Anda di halaman 1dari 27

TEMPLATE MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL

2012 LEMBAGA PENGKAJIAN PANGAN OBAT-OBATAN DAN KOSMETIKA MAJELIS ULAMA INDONESIA (LPPOM MUI)

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL [PERUSAHAAN ]

Disiapkan oleh,

Disahkan oleh,

(Ketua Tim Manajemen Halal)

(Perwakilan Manajemen)

DAFTAR ISI
Daftar Isi ..................................................................................................................................................................................... 1 Halaman Pengesahan ........................................................................................................................................................... 2 1. Pendahuluan ...................................................................................................................................................................... 3 1.1 Informasi Umum Perusahaan .......................................................................................................................... 3 1.2 Tujuan Utama Penerapan SJH ......................................................................................................................... 4 1.3 Ruang Lingkup Penerapan SJH ....................................................................................................................... 4 2. Komponen Manual Sistem Jaminan Halal ............................................................................................................ 4 2.1 Kebijakan Halal ...................................................................................................................................................... 4 2.2 Tim Manajemen Halal ......................................................................................................................................... 5 2.3 Pelatihan dan Edukasi ........................................................................................................................................ 6 2.4 Bahan ......................................................................................................................................................................... 6 2.5 Produk ....................................................................................................................................................................... 6 2.6 Fasilitas Produksi .................................................................................................................................................. 6 2.7 Prosedur Tertulis untuk Aktivitas Kritis .................................................................................................... 7 2.8 Kemampuan Telusur (Traceability) .............................................................................................................. 7 2.9 Penanganan Produk Yang Tidak Memenuhi Kriteria ............................................................................ 7 2.10 Audit Internal Halal .............................................................................................................................................. 8 2.11 Kaji Ulang Manajemen ........................................................................................................................................ 8 Lampiran .................................................................................................................................................................................... 9

Halaman Pengesahan Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Jabatan Nama Perusahaan Alamat Kantor : : : :

Menyatakan dan mengesahkan dengan sebenarnya bahwa Manual Sistem Jaminan Halal ini disusun sesuai dengan kondisi perusahaan dan dijadikan pedoman dalam proses produksi halal di perusahaan. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Yang menyatakan,

Materai Rp. 6000 ()

1. Pendahuluan
1.1 Informasi Umum Perusahaan Nama Perusahaan Alamat Perusahaan Telp/Fax E-mail Nama Pabrik Alamat Tempat Produksi Telp/Fax E-mail Kelompok Produk Jenis Produk Nama Produk : : : : : : : : : : : : : : Jumlah Produksi (rata-rata/minggu): Tempat Maklon (titip produksi) Jumlah Karyawan Daerah Pemasaran : : :

1.2 Tujuan Utama Penerapan SJH Tujuan utama penerapan SJH adalah menjamin kehalalan produk agar dapat menyempurnakan kewajiban bagi kaum muslimin untuk mengkonsumsi produk halal. Mengkonsumsi produk halal adalah kewajiban bagi muslim, maka segala hal yang dapat menyempurnakan suatu kewajiban hukum melaksanakannya menjadi wajib. Hal ini didasarkan dari kaidah ushul fiqh Maa Laa Yatimmul Wajib Illa bihi Fahuwa Wajib . Dengan terpeliharanya suatu kewajiban syariy maka hikmahnya muslim akan terpelihara kesucian agama, akal, jiwa, keturunan, dan hartanya.

1.3 Ruang Lingkup Penerapan SJH Ruang Lingkup Penerapan SJH perusahaan [.] sebagai berikut :

2. Komponen Manual Sistem Jaminan Halal


2.1 Kebijakan Halal

PERNYATAAN KEBIJAKAN HALAL PERUSAHAAN [.......................................................] Dengan ini kami menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk senantiasa memproduksi produk halal secara konsisten mencakup konsistensi dalam penggunaan dan pengadaan bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong serta konsistensi dalam proses produksi halal sesuai dengan persyaratan sertifikasi halal LPPOM MUI .............., ....................20... Pimpinan Perusahaan,

( ........................................................)

