Anda di halaman 1dari 16

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PELESTARIAN PERMAINAN TRADISIONAL BANTEN MELALUI MUATAN LOKAL UNTUK MENGANGKAT KEMBALI NILAI-NILAI BUDAYA KONVENSIONAL

BIDANG KEGIATAN PKM GT

Diusulkan oleh: Aditya Dirgantara Nugraha /2224120505/2012 Dede Rohayati/4443131826/2013 Vidya Chae runnisa /2224120507/2012

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA SERANG 2014

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan : PELESTARIAN PERMAINAN TRADISIONAL BANTEN MELALUI MUATAN LOKAL UNTUK MENGANGKAT KEMBALI NILAI-NILAI BUDAYA KONVENSIONAL 2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM - AI (V) PKM - GT 3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Aditya Dirgantara Nugraha b. NIM : 2224120505 c. Jurusan : Pendidikan Biologi d. Universitas : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa e. Alamat Rumah dan No. Tel./Hp : Ds. Sukamaju RT/RW 08/03 Kec. Labuan Kab. Pandeglang Prov. Banten/087773354443 f. Alamat E- mail : payungkecil@gmail.com 4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 Orang 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar : Lukman Nulhakim, M.Pd b. NIP : 197904092007101001 c. Alamat Rumah dan No. Tel./Hp : Permata Banjar Asri Blok B7 No. 94 Parung Myabon Cipocok Jaya / 08122461741

Serang, 18 Maret 2014 Menyetujui Ketua Jurusan PMIPA Ketua Pelaksana

(Najmi Firdaus, M.Si) NIP. 198003112005011002 Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNTIRTA

(Aditya Dirgantara Nugraha) NIM. 2224120505 Dosen Pendamping

(Drs. H. Hidayatullah Haila, M.M.) NIP. 195909151986031003

(Luqmanul Hakim, M.Pd) NIP. 197904092007101001

ii

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur senantiasa selalu terpanjatkan kehadirat ilahi robbi karena berkat rahmat dan karunia-Nya karya tulis ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Shalawat juga salam semoga selalu tercurahkan kehariban Nabi Muhammad SAW. Ucapan terimakasih juga penulis haturkan kepada semua pihak yang telah terlibat dalam membantu terselesaikannya karya tulis ini. Dalam pembuatan karya tulis yang berjudul Pelestarian Permainan Tradisional Banten Melalui Muatan Lokal Untuk Mengangkat Kembali NilaiNilai Budaya Konvensional, penulis mengakui betul karya tulis ini masih jauh dari apa yang diharapkan, berkenaan keterbatasan ilmu yang dimiliki. Baik dari segi penulisan maupun penyajian materi karya tulisini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karenanya, diharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga dapat menjadi acuan dalam pembuatan karya tulis berikutnya. Harapan penulis tentunya, karya tulis kami yang berjudul Pelestarian Permainan Tradisional Banten Melalui Muatan Lokal Untuk Mengangkat Kembali Nilai-Nilai Budaya Konvensional dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.

Serang, 18 Maret 2014

Penulis

iii

DAFTAR ISI

Lembar Judul ............................................................................................................i Lembar Pengesahan ................................................................................................ ii Kata Pengantar ...................................................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................................................iv Daftar Tabel..............................................................................................................v Ringkasan ...............................................................................................................vi PENDAHULUAN ..................................................................................................1 Latar Belakang Masalah ..........................................................................................1 Tujuan dan Manfaat Penulisan ............................................................................... 2 GAGASAN ............................................................................................................ 3 Manajemen Muatan Lokal Banten ......................................................................... 3 Solusi Terdahulu .................................................................................................... 3 Pelestarian Permainan Tradisional melalui Muatan Lokal Sekolah ....................... 3 Permainan Tradisional Anak ................................................................................. 4 Faktor hilangnya permainan tradisional ............................................................... 5 Manfaat permainan tradisional yang berintegrasi dalam muatan lokal sekolah .. 5 Jenis Permainan Tradisional Banten ..................................................................... 5 Pihak-pihak yang Terkait ........................................................................................ 7 Langkah- langkah Strategi Pengimplementasian Permainan Tradisional sebagai Muatan Lokal Sekolah ..........................................7 Peluang dan Tantangan dalam Memasukan Permainan Tradisional dalam Muatan Lokal Sekolah ............................................7 KESIMPULAN ......................................................................................................8 Gagasan yang Diajukan ...........................................................................................8 Teknik Implentasi ....................................................................................................8 Prediksi Hasil ..........................................................................................................8 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................9 DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................10

iv

DAFTAR TABEL

Tabel.1 Jenis Permainan Tradisional Banten ..........................................................6

