Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENDAHULUAN CEDERA KEPALA BERAT

A. Pengertian Cedera Kepala adalah suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstitial dalam substansi otak tanpa diikuti terputusnya kontinuitas otak (Muttaqin, 2008).

Cedera Kepala adalah kerusakan otak akibat perdarahan atau pembengkakan otak sebagai respon terhadap edera dan menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (!melt"er, 2002). Cedera Kepala berat adalah suatu trauma yang menyebabkan kehilangan #ilang kesadaran dan$ amnesia lebih 2% &am. Meliputi kontosio erebral, laserasi atau hematoma intrakranial dan mengalami fraktur tengkorak dengan 'C! ()8. (!melt"er, 2002). B. Etiologi *. Ke elakaan lalu lintas. 2. +enganiyayaan (. ,ertembak %. Ke elakaan dalam olah raga (+elon at indah). C. Gambaran Klinis *. -yeri kepala menetap, biasanya menun&ukan fraktur. 2. +ola pernapasan abnormal. (. .espon pupil lenyap. %. ,imbul muntah)muntah. /. +erubahan perilaku dan perubahan fisik pada bi ara dan gerakan motorik dapat timbul segera atau se ara lambat.

0. 1raktur pada basal tulang tengkorak dan dapat menyebabkan hemoragik (perdarahan) dari hidung, faring dan telinga. D. Patofisiologi 2tak dapat berfungsi dengan baik bila kebutuhan oksigen dan glukosa dapat terpenuhi. 3nergi yang dihasilkan didalam sel)sel saraf hampir seluruhnya melalui proses oksidasi. 2tak tidak mempunyai adangan oksigen, &adi kekurangan aliran darah ke otak 4alaupun sebentar akan menyebabkan gangguan fungsi. 5emikian pula dengan kebutuhan oksigen sebagai bahan bakar metabolisme otak tidak boleh kurang dari 20 mg 6, karena akan menimbulkan koma. Kebutuhan glukosa sebanyak 2/ 6 dari seluruh kebutuhan glukosa tubuh, sehingga bila kadar glukosa plasma turun sampai 70 6 akan ter&adi ge&ala)ge&ala permulaan disfungsi erebral. +ada saat otak mengalami hipoksia, tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen melalui proses metabolik anaerob yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah. +ada kontusio berat, hipoksia atau kerusakan otak akan ter&adi penimbunan asam laktat akibat metabolisme anaerob. #al ini akan menyebabkan asidosis metabolik. 5alam keadaan normal erebral blood flo4 (C81) adalah /0 ) 00 ml $ menit $ *00 gr. &aringan otak, yang merupakan */ 6 dari ardia output. ,rauma kepala meyebabkan perubahan fungsi &antung sekun up akti9itas atypi al)myo ardial, perubahan tekanan 9askuler dan udem paru. +erubahan otonom pada fungsi 9entrikel adalah perubahan gelombang , dan + dan disritmia, fibrilasi atrium dan 9ebtrikel, takikardia. :kibat adanya perdarahan otak akan mempengaruhi tekanan 9askuler, dimana penurunan tekanan 9askuler menyebabkan pembuluh darah arteriol akan berkontraksi . +engaruh persarafan simpatik dan parasimpatik pada pembuluh darah arteri dan arteriol otak tidak begitu besar. Cedera kepala menurut patofisiologi dibagi men&adi dua ; *. Cedera kepala primer

:kibat langsung pada mekanisme dinamik (a elerasi ) de elerasi rotasi ) yang menyebabkan gangguan pada &aringan. +ada edera primer dapat ter&adi ; a. 'egar kepala ringan b. Memar otak . <aserasi 2. Cedera kepala sekunder +ada edera kepala sekunder akan timbul ge&ala, seperti ; a. #ipotensi sistemik b. #ipoksia . #iperkapnea d. =dema otak e. Komplikasi pernapasan f. infeksi $ komplikasi pada organ tubuh yang lain E. Path a!s

