Anda di halaman 1dari 103

TUGAS PERANCANGAN PRODUK DAN PROSES KIMIA

Pembuatan Sellulose Asetat Menggunakan Pelarut Asam Asetat dengan Reaktan Utama Asetat Anhidrid dan Katalis Asam Sulfat

disusun oleh : Kelompok 8 Annisa Ghaisani Putri Avif Ulinuha David Pascal Jonathan Muhammad Taufan Hazila Nur Azizah Rais Fatikhin 21030111130046 21030111120013 21030111130124 21030111120026 21030111130125 21030111130079

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

PENDAHULUAN
Dewasa ini perkebunan kelapa sawit telah menyebar di 22 propinsi, yang pada tahun 2010 luasnya mencapai 8,3 juta Ha, yang sekitar 41% merupakan perkebunan rakyat (Ditjenbun, 2012). Semakin luasnya perkebunan kelapa sawit akan diikuti dengan peningkatan produksi dan jumlah limbah kelapa sawit. Dalam proses produksi minyak sawit, TKKS merupakan limbah terbesar yaitu sekitar 23% tandan buah segar (TBS). Komponen utama limbah pada kelapa sawit ialah selulosa dan lignin, sehingga limbah ini disebut sebagai limbah lignoselulosa (Widiastuti dan Tri, 2007). Dalam satu ton kelapa sawit, terdapat 230-250 kg tandan kosong kelapa sawit, 130-150 serat, 65 kg cangkang dan 55-60 kg biji dan 160-200 kg minyak mentah (Fauzi, 2005). Contoh gambaran, apabila sebuah pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton/jam akan menghasilkan LCPKS 360 m3/hari dan TKKS 138 m3/hari sehingga hasil perpaduan kedua limbah tersebut akan diolah menghasilkan kompos TKKS sebesar 70 ton/hari. Limbah sebanyak ini semuanya dapat diolah sehingga tidak menimbulkan masalah pencemaran, sekaligus mengurangi biaya pengolahan limbah yang cukup besar (PPKS, 2008).

Tabel 1. Komposisi kimiawi tandan kosong kelapa sawit Parameter Lignin Alfa-selulosa Pentosan Hemiselulosa Abu Silika Nilai, % 17-20 43-44 27 34 0,7-4,0 0,2

CONSUMER NEEDS DAN SPESIFIKASI PRODUK Tabel 2. Consumer Needs dan Spesifikasi Produk
Consumer Need Termoplastik Spesifikasi Produk Temperatur maks Td Tc Tg % kemunian

Kemurniannya tinggi

Mudah hancur dengan larutan alkali kuat dan agen oksidasi kuat Resistan untuk mold dan mildew Terbuat dari sumber yang dapat diperbaharui Area permukaan luas Hidrofilik,mampu membran pada IPAL Selulosa asetat larut pada kebanyakan pelarut digunakan untuk pembutan

Kelarutan Sifat asam-bas Ketahanan Ph Kembali ke suhu dan tekanan Renewable source: tergantung bahan baku kita luas/volum besar Kelarutan Polaritas: PEB: Kelarutan

(terutama aseton dan pelarut organik) dan dapat dimodifikasi agar dapat dilarutkan dengan pelarut alternatif, termasuk air Selektif absorpsi dan dapat membuang beberapa bahan organik dengan kadar rendah (cocok sebagai bahan pembuatan membran) Mudah digabungkan dengan plasticizers, panas, dan tekanan Kelarutan,td,p Selektif terhadap: Selektifitas:

Tabel 3. Spesifikasi Produk


Wujud Kenampakan Spesifik grafity Panas spesifik Kapasitas panas Derajat Polimerisasi Derajat Substitusi Konsentrasi(kemurnian) Kapasitas Volum Atom (rata-rata) Densitas Kandungan energy Modulus Rata-rata Kekuatan tekanan/Daya Tekan/Mampu menahan Tekanan Padat Flake (butiran) 1,27- 1,88 1,46 0,42 cal/g.Oc 200 2,4 99,10% 3000 ton 0.0060.007 1.281004.67229.76m3/kmol 1.32 120 4.906 52.99 Mg/m3 MJ/kg GPa MPa

Ductilitas Batasan Elastisitas Batas Ketahanan Ketahan terhadap retakan Hardness Loss Coefficient Modulus Rupture Rasio Possion Modulus Shear Tensile Strength Modulus Young Temperature Glass (Tg) Temperatur Maksimum Operasi Melting Point Temperatur Maksimum Operasi Kapasitas Panas Konduktivitas termal Koefisien Pemuaian Panas Onstanta Dielectric Resistivitas

0.224.812.41.053740.00976-43.40.38270.8628312.4325.432649315014510.1671803.53.3e+018-

0.5 44.16 22.08 3.158 132 0.0167 77.28 0.3989 1.474 55.2 4.1 338.6 340 513 200 1509 0.335 270 7.5 3,00E+19
8

MPa MPa MPa.m1/2 MPa MPa GPa MPa GPa K K K K J/kg.K W/m.K 10-6/K 10ohm.m

Sifat terhadap lingkungan Faktor-faktor resistan 1=Lemah 5=Bagus Sekali Mudah Terbakar Air Solven Organik Oksidasi pada 500C Air Laut Asam Kuat Basa Kuat UV Asam Lemah 2 5 3 1 5 3 3 4 4

Basa Kuat

BFD (Block Flow Diagram)

Proses Separatio

Proses asetilisasi

Proses pemurnian

Gambar 1. Block Flow Diagram Pembuatan Selulosa Asetat

PFD (Plug Flow Diagram)

Desain Spesification Sifat Fisika dan Kimia Bahan Baku dan Produk Bahan Baku 1. Asam Asetat Asam asetat merupakan nama trivial atau nama dagang dari senyawa ini, dan merupakan nama yang paling dianjurkan oleh IUPAC. Nama ini berasal dari kata Latin acetum, yang berarti cuka. Nama sistematis dari senyawa ini adalah asam etanoat. Asam asetat glasial merupakan nama trivial yang merujuk pada asam asetat yang tidak bercampur air. Disebut demikian karena asam asetat bebas-air membentuk kristal mirip es pada 16.7C, sedikit di bawah suhu ruang. Bahan baku asam asetat yang digunakan adalah asam asetat glacial dengan kemurnian 99,4 %. Tabel 4. Spesifikasi Asam Asetat

Rumus Molekul BM Titik lebur Titik Didih Spesifik grafity Temperature kristis 0K Volume Kritis:cm3/grmol Titik nyala(flash point) 0F Temperatur penyalaan (ignation temperatur) 0F Tekanan Kritis (atm) Derajat keasaman (pKa) Panas laten penguapan pada

CH3COOH 60,05g/mol 16.5 C 118.1 C 1,049 594,4 0,171 104 1050 57,9

4.76 pada 25C


titik 5660

didihnya;kkal/kgmol Merupakan cairan yang tidak berwarna (colorless liquid)

2. Anhidrida Asetat Anhidrida Asetat merupakan cairan yang tidak berwarna (colorless liquid) dan merupakan asam yang sangat kuat, dengan rumus molekul (CH3CO)2O dan bobot molekul (BM)= 102 kg/kgmol. Bahan baku asetat anhidrida yang digunakan yaitu asetat anhidrida dengan kemurniaan 95%

Tabel 5. Sifat-sifat fisik Anhidrida asetat


Titik beku; oC Titik didih; oC Spesifikasi grafity Temperatur kritis; oK Tekanan Kritis; atm Volume kritis; cm3/gmol Titik nyala (flash point); oF Temperatur penyalaan (Ignition temperature) -73,1 139,9 1,083 569 46,8 0,290 150 752

Densitas uap (udara = 1) Konsentrasi maksimum yang diijinkan (ppm)

3,52 5

Panas laten penguapan pada titik didihnya; 41240 kJ/kgmol Panas pembentukan pada 25oC, kkal/kgmol Fase gas Fase cair -137620 -149160

(Sumber : Perrys edisi 6, 1984)

Sifat Kimia Asetat anhidrida bisa berasetilasi dengan berbagai macam campuran mulai dari kelompok selulosa sampai ammonia dengan memakai katalis asam atau basa. Pada beberapa organic dipakai juga reaksi katalis, tetapi sukar menggeneralisasikan reaksi dari garam metalik dan ion. Pada umumnya reaksi katalisasi asam dengan asetat anhidrida lebih cepat dibandingkan dengan reaksi katalis dengan asam basa. Hidrolisis dari asetat anhidrida berjalan pada suhu yang sangat rendah dengan adanya katalis akan mencapai tingkat laju lebih baik. Nilai untuk kapasitas fase pada tekanan 1 atm diberikan oleh persamaan CP = -5,24 + 121,5 x 10-3T2 + 23,49 x 10-9T3 ; kkal/kgmol

3. Asam Sulfat Asam sulfat merupakan cairan kental (viscous liquid) yang tidak berwarna (colorless liquid) dan bersifat sangat korosif, dengan rumus molekul H2SO4 dan bobot molekul 98 kg/kgmol. Bahan baku asam sulfat yang digunakan adalah H2SO4 94,3% berat (5,7% H2O). Sifat-sifat fisik Asam Sulfat

Tabel 6. Spesifikasi Asam sulfat


Titik beku 0 C Titik didih 0 C 10,49 340

Spesifik grafity Viskositas pada 300C ; Cp Konduktifitas pada 300C ; Btu/jam.ft2 (0F/ft) Panas pembentukan fase cair pada
0

1,834 1,9 0,21 25 C, -193690

kkal/kgmol

Produk Selulosa Asetat Selulosa asetat mempunyai rumus molekul (C6H7O2(OCOCH3))X, berwujud padat dengan bentuk flake (serpihan) atau powder (serbuk) berwarna putih dan bobot molekul = 288 kg/kgmol. Kemurniaan rata-rata produk selulosa asetat yang dihasilkan adalah 96,8 % berat (3,2 % H2O) Struktur Selulosa asetat

Gambar 2. Struktur Selulosa Asetat Tabel 7. Sifat sifat fisik selulosa asetat
Wujud Kenampakan Titik lebur C Spesifik grafity Panas spesifik Kapasitas panas Derajat Polimerisasi Derajat Substitusi
0

Padat Flake (butiran) 306 1,27- 1,88 1,46

0,42 cal/g.oC
200 2,4

Reaksi Pembentukan Selulosa Asetat yang terjadi sebagai berikut : [C6H7O2.(OH)3]x + 3x(CH3CO)2O [C6H7O.(O2OCH3)3]x + 3xCH3COOH Selulosa + Asetat anhidrid Selulosa asetat + Asetat glacial

Selulosa asetat yang ditujukan sebagai filter membran menunjukkan kapasitas pengikatan protein yang sangat rendah. Sifat hidrofilik membuat selulosa asetat cocok untuk media air dan alkohol. Membran selulosa asetat telah meningkatkan ketahanan pelarut, khususnya alkohol berat molekul rendah dan peningkatan ketahanan panas. Dengan kekuatan fisik tinggi, filter membran dapat digunakan hingga 180 C, cocok untuk gas panas, dan dapat disterilisasi oleh semua metode tanpa mengorbankan integritas membran.

