Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS AKTIVITAS PENDANAAN

Makalah ini dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan dan Penialaian Aset

Oleh Anggota kelompok: SAFINA NOVITASARI ARI P"TRI R 115020 0!1110 1 115020 0!1110#2

$"R"SAN AK"NTANSI FAK"LTAS EKONO%I DAN &ISNIS "NIVERSITAS &RA'I$A(A %ALAN) 201#

A* KE'A$I&AN KE'A$I&AN LAN+AR Merupakan kewajiban yang pelunasannya memerlukan penggunaan aset lancar atau munculnya kewajiban lancar lainnya. Perusahaan seharusnya mencatat seluruh kewajiban pada nilai sekarang seluruh arus kas keluar yang diperlukan untuk melunasi, tetapi praktiknya kewajiban lancar dicatat pada nilai jatuh tempo, bukan pada nilai sekarang. Kesepakatan pinjaman yang memuat persyaratan untuk melindungi kreditor antara lain apabila terjadi default. KE'A$I&AN TAK LAN+AR Merupakan kewajiban jatuh temponya tidak dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, mana yang lebih panjang. Perusahaan harus mengungkapkan default atas provisi kewajiban, termasuk untuk bunga dan pembayaran kembali pokok pinjaman. Salah satu contoh kewajiban takk lancar adalah obligasi. Nilai nominal obligasi bersama tingkat kuponnya menentukan bunga yang dibayarkan atas obligasi tersebut. Salah satu masalah timbul apabila utang jangka panjang diukur dengan nilai wajar adalah bahwa nilai utang jangka panjang yang dilaporkan akan turun ketika posisi kredit perusahaan memburuk. Penurunan tersebut dapat dapat menghsilkan laba pada perusahaan. Pengungkapan utang jangka panjang di masa mendatang antara lain a. !anggal jatuh tempo dan persyaratan pencadangan dana pelunasan setiap tahun selama " tahun ke depan# b. Persyaratan pelunasan setiap tahun selama " tahun ke dapan ANALISIS KE'A$I&AN $uditor menggunakan teknik seperti seperti konfirmasi langsung, melakukan telaah atas notulen rapat, membaca kontrak dan perjanjian, serta bertanya pada pihak%pihak yang memahami kewajiban perusahaan untuk meyakinkan bahwa perusahaan telah mencatat semua kewajibannya. $nalisis harus didasarkan pada catatan atas laporan keuangan dan pada komentar manajemen dalam laporan tahunan, serta dokumen%dokumen terkait. Setiap perbedaan yang tidak dapat dijelaskan memerlukan analisis lebih lanjut atau memerlukan penjelasan manajemen. &itur penting dalam analisis kewajiban a. Ketentuan utang ' tanggal jatuh tempo, tingkat bunga, pola pembayaran, dan jumlah( b. Pembatasan pemakaian sumber daya dan pelaksanaan aktivitas bisnis c. Kemampuan dan fleksibilitas untuk memperoleh pendanaan selanjutnya

