Anda di halaman 1dari 23

LONG CASE GANGGUAN SKIZOAFEKTIF TIPE DEPRESIF

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Dalam Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik Di Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa RSUD Panembahan Senopati Bantul

Diajukan kepada dr. Vista Nurasti P, M.Kes, Sp.K Disusun oleh !rum !stika Sari "##$#%&#&'# SMF ILMU KEDOKTERAN I!A RSUD PANEM"A#AN SENOPATI "ANTUL FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESE#ATAN UNIVERSITAS MU#AMMADI$A# $OG$AKARTA %&'(

LEM"AR PENGESA#AN LONG CASE GANGGUAN SKIZOAFEKTIF TIPE DEPRESIF

Disusu) *+e, Aru. Asti/a Sari %&&0&1'&'2&

(elah diajukan dan diuji pada tanggal "$ )ebruari "#&* Pembimbing

dr. Vista Nurasti P, M.Kes, Sp.K

STATUS PSIKIATRI
'. IDENTITAS PASIEN +ama Jenis Kelamin Umur !gama Pendidikan Pekerjaan Bangsa/suku !lamat +o, RM (n, M! -aki.laki "& tahun Islam SM! . Indonesia/Jawa Plumbungan R( #*/%#, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, 0$,11,11,11 "4 )ebruari "#&*

(anggal periksa ke Rumah Sakit "* )ebruari "#&* (anggal 2ome 3isit %. ALLOANAMNESIS Diperoleh dari +ama Umur Jenis Kelamin !lamat Pekerjaan Pendidikan 2ubungan dengan pasien -ama kenal Si9at perkenalan (empat wawan:ara

+y, P *$ th Perempuan Bambanglipuro5 Bantul IR( SMP Ibu kandung Sejak lahir hingga sekarang 67 "& tahun8 Dekat Rumah pasien

%.'. Se3a3 Di3a4a /e Ru.a, Sa/it 5Ke+u,a) Uta.a6 Pasien dibawa ke RS karena obat habis5 kontrol setelah rawat inap di RS ;hrasia 67 & bulan yll8,

&

%.%. Ri4a7at Per8a+a)a) Pe)7a/it 5Ri4a7at Pe)7a/it Se/ara)96 !utoanamnesis Pasien mengatakan bahwa ia akan kontrol setelah rawat inap di RS ;hrasia selama &# hari pada pertengahan Januari "#&*, Pasien dibawa ke RS ;hrasia oleh keluarga dikarenakan marah.marah5 namun pasien tidak ingat mengapa pasien marah.marah di rumahnya, ;ejala yang dirasakan pasien saat ini setelah pulang dari RS ;hrasia adalah pasien merasakan sedih karena teringat dengan teman dekat wanitanya, Pasien sering mengurung diri di kamar5 malas untuk keluar rumah karena jika pasien bertemu dengan orang lain5 pasien selalu merasa bersalah5 takut salah u:ap dan salah tindakan, Sehingga pasien merasa minder5 tidak per:aya diri5 tidak berani berbi:ara banyak, Selain itu5 jika pasien bertemu dengan orang lain5 pasien merasa bahwa orang lain dapat mengetahui apa yang dipikirkannya, Pasien juga mengatakan bahwa sering mendengar bisikan suara orang yang tidak dikenalnya dan tidak ada wujudnya5 serta melihat bayangan putih yang diyakini sebagai jin putih kiriman dari orang yang pernah ada masalah dengannya, Pasien merasa dirinya selalu berdiskusi dengan hatinya5 seolah.olah hatinya selalu mengajaknya untuk berbi:ara mengenai apa yang ada dipikirannya, Keluhan.keluhan tersebut dirasakan sejak 7 % hari dari kepulangannya dari RS ;hrasia, Sebelum gejala mun:ul5 pasien mengakui bahwa dirinya sedang memiliki masalah dengan teman dekat wanitanya yang pergi meninggalkan dia dengan lelaki lain5 sejak saat itulah gejala.gejala tersebut mun:ul kembali, Pasien mengatakan bahwa sebenarnya gejala.gejala yang dirasakan saat ini sudah dirasakan sejak tahun "#&#5 namun orangtua tidak memeriksakan dirinya, Ketika itu pasien duduk di bangku kelas " SMK5 pasien mengikuti pondok pesantren di daerahnya untuk mempelajari kitab kuning, Di pondok pesantren tersebut pasien diajari beberapa ilmu oleh Kyai < dari Magetan, Suatu malam pasien tidur di pondok pesantren5 lalu pasien menggunakan ilmu sukmanya yang ia dapatkan tanpa belajar dari siapapun, Pasien mengatakan ketika ia tidur5 sukmanya keluar dari raganya5 pasien