Deskripsi Proses

I. PROSES SEPARASI Penerapan proses separasi dalam bidang proses industri kimia sangat penting. Secara garis besar industri kimia sebuah system dapat dilihat dalam diagram dibawah ini:

BAHAN BAKU

PROSES

PROSES FISIKA
KIMIA

PROSES FISIKA

PRODUK

Gambar 3. Bagan Proses Industri Kimia Operasi pemisahan menjadi hal yang penting dilakukan untuk: 1. Meningkatkan kemurnian umpan sebelum masuk ke dalam reactor dengan mereduksi sejumlah impuritas yang terdapat dalam bahan baku sehingga dipenuhi criteria yang disyaratkan rector 2. Memisahkan sejumlah sisa reaktan yang tidak bereaksi untuk dimanfaatkan kembali (Recycle) sebgai umpan reactor 3. Meningkatkan kualitas produk hasil reaksi (Herry Santosa, 2002) Operasi pemisahan pra reaksi utama dimaksudkan untuk mengolah bahan baku Tandan Kosong kelapa sawit menjadi sumber selulosa tepat guna langsung pakai yang bisa diinputkan

langsung kedalam reactor. Dengan kata lain, proses pembuatan pulp sebagai sumber selulosa bagi reaksi asetilisiasi merupakan proses separasi selulosa dari bahan baku.(Tandan Kosong Kelapa Sawit).Unit-unit yang dibutuhkan diantaranya adalah:

SIZE REDUCTOR

Gambar 4. Tandan Kosong Kelapa Sawit Fungsi : Untuk mengecilkan ukuran dari bahan baku tandan kosong kelapa sawit Pengecilan ukuan dari Tandan Kosong kelapa Sawit menggunakan Intermediate Size Reduction yang merupakan bentuk pengecilan untuk umpan atau bahan dengan ukuran sedang. Ukuran umpan sedang yaitu antara 1 3 inci, sedangkan untuk ukuran bahan yang dihasilkan 1/8 inci. Alat yang termasuk dalam proses ini meliputi : Cone Crusher, Crushing Rolls, Stamp Mill, dan Disintegrator Peralatan yang kami pilih adalah Disintegrator, dimana Disintegrasi adalah proses yang bertujuan untuk memisahkan serat. Proses ini dilakukan dengan disintegrator yang memiliki prinsip kerja seperti blender. Disintegrator dapat mendesintegrasi/ merobek bahan-bahan berserat yang tidak terlalu keras. Desintegrator mempunyai dua keping tersebut dipasang pisau atau pasak tumpul dalam lingkaran yang sepusat dan bergerak berlawananan sehingga masing-masing pisau bergerak dan bergesekan. Tandan Kosong Kelapa Sawit dari dalam gudang penyimpanan mengalami pengecilan ukuran hingga berdiameter 50 mm. Tandan Kosong Kelapa Sawit yang telah dicacah dibawa ke tahap ekstraksi

Gambar 5. Desintegrator

TANGKI EKSTRAKSI Fungsi : Untuk mengekstraksi lignin dan senyawa ekstraktif dari tandan kosong kelapa sawit dan tahap awal untuk proses bleaching

Gambar 6. Stainless steel Mixing tank with agitator (alibaba.com)

Proses ekstraksi dilakukan untuk menghilangkan senyawa senyawa ekstraktif yang terkandung dalam TKKS (senyawa selain lignin, selulosa dan hemiselulosa) dimana pada tahap ini zat pengotor yang terdapat dalam sampel akan terekstrak sehingga berat sampel tersebut

berkurang -24% dari berat awal. Produk dari tahapan ekstaksi adalah padatan berwarna coklat muda. Warna coklat tersebut menngindikasikan bahwa pada serat tersebut masih terdapat zat pengotor lain seperti lignin dan hemiselulosa. Walaupun sudah ada lignin yang telah terlarut dalam pelarut. Tangki ekstraksi dilengkapi dengan pengaduk, hal ini dimaksudkan agar reaksi berjalan lebih homogen dan reaksi delignifikasi (pemutusan lignin/ ekstraksi lignin) menjadi efisien. Perbandingan antara tandan kosong dengan NaOH 15% adalah 1:10 Pelarut yang digunakn adalah senyawa hidroksil. Hidrolisa ini dilakukan untuk memotog rantai hemiselulosa agar terpisah dari rantai utama yaitu selulosa. Selain itu,reaksi dengan menggunakan larutan NaOH juga akan menyebabkan molekul lignin terdegradasi akibat pemutusan ikatan aril-eter, karbon-karbon,aril-aril dan alkali- alkali, dimana nisbah perbandingan antara padatan/ cairan adalah 1: 10, hal ini merupakan perbandingan terbaik dengan efisiensi ekstraksi terbaik berdasarkan jurnal penelitian terdahulu (Jalaludin dan Rizal, 2005) Reaksi: C6H7(OH)x (s) + x NaOH (aq) C6 H7 (OH)2ONa]x (aq) Waktu Ekstraksi: 2 jam Berdasarkan referensi yang kami dapatkan, kenaikan waktu ekstraksi akan meningkatkan kandungan selulosa didalam pulp. Hal ini disebabkan oleh lamanya molekul-molekul reaktan bereaksi dengan senyawa lignoselulosa sehingga ikatan lignin dan hemi selulosa terputus dari ikatan selulosa yang akhirnya meningkatkan kandungan selulosa dalam pulp. Suhu: 85oC menggunakan pemanas dari steam, steam yang ada diproduksi dari unit utilitas penyedia steam menggunakan reboiler.

Pemilihan kondisi didasarkan pada: Pada suhu yang lebih besar mengakibatkan degradasi selulosa yang lebih banyak daripada proses delignifikasi Kelebihan bahan kimia akan mengakibatkan serat rusak sedng kekurangan bahan kimia akan menyebakan pulp berwarna gelap dan sukar diputihkan

ROTARY WASHER I Fungsi : Untuk memisahkan lignin yang tereduksi pada tangki ekstraksi dan komponen pengekstrak yang terlarut dalam air dari pulp

Gambar 7. Rotary Washer Pencucian menggunakan air proses bersuhu 300C dengan mengunakan alat proses bernama pompa sentrifugal yang digunakan utuk memompa air dari angki penampungan ke dalam system rotary washer. Spesifikasi air proses dapat dilihat dibawah ini Tabel 8. Spesifikasi air proses dapat dilihat dibawah ini

TANGKI BLEACHING Fungsi : Untuk memisahkan lignin yang tersisa dari proses ekstraksi dan memberi warna putih pada pulp yang dihasilkan.

Tahapan selanjutnya adalah pemutihan (bleaching) untuk menghilangkan lignin dan hemiselulosa hingga diperoleh serat berwarna putih. Pemutihan dilakukan menggunakan larutan NaClO yang merupakan oksidator kuat yang mampu memecahkan ikatan eter dalam struktur lignin, yang berakibat naikya derajat keputihan serat TKKS naik secara signifikan.

Gambar 8. Tangki Bleaching

Gambar 9. Penampang bagian dalam Tangki

Tabel 9. Detail Tangki Bleaching Proses Mixer,Mixing Nama Brand HH After-sales Service Provided Mix Engineers available to service Juice , pulp machinery overseas Condition: New Model Number Stainless Steel: 500L Vertical Place of Origin Zhejiang (Mainland) Processing Types: Liquid and Mixing: China

Semi- Storage

Liquid Product

Kondisi Operasi Suhu Operasi: 65oC Waktu Operasi: 24 jam Perbandingan pulp dan larutan NaOCl 1%= 1:20 (b/v)

TANGKI MENGGUNAKAN AGITATOR. Tangki dilengkapi dengan pengaduk untuk mengaduk campuran. Pada dasarnya, supaya zat pereaksi dapat saling bertumbukan dengan sebaik-baiknya perlu adanya pencampuran. Untuk proses Batch, hal ini dapat dicapai dengan bantuan pengaduk atau alat pengocok (Agra dkk, 1973). Apabila prosesnya berupa proses alir (kontinyu), maka pecampuran dilakukan dengan cara mengatur aliran didalam reaktor supaya terbentuk olakan. Berhubung kondisi tangki yang digunakan adalah batch, maka diperlukan pengaduk. Pengaduk diletakan tegak lurus dengan cairan dimana Proses bleaching membutuhkan waktu yang cukup yang lebih lama dibandingkan proses ekstraksi. Selain untuk menaikan konversi reaksi, karena system yang digunakan adalah batch maka waktu 24 jam merupakan tempo waktu yang dinilai tepat. Bleaching menggunakan system batch dimana umpan dimasukkan pre reaksi dan kemudian dibiaran bereaksi selama satu hari, namun kecepatan,suhu dan tekanan terus dikontrol agar tidak terjadi lonjakan suhu ataupun pengadukan. . ROTARY WASHER II Fungsi : Untuk memisahkan NaOCl dan lignin yang tereduksi pada tangki bleaching.selain itu, agar pulp yang dihasilkan menjadi lebih bersih. Pencucian menggunakan air proses bersuhu 300C dengan mengunakan alat proses bernama pompa sentrifugal.

ROTARY DRYER I Fungsi : Untuk mengeringkan pulp

Gambar 10. Rotary Dryer Media pemanas yang digunakan pada unit ini adalah steam. Kandungan air yang

diharapkan pada keluaran Rotary dryer adalah sebesar 10% yang merupakan syarat kandungan air pada pulp untuk memasuki unit asetilasi.

Syarat pulp lain diantaranya adalah: Berserat Kadar alpha sellulosa lebih dari 40 % Kadar ligninnya kurang dari 25 % Kadar air maksimal 10 % Memiliki kadar abu yang kecil

Data performance dari rotary dryer dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Tabel 10. Performance rotary dryer (Perry 7th edition)

PENDINGINAN Fungsi: Untuk mendinginkan pulp

Pulp didinginkan dengan menggunakan media udara pendingin untuk menurunkan panas dari rotary dryer pulp hingga suhu produk adalah 30oC.

Desain reactor pembuatan selulosa asetat yield 95% Deskripsi Reaksi Utama Tahapan Pembuatan Selulosa asetat Selulosa asetat merupakan hasil reaksi dari selulosa dan asetat anhidrid, yang merupakan produk senyawa dari gugus hidroksil dan asam. Ada 3 proses utama yang biasa digunakan untuk memproduksi selulosa asetat, yaitu : 1. Solvent process (proses dengan pelarut) Merupakan proses yang paling umum dan biasa digunakan. Pada proses asetilasi digunakan asetat anhidrid sebagai reaktan utama dan berlangsung dengan kehadiran asam asetat glasial sebagai pelarut serta asam sulfat sebagai katalis. 2. Solution process (proses larutan) Solution proses atau proses dengan menggunakan metilen klorida sebagai pelarutnya dan menggunakan katalis asam perklorat yang mudah di jumpai di alam dan harganya sangat murah dan Selulosa asetat dapat larut dalam pelarut metilen klorida-alkohol, jika pelarutnya diuapkan akan diperoleh serat yang halus yang disebut asetat rayon. Asetat rayon digunakan sebagai bahan tekstil (Sastrohamidjojo, 2009). Selain mempunyai nilai komersial yang cukup tinggi, selulosa asetat juga memiliki beberapa keunggulan diantaranya karakteristik fisik dan optik yang baik sehingga banyak digunakan sebagai serat untuk tekstil, filter rokok, plastik, dan film fotografi, pelapis kertas dan membran, serta kemudahan dalam pemprosesan lebih lanjut (Savitri, 2004). Di samping itu, selulosa asetat juga mempunyai daya tarik yang cukup tinggi karena sifatnya yang biodegradabel sehingga ramah lingkungan. Keunggulan dari pembuatan selulosa asetat dengan menggunakan proses solution proses a. Bahwa selulosa asetat dapat larut sempurna apabila di larutkan dengan pelarut metilen klorida b. Dan waktu yang diperlukan dalam proses dari solution klorida sangat cepat hanya dengan 4 tahap yaitu; penyediaan selulosa untuk di asetilisasi asetilisasi

hidrolisis pemulihan polimer selulosa asetat dan pelarut

c. Menghasilkan kadar selulosa asetat yang lumayan tinggi sekitar 40-45% d. Katalis yang digunakan sangat murah yaitu asam perklorat e. Dalam proses ini selulosa yang dihasilkan dapat di modifikasi sesuai permintaan konsumen Kekurangan dari proses ini adalah banyaknya selulosa yang hilang karena di akibatkan dalam proses hidrolisisnya menggunakan temperature tinggi mengakibatkan yield produk dan yield polimer mengalami degradasi. sekitar 50-100C yang

3. Heterogenous process (proses heterogen) Cairan organik inert, seperti benzene ligroin digunakan sebagai non-solvent untuk menjaga selulosa terasetilasi yang telah terbentuk dalam larutan. Langkah kerja 1. Pada bahan katun dirobek menggunakan mesin pembukaan, jika pulp kayu dirobek menggunakan hammer mill. 2. Untuk mendapatkan hasil yang konsisten dan mencegah degradasi anhidrida asetat kelembaban selulosa dapat dikurangi. 3. selulosa direndam dengan asam asetat, atau dengan campuran kaya asam asetat. 4. Diperlukan pengaturan suhu yang tepat. 5. Setelah titik puncak asetilasi dicapai, larutan dipisahkan dari padatan yang terkandung di dalamnya. 6. Serat triasetat dididihkan dengan asam asetat encer pada suhu rendah, sehingga dihasilkan selulosa sulfoasetat 7. Triasetat yang sudah stabil dinetralkan menggunakan air. 8. Kemudian air yang terkandung dalam triasetat dikurangi dengan cara perasan atau sentrifugasi. Kelemahan 1. Tidak ada proses hidrolisa selama pembentukan serat triasetat menjadi diasetat, sehingga kelarutan diasetat tidak dapat tercapai.

