Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS F41.

1 GANGGUAN CEMAS MENYELURUH

Oleh :

Reissa Ghasani I Putu A tha !i"a#a

Pe$%i$%in& :

' . !( ( P a$esti S).K*

UNI+ERSI,AS LAMPUNG KEPANI,ERAAN KLINIK SMF ILMU KESEHA,AN *I!A RUMAH SAKI, *I!A PRO+INSI LAMPUNG -AN.AR LAMPUNG /014

LAPORAN KASUS RA!A, *ALAN


I. I.EN,IFIKASI PEN.ERI,A Nama Umur Jenis kelamin Agama Warganegara Alamat !endidikan akhir !eker#aan &tatus perka(inan )iperiksa oleh "anggal pemeriksaan "anggal pen+a#ian II. PEMERIKSAAN FISIK A. S,A,US IN,ERNUS $eadaan umum $esadaran "ekanan darah Nadi !erna8asan &istem Respiratorik &istem $ardio9askuler &istem *astrointestinal &istem Urogenital $elainan $husus : %aik : 2ompos 'entis : -30340 mm5g : -06 73menit : ,. 73menit : dalam 1atas normal : dalam 1atas normal : dalam 1atas normal : dalam 1atas normal : tidak ada : .E.R : 30 tahun : laki-laki : Islam : Indonesia, suku lampung : J .!anglima !olim "an#ung $arang %arat %andar ampung : &'A : &opir : &udah menikah : Reissa *hassani, &.$ed I !utu Artha Wi#a+a, &.$ed : 30 Januari ,0-.. : / 0e1ruari ,0-..

%erat %adan

: tidak diukur

-. S,A,US NEUROLOGIKUS Rangsang meningeal Urat sara8 kepala &istem motorik &ara8 9egetati8 0ungsi luhur LA-ORA,ORIUM t "idak )ilakukan : tidak ada : normal : normal : normal : normal

III. PEMERIKSAAN PSIKIA,RI A. ANAMNESA )iperoleh dari : Autoanamnesa :dari pasien +ang 1ersangkutan;

A1. SE-A- KE RS* LAMPUNG : !asien sering merasa 1ingung31engong sendiri tanpa se1a1 +ang #elas. A/. RI!AYA, PENYAKI, SEKARANG: !asien datang dengan keluhan sering merasa 1ingung31engong tanpa se1a1 +ang #elas. $e#adian terse1ut 1erlangsung sudah se#ak kurang le1ih 3 1ulan terahir. !asien mengatakan ke#adian itu 1erlangsung setiap hari sehingga pasien men#adi 1ingung sendiri dirin+a kenapa. !asien mengatakan 1ah(a dirin+a seperti tidak menikmati kehidupan didunia ini. &eperti memiliki dosa +ang sangat 1esar dan men#adi selalu memikirkan dosa-dosan+a 1e1erapa 1ulan terahir. !asien memikirkan per1uatan dan dosa-dosan+a dimasa lalu dengan kematian +ang akan dihadapin+a. &ehingga ia men#adi merasakan takut +ang

1erle1ihan

aki1at

per1uatan

dosan+a

+ang

1elum

dapat

ia

memeper1aikin+a. &elain itu pasien #uga mengeluhkan sering mengalami pusing dan tengkuk terasa sakit. $eluhan ini dirasakan se#ak , 1ulan +ang lalu. !using +ang dirasakan pada 1agian kepala 1elakang. !asien mengatakan 1ah(a dirin+a tidak mengalami kesulitan tidur +ang 1erle1ihan. 5an+a terkadang ter1angun - atau , kali dalam seminggu saat tidur malam, namun kemudian 1isa tidur kem1ali. !asien mengatakan na8su makann+a masih 1aik, dan melakuka rutinitas dengan 1aik seperti mandi, sholat. Namun untuk peker#aan men<ari na8kah men#adi menurun karena pasien men#adi tidak 8okus. !asien mengatakan selama keluhann+a 1erlangsung, pasien masih dalam keadaan sadar penuh. "idak pernah mengamuk, atau 1er1i<ara sendiri. !asien #uga mengatakan 1ah(a ia tidak pernah melihat sosok 1a+angan le(at dihadapann+a ataupun mendengar adan+a suara-suara 1isikan di sekitarn+a atapun ada sesuatu lain dari luar +ang mengandalikan tu1uhn+a. )alam - tahun terahir pasien mengaku tidak pernah mengalami trauma apapun pada 1agian tu1uh manapun. 'eski mengaku sakit kepala dan sering pusing namun pemeriksaan <t-s<an terahir mengatakan tidak ada kelainan pada otak dan sistem sinus parasanal. !asien mengatakan tidak pernah ter#adi permasalahan atau

per<ek<okan ataupun hutang dengan tetangga, sanak saudara atau keluargan+a. 'eskipun tidak dapat 1eker#a seperti 1iasa se1agai sopir 1us, namun dalam rutinitas sehari-hari pasien tidak mengalami gangguan dan tidak pernah kehilangan orientasi tentang orang-orang disekitasrn+a atau tempat darimana ia 1erasal dan kemana ia akan pergi.