Cidera kepala .espon biologi

,>K ) oedem ) hematom #ypo?emia Kelainan metabolisme

Cidera otak primer Kontusio <aserasi

Cidera otak sekunder Kerusakan !el otak

'angguan autoregulasi :liran darah keotak

rangsangan simpatis tahanan 9askuler !istemik @ ,5

!tress katekolamin sekresi asam Mual, muntah

lambung 22 ggan metabolisme tek. +emb.darah +ulmonal :sam laktat kurang 2edem otak 'gan perfusi &aringan Cerebral 5ifusi 22 terhambat &aringan 'angguan hiperkapnea pola napas hipoksemia, 'gan perfusi kebo oran airan kapiler oedema paru ardia out put tek. #idrostatik :supan nutrisi

". Per#arahan $ang %ering Ditem&'an *. 3pidural #ematoma ,erdapat pengumpulan darah di antara tulang tengkorak dan duramater akibat pe ahnya pembuluh darah $ abang ) abang arteri meningeal media yang terdapat di duramater, pembuluh darah ini tidak dapat menutup sendiri karena itu sangat berbahaya. 5apat ter&adi dalam beberapa &am sampai *)2 hari. <okasi yang paling sering yaitu di lobus temporalis dan parietalis. 'e&ala)ge&ala yang ter&adi ; +enurunan tingkat kesadaran, nyeri kepala, muntah, hemiparesis, dilatasi pupil ipsilateral, pernapasan dalam penurunan nadi dan peningkatan suhu. 2. !ubdural #ematoma ,erkumpulnya darah antara duramater dan &aringan otak, dapat ter&adi akut dan kronik. ,er&adi akibat pe ahnya pembuluh darah 9ena $ &embatan 9ena yang biasanya terdapat diantara duramater, perdarahan lambat dan sedikit. +eriode akut ter&adi dalam %8 &am ) 2 hari atau 2 minggu dan kronik dapat ter&adi dalam 2 minggu atau beberapa bulan. ,anda)tanda dan ge&alanya adalah ; -yeri kepala, bingung, mengantuk, menarik diri, berfikir lambat, ke&ang dan udem pupil. +erdarahan intra erebral berupa perdarahan di &aringan otak karena pe ahnya pembuluh darah arteriA kapilerA 9ena. ,anda dan ge&alanya ; -yeri kepala, penurunan kesadaran, komplikasi pernapasan, hemiplegia kontra lateral, dilatasi pupil, perubahan tanda)tanda 9ital (. +erdarahan !ubara hnoid +erdarahan di dalam rongga subara hnoid akibat robeknya pembuluh darah dan permukaan otak, hampir selalu ada pad edera kepala yang hebat. epat kemudian dangkal irreguler,

,anda dan ge&ala ; -yeri kepala, penurunan kesadaran, hemiparese, dilatasi pupil ipsilateral dan kaku kuduk. G. Pemeri'saan Diagnosti' *. +emetiksaan tengkorak dengan sinar B dapat mengidentifikasi fraktur atau hematom. 2. C, s an atau M.> dapat dengan ermat menentukan letak dan luas edera. H. Penatala'sanaan ( ). *e#is a. 8edrest total b. +emberian obat)obatan . 2bser9asi tanda)tanda 9ital dan tingkat kesadaran. d. Konkusio biasanya diterapi dengan obser9asi dan tirah baring. e. Kraniotomi. f. Centrikulustomi. g. Kranioplasti. h. 2ksigenasi. i. +engobatan +. Pera atan a. Memaksimalkan perfusi$fungsi otak b. Men egah komplikasi . +engaturan fungsi se ara optimal$mengembalikan ke fungsi normal. d. Mendukung proses pemulihan koping klien$keluarga e. +emberian informasi tentang proses penyakit, prognosis, ren ana pengobatan, dan rehabilitasi. ; :ntikon9ulsan, 5iuretik, :nalgetik, 8arbiturat, Kortikosteroid. lokasi

