Anda di halaman 1dari 11

KELARUTAN SEBAGAI FUNGSI TEMPERATUR

I. TUJUAN
a. b. c. Memahami pengertian larutan jenuh Menentukan harga kelarutan dan penentuan pengaruh temperatur terhadap kelarutan suatu zat. Menghitung panas pelarutan suatu zat.

II. TEORI
Kelarutan adalah jumlah zat yang dapat larut dalam sejumlah pelarut sampai terbentuk larutan jenuh. Walaupun suatu zat dapat larut dalam pelarut cair, jumlah yang dapat larut terbatas dan batas itu disebut kelarutan. Cara menentukan kelarutan suatu zat adalah dengan mengambil sejumlah tertentu pelarut murni, misalnya 1 liter. Kemudian menimbang zat yang akan dilarutkan, jumlah zat harus diperkirakan agar membentuk larutan lewat jenuh yang ditandai dengan masih terdapatnya zat padat yang tidak larut. Setelah dicampur, dikocok dan didiamkan sampai terbentuk kesetimbangan zat yang tidak larut padat! dengan yang larut. Kemudian padatan yang tidak larut disaring, dikeringkan dan ditimbang. "arutan yang telah disaring tersebut disebut larutan jenuh dan dinyatakan dalam dahulu. #ada larutan jenuh terjadi keseimbangan antara zat terlarut dalam larutan dan zat yang tidak terlarut. $alam keseimbangan ini, kecepatan mengendap yang berarti keseimbangan konsentrasi zat dalam larutan akan selalu tetap. #roses keseimbangan ini akan selalu bergeser apabila dilakukan perubahan dalam sistem tersebut. mol per liter dengan mencari molnya terlebih

"arutan lewat jenuh merupakan kesetimbangan dinamis yang akan bergeser apabila suhu dinaikkan. "arutan jenuh adalah kesetimbangan antara zat padat dengan solute yang terdapat dalam larutannya. %iap zat memiliki harga kelarutan yng berbeda&beda. Sebagai contoh ' etanol dengan air, propanon dengan air, atau minyak dapat membentuk larutan dengan baik pada semua perbandingan massanya karena memiliki si(at saling melarutrkan atau bahkan tidak larut. Kelarutan umumnya diungkapakan dalam bentuk jumlah gram solute dalam jumlah 1)) gram pelarut pada suhu tertentu. *mumna harga kelarutan zat padat bertambah dengan kenaikan temperatur, sehingga penting diketahui untuk pada temperatur berapa harga kelarutan itu ditentukan. Kebanyakan zat padat menjadi lebih banyak larut apabila temperatur dinaikkan. Contohnya ' natrium sul(at dan serium sul(at yang kelarutannya bertambah dengan kenaikan temperatur. +at padat dimurnikan dengan meman(aatkan beda kelarutan pada temperatur berlainan. *ntuk kebanyakan zat apabila dilarutkan dan terbentuk larutan jenuh panas, didinginkan terlebih dahulu kelebihan zat padat akan mengkristal. #roses ini dapat dipermudah dengan memberi larutan itu dengan larutan murni. #roses keseluruhan melarutkan zat terlarut dengan beberapa zat murni dengan mengkristalkan kembali yang disebut Rekristalisasi. Metode ini merupakan cara e(ekti( untuk membuang pengotor dalam jumlah kecil dari dalam zat padat karena pengotor cenderung tertinggal dalam larutan. Kecuali jika zat padat polaritas, bentuk ukuran kristal pengotornya mirip dengan kristal itu. #roses pelarutannya umumnya bersi(at endotemik artinya kalor diserap ketika melarutkan zat dalam air. ,amun ada juga proses pelarutannya yang bersi(at eksotermik. Ce S-.!/ Ce S-.!/
s!

0 12-

Ce S-.!/ Ce S-.!/

a3! s!

a3!

0 12-

l!

Kalor dilepaskan ketika Ce S-.!/ dilarutkan dalam air. Kristalisasinya bersi(at endoterm. $alam keseimbangan ini, kecepatan melarutkan sama dengan kecepatan mengendap. 4erarti konsentrasi zat dalam larutan akan selalu tetap.

