Anda di halaman 1dari 12

VISKOSITAS DAN RHEOLOGI A. Tujuan 1. Menerangkan arti viskositas dan rheologi 2.

Membedakan cairan Newton dan cairan non-Newton 3. Menggunakan alat-alat penentuan viskositas dan rheologi 4. Menentukan viskositas dan rheologi cairan Newton dan non-Newton

B. Alat dan Bahan 1. Alat a. Batang pengaduk b. Corong c. Gelas kimia 100 ml d. Gelas ukur 50 ml e. Karet penghisap f. Piknometer g. Pipet ukur 10 ml, 5 ml h. Stopwatch i. Tiang penyangga dan penjepit j. Viskometer kapiler k. Viskometer Rion 2. Bahan a. Aquadest b. Sediaan krim c. Sediaan sirup d. Sediaan suspensi e. Sorbitol

C. Prosedur Kerja 1. a. Viskometer kapiler Dibuat larutan aquades : sorbitol = 3:1, 2:1, dan 1:1, masing-masing sebanyak

50 mL. b. mL. c. Diposisikan viskometer dengan tegak pada tiang penyangga dan dijepit Dibuat larutan aquades : etanol = 2:1 dan 1:1, masing-masing sebanyak 50

dengan penjepit. d. Dipipet cairan sebanyak 3 mL dan dimasukkan ke dalam pipa lengan

viscometer yang lebar. e. Dihisap cairan di dalam viskometer dengan karet penghisap hingga melewati

batas atas pada pipa kapiler. f. Dinyalakan stopwatch pada saat meniscus menyinggung batas atas dan

matikan pada saat menyinggung batas bawah pipa kapiler viskometer. g. h. 2. a. Dicatat waktu yang diperlukan oleh cairan untuk melewati dua batas tersebut. Ditentukan massa jenis cairan dengan menggunakan piknometer. Viskometer Rion Menentukan viskositas sediaan pada posisi yang benar dengan mengatur letak

1) Diletakkan viscometer

gelembung udara tepat di tengah lingkaran. 2) Dipilih spindle yang kira-kira sesuai dengan viskositas bahan yang diperiksa 3) Dimasukkan spindle ke dalam sediaan, dihubungkan dengan rotor dengan cara mengencangkan uliran. 4) Diturunkan posisi spindle beserta rotornya sampai batas tanda tercelup pada spindle. 5) Geser rem kearah depan kemudian nyalakan power on, kemudian dibaca nilai skala yang tersajikan, setelah 3-5 putaran, kembalikan posisi rem kearah belakang.

b.

Menentukan pengaruh lamanya pengadukan terhadap viskositas sediaan

1) Dengan menggunakan nomor spindle yang sama dilakukan pengamatan pengaruh lamanya pengadukan sejak awal percobaan dilakukan secara kumulatif.

C. Hasil Pengamatan 1. a. Tabel Hasil Pengamatan Viskometer Kapiler Bahan Aquadest Etanol Aq:Sorb = 3:1 Aq:Sorb = 2:1 Aq:Sorb = 1:1 Aq:EtOH = 2:1 Aq:EtOH = 1:1 Waktu Alir (detik) T1 074 082 072 081 142 114 097 T2 072 083 073 095 150 117 095 T3 074 081 072 089 042 115 100 Trata-rata 073 082 072 088 144 115 097 rel 0,8895 0,8167 0,9493 1,0035 0,5374 1,1271 1,4111 abs 0,7299 0,82 0,72 0,88 0,44 1,15 0,97

b.

