Anda di halaman 1dari 4

RESIN PENUKAR ION

Zia Ulfah 123020117 Asisten : Hilda Rani Dwitama

Tujuan Percobaan : Untuk mengetahui pemurnian atau pemisahan zat dengan metode resin penukar ion. Prinsip Percobaan : Berdasarkan pada penukar ion, dimana ion positif akan terikat oleh ion negatif dan juga sebaliknya dapat dijelaskan dengan persamaan berikut, Mx (aq) + Res-H Hx (aq) + Res-M Hx (aq) + Res-OH Hz (aq) + Res-M Metode Percobaan : Resin
Kation Anion

Air diduga mengandung Fe2+

Air diduga mengandung AgNO3

Eluen

Eluen

(Sumber, Zia Ulfah, Meja 01, Kelompok E, 2012)

Praktikum Kimia Dasar 2012

Hasil Pengamatan : Tabel 3. Resin Resin Kation Resin Anion Warna : kuning bening Warna : bening keruh Reaksi : Fe2+ + KSCN Fe(SCN)2 + K+ Reaksi : AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3 (Sumber, Zia Ulfah, Meja 01, Kelompok E, 2012) Pembahasan : Resin penukar ion adalah suatu bahan padat yang memiliki bagian ion positif atau negatif tertentu yang bisa dilepas dan ditukar dengan bahan kimia lain dari luar, termasuk gugusan yang mengandung ion-ion yang dapat dipertukarkan. Resin penukar ion ada dua macam, yaitu resin penukar kation dan resin penukar anion. Resin penukar kation ialah kation yang terikat pada resin akan digantikan oleh kation pada larutan yang dilewatkan. Dan resin penukar anion ialah anion yang terikat pada resin akan digantikan oleh anion pada larutan yang dilewatkan. Bagian bagian resin yaitu, influen sebagai tempat masuknya larutan, eluen adalah bagian dalam yang terdapat di dalam resin, dan efluen tempat keluarnya larutan yang sudah disaring. Nama sistem dari resin disebut elusi, dan tempat dari resin itu dinamakan Kolom. Mekanisme pertukaran ion, jika suatu larutan yang mengandung anion atau kation dikontakkan dengan media penukar ion, maka akan terjadi pertukaran anion, dan sebaliknya. Mx (aq) + Res-H Hx (aq) + Res-M Hx (aq) + Res-OH Hz (aq) + Res-M Cara meregenerisasi resin yaitu, langkah pertama adalah menghilangkan gelembung udara yang terdapat pada resin dengan cara menjungkirbalikkan kolom resin. Kemudian memasukkan 25 ml NaOH 1 M ke dalam kolom resin dan membuka kran sehingga NaOH keluar semua. Tujuan dari penambahan NaOH ini adalah untuk mengaktifkan kembali kolom resin (membasakan kolom resin). Selanjutnya membilas kolom resin dengan air suling 5 x 25 ml sampai tetesan terakhir tidak bersifat basa lagi. Untuk mengujinya digunakan kertas lakmus merah. Dimana pada pengujian , kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Hal ini menunjukkan bahwa kolom resin bersifat netral. Pembilasan dengan air suling dimaksudkan untuk menghilangkan ion OH-. Untuk menjaga agar kolom resin tidak kekeringan adalah mengisi kolom resin dengan air hingga - 1 cm diatas resin. Setelah itu resin siap digunakan. Uji pendahuluan dengan mengunakan sampel air yang diduga mengandung Fe2+ diuji dengan KSCN indikasinya berwarna merah dan dengan menggunakan air yang diduga mengandung AgNO3 diuji dengan NaCl indikasinya akan menghasilkan endapan. Reaksinya yaitu, Fe2+ + KSCN Fe(SCN)2 + K+ AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3

Praktikum Kimia Dasar 2012

Proses pembentukan resin terdiri dari dua tahap yaitu pembentukan kerangka dan pembentukan gugus aktif. Umumnya untuk pembentukan kerangka biasa dipakai cross linked polystirene yang dibentuk dari tetesan cairan monomer yang disuspensikan dalam air. Dari proses tersebut diperoleh butiran yang keras, transparan, tidak berwarna dan kedap air. Butiran-butiran ini belum memiliki sifat penukar ion. Tahap selanjutnya pembentukan gugus aktif pada butiran-butiran tsb. Untuk resin penukar ion (ion exchange) proses adsorpsi sebenarnya merupakan suatu reaksi kimia dimana suatu ion dibebaskan dari resin sedangkan ion yang lain diadsorpsi seperti pada persamaan reaksi d bawah. Sebagian besar resin kation terbuat dari bahan dasar DVB (Divinilbenzena) dengan gugus aktif sulfonat. Fungsi glass wall dalam resin yaitu untuk menyaring kotoran. Glass wall berasal dari bulu angsa yang memiliki serat yang rendah dan daya serap yang tinggi. Sehingga mempercepat proses penyaringan. Apabila kita menggunakan alat saring yang lain misalnya kapas. Kapas mempunyai serat yang tinggi sehingga akan memperlama proses penetesan. Aplikasi dalam bidang pangan dari percobaan resin ini adalah dalam proses pembuatan air mineral. Kesimpulan : Dalam percobaan ini dapat disimpulkan bahwa percobaan air yang diduga mengandung Fe2+ menghasilkan warna kuning bening dan air yang diduga mengandung AgNO3 menghasilakan warna bening yang keruh. Kedua larutan tersebut sudah bebas dari ion. Praktikan juga dapat mengetahui cara pemisahan dalam perubahan kimia.

Praktikum Kimia Dasar 2012

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Resin Penukar Ion. www.google.com. Acessed : 9 Desember 2012 Anonim. 2012. Resin Penukar Ion. www.wikipedia.com. Acessed : 9 Desember 2012 Sutrisno, E, T., Nurminabari, I, S., 2012. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan : Bandung