"

melakukan hal itu dengan tujuan untuk melihat teman wanitanya 6ms,<8 di tempat yang berbeda agar kedatangannya tidak diketahui oleh teman wanitanya, -alu kyai < menemukan sukma sang pasienyang sedang berjalan. jalan, Kemudian oleh sang kyai < sukma pasien dikembalikan ke raganya, Kyai < sempat memarahi pasien5 karena pasien menyalahgunakan ilmu sukma demi kepentingan pribadinya, Sejak saat itu pasien merasa sangat bersalah, Pada tahun "#&&5 seiring dengan lamanya mengikuti pondok pesantren5 semakin banyak ilmu yang didapatkan dari para pengajar mengenai banyak hal yang menyangkut kehidupan dunia dan akhirat5 pasien merasa terbebani dengan semua ilmu yang ia dapatkan, 2al yang menjadi beban adalah bahwa pasien tidak bisa menerapkan atau mengamalkan apa yang diajarkan sesuai dengan ilmu.ilmu yang didapatkan untuk kebaikan dunia, 2al tersebut menjadi pemikiran pasien hingga saat ini, Pada saat itu pasien mulai merasakan halusinasi5 pasien mendengar suara.suara bisikan yang tidak ada wujudnya, Suara tersebut berisi mengomentari apa yang ia kerjakan, Pasien juga merasa kyai < mengirimkan beberapa jin ke rumahnya untuk memantau atau balas dendam terhadap kesalahan yang ia perbuat, 2al tersebut dirasakan hingga saat ini, Dengan adanya hal tersebut5 pasien tidak mau keluar rumah5 hanya berdiam diri di kamar kembali5 tidak banyak bi:ara5 merasa sedih5 sering murung dan binggung, Pasien kembali takut bertemu dengan orang lain, Dengan gejala.gejala yang sama seperti sebelumnya5 namun pada saat itu keluhan pasien bertambah5 ketika dia bertemu orang5 pasien merasa bahwa orang.orang tersebut akan menyakiti dirinya, Pada !gustus "#&&5 pasien dituduh men:uri :ompressor oleh salah satu warga desanya, Pasien merasa tidak bersalah karena ia tidak men:uri apapun, +amun berita tersebut makin hari makin menyebar dikalangan warga desanya, Pasien merasa dirinya di9itnah, =arga desa mulai mengu:ilkannya5 terutama teman.teman pengajiannya di pondok pesantren, Pasien tidak bisa membuktikan bahwa pasien tidak bersalah kepada warga desa5 hal tersebut menjadi pikiran pasien hingga saat ini, Sehingga pasien mulai merasakan sedih kembali5 gejala.gejala tersebut dirasakan makin memberat, Pasien memiliki

gagasan bunuh diri sebanyak * kali5 dengan :ara menabrakkan dirinya ketika mengendarai motor, Pada tahun "#&"5 pasien berkenalan lagi dengan seorang wanita 6ms,>8, Pasien gagal menikah dengan ms,> karena ayahnya tidak setuju dengan ms,>, hal tersebut memi:u kembali timbulnya gejala.gejala seperti sekarang ini, Pada akhir tahun "#&%5 pasien kembali berkenalan lagi dengan seorang wanita 6ms,?8 @ia sms, Pasien mengatakan bahwa ms,? ingin bertemu dirinya di ;resik jika memang dirinya ingin serius untuk menjalin hubungan dengan ms,?, Kemudian pasien meminta uang Rp, %##,###5## ke orangtuanya untuk berangkat ke ;resik, (anpa iAin dari orangtua5 pasien pergi sendiri membawa motor ayahnya ke ;resik selama " hari, Sesampainya di ;resik5 pasien tidak bertemu dengan ms,? karena perasaan takut bertemu orang lain itu tiba.tiba mun:ul kembali, Pasien takut salah u:ap dan tindakan ketika bertemu dengan ms,?, lalu ia kembali pulang ke rumah, Sesampainya di rumah5 pasien binggung5 pasien memikirkan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan ms,?5 ia merasa hubungannya akan kembali gagal, !lloanamnesis 6terhadap ibunya5 +y,P8 Menurut penuturan sang ibu 6+y,P85 pasien adalah anak yang pendiam5 jarang ber:erita5 :enderung tertutup terhadap masalah.masalah yang dihadapi anaknya, +y,P ber:erita bahwa yang menyebabkan anaknya masuk ke RS ;hrasia adalah pasien terlihat binggung5 keluar masuk rumah, 2al ini dipi:u karena pasien meminta uang Rp, *##,###5## untuk bertemu dengan teman wanitanya 6ms,?8 di ;resik, Karena sebelumnya pasien sudah ke ;resik5 namun gagal bertemu5 sehingga pasien meminta uang kembali sebagai uang saku ke ;resik untuk bertemu kembali dengan ms,?, namun karena +y,P tidak memiliki uang dan takut terjadi hal.hal yang tidak dinginkan pada pasien5 maka orangtua tidak memberikan iAin serta uang saku tersebut, Dampaknya adalah pasien langsung mengambil motor ayahnya5 lalu pergi sebentar5 kemudian kembali lagi ke rumah5 dan pergi lagi5 hal tersebut dilakukannya berulang.ulang, Brangtua tidak bisa menahan pasien5 sehingga orangtua