A1. RI!AYA, PENYAKI, .AHULU !asien mengatakan tidak pernah mengalami pen+akit +ang 1erat terkait tu1uhn+a. 5an+a se1atas 1atuk pilek 1iasa. !asien mngatakan tidak pernah memiliki ri(a+at dira(at di R& dengan indikasi apapun. A4. RI!AYA, PENYAKI, FISIK 2 PEMAKAIAN O-A, ,ERLARANG !asien mengaku pernah memakai o1at-o1atan dan sa1u kurang le1ih - tahun +ang lalu. 0rrekuensi memakai tidak teratur. Jumlah +ang dipakai tidak semakin 1an+ak. $etika tidak menggunakan dalam (aktu +ang lama pasien mengatakan tidak mengalami saka(. !asien #uga mengaku pernah minum tuak dengan 8rekuensi +ang luman+an rutin. 'inum terahir kurang le1ih 6 1ulan lalu.

A3. ,ARAF FUNGSI PENYESUAIAN .ALAM 1 ,AHUN ,ERAKHIR )alam - tahun terahir pasien merasa a(aln+a masih dapat 1eker#a dengan 1aik. 'asih mampu men+etir mo1il dengan 1aik untuk men<ari re#eki. Namun . 1ulan terahir pasien mengaku tidak 1eker#a sama seekali. !asien tidak men+etir karena takut dengan ketidak 8okusn+a ia malam men<elakakan penumpang +ang di 1a(an+a. &ehingga ia tidak 1eker#a se<ara rutin seperti 1iasan+a, dan le1ih <enderung tinggal dirumah. A4. RI!AYA, PRAMOR-I. Ri(a+at kehamilan dan persalinan

!asien mengatakan tidak mengetahui ri(a+at kelahirann+a. Namun mengatakan didesan+a. Ri(a+at 1a+i dan 1alita !ertum1uhan dan perkem1angan seperti 1a+i pada umumn+a. 'akan, minum <ukup, 1ergerak, mulai 1er1i<ara, merangkak dan 1er#alan dapat dilakukan sesuai (aktun+a. Ri(a+at anak dan rema#a !ertum1uhan dan perkem1angan sesuai usia, pergaulan <ukup. Ri(a+at pendidikan !endidikan terakhir pasien sampai dengan lulus &'A. &emua #en#ang pendidikan diselesaikan pasien sesuai dengan (aktun+a. !asien tidak melan#utkan ke perguruan tinggi. A5. RI!AYA, PEKER*AAN !asien 1eker#a se1agai sopir 1us di daerahn+a. !eker#aann+a dilakukan sudah se#ak kurang le1ih . tahun lalu. &edangkan istri 1eker#a se1agai i1u rumah tangga dan men#aga (arung ke<il dirumahn+a. A6. RI!AYA, PERKA!INAN !asien sudah menikah dan merupakan pernikahan +ang pertama kalin+a. !ernikahan mereka 1erlangsung sudah -- tahun dan dikaruniai seorang anak perempuan 1erusia 4 tahun. 1ah(a kelahirann+a ditolong dukun 1eranak

A7. RI!AYA, KELUARGA &kema pohon keluarga :

Ket: : perempuan : aki-laki : pasien : "inggal dalam satu rumah

"idak ada anggota keluarga pasien +ang lain +ang mengalami gangguan #i(a atau pernah sakit seperti pasien. !asien merupakan anak kedua dari empat 1ersaudara.

A10. RI!AYA, SOSIAL EKONOMI !asien 1eker#a se1agai sopir 1us di daerahn+a. !eker#aann+a dilakukan sudah se#ak kurang le1ih . tahun lalu. &edangkan istri 1eker#a se1agai i1u rumah tangga dan men#aga (arung ke<il dirumahn+a. !asien mengatakan 1ah(a hasil 1eker#a mereka 1erdua untuk saat ini masuh <ukup untuk kehidupan mereka 1ertiga namun diren<anakan men<ari penghasilan tam1ahan mengingat mereka meren<anakan anak +ang kedua. )ilingkungan mas+arakat, pasien mengatakan 1ergaul dengan 1aik. %ahkan tidak pernah 1erselisih paham dengan tetangga sekitar. Namun karena sakitn+a pasien mengatakan pergaulann+a ke tetangga men#adi sedikit 1erkurang. )ilingkungan keluarga pasien #uga mengatakan 1ah(a tidak pernah ter#adi perselisihan +ang 1esar.

%. AU">ANA'NE&I& )ilakukan pada tanggal 30 Januari ,0-. pukul --.00 WI% di !oli R&J! ampung. " : &elamat pagi 1apak, i1u, &a+a dokter muda di Rumah &akit Ji(a ini, dengan 1apak siapa? J :E " : maa8 ini +ang mau 1ero1at, 1apakn+a atau i1un+a ? J : sa+a dok :laki-laki;.

