Anda di halaman 1dari 4

Nama : Mega Silfiani (1308100051)

Mega Rahmatia S (1308100053)


Ni Luh Putu S.PP (1308100055)
Odik Fajrin J (1308100059)

Exponentially Weight Moving Average Control Chart (Peta Kendali EWMA)
Gambaran umum:
Peta kendali EWMA dikenalkan oleh Roberts (1959). Peta kendali EWMA
adalah salah satu peta kendali dari data variabel (data bisa kuantitatif dan
pengukuran kontinyu seperti ukuran dimensi dan waktu). Titik-titik yang
diplotkan merupakan weighted moving average (pergeseran rata-rata terboboti).
Faktor pembobot () tertentu dipilih oleh user dimana nilai rata-rata data yang
lama berpengaruh terhadap yang baru.

Kapan menggunakan peta EWMA
Peta kendali EWMA secara umum digunakan untuk mendeteksi pergeseran kecil
dalam mean proses. Peta kendali EWMA mendeteksi lebih cepat dalam rentang
0.5 - 2 dengan syarat ukuran sampel yang sama. Meskipun demikian, peta
kendali EWMA memiliki kelemahan yaitu peta kendali EWMA akan mendeteksi
lebih lama di dalam pergeseran yang besar dalam mean proses.
Peta kendali EWMA juga dapat menjadi salah satu alternatif ketika ukuran
subgroup n = 1.
Ketika memilih nilai yang digunakan untuk pembobot, direkomendasikan
menggunakan nilai yang lebih kecil (contohnya 0.2) untuk mendeteksi shift yang
kecil, dan nilai yang lebih besar (0.2-0.4) untuk shift yang lebih besar. Peta
EWMA yang memiliki = 1 merupakan peta x .

Peta kendali EWMA
Nilai EWMA (exponentially weighted moving average) diberikan sebagai berikut.
z
i
= x
i
+ (1- ) z
i-1
dimana nilai 0 < 1, adalah konstanta. Nilai awal z
0
(diberikan saat i =1) adalah
target dari proses sehingga z
0
=
0
.
Terkadang jika menggunakan data primer, nilai awal yang digunakan dari EWMA
adalah z
0
=x
Jika nilai diberikan = 0.2 maka kurva dari z
i
akan turun secara geometrik
ketika dihubungkan dengan smooth curve (kurva halus), sehingga EWMA
terkadang disebut geometric moving average (GMA).
J ika pengamatan dari x
i
adalah variabel random yang independen dengan varians

2
maka varians z
i
adalah
( ) | |
i
z
i
2 2 2
1 1
2

|
.
|

\
|

= (1)
Garis tengah dan batas kendali dari peta kendali EWMA diberikan sebagai berikut.
( )
| |
i
L UCL
2
0
) 1 ( 1
2

+ = (2)
Center line =
0
(3)
( )
| |
i
L LCL
2
0
) 1 ( 1
2

= (4)
Pada persamaan (2) dan (4) L adalah lebar dari batas kendali. Nilai [1-(1-)
2i
]
pada persamaan (2) dan (4) menunjukkan bahwa nilai i akan bertambah besar.
Artinya jika EWMA berjalan beberapa periode tertentu maka batas kendali akan
stabil pada nilai tertentu karena ( ) | |
i
i
2
~
1 1
lim

=1
Sehingga nilai UCL dan LCL menjadi
( )

+ =
2
0
L UCL (5)
( )

=
2
0
L LCL (6)
Meskipun demikian, kami sangat merekomendasikan untuk menggunakan
persamaan (2) dan (4) untuk nilai i yang kecil.

Contoh soal (Montgomery, 408)
Kita akan membuat peta kendali EWMA dengan = 0.1 dan L = 2.7
menggunakan data pada tabel 1. Nilai mean target dalam proses adalah
0
=10
dan standar deviasi adalah =1. Perhitungan EWMA akan ditampilkan di tabel 1
sedangkan batas kendali akan ditampilkan melalui plot dari minitab.
Tabel 1. Perhitungan EWMA
Subgroup
(i)
xi
EWMA,
z
i
Subgroup
(i)
xi
EWMA,
z
i

1 9.45 9.95 16 9.37 9.98
2 7.99 9.75 17 10.62 10.05
3 9.29 9.70 18 10.31 10.07
4 11.66 9.90 19 8.52 9.92
5 12.16 10.13 20 10.84 10.01
6 10.18 10.13 21 10.9 10.10
7 8.04 9.92 22 9.33 10.02
8 11.46 10.08 23 12.29 10.25
9 9.2 9.99 24 11.5 10.37
10 10.34 10.02 25 10.6 10.40
11 9.03 9.92 26 11.08 10.47
12 11.47 10.08 27 10.38 10.46
13 10.51 10.12 28 11.62 10.57
14 9.4 10.05 29 11.31 10.65
15 10.08 10.05 30 10.52 10.63
Perhitungan Batas kendali:
Untuk i=1
( )
| | ( ) | | 27 . 10 1 . 0 1 1
) 1 . 0 2 (
1 . 0
) 1 ( 7 . 2 10 ) 1 ( 1
2
1 . 2 2
0
=

+ =

+ =
i
L UCL



( )
| | ( ) | | 73 . 9 1 . 0 1 1
) 1 . 0 2 (
1 . 0
) 1 ( 7 . 2 10 ) 1 ( 1
2
1 . 2 2
0
=

=
i
L LCL



Untuk i=2
( )
| | ( ) | | 36 . 10 1 . 0 1 1
) 1 . 0 2 (
1 . 0
) 1 ( 7 . 2 10 ) 1 ( 1
2
2 . 2 2
0
=

+ =

+ =
i
L UCL



( )
| | ( ) | | 64 . 9 1 . 0 1 1
) 1 . 0 2 (
1 . 0
) 1 ( 7 . 2 10 ) 1 ( 1
2
2 . 2 2
0
=

=
i
L LCL



Karena UCL-LCL pada i=1 relatif stabil dengan UCL-LCL pada i=2 maka untuk
i=3,4,..,30 dapat menggunakan persamaan (5) dan (6) untuk perhitungan UCL dan
LCL
( )
62 . 10
) 1 . 0 2 (
1 . 0
) 1 ( 7 . 2 10
2
0
=

+ =

+ =

L UCL

( )
38 . 9
) 1 . 0 2 (
1 . 0
) 1 ( 7 . 2 10
2
0
=

L LCL