RINGKASAN Pudarnya permainan tradisional karena banyaknya fasilitas canggih yang ditawarkan oleh media kontemporer akibat pengaruh globalisasi yang mulai merenggut kebudayaan lokal dengan proses yang sangat cepat, melalui faktor pendukungnya yaitu teknologi, komunikasi, juga informasi. Kini anak-anak dan remaja bahkan dewasa merasa asing dengan kebudayaan daerah mereka sendiri. Mereka akan jauh lebih mengerti benar mengenai hal- hal yang sekarang menjadi tren di masyarakat, seperti maraknya sosial media, play station, game online, dan lain sebagainya. Dalam hal ini globlisasi sulit untuk dicegah, namun dengan sikap selektif dalam menyaring globalisasi akan membantu untuk tetap mempertahankan budaya lokal agar tidak terabaikan, dan juga perlu dilakukan upaya untuk melestarikan budaya lokal itu sendiri, ya ng salah satunya dengan menjadikan permainan tradisional sebagai muatan lokal yang dapat membantu terangkat kembalinya nilai- nilai budaya konvensional. Permainan Tradisional yang merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa memiliki nilai- nilai luhur untuk dapat diwariskan kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Sebagai upaya pelestarian dan pengembangannya, permainan tradisional sangatlah tepat jika di masukan ke dalam muatan lokal sekolah, karena banyaknya nilai positif yang terkandung dalam permainan tradisional diantaranya mampu mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan kreatifitas anak. Selain itu permainan tradisional juga dapat mengangkat kembali nilai- nilai budaya konvensional yang kini mulai terlupakan oleh masyarakat. Implementasi dari permainan tradisional yang di masukan ke dalam muatan lokal sekolah diantaranya dengan mengintergrasikan seluruh sekolah untuk mengintegralkan permainan tradisional ke dalam muatan lokal, mensosialisasikan permainan tradisional kepada pihak-pihak terkait, memberikan pendekatan dan pemahaman terhadap guru yang terlibat, menugaskan guru untuk menjadwalkan dan menyediakan sumber daya secara khusus, serta menjaga konsistensi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.

vi

JUDUL PROGRAM PELESTARIAN PERMAINAN TRADISIONAL BANTEN MELALUI MUATAN LOKAL UNTUK MENGANGKAT KEMBALI NILAI-NILAI BUDAYA KONVENSIONAL