menghubungi pak dukuh5 lalu bersama.sama membawanya ke RS ;hrasia, +y,P mengatakan bahwa dirinya dan suaminya tidak terlalu mengetahui tentang masalah.masalah yang dihadapi pasien5 seperti masalah dengan teman.teman wanita yang dekat dengan pasien, +amun mengenai tuduhan men:uri itu5 memang tidak benar pasien men:uri barang milik tetangganya, Pasien di9itnah5 meskipun belum memiliki terbukti tidak bersalah hingga saat ini5 namun orangtua yakin bahwa anaknya tidak bersalah, +y,P mengatakan bahwa tidak ada paksaan dari orangtuanya untuk mengikuti program pondok pesantren tersebut5 namun hal tersebut mutlak keinginan pasien, Selama mengikuti pondok pada tahun ke II.I35 pasien banyak mendapatkan juara tentang ilmu pengetahuan agama islam dan mengajinya, +y,P hanya memantau pasien yang sering tampak murung5 sedih5 berdiam diri dikamar5 jarang sekali keluar rumah, Suatu ketika pasien ber:erita kepada +y,P bahwa ia mendengar suara.suara dan melihat bayangan.bayangan jin yang mengganggu dirinya, +amun hal tersebut tidak diindahkan oleh sang ibu5 karena menurut sang ibu tidak ada suara ataupun bayangan apapun yang terdengar dan terlihat, ;ejala.gejala yang sesuai dengan :erita pasien dirasakan oleh +y,P sejak pasien lulus SM! 6tahun "#&#8, +y,P merasakan gejala yang paling berat adalah ketika pasien gagal menikah dengan ms,> dan beban pondok pesantren yang menuntut pasien :epat mengerti dan memahami apa yang diajarkan5 dan lulus pondok pesantren tepat waktu, %.1. A)a.)esis Siste. 5Ke+u,a) Fisi/ da) Da.pa/ ter,adap Fu)9si S*sia+ da) Ke.a)diria)6 Sistem Sara9 Sistem Respirasi Sistem Digesti@a Sistem Urogenital nyeri kepala 6.85 riwayat kejang 6.85 tremor 6.8 sesak na9as 6.85 batuk 6.85 pilek 6.8 B!B normal5 mual 6.85 muntah 6.85 diare 6.85 sulit makan 6.85 nyeri perut 6.8 B!K normal Sistem Kardio@askular nyeri dada 6.85 edema kaki 6.8

Sistem Integumentum Sistem Muskuloskeletal

warna biru pada kuku 6.85 gatal pada kulit 6.85 biru. biru 6.8 edema 6.85 nyeri sendi 6.85 bengkak sendi 6.85 nyeri otot 6.85 kelemahan otot 6.8,

Pada pasien terdapat hambatan yang mengganggu dalam 9ungsi sosial yang disebabkan oleh gangguan dari aspek kejiwaan, Pada saat mulai mun:ulnya gejala5 se:ara sosial pasien sering menarik diri dari lingkungan sekitarnya5 tidak dapat bersosialisasi dengan tetangga di sekitarnya5 karena rasa per:aya diri yang kurang dan perasaan takut yang timbul pada dirinya bahwa orang lain akan memba:a pikirannya dan menyakitinya, 2ambatan dalam kemandirian tak tampak5 tidak perlu dibantu5 namun terkadang harus disuruh terlebih dahulu dalam melakukan akti9itas sehari.harinya, %.(. #a+:#a+ 7a)9 Me)da,u+ui Pe)7a/it da) Ri4a7at Pe)7a/it Da,u+u %.(.'. #a+:#a+ 7a)9 Me)da,u+ui Pe)7a/it )aktor Brganik (idak terdapat kelainan apapun, )aktor Psikososial 6Stressor Psikososial8 Pada tahun "#&#5 pasien menghadapi masalah dengan kyai <, Pada tahun "#&&5 pasien merasa semua ilmu yang didapatkan dari pondok pesantrennya menjadi beban di kehidupannya5 serta pasien diku:ilkan oleh warga desanya karena masalah tudahan men:uri, Pada tahun "#&"5 pasien gagal menikah dengan ms,>, Pada tahun "#&%5 pasien gagal menjalin hubungan dengan ms,?, Pada tahun "#&*5 pasien gagal menjalin hubungan dengan ms,<, 2al ini didukung oleh kepribadian pasien yang termasuk tertutup dan pendiam, )aktor Predisposisi Penyakit herediter disangkal oleh pasien, )aktor Presipitasi Perasaan bersalah yang dalam kepada kyai < karena pasien menyalahgunakan ilmu yang diajarkan, C