#roses ini akan selalu bergeser apabila dilakukan sebuah perubahan dalam sistem tersebut. 5ika keseimbangan diganggu, misalnya dengan menaikkan temperatur maka konsentrasi larutan akan berubah. Menurut 6an7t 1o(( pengaruh temperatur dalam larutan akan berubah terhadap kelarutan dan dinyatakan dalam bentuk ' d ln S dt ln S1 S2 Keterangan ' S1, S2 8 Kelarutan zat padat pada temperature %1 dan %2 91 : 8 #anas pelarutan 8 Konstanta zat umum Kelarutan zat < suatu gas dalam cairan biasanya menurun dengan naiknya temperatur. Karbondioksida berbuih hebat ketika keluar dari botol minuman berkarbonasi. #anas pelarutan yang dihitung adalah panas yang diserap jika 1 mol padatan dilarutkan dalam larutan jenuh. 1al ini berbeda dengan panas pelarutan untuk larutan encer yang biasanya terdapat dalam tabel. 8 8 91 :%2 91 %2 ; %1! : %2 ; %1!

III. PROSEDUR PERCOBAAN


3.1 Alat a! Ba"a! =lat ' & & & & & & & & & & & %ermostat %ermometer 4uret >rlenmeyer ?elas *kur #ipet #engaduk %abung :eaksi "arutan ,a-1 @ndikator pp >s batu dan garam

4ahan ' & "arutan 12C2-.

3.# Ske$a Ker%a Masukkan 12C2-. sebanyak 1A) m" ke dalam tabung reaksi Siapkan thermostat berisi air dan garam %ambahkan es sampai suhu )oC Masukkan tabung reaksi dalam temostat, atur agar seluruh bagian larutan jenuh tercelup kemudian aduk =mbil 1) m" 12C2-. dengan pipet, titrasi dengan ,a-1

%hermostat diatur pada temperature A, 1), 1A, 2), 2A, dan /)oC

3.3 Ske$a Alat 1 2

/ . A B Keterangan ' 1. %ermometer 2. #engaduk /. %abung reaksi .. "arutan asam oksalat A. %ermostat B. 4atu es dan garam

I&. PER'ITUNGAN DAN PEMBA'ASAN


(.1 Data a! Per"it)!*a! C #embuatan ,a-1 ),A , ?ram 8 , D Mr D 6 1))) 8 ),A D .) D 2)) 1))) 8 . gram C #embuatan =sam -ksalat ),A , ?ram 8 , D Mr D 6 1))) 8 ),A D B/ D 1)) 1))) 8 /,1A gram C Standarisasi ,a-1 dengan =sam -ksalat ),1 , 61 D ,1 8 2,/ m" D ,1 ,1 62 D ,2 8 8 1) m" D ),)EE , ),./) ,

C Kelarutan =sam -ksalat dalam ,a-1 6olume ,a-1 terpakai ' Suhu )o C 1)o C 2)o C /)o C @ 2,/2 2,/) 2,)) 2,2) 6olume ,a-1 @@ 2,2F 2,/2 2,2) 2,2) 6 rata&rata 2,/) 2,/1 2,1) 2,2)

a. Kelarutan asam oksalat pada )o C S 8 8 8 S 8 8 8 S 8 8 8 S 8 8 8 D 8 1<% y 8 ln S D ) ),1 ),)A ),)// y ),22)1 ),22.. ),12E1 ),1HAB Dy ) ),)22.. ),))B.AA ),))AHE.F D2 ) ),)1 ),))2A ),))1)FE 1)) D 6. ,a-1 D ,. ,a-1 D 4> oksalat A m" D G D 1))) gram 1)) D 2,/ m" D ),./) , D B/ gram<mol A m" D 1 g<m" D 1))) g 1,2.1B 1)) D 6. ,a-1 D ,. ,a-1 D 4> oksalat A m" D G D 1))) gram 1)) D 2,/1 m" D ),./) , D B/ gram<mol A m" D 1 g<m" D 1))) g 1,2A1AB 1)) D 6. ,a-1 D ,. ,a-1 D 4> oksalat A m" D G D 1))) gram 1)) D 2,1) m" D ),./) , D B/ gram<mol A m" D 1 g<m" D 1))) g 1,1/HHF 1)) D 6. ,a-1 D ,. ,a-1 D 4> oksalat A m" D G D 1))) gram 1)) D 2,2) m" D ),./) , D B/ gram<mol A m" D 1 g<m" D 1))) g 1,1E1EB #ersamaan :egresi ' d. Kelarutan asam oksalat pada /)o C c. Kelarutan asam oksalat pada 2)o C b. Kelarutan asam oksalat pada 1)o C