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Berdasarkan Undang- undang Nomor 23 tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten, luas wilayah Provinsi Banten adalah 8.651,20 km2 , yang terdiri dari 4 (empat) kabupaten, yaitu Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, Tangerang dan 2 (dua) Kota yaitu Kota Tangerang dan Kota Cilegon. Seiring dengan tuntutan dan perkembangan pembangunan, tahun 2007-2008 telah terjadi pemekaran wilayah, dengan terbentuknya Kota Serang sebagai pemekaran dari Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan sebagai pemekaran dari Kabupaten Tangerang, sehingga saat ini jumlah kabupaten dan kota di Provinsi Banten menjadi 4 (empat) kabupaten dan 4 (empat) kota. Provinsi Banten dengan batas wilayah Provinsi Banten adalah; Sebelah Utara dengan Laut Jawa; Sebelah Timur dengan Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat; Sebelah Selatan dengan Samudra Indonesia; Sebelah Barat dengan Selat Sunda. Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan keanekaragaman budaya salah satunya permainan tradisional anak atau yang disebut dengan dolanan anak-anak yang merupakan salah satu aset budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan. Maksud dari pelestarian adalah menjaga agar permainan tradisional anak tetap ada, dan akan lebih baik lagi jika permainan tradisional anak dapat berkembang. Artinya, selain permainan tradisional anak tetap hidup di masyarakat pendukungnya juga adanya upaya agar permainan tersebut tidak statis, namun dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Hilangnya permainan tradisioanl anak selain akibat pengaruh globalisasi juga diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu faktor historis, faktor kebijaksanaan dalam pendidikan formal, faktor hilangnya prasarana serta terdesaknya permainan tradisional dengan permainan impor yang lebih modern. Melihat kendala yang dihadapi di atas, perlu kiraya ada upaya agar permainan anak tradisional tetap di akui, terutama oleh masyarakat pendudkungnya. Permainan tradisional anak mempunya arti yang sangat penting dalam pendidikan budaya bangsa terutama untuk menanamkan nilai- nilai budaya konvensional. Pendidikan merupakan hak dasar setiap penduduk dan pemenuhan atas hak ini menjadi kewajiban pemerintah. Dalam kaitan ini, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar agar seluruh penduduk muda yang mendominasi struktur umur di Provinsi Banten memperoleh pendidikan yang layak. Selain jumlah penduduk yang besar, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pendidikan adalah relatif besarnya disparitas ketersediaan sarana pendidikan. Di satu pihak, kota umumnya memiliki sekolah yang berkualitas dengan biaya pendidikan yang relatif mahal dan dikelola secara mandiri. Di pihak lain, beberapa daerah masih terfokus pada peningkatan cakupan atau belum beranjak pada peningkatan kualitas dalam proses pendidikannya. Layanan pendidikan dasar yang dilaksanakan meliputi pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Pada tahun 2009, jumlah SD mengalami peningkatan 405 unit dari 4.527 unit menjadi 4.932 unit. Kenaikan terjadi pada SD Negeri yaitu dari 4.152 unit menjadi 4.513 unit atau naik 8,69 persen. SD Swasta mengalami peningkatan 44 unit dari 375 unit menjadi 419 unit. Kondisi yang sama juga terjadi pada jenjang SMP dan SMA, jumlah sekolah mengalami

peningkatan, baik sekolah negeri maupun swasta. Pada jenjang SMP, terdapat penambahan 352 unit terdiri dari 183 unit SMP Negeri dan 169 unit SMP Swasta, sehingga pada tahun 2009 jumlah SMP menjadi 1.174 unit. Penambahan jumlah SMU (SMA dan SMK) lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah SMP yaitu sebanyak 236 unit. Tahun sebelumnya jumlah SMU sebanyak 635 unit, sedangkan tahun 2009 menjadi 871 unit. Penambahan tersebut, terbanyak berasal dari SMA sebanyak 124 unit, sedangkan dari SMK sebanyak 112 unit. Sementara itu, angka partisipasi sekolah penduduk Banten pada tahun 2009 untuk semua kelompok umur (KU) mengalami kenaikan yaitu KU 7 12 tahun naik dari 97,56 persen ke 97,85 persen; KU 13-15 naik dari 79,87 persen ke 80,88 persen; KU 16- 18 dari 48,40 persen ke 50,00 persen dan KU 19-24 dari 10,50 persen ke 11,07 persen. Berarti, pada tahun 2009 jumlah penduduk Banten yang bersekolah lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun 2008. Berdasarkan kurikulum yang ada, selaian mata pelajaran tertentu terdapat juga mata pelajaran pendukung seperti muatan lokal, sebagaimana dimaksud dalam Penjelasan Atas Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, muatan lokal merupakan bahan kajian yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Selain itu pada Pasal 77 N Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional dinyatakan bahwa : (1) Muatan lokal untuk setiap satuan pendidikan berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal; (2) Muatan lokal dikembangkan dan dilaksanakan pada setiap satuan pendidikan. Muatan lokal sebagai bahan kajian yang membentuk pemahaman terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya bermanfaat untuk memberikan bekal sikap, pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta didik agar mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya; memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya; serta memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai- nilai atau aturanaturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai- nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. Tujuan dan Manfaat Penulisan Penulisan ini bertujuan untuk: Memaparkan apa itu permainan tadisional Memaparkan manfaat permainan tradisional Mengetahui faktor hilangnya permainan tradisional Menjelaskan manfaat permainan tradisional yang berintegrasi dalam muatan lokal sekolah Mengetahui jenis permainan tradisional yang ada di Banten Mengetahui langkah- langkah pengimplementasian permainan tradisional dalam muatan lokal sekolah Adapun manfaat yang dapat dicapai dari penulisan ini adalah: Mengangkat kembali nilai- nilai budaya konvensional yang ada dalam permainan tradisional Melestarikan kebudayaan permainan tradisional daerah melalui muatan lokal sekolah