%.(.%. Ri4a7at Pe)7a/it Da,u+u Riwayat Penyakit Serupa Sebelumnya Pasien mengatakan belum pernah menderita keluhan seperti ini sebelumnya, Riwayat Sakit Berat/Bpname Pasien mengatakan pernah rawat inap semalam karena tergigit ular 6snake bite8 pada tahun "##$, %.;. Ri4a7at Ke+uar9a %.;.'. P*+a Asu, Ke+uar9a Pola asuh yang diterapkan dikeluarganya adalah Permissive 6serba membolehkan8, Menurut penuturan dari sang ibu 6+y,P85 dia tidak pernah melarang anaknya untuk melakukan sesuatu5 selalu menuruti apa yang diinginkan anaknya5 tidak pernah kasar kepada anaknya, %.;.%. Ri4a7at Pe)7a/it Ke+uar9a Dari hasil autoanamnesis didapatkan keluarga tidak ada yang memiliki keluhan serupa dengan pasien, %.;.1. Si+si+a, Ke+uar9a Dari hasil alloanamnesa didapatkan in9ormasi silsilah keluarga pasien,

* $

4 "

Keterangan Pasien -aki.laki

" & Meninggal Dunia (inggal serumah

'

Perempuan Gra<i/ Per8a+a)a) Pe)7a/it 5Me)ta+ #ea+t, Li)e=Ti.e6 ;ejala klinis

"#&#

"#&&

"#&"

"#&%

"#&*

)ungsi peran

%.>. Ri4a7at Pri3adi %.>.'. Ri4a7at pre)ata+ da) peri)ata+ (idak bisa didapatkan data detail, Menurut narasumber 6+y,P85 selama kehamilan +y,P dalam keadaan sehat5 tidak pernah mengalami gangguan kesehatan 9isik, Kontrol rutin kehamilannya diakui jarang dilakukan oleh +y,P, Pasien lahir :ukup bulan5 dan dilahirkan di RS PKU Muhammadiyah Bantul dengan @akum, +y,P kurang mengetahui alasan mengapa di@akum5 berat badan lahir bayi5 dan keadaan bayi setelah lahir, Pasien tidak mendapatkan imunisasi lengkap, %.>.%. Ri4a7at .asa /a)a/:/a)a/ a4a+ 5&:1 ta,u)6 Pasien dirawat oleh bidan di desanya selama * bulan setelah kelahirannya, Menurut +y,P5 hal tersebut ia lakukan karena ia takut untuk merawat pasien post @akum yang berhubungan dengan kepala pasien, +amun pasien tetap mendapatkan !SI eksklusi9 dari +y,P selaku ibu kandungnya, Setelah * bulan pertama kelahiran5 pasien diasuh oleh +y,P5 , menurutnya tidak ada :a:at bawaan yang ditemukan5 perkembangan 9isik

pasien :ukup baik5 pola perkembangan motorik tidak ada hambatan, Menurut +y,P5 pasien dapat berjalan saat umur 7 &% bulan dan tidak pernah ada keterlambatan bi:ara, (idak ada kebiasaan buruk pasien5 seperti membenturkan kepala atau menghisap jari, Pasien mulai belajar untuk ke kamar mandi sendiri pada usia 7 % tahun, Pasien mulai masuk (K saat usia 4 tahun, Pasien dapat tumbuh normal seperti anak lainnya5 tidak ada riwayat kejang yang mun:ul tiba.tiba ataupun yang diawali oleh demam, Pada usia ini pasien tidak pernah dirawat di rumah sakit, %.>.1. Ri4a7at .asa /a)a/:/a)a/ perte)9a,a) 51:'' ta,u)6 Menurut penuturan +y,P5 perkembangan 9isik pasien umumnya baik, Se:ara keseluruhan pasien adalah anak yang baik dan memiliki banyak teman, Pasien mulai masuk Sekolah Dasar ketika berumur C tahun, Semasa sekolah dasar pasien dinilai tidak banyak bertingkah di sekolahnya5 pasien tidak sulit bergaul dengan teman sebayanya5 namun pasien jarang main keluar rumah jika memang tidak ada kepentingan, Prestasi pasien di sekolah biasa.biasa saja5 tidak pernah juara kelas5 namun tidak pernah tinggal kelas, Kemampuan pasien dalam memba:a dan menulis baik, pasien menyelesaikan sekolah dasarnya selama C tahun, Pasien merupakan anak yang dimanja oleh kedua orangtuanya5 karena ia adalah anak satu.satunya, +y,P selalu memperbolehkan apa yang dikehendaki oleh pasien, +y,P mengatakan hal tersebut ia lakukan karena ia selalu merasa kasihan dengan anaknya karena proses persalinan yang ia alami yang berhubungan dengan kepala pasien 6ubun.ubun8, %.>.(. Ri4a7at per/e.3a)9a) .asa /a)a/:/a)a/ a/,ir 5pu3ertas sa.pai re.a8a6 Pasien mulai mengikuti kegiatan diluar sekolahnya5 mengikuti pengajian (P! 6(aman Pendidikan !l.DurEan8 di desanya, Pasien kumpul. kumpul dengan teman sebayanya hanya pada saat pengajian dan jika ada kepentingan tugas dari sekolahnya5 selebihnya pasien hanya lebih sering berada di kamarnya, Pasien di SMK merupakan anak yang :ukup pintar5 prestasinya meningkat dibandingkan ketika ia berada di bangku SD atau SMP,