Bentuk Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Halal yang akan kami lakukan kepada seluruh pemangku kepentingan (stake holders) perusahaan diantaranya sebagai berikut : a) b) c) d) e)

2.2 Tim Manajemen Halal 2.2.1 Persyaratan dari Tim Manajemen Halal adalah sebagai berikut : a) b) Karyawan tetap perusahaan bersangkutan/pemilik perusahaan. Diangkat melalui surat penunjukan dari manajemen puncak (pemilik pabrik) atau bentuk ketetapan lain sesuai dengan kelaziman di perusahaan dan diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan proses produksi halal (termasuk tindakan penghentian produksi jika terjadi penyimpangan). Contoh Surat penunjukan Tim Manajemen Halal perusahaan dapat dilihat pada Lampiran 1. Memahami titik kritis keharaman produk, ditinjau dari bahan maupun proses produksi secara keseluruhan.

c)

2.2.2

Tugas, Tanggungjawab, dan Wewenang Tim Manajemen Halal secara umum adalah sebagai berikut : a) b) Menyusun, mengelola, dan mengevaluasi Sistem Jaminan Halal. Melakukan tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan SJH termasuk tindakan perbaikan terhadap kesalahan sampai pada penghentian produksi atau penolakan bahan yang diterima, sesuai dengan aturan yang ditetapkan LPPOM MUI. Menyusun dan melaksanakan prosedur tertulis dalam aktivitas kritis untuk memproduksi produk halal secara konsisten. Membuat laporan Pelaksanaan Sistem Jaminan Halal kepada Manajemen Puncak dan LPPOM MUI setiap 6 bulan sekali. Melakukan Komunikasi ke LPPOM MUI .

c) d) e) 2.2.3

Anggota Tim Manajemen Halal Untuk menjalankan Sistem Jaminan Halal di perusahaan, dengan ini kami menunjuk anggota dibawah ini sebagai Tim Manajemen Halal perusahaan : 1) 2) 3) 4) 5)

2.3 Pelatihan dan Pendidikan Tujuan dari pelatihan dan pendidikan adalah : 1. Meningkatkan pemahaman staf dan karyawan terhadap hukum-hukum Islam tentang pentingnya kehalalan suatu produk 2. Menjadikan karyawan peduli terhadap proses produksi halal dan mampu menerapkannya di tingkat operasional. Adapun bentuk pelatihan dan pendidikan yang akan kami laksanakan di Perusahaan diantaranya sebagai berikut : a) Mengikuti Pelatihan dan bimbingan atau penyuluhan halal dari LPPOM MUI setidaknya dua tahun sekali atau lebih sering jika diperlukan. b) Melakukan pelatihan internal SJH ke semua staf dan karyawan setidaknya satu tahun sekali atau lebih sering jika diperlukan. Contoh perencanaan pelatihan dapat dilihat pada Lampiran 2. c) Berlangganan majalah Jurnal Halal. d) Pemasangan slogan, stiker atau tulisan tentang peduli halal di lingkungan perusahaan 2.4 Bahan Perusahaan harus membuat Daftar Bahan (mencantumkan semua bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong) yang digunakan untuk menghasilkan produk yang disertifikasi. Ketentuan Daftar Bahan sebagai berikut : 1. Daftar Bahan dibuat sesuai dengan format (dapat dilihat pada Lampiran 3). 2. Daftar bahan harus dibuat rangkap dua dan bermaterai, ditandatangani oleh Ketua Tim Manajemen Halal, pimpinan perusahaan dan dikirimkan ke LPPOM MUI untuk ditandatangani oleh LPPOM MUI. 3. Daftar bahan yang sudah disetujui LPPOM MUI didistribusikan ke bagian yang terkait proses produksi halal, seperti bagian seleksi bahan, pembelian, pemeriksaan dan penyimpanan bahan, dan produksi. 4. Perbaikan daftar bahan harus dilakukan bila terjadi perubahan daftar bahan karena adanya perubahan bahan, produsen bahan atau dokumen pendukung bahan. Revisi daftar bahan tidak perlu dimintakan tanda tangan ke LPPOM MUI setiap ada perubahan, tetapi cukup dimintakan tanda tangan setiap enam bulan sekali. Dalam daftar bahan yang diperbaiki, bahan baru diberi tanda dan dilampirkan dokumen persetujuannya. 2.5 Produk Perusahaan harus membuat Daftar Produk dan Matriks Bahan vs Produk untuk semua produk yang disertifikasi halal. Format dapat dilihat pada Lampiran 4. Perusahaan harus membuat diagram alir proses produksi untuk produk yang disertifikasi halal. Diagram alir proses produksi dapat dilihat pada Lampiran 5. 2.6 Fasilitas Produksi Semua fasilitas produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk, baik milik perusahaan sendiri maupun yang disewa dari pihak lain harus didaftarkan dan menjadi ruang lingkup implementasi Sistem Jaminan Halal. Fasilitas ini mencakup semua fasilitas yang digunakan dalam proses produksi sejak dari penyiapan bahan, proses utama hingga ke penyimpanan

