Tidak bisa, percaya diri adalah modal dasar untuk
sukses di segala bidang, saat seorang anak percaya diri mampu menguasai pelajaran tertentu
maka dengan mudahnya ia dapat menyerap pelajaran tersebut, saat kita orang yang jauh
lebih dewasa percaya diri bahwa sanggup menyelesaikan tantangan pekerjaan maka
pekerjaan itu akan selesai dengan maksimal. Tentunya anda para pembaca pernah
mengalami hal serupa bukan?




4
Betul sekali bahwa ada baiknya jika masalah percaya diri ini kita bahas dan tanamkan pada
anak sedini mungkin, mengapa? Karena ini adalah Mental Tools yang mutlak dibutuhkan
agar anak berhasil di dalam kehidupan pembelajarannya dan kelak kehidupan pilihannya
sendiri. Percaya diri tidak diajarkan atau masuk dalam daftar mata pelajaran di sekolah,
sebab tidak ada sekolah yang khusus mengajarkan materi percaya diri. Banyak sekali anak-
anak muda sekarang ini setelah selesai sekolah butuh ilmu khusus untuk sukses dan ilmu ini
bernama percaya diri, dan mereka belajar kesanakesini, keluarmasuk kantor, ganti-ganti
pekerjaan, untuk menemukan Feel of Success yang merupakan inti dari percaya diri.

Percaya diri adalah modal dasar untuk sukses di segala bidang

Baiklah, kita mulai. Seandainya anak-anak kita takut menghadapi kegagalan, niscaya mereka
tak akan bisa berjalan hingga kini. Sebab, sekedar untuk berjalan saja, banyak kesulitan yang
harus mereka hadapi dan tak sedikit rasa sakit yang harus mereka tanggung. Hidung
mungkin sudah lebih dari sepuluh kali tersungkur ke tanah hanya karena mereka belajar
merangkak. Lutut, entah berapa kali mengalami luka. Tetapi anak-anak tak pernah putus
asa. Anak-anak senantiasa bersemangat, sampai orangtua memadamkannya dengan alasan
kasih-sayang. Apakah anda kenal dengan orangtua yang seperti ini?





Seandainya anak-anak kita takut menghadapi
kegagalan, niscaya mereka tak akan bisa
berjalan hingga kini




5
Banyak sekali orangtua dan guru bertanya tentang topik ini kenapa anak saya pemalu, anak
saya tidak punya rasa percaya diri, anak saya penakut dan sebutan lainnya untuk
memperjelas maksud yang sebenarnya adalah masalah rasa percaya diri. Apakah ini menjadi
sebuah masalah? Tentu iya. Karena banyak yang yang tanya dan berulangkali tanya untuk
mendapatkan solusi atas masalah ini. Anda pasti khawatir akan perkembangan kehidupan
sosial anda anda di masa depan. Selain itu, anak-anak juga akan selalu tergantung pada
orangtuanya. Anak-anak pemalu cenderung membatasi pengalaman mereka, tidak
mengambil risiko sosial yang diperlukan dan hasilnya mereka tidak akan memperoleh
kepercayaan diri dalam berbagai situasi sosial.

Apakah ada kasus serupa? Banyak! Salah satu fenomena ini dapat menjadi ilustrasi nyata
dalam kehidupan yang berkembang saat ini, ada banyak alasan orangtua memanjakan anak.
Di kota besar, sudah menjadi alasan klasik apabila orangtua kasihan dengan anak yang
ditinggal sendirian di rumah hanya dengan pembantu. Maka semua fasilitas pun disediakan.
Sementara itu, ada orangtua yang tergoda memanjakan anak karena trauma dengan masa




6
lalunya yang sulit dan pahit. Hidup dalam kemiskinan orangtua yang menyakitkan. Setelah
dia menjadi orang alias kaya, dia ingin anaknya senang dan fasilitas diberikan secara
berlebihan. Akhirnya harga diri mereka pun relatif rendah dan percaya diri mereka tidak murni
dari dalam diri mereka, tetapi bergantung pada alat yang mereka miliki (HP, Mobil,
Perhiasan) sebab harga diri dan rasa percaya diri mereka dibangun atas apa yang mereka
miliki (secara lahiriah) bukan pada karakter dan nilai hidup yang sehat.
Akibat dimanjakan, daya tahan stres mereka pun tidak terbangun dengan baik. Tantangan
dan kesulitan menjadi barang mewah bagi anak yang dimanjakan ini. Hingga masa remaja,
mereka tidak cakap membedakan mana itu keinginan (wants) dan kebutuhan (needs). Dalam
pengalaman kerja, di beberapa pusat rehabilitasi dan depresi ditemukan banyak dari remaja
tersebut besar dengan dimanjakan. Mereka tidak cakap mengelola konflik saat berada di
bangku SMP dan SMU. Mereka mulai menghadapi berbagai kesulitan yang mereka tidak
jumpai di rumah.