d. Kewajiban untuk modal kerja, perbandingan utang terhadap ekuitas dan ukuran keuangan lain. e. &itur konversi kewajiban yang bersifat difusi f. )arangan atas pembayaran%pembayaran seperti dividen Kita harus menganalisis penjelasan kewajiban berikut ketentuan, kondisi dan batasannya. *asil analisis ini dapat mempengaruhi penilaian kita atas risiko dan pengembalian perusahaan. &* SE'A Merupakan perjanjian konstektual antara pemilik 'lessor( dan penyewa 'lesse(. Perjanjian tersebut memberikan hak kepada lessee untuk menggunakan aset yang dimiliki oleh lessor, selama masa sewa. Sebagai balasannya lessee membayar sewa yang disebut pembayaran sewa minimum. Pembayaran dilakukan selama periode yang ditentukan. Sewa ada + yaitu a. Sewa pendanaan b. Sewa operasi AK"NTANSI DAN PELAPORAN SE'A Klasifikasi dan Pelaporan Sewa )esse mengklasifikasikan dan mencatat sewa sebagai capital lease jika pada saat terjadinya ,. !erdapat transfer kepemilikan aset kepada lessee pada akhir masa sewa +. !erdapat opsi untuk membeli aset pada harga murah -. Masa sewa ."/ atau lebih dari estimasi umur ekonomis aset 0. Nilai sekarang pembayaran sewa dan pembayaran sewa minimum lainnya sebesar 12/ atau lebih dari nilai wajar aset dikurangi dengan kredit pajak investasi yang ditahan oleh lessor. Sewa dapat diklasifikasikan sebagai operating lease bila tidak satupun kriteria di atas dipenuhi. 3ika sewa diklasifikasikan sebagai capital lease, lesse mencatatnya sejumlah nilai sekarang M)P selama masa sewa, tidak termasuk biaya administrasi. $turan akuntasi mensyaratkan lesse untuk mengungkapkan a. M)P di masa depan secara terpisah untuk capital lease dan operating lease untuk masing%masing tahun selama lima tahun mendatang dan total setelahnya# b. 4eban sewa untuk masing%masing periode yang dilaporkan di laporan laba rugi.

Pengungkapan Sewa $turan akuntansi mensyaratkan perusahaan dengan capital lease untuk melaporkan aset sewa maupun kewajiban sewa dalam neraca dan juga perusahaan harus mengungkapkan komitmen sewa di masa depan untuk caapital lease dan operating lease yang tidak dapat dibatalkan. 5ni berguna untuk tujuan analisis. Perusahaan mengklasifikasikan seluruh sewa sebagai operating lease dan menyediakan jadwal pembayaran sewa di masa depan dalam catatan atas laporan keuangan. ANALISIS SE'A 6ampak operating lease dan capital lease terhadap analisis laporan keuangan. Analisis Sewa ,. 6ampak Operating Lease Menyajikan kewajiban lebih rendah dari seharusnya dengan tidak menyajikan pendanaan sewa dalam neraca. Selain itu juga menaikkan rasio solvabilitas yang sering digunakan dalam analisis kredit Menyajikan aset lebih rendah dari seharusnya. *al ini dapat meningkatkan rasio tingkat pengembalian investasi, terutama rasio perputaran aset Menunda pengakuan beban dibandingkan dengan capital lease. $rtinya capital lease melaporkan laba lebih tinggi di awal masa sewa dan melaporkan laba lebih rendah di akhir masa sewa Menyajikan kewajiban lancar lebih rendah dari seharusnya dengan tidak menyajikan porsi pembayaran pokok yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dalam neraca. *al tersebut meningkatkan rasio lancer dan pengukuran likuiditas lainnya Memasukkan bunga dalam beban sewa. 6engan demikian operating lease menyajikan lebih rendah dari yang seharusnya laba operasi dan beban bunga. *al tersebut menaikkan coverage ratio seperti times interest earned. +. Konversi operating lease menjadi capital lease )angkah%langkah konversi yang pertama adalah menilai apakah klasifikasi operating lease dapat diterima. 7ntuk melakukan itu kita harus memperkirakan periode setelah " tahun, yang diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. 6engan pertimbangan bahwa komitmen selama ,+ tahun untuk operating lease adalah terlalu panjang untuk