produk. Perusahaan harus meminta persetujuan dari LPPOM MUI setiap penambahan fasilitas produksi baru untuk produk yang sudah disertifikasi. Contoh surat permintaan persetujuan penambahan fasilitas baru dapat dilihat pada Lampiran 7.

2.7 Prosedur Tertulis untuk Aktivitas Kritis Dalam rangka menjaga kehalalan produk secara konsisten, kami menerapkan aturan/prosedur sebagai berikut adalah : 1. Dalam pembuatan produk baru, Tim Manajemen Halal akan memilih bahan yang telah ada pada daftar bahan yang telah disetujui oleh LPPOM MUI. 2. Jika harus menggunakan bahan diluar daftar bahan tersebut (bahan baru/bahan lama dengan produsen baru), maka Tim Manajemen Halal akan meminta persetujuan tertulis dari LPPOM sebelum menggunakan bahan tersebut. Contoh surat pengantar permohonan ijin bahan baku dapat dilihat pada Lampiran 6. 3. Melaksanakan pembelian bahan yang sesuai dengan daftar bahan yang telah disetujui oleh LPPOM MUI. 4. Pembelian bahan baru/bahan lama dengan produsen baru dilaksanakan setelah ada bukti tertulis persetujuan dari LPPOM MUI. 5. Mencatat semua transaksi pembelian dan menyimpan bukti-bukti pembelian lengkap dengan merk serta kodenya. 6. Setiap bahan datang sebelum digunakan produksi diperiksa kesesuaian antara informasi pada label kemasan bahan dengan informasi yang tercantum dalam dokumen pendukung bahan. Informasi yang diperiksa mencakup nama bahan, nama produsen, negara produsen dan adanya logo halal bila dipersyaratkan. 7. Menjalankan kegiatan produksi sesuai dengan daftar bahan yang telah disetujui oleh LPPOM MUI. 8. Melakukan proses produksi yang bersih dan bebas dari bahan haram dan najis. 9. Meminta persetujuan tertulis dari LPPOM setiap penambahan fasilitas produksi. 10. Melakukan penyimpanan bahan dan produk yang dapat menjamin bebas dari kontaminasi segala sesuatu yang haram dan najis. 11. Memastikan produk halal perusahaan terdistribusi dengan baik yaitu tidak terkontaminasi silang dengan produk lain yang diragukan kehalalannya. 12. Mendaftarkan produk baru dengan merk yang sama untuk disertifikasi halal sebelum dijual di pasaran. 2.8 Kemampuan Telusur (Traceability) Dalam rangka pelaksanaan proses produksi halal dan mengoptimalkan pelaksanaan SJH di perusahaan, maka kami membuat sistem administrasi pembukuan dan dokumentasi yang rapi, sehingga akan mempermudah penelusuran kembali jika terjadi permasalahan dalam pelaksanaan produksi halal. Administrasi pembukuan yang terutama adalah pencatatan pembelian bahan baku, bahan tambahan dan penolong pada buku catatan pembelian bahan. Contoh Form Administrasi dapat dilihat pada Lampiran 8. 2.9 Penanganan Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria Dalam rangka menangani produk yang tidak memenuhi kriteria, kami menerapkan aturan/prosedur sebagai berikut adalah : 1. Produk yang berasal dari bahan dan fasilitas produksi yang tidak memenuhi kriteria harus dipisahkan dan tidak dijual ke konsumen yang membutuhkan produk halal.