Sebelum bisa mengendalikan keadaan, kau harus terlebih dulu
mengendalikan diri sendiri ~ Napoleon Hill

Disiplin muncul bersama kendali diri, itu artinya orang harus mengendalikan semua kualitas
negatif. Hal yang menyiksa hidup anak kita sesungguhnya bukanlah kesusahan tetapi justru
kesenangan berlebih. Mereka yang terbiasa dengan kesenangan, sering merasa tak pernah
puas dengan kesenangan. Sedangkan mereka yang terbiasa hidup dengan disiplin dan hidup
dengan kesusahan, justru lebih tahan banting dengan kesusahan serta secara tidak langsung
belajar percaya bahwa diri mereka sendiri yang mampu menciptakan keberhasilan mereka.
Nah dari beberapa penjabaran ini semoga kita diberi hikmat, kasih dan kebijaksanaan
mengasuh anak-anak titipan. Terhindar dari perilaku yang bisa menjadi penyiksa anak-anak
dengan memanjakan mereka secara berlebihan dan bukannya memupuk sesuatu yang lebih
permanen bagi kesuksesan mereka kelak.




7
Komitmen dalam menuntaskan masalah ini perlu kontribusi dari orangtua langsung. Kami
akan berikan solusi praktisnya dan aplikatif kepada anda yang memiliki masalah serupa, atau
kepada guru agar bisa memberikan saran kepada wali murid jika ada anak yang mengalami
permasalahan serupa. Jika anda benar-benar memahami dan menerapkan semua yang ada di
dalam E-book ini, anda akan merasakan indahnya memiliki anak yang percaya diri, kehidupan
sosial anak yang sehat, pertumbuhan karakter yang signifikan dan kebahagiaan luar biasa
saat jiwa anda terpadu dengan indahnya momen yang akan anda lalui bersama keluarga
anda.

Berikut adalah ciri dari anak yang memiliki rasa percaya diri rendah :
1. Anak takut berinteraksi dengan lingkungan sosial
2. Anak enggan untuk berangkat ke sekolah dan tempat-tempat keramaian
3. Anak tidak mau berkenalan dengan teman sebaya atau orang lain, cenderung
menghindari kontak mata dengan orang lain, menarik diri, cemas ketika berhadapan
dengan orang lain
4. Anak selalu menempel pada orangtua atau pengasuhnya, tidak mau ditinggal di
sekolah
5. Rendahnya kepercayaan diri anak, memiliki konsep negatif takut tidak diterima di
lingkungan




8
Ada 2 isu penting yang menjadi penyebab mengapa anak mengalami gangguan percaya diri,
penyebab itu adalah :
1. Pola asuh yang salah
Pola asuh yang salah dapat menyebabkan perkembangan kemandirian sosial anak
terhambat, misal orangtua dengan pengasuhan yang otoriter, cara mendidik yang salah dan
berdasar pada ancaman, kekerasan dan pemukulan setiap kali anak berbuat kesalahan atau
bermain-main sesuatu, sering disalahkan, dipukul, diancam, dicela dan direndahkan atau
pengasuhan yang over protektif.
Kepercayaan diri anak sangat berhubungan dengan
perlakuan orangtua kepada si anak justru pada
masa-masa sebelum dia bersekolah. Dengan kata
lain apa yang kita berikan kepada anak-anak pada
usia dibawah misalnya 5 atau 6 tahun akan sangat
mempengaruhi kepercayaan dirinya sewaktu dia
nanti memasuki sekolah. Perlakuan orangtua yang
penuh kehangatan itu adalah suatu modal yang akan
memberikan si anak kekuatan melangkah keluar dari
lingkup rumahnya memasuki tempat yang asing
baginya.
Semakin seorang anak kuat berakar karena dia tahu
dicintai dan diterima apa adanya di rumahnya
sendiri, dia seolah-olah akan mendapatkan lebih
banyak energi untuk melangkah keluar menghadapi tantangan dan tuntutan dari luar.
Kebalikannya, anak yang mengalami banyak ketegangan dan perlakuan orangtua lebih
bersifat kritis, memarahinya atau hidup dimana orangtua mempunyai hubungan pernikahan
yang tidak baik, anak justru tidak mempunyai kekuatan, dia justru merasa lemah dan
akhirnya waktu dia harus melangkah keluar, dia bukannya berani tetapi justru merasa takut.
Pola asuh yang salah dapat menyebabkan
perkembangan kemandirian sosial anak
terhambat