KON%EP DA%AR A%UHAN KEPERA,ATAN GA,ATDARURAT :. +engka&ian *. >dentitas +asien dan +enanggung Da4ab -ama, Denis kelamin, =sia, !tatus, :gama, :lamat, +eker&aan, +endidikan, !uku bangsa, 5? Medis, -o. .M, ,anggal masuk .! 2. +rimary sur9ey Air a! ,indakan pertama kali yang harus dilakukan adalah memeriksa responsi9itas pasien dengan menga&ak pasien berbi ara untuk memastikan ada atau tidaknya sumbatan &alan nafas. !eorang pasien yang dapat berbi ara dengan &elas maka &alan nafas pasien terbuka (,hygerson, 20**). +asien yang tidak sadar mungkin memerlukan bantuan airway dan 9entilasi. ,ulang belakang leher harus dilindungi selama intubasi endotrakeal &ika di urigai ter&adi edera pada kepala, leher atau dada. 2bstruksi &alan nafas paling sering disebabkan oleh obstruksi lidah pada kondisi pasien tidak sadar (Eilkinson @ !kinner, 2000). Fang perlu diperhatikan dalam pengka&ian airway pada pasien antara lain ; a. Ka&i kepatenan &alan nafas pasien. :pakah pasien dapat berbi ara atau bernafas dengan bebasG b. ,anda)tanda ter&adinya obstruksi &alan nafas pada pasien antara lain; *) Adanya snoring atau gurgling 2) !tridor atau suara napas tidak normal () :gitasi (hipoksia) %) +enggunaan otot bantu pernafasan $ paradoxical chest movements /) !ianosis

. Look dan listen bukti adanya masalah pada saluran napas bagian atas dan potensial penyebab obstruksi ; *) Muntahan 2) +erdarahan () 'igi lepas atau hilang %) 'igi palsu /) ,rauma 4a&ah d. Dika ter&adi obstruksi &alan nafas, maka pastikan &alan nafas pasien terbuka. e. <indungi tulang belakang dari gerakan yang tidak perlu pada pasien yang berisiko untuk mengalami edera tulang belakang. f. 'unakan berbagai alat bantu untuk mempatenkan &alan nafas pasien sesuai indikasi ; *) Chin lift$jaw thrust 2) <akukan su tion (&ika tersedia) () 2ropharyngeal %) <akukan intubasi Breathing +engka&ian pada pernafasan dilakukan untuk menilai kepatenan &alan nafas dan keadekuatan pernafasan pada pasien. Dika pernafasan pada pasien tidak memadai, maka langkah)langkah yang harus dipertimbangkan adalah; dekompresi dan drainase tension pneumothora?$haemothora?, closure of open chest injury dan 9entilasi buatan (Eilkinson @ !kinner, 2000). Fang perlu diperhatikan dalam pengka&ian breathing pada pasien antara lain ; a. Look, listen dan feelA lakukan penilaian terhadap 9entilasi dan oksigenasi pasien. airway$nasopharyngeal airway, Laryngeal Mask Airway

*) >nspeksi dari tingkat pernapasan sangat penting. :pakah ada tanda)tanda sebagai berikut ; otot bantu pernafasan. 2) +alpasi untuk adanya ; pergeseran trakea, fraktur ruling iga, subcutaneous emphysema, perkusi berguna untuk diagnosis haemothorax dan pneumotoraks. () :uskultasi untuk adanya ; suara abnormal pada dada. b. 8uka dada pasien dan obser9asi pergerakan dinding dada pasien &ika perlu. . ,entukan la&u dan tingkat kedalaman nafas pasienA ka&i lebih lan&ut mengenai karakter dan kualitas pernafasan pasien. d. +enilaian kembali status mental pasien. e. 5apatkan ba aan pulse oksimetri &ika diperlukan f. +emberian inter9ensi untuk 9entilasi yang tidak adekuat dan $ atau oksigenasi; *) +emberian terapi oksigen 2) 8ag)Cal9e Masker () >ntubasi (endotrakeal atau nasal dengan konfirmasi penempatan yang benar), &ika diindikasikan %) Catatan; defibrilasi tidak boleh ditunda untuk advanced airway procedures g. Ka&i adanya masalah pernapasan yang mengan am &i4a lainnya dan berikan terapi sesuai kebutuhan. Cir-&lation <angkah)langkah dalam pengka&ian terhadap status sirkulasi pasien, antara lain (Eilkinson @ !kinner, 2000 ) ; a. Cek nadi dan mulai lakukan C+. &ika diperlukan. b. C+. harus terus dilakukan sampai defibrilasi siap untuk digunakan. yanosis, penetrating injury, flail chest, sucking chest wounds, dan penggunaan