diacuhkan. 3ika periode sewa yang tersisa dipandang signifikan, kita perlu mengapitalisasikan operating lease. 7ntuk mengkonversi operating lease menjadi capital lease, kita memerlukan estimasi nilai sekarang kewajiban operating lease. Proses ini dimulai dengan estimasi tingkat bunga yang akan kita gunakan untuk mendiskontokan proyeksi pembayaran sewa. )angkah selanjutnya untuk analisis adalah menghitung nilai aset sewa. Setelah kita menentukan kewajiban dan aset sewa, selanjutnya kita harus mengestimasi dampak reklasifikasi sewa pada laba yang dilaporkan. -. Penyajian kembali laporan keuangan untuk reklasisfikasi sewa 6isajikan berupa tampilan yang menunjukkan neraca dan laporan laba rugi yang disajikan kembali, sebelum dan sesudah reklasifikasi operating lease. 8eklasifikasi operating lease memiliki dampak yang terbatas dalam laporan laba rugi. Sehingga dapat pula menyajikan dampak konversi operating lease menjadi capital lease terhadap rasio utang. +* %ANFAAT PAS+A PENSI"N %ANFAAT PENSI"N 9ang pertama, manfaat pensiun dimana pemberi kerja menjanjikan manfaat moneter kepada pekerja pasca pensiun. )alu yang kedua, manfaat lain pasca pensiun pekerja dimana pemberi kerja menyediakan manfaat lain pasca pensiun terutama pemeliharaan kesehatan dan asuransi jiwa. SIFAT KE'A$I&AN PENSI"N Perusahaan memformalkan komitmen pensiun dalam bentuk program pensiun. Program pensiun secara pasti menentukan manfaat, hak, dan tanggungjawab pemberi kerja dan pekerja. Program pensiun dibagi dalam dua kategori utama, program pensiun manfaat pasti 'menentukan jumlah pensiun yang dijanjikan oleh pemberi kerja untuk disediakan bagi pensiunan( dan program pensiun iuran 'menentukan jumlah kontribusi pemberi kerja pada program pensiun(. !antangan bagi akuntansi adalah perkiraan program pensiun pemberi kerja dan penentuan beban 'biaya( pensiun untuk periode bersangkutan, yang berbeda dari pendanaan oleh pemberi kerja. 7ntuk tujuan ini, akuntan berstandar pada asumsi yang dibuat oleh spesialis yang dikenal sebagai aktuaris.

I%&ALAN PAS+A PENSI"N 5mbalan Pensiun Sifat kewajiban pensiun Perusahaan memformalkan komitmen pensiun dalam bentuk program pensiun. Program pensiun merupakan janji pembeli kerja untuk menyediakan imbalan pensiun bagi pekerja, dan perjanjian tersebut melibatkan tiga pihak pembri kerja, yang memberikan kontribusi pada program pensiun, pekerja yang menerima imbalan dan dana pensiun. 6ana pensiun terpisah dari pemberi kerja dan diadministrasikan oleh pihak yang ditunjuk 'trustee(. 6ana pensiun menerima konstribusi , menginvestasikan , konstribusi tersebut dengan cara yang tepat dan memberikan imbalan pensiun yang dijanjikan oleh pemberi kerja untuk disediakan bagi pensiun. Program pensiun iuran pasti menentukan jumlah kontribusi pemberi kerja pada program pensiun. :konomi akuntansi pensiun 4iaya pensiun ekonomi atau beben merupakan biaya bersih selama periode bersangkutan. 4iaya pensiun ekonomi meliputi komponen yang berulang . pengembalian atas aktiva program pensiun digunakan untuk menutupbiaya%biaya tersebut untuk menghitung biaya pensiun ekonomi bersih. 4unga Pensiun berulang terdiri atas dua komponen sebagai berikut ,. 4iaya jasa Merupakan nilai sekarang aktiva atau imbalan pensiun yang dihasilkan oleh pegawai berdasarkan rumus imbaln pensiun. 4iaya yang menambah P4; ini timbul saat pegawai bekerja satu periode lagi. 4iaya jasa hanya ada dalam program yang mendasarkan jum#lah pensiun pada periode jasa. +. 4iaya bunga Merupakan penambahan atas P4; yang timbul karena pembayaran pensiun menjadi satu periode lebih dekat. 4iaya ini muncul karena P4; merupakan nilai sekarang atas imbalan pensiun di masa datang. 4iaya pensiun yang tidak berulang, yang berasal dari peristiwa seperti perubahan asumsi aktiva atau perubahan ketentuan program terdiri dari dua komponen sbb ,. Keuntungan atau kerugian aktiva