9
2. Trauma
Hal yang menjadi penyebab trauma bisa berasal dari pengalaman atau hal-hal yang tidak
menyenangkan di masa lalunya, misal saat dia mengerjakan soal dan kemudian jawabannya
salah, respon orangtuanya adalah memahari dan membentaknya. Atau saat salah
mengerjakan soal di sekolah dia disuruh berdiri dipojok kelas sehingga malu, hal ini
menyebabkan anak takut untuk menjawab pertanyaan karena trauma. Dan hal ini bisa saja
terjadi bukan hanya dalam kegiatan belajar saja tetapi dalam lingkungan sosialnya (diejek
dan ditertawakan teman, perlakuan kasar dari teman dan lain-lain)

Salah satu penyebab paling umum kegagalan adalah kebiasaan
berhenti ketika seseorang ditundukkan oleh kekalahan sementara ~
Napoleon Hill

Saya pernah mengamati seorang anak membantu mamanya yang sedang sibuk
mempersiapkan sebuah acara di rumahnya. Karena melihat beberapa orang dewasa dan
mamanya sibuk memindahkan piring dari satu ruangan ke ruangan yang lain, sang anak pun
tanpa disuruh segera membantu mamanya dengan melakukan hal yang sama. Apa yang
terjadi? Saat melihat anaknya membawa piring, meski tidak terlalu banyak, sang mama
langsung marah dan mengatakan, nanti kalau pecah bagaimana? Nanti kalau jatuh dan
terkena kaki bagaimana? Sang anak pun menangis karena dimarahi. Entah apa yang ada di
dalam hati sang anak saat itu. Saat saya melihat kejadian itu langsung menebak kalau
sebenarnya sang anak hanya ingin membantu mamanya yang kelihatan capek karena
memindahkan piring dan sang anak hanya ingin membantu. Bila itu yang ada di dalam hati
sang anak, tentu sang anak merasa sangat sedih dan bingung karena dia baru tahu kalau
membantu orang itu adalah sebuah kesalahan. Di lain waktu, bisa jadi sang anak menjadi
takut membantu sang mama dan melakukan hal-hal yang lain yang dia rasa berbahaya.




10
Jadi apabila anda menghadapi situasi yang sama, akan lebih baik bila anda meminta sang
anak untuk membantu malakukan hal yang lain, misalnya memindahkan sendok atau hal-hal
lain yang mudah untuk dilakukan seorang anak, dan diusahakan tidak memakai marah agar
trauma tidak tercipta.
Atau bahkan sering menakut-nakuti anak pada saat
menasehati mereka, dengan mengatakan nak
jangan masuk ke dalam ruangan itu, disana banyak
kecoak, nanti digigit lho... Mungkin sang anak akan
langsung menuruti apa yang kita katakan. Namun
mungkin kita tidak pernah memikirkan efek
negatifnya. Hal-hal yang berbau menakut-nakuti
tersebut, ternyata bisa menjadi salah satu penyebab
anak tidak percaya diri. Bila kita mengalami kasus di
atas, alangkah baiknya bila kita tidak menggunakan
kata-kata yang bersifat menakut-nakuti, misalnya
nak main disini saja ya, disini kan tempatnya
lebih luas dan lebih terang. Intinya adalah hindari
kata-kata yang membuat anak takut dan ketakutan
itu bukan pada anaknya tetapi orangtuanya yang
takut, sehingga secara tidak sadar hal ini
menghambat anak di masa depannya.

Bahaya di masa lalu adalah orang menajdi budak
Bahaya di masa depan adalah orang menjadi robot ~ Erich Fromm

Hal yang menjadi penyebab trauma bisa berasal
dari pengalaman atau hal-hal yang tidak
menyenangkan di masa lalunya









11
Proses penumbuhan kepercayaan diri tidak melulu pada diri anak. Untuk membuat anak-
anak percaya diri, orangtua harus percaya diri terlebih dahulu. Orangtua harus menjadi role
model yang sehat bagi anak-anaknya.
Meningkatkan rasa percaya diri pada anak tidaklah semudah membalik telapak tangan. Bisa
jadi karena metode yang digunakan oleh orangtua kurang sesuai, maka rasa percaya diri anak
justru semakin lama semakin pudar. Peran orangtua dalam usaha meningkatkan rasa percaya
diri pada anak sangat diharapkan. Rasa percaya diri pada anak akan berguna sepanjang
hidupnya. Itulah hal yang dapat menguatkan motivasi pada seorang anak untuk tetap survive
dalam kondisi yang berat. Ketika problematika sosial semakin kompleks maka rasa percaya
diri juga akan semakin memegang perannya yang penting.
Untuk membuat anak-anak percaya diri, orangtua harus percaya diri terlebih dahulu
Orangtua harus menjadi role model yang sehat bagi anak-anaknya




