Anda di halaman 1dari 7

VISKOSITAS CAIRAN

Mashfufatul Ilmah (1112016200027), Ummu Kalsum Andi Lajeng

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2014

ABSTRAK

Viskositas fluida (zat cair) adalah gesekan yang ditimbulkan oleh fluida yang bergerak atau benda padat yang bergerak di dalam fluida. Tujuan dari praktikum viskositas cairan ini yaitu untuk memahami cara penentuan kerapatan zat cair (viskositas) dengan metode ostwald dan falling ball dan dengan picknometer. Beberapa cairan, (air, etanol, dietil eter) tertuang atau mengalir dengan mudah. Lainnya sepertiminyak mesin yang kental, mengalir dengan malas (kita katakan bersifat lebi kental). Pada percobaan ini oli memiliki koefisien viskositas yang lebih tinggi dari minyak tanah, alkohol, dan air. Massa jenis yang dihasilkan dari sampel yang digunakan dengan menggunkan picknometer, didapatkan hasil yang mendekati dengan massa jenis pada literatur

PENDAHULUAN

Dilihat dari definisinya untuk membedakan zat padat dengan fluida dapat dilihat dari karakteristik deformasi bahan bahan tersebut. Zat padat dianggap sebagai bahan yang menunjukan reaksi deformasi yang terbatas ketika menerima atau mengalami suatu gaya geser (shear). Sedangkan fluida memperlihatkan fenomena sebagai zat yang terus menerus berubah bentuk apabila mengalami tegangan geser, dengan kata lain yang dikategorikan sebagai fluida adalah suatu zat yang tidak mampu menahan tekanan geser tanpa berubah bentuk, jadi pengertian dari fluida adalah suatu zat yang bentuknya dapat berubah terus- menerus akibat adanya suatu gaya geser seberapa pun kecilnya (Ridwan).

untuk fluida yang mengencer akibat geseran viskositas nyatanya berkurang dengan meninkatnya laju geseran, semakin kuat fluida mengalami geseran, maka fluida tersebut semakin encer (viskositasnya berkurang). Kebanyakan suspensi koloid dan larutan polimer adalah fluidayang termasuk golongan ini. Untuk fluida yang mengental akibat geseran

Laporan Praktikum Kimia Fisika II

1
1

viskositas nyatanya meningkat dengan peningkatan laju geseran semakin kuat fluida mengalami geseran, maka semakin kental fluida tersebut (viskositasnya bertambah) (Bruce R. Munson, 21: 2003).

Sifat lain yang berhubungan atau kurang lebih mempunyi hubungan dengan gaya tarik inter molekul, ialah viskositas, yaitu keresistenan (resistensy), cairan unuk mengalir. Satu cara termudah untuk mengukur viskositas adalah dengan mentukan waktu yang diperlukan bagi suatu cairan untuk mengalir melalui suatu tabung kapiler dengan panjang tertentu. Cara lain adalah dengan mengukur waktu yyang diperlukan sebuah bola besi jatuh dari ketinggian tertentu suatu cairan. Sebagaimana kita ketahui dari pengalamna sehari-hari, beberapa cairan, (air, etanol, dietil eter) tertuang atau mengalir dengan mudah. Lainnya sepertiminyak mesin yang kental, mengalir dengan malas (kita katakan bersifat lebi kental). Karena kekuatan gaya tarik intermolekul menurun dengan naiknya suhu, viskositas juga umumnya menurun dengan meningkatnya suhu (Petrucci, 3:1987).

Viskositas fluida (zat cair) adalah gesekan yang ditimbulkan oleh fluida yang bergerak atau benda padat yang bergerak di dalam fluida. Besaran gesekan ini biasanya juga disebut derajat kekentalan zat cair. Jadi semakin besar viskositas zat cair, maka semakin susah benda padat bergerak di dalam zat cair tersebut. Viskosias dalam zat cair, yang berperan adalah gaya kohesi antar partikel zat cair. Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliran fluida yang merupakan geseran antara molekul-molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir, dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan bahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas yang tinggi (anonim).