" : ooh 1apak. i1u 1ilang ingin 1ero1at +a karena sakit, nanti akan ada 1e1erapa pertan+aan dari sa+a terkait keluhan 1apak, nanti s+ minta 1apak untuk men#a(a1 dengan 1aik, sen+aman-n+amann+a, dan se#u#ur-#u#urn+a terkait apa +ang 1apak rasakan. &upa+a sa+a 1isa tau se1enarn+a +ang i1u keluhkan itu apa dan 1agaimana <ara mengatasin+a. %ersedia 1apak? J : %ersedia dok. " : 1apak ker#an+a apa? J : sopir dok " : %apak kesini dengan siapa? J : Istri sa+a. " : ooh. %apak alamatn+a dimana? J : J .!anglima !olim "an#ung $arang %arat %andar ampung. :'emori segera 1aik0 " : naik apa tadi kesini? J : Naik angkot dok. :memori #angka pendek 1aik; " : 1apak usian+a 1erapa? J : 30 tahun dok. " : Inget tanggal 1ulan dan tahun lahirn+a? J : lupa dok, han+a ingat tahunn+a sa#a. "ahun-@4.. :memori #angka pan#ang kurang; " : 1apak 1erapa 1ersaudaha? J : sa+a . 1ersaudara dok, sa+a nomer ,. " A anakn+a sudah 1erapa3 J : 1aru - dok, perempuan. " : %apak +ang dirasain apa?keluhann+a apa? J : &a+a ini seperti pikiran sa+a ngam1ang, dok. &ering tidak #elas. Jadin+a 1engong31ingung dok. *ak tau kenapa. Ngelamun a#a sendiri. !adahal ga ada +ang sa+a 8ikirin. " : ooh 1egitu. Jadi 8ikirann+a kosong +aB seperti ngeliat kemana, tapi 8ikirann+a kemana.

J : I+a, +ang seperti orang kurang darah, kunang-kunang tapi 1ukan kunang-kunang seperti #i(a kita ga nerima. " : Itu sudah 1erapa lama dan sering seperti itu tiap hari atau gimana? J : sudah . 1ulan ini dok, +a perasaann+a gitu sering, 1akhgan hampir tiap hari. Jadin+a tuh kata istri sa+a ka+a orang kesurupan dok. " : se1elumn+a 1apak pernah ada masalah nggak +ang 1ikin 1apak ke8ikiran seperti ini? 'isaln+a 1apak pun+a hutang, atau pernah ada masalah a+au kehilangan sesuatu atau pernah 1er1uat kesalahan +ang mem1uat 1apak ke8ikiran sampai sekarang? J A pernah dok. Jadi dulu itu sa+a pernah make sama nuak dok. &udah lama sih kira-kira1 setahun lalu. Nah sampe sekaarang meski nggak make itu sudah lama tapi sa+a masih ke8ikiran a#a sama per1uatan sa+a itu. $a+akn+a #adi dosa 1esar gitu +ang menggan#al dihidup sa+a. "rus #adi ka+a dike#er-ke#er dosa, 1elum sempet memper1aiki, trus ke8ikiran mati. Jadi sa+a takut gitu dok. $arena dosan+a 1an+ak dan 1elum sempet memper1aiki. " : 1egitu +a.. , oke pak sa+a potong dulu seritan+aB selain itu ada +ang lain +ang 1apak rasakan? 'isal pusing, 1erde1arCde1ar, atau sering lemes? J A i+a dok pernah. &a+a ngerasa kepala sa+a itu pusing, terus tengkukn+a sakit. " : +ang sakit se1elah mana kepalan+a? !ernah periksa se1elumn+a? )i ronsen gitu? J : pernah dok, tapi +a itu.. kata dokter +ang meriksa katan+a 1aik-1aik sa#a. *a ada apa-apa. " : oke 1aik %apak. &elama keluhan 1erlangsung, 1apak sering atau pernah denger suara-suara gitu ga seperti 1isik-1isik? J : *a pernah. " : atau misaln+a melihat 1a+angan-1a+angan +ang le(at atau terkadang dia masuk dan mengandalikan 8ikiran 1apak? J : tidak pernah dok.

