Anda di halaman 1dari 5

SINTESIS ASAM SALISILAT DARI MINYAK GANDAPURA

Disusun oleh AISAH (1112016200010)


Dini Wulandari, Dita khoerunnisa, Fitri Ramadhiani, Ahmad Yandi

Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2014

ABSTRAK sintesis senyawa organik cenderung menekankan pada aspek reaksi sintesis. Percobaan ini mengenai tentang sintesis metil salisilat dari minyak gandapura. Minyak gandapura digunakan sebagai minyak gosok. Bahan dasar Miyak gandapura adalah metil salisilat yang merupakan kelompok ester aromatik.Metil salisilat atau 2 hidroxy benzoid acid methyl ester dengan rumus kimia C8H8O3 dialam bahan ini banyak terdapat dalam daun tanaman gaultheria procumbens, batang tanaman betula lenta. L atau sweet birch dan berupa glucoside pada bermacam tanaman lainnya . Percobaan ini bertujuan untuk mensintesis asam salisilat dari minyak gandapura serta untuk menguji titik leleh asam salisilat. Berdasarkan percobaan di peroleh titik leleh asam salisilat yaitu 1590C.

PENDAHULUAN Sejak awal kelahirannya,ilmu kimia bertujuan untuk menemukan teknik prepasi suatu senyawa. Khusus kimia organik, sintesis dapat diartikan sebagai nama suatu

permainan(game). Sintesisi senyawa organik adalah satu topik penting dalam kurikulum kimia organik pada tingkat lanjut karena menjadi jalan untuk dapat menganalisis fenomena yang setiap hari kita jumpai, baik disekitar kita maupun dalam industri Pada umumnya, kuliah sintesis senyawa organik cenderung menekankan pada aspek reaksi sintesis, seperti yang tertulis dalam buku teks sintesis senyawa organik klasik. Dalam dua dekade terakhir bidang ini berkembang sangat pesat, khususnya berkaitan dengan penggunaan pereaksi sebagai turunan dari unsur-unsur yang tidak terkenal. Perlu diingat bahwa terjadi kenaikan yang signifikan terhadap sintesis yang menggunakan silikon, boron, dan pereaksi fosfor yang jauh diluar pereaksi klasik Wittig (Hardjono dan Harno, 2009). Hal yang penting dalam mempelajari sintesisi senyawa organik pertimbangan dari adanya faktor tiga dimensi. Setiap penjelasan senyawa organik harus memasukan aspek stereokimianya sehingga menimbulkan gejala bahwa sintesis stereoselektif berkembang sangat cepat (Hardjono dan Harno, 2009). Gandapura (Gaultheria fragrantissima) dikenal juga sebagai Indian wintergreen, mempunyai sinonim G. punctuata, termasuk dalam famili Ericaceae, dan merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang cukup potensial. Dalam industri, digunakan

sebagai campuran untuk pewangi dalam pembuatan minuman, parfum, obat, permen dan pasta gigi. Selain itu, minyak atsiri gandapura bisa dimanfaatkan juga sebagai insektisida atau insek repellent. Metode ekstraksi terhadap minyak atsiri akan berpengaruh terhadap rasa, aroma, kenampakan dan komposisi kimia dari produk, seperti minyak hasil penyulingan mempunyai bau dan aroma yang berbeda dengan minyak hasil ekstraksi dengan menggunakan pelarut organik (Hernani, 2011) Metil salisilat atau 2 hidroxy benzoid acid methyl ester dengan rumus kimia C8H8O3 dialam bahan ini banyak terdapat dalam daun tanaman gaultheria procumbens, batang tanaman betula lenta. L atau sweet birch dan berupa glucoside pada bermacam tanaman lainnya. Sedangkan secara sintesis, metil salisilat dapat dibuat melalui reaksi esterifikasi antara metanol dengan asam salisilat dengan bantuan katalis (Diah Tirtasari, 2011) Asam salisilat merupakan hasil hidrolisis aspirin (pengotor dari sintesis). Pengujiannya dengan membandingkan antara warna violet yang dihasilkan ketika sampel direaksikan dengan feri klorida dengan warna yang dihasilkan dari larutan asam salisilat standar(Cairns,2009).