2.

Bila produk yang tidak memenuhi kriteria sudah terlanjur dijual, maka produk tersebut harus ditarik dari pasaran.

2.10 Audit Internal Halal Dalam rangka pemantauan dan evaluasi pelaksanaan SJH di perusahaan, maka kami akan melakukan audit internal halal. Audit Internal Halal bertujuan untuk menilai secara mandiri pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di Perusahaan sehingga diharapkan kami dapat mengetahui kekurangan pelaksanaan SJH. Ketentuan Audit Internal Halal : 1. Audit internal dilakukan secara terjadwal setidaknya enam bulan sekali atau lebih sering jika diperlukan. 2. Audit internal dilakukan oleh auditor internal halal yang kompeten dan independent terhadap pihak yang diaudit. 3. Pelaksanaan audit internal dengan menggunakan daftar pertanyaan/check list audit (sesuai Lampiran 9). 4. Hasil audit internal disampaikan ke pihak yang bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan yang diaudit. 5. Jika dalam audit internal ditemukan kelemahan/ketidaksesuaian pelaksanaan SJH di perusahaan dengan persyaratan sertifikasi halal (kebijakan, prosedur dan kriteria), maka akan segera dilakukan tindakan koreksi. 6. Kami akan melaporkan hasil audit internal halal dalam bentuk laporan berkala kepada LPPOM MUI setiap enam bulan sekali (sesuai Lampiran 10).

2.11 Kaji Ulang Manajemen Dalam rangka pemantauan dan evaluasi pelaksanaan SJH di perusahaan, maka kami juga akan melakukan kaji ulang manajemen terkait dengan pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di perusahaan. Kaji ulang manajemen atas SJH secara menyeluruh akan dilakukan minimal 1 tahun sekali atau lebih sering jika diperlukan. Kaji ulang manajemen dilakukan dengan melibatkan seluruh bagian yang terlibat dalam SJH termasuk manajemen puncak atau pemilik perusahaan. Format notulen hasil rapat kaji ulang manajemen dapat dilihat pada Lampiran 11.

LAMPIRAN MANUAL SJH Lampiran 1. Contoh Surat penunjukan Tim Manajemen Halal [Kop Surat perusahaan] Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Jabatan : :

Dengan ini menetapkan nama-nama di bawah ini sebagai Tim Manajemen Halal, dengan susunan sebagai berikut : Ketua Anggota : : 1. 2. 3. 4. 5. Tim Manajemen Halal bertugas untuk merancang, menerapkan dan mengevaluasi sistem jaminan halal di perusahaan. Demikian surat penetapan ini dibuat untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Pimpinan perusahaan,

(............................................)

Lampiran 2. Contoh Perencanaan Pelatihan Waktu Januari 2012 Peserta Pelatihan Ketua Tim Manajemen Halal Tema Pelatihan Pelatihan Eksternal SJH dari LPPOM MUI

Februari 2012

Tim Manajemen Halal

Pelatihan Internal tentang Implementasi SJH di Perusahaan

April 2012

Staf dan Operator

Prinsip Halal dan Haram dalam Islam serta Tindakan pencegahannya di pabrik

Oktober 2012

Staf dan Operator

Implementasi SJH di level Operator (Penerapan prosedur tertulis bagian seleksi bahan, pembelian, penerimaan bahan datang, penyimpanan dan produksi, dll)

10 10

Lampiran 3. Format Daftar Bahan yang digunakan untuk seluruh produk yang disertifikasi halal Nama Perusahaan Jenis Produk : : Dokumen Sertifikat Halal Pemasok Lembaga Penerbit SH No. SH Masa Berlaku SH Dokumen Lain (Spesifikasi/ Keterangan Diagram Alir)