-0

" : 1apak pernah merasa nggak, seperti hidup 1apak itu nggak 1erguna, rasan+a pengen mati a#a, pengen 1unuh diri gitu? J : nggak pernah dok. $alau nggak 1ersemangat i+a, tapi kalau sampe mau 1unuh diri nggak dok. >rang sa+a malah takut mau mati garagara masih 1an+ak dosa. " : oo1 1egitu +a pak.. kalau dalam seminggu terahir ini perasaan 1apak gimana? &eneng, sedih atau 1iasa-1iasa a#a? J : +a 1iasa a#a dok. $a+a 1egini. %ingung, 1engong gatau mau ngapain dan mikirin apa. " : 1apak dulu pernah #atoh nggakl? "er1entur gitu kepalan+a, samapi 1erdarah dan di1a(a kerumah sakit? J A pernah sih dok, <uman ke1entur pintu atau tem1ok. "api +a nggak sampe di1a(a ke rumah sakit. " : dikeluarga aada +ang pernah pun+a sakit +ang sama dengan 1apak3 J : nggak ada dok... " : kalau dikeluarga pak, pernah ada masalah nggak? Atau dengan t+etangga. 'isaln+a karena hutang, atau ada masalah lain 1egitu? J : kalau sama tetangga sih nggak pernah. $eluarga #uga nggak pernah. !aling sama istri. Ri1ut-ri1ut ke<il masalah 1iasalah dok. Uang 1elan#a, ker#aan. "api a1is itu +a 1aik lagi. " : trus ker#aan 1apak gimana tuh? J : +a udah 3 1ulan ini nggal ker#a dok. Nggak 1a(a mo1il. Istrahat dulu. 0ikirann+a nggak karuan, takut mem1aha+akan penumpang malah nanti. Naman+a 1a(a mo1il 1us dok. " : #adi sementara ini +ang ker#a <uman istri +a.. J : i+a dok. 2uman istri +ang ker#a. Jaga (arung itu dirumah. 'akan+a kadang-kadang sa+a ke8ikiran sama sakit sa+a. %adan sehat, tapi otakn+a +ang gak 1isa ker#a. &ampe kasian sa+a sama istri <ari duit gara-gara sa+a nggak 1isa ker#a ini.. " : ooh 1egitu pak.. 1aik pak.. kita pindah ke masalah kalau make dan nuak tadi pak, itu udah lama 1apak 1egitu? J : 1elum sih dok, sekitar 3 tahun lah se1elum nikah.

--

" : 1erhentin+a kapan? J : setahun +ang lalu.. " : ooh #adi selama sudah nikah pun 1apak masih tetep pake +a.. itu 1apak maken+a sering? 'aksudn+a tiap 3 harri sekali, atau seminggu sekali? J : i+a dok. $lo maken+a nggak sering. &eminggu sekali 1elom tentu. " : 1an+akn+a make? &egitu-segitu a#a? Atau makin make #umlahn+a makin 1ertam1ah? J : nggak dok. *a penah nam1ah. &egitu-segitu a#a. Ada dikit +a dikit, ada le1ih +a dipake. *a pengaruh. Dang penting make a#a. " : itu kenapa make pak? J : ikut-ikut temen a#a dok. 2uma kl lagi ke<apean ker#a, 1aru pake. Jadi ga nentu (aktun+a. " : kalo nuakn+a? J : terahir sih 6 1ulan lalu pas ada oranmg ha#atan, tapi semen#ak itu nggak. 2uman tuak a#a dok. $alo alkohol-alkoholan nggak pernmah sa+a. " : #adi karena itu +a 1apak #adi ke8ikiran, #adi merasa 1ersalah, pun+a dosa dan #adi takut mati gitu +a pak..? J : i+a dok. !ertama, inget masa lalu ma1ok, kadang #udi, pengen memper1aiki diri, pikir sa+a kapan lagi kalau tidak mau memper1aiki diri, trus katan+a kalo n+a1u ama nuak itu 1ikin <epet mati. Waktu itu kan selama sakit itu 1ero1at ke dokter, ke pondok, itu udah di ruki+ah, +a #adi udah agak mendingan kemarin, nah setelah itu ada perasaan <emas, lihat dunia ini seperti tidak ada kesenangan, kalau ngeliat dunia ini seperti orang ma1ok. " : tapi 1apak tau kalau 1apak sakit +a, dan pengen sem1uk? J : tau dok, makan+a karena udah dirukiah, di1a(a kedokter 1iasa nggak sem1uk, makan+a sa+a 1ilang istri sa+a.. <o1a kita ke spesialis sara8, spesialis #i(a. " A ooh gitu.. i+a deh.. 1apak.. sa+a mau tan+a nih. %apak 1isa menghitung?

-,

J : 1isa dok. " A oke deh.. kalo -00 dikurang @ 1erapa? J : @- dok. " : kurangin terus sampe = kali <o1a pak.. J : @-, kurang @ 4,, kurang @ /3, kurang @ 6., kurang @ =.. " : oke pak <ukuup. %aik. Jadi 1apak E, dateng kesini karena sering merasa 1imngung, 1engong dan melamun tanpa se1a1 +ang #elas +a. )ulun+a pernah menggunakan sa1u dan pernahminum tuak #uga. Jadi 1apak ke8ikiran per1uatan itu dan ahirn+a men#adi seperti dosa 1esar +ang 1elum sempat diper1aiki, sementara 1apak selalu di hantui oleh kematian. Jadi merasa seperti men+esal dan 1ersalah karena 1elum 1isa memper1aiki kesalahann+a.. 'asih ada +ang 1elum #elas atau 1elum disampaikan? J : <ukup dok.. " : oke kalau 1egitu.. muingkin itu dulu +ang sa+a tan+akan.. terimakasih +a pak atas ker#asaman+a. J : i+a dok sama-sama.. $eterangan : &elama (a(an<ara pasien kooperati8, men#a(a1 semua pertan+aan dengan #a(a1an +ang #elas, kontak 9er1al <ukup. $omunikasi 1aik dan lan<ar.