GAGASAN

Manaje men Muatan Lokal Banten Banten memiliki banyak keanekaragaman budaya mulai dari adat istiadat, bahasa, kerajinan, kesenian, juga keterampilan telah memperkaya nilai- nilai kehidupan berbudaya. Oleh karenanya keanekaragaman tersebut harus selalu dilestarikan dan dikembangkan. Salah satu upaya pemerintah dalam melestarikan dan mengembangkannya adalah dengan memasukan kedalam kerikulum sekolah sebagai bagian dari struktur dan muatan yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan yaitu muatan lokal. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing- masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Sejauh ini lingkup isi atau jenis muatan lokal yang ada di Banten berupa bahasa daerah (bahasa sunda), kesenian, keterampilan dan kerajinan daerah saja. Namun baik Pemerintah daerah maupun satuan pendidikan sebagai pelaksana belum memaksimalkan pelaksanaan muatan lokal tersebut. Implementasi muatan lokal yang ada di sekolah terkesan membosankan dan bahkan memberatkan peserta didik. Dalam hal pelaksanaan muatan lokal seharusnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik yang mencakup perkembangan pengetahuan dan cara berpikir, emosional dan sosial peserta didik. Pelaksanaanya pun diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik. Namun di beberapa sekolah, muatan lokal tidak bisa dihindarkan dari pekerjaan rumah (PR) yang membuat peserta didik merasa terberatkan olehnya. Solusi Terdahulu Solusi terdahulu yang ditawarkan dalam melestarikan permainan tradisional Banten dengan mengumpulkan data dan menginventarisasi permainan tradisional tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten berperan dalam hal ini. Selain upaya dari pemerintah, berbagai komunitas yang peduli akan permainan tradisional Banten ikut turut serta dalam melestarikan permainan tradisional, dengan diadakanya berbagai festival dan pameran yang bertemakan kebudayaan lokal yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat. Instansi perguruan tinggi yang berada di Banten melalui Unit Kegiatan Mahasiswa yang ikut berperan aktif pula dalam melestarikan permaina n tradisional yang dimiliki Provinsi Banten, dengan adanya lomba- lomba permainan tradisional seperti lomba engrang, congklak, dagongan, engkle, dan masih banyak lagi permainan tradisional Banten yang diperlombakan. Berbagai upaya ini sangat membantu dalam pelestarian permainan tradisional. Namun solusi tersebut hanya bersifat sebagai pendokumentasian saja, dan berbagai festival ataupun lomba hanya bersifat sementara. Di dalam dunia pendidikan pun harus berperan secara aktif dalam melestarikan permainan tradisional Banten, bukan hanya permainan tradisional dijadikan sebagai media dalam pembelajaran, tetapi permainan tradisional ini di integrasikan secara langsung melalui muatan lokal sekolah Pelestarian Permainan Tradisional melalui Muatan Lokal Sekolah Saat ini keberadaan permainan tradisional semakin sulit diketemukan dalam kehidupan anak-anak. Anak zaman sekarang cenderung lebih suka memainkan jenis-jenis