Merupakan perubahan P4; yang terjadi saatasumsi aktiva dalam penghitungan P4; direvisi. +. !ingkat diskonto merupakan faktor yang sering direvisi karena ketergantungnnya pada tingkat bunga yang berlaku dalam ekonomi. 4iaya jasa lalu timbul karena perubahan ketentuan program pensiun atau P4;. 4iaya jasa lalu meliputi imbalan pensiun yang dibentuk oleh amandemen program yang umumnya terjadi karena negosiasi tenaga kerja dan tawar menawar secara kolektif. Komponen terakhir dalam penghitungan biaya pensiun ekonomi bersih adalah penyesuaian untuk pengembalian actual aktiva program. Pengembalian actual akiva program Merupakan laba program pensiun. )aba aktiva program terdiri dari penghasilan investasi, kenaikan modal serta dividend dan bunga yang diterima, dikurangi upah manajemen , ditambah kenaikan yang direalisasi dan yang tidak direalisasi aktiva program lainnya. Membandingkan biaya pensiun yang dilaporkan dan biaya pensiun ekonomi. !ampak - perbedaan nyata ,. 9ang dilaporkan adalah pengembalian yang diharapkan atas aktiva program +. 6ampak perubahan aktuaria dan jasa lalu tidak termasuk dalam biaya pensiun yang dilaporkan. -. Komponen yang ditangguhkan diamortisirkan selama jasa pegawai yang tersisa. %EN(ES"AIKAN LAPORAN LA&A R")I DAN NERA+A Penggunaan biaya manfaat ekonomis, menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi. 5ngat bahwa biaya manfaat yang dilaporkan berbeda dengan biaya ekonomis karena dampak sementara, seperti keuntungan dan kerugian aktuaria, biaya jasa lalu, dan pengembalian aset abnormal, ditangguhkan dan diamortisasi melalui proses perataan. !ujuan perataan ini adalah untuk mendapatkan komponen biaya manfaat pascapensiun yang lebih stabil atau permanen. 6engan demikian, biaya manfaat yang tepat, yang digunakan untuk memperoleh laba, bergantung pada tujuan analisis. Memasukkan pos%pos tak berulang membuat biaya manfaat ekonomi mempunyai volatilitas yang tinggi. Memasukkan unsur biaya manfaat ekonomi dengan volatilitas tinggi ke dalam perhitungan laba bersih akan mengaburkan esensi dari laba operasi perusahaan. ;leh karena itu, S&$S ,"< memilih untuk meratakan biaya manfaat yang dilaporkan.

Sebagai bagian dari dorongan terhadap adopsi yang luas atas penilaian wajar, &$S4 saat ini sedang berusaha untuk program ini, untuk mengeliminasi provisi atas proses perataan 'yaitu penangguhan dan amortisasi pos%pos yang tak berulang( serta mengakui biaya manfaat ekonomi dalam laba untuk beberapa tahun ke depan. &$S4 juga mempertimbangkan untuk memisahkan komponen operasi dan non%operasi dari biaya pensiun serta turut memperdebatkan apakah aset dan kewajiban pensiun harus dijumlahkan menjadi satu atau dilaporkan terpisah. AS"%SI AKT"ARIA DAN ANALISIS SENSITIVITAS Posisi ekonomi bersih 'atau biaya ekonomis( program manfaat perusahaan adalah estimasi yang andal atas ekonomi yang mendasarinya. Pada kenyataannya, tidaklah demikian. =alaupun nilai aset program didasarkan pada angka yang dapat diuji 'biasanya nilai pasar(, kewajiban manfaat diestimasi dengan menggunakan angka asumsi aktuaria, seperti tingkat diskonto. !erlebih lagi, biaya yang dilaporkan 'biaya manfaat periodik bersih( juga sensitif terhadap asumsi aktuarial, seperti tingkat pengembalian aset program. $kibat kesensitifan ini, manajer dapat memanipulasi asumsi ini untuk mempercantik laporan keuangan. *al ini termasuk memeriksa sekuritas perubahan asumsi pada angka ekonomi maupun angka yang dilaporkan. $sumsi tingkat pengembalian yang diharapkan memengaruhi biaya manfaat yang dilaporkan dan merupakan teknik favorit dalam manajemen laba. !ingkat pengembalian yang diharapkan tergantung pada banyak faktor, misalnya komposisi aset program dan tingkat pengembalian jangka panjang pada kelompok%kelompok aset yang berbeda. Semakin tinggi tingkat diskonto biasanya mengindikasikan semakin agresifnya praktik akuntansi karena menurunkan biaya manfaat yang dilaporkan, sehingga meningkatkan laba bersih. $sumsi tingkat pertumbuhan mungkin tidak sepenting asumsi tingkat diskonto atau asumsi pengembalian yang diharapkan. $sumsi ini cenderung lebih stabil dan lebih dapat diprediksi. Namun demikian, perusahaan khawatir atas perubahan tingkat pertumbuhan kompensasi karena pengaruhnya pada negosiasi tenaga kerja. PAPARAN RESIKO PENSI"N Program pensiun dapat menghadapkan perusahaan pada risiko tertentu. 8isiko ini timbul dalam hal aset program mempunyai profil risiko yang berbeda dengan kewajiban pensiun%khususnya ketika perubahan nilai pasar suatu aset program tidak mempunyai korelasi dengan perubahan pada nilai kewajiban pensiun. Nilai kewajiban pensiun sensitif terhadap

