Anda di halaman 1dari 9

BAB V

PEMBAHASAN ALAT
5.1 INFRANT WARMER

5.1.2 DATA TEKNIS ALAT


NAMA

:IFRANT WARMER

MERK

MODEL

NO. SERI

:-

DAYA

: 220-230VAC +/-10%, 50/60Hz

5.1.3 PENGERTIAN INFRANT WARMER


infant warmer adalah peralatan medic dengan memanfaatkan panas
yang dihasilkan oleh heater yang terbuat dari kawat nikelin. Infant warmer
berfungsi ntuk menghangatkan bayi, menstabilkan dan menmjaga suhu bayi
setelah dilahirkan.
Panas dihasilkan oleh infrared element dimana panas merambat
melalui udara dengan membentuk sudut.sehingga mengenai permukaan kulit
bayi. Dengan proses pemanasan yang diberikan pada bayi maka bayi tersebut
akan terjaga suhu tubuhnya

5.1.4 TEORI DASAR BAYI


A. Bayi Prematur
Bayi premature adalah bayi yang lahir dalam kondisi yang tidak normal,
dengan disebabkan karena umur kandungan yang belum mencapai masa
kelahiran atau berat badan saat kelahiran dibawah rata-rata bayi normal.
Sehingga diperlukan proses adaptasi lingkungan diluar rahim dalam kondisi
yang terkontrol. Kondisi yang serba terbatas, baik asupan gizi dan kebutuhan
lainnya yang diperlukan dalam tumbuh kembangnya bayi, perlu perawatan yang
insentif.
Menurut WHO bayi premature adalah bayi yang lahir sebelum usia
kehamilan 37 minggu di hitung dari priode menstruasi berakhir. Bayi premature
merupakan masalah kesehatan serius dan beresiko tinggi terhadap komplikasi
kesehatan bayi. Data WHO menyebutkan kalau bayi premature juga
penyumbang daftar kematian di dunia.
Bayi prematur beresiko sangat tinggi terhadap sejumlah macam
penyakit, resiko yang ditimbulkan sangat bergantung pada usia kehamilan,

makin kecil usianya, makin besar resikonya. Antara lain, pasca bayi baru lahir :
penyakit kuning mengakibatkan fungsi hati yang belum sempurna, Asfiksia
(kegagalan bernapas spontan dan teratur pada menit menit pertama setelah
lahir), kekerungan oksigen dalam otak, gangguan pendengaran, gangguan
penglihatan, dan hypotermia. Bayi prematur dapat mengalami pertumbuhan
normal yang bisa dilihat melalui lingkar kepala, berat badan, dan panjang
badan.

B. Hiportemia
Hipotermia adalah suatu kelainan dimana bayi yang baru lahir memiliki
suhu dibawah keadaan suhu normal. Adapun suhu normal bayi adalah 36,5-37
C. Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu tubuh dibawah normal (kurang
dari 36,5 C). Hipotermia merupakan salah satu penyebab tersering dari
kematian bayi baru lahir, terutama dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg.
Penyebab terjadinya penurunan suhu tubuh pada bayi :

1. Ketika bayi baru lahir tidak segera dibersihkan, terlalu cepat dimandikan,
tidak segera diberi pakaian, tutup kepala, dan dibungkus, diletakkan pada
ruangan yang dingin, tidak segera didekapkan pada ibunya, dipisahkan dari
ibunya, tidak segera disusui ibunya.
2. Bayi berat lahir rendah yaitu bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2,5
kg atau bayi dengaan lingkar lengan kurang dari 9,5 cm atau bayi dengan
tanda-tanda otot lembek, kulit kerput.
3. Bayi lahir sakit seperti asfiksia, infeksi sepsis dan sakit berat.

Hipotermia dibedakan atas :


1. stres dingin (36 -36,50 C)
2. hipotermi sedang (32 -360 C)
3. hipotermi berat (dibawah 320 C)

Bayi-bayi yang sangat rawan terhadap hipotermia yaitu :

1. bayi kurang bulan / prematur.


2. bayi berat lahir rendah.
3. bayi sakit.

Gejala hipotermia

1. kaki dan tangan bayi teraba lebih dingin dibandingkan dengan bagian
dada.
2. aktivitas berkurang.
3. kemampuan menghisap lemah.
4. tangisan lemah.
5. ujung jari tangan dan kaki kebiruan.