. Kontrol perdarahan yang dapat mengan am kehidupan dengan pemberian penekanan se ara langsung. d. +alpasi nadi radial &ika diperlukan; *) Menentukan ada atau tidaknya 2) Menilai kualitas se ara umum (kuat$lemah) () >dentifikasi rate (lambat, normal, atau epat) 4) egularity e. Ka&i kulit untuk melihat adanya tanda)tanda hipoperfusi atau hipoksia (capillary refill). f. <akukan treatment terhadap hipoperfusi Disabilit! ,ingkat kesadaran 'C!, :C+=( :lern, 9erbal $ 9o alises,

respinds to pain only, unresponsi9e to pain ) : ) alert, yaitu merespon suara dengan tepat, misalnya mematuhi perintah yang diberikan C ) vocalises, mungkin tidak sesuai atau mengeluarkan suara yang tidak bisa dimengerti + ) responds to pain only (harus dinilai semua keempat tungkai &ika ekstremitas a4al yang digunakan untuk mengka&i gagal untuk merespon) = ) unresponsive to pain, &ika pasien tidak merespon baik stimulus nyeri maupun stimulus 9erbal. a. =kuran pupil, respon terhadap ahaya b. 'angguan sensorik motorik .. %e-on#ar! s&r/e! Meliputi ri4ayat !:M+<3 yang bisa didapat dari pasien dan keluarga (!mergency "ursing Association, 2007); *0

1. %ign an# s!m0tom ,anda dan ge&ala yang ada pada pasien tersebut 2. Allergies :dakah alergi pada pasien, seperti obat)obatan, plester, makanan. 3. *e#i-ation 2bat ) obatan yang diminum seperti sedang men&alani pengobatan hipertensi, ken ing manis, &antung, dosis, atau penyalahgunaan obat. 4. Past illness 1 Pertinent me#i-al histor! .i4ayat medis pasien seperti penyakit yang pernah diderita, obatnya apa, berapa dosisnya, penggunaan obat)obatan herbal. 5. Last meal 2bat atau makanan yang baru sa&a dikonsumsi, dikonsumsi berapa &am sebelum ke&adian, selain itu &uga periode menstruasi termasuk dalam komponen ini. 6. E/en 1 En/ironment #al ) hal yang bersangkutan dengan sebab edera (ke&adian yang menyebabkan adanya keluhan utama) B. Diagnosa Ke0era atan $ang Bisa *&n-&l a. +erubahan perfusi &aringan serebral b.d penghentian aliran darah (hemoragi, hematoma)A edema erebralA penurunan ,5 sistemik atau hipoksia (hipo9olemia, disritmia &antung) b. Ketidakefektifan bersihan &alan napas b.d penumpukan akumulasi sekret pada &alan napas. . +ola napas tidak efektif b.d kerusakan neuro9askuler ( edera pada pusat pernapasan otak), kerusakan persepsi atau kognitif, obstruksi trakeobronkhial. C. >nter9ensi Kepera4atan

**

a. 'angguan perfusi &aringan otak berhubungan dengan penghentian aliran darah (hemoragi, hematoma)A edema erebralA penurunan ,5 sistemik$hipoksia (hipo9olemia, disritmia &antung) #ujuan $ Mempertahankan dan memperbaiki tingkat kesadaran fungsi motorik. %riteria hasil$ ,anda)tanda 9ital stabil, tidak ada peningkatan intrakranial. encana tindakan $ *) Monitor dan atat status neurologis dengan

menggunakan metode 'C!. .; .efleks membuka mata menentukan pemulihan tingkat kesadaran. .espon motorik menentukan kemampuan eksternal dan indikasi berespon terhadap stimulus

keadaan kesadaran yang baik. .eaksi pupil digerakan oleh saraf kranial o ulus motorius dan untuk menentukan refleks batang otak. +ergerakan mata membantu menentukan area edera dan tanda a4al peningkatan tekanan intra ranial adalah terganggunya abduksi mata. 2) Monitor tanda)tanda 9ital tiap (0 menit. .; +eningkatan sistolik dan penurunan diastolik serta penurunan tingkat kesadaran dan tanda)tanda peningkatan tekanan intrakranial. :danya pernapasan yang irreguler indikasi terhadap adanya peningkatan metabolisme sebagai reaksi terhadap infeksi. =ntuk mengetahui tanda) keadaan syok akibat perdarahan. &) +ertahankan posisi kepala yang se&a&ar dan tidak menekan. tanda

