Anda di halaman 1dari 13

PROFESIONALISME KERJA MATA KULIAH ETIKA PROFESI TEK. INFO.

& KOMUNIKASI

TUGAS MAKALAH Diajukan untuk memenuhi nilai ujian akhir semester mata kuliah Etika Profesi Tek. Info. & Komunikasi Program Diploma III (D.III)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Bayu Rahman Pujianto Agus Suyanto Sumardi M. Sidik Ellan Sapringga Johan Hadi Prasetiyo Boby Nugraha Putra Sapto Dwi Utomo Ramandha Erlangga

(13100219) (13100220) (13100223) (13100226) (13100232) (13100233) (13100254) (13100256) (13100257) (13100268)

Jurusan Teknik Komputer Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Jakarta 2011

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas Profesionalisme Kerja sebagaimana telah ditentukan dari dosen kami yang kami ajukan sebagai nilai tugas semester III pada mata kuliah Etika Profesi Tek. Info. & Komunikasi.

Dalam proses riset materi Etika Profesi Tek. Info. & Komunikasi, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, dan saran, untuk itu rasa terima kasih kami sampaikan :

Bapak Harsih Rianto selaku dosen mata kuliah Etika Profesi Tek. Info. & Komunikasi di BSI kelas 13.3D. 07.

Bapak Mayjen TNI (Mar) Ir. Syaiful Anwar, M.Bus, M.BA selaku masukan makalah dalam pembahasan " Profesionalisme Kerja ".

Bapak Yayo selaku Pegawai Negeri di bidang IT Kemhan. Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini.

Kami mengharapkan kiranya Tuhan yang Maha Esa membalas segala kebaikan mereka yang telah memberikan bantuan pada kami. Kami menyadari makalah kami kurang dari sempurna. Oleh karena itu kami sangat berharap adanya kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan dan kemajuan dalam penulisan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat pada rekan-rekan di Jurusan Teknik Komputer pada khususnya dan pada perkembangan ilmu di dunia pada umumnya.

Jakarta,

November 2011

Kelompok 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Dewasa ini globalisasi informasi mengalami perkembangan pesat dan telah merambah ke berbagai aspek kehidupan manusia. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya menguasai aspek-aspek materi dari teknologi yang ada, melainkan juga mampu menerapkan dan mengembangkan teknologi tersebut di berbagai bidang. Kebutuhan tenaga kerja profesional bidang TI (Teknologi Informasi) terus tumbuh, seiring dengan produk dan layanan TI yang makin berkembang. Mengingat begitu banyak variasi jenis pekerjaan dari skala bisnis atau usaha instansi/ perusahaan/ lembaga yang bersangkutan tesebut, maka perlu dilakukan standadisasi profesi dibidang teknologi informasi yang saat ini sedang di godok oleh pihak-pihak terkait di dalamnya karena dibutuhkan para profesional yang bergelut dibidang Teknologi Informasi.

1.2

Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah setiap pekerjaan (khususnya di bidang komputer) bisa dikatakan sebagai sebuah profesi ? 2. Pekerjaan di bidang TI Standar Pemerintah Indonesia.

1.3

Tujuan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Memahami makna yang tekandung dalam Profesionalisme Kerja khususnya bidang IT 2. Menjadikan sumber informasi tentang Standardisasi Profesi di bidang IT

BAB II LANDASAN TEORI

2.1

Pengertian-pengertian 2.1.1 Profesi

Bekerja merupakan kegiatan pisik dan pikir yang terintegrasi. Pekerjaan dapat dibedakan menurut kemampuan (fisik dan intelektual), kelangsungan (sementara dan terus menerus), lingkup (umum dan khusus), tujuan (memperoleh pendapatan dan tanpa pendapatan). Profesi adalah : Pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh penghasilan. Nilai moral profesi (Franz Magnis Suseno, 1975) : Berani berbuat untuk memenuhi tuntutan profesi Menyadari Kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi

2.1.2 Profesional Profesional adalah Pekerja yang menjalankan profesi. Setiap profesional berpegang pada nilai moral yang mengarahkan dan mendasari perbuatan luhur. Dalam melakukan tugas profesi, para profesional harus bertindak objektif, artinya bebas dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas, dan enggan bertindak.Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan khusus, dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Hal ini perlu ditekankan benar

untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah atau kekayaan materi duniawi. Kelompok profesional merupakan : Kelompok keahlian dan kemahiran yang diperoleh berdasarka tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan nilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri.