2ubungan dengan guru.gurnya baik5 salah satunya adalah Bp,) yang merupakan guru yang :ukup dekat dengan pasien5 karena prestasi yang ia dapatkan5 Bp,) menawarkan beasiswa dari sekolah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi5 namun karena kendala pasien tidak bisa komputer maka beasiswa tersebut dibatalkan, Pasien tidak pernah mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya, Menurut pasien semasa remaja pernah ada pikiran atau ide bunuh diri, Pasien mulai tertarik pada lawan jenis dan berniat untuk menjadikan teman wanita sebagai pasangan/pa:arnya sejak ia duduk di bangku SMK kelas &, Pasien hanya tertarik5 memiliki rasa suka5 namun tidak berani mendekati se:ara terang.terangan, %.>.;. Ri4a7at .asa de4asa Ri4a7at pe)didi/a) o SD o SMP o SMK lulus tahun "##4 lulus tahun "##$ lulus tahun "#&#

Semasa SD dan SMP prestasi pasien tidak begitu menonjol5 namun pada saat di bangku SMK prestasi pasien mulai meningkat5 mendapatkan peringkat &# besar, Diluar pendidikan 9ormal5 pada 6tahun "##08 pasien mengikuti pondok pesantren untuk mempelajari kitab kuning dan ilmu agama islam5 pasien mengikuti beberapa lomba dan mendapatkan juara, Ri4a7at pe/er8aa) Setelah lulus SMK5 pasien pernah melamar bekerja di toko besi5 namun hanya bertahan * hari kerja5 karena pasien tidak betah kerja di tempat tersebut dengan alasan bahwa tidak kuat terhadap bau karbit di toko besi tersebut, Pasien sampai saat ini masih tidak bekerja, Ri4a7at per/a4i)a) Pasien belum menikah,

&#

Ri4a7at a9a.a Pasien beragama Islam dan selalu melaksanakan solat 4 waktu, Pasien juga sering ikut pengajian di desanya5 mengikuti program pondok pesantren untuk mempelajari ilmu agama Islam, Pasien mengungkapkan bahwa agamanya mengajarkan kepadanya untuk menjadi orang yang baik dan benar5 seperti harus sopan terhadap orangtua5 tidak menggunjing orang5 tidak men:uri5 dll, Ri4a7at .i+iter Pasien tidak memiliki riwayat militer, Ri4a7at pe+a)99ara) ,u/u. Pasien tidak memiliki riwayat pelanggaran hukum, %.>.>. Ri4a7at psi/*se/sua+ Pasien mulai menyukai lawan jenis pada usia &4 tahun, Pasien pernah dekat dengan beberapa teman wanita5 namun gagal untuk menjalin atau mempertahankan hubungan, Pasien memiliki keinginan :epat.:epat menikah karena ia ingin melakukan sesuatu tanpa harus berbuat dosa, Pasien mengungkapkan bahwa ia binggung bagaimana :ara melampiaskan keinginan seksualnya jika tanpa wanita5 dan pasien berpikir jika melakukan tanpa wanita itu dosa, %.>.2. Ri4a7at Ke,idupa) E.*si*)a+ 5Ri4a7at Kepri3adia) Pre.*r3id6 Pendiam Pemalu (idak suka berbagi :erita dengan orang lain bila ada masalah atau jika tidak ditanya terlebih dahulu/tertutup terhadap masalah yang dihadapinya %.>.0. #u3u)9a) S*sia+ Menurut penjelasan dari narasumber 6+y,P85 pasien tidak memiliki masalah untuk bersosialisasi pada saat sebelum sakit5 baik di sekolah5 masyarakat maupun rumah, +amun5 jika memang tidak ada kepentingan5 ia lebih memilih untuk berada di rumah, Jarang hanya untuk sekedar mengobrol

