Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA KI-2241 PERCOBAAN C-1 PENENTUAN TETAPAN PENGIONAN SECARA SPEKTOFOTOMETRI

Disusun oleh:

Mayang Berliana Septiani 10512013


Kelompok 1 AssistenPraktikum: Hani Handayani (20513020) Winda Trisna W (20513016) : Kamis, 6 Maret 2014

Tanggal percobaan

Tanggal pengumpulan : Kamis, 13 Maret 2014

LABORATORIUM KIMIA FISIKA PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2014

PERCOBAAN C-1 PENENTUAN TETAPAN PENGIONAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI

I. TUJUAN PERCOBAAN Menentukan tetapan pengionan indikator metal merah secara spektrofotometri

II. TEORI DASAR Metil merah dalam larutan air sering ditemukan dalam bentuk zwitter ion. Dalam suasana asam berwarna merah (HMR), sedangkan dalam suasana basa berwarna kuning (MR-). Reaksi ionisasi metal merah dapat dituliska sebagai berikut : HMR H+ + MR- , maka tetapan Ionisasi Ka =
[ [ ][ ] [ [ ] ] [ [ ] ] ]

Bisa didapat hubungan dengan pH, yakni pH = pH log

Harga tetapan kesetimbangan ini dapat dihitung dari pengukuran perbandingan

pada pH

tertentu. Karena metal merah mengabsorpsi kuat di daerah cahaya tampak (400-800 nm), maka perbandingan
[ [ ] ]

dapatditentukan secara spektrofotometri.

Jika I intensitas cahaya yang diteruskan dan I0 intensitas cahaya dating, maka absorbansi opti A didefinisikan sebagai : A = - log Skema spektrofotometer secara sederhana dimulai dari sumber sinar polikromatik yang memancarkan sinar dengan berbagai panjang gelombang. Kemudian akan melewati cahaya monokromatik yang berfungsi untuk menyeleksi panjang gelombang tertentu. Selanjutnya mengubah sinar polikromatik menjadi monokromatik. Lalu, melalui celah sinar akan diteruskan, dikenakan pada sampel yang ada di dalam kuvet. Kemudian sinar yang lolos, akan ditangkap

oleh detektor, diubah menjadi arus listrik dan muncul nilai besaran pengukuran yang akan digunakan untuk perhitungan dalam penentuan Ka. Dalam suasana sangat asam (seperti dalam HCl) metil merah dapat dianggap hanya terdapat dalam bentuk HMR. Sedangkan dalam suasana sangat basa (NaOH) metal merah dapat dianggap ada dalam bentuk MR-.

III. DATA PENGAMATAN Penentuan panjang gelombang maksimum Absorbansi HCl / [HMR] 1,003 1,042 1,059 1,056 1,200 1,041 1,204 1,184 1,217 1,172 1,025 1,019 1,013 1,175

Panjang gelombang (nm) 510 515 520 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535

Panjang gelombang (nm) 410 415

Absorbansi NaOH / [MR-] 0,400 0,411

420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430

0,427 0,412 0,414 0,423 0,415 0,432 0,422 0,424 0,425 0,418 0406

Penentuan absorbansi larutan asam dengan panjang gelombang maksimum = 425 nm %T 97,6 96,2 94,6 92,0 89,6 A 0,0105 0,0160 0,0240 0,0360 0,0470 %T 74,6 58,6 46,4 34,6 27,2 = 530 nm A 0,1270 0,2320 0,3330 0,4610 0,5650

Konsentrasi Larutan 1 ppm 2 ppm 3 ppm 4 ppm 5 ppm

Penentuan absorbansi larutan basa dengan panjang gelombang maksimum = 425 nm %T 89,8 78,6 70,4 59,8 A 0,0460 0,1040 0,1520 0,2230 %T 98,0 98,6 96,8 95,6 = 530 nm A 0,0087 0,0061 0,0140 0,0190

Konsentrasi Larutan 1 ppm 2 ppm 3 ppm 4 ppm

5 ppm

54,2

0,2660

94,8

0,0230

Penentuan tetapan ionisasi Absorbansi (A) = 425 nm 0,072 0,082 0,093 = 530 nm 0,479 0,455 0,303

Larutan A B C

pH 3,96 4,15 4,84

IV. PENGOLAHAN DATA Penentuan panjang gelombang maksimum

Absorbansi HCl / [HMR]


1.400 1.200 1.000 0.800 0.600 0.400 0.200 0.000 505 510 515 520 525 530 535 540 Absorbansi HCl / [HMR]

maksimum HMR = 530 nm

Absorbansi NaOH / [MR-]


0.435 0.430 0.425 0.420 0.415 0.410 0.405 0.400 0.395 405 410 415 420 425 430 435 Absorbansi NaOH / [MR-]

maksimum MR- = 425 nm

Penentuan indeks absorbansi [HMR] dan [MR-]

Penentuan indeks absorbansi [HMR]