permainan modern yang lebih memfokuskan kepada pola berfikir atau kecerdasan otak saja disisi lain, karena keterbatasan lahan menjadikan anak semakin jarang melakukan permainan tradisional, sehingga jenis permainan tradisionalpun semakin tidak dikenal dan asing baginya. Padahal disatu sisi di dalam permainan tradisional sangat sarat dengan nilai- nilai budaya yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan dan pendidikan anak. Nilai kebersamaan, saling tolong menolong, nilai kepemimpinan sebenarnya merupakan nilai budaya yang sangat penting untuk menghadapi kondisi saat ini. Oleh sebab itu keberadaan permainan tradisional anak perlu dilestarikan dan di sosialisasikan kepada anak sampai kapanpun. Permainan Tradisional Anak Permainan tradisional merupakan salah satu karakter dan ciri kebudayaan lokal dari Indonesia. Permainan Tradisional merupakan kekayaan budaya bangsa yang mempunyai nilai- nilai luhur untuk dapat diwariskan kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Permainan anak tradisional merupakan permainan yang mengandung wisdom (Suseno, 1999), memberikan manfaat untuk perkembangan anak (Iswinarti, 2005), merupakan kekayaan budaya bangsa (Sedyawati, 1999), dan refleksi budaya dan tumbuh kembang anak (Krisdyatmiko, 1999). Hasil kajian yang dilakukan oleh peneliti (Iswinarti, 2005) bahwa permainan anak tradisional mempunyai hubungan yang erat dengan perkembangan intelektual, sosial, emosi, dan kepribadian anak. Kemajuan teknologi yang semakin pesat menciptakan berbagai permainan anak yang lebih menarik dan menyenangkan. Diaintaranya adalah, play station, nintendo, game online, dan masih banyak lagi permainan modern yang kini lebih disukai anak-anak. Selain lebih menarik, cara mengaksesnyapun mudah sehingga memudahkan si anak untuk menggunakannya. Pilihan permainan yang lebih banyak juga membuat anak lebih menggemari permainan ini. Sayangnya, kemajuan teknologi tersebut menyebabkan mulai ditinggalkannya permainan tradisional yang dulu lebih sering dimainkan anak-anak. Game online, yang kini digemari sering kali menimbulkan dampak negatif seperti membuat anak ketagihan. Selain membuat ketagihan, hal ini juga menyebabkan berkurangnya jiwa sosial si anak. Kecenderungan untuk bermain di depan layar komp uter menyebabkan tidak adanya sosialisasi dengan anak-anak yang lain. Apabila hal ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan bahwa permainan tradisional yang selama ini telah mengakar dalam jiwa anak-anak Indonesia semenjak dulu akan punah. Dan hal tersebut juga akan berpengaruh pada pembentukan karakter, jiwa dan kepribadian anak yang cenderung individualisme. Dibalik permainan yang terkesan sederhana, sebenarnya permainan tradisional memiliki manfaat yang baik untuk perkembangan pertumbuhan anak. Banyak hal yang di dapat dari seorang anak dari sebuah permainan tradisiomal lewat proses bermain. Dalam hal ini si anak terlibat secara langsung baik fisik maupun emosi sehingga sangat mempengaruhi masa pertumbuhannya. Adapun manfaat dari permainan tradisional adalah sebagai berikut: 1. Mengembangkan kecerdasan intelektual Banyak permainan anak yang dapat mengembangkan kecerdasan intelektual biasanya dalam proses pembuatan alat permainan tradisional, contohnya permainan layang-layang. Seorang anak yang membuat layang- layang disadari atau tidak mereka menggunakan daya rasionalnya dalam membuat sebuah layang-layang untuk bisa diterbangkan. 2. Mengembangkan kecerdasan emosional Dalam sebuah permainan tradisional selain melatih kecerdasan intelektual juga dapat mengembangkan kecerdasan emosi seorang anak. Anak terlibat dalam sebuah permainan yang berbentuk kelompok, seperti petak umpet, bentengan, maupun yang