C. S,A,US PSIKIA,RIKUS -. $esan !ertama dengan seusian+a. ,. $eadaan Umum $esadaran &ikap : #ernih3<ompos mentis. : kooperati8 : &eorang laki-laki, memakai 1a#u koko,

menggunakan pe<i 1er(arna hitam, rapi, dan 1ersih. Wa#ah sesuai

-3

Roman 'uka "ingkah aku !em1i<araan dan koheren.

: An7iet+ :<emas;, "ension : normal : kuantitas <ukup, kualitas 1aik. Intonasi 1aik,

artikulasi 1aik, men#a(a1 langsung ketika ditan+a, #a(a1an rele9an

E 3. $eadaan &pesi8ik a. *angguan !ersepsi 5alusinasi : tidak ada Ilusi : tidak ada

1. *angguan !roses !ikir %entuk !ikiran $e<epatan !roses pikir 'utu proses pikir Jelas dan ta#am &irkumstansial retardasi terham1at melon<at-lon<at perse9erasi 9er1igerasi asosiasi longgar #a(a1an irrele9an inkoheren 1lo<king : #elas, <ukup ta#am : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : Realisti< : %aik

isi pikiran pola sentral : tidak ada

-.

8o1ia o1sesi (aham kon8a1ulasi rasa permusuhan rasa 1ersalah

: tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : ada. !asien merasa melakukan per1uatan dosa karena ia telah mengonsumsi o1at-o1atan terlarang, dan tuak.

rasa rendah diri rasa takut hipokondri kemiskinan isi pikiran

: tidak ada : ada. :takut mati; : tidak ada : tidak ada

<. A8ek dan Reaksi Emosional a8ek hidup emosi pengendalian sta1ilitas e<ht un e<ht dalam dan dangkal arus emosi empati skala di8erensiasi : appropriate : sta1il : <ukup : sta1il : e<ht : dalam : <ukup : dapat dira1arasakan : luas

d. *angguan >rientasi (aktu tempat orang : tidak ada : tidak ada : tidak ada

-=

e. $ontak !sikis 8. !erhatian g. *angguan $e<erdasan dan intelektual da+a ingat

: <ukup : 1aik

: #angka pan#ang kurang. #angka pendek 1aik, segera 1aik

da+a konsentrasi da+a nilai da+a pengertian diri

: 1aik : 1aik : <ukup : tidak ada : <ukup : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : ada

h. $emunduran intelek i. Inisiati8 hipo1ulia Raptus impulsil9us )e9iasi seksual &tupor Faga1ondage

#. *angguan insting dan dorongan instingtual

k. An7ietas I+. PEMERIKSAAN ,AM-AHAN %elum dilakukan. &aran : E$* dan EE*.

+. FORMULASI .IAGNOS,IK !asien tn. E, usia 30 tahun, penampakan umum rapi, 1ersih, penamipal (a#ah sesuai dengan usia. !emeriksaan 8isik didapat: $eadaan umum :%aik, $esadaran : 2ompos 'entis, "ekanan darah : -30340 mm5g, Nadi:-06, 73menit,!erna8asan : ,. 73menit.

-6

!asien datang ke R&J propinsi ampung dengan sering 1engong31ingung dan melamun sendiri se#ak . 1ulan lalu. Ri(a+at perkem1angan pramor1id &tatus internus dan Neurologis &tressor :merasa 1erdosa dan takut mati;. : ekstro9ert. : dalam 1atas normal : Ri(a+at pemakainan sa1u dan tuak

!ada pemeriksaan psikiatri didapatkan: -. $eadaan Umum $esadaran &ikap : #ernih : kooperati8

R($an Mu8a : An9iet# :;e$as<. .itan'ai 'en&an a'an#a = ee =l(atin& atau =i8i an #an& $en&a$%an&. "ingkah aku Pe$%i;a aan : normal : 8uantitas ;u8u)> 8ualitas %ai8

,. $eadaan &pesi8ik a. *angguan !ersepsi Halusinasi Ilusi : ti'a8 a'a : ti'a8 a'a

1. *angguan !roses !ikir %entuk !ikiran $e<epatan !roses pikir 'utu proses pikir Jelas dan ta#am &irkumstansial retardasi terham1at : #elas, <ukup ta#am : tidak ada : tidak ada : tidak ada : Realisti< : %aik