),1F/ 4 8 8 8 = 8 8 8

),H.E2 n D IDy! ; ID ; Iy! n D ID2! & I D!2 . D ),)/BBA! ; ),1F/ D ),H.E2! . D ),)1/AFE! ; ),1F/!2 ),.AA1 y & 4D ),1FH/ ; ),.AA1 D ),).AHA! ),1BBA

),)/BBA

),)1/AFE

5adi persamaan regresinya ' y 8 = 0 4D 8 ),1BBA 0 ),.AA1 D

Kurva ln S vs 1/T
0.25 0.2 1/T 0.15 Series1 0.1 0.05 0 0 0.05 ln S 0.1 0.15

(.#. Pe$+a"asa! #ada percobaan JKelarutan sebagai (ungsi %emperaturK ini, kami menggunakan asam oksalat dan ,a-1 . #ada percobaan ini, asam oksalat dilarutkan dalam air dengan Lariasi temperatur yang berbeda&beda. 1al ini untuk melihat bagaimana pengaruh kelarutan asam oksalat apabila suhu dinaikkan. Kemudian setelah itu asam oksalat tersebut dititrasi dengan ,a-1 yang bertujuan untuk menentukan nilai kelarutan asam oksalat tersebut. #ada teori, diketahui bahwa nilai kelarutan suatu senyawa akan meningkat apabila temperatur dinaikkan. Karena kelarutan suatu senyawa < zat dipengaruhi oleh salah satunya yaitu temperatur dimana hubungannya adalah berbanding lurus. Sedangkan pada percobaan yang telah kami lakukan, nilai kelarutan asam oksalat semakin menurun apabila temperatur dinaikkan. 1al ini dapat dilihat dari data percobaan kami yaitu pemakaian ,a-1 pada temperatur ) o C adalah 2,/ m" kemudian setelah temperatur dinaikkan maka pemakaian ,a-1 kami semakin kecil < sedikit. Kesalahan kami ini mungkin disebabkan karena pada saat percobaan kami tidak terlalu hati&hati dalam mengukur temperatur dari larutan atau karena kami terlalu lama mendiamkan larutan tersebut diluar sebelum diamati kelarutannya sehingga temperaturnya berubah kembali menjadi turun dan mengakibatkan kelarutannya menurun. #ada praktikum ini, larutan asam oksalat harus dilarutkan terlebih dahulu sampai larutannya jenuh dan ,a-1 yang digunakan distandarisasi terlebih dahulu dengan asam oksalat ),1 ,

&. KESIMPULAN DAN SARAN


,.1 Kesi$-)la! Setelah dilakukan percobaan dan didapatkan perhitungan, maka kami dapat mengambil kesimpulan bahwa ' C ,ilai kelarutan dipengaruhi oleh temperatur, dimana semakin tinggi temperatur maka kelarutannya juga akan semakin besar. C ,ilai kelarutan dari asam oksalat yang kami dapatkan adalah sbb ' & & & & ,.# sara! =gar praktikum selanjutnya berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang lebih baik, maka disarankan kepada praktikan selanjutnya agar ' C "ebih memahami cara kerja dan prinsip kerja dengan baik. C 4ekerja dengan waktu yang maksimal dan teliti. C "ebih berhati&hati dalam mengamati temperatur C "akukan pembagian kerja agar praktikum berjalan lancar dan cepat. pada suhu )o C 8 1,2.B1. pada suhu 1)o C 8 1,2A1AB pada suhu 2)o C 8 1,1/HHF pada suhu /)o C 8 1,1E1EB

DAFTAR PUSTAKA
Castellan, ?. W. 1EF/. #1MS@C=" C1>M@S%:M. =ddison WelLy #ubhlising ' Massachusets Keenan, Klein(elter. 1EE). K@M@= *,@6>:S@%=S. >rlangga ' 5akarta Syukri, S. 1EE). K@M@= $=S=: @@. NM@#= @K@# ' #adang

Anda mungkin juga menyukai