lainnya, didalmnya akan ada proses saling mempengaruhi dan mengatur satu sama lain yang hal ini dapat pula membentuk jiwa-jiwa kepemimpinan. 3. Mengembangkan daya kreatifitas Kebanyakan alat permainan tradisional sangat sederhana dan mudah di dapat, namun lewat hal ini seoarang anak dapat terlatih daya kreatifitasnya dalam menjadikan sebuah alat dalam permainan tradisional. Misalnya mobil- mobilan yang terbuat dari serabut kelapa maupun jeruk bali. Hal ini tentu dapat menunjang daya kreatifitas anak. Faktor hilangnya permainan tradisional Berikut faktor yang mempengaruhi hilangnya permainan tradisional: 1. Arus globalisasi dan perkembangan teknologi melahirkan dan menyuguhkan berbagai permainan elektronik yang dianggap lebih menarik dan variatif seperti: Play Station, Nintendo, robot-robotan, mobil remote, dan lain- lain. Munculnya TV dan internet juga membuat anak senang berlama lama duduk di depan layar tanpa melakukan aktivitas lain. Selain itu anak juga sudah terbiasa menggunakan waktu luang mereka dengan hal dan kegiatan yang berbau modern seperti pergi ke mal makan di resto yang menyediakan menu modern. Hal itu akan membuat permainan tradisional menjadi hilang dari pikiran anak cucu kita. Tak heran jika anak cucu kita akan semakin miskin dalam pengalaman bermain permainan tradisional nantinya. 2. Tidak adanya pengenalan dan pengetahuan dari orang tua terhadap anak mereka tentang permainan tradisional karena kesibukan orang tua di dalam pekerjaan. Bahkan terkadang orang tua lebih suka anak mereka bermain dengan layar dan barang elektronik yang berbasis IT, alasannya agar anak lebih betah dirumah. Padahal suatu permainan akan terus bertahan jika kita menurunkan secara estafet ke anak kita, lalu dari anak kita diturunkan ke cucu kita, dan begitu seterusnya. 3. Berbagai fasilitas yang menyenangan dan lebih menjanjikan, dengan adanya fasilitasfasilitas tersebut anak akan lebih suka dengan sesuatu yang bersifat praktis, dan itu akan mengubur dan mengalihkan permainan tradisional dari fikiran anak-anak. 4. Ketiadaan lahan untuk bermain yang tergusur oleh bangunan-bangunan perkotaan menyebabkan anak harus bermain di dalam ruangan. Manfaat permainan tradisional yang berintegrasi dalam muatan lokal sekolah Berikut manfaat yang akan di dapat jika permainan tradisional berintegrasi dalam muatan lokal: 1. Akan dikenal kembali permainan tradisional 2. Memberikan pengetahuan tentang budaya permainan tradisional 3. Timbulnya rasa Menghargai budaya permainan tradisional 4. Terangkatnya nilai- nilai budaya konvensional yang terkandung dalam permainan tradisional 5. Mengapresiasi permainan tradisional Jenis Permainan Tradisional Banten Permainan tradisional di banten memiliki karakter yang hampir sama di tiap-tiap kabupaten/kota, berikut daftar permainan tradisional Banten di Kota Serang

Tabel.1 Jenis Permainan Tradisional Banten NO NAMA PERMAINAN BENTENGAN ALAMAT/LOKASI JENIS KONDISI Berkembang

01

ROKROKAN 02

GOBAG 03

GATRIK 04

DAMPU 05 ENGRANG 06

07 DAGONGAN ENGKLE 08

CONGKLAK

09 10 TIP WAJIK 11 DUG GEDUG ALU-ALU 12 SURANTANGTaktakan Kaulinan SURINTING 13 EULEU- EULEU Taktakan Kaulinan 14 TEROMPAH Di Seluruh Wilayah Kota Ketangkasan PANJANG Serang Sumber: Disporaparbud Kota Serang

Kaloran, Trondol, Lontar, Olahraga lopang, Pasir, Kepandean, Tradisional Kasemen, Sawah Luhur, Priyayi, Kasunyatan Kaloran, Trondol, Lontar, Kaulinan Lopang, kepandean, margaluyu, Terumbu, Priyayi, Sawah Luhur, kasemen Lopang, kepandean, Olahraga Tradisional margaluyu, priyayi, kesemen, Sawah Luhur, kasunyatan Kaloran, lontar, Trondol, Kaulinan Lopang, Curug, margaluyu, priyayi, Kasemen, Kasunyatan Serang, Lopang, Kaulinan kepandean, Priyayi, Kasemen, Kasunyatan Lopang, kepandean, Kaulinan Trondol, Margaluyu, Priyayi, Kasemen, kasunyatan Kasemen, Priyayi Kaulinan Serang, Lopang, Kaulinan Kepandean, Kasemen, Banten, Priyayi, Margaluyu, Bendung, Sawah Luhur Di Seluruh Wilayah Kota Kaulinan Serang Taktakan Kaulinan Taktakan Kaulinan