2. Proses esterifikasi lebih lama dibanding proses secara homogen. 3. Membutuhkan larutan esterifikasi yang lebih banyak karena selulosa yang dihasilkan bersisat tidak larut Keuntungan 1. Adanya pengaturan suhu dapat meningkatkan dan mengontrol jumlah produksi secara batch. 2. Hemat energi dan lebih mudah serta murah perlengkapannya. 3. Campuran asetilasi non-pelarut dingin disebut sebagai cadangan ekstra dingin yang berguna untuk mengurangi panas yang timbul akibat reaksi eksotermis sehingga memudahkan dalam pengaturan suhu. 4. Pengendapan turunan selulosa yang tidak dapat dihindari jika menggunakan proses homogen tidak ditemui pada proses heterogen, sehingga selulosa yang dihasilkan lebih mudah distabilkan dan dikeringkan. Pada akhirnya lebih menghemat dalam peralatan, waktu, maupun tenaga kerja. 5. Keuntungan dari proses ini adalah distilasi asetat anhidrat sebagai residu dari esterifikasi menghasilkan anhidrat.

Proses yang digunakan pada perancangan proses ini yaitu proses dengan pelarut asam asetat dengan reaktan utama asetat anhidrid dan katalis asam sulfat karena memiliki keuntungan pada proses asetilasi yang menghasilkan derajat asetilasi yang tinggi yaitu 2,50 2,95 (Mc Ketta, 1997

TANGKI PENCAMPUR (M-201) Fungsi : untuk mengaktivasi gugus karbonil selulosa dalam proses pretreatment pada reaksi asetilasi. CH3COOH 35% dari laju umpan selulosa
Selulosa Lignin H2O Selulosa

Tangki pengaduk (M-201) 50

Lignin H2O

CH3COOH

Gambar 11. Bagan Reaksi pada Tangki Pencampur

Tangki pencampuran ini terbuat dari bahan stainless steel dan dilengkapi pengaduk. Tangki tersebut diaduk selama 30 menit. Pada proses ini terbentuk bubur (slurry)/pulp.

II. PROSES ASETILASI REAKTOR ASETILASI Fungsi : sebagai tempat terjadinya reaksi asetilasi menjadi selulosa triasetat.
(CH3CO)2O H2O

CH3COOH

H2SO4 pekat 98%; 3,8%b selulosa


H2O Selulosa triasetat Lignin

CH3COOH
Selulosa Lignin H2O

Reaktor Asetilasi (R-201)

H2O

CH3COOH 438%b selulosa

70

CH3COOH H2SO4
(CH3CO)2O

Gambar 12. Bagan Reaksi pada Reaktor Asetilisasi Kondisi Operasi dalam reactor ini adalah 70 dan waktu reaksi selama 1 jam. Reaksi keseluruhan yang terjadi dalam reactor dalam perubahan selulosa menjadi selulosa triasetat adalah sebagai berikut :

Selulosa

asetat anhidrid

selulosa triasetat

asam asetat

Gambar 13. Reaksi pada reaktor

TANGKI HIDROLISA Fungsi : untuk menhidrolisis selulosa triasetat menjadi selulosa asetatdengan dan menetralkan sisa reaktan asetat anhidrat.

H2O 71% b selulosa

Selulosa triasetat
Lignin H2O Tangki Hidrolisa (TH-201) Suhu 120

Selulosa asetat
Lignin H2O Cooler 90

CH3COOH H2SO4
(CH3CO)2O

CH3COOH H2SO4
(CH3CO)2O

Gambar 14. Bagan Reaksi pada Tangki Hidrolisa

Setelah proses asetilasi, produk hasil reaktor asetilasi (R-201) selanjutnya dihidrolisis dalam tangki hidrolizer (TH-201) pada suhu 120 C dengan media pemanas yaitu steam selama 2 jam dengan penambahan air sebanyak 71% dari berat selulosa lalu diaduk-aduk secara perlahan sehingga akan terbentuk serpihan padatan (flake) selulosa asetat (Yamashita et al, 1986). Unit hidrolisasi bertujuan untuk mematangkan (ripening step) selulosa triasetat menjadi selulosa asetat serta menghentikan reaksi asetilasi dan menghidrolisis seluruh sisa asetat anhidrid membentuk asam asetat. Reaksi utama yang terjadi dalam tangki hidroliser adalah sebagai berikut :

Gambar 15. Reaksi pada Tangki Hidrolisa

Setelah melalui proses hidrolisis, maka produk keluaran tangki hidroliser dialirkan ke cooler E-201, untuk menurunkan suhu produk H-201 yang tadinya 120 menjadi 90 dengan

menggunakan media air pendingin. Penurunan suhu produk unit pendingin menjadi 90 karena syarat suhu bahan baku yang masuk ke dalam unit netralsasi adalah 90 (Yamashita et al, 1986).

TANGKI NETRALISASI Fungsi : untuk menetralisasi katalis asam sulfat dengan menambahkan larutan magnesium asetat sehingga reaksi dapat berhenti.
Mg(CH3CO)2 38% H2O

Selulosa asetat Selulosa asetat Lignin H2O Tangki Netralisasi (TN-201) Lignin H2O

CH3COOH H2SO4
(CH3CO)2O Mg(CH3CO)2 MgSO4

CH3COOH H2SO4
(CH3CO)2O

Gambar 16. Bagan Reaksi pada Tangki Netralisasi

Larutan magnesium asetat berfungsi sebagai neutralizing agent untuk menghilangkan sisasisa asam sulfat yang masih ada dalam campuran. Reaksi yang terjadi dalam unit ini adalah :

Mg(OAc)2 (l) + H2SO4 (l) Magnesium Asetat Gambar 17. Reaksi pada Tangki Netralisasi Asam Sulfat

MgSO4 (l) + 2HOAc (l) Magnesium Sulfat Asam Asetat

III. Proses Pemurnian PENDINGINAN

Fungsi: Untuk mendinginkan output tangki hidrolisis sebelum mengalami netralisasi Selulosa Asetat didinginkan dengan menggunakan media air pendingin untuk menurunkan panas dari 90 0C hingga suhu produk adalah 30oC. (Yamashita et al, 1986). Media air yang digunakan adalah air demineralisasi bersuhu ruangan. Terjadi proses pertukaran panas dari selulosa asetat dengan air pedingin secara langsung dimana selulosa asetat akan melepas panas dan air akan menerima panas.

CENTRIFUGE Fungsi : Untuk memisahkan padatan selulosa asetat (selulosa asetat, lignin, air, asam asetat magnesium sulfat) dari air dan zat pengotor lainnya. Pemisahan menggunakan centrifuge berbasis pada perbedaan densitas. Tabel densitas zat yang akan dipisahkan dapat dilihat dari table dibawah ini Tabel 11. Densitas Zat (google.com) Komponen Zat
Selulosa asetat

Densitas Zat (gr/ml)


1.049

Air Lignin
Asam asetat

1
0.63-0.72 1.05

Selulosa asetat dan asam asetat akan mengendap, sedang lignin dan akan mengapung dan dapat dipisahkan dengan penggaruk (scrabber).

ROTARY DRYER II Fungsi : Untuk mengurangi kadar air beserta asam asetat sampai memenuhi komposisi produk akhir. Dryer dapat mengurangi kadar air sebesar 90% dari laju alir air masuk (Perry,1997) dan diharapkan komposisi asam asetat sebesar 0,01% dari berat selulosa asetat selain itu diharapkan bahwa output selulosa asetat berbentuk butiran (falkes). . DECANTER

Fungsi : Untuk memisahkan larutan asam asetat dengan zat terlarut lainnya. Asam asetat yang telah didekantasi kemudian akan digunakan kembali dan sisanya ditampung ke tangki

penampungan sebagai limbah.

LCA LCA adalah alat untuk menilai potensi dampak lingkungan dari sistem produk atau jasa pada semua tahap dalam siklus hidup mereka dari ekstraksi sumber daya, melalui produksi dan penggunaan produk menggunakan kembali, daur ulang atau pembuangan akhir. LCA adalah suatu alat yang digunakan untuk mengevaluasi potensi dampak lingkungan dari suatu produk, proses atau aktivitas selama seluruh siklus hidup dengan mengukur penggunaan sumber daya ( input seperti energi, bahan baku, air) dan emisi lingkungan (output untuk udara, air dan tanah) yang berkaitan dengan sistem yang sedang dievaluasi. LCA dapat diterapkan dalam pengembangan strategis, pengembangan dan pemasaran produk. Metodologi LCA telah dikembangkan secara ekstensif selama dekade terakhir ini. Selain itu, sejumlah standar yang terkait LCA (ISO 14.040-14.043) dan laporan teknis telah diterbitkan dalam Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) untuk merampingkan metodologi. Penggunaan energi dan emisi lingkungan seperti udara, air dan limbah padat berkurang secara signifikan. Dampak kategori termasuk peningkatan keasaman, keracunan air, efek rumah kaca, eutrofikasi, toksisitas manusia, penipisan ozon dan kabut juga berkurang sebagai akibat langsung dari penggunaan kimia yang lebih efisien menghasilkan direkomendasikan dosis yang lebih rendah dan performa yang lebih baik untuk mencuci super compacts

Harus ditekankan bahwa mayoritas dari konsumsi energi dan emisi yang terkait penggunaan berasal dari fase siklus hidup. Ini berarti bahwa bagaimana kita menggunakan suatu produk, misalnya deterjen akan berdampak pada lingkungan dari produk yang kita pilih. Dengan pemikiran ini, kita harus menyediakan konsumen dengan petunjuk penggunaan yang relevan, dan mencoba untuk mengembangkan perbaikan yang mengarah pada suhu yang lebih rendah mencuci, penggunaan sedikit air, mengurangi penggunaan energi, dosis rendah, dan kurang kemasan. LCA tidak akan memberikan taksiran/penilaian terhadap resiko yang akan terjadi. Hal ini karena LCA tidak mempertimbangkan eksposur, yang sangat penting untuk menilai risiko.

IMPACT CATEGORY

Impact Category

Skala

LCI Data

Faktor Karakterisasi LC50

Deskripsi Faktor Karakterisasi Mengkonversi data LC50 menjadi ekivalen menggunakan media pendekatan. Mengadakan penanggulangan terhadap bahaya KOH karena dapat menyebabkan luka bakar yang parah mata dan kulit.

Kesehatan Manusia

Daerah sekitar industri

Jumlah pengeluaran air, udara. KOH, MgSO4, H2SO4

Pengunaan Air

Daerah sekitar industri

Air untuk rotary washer, reaktor asetilasi, tangki hidrolisa

Potensi kekurangan air daerah sekitar

Konversi LCI data terhadap rasio kuantitas air yang digunakan dengan sumber air cadangan Mengadakan pengecekan berkala terhadap alat yang digunakan Mengadakan pretreatment terhadap limbah yang mengandung pemutih (NaOCl) agar tidak menyebabkan

Korosif

Proses

KOH

Korosifitas

Aquatic Toxic

Daerah sekitar industri

NaOCL Mg(CH3CO)2

LC50

menurunnya kualitas baku mutu air. Dapat menyebabkan kesadahan pada air jika air mengandung Mg(CH3CO)2 Eutrofikasi Lokal Klorin Nitrogen Oxide Nitrogen Dioxide LC50 Mengkonversi data LC50 menjadi ekivalen menggunakan media pendekatan. Mengkonversi data LC50 menjadi ekivalen menggunakan media pendekatan. Mengkonversi massa dari limbah padat dalam menggunakan ruang yang memperkirakan berat jenisnya

Toksisitas Terestrial

Lokal

Bahan kimia berbahaya yang di respon oleh letal konsentrasi dari tikus

LC50

Penggunaan Tanah

Daerah sekitar industri

Banyaknya tanah/daratan yang dimodifikasi untuk proses

Ketersediaan Tanah

DAFTAR PUSTAKA
Adnin Wahyu. 2012. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Selulosa Asetat dari Tandan Kosong Kelapa Sawit denga proses pulping dan Asetilisasi dengan Kapasitas produksi 3500 ton/tahun. Universitas

Sumatera

Utara.