Absorbansi [HMR]
0.6000 0.5000 Absorbansi 0.4000 0.3000 0.2000 0.1000 0 1 2 3 Konsentrasi (ppm) 4 5 6 y = 0.0093x - 0.0012 R = 0.9797 =425 nm =530 nm Linear (=425 nm) Linear (=530 nm) y = 0.1105x + 0.0121 R = 0.9985

Penentuan indeks absorbansi [MR-]

Absorbansi [MR-]
0.3 0.25 Absorbansi 0.2 0.15 0.1 0.05 0 0 1 2 3 Konsentrasi (ppm) 4 5 6 y = 0.0042x + 0.0017 R = 0.877 =425 nm =530 nm Linear (=425 nm) Linear (=530 nm) y = 0.0559x - 0.0095 R = 0.9956

y1 = 0.110x + 0.012 y2 = 0.009x - 0.001 y3 = 0.055x - 0.009 y4= 0.004x + 0.001 a1 (= 530 nm) a2 (= 425 nm) b1 (= 530 nm) b2 (= 425 nm) 0,110 0,009 0,004 0,055

Penentuan tetapan pengionan

Dari persamaa berikut dapat ditentukan [HMR] dan [MR-] A1= a1 [HMR] + b1 [MR-] A2 = a2 [HMR] + b2 [MR-]

Larutan A 0,479 = 0,110 [HMR] + 0,004 [MR-] 0,072 = 0,009 [HMR] + 0,055 [MR-] Sehingga [HMR] = 4,33 ppm dan [MR-] = 0,675 ppm Larutan B 0,455 = 0,110 [HMR] + 0,004 [MR-] 0,082 = 0,009 [HMR] + 0,055 [MR-] Sehingga [HMR] = 4,11 ppm dan [MR-] = 0,725 ppm Larutan C 0,303 = 0,110 [HMR] + 0,004 [MR-] 0,093 = 0,009 [HMR] + 0,055 [MR-] Sehingga [HMR] = 2,71 ppm dan [MR-] = - 1,225 ppm Kemudian ditentukan Log [ memnentukan pKa.
[ ] ]

dan di plotkan grafik Log [

] ]

terhadap pH untuk

Larutan A B C

pH 3,96 4,15 4,84

[HMR] 4,33 4,11 2,71

[MR-] 0,675 0,725 1,225

Log [

] ]

-0,807 -0,754 -0,334

Kurva Penentuan pKa


0.000 0 Log [MR-]/[HMR] -0.200 -0.400 Series1 -0.600 -0.800 -1.000 pH Linear (Series1) 1 2 3 4 5 6 y = 0.5566x - 3.0343 R = 0.9892

Dari grafik didapatkan persamaan y = 0.556x - 3.034. Dimana y = log , x = pH , c = - pKa

pKa = 3,034 dan Ka = 9,25 x 10 -4 pKa litaratur = 2,5 dan Ka = 3,16 x 10 -3 % kesalahan = = |3,034-2,5|/2,5 = 21,36 %

VI. KESIMPULAN Telah dapat ditentukan nilai tetapan pengionan metal merah secara spektofotometri yaitu sebesar 9,25 x 10 -4 dan persentase kesalahan praktikum adalah 21,36 %

VII. Daftar Pustaka Brady,James.E.1990.General Chemistry:Principles andStructure5thed,Canada:Wiley.hal 493 S.W.Tobey,J.Chem.Ed.35,514 (1958 I.M.Kolthoff,/Acid-Base Indicators,Mc Millan,new York,1953 Daniels et al,Experimental Physical Chemistry7th Ed. Mc Graw-Hill, New York,1970

VIII. LAMPIRAN Jawaban pertnyaan.. 1. Spektofotometer sinar tampak menggunakan sumber cahaya yang sinarnya masih dapat dilihat oleh mata manusia. Biasanya spektrofotometer sinar tampak menggunakan sumber cahaya lampu tungsten/wolfram.

sumber : www.chem-is-try.org Spektrofotometer UV menggunakan Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium dan lampu gas Xenon.

sumber :
www.hurulsilmi.blogspot.c om

Spektrofotometer IR menggunakan sumber IR dari Lampu Nerst,dibuat dari campuran zirkonium oxida (38%) Itrium oxida (38%) dan erbiumoxida (3%) Lampu globar dibuat dari silisium Carbida (SiC). Lampu Nkrom terdiri dari pita nikel krom dengan panjang gelombang 0,4 20 nm

sumber :bandiyahsriaprillia. web.unair.ac.id

2. Selain dengan menggunakan cara spektrofotometri , penentuan tetapan kesetimbangan juga dapat dilakukan dengan melakukan titrasi potensiometri.

3.

aA + bB

eE + fF

Kp= PEePFf / PAaPBb Kc=[E]e[F]f /[A]a[B]b PV=nRT konsentrasi gas X di campuran [X] = nX/V=PX/ RT maka PX=[X] RT Kp=[E]e (RT)e[F]f (RT)f/[A]a (RT)a [B]b (RT)b Kp=[E]e[F]f /[A]a[B]b (RT)(e+f)-(a+b) Kp=Kc (RT)ng

Literatur pKa metal merah Sumber: CRC Handbook of Chemistry and Physics 85th ed - David R. Lide_2