Berkembang

Berkembang

Berkembang

Berkembang

Berkembang

Berkembang Berkembang

Berkembang Berkembang Tidak Berkembang Tidak Berkembang Hidup Hidup

Pihak-pihak yang Terkait Mulai terabaikannya permainan tradisional yang menjadi salah satu warisan budaya dikarenakan arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang menyeguhkan berbagai permainan elektronik yang dianggap lebih menarik dan variatif. Perlunya permainan tradisional dimasukan dalam muatan lokal sekolah untuk mengangkat kembali permainan tradisional, maka dari itu diperlukannya bantuan dari pihak-pihak terkait, seperti: 1. Dinas Pendidikan Provinsi Banten 2. Tim Pengembang Kurikulum 3. Komite Sekolah 4. Sekolah 5. Guru 6. Siswa 7. Masyarakat Pihak-pihak di atas berperan penting untuk mewujudkan permainan tradisional masuk dalam muatan lokal sekolah. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari pihak-pihak di atas.

Langkah-langkah Strategis Pengimplementasian Permainan Tradisional sebagai Muatan Lokal Sekolah Untuk mengimplentasikan permainan tradisional yang masuk dalam muatan lokal sekolah, perlu adanya langkah- langkah sebagai berikut : 1. Mengintegrasikan seluruh sekolah yang berada di Provinsi Banten untuk mengintegralkan permainan tradisional ke dalam muatan lokal sekolah 2. Mensosialisasikan mengenai permainan tradisional yang dimasukan dalam muatan lokal sekolah terhadap pihak-pihak yang terkait 3. Memberikan pendekatan dan pemahaman mengenai permainan tradisional terhadap guru yang terlibat 4. Menugaskan guru, menjadwalkan, dan menyediakan sumber daya secara khusus untuk muatan lokal 5. Menjaga konsistensi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran umum dan muatan lokal khususnya Peluang dan Tantangan dalam Memasukan Permainan Tradisional dalam Muatan Lokal Sekolah Adapun peluang yang di dapat dari pengntegrasian permainan tradisional Banten dalam muatan lokal adalah : 1. Dalam kurikulum 2013 Muatan Lokal sangat dianjurkan ada pada setiap satuan pendidikan 2. Alat-alat untuk menunjang Permainan Tradisional dalam muatan lokal mudah untuk di dapatkan dan sederhana 3. Program ini dapat berjalan dengan baik, karena permainan tradisional bersifat mudah yang cenderung akan membuat peserta didik merasa senang Dan tantangan yang di hadapi dalam pengintegrasian pe rmainan tradisional Banten sebagai muatan lokal adalah : 1. Sosialisasi terhadap pihak-pihak yang terkait khusunya pihak sekolah dan peserta didik