Alat dan Bahan

Metode Ostwald

BAHAN DAN METODE

Alat yang digunakan dalam percoban ini adalah: viskometer, stopwacth, penggaris, bulp, masing-masing 1 buah. Dan bahan yang digunakan adalah: air, etanol 70%, oli, minyak tanah.

Metode Falling Ball

Laporan Praktikum Kimia Fisika II

2
2

Alat yang digunakan dalam percoban ini adalah: gelas ukur, kelereng, stopwacth, masing-masing 1 buah. Dan bahan yang digunakan adalah: air, etanol 70%, oli, minyak tanah.

Pengukuran massa jenis Alat yang digunakan dalam percoban ini adalah: picknometer, neraca ohaus. Dan bahan yang digunakan adalah: air, etanol 70%, oli, minyak tanah.

Metode

Metode Ostwald Masukkan air sebanyak 50 mL kdalam viskometer, ukur panjang/tinggi air pada viskometer menggunakan penggaris, sedot air menggunakan bulp hingga ujung (atas), pada saat air disedot ujung yang lain ditutup dengan ibu jari, lepaskan bulp dan buka ujung yang ditutup dengan ibu jari dengan bersamaan, catat waktu pada saat kedua ujung dibuka (ujung yang ditutup dengan bulp dan ujung yang ditutup dengan ibu jari) sampai tinggi air setimbang (pada posisi semula). Ulangi langkah berikut dengna mengguakan minyak tanah, oli dan etanol.

Metode Falling Ball

Ukur jari-jari kelereng, masukkan air ke dalam gelas ukur ukuran 100 ml (usahakan agar air penuh), masukkan kelereng ke dalam gelas ukur tersebut, putar gelas ukur 180° sehingga kelereng bergeser, catat waktu yang dibutuhkan kelereng jatuh ketika gelas ukur diputar 180°. Ulangi dengan mengganti air dengan etanol, minyak tanah, oli

Pengukuran massa jenis

Masukkan air ke dalam picknometer, kemudian timbang picknometer berisi sampel tersebut di neraca ohauss, ulangi dengan mengganti air dengan etanol, minyak tanah, oli

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengukuran massa jenis

sampel

Picknometer

Picknometer +

Volume (mL)

Massa jenis

kosong (gram)

sampel (gram)

(gr/mL)

Air

22.1

46.64

25



Etanol

22.1

43.65

25

Minyak tanah

22.1

42.63

25



Oli

22.1

43.67

25



air 





gr/mL

etanol





gr/mL

minyak tanah 





gr/mL

oli





gr/mL

Metode Ostwald

sampel

Volume sampel

Jari-jari pipa

Panjang pipa

Waktu (sekon)

(mL)

(cm)

(cm)

Air

50

0.85

15.7

4.9

Etanol

50

0.85

15.7

5.4

Minyak tanah

50

0.85

15.7

5.7

Oli

50

0.85

15.7

76.2

 (

)

koefisien viskositas (poise) R = jari-jari pipa (m) t = waktu (detik) V= volume (liter) L= panjang pipa (cm)

P = tekanan (dyne/cm2) Diketahui: P = 1 atm = 1,013.106.10 6 dyne/cm2

R = 0,85 cm

V = 50 mL = 0.05L

L = 15.7 cm

 air  (

)



(

)(

)

(

)

(

)(

)

Laporan Praktikum Kimia Fisika II

4
4
 

(

)



 

(

)(

)

(

)

 etanol 



 

(

)(

)



 
 

(

)

(

)(

 

)

(

)

 minyak tanah 

 



 



(

)(

)

 oli  (

)

(

)(

)

(

)

 





(

)(

)

x10 -3 poise

x10 -3 poise

x10 -3 poise

x10 -3 poise

Metode Falling Ball

sampel

Jari-jari

Tinggi tabung

Waktu (sekon)

kelereng (cm)