BAHAN DAN METODE Bahan 2 Gelas beaker 1 buah labu pemanas 1 buah Cawan petri 1 buah pipa kapiler 1 buah termometer 1 buah corong 1 buah karet 1 buah kaki tiga dan kawat kasa 1 buah pembakar spirtus 2 buah kertas saring Minyak Gandapura

Aquades Larutan NaOH Larutan H2SO4 Minyak goreng

Metode Masukan 5 ml minyak gandapura ke dalam labu. Tambahkan 15 ml NaOH ke dalam labu yang telah berisi minyak gandapura tersebut, lalu dipanaskan sampai mendidih. Kemudian diamkan sampai suhu ruangan, setelah itu pindahkan ke dalam gelas beaker Tambahkan H2SO4 , dalam penambahan H2SO4 di lakukan di dalam ice bath. Kemudian uji pH nya. Setelah itu saring dan ditambahkan 13 ml H2O ke dalam pencucian. Residunya dipindahkan ke dalam gelas beaker kosong Kemudian tambahkan H2O hangat 26 ml dan aduk Diamkan dalam ice bath selama 10 menit lalu disaring residu didiamkan selama satu minggu setelah satu minggu, residu di uji titik lelehnya dengan cara memasukan asam salisilat ke dalam pipa kapiler kecil lalu diikatkan dengan termometer dan dipanaskan didalam minyak goreng.

HASIL DAN PEMBAHASAN Senyawa metil salisilat merupakan metil ester dari asam asetil salisilat, bersifat sangat iritasi dan toksik, namun bila masih terikat dalam 34 tanaman aslinya tidak berbahaya. Senyawa ini terbentuk dari proses fermentasi enzim primeverosida untuk memutus rantai glikosida metil salisilat, kemudian metil salisilat akan terpisah dari glikosidanya. Untuk memenuhi kebutuhan dalam industri, dapat dibuat minyak gandapura secara sintetik atau

minyak atsiri hasil penyulingan dari ranting dan kulit batang kayu Betula lenta dari famili Betulaceae. Pemakaian minyak gandapura dalam produk makanan, penambahannya tidak boleh terlalu berlebihan, karena minyak bersifat sangat toksik.

Senyawa metil salisilat banyak digunakan sebagai penambah aroma dalam makanan, minuman, farmasi, parfum dan penyerap ultra violet dalam lotion untuk mencegah kulit terbakar dari sengatan matahari.

Pada percobaan ini dilakukan sintesis tehadap asam salisilat, asam salisilat merupakan hasil hidrolisis aspirin (pengotor dari sintesis). Dalam hal ini menggunakan minyak gandapura yang kemudian di ubah menjadi garam oleh NaOH pada saat penambahan NaOH. Pada saat penambahan NaOH terbentuk endapan putih, hal ini memungkinkan terbentuknya asam salisilat. Kemudian dilakukan pemansan yang bertujuan untuk mempercepat reaksinya. Setelah itu dilakukan penambahan H2SO4 di dalam icebath. Dan setelah di lakukan proses pendiaman dalam suhu ruangan kemudian saring dan residunya di diamkan selama 1 minggu dan digunakan untuk percobaan uji titik leleh dari asam salisilat tersebut. Asam salisilat di uji titik lelehnya dan diperoleh hasil titk leleh asam salisilat yaitu 1590C.

KESIMPULAN Asam salisilat merupakan hasil hidrolisis aspirin (pengotor dari sintesis). Asam salisilat dapat disintesis dengan cara mereaksikan minyak gandapura dengan NaOH serta mereaksikannya dengan H2SO4. Minyak gandapura bahan penyusunnya adalah metil salisilat. Berdasarkan uji titik titik lelehnya, di peroleh titik leleh asam salisilat adalah 159oC.

DAFTAR PUSTAKA Donald Cairns. 2009. Intisari Kimia Farmasi Edisi 2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC Hernani. 2011. Gandapura : Pengolahan, Fitokimia, Minyak Atsiri dan Daya Herbisida (http://balittro.litbang.deptan.go.id/ind/images/publikasi/bul.vol.15.no.2/4-HernaniGandapura.pdf) Sastrohamidjodjo, Hardjono dan Harno. 2009. Sintesis senyawa organik. Jakarta: erlangga Tirtasari, Diah. 2011. Prarancangan pabrik metil salisilat dari metanol dan asam salisilat. http://www.digilibs.uns.ac.id. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Anda mungkin juga menyukai