Serial

online

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/37794/6/Cover.pdf Artati,K dkk. 2009. Pengaruh Konsentrasi larutan Pemasak pada Proses Delignifikasi Eceng Gondok dengan Proses Organosolv. Universitas Negeri Semarang. Serial online

core.kmi.open.ac.uk/display/12345614 Ariyanti, Dessy. 2013. Perancangan Produk dan Proses Kimia. Universitas Diponegoro Semarang Arianti dkk. 2012. Disintegrator. Universitas Diponegoro Semarang Jalaludin, Samsudin Rizal. 2005. Pembuatan Pulp dari Jerami Padi Menggunakan Natrium Hidroksida. Universitas Malikussaleh Lhoksumawe. Serial Online

ejournal.unlam.ac.id/index.php/jstk/article/.../436 Muhammad, Asep. 2013. Membran Preparation. Universitas Diponegoro Semarang Priyanto Slamet, dkk. 2013. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, Sintesis Selulosa Diasetat dari Eceng Gondok dan Potensinya untuk Pembuatan Membran. Serial online

http://ejournal.ac.id/index.php/jkti Risnawati, Ina dkk. Hidrolisis Lignoselulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit menggunakan Katalis Asam Karboksilat. Serial Online. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/15921/1/sti-

nov2005-%20%2812%29.pdf

Wikipedia.

Cellulose

Acetate.

Serial

Online.

http://en.wiki/cellulose

acetate.com/

http://htmlimg3.scribdassets.com/mv3391v281l0pus/images/3-fc30fef6f4.jpg http://pac.iupac.org/publications/pac/pdf/1967/pdf/1403x0507.pdf http://www.scribd.com/doc/92506153/SELULOSA-ASETAT


http://www.azom.com/properties.aspx?ArticleID=1461

PERHITUNGAN NERACA MASSA

Kapasitas Produk Basis Perhitungan Satuan Operasi Waktu kerja per tahun Kapasitas produksi per jam

: 3500 ton/tahun : 1 jam operasi : kg/jam : 330 hari :( )

Kemurnian produk

: 441,919 kg/jam : 99,1 % (PPKS, 2010)

Dari perhitungan dengan basis 100 kg/jam bahan baku dengan trial dan error, diperoleh laju produksi sebesar 107,140 kg/jam. Sehingga perlu dicari faktor scale up untuk mendapatkan laju produksi sebesar 441,919 kg/jam. aktor scale up = 4,12469

Kemudian, untuk mencari kapasitas bahan baku agar memenuhi laju produksi sebesar 441,919 kg/jam dapat dihitung dengan cara : Kapasitas bahan baku = basis x faktor scale up = 100 kg/jam x 4,12469 = 412,469 kg/jam Sehingga, diperoleh laju alir bahan baku tandan kosong kelapa sawit sebesar 412,469 kg/jam. Rumus molekul dan berat molekul komponen yang terlibat serta komposisi kandungan utama tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada Tabel A.1 dan A.2. Tabel LA.1 Kandungan Kimia Dalam Tandan Kosong Kelapa Sawit No. 1. Komponen Selulosa Kandungan (%) 72,79

2. 3.

Lignin Air

16,49 10,72

Sumber : Darnoko, 1990 Tabel LA.2 Rumus Molekul dan Berat Molekul Komponen Nama Selulosa Selulosa triasetat Selulosa asetat Asetat anhidrat Asam asetat Air Magnesium asetat Magnesium sulfat Asam sulfat Rumus Molekul C6H7O2(OH)3 C6H7O2((OCOCH3)3) C6H7O2OH((OCOCH3)2) (CH3CO)2O CH3COOH H2O Mg(CH3COO)2 MgSO4 H2SO4 Berat Molekul (kg/kmol) 162 288 246 102 60 18 142 120 98

Sumber : Wikipedia, 2011

Pada perhitungan neraca massa total berlaku hukum konservasi (Reklaitis,

Neraca massa total

: : : Nout = Nin +r

Neraca massa komponen Untuk sistem dengan reaksi

1983). Untuk sistem tanpa reaksi

LA.1 TANGKI EKSTRAKSI (EX-101) Fungsi : Untuk mengekstraksi lignin dari tandan kosong kelapa sawit dan

tahap awal untuk proses bleaching

Neraca Massa Total : F1 + F 2 + F3 = F 4

Neraca Massa Komponen : Alur 2 F2total F2selulosa F2lignin F2H2O = 412,469 kg/jam = 300,236 kg/jam = 68,016 kg/jam = 44,217 kg/jam

Alur 3 Untuk tahap ekstraksi, laarutan KOH 15% yang diperlukan adalah 10% dari jumlah bahan baku tandan kosong kelapa sawit. F3 F3KOH = 41,247 kg/jam

= 6,187 kg/jam F3H2O = (41,247 6,187) kg/jam = 35,060 kg/jam

Konsistensi pulp yang diperlukan pada tahap ekstraksi adalah 10% (PPKS, 2010). Konsistensi air F4H2O = 3314,269 kg/jam Alur 1 Maka, air yang dibutuhkan : F1H2O = (3314,269 44,217 35,060) kg/jam = 3234,992 kg/jam

Alur 4 F 4selulosa= 300,236 kg/jam


F4

lignin

= 68,016 kg/jam = 3314,269 kg/jam = 6,187 kg/jam = 3688,708 kg/jam

F4H2O F4KOH F4total

Tabel LA.3 Neraca Massa pada Tangki Ekstraksi (kg/jam) Masuk (kg/jam) komponen Selulosa lignin H2O KOH Sub total Total Alur 1 3234,992 3234,992 Alur 2 300,236 68,016 44,217 412,469 3688,708 Alur 3 35,060 6,187 41,247 Keluar (kg/jam) Alur 4 300,236 68,016 3314,269 6,187 3688,708 3688,708

LA.2 ROTARY WASHER I (RW-101) Fungsi : Untuk memisahkan lignin yang tereduksi pada tangki ekstraksi dan komponen pengekstrak yang terlarut dalam air dari pulp

Neraca Massa Total : F4 + F 5 = F6 + F 4

Neraca Massa Komponen : Alur 5 Perbandingan air pencuci dengan bahan yang masuk ke dalam washer adalah 2,5 : 1 (Perry, 1997) F5H2O = 2,5 x F4total = 2,5 x 3688,708kg/jam = 9221,770 kg/jam

Air yang terkandung di dalam pulp keluaran washer adalah 2% dari total air yang masuk ke dalam washer (PPKS, 2010). F7H2O = 0,02 x (3314,269+ 9221,770) kg/jam = 250,721 kg/jam

Efisiensi dari pencucian adalah 98% (Kirk & Othmer, 1978) F7selulosa = 0,98 x 300,236 kg/jam = 294,231 kg/jam

Sebanyak 61,53% lignin mampu tereduksi pada tangki ekstraksi yang akan terpisah dari pulp pada saat dicuci pada unit washer (PPKS, 2010).

F6 lignin

x F4 lignin

x 68,016 kg/jam = 41,850 kg/jam

Alur 6 F6 selulosa = (300,236 294,231) kg/jam = 6,005 kg/jam


F6

lignin

= 41,850 kg/jam = (3274,688 + 9111,637 247,727) kg/jam = 12138,599 kg/jam = 6,187 kg/jam = 12339,360 kg/jam

F6H2O F6KOH F6total

Alur 7 F 7selulosa= 294,231 kg/jam


F7

lignin

= (68,016 41,850) kg/jam = 26,166 kg/jam = 250,721 kg/jam

F7H20

F7total = 571,118 kg/jam Tabel LA.4 Neraca Massa pada Rotary Washer (kg/jam) Masuk (kg/jam) komponen Selulosa lignin H2O KOH Sub total Total Alur 4 300,236 68,016 3314,269 6,187 3688,708 Alur 5 Keluar (kg/jam) Alur 6 6,005 41,850 Alur 7 294,231 26,166 250,721 571,118

9221,770 12138,599 9221,770 6,187 12339,360

12910,478

12910,478

LA.3 TANGKI BLEACHING (BL-101) Fungsi : Untuk memisahkan lignin yang tersisa dan memberi warna putih pada
pulp yang dihasilkan

Neraca Massa Total F7 + F8 + F9 = F10

Neraca Massa Komponen Alur 9 Untuk tahap bleaching, larutan NaOCl 1% yang diperlukan adalah 5% dari jumlah pulp yang masuk ke dalam tangki bleaching. F9total = = 28,556 kg/jam F9NaOCl = 0,286 kg/jam F9H2O = (28,556 0,286) kg/jam = 28,270 kg/jam

Konsistensi pulp yang diperlukan pada tahap bleaching adalah 10% (PPKS, 2010) Konsistensi air

F10H2O Alur 8

= 2883,574 kg/jam

Maka, air yang dibutuhkan : F8H2O = (2883,574 250,721 28,270) kg/jam = 2604,582 kg/jam

Alur 10 F10selulosa = 294,231kg/jam F10lignin = 26,166 kg/jam

F10H2O = 2883,574 kg/jam F10NaOCl = 0,282 kg/jam F10total = 3204,256 kg/jam Tabel LA.5 Neraca Massa pada Tangki Bleaching (kg/jam) Masuk (kg/jam) Komponen Selulosa lignin H2O NaOCl Sub total Total Alur 7 294,231 26,166 250,721 571,118 Alur 8 2604,582 2604,582 3165,989 Alur 9 28,270 0,286 28,556 Keluar (kg/jam) Alur 10 294,231 26,166 2883,574 0,286 3204,256 3204,256

LA.4 ROTARY WASHER II (RW-102) Fungsi : Untuk memisahkan NaOCl dan lignin yang tereduksi pada tangki bleaching.

Neraca Massa Total F10 + F11 = F12 + F13

Neraca Massa Komponen Alur 11 Perbandingan air pencuci dengan bahan yang masuk ke dalam waher adalah 2,5 : 1 (Perry, 1997) F11H2O = 2,5 x F10total = 2,5 x 3204,256 kg/jam = 8010,640 kg/jam

Air yang terkandung di dalam pulp keluaran washer adalah 2% dari total air yang masuk ke dalam washer (PPKS, 2010). F13H2O = 0,02 x (2883,574 + 8010,640) kg/jam = 217,884 kg/jam

Efisiensi dari pencucian adalah 98% (Kirk & Othmer, 1978) F13selulosa = 0,98 x 294,231 kg/jam = 288,347 kg/jam

Sebanyak 87,368% lignin mampu tereduksi pada tangki bleaching yang akan terpisah dari pulp pada saat dicuci pada unit washer (PPKS, 2010).

F121ignin

x F10lignin x 26,166 kg/jam

= 22,861 kg/jam

Alur 12 F12selulosa = (294,231 288,347) kg/jam = 5,885 kg/jam F12lignin = 22,861 kg/jam

F12H2O = (2883,574 + 8010,640 217,884) kg/jam = 10676,330 kg/jam F12NaOCl = 0,286 kg/jam F12total = 10705,360 kg/jam

Alur 13 F13selulosa = 288,347 kg/jam F13lignin = (26,166 22,861) kg/jam = 3,305 kg/jam F13H2O = 217,884 kg/jam F13total = 509,536 kg/jam Tabel LA.6 Neraca Massa pada Rotary Washer (kg/jam) Masuk (kg/jam) komponen Selulosa lignin H2O NaOCl Sub total Total Alur 10 294,231 26,166 288,574 0,286 3204,256 8010,640 Alur 11 Keluar (kg/jam) Alur 12 5,885 22,861 Alur 13 288,347 3,305 217,884 -

8010,640 10676,330 0,286

10705,360 509,536 11214,897

11214,897

LA.5 ROTARY DRYER I (RD-201) Fungsi : Untuk mengeringkan pulp

Neraca Massa Total : F13 = F14 + F15

Neraca Massa Komponen : Alur 14 Rotary dryer dapat menghilangkan air sebanyak 90% dari total air yang masuk (Perry, 1997) F14H2O kg/jam

Alur 15 F15selulosa = 288,347 kg/jam F15lignin = 3,305 kg/jam

F15H2O = (217,884 196,096) kg/jam = 21,788 kg/jam F15total = 509,536 kg/jam Tabel LA.7 Neraca Massa pada Rotary Dryer (kg/jam) Masuk (kg/jam) komponen Alur 13 Keluar (kg/jam) Alur 14 Alur 15

Selulosa Lignin H2O Sub total Total

288,347 3,305 217,884 509,536 509,536

196,096 196,096

288,347 3,305 21,788 313,440

509,536

LA.6 TANGKI PENCAMPUR (M-201) Fungsi : Untuk mengaktivasi gugus karbonil selulosa dalam proses
pretreatment pada reaksi asetilasi.

