Anda di halaman 1dari 1

Pemeriksaan Fisik Secara umum, sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter haruslah

memperkenalkan diri dan menampilkan sikap percaya diri bagi mendapatkan kepercayaan dan kerjasama dari pasien. Pastikan pasien merasa nyaman. Seterusnya, lakukan observasi umum, seperti keadaaan umum pasien, dispnu, distres, struktur dan sifat tubuh pasien. Seterusnya, dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital. Seterusnya lakukan pemeriksaan lengan, kepala dan leher. Lihat apakah ada tangan pasien ada jari tabuh, perdarahan splinter, sianosis, atau bekas warna nikotin. Periksa denyut nadi radialis dan brakhialis, tekanan darah serta apakah adanya skar dan xantoma pada lengan pasien. Periksa apakah ada kemerahan malar pada wajah pasien. Lihat apakah mata pasien anemia atau ikterik. Periksa palatum dan gigi pasien, serta apakah mulutnya sianosis.

Tentukan apakah pasien menderita kelainan tiroid dan perinsa denyut karotis dan vena jugularus. Setelah selesai, lakukan pemeriksaan dada. Inspeksi dada belakang untuk melihat bentuk umum dan skar. Palpasi bagi mengetahui apakah adanya pengembangan paru.

Lakukan perkusi bagi mengetahui apakah ada efusi pleura. Akhir sekali, lakukan auskultasi bagi mendengarkan apakah ada pernapasan bonkial dan krepitasi. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan abdomen. Palpasi bagi mencari kelainan pada hati, limpa, ginjal dan aorta. Khusus untuk ginjal, dilakukan palpasi batotemen, dan

bimanual. Lakukan perkusi bagi mencari asites, dan khusus pada ginjal, dilakukan perkusi CVA. Lakukan juga auskultasi bagi mendengarkan apakah ada bunyi bising usus dan bunyi bruit. Akhir sekali, lakukan pemeriksaan tungkai. Cari keberadaan, keseiramaan femororadial, dan bruit dari denyut pada tungkai. Periksa apakah ada edema. Pada jari-jemari, lihat apakah ada perdarahan splinter dan jari tabuh.