12
Berikut ini adalah 7 cara meningkatkan rasa percaya diri pada anak :
1. Mengevaluasi pola asuh
Idealnya setiap orangtua bersikap demokratis, memegang kendali namun tetap memberikan
kebebasan anak untuk berpendapat. Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang
memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan
mereka. Orangtua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada
rasio atau pemikiran-pemikiran. Orangtua tipe ini juga bersikap realistis terhadap
kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan atau melampaui kemampuan anak.
Orangtua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan
suatu tindakan dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat.
Hasil dari pola asuh demokratis akan menghasilkan karakteristik anak yang mandiri, dapat
mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman, mampu menghadapi stress,
mempunyai minat terhadap hal-hal baru dan koperatif terhadap orang lain.
Kita tahu, bahwa persoalan anak adalah persoalan orangtua dan juga persoalan keluarga.
Anak yang bermasalah akan mempengaruhi keseluruhan sistem keluarga, sebaliknya,
keseluruhan sistem keluarga atau pola asuh juga dapat berkontribusi terhadap persoalan
pada anak.
Nah, pahami hal berikut dengan seksama. Sikap orangtua, akan diterima oleh anak sesuai
dengan persepsinya pada saat itu. Orangtua yang menunjukkan kasih, perhatian,
penerimaan, cinta dan kasih sayang serta kedekatan emosional yang tulus dengan anak,
akan membangkitkan rasa percara diri pada anak tersebut. Anak akan merasa bahwa dirinya
berharga dan bernilai di hadapan orangtuanya. Dan meskipun ia melakukan kesalahan, dari
sikap orangtua anak dapat melihat bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasihi. Anak
dicintai dan dihargai bukan tergantung pada prestasi atau perbuatan baiknya, namun karena
eksisitensinya. Dikemudian hari anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang mampu
menilai positif dirinya dan mempunyai harapan yang realistik terhadap diri sendiri, seperti
orangtuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya.




13
Anak perlu diajarkan untuk memiliki rasa percaya diri, yaitu mempunyai perasaan yang
teguh pada pendiriannya, tabah apabila menghadapi masalah, kreatif dalam mencari
jalan keluar dan ambisi dalam mencapai sesuatu. Ia juga perlu diajarkan untuk mempunyai
self respect (hormat pada diri sendiri), yaitu mempunyai perasaan yang konstruktif, hormat
pada orang lain dan bersyukur pada apa yang dimilikinya.
Hal ini dapat diupayakan untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta rasa hormat diri pada
anak oleh orangtua. Diantaranya adalah dengan mendorongnya untuk selalu berupaya,
menerima kelebihan dan kekurangannya, dan memberikan pujian dan hadiah pada
perilakunya yang mengarah pada rasa percaya diri dan rasa hormat dirinya tersebut.

2. Pujian yang tepat
Pujian memang baik untuk anak, namun jangan berlebihan. Jangan mengulang pujian pada
anak yang sifatnya membangga-banggakan talenta dirinya. Seperti "kamu adalah anak
terpintar di sekolah" atau "kamu adalah pebasket terhandal". Jangan memberikan pujian
yang membuatnya terbebani untuk selalu menjadi yang terhebat. "Berikan pujian pada
usahanya dalam meraih sukses, bukan pada talenta yang dimilikinya," jelas Shari Young
Kuchenbecker, PhD, asisten profesor psikologi di Chapman University, Orange, California.
Menurut penelitian di Columbia University, anak-anak merasa lebih senang dan mampu
menghadapi tantangan ketika mereka mendapatkan pujian atas usahanya. Seperti dengan
mengatakan, "kamu bekerja keras" atau "hebat, kamu bisa menyelesaikan tugas dengan
baik". Kata-kata motivasi lebih berbekas bagi anak-anak ketimbang pujian seperti "ayah
bangga denganmu nak"

Berikan pujian pada usahanya dalam meraih sukses, bukan pada
talenta yang dimilikinya





14
3. Agenda sosialisasi
Masukkan jadwal sosialisasi dalam jadwal kegiatan anak. Anak sebaiknya tidak teralu
disibukkan dengan les privat sehingga membuat ia lupa bermain dengan teman-temannya.
Pastikan anak mempunyai waktu untuk menambah koleksi teman dan berinteraksi dengan
teman lama. Perhatikan lingkungan sosialisasi yang tepat buat anak, karena lingkungan
sosialisasi yang salah dapat memberikan pengaruh buruk. Pengaruh yang seperti apa? Antara
lain sikap lingkungan yang membuat kita takut untuk mencoba, takut untuk berbuat salah,
semua harus seperti yang sudah ditentukan. Karena ada rasa takut dimarahi inilah, kita jadi
malas untuk melakukan hal-hal yang berbeda dari orang kebanyakan. Mau tunjuk tangan
waktu guru memberikan pertanyaan di dalam kelas, takut! Nah perhatikan hal-hal tersebut,
jangan-jangan anak kita sudah keracunan oleh hal tersebut.
Disamping itu, sering mengajak anak
bermain dan bertemu dengan kerabat,
sepupu, tetangga, bermain di taman
bermain dan tempat keramaian lain
juga sangat membantu anak. Siapkan
anak untuk menghadiri acara sosial
yang akan segera diselenggarakan
dengan menjelaskan latar belakang,
ekspektasi, serta para hadirin yang kira-kira datang ke acara itu. Kemudian, bantu anak
berlatih bagaimana cara bertemu orang lain, tata krama di meja makan, keterampilan dasar
berbicara dan bagaimana cara mengucapkan salam perpisahan dengan anggun. Ini akan
sangat membantu anak untuk menjadi lebih percaya diri.
Belajar atau melatihnya untuk peduli dan berbagi terhadap sesama merupakan cara yang
baik untuk melatih kepercayaan diri anak. Dengan demikian mereka akan mempunyai
kepekaan dan empati yang baik terhadap lingkungan sosialnya, sehingga merasa akan
merasakan betapa hidup ini begitu berarti bila bisa berbuat sesuatu yang positif.