*2

.; +erubahan kepala pada satu sisi dapat menimbulkan penekanan pada 9ena &ugularis dan menghambat aliran darah otak, untuk itu dapat intrakranial. 4) #indari batuk yang berlebihan, muntah, mengedan, pertahankan pengukuran urin dan hindari konstipasi yang berkepan&angan. .; 5apat men etuskan respon otomatik penngkatan intrakranial. ') 2bser9asi ke&ang dan lindungi pasien dari edera akibat ke&ang. .; Ke&ang ter&adi akibat iritasi otak, hipoksia, dan ke&ang dapat meningkatkan tekanan intrakrania. () 8erikan oksigen sesuai dengan kondisi pasien. .; 5apat menurunkan hipoksia otak. )) 8erikan obat)obatan yang diindikasikan dengan tepat dan benar (kolaborasi). .; Membantu menurunkan tekanan intrakranial se ara biologi $ kimia seperti osmotik diuritik untuk menarik air dari sel)sel otak sehingga dapat menurunkan udem otak, steroid (de?ametason) untuk menurunkan inflamasi, menurunkan edema &aringan. 2bat anti ke&ang untuk menurunkan ke&ang, analgetik untuk menurunkan rasa nyeri efek negatif :ntipiretik dari peningkatan tekanan intrakranial. untuk menurunkan panas yang dapat meningkatkan tekanan

meningkatkan pemakaian oksigen otak.

d. ,idak efektifnya pola napas sehubungan dengan kerusakan *(

neuro9askuler ( edera pada pusat pernapasan otak), kerusakan persepsi atau kognitif, obstruksi trakeobronkhial. #ujuan $ Mempertahankan pola napas yang efektif %riteria *Asil $ +enggunaan otot bantu napas tidak ada, sianosis tidak ada atau tanda)tanda hipoksia tidak ada dan gas darah dalam batas)batas normal. encana tindakan $
*)

#itung pernapasan pasien dalam satu menit. . ; +ernapasan yang epat dari pasien dapat menimbulkan

alkalosis respiratori dan pernapasan lambat meningkatkan tekanan +aCo2 dan menyebabkan asidosis respiratorik.
2)

Cek pemasangan tube .; untuk memberikan 9entilasi yang adekuat dalam pemberian tidal 9olume.

()

2bser9asi ratio inspirasi dan ekspirasi .; pada fase ekspirasi biasanya 2 ? lebih pan&ang dari inspirasi, tapi dapat lebih pan&ang sebagai kompensasi terperangkapnya udara terhadap gangguan pertukaran gas.

%)

+erhatikan kelembaban dan suhu pasien .; keadaan dehidrasi dapat mengeringkan sekresi $ airan paru sehingga men&adi kental dan meningkatkan resiko infeksi.

/)

Cek selang 9entilator setiap 4aktu (*/ menit)

*%

0)

.; adanya obstruksi dapat menimbulkan tidak adekuatnya pengaliran 9olume dan menimbulkan penyebaran udara yang tidak adekuat.

7)

!iapkan ambu bag tetap berada di dekat pasien .; membantu membarikan 9entilasi yang adekuat bila ada gangguan pada 9entilator.

b. ,idak efektifnya kebersihan &alan napas sehubungan dengan penumpukan akumulasi sekret #ujuan $ Mempertahankan &alan napas dan men egah aspirasi %riteria *asil$ !uara napas bersih, tidak terdapat suara sekret pada selang dan bunyi alarm karena peninggian suara mesin, sianosis tidak ada. encana tindakan $ *) Ka&i dengan ketat (tiap */ menit) kelan aran &alan napas. .; 2bstruksi dapat disebabkan pengumpulan sputum,

perdarahan, bron hospasme atau masalah terhadap tube. 2) 39aluasi pergerakan dada dan auskultasi dada (tiap * &am ). .; +ergerakan yang simetris dan suara napas yang bersih indikasi pemasangan tube yang tepat dan tidak adanya penumpukan sputum. () <akukan pengisapan lendir dengan 4aktu kurang dari */ detik bila sputum banyak. .; +engisapan lendir tidak selalu rutin dan 4aktu harus dibatasi untuk men egah hipoksia.

*/

%) <akukan fisioterapi dada setiap 2 &am. .; Meningkatkan 9entilasi untuk semua bagian paru dan memberikan kelan aran aliran serta pelepasan sputum.

*0