No

Nama/Merk/ Nama dan Lokasi Kode Bahan Produsen

BAHAN BAKU DAN BAHAN TAMBAHAN

BAHAN PENOLONG

Dibuat oleh, Ketua Tim Manajemen Halal

Disahkan, Pimpinan Perusahaan

Disetujui, Direktur LPPOM MUI

11 11

Penjelasan pengisian Daftar Bahan untuk Seluruh Produk yang Disertifikasi Halal: 1. Nama/Merk/Kode Bahan : cantumkan seluruh bahan, meliputi bahan baku dan bahan tambahan serta bahan penolong (termasuk bahan-bahan alternatif) dalam bentuk nama, merk atau kode bahan (misalnya tepung terigu cap xxx; flavor lychee xxxx, dll). Pengertian bahan baku dan bahan tambahan serta bahan penolong adalah sebagai berikut : a) Bahan baku dan bahan tambahan adalah seluruh bahan yang digunakan dalam proses pembuatan produk. b) Bahan penolong adalah bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi, tetapi bahan tersebut tidak menjadi bagian dari komposisi produk (ingredient). 2. Nama dan Lokasi Produsen : cantumkan nama pabrik, termasuk kode pabrik (jika ada) dan lokasi tempat memproduksi bahan (misalnya PT ABCDE Indonesia, Shugoi Co. Ltd., Tokyo Jepang, dll).

3. Pemasok : cantumkan seluruh supplier yang memasok bahan. 4. Lembaga Penerbit Sertifikat Halal : cantumkan MUI atau lembaga sertifikasi halal lain yang diakui MUI. 5. Nomor SH : cantumkan nomor sertifikat halal. 6. Masa berlaku SH : cantumkan waktu berlakunya Sertifikat halal.
7.

Dokumen Lain (Spesifikasi/Diagram Alir) : isikan jenis dokumen yang dilampirkan.

8. Keterangan : cantumkan nomor surat persetujuan penggunaan bahan dari LPPOM MUI untuk produk pengembangan/perpanjangan (bila ada) atau untuk menjelaskan bahan yang tidak memerlukan SH. (misalnya bahan kimia dari petroleum atau dari tambang, atau bahan murni dari tanaman, dll)

12 12

Lampiran 4. Format Matriks Bahan vs Produk MATRIKS REKAPITULASI PRODUK DAN SELURUH BAHAN UNTUK SETIAP JENIS PRODUK

Nama Perusahaan : Jenis Produk No. : Nama Bahan 1 2 3 Nama Produk 4 5 6 7 8

Keterangan : 1. Angka 1, 2, 3 dan seterusnya merupakan nama produk yang disertifikasi dan dapat dituliskan pada lembaran terpisah. 2. Beri tanda () pada kolom yang disediakan jika bahan digunakan pada produk yang bersangkutan. 3. Bila nama produk yang disertifikasi lebih dari 10 nama produk atau yang mempunyai kode-kode khusus harus menyerahkan matriks bahan dalam bentuk soft copy. 4. Borang D dapat dibuat dalam bentuk non matriks pada halaman terpisah, dengan tetap dilengkapi pengesahan untuk setiap produk.

........................., ...................................... Dibuat oleh, Ketua Tim Manajemen Halal

Disahkan, Pimpinan Perusahaan

13 13

Lampiran 5. Diagram Alir Proses Produksi Uraian Kegiatan Proses Produksi Halal di Perusahaan *) [................................................] No. Nama Kegiatan Uraian Proses Kegiatan

*)

Keterangan :

Untuk perusahaan dengan kategori produk beresiko sangat tinggi ( very high risk), maka perusahaan membuat neraca massa yang menguraikan kesetimbangan masa antara potensi ketersediaan sumber bahan baku halal dengan produk halal yang dihasilkan.