15
4. Kenalkan anak pada beragam karakter melalui cerita
Hal ini dapat dilakukan dengan membacakan cerita fiksi, mengenalkan tokoh-tokoh yang
ada didalam cerita tersebut, atau bisa juga menceritakan pengalaman berteman guru atau
orangtua, kemudian membiarkan anak memperlajari tokoh-tokoh yang diceritakan dan minta
anak untuk menceritakan kembali apa yang ia dengar dan pahami dari karakter tokoh-tokoh
tersebut.
Selain itu, melalui penerapan kegiatan bercerita ini dapat membiasakan anak untuk menjadi
lebih terbuka mengekspresikan rasa senang dan rasa tidak senangnya terhadap berbagai hal
yang dialaminya dan berani tampil di depan kelas. Hal ini sesuai dengan hakikat belajar itu
sendiri, yakni memperoleh perubahan perilaku yang bersifat permanen yang dapat
bermanfaat untuk menjalani kehidupan selanjutnya. Dan tidak mungkin tercapai tanpa
disertai upaya, motivasi serta kemauan guru dan orangtua untuk lebih memahami dan
melaksanakan peranan, tugas-tugas dan fungsinya sebagai pengelola proses pembelajaran





16
Melalui kegiatan bercerita, kepercayaan diri anak dapat ditingkatkan. Setelah diberi contoh
dan dibiasakan, anak akan lebih percaya diri ketika bercerita di depan kelas dan mampu
mengungkapkan pendapatnya dengan baik. Anak tidak malu lagi saat bergabung dengan
anak lain dan mau berkomunikasi dengan anak lain, serta mengerjakan setiap kegiatan yang
diberikan tanpa mengeluh. Hal ini akan membuat anak menjadi orang yang memiliki
kepercayaan diri tinggi dan tidak mudah menyerah serta putus asa sebelum mencoba suatu
tantangan.
Agar penerapan kegiatan bercerita dapat dioptimalkan dengan baik maka materi harus
disesuaikan dengan karakteristik anak, misalnya dalam pemilihan buku cerita yang akan
digunakan, media yang digunakan harus lebih menarik perhatian anak sehingga anak tidak
merasa bosan dengan kegiatan tersebut. Selain dua hal diatas, penerapan kegiatan bercerita
pun harus didukung dengan suasana hati anak (mood) dan tempat sekitar untuk bercerita
(hindari ruang berisik) yang mendukung proses kegiatan tersebut. Variasi kegiatan bercerita
yang dilakukan mampu menarik perhatian anak untuk mengikuti kegiatan bercerita sampai
akhir. Dengan adanya penyajian dan pemberian kegiatan bercerita yang dilakukan dengan
menggunakan berbagai media yang bervariasi (boneka peraga, sambil menggambar dan lain-
lain) dapat melatih kepercayaan diri anak untuk melakukan setiap kegiatan baru tanpa
adanya ketakutan dalam diri untuk mencoba.

5. Bermain peran
Hal ini untuk melatih anak berkomunikasi interpersonal. Misal, bermain telpon-telponan,
guru atau orangtua sebagai penelpon, anak sebagai penerima. Atau bermain dengan bertamu
ke rumah tetangga, guru atau orangtua sebagai tuan rumah, anak sebagai tetangga yang
berkunjung.
Buat daftar berisi kalimat pembuka percakapan yang mudah digunakan anak untuk
bercakap-cakap dengan berbagai kelompok orang, misalnya orang yang telah dikenalnya,
orang dewasa yang belum pernah ditemuinya, teman lama yang jarang dijumpainya, anak