-/

melon<at-lon<at perse9erasi 9er1igerasi asosiasi longgar #a(a1an irrele9an inkoheren 1lo<king

: tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada

isi pikiran pola sentral 8o1ia o1sesi (aham kon8a1ulasi rasa permusuhan asa %e salah rasa rendah diri asa ta8ut hipokondri kemiskinan isi pikiran : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : a'a : tidak ada : a'a : tidak ada : tidak ada

<. A8ek dan Reaksi Emosional a=e8 hidup emosi pengendalian sta1ilitas e<ht un e<ht dalam dan dangkal arus emosi empati : a)) () iate : sta1il : <ukup : sta1il : e<ht : dalam : <ukup : dapat dira1arasakan

-4

skala di8erensiasi

: luas : tidak ada : <ukup : 1aik : tidak ada : <ukup : a'a

d. *angguan >rientasi e. $ontak !sikis 8. !erhatian h. $emunduran intelek i. Inisiati8 8. An9ietas !emeriksaan tam1ahan : "idak ditemukan. &aran : E$* dan EE*.

g. *angguan $e<erdasan dan intelektual : tidak ada

#. *angguan insting dan dorongan instingtual : tidak ada

+I. PSIKO.INAMIKA !asien datang dengan keluhan sering merasa 1ingung31engong tanpa se1a1 +ang #elas. $e#adian terse1ut 1erlangsung sudah se#ak kurang le1ih 3 1ulan terahir. !asien mengatakan ke#adian itu 1erlangsung setiap hari sehingga pasien men#adi 1ingung sendiri dirin+a kenapa. !asien mengatakan 1ah(a dirin+a seperti tidak menikmati kehidupan didunia ini. &eperti memiliki dosa +ang sangat 1esar dan men#adi selalu memikirkan dosa-dosan+a 1e1erapa 1ulan terahir. !asien memikirkan per1uatan dan dosa-dosan+a dimasa lalu dengan kematian +ang akan dihadapin+a. &ehingga ia men#adi merasakan takut +ang 1erle1ihan aki1at per1uatan dosan+a +ang 1elum dapat ia memeper1aikin+a. &elain itu pasien #uga mengeluhkan sering mengalami pusing dan tengkuk terasa sakit. $eluhan ini dirasakan se#ak , 1ulan +ang lalu. !using +ang dirasakan pada 1agian kepala 1elakang. !asien mengatakan 1ah(a dirin+a tidak mengalami kesulitan tidur +ang 1erle1ihan. 5an+a terkadang ter1angun - atau , kali dalam

-@

seminggu saat tidur malam, namun kemudian 1isa tidur kem1ali. !asien mengatakan na8su makann+a masih 1aik, dan melakuka rutinitas dengan 1aik seperti mandi, sholat. Namun untuk peker#aan men<ari na8kah men#adi menurun karena pasien men#adi tidak 8okus. "eori psikologi 0reud didasarkan atas ke+akinann+a 1ah(a dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis +ang amat dinamik, kekal, tidak 1isa dihilangkan dan 1ila diham1at akan men<ari saluran lain. Energi psikis inilah +ang mendorong indi9idu untuk 1ertingkah laku. 'enurut psikoanalisis energi psikis itu 1ersum1er pada 8ungsi psikis +ang 1er1eda, +aitu: Id, Ego dan Superego. Id merupakan 1agian +ang paling primiti8 dalam kepri1adian. )orongandorongan 1iologis dasar seperti untuk makan, minum dan seksual adalah 1agian dari Id. Dorongan-dorongan dalam Id selalu ingin segera dipuaskan. Id pada pasien ini adalah ketenangan. Ego adalah 1agian eksekuti8 dari kepri1adian. 0ungsi Ego ini 1erguna untuk men+aring dorongan-dorongan +ang ingin dipuaskan oleh Id 1erdasarkan ken+ataan. Ego dari pasien ini adalah 1ero1at ke dokter dan 1erhenti menggunakan sha1u dan 1erhenti minum tuak. Superego, pada 1agian ini terdapat nilai-nilai moral, +ang mem1erikan 1atasan 1aik dan 1uruk. Nilai-nilai +ang ada dalam Superego me(akili nilai-nilai ideal. >leh karena itu, Superego selalu 1erorientasi pada kesempurnaan. &uperego pada pasien ini adalah ingin 1ero1at ke dokter spesialis sara8 atau ke#i(aan dan 1erhenti menggunakaan sa1u dan minum tuak karena 1erdosa, ingat anak istri dan tidak 1aik 1agi kesehatann+a. 0aktor pen+e1a1 tim1ul ke<emasan pada i1u ini adalah 8aktor psikologis, dimana adan+a ke<emasan +ang 1erle1ih terhadap an<aman doa dan kematian aki1at per1uatan +ang dilakukan pasien. Daitu mengonsumsi sha1u dan tuak. 'enurut &ado<k dan $aplan :-@@/;, 8aktor pen+e1a1 ke<emasan adalah:

,0

a. 0aktor %iologis $e<emasan ter#adi aki1at dari reaksi sara8 otonom +ang 1erle1ihan dengan naikn+a sistem simpatis, ter#adi peningkatan pelepasan kotekalamin dan naikn+a norepineprin. 1. 0aktor !sikologis )itin#au dari aspek psikoanalisa ke<emasan dapat mun<ul aki1at impuls-impuls 1a(ah sadar :misaln+a: se7, agresi, dan an<aman; +ang masuk kealam sadar. 'ekanisme pem1ekalan ego +ang tidak sepenuhn+a 1erhasil #uga dapat menim1ulkan ke<emasan +ang mengam1ang. Reaksi pergeseran dapat mengaki1atkan reaksi 8o1ia. <. 0aktor &osial 'enurut teori 1ela#ar emosi dapat ter#adi oleh karena 8rustasi, tekanan, kon8lik atau keadaan +ang menurutn+a tidak disukai oleh orang lain +ang 1erusaha mem1erikan penilaian atas opinin+a.

$e<emasan dapat diekspresikan se<ara langsung melalui tim1uln+a ge#ala atau mekanisme koping +ang dikem1angkan untuk men#elaskan asal ke<emasan menurut &tuart dan &unden :-@@4;, +aitu : a. 0aktor !sikoanalitik, ke<emasan adalah kon8lik emosional +ang ter#adi antara dua elemen kepri1adian id dan superego. Id me(akili dorongan insting dan impuls primiti8 seseorang, sedangkan superego men<erminkan hati nurani seseorang dan dikendalikan oleh normanorma 1uda+a seseorang. Ego atau Aku, 1er8ungsi menengahi tuntutan dari dua elemen +ang 1ertentangan, dan 8ungsi ansietas adalah mengingatkan ego 1ah(a ada 1aha+a. 1. 0aktor Interpersonal, 1ah(a ke<emasan tim1ul dari perasaan takut terhadap tidak adan+a penerimaan dan penolakan interpersonal. $e<emasan #uga 1erhu1ungan dengan perkem1angan trauma, seperti perpisahan dan kehilangan, +ang menim1ulkan kelemahan spesi8ik. >rang dengan harga diri rendah terutama mudah mengalami

,-

perkem1angan ke<emasan +ang 1erat. <. 0aktor !erilaku, ke<emasan merupakan produk 8rustasi +aitu segala sesuatu +ang mengganggu kemampuan seseorang untuk men<apai tu#uan +ang diinginkan. d. 0aktor $eluarga, ke<emasan merupakan hal +ang 1iasa ditemui dalam suatu keluarga. Ada tumpang tindih dalam gangguan ke<emasan dan gangguan ke<emasan dengan depresi. e. 0aktor %iologik, menun#ukkan 1ah(a otak mengandung reseptor khusus untuk 1enGodiaGepines. Reseptor ini mungkin mem1antu mengatur ke<emasan. !engham1at asam amino1utirik-gamma neuroregulator :*A%A; #uga mungkin memainkan peran utama dalm mekaisme 1iologis 1erhu1ungan dengan ke<emasan. 'enurut para ahli psiko8armaka, *angguan $e<emasan 'en+eluruh 1ersum1er pada neurosis, 1ukan dipengaruhi oleh an<aman eksternal tetapi le1ih dipengaruhi oleh keadaan internal indi9idu. &tresor pen<etus ke<emasan pada 1apak ini adalah dari sum1er internal karena ia mengalami <emas akan dosa +ang ia per1uat. &e1agai aki1at dari konsumsi sa1u dan minuman 1eralkohol :tuak;. 'enurut &tuart, *ail W :,006;, stresor pen<etus ke<emasan mungkin 1erasal dari sum1er internal maupun eksternal. &tresor dapat dikelompokkan dalam dua kategori +aitu: a. Integritas seseorang meliputi ketidakmampuan 8isiologis +ang akan datang dan menurunn+a kapasitas untuk melakukan akti9itas an<aman terhadap hidup sehari-hari. An<aman ini sangat mungkin atau dapat ter#adi pada lansia. 1. An<aman terhadap sistem diri seseorang dapat mem1aha+akan identitas, harga diri, dan 8ungsi sosial +ang terinterogasi dalam diri seseorang.