14 14

Lampiran 6. Contoh surat pengantar permohonan ijin bahan baku [Kop surat perusahaan] Kepada : Yth. Kepala Bidang Pengkajian LPPOM MUI di Tempat Bersama ini disampaikan permohonan persetujuan LPPOM MUI sehubungan dengan rencana penggunanaan bahan baru, yaitu : Nama bahan Nama produsen Asal Negara produsen : Sebagai bahan pertimbangan, kami lampirkan dokumen pendukung dari bahan yang dimaksud (sertifikat halal, spesifikasi bahan, diagram alir)*. Demikian permohonan ini disampaikan. Atas perhatian dan bantuannya, disampaikan terima kasih. : :

Pimpinan perusahaan,

(............................................)

*) Coret yang tidak sesuai

15 15

Lampiran 7. Contoh surat permintaan persetujuan penambahan fasilitas baru [Kop surat perusahaan] Kepada : Yth. Kepala Bidang Sistem Jaminan Halal LPPOM MUI di Tempat Bersama ini disampaikan permohonan persetujuan LPPOM MUI sehubungan dengan rencana penambahan fasilitas baru untuk produk yang sudah disertifikasi, yaitu : Nama pabrik/fasilitas produksi Alamat Status pabrik/fasilitas produksi : : : milik sendiri, milik orang lain*

Demikian permohonan ini disampaikan. Atas perhatian dan bantuannya, disampaikan terima kasih.

Pimpinan perusahaan,

(............................................)

*) Coret yang tidak sesuai

16 16

Lampiran 8. Contoh Form Administrasi a. No Buku catatan pembelian bahan Nama Bahan Merk Bahan Produsen/Pabrik Tgl Pembelian

17 17

b. Form Pemeriksaan Bahan datang Nama /Merk bahan Produsen & Negara Tanggal Produksi di kemasan SH / Logo Halal Ada pada Daftar bahan yang disetujui LPPOM MUI Paraf KAHI

No.

18 18

Lampiran 9. Daftar Pertanyaan untuk Audit Internal Halal Hasil Audit KETERANGAN

No. 1. 2. 3. 4.

PERTANYAAN

YA

TIDAK

Apakah kebijakan halal telah ditetapkan ? Apakah kebijakan halal telah disosialisasikan ? Apakah ada bukti sosialisasi kebijakan halal ? Apakah ada kegiatan pelatihan yang terjadwal/setidaknya dua tahun sekali ? 5. Apakah ada bukti pelaksanaan pelatihan ? 6. Apakah setiap bahan baru/supplier baru/bahan lama dengan produsen baru sebelum digunakan selalu dimintakan persetujuan dari LPPOM MUI ? 7. Apakah pembelian bahan baru dilaksanakan setelah ada bukti tertulis persetujuan dari LPPOM MUI ? 8. Apakah setiap bahan datang diperiksa kesesuaian antara informasi dalam label bahan dengan informasi yang tercantum dalam dokumen pendukung bahan ? 9. Apakah ada persetujuan tertulis dari LPPOM setiap penambahan fasilitas produksi ? 10. Apakah setiap produk baru yang mempunyai merk yang sama dengan produk yang sudah disertifikasi sudah didaftarkan untuk sertifikasi ? 11. Apakah ada formula/resep tertulis ? 12. Apakah formula/resep yang digunakan dalam kegiatan produksi mengikuti formula/resep tertulis ? 13. Apakah produk yang dihasilkan disimpan di gudang yang bersih dan terhindar dari najis ? 14. Dalam hal terlanjur dibuat produk dari bahan yang belum mendapatkan persetujuan tertulis dari LPPOM MUI, apakah produk tersebut dijual ? 15. Apakah hasil audit internal telah disampaikan ke LPPOM MUI ? Catatan khusus Auditor :

19 19

Lampiran 10. Format Laporan Berkala ke LPPOM MUI a. Laporan Berkala untuk Produk Tidak Beresiko
Form Laporan Berkala

Nama Perusahaan Jenis Produk No.SH & Masa berlaku Status SJH & Masa berlaku Sertifikat SJH

: : : : : Ya Tidak

Ringkasan Perubahan dalam 6 bulan terakhir : 1. Perubahan Manajemen Halal yang berpengaruh terhadap kebijakan halal Penjelasan : Perubahan komponen Manual SJH (Prosedur tertulis , dokumen, personal tim manajemen halal, dll) Penjelasan : Perubahan Lokasi Pabrik atau penambahan fasilitas produksi Penjelasan : Perubahan bahan (produsen/pemasok, tipe bahan, dll) Penjelasan : Perubahan formula dan Pengembangan Produk Baru Penjelasan :

2.

