Anda di halaman 1dari 4

II.

DASAR TEORI Sebuah atom dapat mengeksitasi ke tingkat energi di atas tingkat energi dasar yangmenyebabkan atom tersebut memancarkan radiasi melalui dua cara. Salah satunya adalahtumbukan dengan partikel lain. Pada saat tumbukan, sebagian dari energi kinetik pada partikel akan diserap oleh atom. Atom yang tereksitasi dengan cara ini akan kembali ketingkat dasar dalam waktu rata-rata 10-8 detik dengan memancarkan satu foton atau lebih.Cara lainnya adalah dengan lecutan listrik dalam gas bertekanan rendah, sehingga timbulmedan listrik yang mempercepat elektron dan ion atomic sampai energi kinetiknya cukupuntuk mengeksitasi atom ketika terjadi tumbukan. Misalnya pada lampu neon dan uap air raksa, medan listrik kuat yang terpasang antara elektroda dalam tabung berisi gasmenimbulkan emisi radiasi spektral karakteristik dari gas itu yang ternyata merupakancahaya berwarna kemerah-merahan (dalam kasus neon) dan cahaya kebiru-biruan (dalamkasus uap air raksa) dalam percobaan ini menggunakan uap air raksa sebagai media.Mekanisme eksitasi yang berbeda terpaut jika sebuh atom menyerap sebuah atomcahaya yang energinya cukup untuk menaikkan atom tersebut ke tingkat energi yang lebihtinggi. Jika cahaya putih yang mengandung semua panjang gelombang dilewatkan melaluigas hydrogen, foton dengan panjang gelombang yang bersesuaian dengan transisi antaratingkat energi yang bersangkutan akan diserap. Atom hidrogen yang tereksitasi yangditimbulkannya akan memancarkan kembali energi yang eksitasinya hampir saat itu juga,tetapi foton keluar dalam arah yang rambang dengan hanya beberapa daya yang berarahsama dengan berkas semula dari cahaya putih tersebut. Jadi garis gelap dalam spektrumabsorbsi tidak 100% hitam dan hanya terlihat hitam karena terjadi kontras dengan latar belakang yang terang. Garis yang seharusnya dalam spektrum absorbsi setiap unsur bersesuaian dengan garis pada spektrum emisi yang menyatakan transisi ke tingkat dasar yang cocok dengan hasil eksperimen (Beisser, 1992).Pada tahun 1914 James Frank dan Gustav Hertz melaporkan energi yang hilangakibat elektron yang melewati uap mercury, dan adanya pancaran sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 254 nm. Kemudian percobaan Frank-Hertz ini dijadikan percobaanklasik untuk menjelaskaan teori kuantum (Leyboed, internet)

PEMBAHASAN

Sebuah atom dapat mengeksitasi ke tingkat energi di atas tingkat energi dasar yang menyebabkan atom tersebut memancarkan radiasi melalui dua cara. Salah satunya adalah tumbukan dengan partikel lain. Pada saat tumbukan, sebagian dari energi kinetik pada partikel akan diserap oleh atom. Atom yang tereksitasi dengan cara ini akan kembali ke tingkat dasar dalam waktu rata-rata 10-8 sekon dengan memancarkan satu foton atau lebih. Cara lainnya adalah dengan lucutan listrik dalam gas bertekanan rendah sehingga timbul medan listrik yang mempercepat elektron dan ion atomik sampai energi kinetiknya cukup untuk megeksitasi atom ketika terjadi tumbukan.

Dalam praktikum Percobaan Franc-Hertz ini, ppraktikan diharapkan dapat menentukan energy eksitasi dari atom air raksa (Hg) dan neon (Ne) dan dapat menginterpretasikan grafik arus sebagai fungsi tegangan pada anoda. Dari percobaan ini, praktikan memperoleh hasil seperti pada gambar 3 dan 4, yaitu grafik hubungan antara potensial pemercepat V dengan arus keping I. Dari eksperimen tegangan pemercepat V dimulai dari 0 volt sampai dengan 99,90 V. Ketika tegangan pemercepat semakin besar maka arus I akan naik, dan setelah tegangan pemercepat mencapai 14,82 volt maka arus akan turun, selanjutnya arus akan naik lagi dan bila tegangan pemercepat mencapai 31,52 volt arus akan kembali turun. Hal ini dikarenakan ketika potensial pemercepat V bertambah naik maka akan semakin banyak elektron-elektron bebas dari katoda yang sampai ke anoda sehingga arus yang terdeteksi oleh ampermeter akan naik, selama elektron bergerak dari katoda ke anoda elektron akan menumbuk atom neon (Ne), namun selama energi elektron lebih kecil dari energi untuk mengeksitasi atom Ne tumbukan yang terjadi adalah tumbukan lenting sempurna (elastic collisions) sehingga tidak ada energi yang dilepaskan. Kemudian ketika energi elektron telah mencapai energi eksitasi atom Ne, tumbukan yang terjadi adalah tumbukan tak lenting (inelastic collisions) sehingga energinya akan diserap oleh atom Ne sebesar energi eksitasinya sehingga energi elektron akan berkurang. Karena energinya berkurang elektron tidak dapat sampai pada keping anoda sehingga arus akan turun. Ketika tegangan V dinaikkan terus energi elektron akan naik kembali. Namun setelah energi elektron kembali mencapai energi eksitasi atom, terjadi tumbukan tak lenting dan penyerapan energipun terjadi, akhirnya penurunan arus terjadi lagi yang ditafsirkan timbul dan eksitasi tingkat energi yang sama pada atom lain. Begitu juga pada atom air raksa/mercury (Hg) berlaku proses seperti pada atom neon (Ne), tetapi untuk memperoleh energi eksitasiya memerlukan tegangan yang berbeda dengan neon (Ne) atau unsur lain.