,,

Indi9idu +ang mengalami *angguan $e<emasan 'en+eluruh, menurut pendekatan psikodinamika 1erakar dari ketidakmampuan egon+a untuk mengatasi dorongan-dorongan +ang mun<ul dari dalam dirin+a se<ara terus menerus sehingga ia akan mengem1angkan mekanisme pertahanan diri. 'ekanisme pertahanan diri ini se1enarn+a upa+a ego untuk men+alurkan dorongan dalam dirin+a dan 1isa tetap 1erhadapan dengan lingkungan. "etapi #ika mekanisme pertahanan diri ini dipergunakan se<ara kaku, terus-menerus dan 1erkepan#angan maka hal ini dapat menim1ulkan perilaku +ang tidak adapti8 dan tidak realistis. Ada 1e1erapa mekanisme pertahanan diri +ang 1isa dipergunakan oleh indi9idu, antara lain: -. Represi, +aitu upa+a ego untuk menekan pengalaman +ang tidak men+enangkan dan dirasakan mengan<am ego masuk ke ketidaksadaran dan disimpan di sana agar tidak menganggu ego lagi. "etspi se1enarn+a pengalaman +ang sudah disimpan itu masih pun+a pengaruh tidak langsung terhadap tingkahlaku si indi9idu. ,. Rasionalisasi, +aitu upa+a ego untuk melakukan penalaran sedemikian rupa terhadap dorongan-dorongan dalam diri +ang dilarang tampil oleh superego, sehingga seolah-olah perilakun+a dapat di1enarkan. 3. $ompensasi, upa+a ego untuk menutupi kelemahan +ang ada di salah satu sisi kehidupan dengan mem1uat prestasi atau mem1erikan kesan se1alikn+a pada sisi lain. )engan demikian, ego terhindar dari e#ekan dan rasa rendah diri. .. !enempatan +ang keliru, +aitu upa+a ego untuk melampiaskan suatu perasaan tertentu ke pihak lain atau sum1er lain karena tidak dapat melampiaskan perasaann+a ke sum1er masalah. =. Regresi, +aitu upa+a ego untuk menghindari kegagalan-kegagalan atau an<aman terhadap ego dengan menampilkan pikiran atau perilaku +ang mundur kem1ali ke tara8 perkem1angan +ang le1ih rendah.

,3

!asien ini menggunakan mekanisme de88ense tipe Rasionalisasi, +aitu upa+a ego untuk melakukan penalaran sedemikian rupa terhadap dorongan-dorongan dalam diri +ang dilarang tampil oleh superego, sehingga seolah-olah perilakun+a dapat di1enarkan. )imana ia men+adari akan tindakann+a, aki1at dari per1uatann+a dan merasa ada +ang tidak 1aik dalam dirin+a. &udah melakukan pengo1atan dengan 1er1agai metode seperti kuki+ah dan 1ero1at ke dokter umum, namun tidak ada peru1ahan. >leh karena itu pasien memilih untuk menghentikan akti9itas pengonsumsian sa1u dan tuakn+a, serta memilih pilihan pengo1atan ke dokter spesialis sara8 atau ke#i(aan.

+II. E+ALUASI !asien 1aru pertama kali ini 1ero1at ke dokter psikiater.

+III. .IAGNOSIS MUL,IAKSIAL Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IF Aksis F &indroma $linik : 0..-.- *angguan 2emas 'en+eluruh "idak ada diagnosis aksis II "idak ada diagnosis aksis III &tressor psikososial :H; : 'asalah ekonomi. "ara8 tertinggi pen+esuaian dalam satu tahun terakhir : *A0 I?. ,ERAPI -. !siko8armaka : 40 I /-A <ukup

2loGapine :2loGaril; ,= mg ta1 0-0--

,.

2ourage -=mg AlpraGolam 0,= mg "rihe7ipenidil - mg Risperidon 0,= mg Fit %6 -0 mg m8 in 2apsul ,7-

2ur<uma ta1 ,72aptopril ,= mg ta1 ,7-

,. !sikoterapi : Systematic desentisitization : +aitu mengurangi ke<emasan dengan menggunakan konsep hirarki ketakutan, menghilangkan ketakutan se<ara perlahan-lahan mulai dari ketakutan +ang sederhana sampai ke hal +ang le1ih kompleks. !em1erian reinforcement :penguat; #uga dapat digunakan dengan se<ara tepat mem1erikan 9ariasi +ang tepat antara pem1erian reward- #ika ia memperlihatkan perilaku +ang mengarah keperu1ahan ataupun punishment #ika tidak ada peru1ahan perilaku atau #ustru menampilkan perilaku +ang 1ertolak 1elakang dengan ren<ana peru1ahan perilaku. !endekatan kogniti8 : menga#ak indi9idu 1erpikir dan mendesain suatu pola kogniti8 1aru. )a9id 2lark dkk :dalam A<o<ella dkk, -@@6; mengem1angkan desain kogniti8 +ang meli1atkan 3 1agian +aitu : -. Identi8ikasi interpretasi negati8 +ang dikem1angkan indi9idu tentang sensasi tu1uhn+a ,. "entukan dugaan atau asumsi dan arahkan alternati8 intrepretasi, +ang noncatastropic. 3. %antu indi9idu mengu#i 9aliditas pen#elasan dan alternati8-alternati8 terse1ut.

,=

?. USUL@USUL "es $epri1adian

?I. PROGNOSA Juo ad 9itam Juo ad 8ungtionam Juo ad sanationam : du1ia ad 1onam : du1ia ad 1onam : du1ia ad 1onam

,6