3.

4.

5.

Lampiran : 1. 2. Manual SJH terakhir (jika ada revisi) Daftar Bahan yang digunakan untuk seluruh produk yang disertifikasi terakhir dan Dokumen pendukung

20 20

b.

Laporan Berkala untuk Produk Beresiko & Beresiko Rendah Form Laporan Berkala Nama Perusahaan Jenis Produk No.SH & Masa berlaku Status SJH & Masa berlaku Sertifikat SJH 1. 1a. 1b. 1c. 1d. 1e. 2. 2a. Waktu Audit Internal Auditor Auditee Temuan Tindakan Koreksi Ringkasan Perubahan dalam 6 bulan terakhir : Perubahan Manajemen Halal yang berpengaruh terhadap kebijakan halal Penjelasan : Perubahan komponen Manual SJH (SOP, dokumen, personal, dll) Penjelasan : Perubahan Lokasi Pabrik atau penambahan fasilitas Penjelasan : Perubahan bahan (produsen/pemasok, tipe bahan, dll) Penjelasan : Perubahan formula dan Pengembangan Produk Baru Penjelasan : Lampiran : Berita Acara Tindakan Koreksi atas Temuan dalam Audit Internal Daftar Bahan yang digunakan untuk seluruh produk yang disertifikasi terakhir dan Dokumen pendukung Manual SJH terakhir (jika ada revisi) Ya Tidak : : : : :

Ringkasan Hasil Audit Internal :

2b.

2c.

2d.

2e.

3. 3a. 3b. 3c.

21 21

c.

Laporan Berkala untuk Produk Beresiko Sangat Tinggi Form Laporan Berkala Nama Perusahaan Jenis Produk No.SH & Masa berlaku Status SJH & Masa berlaku Sertifikat SJH 1. 1a. 1b. 1c. 1d. 1e. 2. 2a. Waktu Audit Internal Auditor Auditee Temuan Tindakan Koreksi Ringkasan Perubahan dalam 6 bulan terakhir : Perubahan Manajemen Halal yang berpengaruh terhadap kebijakan halal Penjelasan : Perubahan komponen Manual SJH (SOP, dokumen, personal, dll) Penjelasan : Perubahan Lokasi Pabrik atau penambahan fasilitas Penjelasan : Perubahan bahan (produsen/pemasok, tipe bahan, dll) Penjelasan : Perubahan formula dan Pengembangan Produk Baru Penjelasan : Lampiran : Berita Acara Tindakan Koreksi atas Temuan dalam Audit Internal Daftar Bahan yang digunakan untuk seluruh produk yang disertifikasi terakhir beserta Jumlah suplier dan kapasitas suplai Manual SJH terakhir (jika ada revisi) Data Produksi 1 tahun terakhir beserta kapasitas produksinya (Mass Balance) Bukti-bukti pencatatan perkedatangan bahan baku (Incoming Material) Ya Tidak : : : : :

Ringkasan Hasil Audit Internal :

2b.

2c.

2d.

2e.

3. 3a. 3b. 3c. 3d. 3e.