perubahan tingkat diskonto, yang kemudian merefleksikan hasil obligasi perusahaan 'tingkat bunga(. Sehingga, perubahan milai kewajiabn pensiun berkorelasi dengan harga pasar obligasi. Sebelum menganalisis risiko pensiun, kita harus mengetahui dengan persis, apakah risiko pensiun itu. Secara teknik, kita dapat mendefinisikan risiko pensiun sebagai probabilitas ketidakmampuan suatu perusahaan membayarkan kewajiban pensiun tahun berjalan. 3elas bahwa risiko pensiun bergantung pada status pendanaan dari program# semakin suatu program kekurangan dana, semakin tinggi risiko pensiunnya. Namun, status pendanaan saja tidak dapat memberikan informasi mengenai dua faktor lain yang kritikal dalam menentukan risiko pensiun suatu perusahaan yaitu ',( intensitas pensiun, yaitu besar kewajiban pensiun 'atau aset program( sehubungan dengan ukuran pos aset lainnya dalam perusahaan tersebut, dan '+( sejauh mana profil risiko dari aset program salah dikaitkan dengan kewajiban pensiunnya. Seorang analis harus menilai masing%masing faktor di atas dalam rangka mengevaluasi paparan risiko pensiun perusahaan. I%PLIKASI AR"S KAS ATAS %ANFAAT PAS+A PENSI"N 5mplikasi arus kas manfaat pascapensiun langsung dirasakan. 9aitu bahwa arus kas keluar sama dengan kontribusi yang disiapkan perusahaan. $nhka arus kas periode sekarang berguna baik dalam mengevaluasi profitabilitas dari posisi keuangan perusahaan maupun dalam meramalkan arus kas masa depan. *al ini disebabkan karena perusahaan akan mengontribusi suatu program hanya jika diperlukan. D* KONTI$ENSI DAN KO%IT%EN KONTI$ENSI Kontijensi merupakan keuntungan dan kerugian potensial yang penyelesaiannya bergantung pada satu atau lebih peristiwa di masa depan. Kerugian kontijensi yang disebut kewajiban kontijensi>bersyarat merupakan klaim potensial atas sumber daya perusahaan. Kewajiban kontinjen timbul dari perkara hukum, ancaman pengambilalihan, penagihan piutang, klaim atas garansi produk atau kerusakan produk, garansi kinerja, perhitungan pajak, risiko yang diasuransikan sendiri, dan kerugian properti akibat bencana.

Kerugian kontijensi harus memenuhi dua kondisi agar dapat dicatat sebagai kerugian. Pertama ?besar kemungkinan@ bahwa aset akan turun nilainya atau kewajiabn akan timbul. Kedua adalah jumlah kerugian harus ?dapat diestimasikan dengan memadai@. 3ika perusahaan tidak mencatat kerugian kontijensi karena salah satu atau kedua kondisi tid terpenuhi, perusahaan harus mengungkapkan kontijensi dalam catatan atas laporan keuangan jika kerugian ?mungkin terjadi@.