17
baru di sekolah, atau anak yang sering bermain dengannya di taman bermain. Setelah itu,
ajak anak untuk berlatih menggunakan kalimat-kalimat tersebut sampai merasa terbiasa dan
nyaman mengucapkannya.
Salah satu trik yang dapat digunakan adalah
mempraktikkan perbincangan via telepon dengan
pendengar suportif di ujung lain. Dengan demikian,
anak tidak akan merasa tertekan seperti jika
melakukan pembicaraan tatap muka.
Philip Zimbardo, orang yang terkenal sebagai pakar
dalam mengatasi rasa malu, merekomendasikan
untuk memasangkan anak pemalu dengan anak
yang lebih muda darinya untuk berlatih dalam
periode singkat. Ciptakan kesempatan bagi anak
untuk bermain dengan anak lain yang lebih muda
darinya, misalnya adik, sepupu, anak tetangga atau
salah satu anak kenalan Anda.
Jika anak yang pemalu berusia remaja, coba menyuruhnya mengasuh anak kecil untuk
mempraktikkan keahlian bersosialisasi yang enggan dipraktikkannya dengan anak-anak
seusianya.

6. Biarkan kesalahan terjadi dan berikan resiko teringan
Apa maksudnya? Tentu sebagai orangtua kita seringkali mendapati anak kita frustasi karena
belum berhasil memasangkan gambar puzzle, sehingga seringkali ditengah-tengah bermain
tiba-tiba mereka menjerit dan bahkan menangis sendiri. Apa yang perlu anda lakukan adalah,
dukunglah anak anda untuk mencoba sesuatu yang baru, selama hal tersebut tidak
membahayakan dirinya, mengurangi campur tangan anda untuk menjadi problem solving
dalam tantangan baru yang sedang dihadapinya. Biarkan anak anda melakukan ujicoba




18
selama hal tersebut tidak membahayakannya. Jangan anda buru-buru mengatakan "sini, biar
mama saja yang buatin" karena hal ini akan membuat anak anda tidak belajar untuk mendiri
dan percaya diri.
Anak yang tidak percaya diri sangatlah sensitif dengan hal ini, kesalahan dan kegagalan
adalah hal yang paling menghantui mereka dan bisa menjadi trauma bagi mereka, bahkan
memikirkan resiko saja sudah seperti mendengar cerita horor. Kita sebagai orang dewasa
sangat paham jika kegagalan adalah proses yang menjadi satu paket dengan sukses. Dan
pahamilah, setiap manusia punya jatah gagal. Habiskan jatah tersebut ketika masih muda.
Persiapkan anak anda untuk menemuinya dan belajar serta berespon positif dari setiap
kegagalannya.
Salah satu hal terberat bagi orangtua adalah melihat anak mereka "merasa kalah dan
akhirnya menyerah, betul? Saya ingin mengakhiri bagian ini dengan mengutip kata-kata bijak
dari Robert T. Kiyosaki: "Di sekolah kita belajar bahwa kesalahan itu buruk dan kita
dihukum karena membuat kesalahan. Tetapi, jika kita melihat bagaimana manusia
dijadikan untuk belajar, kita belajar dari membuat kesalahan. Kita belajar berjalan saat
terjatuh. Jika kita tidak pernah terjatuh, kita tidak akan pernah berjalan."
Kunci lepas dari hambatan ini adalah cara nomor 1, pola asuh orangtua. Pahami dan terima
anak apa adanya saat menemui kegagalan dan dukung terus sampai terbentuk Mental
Kebal terhadap kegagalan. Kegagalan yang tidak diolah dengan baik oleh anak-anak sering
kali berdampak menjadi trauma.

Dukunglah anak anda untuk mencoba sesuatu yang baru, selama
hal tersebut tidak membahayakan dirinya






19
7. Pahami kepribadian mereka
Inilah jebakan yang sering terlewatkan. Maksudnya? Setiap manusia yang lahir didunia selalu
dilengkapi dengan Kepribadian (Personality) dan kepribadian setiap manusia tidak bisa dipilih,
karena sudah dikasi dari sono nya.
Mengapa kita perlu membahas tentang kepribadian? Karena kepribadian adalah bagian dari
diri manusia yang sangat unik dimana kita memiliki kecenderungan yang cukup besar untuk
merespon segala sesuatu. Dengan memahami kepribadian anak berarti kita telah menyingkat
waktu kita untuk menebak-nebak, berusaha mengerti dan memahami anak kita, kita bisa
jauh lebih mudah untuk memahami seseorang anak dengan memperhatikan tipologi
kepribadiannya. Kepribadian ini membagi manusia menjadi empat golongan besar yaitu
korelis, sanguinis, phlegmatis dan melankolis.