(cm)

Air

1.7

18.3

0.92

Etanol

1.7

18.3

0.87

Minyak tanah

1.7

18.3

1

Oli

1.7

18.3

1.8

V=

V= kecepatan (cm/s)

I

= jarak (cm)

t

= waktu (s)

V air

=

=

= 19.89 cm/s

Laporan Praktikum Kimia Fisika II

5
5

V

V

V

etanol

minyak tanah

oli

=

=

= 21.03 cm/s

=

=

= 18.3 cm/s

=

=

= 10.17 cm/s

Pada percobaan pengukuran massa jenis menggunakan picknometer didapatkan massa jenis air, etanol, minyak tanah dan oli sebesar: 0.982 g/mL, 0.862 g/mL, 0.821 g/mL dan 0.863 g/mL, sedangkan dalam literarut yang diketahui massa jenis air sebesar 0.997 g/mL, perbedaan ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya neraca yang digunakan adalah neraa ohaus yang akan lebih akurat bila menggunkan neraca analitik/digital, kesalahan praktikan dalam membaca alat, karena perbedaan yang dipeoleh juga tidak tidak terlalu jauh. Begitu pula pada etanol massa jenis berdasarkan literarut sebesar 0.8883 g/mL, minyak tanah 0.80 g/mL, dan oli sebesar 0.8 g/mL.

Pada percobaan dengan metode falling ball (bola jatuh), kelereng yang dimasukkan dalam gelas ukur diputar180 o sehingga akan terpengaruh oleh gaya gravitasi bumi, metode ini kurang akurat jika digunakan dalam menentukan massa jenis zat cair karena pada saat bola tepat jatuh tidak bisa bersamaan dengan waktu distopwatch karena keterbatasan praktikan. Semakin cepat waktu yang dibutuhkan kelereng untuk jatuh maka semakin encer cairan tersebut sehingga tingkat kekentalannya sangat sedikit dan viskositasnya rendah.

Dari percobaan yang menggunakan metode Ostwald, koefisien viskositas oli lebih besar dari pada air, alkohol dan minyak tanah, karena oli memiliki tingkat kekentalan yang lebih besar dari air, alkohol dan minyak tanah. Dari sifat fisik yang diamati sangat terlihat bahwa oli yang digunakan benar-benar kental. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir, dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan bahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas yang tinggi, air memiliki sifat yang encer sehingga koofisien viskositasnya paling kecil.

KESIMPULAN

Viskositas fluida (zat cair) adalah gesekan yang ditimbulkan oleh fluida yang bergerak atau benda padat yang bergerak di dalam fluida. Besaran gesekan ini biasanya juga disebut

derajat kekentalan zat cair. Berdasarkan percobaan Viskositas dapat disimpulkan bahwa: oli

Laporan Praktikum Kimia Fisika II

6
6

memiliki viskositas yang lebih tinggi dibandingka dengan minyak tanah, etanol dan air. Semakin tinggi viskositas, semakin sulit suatu fluida mengalir dan sebaliknya semakin rendah viskositas, semakin mudah suatu fluida mengalir, semakin encer suau zat cair maka viskositas akan semakin rendah.

DAFTAR PUSTAKA

Munson, Bruce R. Dkk. 2003. Mekanika Fluida Edisi Keempat Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Petrucci, Ralp. H. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Keempat Jilid 2. Jakarta:

Erlangga.

Pengukuran viskositas bola jatuh fluida dengan mikrokontroler atmega 8535.

l%20text.pdf?sequence diakses pada tanggal 25 April 2014 pukul 5.26 PM

Ridwan, Elbi Wiseno, dan Petjo Gangsar Suwargo. Pembuatan dan Pengujian Viskometer Tabung

20402787.pdf diakses pada tanggal 25 April 2014 pukul 5.26 PM

Laporan Praktikum Kimia Fisika II

7
7