Neraca Massa Total : F16 + F17 = F18

Neraca Massa Komponen : Alur 17 Asam asetat 98% yang diperlukan untuk unit pretreatment adalah sebanyak 35% dari laju umpan selulosa (Yamashita et al, 1986) F17 total F17CH3COOH F17H2O 347 kg/jam = 100,921 kg/jam kg/jam = 98,903 kg/jam = (100,921 98,903) kg/jam = 2,018 kg/jam

Alur 18 F18selulosa = 288,347 kg/jam

F18lignin F18H2O
F

= 3,305 kg/jam = (21,788 + 2,018) kg/jam = 23,807kg/jam

18CH3COOH = 98,903 kg/jam = 414,362 kg/jam

F18total

Tabel LA.8 Neraca Massa pada Tangki Pencampur (kg/jam) Masuk (kg/jam) komponen Selulosa lignin H2O CH3COOH Sub total Total Alur 16 288,347 3,305 21,788 Alur 17 2,018 98,903 Keluar (kg/jam) Alur 18 288,347 3,305 23,807 98,903 414,362 414,362

313,440 100,921 414,362

LA.7 REAKTOR ASETILASI (R-201) Fungsi : Untuk tempat terjadinya reaksi asetilasi menjadi selulosa triasetat dengan derajat asetilasi sebesar 3. H2SO4 H2O
(CH 3 CO )2 O CH 3 COOH

21

23
CH 3 COOH H2 O

20 24 18
Selulosa Lignin H 2O CH 3 COOH Selulosa triasetat Lignin H 2O CH 3 COOH H 2 SO 4 (CH 3CO )2 O

R -201

Pada reaktor asetilasi, seluruh selulosa berubah menjadi selulosa triasetat dan reaksi

yang terjadi pada proses ini adalah sebagai berikut :

selulosa

asetat anhidrat

selulosa triasetat

asam asetat

dimana: Ac = CH3CO r = ; BMselulosa = 162 kg/kmol = 1,780 kmol/jam

((

))

Neraca Massa total : F18 + F20 + F21 + F23 = F24

Neraca Massa Komponen : Alur 20 Asam asetat 70% yang dibutuhkan dalam reaktor adalah sebanyak 438% dari laju alir umpan selulosa (Yamashita et al, 1986). F20 total F20CH3COOH 288,247 kg/jam = 1262,958 kg/jam 1262,958 kg/jam = 884,071 kg/jam

F20H2O = (1262,958 884,071) kg/jam = 378,887 kg/jam

Alur 23 Asetat anhidrat 98% yang dibutuhkan dalam reaktor adalah sebanyak 247% dari laju alir umpan selulosa (Yamashita et al, 1986). F23 total F23(CH3CO)2O F23CH3COOH 288,247 kg/jam = 712,216 kg/jam 712,216 kg/jam = 697,972 kg/jam = (712,216 697,972) kg/jam = 14,244 kg/jam

Alur 21 Asam sulfat 98% yang dibutuhkan dalam reaktor adalah sebanyak 3,8% dari laju alir umpan selulosa (Yamashita et al, 1986).
F

21 total

288,247 kg/jam = 10,957 kg/jam 10,957 kg/jam = 10,738 kg/jam = (10,957 10,738) kg/jam = 0,219 kg/jam

F21H2SO4 F21H2O

Alur 24
F

24selulosa triasetat

= r . BMselulosa triasetat . = 1,780 kmol/jam . 288 kg/mol . 1 = 512,616 kg/jam

24 CH3COOH

= F18 CH3COOH + F20 CH3COOH + F23 CH3COOH + r . BM CH3COOH. = 98,903 + 884,071 + 14,244 + (1,780 . 60 . 3) = 1317,603 kg/jam

24(CH3CO)2O

= F23(CH3CO)2O r . BM(CH3CO)2O. = 697,972 (1,780 . 102 . 3) = 153,317 kg/jam

24 H2SO4

= F21 H2SO4 = 10,738 kg/jam

F24lignin

= F18lignin = 3,305 kg/jam

F24H2O

= F18H2O + F20H2O + F21H2O = (23,807 + 378,887 + 0,219) kg/jam

= 402,913 kg/jam F24total = 2400,493 kg/jam Tabel LA.10 Neraca Massa pada Reaktor Asetilasi (kg/jam) Masuk (kg/jam) komponen Selulosa Triasetat Selulosa Lignin H2O CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4 Sub total Total Alur 18 288,347 3,305 23,807 98,903 414,362 Alur 20 378,887 884,071 Alur 23 14,244 Alur 21 0,219 10,738 10,957 Keluar (kg/jam) Alur 24 512,616 3,305 402,913 1317,603 153,317 10,738 2400,493 2400,493

- 697,972 -

1262,958 712,216 2400,493

LA.9 TANGKI HIDROLISIS (TH-201) Fungsi : Untuk menghidrolisis selulosa triasetat menjadi selulosa asetat dengan diharapkan derajat asetilasi turun menjadi 2,4 serta menetralkan sisa reaktan asetat anhidrat.

H2O

26

24
Selulosa triasetat Lignin H2O CH 3COOH H2SO4 ( CH3CO)2 O

27
Selulosa asetat Lignin H2 O CH3 COOH H2 SO4 (CH3 CO)2 O

H-201

Pada tangki hidrolisasi, seluruh selulosa triasetat dihidrolisis oleh air menjadi

selulosa asetat dan reaksi yang terjadi pada proses ini adalah sebagai berikut :

Selulosa triasetat

air

selulosa asetat

asam asetat

dimana: Ac = CH3CO r triasetat = 288 kg/kmol ; BMselulosa

((

))

= 1,780 kmol/jam

Reaksi yang juga terjadi pada unit hidrolisis adalah :

Asetat anhidrat
( ( ) )

air

asam asetat

Konversi reaksi = 98% (Anita, 2010) r ; BM(CH3CO)2O = 102 kg/kmol

((

))

= 1,473 kmol/jam

Neraca Massa Total : F24 + F26 = F27

Neraca Massa Komponen : Alur 26 Air yang dibutuhkan untuk tahap hidrolisis sebesar 71% dari laju alir umpan selulosa (Yamashita et al, 1986) F26 H2O = 288,347 kg/jam = 204,726 kg/jam

Alur 27
F

27selulosaasetat

= r1 . BMselulosa asetat . 1 = 1,780 kmol/jam . 246 kg/kmol . 1 = 437,860 kg/jam = F24 CH3COOH + r1 . BM CH3COOH. 1 + r2 . BM CH3COOH. 2 = 1371,603 + (1,780 . 60 . 1) + (1,473 . 60 . 2) = 1601,164 kg/jam = F24(CH3CO)2O r2 . BM(CH3CO)2O. 2 = 153,317 (1,473 . 102 . 1) = 3,066 kg/jam

27CH3COOH

27(CH3CO)2O

F27H2SO4 F27lignin F27H2O

= F24 H2SO4 = 10,738 kg/jam = F24lignin = 3,305 kg/jam = F24H2O + F26H2O - r1 . BMH2O . 1 r2 . BMH2O . 2 = 402,913 + 204,726 (1,780 . 18 . 1) (1,473 . 18 . 1)

= 549,086 kg/jam F27total = 2605,219 kg/jam Tabel LA.11 Neraca Massa pada Tangki Hidrolisasi (kg/jam) Masuk (kg/jam) Komponen Selulosa Triasetat Selulosa Asetat Lignin H2O CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4 Sub total Total Alur 24 512,616 3,305 402,913 1317,603 153,317 10,738 2400,493 204,726 Alur 26 204,726 Keluar (kg/jam) Alur 27 437,860 3,305 549,086 1601,164 3,066 10,738 2605,219 2605,219

2605,219

LA.12 TANGKI NETRALISASI (TN-201) Fungsi : Untuk menetralisasi katalis asam sulfat dengan menambahkan larutan magnesium asetat sehingga reaksi dapat berhenti.

Reaksi pada proses netralisasi adalah : Mg(OAc)2 + Magnesium asetat H2SO4 asam sulfat MgSO4 magnesium sulfat + 2HOAc asam asetat

Konversi reaksi = 99% (Trehy, 2000) r= ; BMH2SO4 = 98 kg/kmol = 0,108 kmol/jam

((

))

Neraca Massa Total : F28 + F30 = F31 Neraca Massa Komponen : Alur 30 Larutan Mg(CH3COO)2 38% yang dibutuhkan dalam unit netralisasi adalah sebanyak 16% dari laju alir umpan selulosa (Yamashita et al, 1986). F30 total =
2888.347 kg/jam = 46,135 kg/jam 46,135 kg/jam = 17,531 kg/jam

F30Mg(CH3COO)2 F30H2O

= (46,135 17,531) kg/jam = 28,604kg/jam

Alur 31
F

31selulosa asetat = F28selulosa asetat

= 437,860 kg/jam
F

31CH3COOH

= F28CH3COOH + r . BM CH3COOH. = 1601,164 + (0,108 . 60 . 2) = 1614,181 kg/jam

31(CH3CO)2O

= F28(CH3CO)2O = 3,066 kg/jam

F31H2SO4

= F28 H2SO4 r . BM H2SO4. = 10,738 (0,108 . 98 . 1) = 0,107 kg/jam

F31lignin

= F28lignin = 3,305 kg/jam

F31H2O

= F28H2O + F30H2O = 549,086 + 28,604 = 577,690 kg/jam

= F30Mg(CH3COO)2 r . BM Mg(CH3COO)2 . 31Mg(CH3COO)2 = 17,531 (0,108 . 142 . 1) = 2,128 kg/jam

F31MgSO4

= r . BM MgSO4. = 0,108 . 120 . 1 = 13,017 kg/jam

F31total

= 2651,355 kg/jam

Tabel LA.13 Neraca Massa pada Tangki Netralisasi (kg/jam) Masuk (kg/jam) Komponen Selulosa Asetat Lignin H2O CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4 Alur 28 437,860 3,305 549,086 1601,164 3,066 10,738 Alur 30 28,604 Keluar (kg/jam) Alur 31 437,860 3,305 577,690 1614,181 3,066 0,107

Mg(CH3COO)2 MgSO4 Sub total Total

2605,219

17,531 46,135

2,128 13,017 2651,355 2651,355

2651,355

LA.11 CENTRIFUGE (CF-301) Fungsi : Untuk memisahkan padatan selulosa asetat (selulosa asetat, lignin, air, asam asetat, magnesium sulfat) dari air dan zat pengotor lainnya.

Efisiensi sentrifuge adalah 98% dimana cairan yang terkonversi ke padatan sebesar 2%. Neraca Massa Total : F32 = F38 + F33 Neraca Massa Komponen : Alur 38
F

38CH3COOH =

1614,181 kg/jam

= 1581,897kg/jam 38(CH3CO)2O = 3,066 kg/jam = 0,107 kg/jam =


577,69kg/jam

F38H2SO4 F38H2O

=566,136kg/jam 38Mg(CH3COO)2= 2,128 kg/jam

F38MgSO4

13,017 kg/jam

F38total

= 12,757 kg/jam = 2166,092 kg/jam

Alur 33 F 33selulosa asetat F33lignin


F33

= 437,860 kg/jam = 3,305 kg/jam = (1614,181 1581,897) kg/jam = 32,284 kg/jam = (577,690 566,136) kg/jam = 11,554 kg/jam = (13,017 12,757) kg/jam = 0,260 kg/jam = 482,263 kg/jam

CH3COOH

F33H2O F33MgSO4 F33total

Tabel LA.14 Neraca Massa pada Centrifuge (kg/jam) Masuk (kg/jam) komponen Selulosa Asetat Lignin H2O CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4 Mg(CH3COO)2 MgSO4 Sub total Total Alur 32 437,860 3,305 577,690 1614,181 3,066 0,107 2,128 13,017 2651,355 2651,355 Keluar (kg/jam) Alur 38 566,136 1581,897 3,066 0,107 2,128 12,757 2166,092 Alur 33 437,860 3,305 11,554 32,284 0,260 485,263

2651,355

LA.12 ROTARY DRYER II (RD-301) Fungsi : Untuk mengurangi kadar air beserta asam asetat sampai memenuhi komposisi produk akhir.

Dryer dapat mengurangi kadar air sebesar 90% dari laju alir air masuk (Perry,1997) dan diharapkan komposisi asam asetat sebesar 0,01% dari berat selulosa asetat (PPKS, 2010).