Menghitung densitas
H2O: H2O: Sorb 2:1 24,405 13,001 11,404 10 1,1404 H2O: Sorb 1:1 26,95 14,735 12,215 10 1,2215 H2O: EtOH 2:1 22,802 13,001 9,801 10 0,9801 H2O: EtOH 1:1 22,828 13,001 14,548 10 1,4548 H 2O EtOH Sorb 3:1

Parameter

Mpikno+bahan Mpikno Mbahan Vpikno bahan

26,92 14,735 12,185 10 1,2185

24,695 14,735 9,96 10 0,996

27,92 14,735 13,185 10 1,3185

c. Viskometer Rion 1) Penentuan viskositas sediaan Sediaan Sirup Suspensi Krim Tipe viskometer Viskometer rion Viskometer rion Viskometer rion Nomor spindle 3 3 2 Viskositas 0,45 0,72 110

2) Penentuan sifat tiksotropik/rheopeksi sediaan: a) Sirup Tipe viskometer Viskometer rion Viskometer rion Viskometer rion Viskometer rion Viskometer rion b) Suspensi Tipe viskometer Viskometer rion Viskometer rion Viskometer rion Viskometer rion Viskometer rion c) Krim Tipe viskometer Viskometer rion Viskometer rion Viskometer rion Viskometer rion Viskometer rion Rpm 62,5 62,5 62,5 62,5 62,5 Nomor spindel 2 2 2 2 2 Waktu 2 menit 4 menit 6 menit 8 menit 10 menit Viskositas 110 100 100 95 95 Rpm 62,5 62,5 62,5 62,5 62,5 Nomor spindel 3 3 3 3 3 Waktu 2 menit 4 menit 6 menit 8 menit 10 menit Viskositas 0,75 0,70 0,69 0,65 0,62 Rpm 62,5 62,5 62,5 62,5 62,5 Nomor spindel 3 3 3 3 3 Waktu 2 menit 4 menit 6 menit 8 menit 10 menit Viskositas 0,45 0,40 0,40 0,40 0,39

3) Kurva waktu vs viskositas sediaan a) Sirup

b) Suspensi

c)

Krim

4) Kurva 1/T vs log viskositas sediaan a) Sirup

b) Suspensi

c)

Krim

D. Pembahasan Praktikum mengenai viskositas dan rheologi, yang bertujuan untuk menerangkan arti viskositas dan rheologi, membedakan cairan Newton dan cairan non-Newton, menggunakan alat-alat penentuan viskositas dan rheologi, serta menentukan viskositas dan rheologi cairan Newton dan nonNewton. Viskositas merupakan suatu pernyataan tentang tahanan dari suatu cairan untuk mengalir. Semakin tinggi viskositas suatu cairan, semakin besar pula tahanan cairan tersebut. Rheologi merupakan ilmu yang mempelajari sifat aliran zat cair atau deformasi zat padat. Berdasarkan jenis aliranannya, cairan dibagi menjadi 2 tipe yaitu cairan Newton dan non-Newton. Cairan Newton merupakan cairan yang mengikuti hukum Newton, viskositasnya tetap pada suhu dan tekanan tertentu dan tidak tergantung pada kecepatan geser. Sehingga viskositasnya cukup ditentukan pada satu kecepatan geser.

Cairan non-Newton merupakan cairan yang tidak mengikuti hukum aliran non-Newton. Umumnya ditunjukkan oleh dispersi heterogen cairan dan padatan seperti larutan koloid, emulsi, suspensi cair, dan salep. Viskositas cairan semacam ini bervariasi pada setiap kecepan geser sehingga untuk mengetahui sifat alirannya dilakukan pengukuran pada beberapa kecepatan geser. Berdasarkan grafik sifat alirannya (rheogram), cairan non-Newton dibagi menjadi dua kelompok, yaitu cairan yang sifat alirannya tidak dipengaruhi waktu dan cairan yang sifat alirannya dipengaruhi waktu. Cairannya yang sifat alirannya tidak dipengaruhi waktu dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu aliran plastis, pseudoplastis, dan dilatan. Sedangkan aliran yang dipengaruhi waktu dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu aliran tiksotropik, rheopeksi, dan antitiksotropik. Peralatan yang digunakan untuk mengukur viskositas dan rheologi suatu zat cair disebut viskometer. Ada dua jenis viskometer, yaitu viskometer satu titik dan banyak titik. Viskometer satu titik bekerja pada satu titik kecepatan geser sehingga hanya dihasilkan satu titik pada rheogram serta alat ini hanya dapat digunakan untuk menentukan viskositas cairan Newton. Viskometer banyak titik bekerja pada beberapa harga kecepatan geser sehingga diperoleh rheogram yang sempurna serta dapat digunakan untuk cairan Nowton dan non-Newton. Viskometer yang digunakan pada percobaan ini menggunakan

