Anda di halaman 1dari 7

LaporanPraktikum KI2221 PEMISAHAN DAN ELEKTROMETRI

PERCOBAAN 9

ELEKTRODA SELEKTIF ION KALSIUM

Nama NIM Kelompok Tanggal Percobaan Tanggal Pengumpulan Asisten

: Mayang Berliana Septiani : 10512013 : 02 : 14 April 2014 : 21 April 2014 : Fatni Rifqiyati dan Rizki Anshari

LABORATORIUM KIMIA ANALITIK PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG PERCOBAAN IX ELEKTRODA SELEKTIF ION KALSIUM I. Tujuan Percobaan Menentukan konsentrasi ion kalsium pada sampel dengan elektroda selektif ion kalsium.

II.

Teori Dasar Pengukuran dengan elektroda selektif ion didasarkan pada prinsip potensiometri yang menggunakan dua buah elektroda, yaitu elektroda kerja dan elektroda pembanding. Elektroda kerja potensialnya bergantung pada konsentrasi analit, sementara elektroda pembanding nilainya selalu tetap selama pengukuran. Beda potensial dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

Eam = Elektroda antarmuka; muncul pada antarmuka larutan dalam elektroda pembanding dan elektroda larutan analit. Karena nilai Epemb. serta Eam tetap, maka persamaan di atas dapat dituliskan sebagai:

UntukElektodaSelektifIon (ESI)Kalsium

Kinerja sebuah ESI dapat dinyatakandengan parameter daerah linier dan kemiringan kurva kalibrasi.AnalisisKuantitatif yangdapatdilakukanadaduacara, yakni a. Metoda kurva kalibrasi b. Metoda penambahan standar

III.

Alat dan Bahan Alat Milivoltmeter Larutan KCl 4 M Bahan

Elektroda pembanding Ag/AgCl ESI kalsium Labu ukur 100 mL Pipet Ukur 5mL Buret Gelas kimia 100 mL

Larutan standar Ca2+2 0,1 M Aqua DM

IV.

Cara Kerja Dibuat larutan standar ion kalsium dengan konsentrasi 3x10-4 M, 3x10-3 M dan 3x10-2 M dari larutan standar Ca
2+

0,1 M. Dibuat larutan standar ion kalsium 10-6 M

dan 10-5 M dari larutan standar ion kalsium 10-3 M yang telah diencerkan dari larutan standar ion kalsium 0,1 M. Terhadap masing-masing larutan di tambahkan 2 mL KCl 4 M sebelum ditambahkan aqua DM sampai tanda batas. Dibuat larutan analit dari 5 mL larutan standar ion kalsium 10-3 M. Di bagi dua larutan tersebut dan masing-masing ditempatkan pada labu ukur 50mL. terhadap labu pertama ditambahkan 2 mL KC dan diencerkan sampai tanda batas. Terhadap labu ke dua ditambahkan 2 mL KCl dan 1 mL larutan standar ion kalsium 0,1 M Tuangkan larutan yang telah dibuat ke dalam gelas kimia 100 mL. Dihubungkan elektroda pembanding dan elektroda selektif ion kalsium pada millivoltmeter. Di celupkan eletroda ke dalam larutan dan dibaca potensial sel yang terukur. V. Data Pengamatan Tabel nilai potensial berdasarkan konsentrasi Larutan (M) 3 x10-2 3x10-3 3x10-4 10-5 10-6 Sampel 1 Sampel 2 E (mV) 297,4 300,4 319,6 352,7 364,6 326,2 306,7

VI.

Pengolahan Data Kurva Kalibrasi Larutan (M) 10-6 10-5 3x10


-4

E (mV) 297,4 300,4 319,6 352,7 364,6

- Log [Ca2+] -1,522 -2,522 -3,522 -5 -6

3x10-3 3 x10-2

Kurva Potensial Terhadap Log [Ca2+]


400 350 y = -16.513x + 265.62 300 250 E (mV) 200 150 100 50 -8.000 -6.000 -4.000 log Ca 2+ -2.000 0 0.000 Log [Ca2+] Linear (Log [Ca2+]) Linear (Log [Ca2+])

y = -16,51x + 265,6 y= -16,51 log [Ca2+] + 265,6 326,2 = -16,51 log [Ca2+] + 265,6 60,6 = -16,51 log [Ca2+] log [Ca2+] = -3,6705 [Ca2+] = 2,135 x 10 -4 M Sampel dibuat dari mengencerkan 5 mL Ca2+ 10-3 M menjadi 100 mL, sehingga [Sampel] = 5 x 10-5 M

%galat = | = 327 % Penambahan standar y= 265,6 - 16,51 log 306,7 = 265,6 16,51 log 41,1 = -16,51 log log 3,24 x 10 -3 = 0,1653 = 50Cx + 0,1 0,0653 = 50Cx Cx = 1,305 x 10 -3 M -2,4894

| x 100 %

Cx = [Ca2+] = 1,305 x 10 -3 M

VII.