Neraca Massa Total : F33 = F34 + F35 Neraca Massa Komponen : Alur 35
F

35selulosa asetat F35lignin


F35

= 437,860 kg/jam = 3,305 kg/jam = 0,0001 x32,284kg/jam = 0,044 kg/jam


( )

CH3COOH

F35H2O

F35MgSO4 F35total

= 1,155 kg/jam = 0,260 kg/jam = 442,624 kg/jam

Alur 34
F34

CH3COOH

=(32,284 0,044)kg/jam = 32,240 kg/jam =(11,554 1,155)kg/jam = 10,398 kg/jam

F34H2O

F34total

= 42,638 kg/jam

Tabel LA.15 Neraca Massa pada Rotary Dryer (kg/jam) Masuk (kg/jam) komponen Selulosa Asetat Lignin H2O CH3COOH MgSO4 Sub total Total Alur 33 437,860 3,305 11,554 32,284 0,260 485,263 485,263 42,638 Keluar (kg/jam) Alur 34 10,398 32,240 Alur 35 437,860 3,305 1,155 0,044 0,260 442,624

485,263

A.13 DECANTER (D-301) Fungsi : Untuk memisahkan larutan asam asetat dengan zat terlarut lainnya

Diharapkan komposisi pada alur 40 adalah asam asetat dan air sebagai fase ringan yang kemudian akan digunakan kembali dan sisanya ditampung ke tangki penampungan.

Neraca Massa Total : F38 = F39 + F40 Neraca Massa Komponen: Alur 39 Kelarutan magnesium sulfat didalam air memiliki nilai 40,8gr/100 gr air.
F

39(CH3CO)2O = 3,066 kg/jam = 12,757kg/jam =


12,757 kg/jam

F39MgSO4 F39H2O

F39H2SO4
F

= 31,267 kg/jam = 0,107 kg/jam = 49,325 kg/jam

39Mg(CH3COO)2 = 2,128 kg/jam

F39total

Alur 40 F 40CH3COOH F40H2O F


40 total

=1581,897kg/jam =(566,136-31,267)

= 534,870 kg/jam = 2116,767 kg/jam

Tabel LA.16 Neraca Massa pada Decanter (kg/jam) Masuk (kg/jam) komponen H2O CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4 Mg(CH3COO)2 MgSO4 Sub total Total Alur 38 566,136 1581,897 3,066 0,107 2,128 12,757 2166,092 2166,092 Keluar (kg/jam) Alur 39 31,267 Alur 40 534,870

- 1581,897 3,066 0,107 2,128 12,757 49,325 2116,767

2166,092

A.14 TANGKI PENCAMPUR (M-301) Fungsi : Untuk menghasilkan larutan asam asetat dengan konsenstrasi 70% yang akan digunakan kembali pada unit reaktor (recovery asam asetat).

Neraca Massa Total : F40 + F41 = F19 + F42 Neraca Massa Komponen: Alur 40
F

40CH3COOH

= 1581,897kg/jam = 534,870 kg/jam = 2116,767kg/jam

F40H2O F40total Alur 19


F

19CH3COOH

= 884,071 kg/jam = 378,887 kg/jam = 1262,958kg/jam

F19H2O F19total

Alur 19 merupakan laju alir larutan asam asetat dengan konsenstrasi 70% sehingga dibutuhkan tambahan air pada alur 36 untuk recovery asam asetat hingga konsentrasi campuran menjadi 70%.

Alur 41 Air yang diperlukan agar komposisi produk tangki pencampur menjadi 70% adalah :

= 30% x F total = 0,3 x 2116,767 kg/jam F41H2O = 635,030 kg/jam = (635,030 534,870)kg/jam = 100,160 kg/jam

Alur 42 F42H2O
F42

= (635,030 378,887)kg/jam = 256,143 kg/jam =(1581,897 884,071)kg/jam = 697,827 kg/jam = 953,969 kg/jam

CH3COOH

F42total

Tabel LA.17 Neraca Massa pada Tangki Pencampur (kg/jam) Masuk (kg/jam) komponen H2O CH3COOH Sub total Total Alur 40 534,870 1581,897 Alur 41 100,160 Keluar (kg/jam) Alur 19 378,887 884,071 1262,968 Alur 42 256,143 697,827 953,969

2116,767 100,160 2216,928

2216,928

LAMPIRAN B PERHITUNGAN NERACA ENERGI

Kapasitas Produk Basis Perhitungan Satuan Operasi Waktu kerja per tahun

: 3500 ton/tahun : 1 jam operasi : kg/jam : 330 hari

Suhu referensi : 25oC (298oK) Perhitungan neraca panas menggunakan data dan rumus sebagai berikut:

1. Rumus untuk perhitungan beban panas pada masing-masing alur masuk dan keluar
T

Q = H = nCpdT ..........................(Smith, 1975)


Tref

Dan untuk sistem yang melibatkan perubahan fasa, persamaan yang digunakan adalah :
T2 Tb T2

CpdT = Cpl dT +Hvl + Cpg dT ..................(Reklaitis, 1983)


T 1 T1 Tb

2. Data untuk perhitungan kapasitas panas


Tabel LB.1 Menunjukkan nilai kapasitas panas liquid (Cpl) untuk gugus gugus pada senyawa liquid. Tabel LB.1 Nilai Kapasitas Panas Liquid (Cpl) Metode Chuch dan Swanson Gugus Cpl (kal/g0C) 4,4 10,7

-CH (ring) -OH -C=O H -CH2-

12,66 7,2 (Perry, 1997)

Perhitungan Cpl (kal/g.0C) dengan menggunakan metode Chuch dan Swanson dengan rumus :
n

CpL =Nicpi
I =1

Tabel LB.2 Menunjukkan nilai kapasitas panas solid (Cps) untuk gugus gugus pada senyawa solid. Tabel LB.2 Kontribusi Unsur Atom dengan Metode Hurst dan Harrison

Unsur Atom C H O N S K Cl Na P Mg Fe Ca Cr Co Ni Cu

Ei 10.89 7.56 13,42 18,74 12,36 28,87 24,69 26,19 26,63 22,69 29,08 28,25 26,63 25,71 25,46 26,92

(Perry, 1997) Perhitungan C padatan (J/mol.K) dengan menggunakan metode Hurst dan Harrison:
ps
n

CpS = Ni . Ei
I =1

Dimana : C pS = Kapasitas panas padatan pada 298,15 K (J/mol.K) n = Jumlah unsur atom yang berbeda dalam senyawa N = Jumlah unsur atom i dalam senyawa
i

Ei = Nilai dari kontribusi unsur atom i pada Tabel LB.2

3. Data perhitungan panas pembentukan dan panas penguapan


Tabel LB.3 Menunjukkan nilai panas pembentukan dengan gugus-gugus pada senyawa padatan [kJ/mol].

Tabel LB.3 Kontribusi Gugus Nilai Panas Pembentukan (Hfo)

Perhitungan Hfo (kJ/mol) dengan menggunakan metode Verma dan Doraiswamy adalah : Hfo (298,15 K) = 68,29 + Rumus panas penguapan : Q = n. Hvl ........................................................(Smith dan Van Ness, 1975)
jnj H.......................................(Perry,

1997)

4. Data untuk steam, air pemanas dan air pendingin


Steam yang digunakan adalah superheated steam 1300C pada tekanan 100 kPa. Hvl (1300C) = 2.734,7 kJ/kg (Reklaitis, 1983)

Air pemanas yang digunakan adalah air pada suhu 900C dan keluar pada suhu 340C. Air (saturated) : H(34oC) = 139,11 kJ/kg H(90oC) = 376,92 kJ/kg (Smith, 1987) (Smith,1987)

Air pendingin yang digunakan adalah air pada suhu 250C dan keluar pada suhu 450C. Air (saturated): H(25oC) = 104,8 kJ/kg H(45oC) = 188,35 kJ/kg (Smith, 1987) (Smith, 1987)

5. Perhitungan nilai kapasitas panas (Cp) masing masing komponen: 1. Selulosa asetat (C6H7O2OH(OCOCH3)2)
Cps Selulosa diasetat = EC (8) + EH (14) + EO (7) = 10,89(8) + 7,56(14) + 13,42(7) = 286,9 J/mol.K

2. Selulosa triasetat (C6H7O2(OCOCH3)3)


Cps Selulosa triasetat = EC (12) + EH (16) + EO (8) = 10,89(12) + 7,56(16) + 13,42(8) = 359 J/mol.K

3. Selulosa (C6H7O2(OH)3)
Cps Selulosa = EC (6) + EH (10) + EO (5) = 10,89(6) + 7,56(10) + 13,42(5) = 208,04 J/mol.K

5. Magnesium asetat (Mg(CH3COO)2)


Cps Magnesium asetat = EMg (1) + EC (4) + EO (4) + EH (6) = 22,69(1) + 10,89(4) + 13,42(4) + 7,56(6) = 169,25 J/mol.K

6. Magnesium sulfat (MgSO4)


Cps Magnesium sulfat = EMg (1) + ES (1) + EO (4) = 22,69(1) + 12,46(1) + 13,42(4)

= 88,73 J/mol.K

7. Lignin
Cps lignin = EC (20) + EH (20) + EO (8) = 10,89 (20) + 7,56 (20) + 13,42 (8) = 476,36 J/mol.K

8. Asam asetat (CH3COOH)


Cpl = 123,1 J/mol.K Cpg = 63,4 J/mol.K

9. Asetat anhidrat ((CH3CO)2O)


Cpl = 186,252 J/mol.K

10. Asam sulfat (H2SO4)


Cpl = 138,9 J/mol.K

11. Air (H2O)


Cpl = 75,2634 J/mol.K Cpg = 33,36 J/mol.K Tabel LB.4 Nilai Kapasitas Panas Masing-Masing Komponen Cpl (J/mol.K) Komponen Selulosa asetat Selulosa triasetat Selulosa Lignin Asam asetat Asetat anhidrat Asam sulfat Air Magnesium asetat Magnesium sulfat 123,1 186,252 138,9 75,2634 286,9 359 208,04 476,36 169,25 88,73 Cps (J/mol.K) Cpg (J/mol.K) 63,4 33,36 -

6. Perhitungan nilai panas pembentukan (H0f) dan panas penguapan ( Hvl) Menghitung H0f298 Selulosa asetat :
H0f298 = 68,29 + ( OH phenol) + 2( CH ) + 3( C ) + ( -O- ring) + 2( CH3)

+ ( CH2 ) + 2( C ) + 2(-O-nonring) + 3( O) H0f298 = 68,29 + (221,65) + 2(8,67) + 3(79,72) + (-138,16) + 2(-76,45) + (-20,64) + 2(83,99) + 2(-132,22) + 3(-247,61) H0f298 = -1047,85 kJ/mol Menghitung H0f298 Selulosa triasetat : H0f298 H0f298 = 68,29 + 2( CH ) + 3( C ) + (-O- ring) + 2( CH3) + (-CH2-) + 3( C)

+ 3(-O-nonring) + 3( O) = 68,29 + 2(8,67) + 3(79,72) + (-138,16) + 2(-76,45) + (-20,64) +3(83,99) + 3(-132,22) + 3(-247,61)

H0f298 = -950,88 kJ/mol Menghitung H0f298 Selulosa : H0f298 = 68,29 + 3(-OH phenol) + 4( CH) + (-CH2-) + (-O-nonring) + (-O-ring) H0f298 = 68,29 + 3(-221,65) + 4(8,67) + (-26,68) + (-132,22) + (-138,16) H0f298 = -859,16 kJ/mol H0f298 Asam asetat H0f298 Asetat anhidrat H0f298 Asam sulfat H0f298 Air H0f298 Magnesium asetat H0f298 Magnesium sulfat Hvl Asam asetat Hvl Air = -483,5 kJ/mol = -391,17 kJ/mol = -810,9413 kJ/mol = -241,9882 kJ/mol = -1442,771 kJ/mol = -1362,385 kJ/mol = 23,7 kJ/mol = 40,6562 kJ/mol (Reklaitis, 1983) (Perry, 1997)

Tabel LB.5 Nilai Panas Pembentukan Dan Panas Penguapan Komponen Selulosa asetat Selulosa triasetat H0f298 (kJ/mol) -1047,85 -950,88 Hvl (kJ/mol) -

Selulosa Asam asetat Asetat anhidrat Asam sulfat Air Magnesium asetat Magnesium sulfat

-859,16 -483,5 -391,17 -810,9413 -241,9882 1442,771 -1362,385

23,7 40,6562 -

7. Perhitungan panas reaksi (H0r) Menghitung H0r reaksi:


Reaksi 1 :

selulosa H0r1298

asetat anhidrat = iHof298 produk

selulosa triasetat iHof298 reaktan

asam asetat

= {3(483,5) + (950,88)} {3(391,17) + (859,16)} = 368,71 kJ/mol Reaksi 2 :

Selulosa triasetat H0r2298

air

selulosa asetat

asam asetat

= {(483,5) + (1047,85)} {(241,9882) + (950,88)} = 338,482 kJ/mol

Reaksi 3:

Asetat anhidrat air asam asetat 0 H r3298 = 2(483,4) {(241,9882)+( 391,17) = 333,842 kJ/mol Reaksi 4:

Mg(OAc)2

H2SO4 asam sulfat

MgSO4

2HOAc

Magnesium asetat H0r4298

magnesium sulfat asam asetat

={ 2(483,5) + (1362,385)} {(1442,771) + (810,9413) = 75,673 kJ/mol

LB.1 TANGKI EKSTRAKSI (EX-101)

303,15

303,15

303,15

Panas masuk = N1H2O CpdT + N2Selulosa CpdT + N2lignin CpdT + N2Air


298,15 303,15 303,15 298,15 303,15 298,15

CpdT + N3KOH CpdT + N3H2O CpdT......................(1)


298,15 298,15 298,15

Tabel LB. 6 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Tangki Ekstraksi dengan menggunakan persamaan (1) Tabel LB.6 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total pada Tangki Ekstraksi (EX-101) Alur 1 2 Komponen H2O Selulosa Laju Massa (kg/jam) 3234,992 300,236 BM (kg/kmol) 18 162 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 179,722 1,853 Q (kJ/jam)

376,317 67632,360 1040,200 1927,812

Lignin H2O 3 KOH H2O

68,016 44,217 6,187 35,060 TOTAL


358,15

388 18 56 18

0,175 2,457 0,110 1,948

2381,800 376,317 249,250 376,317

417,527 324,423 27,538 732,987 71662,641

358,15

358,15

Panas keluar = N4Selulosa CpdT + N4Lignin CpdT + N4KOH CpdT + N4H2O


298,15 358,15 298,15 298,15

CpdT......................(2)
298,15

Tabel LB. 7 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Tangki Ekstraksi dengan menggunakan persamaan (2). Tabel LB.7 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total pada Tangki Ekstraksi (EX-101) Alur Komponen Selulosa Lignin 4 KOH H2O Laju Massa (kg/jam) 300,236 68,016 6,187 3314,269 TOTAL Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc), adalah: dQ/dT = Qc = Qout Qin = (859951,695 71662,641) kJ/jam = 788289,054 kJ/jam Sehingga jumlah steam yang diperlukan adalah : Qc m= Hvl 788289,054 kJ/jam = 2734,7 kJ/kg BM (kg/kmol) 162 388 56 18 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,853 12482,400 0,175 28581,600 0,110 184,126 2991,000 Q (kJ/jam) 23133,740 5010,325 330,452

4515,804 831477,178 859951,695

= 288,254 kg/jam Tabel LB.8 Neraca Energi Tangki Ekstraksi (EX-101) Komponen Umpan Produk Steam Total Masuk (kJ/jam) 71662,641 788289,054 859951,695 Keluar (kJ/jam) 859951,695 859951,695

LB.2 ROTARY WASHER I (RW-101)

358,15

358,15

358,15

Panas masuk = N4Selulosa CpdT + N4Lignin CpdT + N4KOH CpdT + N4H2O


298,15 358,15 303,15 298,15 298,15

CpdT + N5H2O CpdT......................(3)


298,15 298,15

Tabel LB. 9 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Rotary Washer I dengan menggunakan persamaan (3). Tabel LB.9 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Rotary Washer I (RW-101) Alur Komponen Selulosa 4 Lignin Laju Massa (kg/jam) 300,236 68,016 BM (kg/kmol) 162 388 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,853 12482,400 0,175 28581,600 Q (kJ/jam) 23133,740 5010,325

KOH H2O 5 H2O

6,187 3314,269 9221,770 TOTAL

56 18 18

0,110 184,126 512,321

2991,000 4515,804 376,317

330,452 831477,178 192794,935 1052746,630

Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial dan error dimana : Q masuk = Q keluar Temperatur keluar dapat dihitung dengan persamaan :
T

Qout = N Cp dT .......................(Smith, 1975)


Tref

Sehingga diperoleh T keluar (T) = 44,904oC


317,904 317,904 317,904

Panas keluar = N6Selulosa CpdT + N6Lignin CpdT + N6KOH CpdT +


298,15 317,904 317,904 298,15 317,904 298,15

N6H2O CpdT + N7Selulosa CpdT + N7Lignin CpdT + N7H2O


298,15 317,904 298,15 298,15

CpdT......................(4)
298,15

Tabel LB. 10 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Rotary Washer I dengan menggunakan persamaan (4). Tabel LB.10 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Rotary Washer I (RW-101) Alur Komponen Selulosa Lignin 6 KOH H2O 7 Selulosa Laju Massa (kg/jam) 6,005 41,850 6,187 12285,318 294,231 BM (kg/kmol) 162 388 56 18 162 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 0,037 0,108 0,110 682,518 1,816 4140,804 9481,415 992,209 Q (kJ/jam) 153,484 1022,679 109,621

1498,034 1022434,723 4140,804 7520,704

Lignin H2O

26,166 250,721 TOTAL

388 18

0,067 13,929

9481,415 1498,034

639,403 20886,015 1052746,630

Tabel LB.11 Neraca Energi Rotary Washer I (RW-101) Komponen Umpan Produk Total Masuk (kJ/jam) 1052746,630 1052746,630 Keluar (kJ/jam) 1052746,630 1052746,630

LB.3 TANGKI BLEACHING (BL-101)

317,904

317,904

317,904

Panas masuk = N7Selulosa CpdT + N7Lignin CpdT + N7H2O CpdT + N8H2O


298,15 303,15 298,15 303,15 298,15 303,15

CpdT + N9NaOCl CpdT + N9H2O CpdT......................(5)


298,15 298,15 298,15

Tabel LB. 12 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Tangki Bleaching dengan menggunakan persamaan (5). Tabel LB.12 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Tangki Bleaching (BL-101) Alur Komponen Laju Massa BM N CpdT Q

(kg/jam) Selulosa 7 Lignin H2O 8 9 H2O NaOCl H2O 294,231 26,166 250,721 2604,582 0,286 28,270

(kg/kmol) 162 388 18 18 74,5 18

(kmol/jam) (kJ/kmol) 1,816 0,067 13,929 144,699 0,004 1,571 4140,804 9481,415

(kJ/jam) 7520,704 639,403

1498,034 20866,015 376,317 54452,694 321,500 376,317 1,234 591,027 84071,077

TOTAL
333,15 333,15 333,15

Panas keluar = N10Selulosa CpdT + N10Lignin CpdT + N10NaOCl CpdT +


298,15 333,15 298,15 298,15

N10H2O CpdT......................(6)
298,15

Tabel LB. 13 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Tangki Bleaching dengan menggunakan persamaan (6). Tabel LB.13 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Tangki Bleaching (BL-101) Alur Komponen Selulosa Lignin 10 H2O NaOCl Laju Massa (kg/jam) 294,231 26,166 2883,573 0,286 TOTAL BM (kg/kmol) 162 388 18 74,5 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,816 7281,400 Q (kJ/jam) 13224,788 1124,359

0,067 16672,600 160,198 0,004

2634,219 421997,900 2250,500 8,640 436355,686

Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = Qc = Qout Qin = (436355,686 84071,077) kJ/jam = 352284,610 kJ/jam Sehingga, jumlah air pemanas yang diperlukan adalah :

Qc m= H(90oC) -H(34oC) 352284,610 kJ/jam = (376,92 -139,11) kJ/kg = kg/jam

=1481,370 kg/jam Tabel LB.14 Neraca Energi Tangki Bleaching (BL-101) Komponen Umpan Produk Air Panas Total Masuk (kJ/jam) 84071,077 352284,610 436355,686 Keluar (kJ/jam) 436355,686 436355,686

LB.4 ROTARY WASHER II (RW-102)

333,15

333,15

333,15

Panas masuk = N10Selulosa CpdT + N10Lignin CpdT + N10NaOCl CpdT +


298,15 333,15 298,15 303,15 298,15

N10H2O CpdT + N11H2OCpdT......................(7)


298,15 298,15

Tabel LB. 15 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Rotary Washer II dengan menggunakan persamaan (7). Tabel LB.15 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Rotary Washer II (RW-102)

Alur

Komponen Selulosa Lignin

Laju Massa (kg/jam) 294,231 26,166 2883,573 0,286 8010,640

BM (kg/kmol) 162 388 18 74,5 18

N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,816 7281,400

Q (kJ/jam) 13224,788 1124,359 421997,900 8,640 167474,436 603830,122

0,067 16672,600 160,198 0,004 445,036 2634,219 2250,500 376,317

10

H2O NaOCl

11

H2O

TOTAL

Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial dan error dimana : Q masuk = Q keluar Temperatur keluar dapat dihitung dengan persamaan :
T

Qout = N Cp dT
Tref

(Smith, 1975)

Sehingga diperoleh T keluar (T) = 38,138oC


311,288 311,288 311,288

Panas keluar = N12Selulosa CpdT + N12Lignin CpdT + N12NaOClCpdT +


298,15 311,288 298,15 311,288 298,15 311,288

N12H2O CpdT + N13Selulosa CpdT + N13Lignin CpdT +


298,15 311,288 298,15 298,15

N13H2O CpdT......................(8)
298,15

Tabel LB. 16 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Rotary Washer II dengan menggunakan persamaan (8). Tabel LB.16 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Rotary Washer II (RW-102) Alur Komponen Selulosa 12 Lignin Laju Massa (kg/jam) 294,231 26,166 BM (kg/kmol) 162 388 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,816 7281,400 Q (kJ/jam) 13224,788 1124,359

0,067 16672,600

H2O NaOCl Selulosa 13 Lignin H2O

2883,573 0,286 288,347 3,305 217,884 TOTAL

18 74,5 162 388 18

160,198 0,004 1,780 0,009 12,105

2634,219 2250,500 2733,134 6258,198 988,776

421997,900 8,640 4864,753 53,312 11968,816 603830,122

Tabel LB.17 Neraca Energi Rotary Washer II (RW-102) Komponen Umpan Produk Total Masuk (kJ/jam) 603830,122 603830,122 Keluar (kJ/jam) 603830,122 603830,122

LB.5 ROTARY DRYER I (RD-201)

311,288

311,288

311,288

Panas masuk = N13Selulosa CpdT + N13Lignin CpdT + N13H2O


298,15 298,15 298,15

CpdT......................(9) Tabel LB.18 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Rotary Dryer I dengan menggunakan persamaan (19). Tabel LB.18 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total pada Rotary Dryer I (RD-201) Alur Komponen Laju Massa (kg/jam) BM (kg/kmol) N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) Q (kJ/jam)

Selulosa 13 Lignin H1O

288,347 3,305 217,884 TOTAL


373,15

162 388 18

1,780 0,009 12,105

2733,134 6258,198 988,776

4864,753 53,312 11968,816 16886,881

373,15

373,15

Panas keluar = N14H2O CpdT + HvlAir + N15Selulosa CpdT + N15Lignin


298,15 373,15 298,15 298,15

CpdT + N15H2O CpdT + HvlAir......................(10)


298,15

Tabel LB.19 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Rotary Dryer I dengan menggunakan persamaan (10). Tabel LB.19 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total pada Rotary Dryer I (RD-201) Alur 14 Komponen H2O Selulosa 15 Lignin H2O Laju Massa (kg/jam) 196,096 288,347 3,305 21,788 TOTAL Maka, selisih antara panas keluar dengan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = QC = QOut - QIn = (127223,054 16886,881) kJ/jam = 110336,173 kJ/jam Sehingga jumlah steam yang dibutuhkan adalah : Qc m= Hvl =110336,173 kJ/jam 2734,7 Kj/kg BM (kg/kmol) 18 162 388 18 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 10,894 8187,411 Q (kJ/jam) 89195,396 27772,055 304,348 9910,600 127223,054

1,780 15603,000 0,009 35727,000 1,210 8187,411

=40,347 kg/jam Tabel LB.20 Neraca Energi Rotary Dryer I (RD-201) Komponen Umpan Produk Steam Total Masuk (kJ/jam) 16886,881 110336,173 127223,054 Keluar (kJ/jam) 127223,054 127223,054

LB.6 BLOW BOX (B-201)

373,15

373,15

373,15

Panas masuk = N15Selulosa CpdT + N15Lignin CpdT + N15H2O CpdT +


298,15 298,15 298,15

HvlAir......................(11) Tabel LB.21 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Blow Box dengan menggunakan persamaan (11). Tabel LB.21 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Blow Box (B-201) Alur Komponen Selulosa 15 Lignin H2O Laju Massa (kg/jam) 288,347 3,305 21,788 TOTAL
303,15 303,15 303,15