&&

dengan tetangga sekitarnya, (etapi terkadang pasien membantu tetangganya jika ada yang mengadakan hajatan, Semenjak sakit5 pasien makin jarang keluar rumah, Pasien takut jika bertemu dengan tetangga/orang lain5 baik yang dikenalnya ataupun tidak, Pasien merasa jika bertemu dengan orang lain5 maka orang lain itu akan menyakiti dirinya dan bisa memba:a pikirannya, Sehingga pasien lebih memilih berdiam diri di kamarnya, Sikap keluarga terhadap pasien adalah memberi dukungan kepada pasien5 mereka tidak mengu:ilkan pasien5 mereka tetap memperlakukan pasien dengan baik5 dan mengusahakan pengobatan untuk pasien, Setelah pasien berobat ke RS ;hrasia5 pasien merasa kondisinya lebih baik, pasien lebih bisa mengendalikan perasaan sedihnya, Pasien berlatih untuk berani bertemu dengan orang lain5 dimulai dari tidak menatap orang lain terlebih dahulu, %.>.?. Ke3iasaa) Pasien memiliki kebiasaan merokok5 biasanya menghabiskan satu bungkus rokok 67 &" batang8 dalam sehari, Kebiasan minum minuman beralkohol5 jamu5 penggunaan +!P?! disangkal pasien, %.>.'&. Status S*sia+ E/*)*.i Keluarga pasien merupakan keluarga yang sederhana, Keluarga pasien memiliki rumah permanen di Bambanglipuro5 Bantul, Rumah pasien dibangun menggunakan batu bata5 tembok di :at kasar5 lantainya masih tanah dasar, Rumah pasien terdiri dari ruang tamu5 " kamar tidur5 kamar mandi5 dan dapur, Ruang tamu pasien layak untuk menjamu tamu, Pasien memiliki tele@isi tua, !yah pasien bekerja sebagai buruh tani dan ibunya IR(5 namun ibunya sering membuat makanan 6buntil8 untuk dijajakan ke warung.warung, 2al tersebut dilakukan karena untuk membantu suami memenuhi kebutahan rumah tangganya, Sang ibu 6+y,P8 mengakui terkadang penghasilan dari suami dan dirinya tidak men:ukupi kebutuhan sehari.hari, %.2. Ti)9/at Keper@a7aa) A++*a)a.)esis

&"

Dapat diper:aya 1. PEMERIKSAAN FISIK 1.'. Status Prese)t 1.'.'. Status I)ter)us (anggal Pemeriksaan "* )ebruari "#&* Keadaan Umum Bentuk Badan Berat Badan (inggi Badan (anda 3ital . (ekanan Darah . +adi . Respirasi . Suhu Kepala . . -eher . . Inspeksi J3P leher tampak bersih dan tidak nampak benjolan tidak meningkat Inspeksi wajah tidak ditemukan adanya kelainan Mata 6./.8 :onjun:ti@a anemis 6./.85 sklera ikterik &&#/$# mm2g $" 1/menit "# 1/menit a9ebris Fompos Mentis tidak ditemukan kelainan tidak dilakukan pengukuran tidak dilakukan pengukuran

(hora1 . Sistem Kardio@askuler S&.S" murni5 reguler . Sistem Respirasi wheeAing 6./.85 RBK 6./.8, !bdomen . Sistem ;astrointestinal bising usus 6G85 nyeri tekan 6.8 . Sistem Urogenital pemeriksaan tidak dilakukan suara dasar paru @esikuler 6G/G85

&%

Hkstremitas . Sistem Muskuloskeletal tidak ditemukan kelainan Sistem Integumentum tidak ditemukan kelainan Kelainan Khusus 6.8 Kesa) Status I)ter)us dalam batas normal 1.'.%. Status Neur*+*9is Kepala dan -eher (anda Meningeal +er@i Kranialis Kekuatan Motorik Sensibilitas dalam batas normal 6.8 tidak dilakukan tidak dilakukan tidak dilakukan

)ungsi Sara9 3egetati9 tidak dilakukan Re9leks )isiologis Re9leks Patologis ;erakan !bnormal tidak dilakukan 2o99man.(rommner 6.8 6.8

;angguan Keseimbangan dan Koordinasi ;erakan dalam batas normal Kesa) Status Neur*+*9is dalam batas normal5 meskipun beberapa pemeriksaan tidak dilakukan, 1.%. Status Psi/iatri (anggal Pemeriksaan "* )ebruari "#&* 1.%.'. Kesa) U.u. -aki.laki sesuai umur5 umur "& tahun dengan kesan tak tampak gangguan jiwa, N* & Status Psi/iatri Kesadaran #asi+ Kuantitati9 ;FS I H*34MC Kualitati9 Fompos Mentis Ketera)9a) Pasien sadar penuh tanpa rangsang apapun dapat diajak berkomunikasi