2. Kurangnya tenaga pengajar dalam bidang muatan lokal, khusunya tenaga pegajar dalam permainan tradisional

KESIMPULAN

Gagasan yang Diajukan Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam muatan lokal merupakan sistem yang tepat dalam upaya mengangkat kembali nilainilai budaya konvensional. Budaya konvensional yang dimaksud adalah budaya yang kini mulai terpinggirkan oleh adanya era globalisasi. Muatan lokal yang merupakan bahan kajian yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi daerah tempat tinggalnya akan mampu menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak, seperti motorik, aspek kognitif, aspek emosi, aspek bahasa, aspek sosial, aspek spiritual, aspek ekolgis juga aspek nilai- nilai atau moral. Teknik Implentasi Implementasi dalam pelestarian permainan tradisional melalui muatan lokal dibutuhkan berbagai strategi. Langkah strategis dalam mengimplentasikan program ini dengan mensosialisasikan dan memberikan pendekatan juga pemahaman kepada pihak-pihak terkait yang memiliki peran penting dalam mewujudkan program, diantaranya yaitu sekolah dan komite sekolah yang mempunyai wewenang penuh dalam mengembangkan program muatan lokal. Namun bila dirasa tidak memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengembangkan program, sekolah dan komite sekolah dapat bekerjasama dengan Tim Pengembang Kurikulum (TKP) di daerah. Prediksi Hasil Dalam setiap program pendidikan tentunya tidak akan lepas dari peran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat serta pihak-pihak pelaksana dan pemegang kebijakan. Oleh karenanya program ini diprediksi memiliki peluang dan tantangan tersendiri dalam mengimplementasikan program tersebut. Prediksi mengenai program ini, permainan tradisional yang di dalamnya terkandung beberapa nilai yang dapat ditanamkan dalam diri anak antara lain rasa senang, adanya rasa bebas, rasa berteman dan rasa saling membantu akan mudah diterima oleh peserta didik yang didominasi anak-anak sekolah dasar dan menengah yang cenderung diidentifikasikan dengan dunia bermain juga merupakan suatu masa yang sangat membahagiakan bagi anak. Adapun tantangan yang dihadapi yaitu kurangnnya tenaga pengajar dalam bidang muatan lokal, khususnya tenaga pengajar dalam bidang permainan tradisional. Dibutuhkan kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan permainan tradisional masuk ke dalam muatan lokal sekolah. Sedangkan rencana mengenai hasil yang ingin dicapai tentunya akan terangkat kembali nilai-nilai budaya yang kini mulai terpinggirkan oleh globalisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Caeculia Tridjata S. (1998) Permainan tradisional dalam pendidikan sebagai media ekspresi kemampuan kreatif anak , Master Theses from JBPTITBPP. Koesoema A.,Doni.2010.Pendidikan Karakter.Jakarta:PT. Grasindo. Mulyadi, S. (2004). Bermain dan kreativitas(Upaya Mengembangkan kreativitas anak melalui Kegiatan Bermain). Jakarta: Papas Sinar Sinanti

Website : http://bantenprov.go.id/read/berita/267/banten- inventarisasi-permainan-tradisional.html http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/wanita-a-keluarga/17061-permainantradisional- yang-dilupakan http://krjogja.com/liputan-khusus/opini/2436/melestarikan-permainan-tradisional-anak.kr http://www.dolanantradisional.net23.net/artikelpermainan%20tradisional%20dan%20manfaatnya.html http://www.tempo.co/read/news/2007/07/10/058103421/Permainan-Anak-anak-TradisionalTerpinggirkan http://www.wacananusantara.org/anak-dan-permainan-tradisional/ http://jurnal.upi.edu/pko/view/1760/analisis- faktor-kondisi- fisik-permainan-tradisional-diindonesia.html http://filsafat.kompasiana.com/2009/11/20/permainan-tradisional-tak-populer- lagi20620.html http://disbudpar.bantenprov.go.id/placecategory/tradition-adat http://www.nimusinstitute.com/kebudayaan-kota-serang/permainan-tradisional

10

DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA KELOMPOK Nama NIM Jurusan/Fakultas Tempat, tanggal lahir Institut HP Email : Aditya Dirgantara Nugraha : 2224120505 : FKIP/Pendidikan Biologi : 03 Agustus 1995 : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa : 087773354443 : payungkecil@gmail.com

ANGGOTA 1 Nama NIM Jurusan/Fakultas Tempat, tanggal lahir Institut HP Email : Dede Rohayati : 4443131826 : Pertanian/Perikanan : Pandeglang, 30 Maret 1995 : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa : 085719619810 : dede.rohayati4@gmail.com

ANGGOTA 2 Nama NIM Jurusan/Fakultas Tempat, tanggal lahir Institut HP Email : Vidya Chaerunnisa : 2224120507 : FKIP/Pendidikan Biologi : Serang, 06 Juni 1994 : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa : 089694367382 : bebeknyebrang@gmail.com

Anda mungkin juga menyukai