Analisis Kewajiban Kontinjen Kontijensi yang dilaporkan sperti garansi jasa merupakan estimasi dan juga harus menganalisis pengungkapan atas seluruh kerugian 'keuntungan kontijensi(. Pengungkapan kontijensi umumnya meliputi o 6eskripsi kewajiban kontijen dan tingkat resiko o 3umlah kontijensi potensial dan bagaimana partisipaso pihak lain diperlakukan dalam penentuan risiko o Pembebanan estimasi kerugian kontinjen, jika ada. KO%IT%EN

Komitmen merupakan klaim potensial atas sumber daya perusahaan berdasarkan kinerja di masa depan sesuai kontrak. Komitmen tidak diakui dalam laporan keuangan karena peristiwa seperti penandatanganan kontrak atau penerbitan pesanan pembelian 'purchase order( bukan merupakan transaksi yang lengkap. Perjanjian sewa dalam banyak kasus juga merupakan bentuk komitmen. Semua komitmen memerlukan pengungkapan faktor%faktor penting atas kewajiban komitmen, termasuk jumlah, kondisi, dan waktu. E* PENDANAAN DI L"AR NERA+A Pendanaan di luar neraca adalah tidak tercatatnya kewajiban pendanaan tertentu. Selain sewa, terdapat rancangan pendanaan di luar neraca lainnya, mulai dari yang sederhana sampai yang sangat kompleks. +ONTO, PENDANAAN DI L"AR NERA+A Salah satu cara untuk mendanai property, pabrik, dan peralatan adalah meminta pihak luar untuk mendapatkannya, dan perusahaan sepakat untuk menggunakan aset terssebut serta

menyediakan dana yang cukup untuk melunasi utang. Aontang rancangan ini adalah purchase agreements dan through%put agreement di mana perusahaan sepakat untuk membeli barang sejumlah tertentu melalui fasilitas pemrosesan, atau take%or%pay arrangement di mana perusahaan memberikan jaminan untuk membayar sejumlah barang, diperlukan atau tidak. Perusahaan menempatkan transaksi ini sebagia investasi dalam ekuitas dan tidak megonsolidasikannya dalam laporan keuangan. 6engan demikian pendanaan tersebut tidak masuk dalam kewajiban.

ENTITAS &ERT"$"AN K,"S"S :ntitas bertujuan khusus, yang sekarang menjadi tidak terkenal setelah jatuhnya :nron, telah menjadi mekanisme pendanan yang sah selama lebih dari dua dekade dan menjadi bagian tak terpisahkan dari keuangan perusahaan saat ini. Konsep S:P adalah SP: dibentuk oleh perusahaan sponsor dan dikapitalisasi dengan investasi ekuitas, beberapa diantaranya harus berasal dari pihak ketiga yang independen. SP: meningkatkan investasi ekuitas ini dengan meminjamkan dari pasar kredit dan membeli aset dari atau untuk perusahaan sponsor. $rus kas dari aset digunakan untuk membayar utang dan menyediakan pengembalian bagi investor ekuitas. !erdapat dua alasan untuk kepopuleran SP: ,. SP: dapat menyediakan alternative pendanaan berbiaya rendah daripada meminjam langsung dari pasar kredit. +. 6alam B$$P sekarang, selama SP: distrukturkan dengan benar, SP: diperlakukan sebagai entitas terpisah, tidak dikonsolidasikan dengan perusahaan sponsor. F* EK"ITAS PE%E)AN) SA,A% :kuitas mengacu pada pendanaan oleh pemilik 'pemegang saham( perusahaan. :kuitas dipandang klaim pemilik atas aset bersih perusahaan. Klaim pemegang sekuritas ekuitas umumnya berada di bawah kreditor, yang berarti klaim kreditor dipenuhi terlebih dahulu. $nalisis ekuitas pemegang daham meliputi Mengklasifikasikan dan memisahkan sumber utama pendanaan ekuitas

Mempelajari hak untuk kelompok%kelompok pemegang saham dan priosritas mereka dalam likuidasi Mengevaluasi pembatasan hukum untuk distribusi ekuitas. Menelaah kontrak, ketentuan hukum, dan pembatasan%pembatasan lainnya atas distribusi laba ditahan. Menilai ketentuan dan provisi efek yang dapat di konversi,opsi saham, dan kesepakatan lainnya yang berpotensi menerbitkan saham.