Koleris mewakili tipe kepribadian yang tegas dan
cenderung untuk memimpin, dia adalah seorang
pemimpin yang dilahirkan. Pemimpin yang
dilahirkan secara alamiah begitulah koleris. Ciri-
cirinya To The Point, dia ingin segala sesuatunya
cepat dan dilakukan saat itu juga, dia tidak
bertele-tele tetapi pada titik ekstrimnya adalah
dia bisa menjadi terlalu dominan dan terlalu
mengatur, terlalu mengontrol, sehingga orang lain
bisa tidak tahan. Dia ingin segala sesuatunya
dilakukan dengan sangat cepat kemudian bisa jadi
dia lupa beberapa detail-detail tentang hal penting
yang harus dilakukan. Itulah tipe kepribadian
koleris yang sejati. Orang koleris akan berpakaian
dengan praktis, simple, tidak mementingkan model
Koleris mewakili tipe kepribadian yang tegas
dan cenderung untuk memimpin, dia adalah
seorang pemimpin yang dilahirkan




20
pakaian tetapi lebih mementingkan fungsi dari pakaian itu. Dan orang koleris biasanya
duduknya sangat tegak sekali dan ia berjalan dengan sangat tegak dengan kepala terangkat
ke atas. Pada kenyataannya tiap kepribadian itu memiliki kadarnya masing-masing, sangat
kecil sekali kemungkinan kita untuk menemukan seseorang yang koleris sejati. Artinya
seratus persen koleris sementara di lain-lainnya itu nol semuanya. Seorang anak yang koleris,
biasanya memiliki motivasi yang kuat dari dalam, istilahnya ku tahu yang ku mau. Jika
ingin mengarahkan mereka, tunjukan keuntungan bagi anak jika mereka melakukan hal
tersebut. Misal: jika kamu les bahasa inggris maka mudah bagi kamu untuk memahami
aturan dari permainan yang sering papa dan kamu lakukan, masih banyak permainan serupa
yang bisa kita mainkan.

Kepribadian adalah bagian dari diri manusia yang sangat unik
dimana kita memiliki kecenderungan yang cukup besar untuk
merespon segala sesuatu

Sanguinis adalah orang yang cerah, ceria, bisa mendengar suaranya jauh sebelum melihat
orangnya, heboh sekali dan jika memakai pakaian pakaian biasanya berwarna cerah meriah
dengan banyak sekali aksesoris, yah sanguinis adalah orang yang senang menjadi pusat
perhatian. Jika anda datang ke pesta dan melihat satu orang dikelilingi yang lain, bercerita,
semua terhibur dan tertawa, maka orang yang bercerita itulah seorang sanguinis. Ya,
sanguinis adalah pusat perhatian. Jika Anda melihat orang sanguinis berpakaian cerah warna
warni dan banyak aksesoris, dia tidak akan risih dengan itu semua bahkan dia akan suka,
karena dengan begitu dia bisa menarik perhatian orang lain. Orang sanguinis akan berjalan
dengan gayanya yang ceria dan akan menoleh ke kanan kiri dan melempar banyak senyum
kepada orang-orang di sekitarnya. Seorang anak sanguinis merupakan anak yang sangat
senang sekali bermain dan berkumpul dengan banyak teman-temannya. Senang dengan




21
aktivitas outdoor atau kebersamaan yang menyenangkan. Tentu mudah bagi anda
menerjemahkan bahasa saya berkaitan dengan anak sanguinis.
Tipe koleris dan tipe sanguinis adalah tipe yang Ekstrovert, yaitu tipe yang terbuka kepada
orang. Orang sanguinis begitu sangat terbukanya, sehingga bisa cerita tentang banyak hal
kepada orang lain dan kemudian bisa dengan mudah melupakannya. Orang sanguinis dengan
begitu mudahnya melupakan janjinya dan juga dengan begitu mudahnya dia akan langsung
minta maaf. Orang koleris tidak akan melakukannya, dia akan gengsi untuk minta maaf
kepada kita. Tapi mereka dasarnya adalah orang-orang yang terbuka, orang-orang yang
ekstrovert. Berikutnya kita akan membahas bagian kepribadian yang Introvert yang tertutup.
Di bagian ini ada dua jenis kepribadian dua tipelogi kepribadian yaitu Melankolis dan
Phlegmatis.

Melankolis adalah seorang yang rapi, biasanya
tulisannya rajin, rapi, lengkap, detail karena itu jika
mereka kuliah catatan mereka biasanya akan
dipinjam oleh teman-temannya. Dan kemudian dia
akan memiliki gaya dandan yang rapi, tidak ada satu
helai pun rambut yang tersisir keluar, semuanya rapi
seperti diatur pada tempatnya. Seorang melankolis
berpakaian selalu sangat rapi sekali, dimasukkan
dan suka warna warna yang memiliki perpaduan
warna yang cocok. Jadi tidak akan sembarangan,
artinya dia tidak akan memakai bawahan yang
berwarna hijau dan kemudian atasnya berwarna
kuning cerah. Dia akan mempertimbangkan segala
sesuatunya, itulah ciri orang melankolis. Jika
memendam sesuatu bisa dipendam sangat lama,
ngambeknya bisa sangat lama sekali, tetapi orang
Ciri-ciri anak melankolis yang sangat tampak
adalah anak ini sangat teratur, suka kerapian,
seringkali mereka secara akademis adalah anak
yang cerdas dan pandai