Tiga Watak kerja seorang Profesional 1. Kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materil. 2. Kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat. 3. Kerja seorang profesional diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi.

2.1.3

Profesionalisme Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpangilan serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan ditengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).

Empat prespektif dalam mengukur profesionalisme menurut Gilley dan Enggland : a. Pendekatan berorientasi Filosofis

b. Pendekatan perkembangan bertahap c. Pendekataan berorientasi karakteristik

d. Pendekatan non-tradisional 2.1.4 Pengenalan Profesionalisme Bidang IT Kompetensi profesionalisme dibidang IT, mencakupi beberapa hal : 1. Keterampilan Pendukung Solusi IT Installansi dan Konfigurasi Sistem Operasi (Windows atau Linux) Memasang dan Konfigurasi Mail Server, FTP Server dan Web Server Menghubungkan Perangkat Keras Programming

2. Keterampilan Pengguna IT Kemampuan Pengoperasian Perangkat Keras

Administer dan Konfigurasi Sistem Operasi yang mendukung Network

Administer Perangkat Keras Administer dan Mengelola Network Security Administer dan Mengelola Database Mengelola Network Security Membuat Aplikasi berbasis desktop atauWeb dengan Multimedia

3. Pengetahuan di Bidang IT

Pengetahuan dasar Perangkat Keras, memahami organisasi dan arsitektur komputer

Dasar-dasar

telekumunikasi.

Mengenal

perangkat

keras

komunikasi data serta memahami prinsip kerjanya

Bisnis Internet. Mengenal berbagai jenis bisnis Internet.

BAB III PEMBAHASAN

3.1

Gambaran Umum Pekerjaan di bidang Teknologi Informasi Dengan posisi tenaga kerja di bidang teknogi Informasi (TI) yang sangat bervariasi

karena menyesuaikan dengan skala bisnis dan kebutuhan pasar, maka sangat sulit untuk mencari standardisasi pekerjaan di bidang ini. Tetapi setidaknya kita dapat mengklasifikasi tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi tersebut berdasarkan jenis dan kualifikasi jenis pekerjaan yang ditanganinya. Berikut ini adalah penggolongan pekerjaan di bidang teknologi informasi yang berkembang belakangan ini. Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi Informasi setidaknya terbagi dalam 3 kelompok sesuai bidang pekerjaannya. a. Kelompok Pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software) baik mereka yang merancang sistem operasi, database maupun sistem aplikasi. Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti misalnya :

Sistem analis, merupakan orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, tentang kelebihan dan kekurangan , sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan. Programer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis yaitu membuat program (baik aplikasi maupun sistem operasi) sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya. Web designer adalah orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web. Web programer orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya. Dan lain-lain.

b. Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di perangkat keras (hardware). Pada lingkungan kelompok terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti : Teknical enginer, sering juga disebut sebagai teknisi yaitu orangg yang berkecimpung dalam bidang teknik baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer Network Engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya. Dan lain-lain.

c.

Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :

EDP Operator, adalah orang yang bertugas untuk mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan elektonic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainya. System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem. MIS Director, merupakan orang yang memiliki wewenang paling tinggi terhadap sistem informasi, melakukan manajemen terhadap sistem tersebut secara keseluruhan baik

hardware,software maupun sumber daya manusianya. Dan lain-lain.

3.2

Pekerjaan di bidang TI sebagai Sebuah Profesi

Suatu pekerjaan termasuk profesi atau bukan, maka harus diuji kiteria dari pekerjaan tersebut karena tidak semua pekerjaan adalah profesi. Demikian juga dengan pekerjaan di bidang komputer. Contohnya adalah Software Engineer bisa digolongkan sebagai sebuah profesi karena seorang yang bekerja sebagai sebuah profesi karena seorang yang bekerja sebagai software engineer haruslah berpengetahuan dan memilki pengalaman kerja di bidangnya. Software Engineer adalah melakukan enggeering (analisa, rekayasa, spesifikasi, implementasi dan validasi) untuk menghasilkan produk berupa perangkat lunak yang digunakan untuk memecahkan masalah pada berbagai bidang. Software engineer juga harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi komputer yang cepat.