&*

Brang

Baik

Pasien dapat mengenal orang dengan baik, 6pasien dapat menyebutkan nama orangtuanya8 Pasien dapat mengingat waktu dan kejadian penting dalam hidupnya, 6pasien dapat menyebutkan jam keberangkatan dia ke rumah sakit dan jam pada saat dilakukan pemeriksaan8 Pasien mengetahui dimana letak rumahnya dan dimana dirinya berada pada saat dilakukan pemeriksaa, Pasien dapat membedakan suasana di rumah sakit dan tempat lain Kooperati9 Dapat diajak bi:ara5

=aktu " Brientasi

Baik

(empat

Baik

Situasi % Sikap/(ingkah laku Kooperati9

Baik

menjawab semua pertanyaan yang * 4 C Penampilan/rawat diri Mood !9ek Baik Dis9orik (erbatas diajukan, Penampilan rapi5 bersih5 tidak bau5 pasien mandi "1 sehari, Mood yang tidak menyenangkan, Penurunan intensitas irama perasaan yang kurang parah dari a9ek yang a, Bentuk pikiran nonrealistik b, Isi Pikir pikirannya8 ' Pikiran =aham menyalahkan diri sendiri 6Keyakinan yang palsu tentang penyesalan yang dalam dan bersalah8 :, Progresi pikir Kuantitati9 Pasien menjawab seperlunya jika Fukup bi:ara Kualitati9 rele@an dan koheren ditanya Dapat dipahami bi:aranya tumpul5 tetapi jelas menurun, !pa yang diu:apkan pasien tidak sesuai dengan kenyataan

=aham siar pikir 6Pasien per:aya bahwa orang lain dapat memba:a

&4

$ 0 &#

2ubungan Jiwa Perhatian Persepsi

Mudah Mudah ditarik mudah di:antum 2alusinasi .2alusinasi auditorik 6G8

Mudah dibina hubungannya dengan pemeriksa Pasien mau menjawab bila ditanya dan jawaban pasien dapat dimengerti Pasien mendengar bisikan dari suara yang tidak dikenalnya, Isi bisikan tersebut adalah suara yang mengomentari dirinya,

.2alusinasi @isual 6G8 && Insight Derajat &

Pasien melihat banyak bayangan putih berkelebat disekitarnya, Menyangkal sepenuhnya bahwa dirinya sakit

1.%.%. M**d da) I)terest A<e/ te3atas, dis<*ri/ Irita3i+itas=Se)sitiAitas o (idak ada 1.%.1. Ga)99ua) I)te+e9e)si Sesuai U.ur = Pe)didi/a) (idak ada 1.%.(. Ge8a+a da) Ta)da Lai) 7a)9 Didapat/a) . (idak ada

1.1. #asi+ Pe.eri/saa) Psi/*+*9is 1.1.'. Kepri3adia) (idak dilakukan tes 1.1.%. IB (idak dilakukan tes 1.1.1. Lai):Lai) (idak ada, 1.(. #asi+ Pe.eri/saa) S*si*+*9is (idak dilakukan tes

&C

(. RANGKUMAN DATA $ANG DIDAPATKAN PADA PENDERITA (.'. Ta)da:Ta)da 5Si9)6 a, Penampilan Pakaian biasa5 tidak tampak seperti orang sakit5 sesuai umur, b, Perilaku dan !kti@itas Psikomotor Kooperati95 normoakti9itas5 gerakan tubuh biasa, :, Pembi:araan 6kuantitas5 ke:epatan produksi bi:ara5 kualitas8 Kualitas mudah ditarik mudah di:antum Kuantitas :ukup bi:ara (.%. Ge8a+a 5Si.t*.6 a, b, :, d, e, 9, g, h, i, =aham siar pikir =aham menyalahkan diri sendiri 2alusinasi auditorik 2alusinasi @isual !9ek terbatas5 dis9orik Sulit untuk memulai tidur Penurunan konsentrasi Merasa sedih Keper:ayaan diri yang menurun

;. FORMULA DIAGNOSTIK Pada pasien ini ditemukan adanya gejala depresi yang menonjol disertai dengan tiga gejala skiAo9renik yang khas, ;angguan pola perilaku dan psikologis yang se:ara klinis mun:ul pada pasien ini menimbulkan suatu penderitaan dan hendaya dalam melakukan akti@itas sehari.hari yang biasa dan 9ungsi pekerjaan,, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasien ini menderita gangguan jiwa, Berdasarkan autoanamnesa5 alloanamnesa dan pemeriksaan status mental5 pada pasien ini terdapat gejala yang mengarah ke dalam gangguan skiAoa9ekti95 hal ini berdasarkan ditemukannya gejala.gejala de9initi9 adanya skiAo9renia dan gangguan a9ekti9 6episode depresi8 yang sama.sama menonjol pada saat