%ODAL SA,A% Pelaporan modal saham meliputi oenjelasan atas perubahan jumlah lembar modal. Sumber kenaikan modal saham yang beredar % % % % % % % % Penerbitan saham Konversi utang dan saham preferen Penerbitan dividen saham dan pemecahan saham 'stock split( Penerbitan saham dalam akuisisi dan merger. Penerbitan untuk opsi saham dan waran Pembelian dan penghentian saham Pembelian kembali saham Pemecahan saham terbalik 'reverse stock split(

Sedangkan sumber penurunan modal saham yang beredar

Modal disetor adalah total pendanaan yang diterima pemegang saham sebagai pembayaran modal saham. Modal disetor terbagi menjadi dua bagian. Satu bagian untuk modal saham nominal saham biasa dan preferen. Sisanya dilaporkan sebagai kelebihan modal disetor. Saham diperoleh kembali merupakan saham perusahaan yang dibeli kembali setelah sebleumnya diterbitkan dan dibayar penuh. Saham yang diperoleh kembali bukan merupakan asset, melainkan pos atau kontra akun terhadap ekuitas. KLASIFIKASI %ODAL SA,A% Modal saham merupakan saham yang diterbitkan kepada pemegang ekuitas sebagai pembayaran asset dan jasa. !erdapat dua jenis modal saham a. Saham preferen

$dalah kelompok khusus saham yang memiliki fitur yang tidak dimiliki oleh saham biasa. Airi%ciri umum saham preferen meliputi % % % % % Prioritas atas distribusi dividen Prioritas atas likuidasi 6apat dikonversi menjadi saham biasa !idak memiliki hak suara *arga pembelian kembali memiliki risiko tinggi dan pengembalian tinggi atas kinerja perusahaan.

b. Saham biasa merupakan kelompok saham yang mencerminkan hak kepemilikian serta

SALDO LA&A Saldo laba merupakan modal yang dihasilkan sebuah perusahaan. akun saldo laba mencemrinkan akumulasi laba atau rugi yang tidak dibagikan sejak berdirinya perusahaan. 6ividen tunai merupakan distribusi kas kepada pemegang saham. 6ividen saham adalah distribusi saham perusahaan itu sendiri kepada pemegang saham secara proporsional. 6ividen saham kecil umumnya lebih kecil dari +2/%+"/ saham beredar. 6ividen saham besar biasanya lebih dari +"/ saham beredar, dinilai pada nilai nominal saham yang diterbitkan. Saldo laba dapat dibatasi pembayaran dividen sebagai akibat kontrak perjanjian, seperti perjanjian pinjaman, atau melalui tindakan dari dewan direksi. Pembatasan atau persyaratan saldo laba merupakan pembatasan atau ketentuan saldo laba pada sejumlah tertentu. Spin%off yaitu distribusi saham anak perusahaan kepada pemegang saham sebagi dividen. Split%off yaitu pertukaran saham anak perusahaan yang dimilki perusahaan dengan saham yang dimiliki oleh para pemegang saham. NILAI &"K" PER LE%&AR SA,A% Nilai buku saham biasa sama dengan total asset dikurangi kewajiban dank lain sekuritas yang diprioritaskna pada jumlah yang dilaporkan dalam neraca. Nilai buku memiliki peranan penting dalam analisis laporan keuangan. $plikasinya meliputi a. Nilai buku, dengan potensi penyesuaian , seringkali digunakan dalam penilaian kesepakatan merger.

b. $nalisis perusahaan dengna komposisi besar asset likuid sangat bergantung pada nilai buku c. $nalisis obligasi kualitas utama dan saham preferen sangat memerlukan penutupan asset.