3.3

Standardisasi Profesi TI menurut SRIG-PS SEARCC.

SEARCC (South East Asia Regional Computer Confideration) Merupakan suatu forum/badan yang beranggotakan himpunan profesional IT (Information Technology) yang terdiri dari 13 Negara. SEARCC dibentuk pada Febuari 1978, di Singapore oleh enam (6) ikatan komputer dari negara- negara tetangga seperti Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Philipene, Singapore dan Thailand. Indonesia sebagai anggota SEARCC tersebut telah aktif turut serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh SEARCC. Salah satunya adalah SPRIG-PS (Special Regional Interest Group on Profesional Standardisation), yang mencoba merumuskan standardisasi pekerjaan di dalam dunia Teknologi Informasi. Jenis pekerjaan di bidang TI yang antara lain meliputi :

Programmer

Yaitu merupakan bidang pekerjaan untuk melakukan pemprogramankomputer terhadap suatu sistem yang telah dirancang sebelumnya. Jenis pekerjaan ini memiliki 3 tingkatan yaitu : 1.Supervised ( terbimbing). 2.Moderately supervised (madya). 3.Independent/Managing (mandiri).

System Analyst (Analis Sistem) Project Manager (Manager Proyek) Instructor (Instruktur)

3.4

Pekerjaan di bidang TI standard Pemerintah Indonesia

Mengingat betapa pentingnya teknologi informasi itu, bagi pembangunan bangsa, maka pemerintah pun merasa perlu untuk membuat standardisasi pekerjaan di bidang Teknologi Informasi bagi pegawainya.Intitusi pemerintah telah mulai melakukan klarifikasi pekerjaan dalam bidang teknologi informasi sejak 1992.Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di bidang Teknologi Informasi, disebut sebagai Pranata Komputer. Pranata Komputer adalah pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyelenggaraan kegiatan sistem informasi berbasis komputer di lingkungan Instansi pemerintah. Sistem Informasi Berbasis Komputer adalah kesatuan yang terdiri dari komputer, database, sumber daya manusia, sistem jaringan dan prosedur yang dioperasikan secara terpadu untuk menghasilkan informasi. 3.3.1 JENJANG PANGKAT

Jenjang pangkat untuk masing-masing jabatan pranata komputer adalah sebagai berikut :

1. TERAMPIL : a. Pranata Komputer Pelaksana Pemula b. Pranata Komputer Pelaksana

c. Pranata Komputer Pelaksana Lanjutan d. Pranata Komputer Penyelia

2. AHLI :

a. Pranata Komputer Pertama b. Pranata Komputer Muda

c. Pranata Komputer Madya d. Pranata Komputer Utama

3.3.2 Syarat-syarat jabatan Pranata Komputer Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam jabatan Pranata Komputer harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Bekerja pada satuan organisasi instansi pemerintah dan tugas pokoknya membuat , memelihara dan mengembangkan sistem dan program pengelolahan dengan komputer Berijasah serendah-rendahnya sarjana Muda/Diploma III atau yang sederajat. Memiliki pendidikan dan pengalaman dalam bidang tertentu yang berhubungan dengan bidang komputer Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya bernilai baik.

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Menjadikan acuan sehingga dapat menciptakan Sumber Daya Manusia yang profesional khususnya di bidang IT yang di ukur dengan kualitas teknis dan moral yang tinggi, dan beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi . 4.2 Saran Dalam pembuatan makalah ini banyak kendala yang masih kami temui, dengan mengerjakan makalah ini kami menyarankan untuk memperdalam dan memperbarui pengetahuan dan

keterampilan karena menjadikan pekerja yang profesional harusnya terus berkembang dan mengikuti perubahan-perubahan di bidang IT yang sangat cepat.

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com diakses pada tanggal 29November 2011 Modul Statistika Deskriptif, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer BSI Jurusan Teknik Komputer.

http://wiryana.pandu.org/SPRING-PS www.dephan.go.id