22 22

Lampiran 11. Format Notulen Kaji Ulang Manajemen No. Kehadiran Hasil pembahasan

23 23

PETUNJUK PENGISIAN MANUAL SJH 1. Cover Manual SJH : a) Isi Nama Perusahaan sesuai dengan nama perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal dan akan tercantum dalam Sertifikat Halal. b) Isi tanda tangan dan nama jelas untuk Ketua Tim Manajemen Halal yang menyiapkan Manual SJH dan Perwakilan Manajemen yang mengesahkan Manual SJH 2. Halaman Pengesahan pada halaman 2: Isi Nama dan Jabatan pemilik perusahaan, Nama perusahaan dan alamat kantor serta tanda tangan dan nama jelas sesuai dengan kondisi perusahaan 3. Informasi Umum Perusahaan pada halaman 3 : a) Isi Nama Perusahaan sesuai dengan perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal dan akan tercantum dalam Sertifikat Halal. b) Isi Alamat Perusahaan sesuai dengan Alamat kantor pusat dari perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal dan akan tercantum dalam Sertifikat Halal. c) Isi Telp / Fax sesuai dengan No. Telp / Fax perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal. d) Isi Email sesuai dengan alamat email perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal atau personil yang ditunjuk untuk komunikasi dengan LPPOM MUI selama proses sertifikasi halal. e) Isi Nama Pabrik sesuai dengan nama pabrik yang memproduksi produk yang disertifikasi halal. f) Isi Alamat tempat produksi sesuai dengan alamat semua pabrik yang digunakan untuk memproduksi produk yang disertifikasi halal. g) Isi Kelompok Produk sesuai dengan kelompok produk untuk produk yang disertifikasi halal. Misalnya, Kelompok Produk : Daging dan Produk Daging Olahan. h) Isi Jenis Produk sesuai dengan jenis produk untuk produk yang disertifikasi halal. Misalnya, Jenis Produk : Sosis. i) Isi Nama Produk sesuai dengan Nama produk untuk produk yang disertifikasi halal. Misalnya, Nama produk : Sosis XYZ. j) Isi Jumlah Produksi sesuai dengan Rata-rata jumlah produksi selama 1 minggu. k) Isi Tempat Maklon (titip produksi) sesuai dengan Nama dan alamat pabrik milik orang lain yang digunakan untuk memproduksi produk yang disertifikasi halal. l) Isi Jumlah Karyawan sesuai dengan Jumlah Sumber Daya Manusia yang dimiliki perusahaan m) Isi Daerah Pemasaran : Daerah pemasaran untuk produk yang disertifikasi halal. 4. Ruang Lingkup Penerapan SJH pada halaman 4 : a) Isi Nama Perusahaan sesuai dengan perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal dan akan tercantum dalam Sertifikat Halal. b) Isi Ruang lingkup penerapan SJH sesuai dengan jangkauan penerapan Sistem Jaminan Halal perusahaan di lingkungan perusahaan. Misalnya : Ruang lingkup penerapan SJH meliputi bagian seleksi bahan, pengembangan produk baru, pembelian, penerimaan bahan, produksi, penyimpanan bahan dan produk, transportasi dan distribusi, serta pemajangan dan penghidangan (untuk restoran) termasuk tempat maklon dan gudang sewa jika ada. c) Isi Ruang lingkup penerapan SJH dengan menjelaskan lingkup penerapan SJH apakah semua produk disertifikasi halal atau hanya sebagian saja. 5. Kebijakan Halal pada halaman 4 : a) Isi Nama Perusahaan sesuai dengan perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal dan akan tercantum dalam Sertifikat Halal. b) Isi (tempat, tanggal, bulan, dan tahun) sesuai dengan waktu penetapan Kebijakan Halal. c) Isi tanda tangan dan nama jelas untuk pemimpin perusahaan yang mengesahkan Manual SJH.

24 24

d) Isi Bentuk kegiatan sosialisasi kebijakan halal sesuai dengan kebutuhan di perusahaan. Misalnya: Spanduk, slogan, poster, stiker, tulisan tentang peduli halal, ceramah, briefing karyawan, dan cara lainnya. 6. Anggota Tim Manajemen Halal pada halaman 5 : Isi Anggota Tim Manajemen Halal sesuai dengan nama lengkap anggota Tim Manajemen Halal yang tercantum dalam surat penunjukan dari pimpinan perusahaan. 7. Lampiran pada halaman 9 : Isi Lampiran disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

25