22
melankolis sangat detail, begitu suka dengan data-data dan fakta-fakta. Yah itulah seorang
melankolis. Ia begitu ahli dalam perencanaan dan analisa. Ciri-ciri anak melankolis yang
sangat tampak adalah anak ini sangat teratur, suka kerapian, seringkali saya jumpai mereka
secara akademis adalah anak yang cerdas dan pandai. Anak melankolis sangat suka
mengontrol semuanya sendiri. Terkadang menentukan pakaian yang akan dipakainya,
makan apa sore ini dan sebagainya. Mereka terkadang suka mengingatkan kita, jika keluar
kamar lampu dimatikan, tv atau laptop dimatikan.

Phlegmatis adalah kepribadian yang suka melakukan segala sesuatu berdasarkan urutan
yang telah diberikan, jika memang sudah begini ya begini tidak usah dipikirin yang lain lagi,
yah pokoknya ikuti saja. Itulah phlegmatis, tipe pengikut yang setia. Dia bisa tahan duduk
berjam-jam melakukan sesuatu berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan dimana
itu tidak mungkin bisa dilakukan oleh seorang yang koleris ataupun seorang sanguinis.
Mereka tidak akan tahan duduk berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-
bulan melakukan satu hal yang sama berulang-ulang kali. Phlegmatis sangat cocok
melakukan itu semua, sangat setia dan bisa dipercaya untuk memegang rahasia. Itulah orang
phlegmatis, mereka sangat mudah diatur mereka sangat toleran. Jika Anda punya anak
phlegmatis, Anda bisa mengatakan nak sekarang makan ya, ya kalau anda sibuk, anda
bisa mengatakan nak, sekarang mama lagi sibuk, nanti aja makannya ya, iya anak
phlegmatis tidak akan menuntut anda. Itu akan sangat berbeda dengan anak koleris nak
makannya nanti ya, tidak! Aku maunya sekarang itulah anak koleris. Anak phlegmatis
biasanya cenderung diam dan mengalah. Mereka sering menghindari konflik dan seringkali
merelakan peralatan tulisnya untuk dipinjam dan tak jarang terkadang merasa ngga enak
untuk memintanya.
Anak yang dari lahir dengan kepribadian koleris ataupun sanguinis yang kuat, maka rasa
berani dan percaya dirinya sudah ada di dalam diri mereka, sejalan dengan aliran darah
mereka, alias sudah include. Tetapi anak yang memiliki kepribadian phlegmatis dan
melankolis, cenderung akan dianggap anak yang kurang berani atau tidak percaya diri.




23
Nah, pertanyaan saya apakah anda paham dengan kepribadian anak anda? Anda
mengetahuinya? Banyak orangtua yang tidak memahami ini dan langsung main vonis anak
saya tidak percaya diri dan konsultasi sana-sini (bisa jadi konsultasi ke tetangganya yang
bukan pakar anak, bahkan sampai ke psikolog anak). Jangan salah, walaupun diatas
dituliskan bahwa anak dengan kepribadian melankolis dan phlegmatis tidak sepercaya diri
koleris dan sanguinis, bukan berarti tidak dapat membantu anak melankolis dan phlegmatis
untuk percaya diri. Sangat bisa dan sangat mungkin sekali.
Tetapi tidak jarang juga seorang anak koleris dan sanguinis yang salah pengasuhan juga
menjadi anak yang pesakitan, menjadi anak yang tidak percaya diri dan bermasalah dalam
kehidupannya. Karena apa? Tidak ada buku panduan resmi saat anak itu lahir di dunia
sehingga orangtua tidak tahu bagaimana memperlakukannya. Seperti halnya saat anda
membeli Blackberry, anda mendapat buku panduannya bukan? Untuk mengetahui cara
mengoperasikannya. Tapi hal ini tidak berlaku bagi anak kita, sehingga seringkali kita jumpai
anak yang bermasalah karena salah perlakuan dalam mengasuhnya.

Kepribadian adalah bagian dari diri manusia yang sangat unik
dimana kita memiliki kecenderungan yang cukup besar untuk merespon segala sesuatu




24
Baiklah kita sudah sampai pada penghujung dari e-book ini, satu hal yang pasti dari kami
adalah harapan dan doa agar yang terbaik terjadi di dalam keluarga anda semua. Rasa
percaya diri anak adalah warisan terindah bagi anak dari orangtua. Semoga apa yang kami
berikan ini dapat membantu generasi-generasi emas berikutnya menciptakan sesuatu yang
lebih baik dan berguna bagi kehidupan masyarakat Indonesia.


Salam
pendidikankarakter.com




















Hard Cover, Full Colour, Limited Edition
Dapatkan di toko buku Gramedia terdekat