Proses terjadinya hipotermia (Penurunan suhu tubuh pada bayi) terjadi


melalui :

1. Evaporasi (menguapnya cairan dari kulit bayi yang basah).


2. Radiasi (memancarnya panas tubuh bayi ke lingkungan sekitar yang lebih
dingin).
3. Konduksi (pindahnya panas tubuh apabila kulit bayi langsung kontak

dengan permukaan yang lebih dingin).

5.1.4Gambaran Umum Infant Warmer


Infant Warmer berasal dari bahasa inggris yaitu Infant dan
Warmer Infant berarti bayi, sedangkan Warmer yaitu penghangat, jadi
Infant Warmer yaitu alat penghangat yang digunakan untuk menghangatkan
bayi. Telah kita ketahui bahwa bayi yang baru lahir biasanya tidak langsung
mampu menyesuaikan dengan suhu lingkungannya hal ini disebabkan bayi
yang mengalami suatu periode atau masa peralihan dari kehidupan Intra
Uterine (dalam rahim) ke kehidupan Extra Uterine (luar rahim).
Pesawat Infant Warmer hampir sama dengan pesawat Baby
Incubator, yang membedakan alat Baby Incubator dan Infant Warmer adalah
Pesawat Baby Incubator casingnya tertutup, dan alat Infant Warmer
casingnya terbuka langsung dengan lingkungan.
Pesawat Infant Warmer pada umumnya dilengkapi dengan rangkaian
sensor suhu dan heater yang mempunyai fungsi masing masing. Rangkaian
pemanas (heater) berfungsi untuk memberikan panas yang ideal, suhu diatur

oleh rangkaian setting suhu, dan suhu yang diatur harus sesuai dengan suhu
dalam kandungan (rahim ibu) yaitu sekitar 36,5 C 37 C.
Rangkaian sensor suhu berfungsi untuk mengontrol rangkaian
pemanas (heater), apabila pemanas (heater) telah sampai dengan nilai yang
disetting maka pemanas (heater) akan mati, dan apabila suhu kurang dengan
suhu yang disetting maka pemanas (heater) akan menyala kembali sampai
suhu yang ditentukan.

5.1.5

BLOK DIAGRAM

5.1.6 CARA KERJA BLOK DIAGRAM


Satu daya pada rangkaian ini akan menghasilkan tegangan 5volt dan akan
memberi tegangan kerangkaian control yaitu mikrokontroler untuk mengatur
suhu yang diinginkan rangkaian dapat diberikan melalui rangkaian pengaturan
atau push button sesuai dengan apa yang akan di atur pengguna. Sedangkan
untuk mengetahui suhu yang berada pada chamber dapat dilihat pada tampilan
LCD dimana tampilan tersebut merupakan hasil dari sensor pada alat ini yang

ditempatkan pada chamber. Sedangkan untuk buzzer berbunyi untuk menandai


terjadinya kesalahan dan menandai suhu yang berada pada chamber.
Sedangkan untuk rangkaian timer pada alat ini berfungsi untuk memutus
kerja heater dan menghidupkan kerja heater lagi secara otomatis sesuai dengan
program pada mikrokontroler heater mendapat suplay tegangan 220VaC.

5.1.7 CARA PENGOPERASIAN


1. Hubungkan kabel power ke jala-kala PLN.
2. Tekan Switch ON pada pesawat maka power indikator akan menyala.
3. Pilih mode untuk pemilihan mode penghangat.
4. Setting suhu 37C dan setting timer sesuai kebutuhan. Tunggu sampai
display suhu bawah (Real Temperatur) sama dengan suhu atas (Seted
Temperatur). Setelah sama barulah letakkan bayi.
5.

Apabila waktu telah habis maka buzzer akan berbunyi.

5.1.8 PEMELIHARAAN
1. Periksa dan bersihkan bagian-bagian alat
2. Periksa kondisi lampu elemen pemanas, ganti bila perlu.
3. Periksa fungsi indikator alarm dan timer.
4. Periksa konektor sensor suhu, kabel konektor lain dan kabel power.

5. Periksa grounding pada alat untuk mencegah terjadinya arus bocor

5.1.9 TROUBLESHOOTING
1. Sensor tidak berfungsi
2. Heater tidak panas meski indicator lampu menyala
3. Alarm tidak berbunyi meski suhu sudah mencapai maksimal.