viskometer kapiler serta viskometer rion. Viskometer kapiler merupakan viskometer yang tergolong sebagai alat ukur satu titik karena penggunaan viskometer kapiler hanya dapat menghasilkan satu titik parameter rheologi yaitu viskositas. Prinsip viskometer kapiler adalah dengan mengukur waktu yang dibutuhkan oleh cairan tersebut untuk lewat diantara dua tanda ketika cairan mengalir akibat gravitasi. Viskometer rion merupakan viskometer yang tergolong sebagai alat ukur banyak titik karena mampu bekerja pada bermacam-macam laju dan tekanan geser. Pengukuran viskositas dengan viskometer rion didasarkan pada viskometer Cup and Bob type Searle yang cupnya diam dan bobnya berputar, tetapi pada viskometer rion, bob disebut

sebagai spindle. Prinsip viskometer rion adalah mengamati besarnya hambatan yang dialami oleh spindle yang berputar didalam sediaan yang diperiksa sebagai akibat pemberian laju geser. Pada metode viskometer kapiler didapatkan waktu alir dari sediaan. Viskometer kalpiler merupkan viskometr satu titik dimana hanya dapat mengukur satu ekstrapolasi saja, yakni hanya dapat menhitung waktu alir. Waktu alir dari masing-masing sediaan dapat dilihat pada table pengamatan. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk mengalir, maka, viskositas sediaan tersubut rendah, sebaliknya jika semakin banyak waktu yang diperlukan sediaan tersebut untuk mengalir maka viskositas sediaan tersebut tinggi. Viskositas dapat dihitung dengan menggunakan rumus viskositas relative dan viskositas absolut. Viskositas relative merupakan nilai perbandingan dari densitas bahan dengan waktu rata-rata sediaan untuk mengalir. Sedangkan viskositas absolute didapatkan dari viskositas relative berbanding dengan viskositas bahan. Berdasarkan hasil pengamatan, nilai viskositas tertinggi yakni pada aquades:etanol = 1: 1 yakni 1,4111, sedangkan untuk viskositas terendah pada aquades : sorbitol = 1:1 yakni 0,5374. Dari data ini terlihat bahwa viskositas bahan yang telah dicampur dapat menjad I lebih kecil ataupun lebih besar, hal ini tregantung pada perbandingan campuran bahan tersebut. Untuk mengukur densitas yakni dengan cara menimbang bobot piknometer kosong terlebih dahulu, kemudian diisi sediaan hingga penuh, kemudian ditimbang. massa bahan yakni selisih massa bobot total dengan massa piknometer kosong, maka didapatkan nilai massa Densitas sediaan dapat dihitung dengan cara massa sediaan

piknometer.

berbanding dengan volume sediaan maka didapatkan densitas bahan tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan, densitas tertinggi yakni aquadest ; etanol 1:1 yakni, 1,45448 gram /mL dan densitas terendah yakni aquadest:etanol = 2:1. Percobaan dengan viscometer Rion, didapatkan dua ektrapolasi yakni, vaktu dan viskositas yang lebih baik pengerjaannya dibandingkan dengan kapiler. sediaan yang digunakan yakni: sirup, suspense dan krim. Berdasarkan hasil pengamatan, ketiga sediaan tersebut merupakan contoh sediaan

pseudoplastis, karena akan mengalami penurunan viskositas saat ditingkatkan lama pengadukan.

E. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Viskositas tertinggi pada aquades:Et-OH = 1:1, yakni 1,411cp 2. Viskositas terendah pada aquades:sorbitol = 1: 1, yakni 0,5374 cp 3. Sediaan sirup merupakan tipe aliran pseudoplastis, karena viskositas menurun dengan meningkatnya lama pengadukan. 4. Sediaan suspense merupakan tipe aliran pseudoplastis, karena viskositas menurun dengan meningkatnya lama pengadukan. 5. Sediaan krim merupakan tipe aliran pseudoplastis, karena viskositas menurun dengan meningkatnya lama pengadukan.