&'

bersamaan, Pada PPD;J III5 dapat dikategorikan sebagai ;angguan SkiAoa9ekti9 (ipe Depresi9 6)"4,&8, >. DIAGNOSIS "ANDING . . ;angguan SkiAoa9ekti9 (ipe Depresi9 6)"4,&8 Hpisode Depresi9 Berat dengan ;ejala Psikotik 6)%",#%8

2. DIAGNOSIS !ksis I !ksis II !ksis III !ksis I3 ;angguan SkiAoa9ekti9 (ipe Depresi9 6)"4,&8 ;ambaran kepribadian skiAoid (idak ditemukan kelainan organik Masalah psikososial . . . !ksis 3 Perasaan bersalah dengan kyai < yang masih ada hingga saat ini, (uduhan pen:urian yang menyebabkan pasien diku:ilkan oleh warga desanya, Kegagalan menjalin hubungan dengan beberapa wanita, ;!) '#.C& 6beberapa gejala ringan dan menetap5 disabilitas ringan dalam 9ungsi5 se:ara umum masih baik8 0. RENCANA TERAPI=PENATALAKSANAAN Far.a/*terapi . Risperidone "1" mg . !mitriptilin &1"4 mg Psi/*terapi Merupakan suatu pengobatan terhadap masalah emosional seorang pasien yang dilakukan oleh orang terlatih dalam hubungan pro9essional se:ara sukarela dengan tujuan menghilangkan5 mengubah5 memperlambat gejala J gejala yang ada5 mengoreksi perilaku yang terganggu dan mengembangkan pertumbuhan kepribadian se:ara positi9, Psikoterapi dibagi menjadi dua kelompok besar5 yaitu

&$

psikoterapi suporti9 dan psikoterapi genetik.dinamik, Pada pasien ini5 lebih dianjurkan psikoterapi suporti95 karena psikoterapi suporti9 bertujuan antara lain a, Menguatkan daya mental yang ada b, Mengembangkan mekanisme yang baru dan lebih baik untuk mempertahankan kontrol diri, :, Mengembalikan keseimbangan adapti9 6dapat menyesuaikan diri8, Beberapa :ara yang bisa dilakukan adalah o 3entilasi o Konseling memberikan kesempatan kepada pasien untuk mengungkapkan isi hati dan keinginannya agar pasien merasa lega, memberikan nasehat dan pengertian kepada pasien mengenai penyakit yang dideritanya serta :ara menghadapinya agar pasien dapat men:apai perbaikan, o Sosioterapi memberikan penjelasan kepada keluarga pasien dan orang sekitar agar memberi dukungan kepada pasien, Dukungan moral dan suasana kondusi9 sehingga membantu proses penyembuhan, ?. PROGNOSIS .!d 3itam .!d 9ungsionam .!d sanationam bonam dubia ad bonam dubia ad bonam

Prognosis penderita ini adalah dubia ad bonam karena tidak ada riwayat gangguan psikiatri dalam keluarga dan gangguan premorbid minimal, Bila penderita taat menjalani terapi5 adanya moti@asi dari penderita sendiri untuk sembuh5 serta adanya dukungan dari keluarga makan akan membantu perbaikan penderita, I)di/at*r Pada pasie) Pr*9)*sis

&0

FAKTOR PREMOR",ID

&, ", %, *, 4, C, ', $, 0, &#, &&, &", &%, &*, obat &4, &C, gejala

)aktor kepribadian )aktor genetik Pola asuh )aktor organik Dukungan keluarga Sosioekonomi )aktor pen:etus Status perkawinan Kegiatan spiritual Bnset usia Perjalanan penyakit Jenis penyakit Respon terhadap terapi Riwayat disiplin minum Riwayat disiplin kontrol Riwayat peningkatan

(ertutup (idak ada Permissi@e (idak ada !da Fukup !da Belum menikah Baik Muda Kronik ;ang, SkiAoa9ekti9 Baik Baik Baik !da Baik

Buruk Baik Buruk Baik Baik Baik Buruk Baik Baik Baik Buruk Baik Baik Baik Baik Buruk Baik

&', Berakti@itas Kesi.pu+a) pr*9)*sis- Du3ia ad 3*)a. '&. RENCANA FOLLO! UP

FAKTOR MOR"ID

Memantau keadaan umum pasien dan perkembangan penyakitnya serta e9ekti@itas obat5 dan kemungkinan mun:ulnya e9ek samping dari terapi yang diberikan, Pastikan pasien mendapat psikoterapi,

"#

DAFTAR PUSTAKA
&, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Depkes RI, &00%, Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III , Fetakan Pertama, Jakarta Depkes RI, ", Buku ajar psikiatri, )akultas Kedokteran Indonesia %, Soewandi5 "##"5 Simtomatologi Dalam Psikiatri5 >ogyakarta )KU;M, *, Maramis5 =illy K Maramis !lbert, "##0, Fatatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Hdisi ", Surabaya !irlangga Uni@ersity Pres,

"&