Pembahasan Elektroda Selektif Ion (ESI) merupakan suatu elektroda atau sensor yang bekerja

secara spesifik dan selektif terhadap suatu ion tertentu yang akan memberikan respon berupa potensial listrik. Elektroda selektif ion ini berdasarkan prinsip potensiometri yang menggunakan dua buah elektroda, yaitu elektroda kerja dan elektroda pembanding.Analisis yang dilakukan didasari oleh pengukuran potensial pada suatu elektroda kerja yang nilainya bergantung pada konsentraasi analit. Sedangkan nilai potensia lelektroda pembanding tetap selama pengukuran sehingga tidak mengganggu penentuan kadar ion. Prinsip Elektroda Selektif Ion yaitu sebuah membran elektroda bekerja berdasarkan ion exchange (pertukaran ion). Dipermukaan membran tersebut terdapat ion yang dapat dipertukarkan dengan ion lainnya.

Ada beberapa parameter yang paling umum digunakan untuk ESI, yaitu daerah kurva linier dan kemiringan kurva kalibrasi. Daerah Linear yaitu selang konsentrasi yang memberikan hubungan linear antara potensial sel yang terukur deenan log konsentrasi ion

yang diukur. Sedangkan kemiringan kurva kalibrasi merupakan nilai kemiringan kurva kalibrasi pada daerah linear. Nilai kemiringan kurva kalibrasi untuk ESI yang baik memiliki nilai 29,5 mV/dekade

Suatu ESI yang baik harus memenuhi beberapa syarat berikut : Hanya selektif terhadap satu jenis ion Dapat digunakan dalam jangka waktu cukup lama (biasanya sekita enam bulan) Mempunyai daerah linear yang lebar.

Pada percobaan ini akan ditentukan konsentrasi ion kalsium dengan menggunakan Elektroda Selektif Ion kalsium, dengan elektroda pembanding Ag/AgCl. Metoda yang

digunakan adalah metoda kurva kalibrasi dan metoda penambahan standar. Pada metoda kurva kalibrasi, sampel yang digunakan adalah larutan Ca2+ 0,1 M yang kemudian diencerkan menjadi beberapa larutan dengan konsentrasi tertentu yang berbeda-beda. Sampel dengan konsentrasi awal ini diencerkan menjadi 5 larutan lain dengan konsentrasi masing-masing 3x10-2 M, 3x10-3 M, 3x10-4M, 10-5M, dan 10-6M dalam labu takar 100 mL dengan ditambahkan 2 mL KCl. Penambahan KCl berfungsi sebagai larutan kerja elektrolit untuk membantu larutan Ca2+ terurai menjadi ion-ion bermuatan dan dapat tereduksi dengan sempurna oleh elektroda selektif ion kalsium. Pada dasarnya larutan ini dapat diganti dengan larutan lain yang juga bersifat elektrolot kuat. Setelah semua larutan standar dengan konsentrasi tertentu tersebut diperoleh, kemudian masing-masing larutan diukur potensialnya. Dari data yang diperoleh dibuat kurva aluran nilai potensial terhadap minus logaritma konsentrasi ion kalsium, yang hasilnya didapat nilai potensial yang diperoleh berbanding terbalik dengan besarnya nilai - log [Ca2+].Kemudian dari grafik tersebut didapatkan persamangarisnya, yaitu y = -16,51x + 265,6 dengan y sebagainilaipotensialdan x sebagai log [Ca2+] .

Untuk memperoleh nilai konsentrasi sampel, substitusi nilai potensial yang terukur untuk sampel pada persamaan yang didapat hasil regresi pada kurva sehingga didapatlah nilai -log konsentrasi sampel. Dari nilai ini, kemudian dapat ditentukan konsentrasi sampel.

Setelah didapat konsentrasi sampel, yang selanjutnya ditentukan adalah galat dari penentuan konsentrasi. Berdasarkan perhitungan, nilai galat yang diperoleh 326 %. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya: Ada kesalahanpengukuranketikamelakukanpengenceran. Adanya kemungkinan ion pengganggu dalam larutan sampel.

Aplikasi elektroda selektif ion kalsium ini untuk analisis kadar ion kalsium dalam air, juga bisa untuk menentukan kandungan ion kalsium dalam darah. VIII. Kesimpulan Dari hasil percobaan, didapatkan konsentrasi Ca2+ menggunakan metoda kurva kalibrasi sebesar 2,135 x 10 -4 dan dengan metoda penambahan standar sebesar 1,305 x 10 -3 M

IX.

Daftar Pustaka
Skoog, D.A. et al.1996.Fundamental Analytical Chemistry 7th Ed., New York : Saunders College Publishing Harvey, D. 2000. Modern Analytical Chemistry 1st ed.New York.:McGraw-Hill Underwood,Al.1986.Analitical Chemistry.University of Washington:Canada http://nannananot.blogspot.com