Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA KI-2241 PERCOBAAN C-2 KESETIMBANGAN KIMIA

Disusun oleh:

Mayang Berliana Septiani 10512013


Kelompok 1

AssistenPraktikum: Nunik Nurhayati (20513031) Muhammad Reza (10510066) : Kamis, 13 Maret 2014

Tanggal percobaan

Tanggal pengumpulan : Kamis, 20 Maret 2014

LABORATORIUM KIMIA FISIKA PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2014

PERCOBAAN C-2 KESETIMBANGAN KIMIA

I.

Tujuan Menentukan tetapan kesetimbangan reaksi, I2 + II3-

II.

Teori Dasar Kelarutan Iodin dalam air sangat rendah, tetapi dalam larutan kalium iodida zat

tersebut larut dengan mudah karena terjadi pembentukan ion kompleks triiodida. Menurut persamaan reaksi, I2 + II3-

Tetapan kesetimbangan reaksi ini diberikan sebagai Kc, Kc =

Dengan menentukan konsentrasi kesetimbangan masing-masing spesies, maka dapat ditentukan harga tetapan kesetimbangannya. Iodin sangatlah kecil kelarutannya dalam air, sehingga sulit untuk menentukan konsentrasinya. Dalam hal ini penentuan konsentrasi iodin tidak dapat ditentukan secara langsung, melainkan melalui koefisien distribusi (KD) iodine yang terpartisi dalam kloroform dan air. Air dan kloroform akan membentuk dua fasa dan iodin akan terdistribusi di kedua fasa tersebut, yaitu fasa air dan fasa organik. Sehingga perbandingan konsentrasi iodin di fasa air dan fasa kloroform pada suhu tertentu akan bernilai tetap, yaitu KD =

III.

Data Pengamatan Erlenmeyer A V1 (mL) V2 (mL) Erlenmeyer B V1 (mL) V2 (mL) Awal Ungu Warna +amilum Akhir

Lapisan

AIR

12,5

12,4

26

25,9

kemerahan dan bening Ungu

Biru

Bening

CHCl3

63,5

61

10,6

10,5

kemerahan dan kental

Biru

Bening

IV.

Pengolahan Data

Persamaan Reaksi

I2 + 2Na2S2O3

2NaI + Na2S4O6

Perhitungan Koefisien Distribusi (KD) Konsentrasi I2 dalam CHCl3 (Erlenmeyer A) VNa2S2O3 MNa2S2O3 MIod = VIod MIod = 0,1295 M

62,25 mL x 0,0104 M = 5mL MIod

Konsentrasi Konsentrasi I2 dalam Air (Erlenmeyer A) VNa2S2O3 MNa2S2O3 MIod = VIod MIod = 2,587 x 10 -3 M

12,45 mL x 0,0104 M = 50 mL MIod

KD KD

= = = 50,06

Perhitungan [I2], [I-], dan [I3-] (Erlenmeyer B) [I2] dalam air ( [I2] dan [I3-] ) VNa2S2O3 MNa2S2O3 MIod [I2] dalam CHCl3 VNa2S2O3 MNa2S2O3 MIod = VIod MIod = 0,0219 M = VIod MIod = 0,0108 M

25,95 mL x 0,0104 M = 25mL MIod

10,55 mL x 0,0104 M = 5mL MIod

Konsentrasi I2 bebas dalam air

50,06 = [I2]air = 4,375 x 10 -4 M Konsentrasi I3[I3-] = [I2] dan [I3-]air - [I2]air [I3-] = 0,0108 M - 4,375 x 10 -4 M [I3-] = 0,0104 M

Konsentrasi I[I-] = [KI] - [I3-] [I-] = 0,1006 M 0,0104 M [I-] = 0,0902 M

Tetapan Kesetimbangan (Kc) Kc = = = 263,54

V.

PEMBAHASAN

VI.

KESIMPULAN Nilai tetapan kesetimbangan untuk reaksi I2 + II3- , Kc adalah 263,54

VII.

Daftar Pustaka

N. Levine. 2009. Physical Chemistry 6ed sec 10.6. New York : McGraw-Hill Brady,James.E.1990.General Chemistry:Principle and Structure5thed. Canada:Wiley Chang, Raymond.2004.Kimia Dasar Konsep-Konsep Init. Edisi ketiga jilid I. Jakarta: Erlangga

VIII. Lampiran

Gambar 1: Erlenmeyer A dan Erlenmeyer B

Gambar2: Larutan A dan B sebelum dititrasi

Gambar: Larutan A dan B sebelum ditambahkan amilum, setelah ditambahkan amilum dan diakhir titrasi