Energi yang dimiliki oleh elektron saat berada pada potensial V ialah sebesar E = eV. Dari hasil percobaan yang dilakukan pada atom neon (Ne) terdapat dua hasil terbaik yang diperoleh dari grafik percobaan yaitu untuk V1= 14,82 V dan V2 = 31,52 V dan didapat VNe adalah sekitar 16,7 V, sehingga didapat energy eksitasi sebesar 16,7 eV. Dan Dari hasil percobaan yang dilakukan pada atom Air Raksa/mercury (Hg) terdapat lima hasil terbaik yang diperoleh dari grafik percobaan yaitu untuk V1= 6,00 V ; V2 = 10,67 V ; V3 = 15,60 V; V4 = 20,48 V; V5 = 25,42 V dan didapat VHg adalah sekitar 4,86 V, sehingga didapat energy eksitasi sebesar 4,86 eV.

Untuk Hg, bila energi elektron kurang dari 4,86 eV tumbukan bersifat elastik dan energi dalam Hg tak berubah. Bila energi elektron lebih besar dari 4,86 eV, sebagian energi elektron diambil menjadi energi dalam, sisanya tetap sebagai energi kinetik elektron begitu juga pada atom Ne bila energi elektron kurang dari 16,7 eV tumbukan bersifat elastik dan energi dalam Ne tak berubah. Bila energi elektron lebih besar dari 16,7 eV, sebagian energi elektron diambil menjadi energi dalam, sisanya tetap sebagai energi kinetik elektron. Peristiwa ini sering disebut transfer energi resonan.

Energy eksitasi atom Ne lebih besar dari pada atom Hg dikarenakan nomor atom Ne lebih kecil dari pada Hg yaitu untuk Ne sebesar 10 dan Hg sebesar 80. Telah diketahui untuk nomor atom yang sedikit atau kecil memiliki jumlah elektron yang sedikit dan memiliki jumlah kulit atom yang sedikit juga, sehingga energy ikat inti dengan elektron-elektron yang berada pada kulit terluar atau sebelumnya bernilai besar dan mengakibatkan energy untuk elektron lepas dari kulitnya atau berpindah dari kulitnya (eksitasi) bernilai besar juga. Dan untuk yang memiliki nomor atom besar maka memiliki kulit yang banyak juga, sehingga energy ikat dengan elektron-elekton terluar lemah dan untuk melapas elektron dari kulitnya memerlukan energy yang lemah/kecil juga. Ini yang menyebabkan energy eksitasi atom pada Ne lebih besar dibandingkan energy eksitasi atom pada Hg.

Dari praktikum didapatkan bahwa hampir semua atom Hg dan Ne mengambil energi dari elektron sebesar 4,86 eV dan atom Ne sebesar 16,7 eV. Energi yang diambil ini menjadi energi dalam atom Hg dan Ne yaitu energi yang diperlukan untuk memindahkan elektron pada tingkat dasar ke tingkat eksitasi. Sedangkan dari referensi energi dalamnya sebesar 4,9 eV untuk Hg (Arthur Beiser, 1990) dan untuk Ne sebesar 16,71 & 16,89 eV. Jadi hasil percobaan ini sudah sesuai teori, terjadinya perbedaan yang sedikit membuktikan bahwa setiap percobaan tidak lepas dari sumber-sumber ralat, diantaranya suhu ruangan yang tidak terkontrol dll.

KESIMPULAN

Tingkat-tingkat energi eksitasi dari elektron menunjukkan bahwa energi dari elektron itu bertingkattingkat (terkuantisasi) dan mengukuhkan kebenaran dari teori kuantum. Berdasarkan analisis data pengamatan, diperoleh tegangan eksitasi (Ve) atom Neon sebesar : V = 16,7 Volt

Berdasarkan analisis data pengamatan, diperoleh energi eksitasi (Ee) atom Neon sebesar : V = 16,7 eVolt.

dan diperoleh tegangan eksitasi (Ve) atom Hg (Air Raksa) sebesar : V = 4,86 Volt

Berdasarkan analisis data pengamatan, diperoleh energi eksitasi (Ee) atom Neon sebesar : V = 4,86 eVolt.

DAFTAR PUSTAKA Beiser, Arthur. 1987.Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga..Hartono,dkk. 2007.

Krane, Kenneth. 1992.Fisika Modern.Jakarta: Universitas Indonesia. Usuludin.1999.Fisika.Klaten:Intan Pariwara