BM (kg/kmol) 162 388 18

N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 15603,000 0,009 35727,000 1,210 8187,411

Q (kJ/jam) 27772,055 304,348 9910,600 38027,658

Panas keluar = N16Selulosa CpdT + N16Lignin CpdT + N16H2O


298,15 298,15 298,15

CpdT......................(12) Tabel LB.22 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Blow Box dengan menggunakan persamaan (12). Tabel LB.22 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Blow Box (B-201) lur Komponen Selulosa 16 Lignin H2O Laju Massa (kg/jam) 288,347 3,305 21,788 TOTAL Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = QC = Qout Qin = (2327,280 38027,658) kJ/jam = 35700,378 kJ/jam
100

BM (kg/kmol) 162 388 18

N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 0,009 1,210 1040,200 2381,800 376,317

Q (kJ/jam) 1851,470 20,290 455,520 2327,280

Cpudara.T = 29,784227.T .T2.9,637661x 10-3 + 1/3.T3.4,57149 x 10-5


30

= 2550,75 kJ/kmol.K Sehingga, jumlah udara pendingin yang dibutuhkan adalah : Qc m=

Cp udara
35700,378 kJ/jam = 2550,75 kJ/kg = 13,996 kg/jam Tabel LB.23 Neraca Energi Blow Box (B-201) Komponen Umpan Produk Udara Pendingin Masuk (kJ/jam) 38027,658 35700,378 Keluar (kJ/jam) 2327,280 -

Total

2327,280

2327,280

LB.7 TANGKI PENCAMPUR (M-201)

303,15

303,15

303,15

Panas masuk = N16SelulosaCpdT + N16Lignin CpdT + N16H2O CpdT +


298,15 303,15 298,15 303,15 298,15

N17CH3COOH CpdT + N17H2O CpdT......................(13)


298,15 298,15

Tabel LB.24 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Tangki Pencampur dengan menggunakan persamaan (13). Tabel LB.24 Perhitungan Panas Masuk Pada Tangki Pencampur (M-201) Alur Komponen Selulosa 16 Lignin H2O CH3COOH 17 H2O Laju Massa (kg/jam) 288,347 3,305 21,788 98,903 2,018 TOTAL
323,15 323,15 323,15

BM (kg/kmol) 162 388 18 60 18

N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 0,009 1,210 1,648 0,112 1040,200 2381,800 376,317 615,500 376,317

Q (kJ/jam) 1851,470 20,290 455,520 1014,580 42,189 3384,049

Panas keluar = N18Selulosa CpdT + N18Lignin CpdT + N18H2O CpdT +

298,15 323,15

298,15

298,15

N18CH3COOH CpdT......................(14)
298,15

Tabel LB. 25 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Tangki Pencampur dengan menggunakan persamaan (14).

Tabel LB.25 Panas Keluar Pada Tangki Pencampur (M-201) Alur Komponen Selulosa Lignin 18 H2O CH3COOH Laju Massa (kg/jam) 288,347 3,305 23,806 98,903 TOTAL Maka, selisih antara panas keluar dengan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = Qc = Qout Qin = 16920,246 kJ/jam 3384,049kJ/jam = 13536,196 kJ/jam Sehingga jumlah air pemanas yang diperlukan adalah : Qc m = H(90oC) - H(34oC) 13536,196 kJ/jam = (376,92 -139,11) kJ/kg 13536,196 kg/jam = 237 ,81 kJ/kg = 56,920 kg/jam Tabel LB.26 Neraca Energi Tangki Pencampur (M-201) BM (kg/kmol) 162 388 18 60 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 5201,000 Q (kJ/jam) 9257,352 101,449 2488,545 5072,900 16920,246

0,009 11909,000 1,323 1,648 1881,585 3077,500

Komponen Umpan Produk Air Panas Total

Masuk (kJ/jam) 3384,049 13536,196 16920,246

Keluar (kJ/jam) 16920,246

16920,246

LB.8 HEATER 1 (H-201)

303,15

303,15

Panas masuk = N19H2O CpdT + N19CH3COOH CpdT...............(15)


298,15 298,15

Tabel LB.27 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Heater I dengan menggunakan persamaan (15). Tabel LB.27 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Heater I (H-201) Alur Komponen H2O 19 CH3COOH Laju Massa (kg/jam) 378,887 884,071 TOTAL
323,15 323,15

BM (kg/kmol) 18 60

N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 21,049 14,735 376,317 615,500

Q (kJ/jam) 7921,201 9069,095 16990,296

Panas keluar = N20H2O CpdT + N20CH3COOH CpdT...............(16)


298,15 298,15

Tabel LB.28 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Cooler I dengan menggunakan persamaan (16). Tabel LB.28 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Heater I (H-201) Alur Komponen H2O 20 CH3COOH Laju Massa (kg/jam) 378,887 884,071 TOTAL Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = QC = Qout Qin BM (kg/kmol) 18 60 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 21,049 14,735 1881,585 3077,500 Q (kJ/jam) 39606,005 45345,475 84951,480

= (84951,480 16990,296) kJ/jam = 67961,184 kJ/jam Sehingga jumlah air pemanas yang dibutuhkan adalah : Qc m= H(90oC) - H(34oC) 67691,184 kJ/jam = (376,920 -139,110) kJ/kg = kg/jam

= 285,779 kg/jam Tabel LB.29 Neraca Energi Heater I (H-201) Komponen Umpan Produk Air Panas Total Masuk (kJ/jam) 16990,296 67961,184 84951,480 Keluar (kJ/jam) 84951,480 84951,480

LB.9 HEATER II (H-202)

303,15

303,15

Panas masuk = N22(CH3CO)2O CpdT + N22CH3COOHCpdT...............(17)


298,15 298,15

Tabel LB.30 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Heater II dengan menggunakan persamaan (17).

Tabel LB.30 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Heater II (H-202) Alur Komponen (CH3CO)2O 22 CH3COOH TOTAL
323,15 323,15

Laju Massa (kg/jam) 697,972 14,244

BM (kg/kmol) 102 60

N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 6,843 0,237 931,260 615,500

Q (kJ/jam) 6372,484 146,120 6518,604

Panas keluar = N23(CH3CO)2O CpdT + N23CH3COOH CpdT...............(18)


298,15 298,15

Tabel LB.31 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Heater II dengan menggunakan persamaan (18). Tabel LB.31 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Heater II (H-202) Alur 23 Komponen (CH3CO)2O Laju Massa (kg/jam) 697,972 BM (kg/kmol) 102 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 6,843 4565,300 Q (kJ/jam) 31862,422

CH3COOH

14,244 TOTAL

60

0,237

3077,500

730,599 32593,020

Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = QC = Qout Qin

= (32593,020 6518,604) kJ/jam = 26074,416 kJ/jam Sehingga jumlah air pemanas yang dibutuhkan adalah : Qc m= H(90oC) - H(34oC) 26074,416 kJ/jam = (376,920 -139,110) kJ/kg = kg/jam

= 109,644 kg/jam Tabel LB.32 Neraca Energi Heater II (H-202) Komponen Umpan Produk Air Panas Total Masuk (kJ/jam) 6518,604 26074,416 32593,020 32593,020 Keluar (kJ/jam) 32593,020

LB.10 REAKTOR ASETILASI (R-201)

323,15

323,15

323,15

Panas masuk = N18Selulosa CpdT + N18Lignin CpdT + N18H2O CpdT +


298,15 323,15 298,15 323,15 298,15 323,15

N18CH3COOH CpdT + N20CH3COOH CpdT + N20H2O CpdT +


298,15 323,15 298,15 323,15 298,15 303,15

N23(CH3CO)2OCpdT + N23CH3COOH CpdT + N21H2SO4 CpdT


298,15 303,15 298,15 298,15

+ N21H2O CpdT......................(19)
298,15

Tabel LB.33 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Reaktor Asetilasi dengan menggunakan persamaan (19). Tabel LB.33 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Reaktor Asetilasi (R-201) Alur 18 Komponen Selulosa Laju Massa (kg/jam) 288,347 BM (kg/kmol) 162 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 5201,000 Q (kJ/jam) 9257,352

Lignin H2O CH3COOH H2O 20 CH3COOH H2O 22 H2SO4 CH3COOH 24 (CH3CO)2O

3,305 23,806 98,903 378,887 884,071 0,219 10,738 14,244 697,972 TOTAL
343,15

388 18 60 18 60 18 98 60 102

0,009 11909,000 1,323 1,648 21,049 14,735 0,012 0,110 0,237 6,843 3077,500 1881,585 1881,585 3077,500 376,317 694,500 3077,500 4656,300

101,449 5072,900 2488,545 39606,005 45345,475 6,084 76,097 730,599 31862,422 134546,927

343,15

343,15

Panas keluar = N24Selulosa triasetat CpdT + N24Lignin CpdT + N24H2O CpdT +


298,15 343,15 343,15 298,15 343,15 298,15

N24CH3COOH CpdT + N24(CH3CO)2O CpdT + N24H2SO4


298,15 298,15 298,15

CpdT......................(20) Tabel LB.34 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Reaktor Asetilasi dengan menggunakan persamaan (20). Tabel LB.34 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Reaktor Asetilasi (R-201) Alur Komponen Selulosa triasetat Lignin H2O 25 CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4 Laju Massa (kg/jam) 512,616 3,305 402,912 1317,603 153,317 10,738 TOTAL BM (kg/kmol) 288 388 18 60 102 98 N (kmol) 1,780 0,009 22,384 21,960 1,503 0,110 CpdT (kJ/kmol) 16155,000 21436,200 3386,853 5539,500 8381,340 6250,500 Q (kJ/jam) 28754,554 182,609 75811,397 121647,697 12598,058 684,876 239692,738

Dari perhitungan sebelumnya diperoleh : Reaksi 1:

H0r1298 H0r1343,15

= 368,71 kJ/mol
343,15 343,15

= H0r1298 + produk Cp dT + reaktan Cp dT


298,15 298,15

= -368,71 kJ/mol + {3(5539,5) + 1(16155)}kJ/mol + {-3(8381,34) + 1(208,04 x 45)kJ/mol = 2101,03 kJ/mol r1 = 1,780 mol/jam Sehingga, panas reaksi yang dihasilkan adalah: r1. H0r1343,15 = {1,780 x (-2101,03)} kJ/jam = 3739,833 kJ/jam Maka : dQ/dT = Qc = Qout Qin + Panas Reaksi = 239692,738 kJ/jam 134546,927 kJ/jam + (3739,833) kJ/jam = 101405,978 kJ/jam Sehingga air pemanas yang diperlukan adalah : Qc m= H(90oC) - H(34oC) 101405,978 kJ/jam = (376,92 -139,11) kJ/kg = kg/jam

=129,928 kg/jam Tabel LB.35 Neraca Energi Reaktor Asetilasi (R-201) Komponen Umpan Produk Panas Reaksi Air Panas Total Masuk (kJ/jam) 134546,927 101405,978 235952,905 Keluar (kJ/jam) 239692,738 3739,833 235952,905

LB.11 HEATER III (H-203)

303,15

Panas masuk = N26H2O CpdT...............(21)


298,15

Tabel LB.36 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Heater III dengan menggunakan persamaan (21). Tabel LB.36 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Heater III (H-203) Alur 26 Komponen H2O Laju Massa (kg/jam) 204,726 TOTAL
343,15

BM (kg/kmol) 18

N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 11,374 376,317

Q (kJ/jam) 4280,104 4280,104

Panas keluar = N27H2O CpdT...............(22)


298,15

Tabel LB.37 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Heater II dengan menggunakan persamaan (22). Tabel LB.37 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Heater III (H-203) Alur 27 Komponen H2O Laju Massa (kg/jam) 204,726 TOTAL Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = QC = Qout Qin = (38520,961 4280,104) kJ/jam = 34240,856 kJ/jam BM (kg/kmol) 18 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 11,374 3386,853 Q (kJ/jam) 38520,961 38520,961

Sehingga jumlah air pemanas yang dibutuhkan adalah : Qc m = H(90oC) - H(34oC) 34240,856 kJ/jam = (376,920 -139,110) kJ/kg = kg/jam

=143,984 kg/jam Tabel LB.38 Neraca Energi Heater III (H-203) Komponen Umpan Produk Air Panas Total Masuk (kJ/jam) 4280,104 34240,856 38520,961 Keluar (kJ/jam) 38520,961 38520,961

LB.12 TANGKI HIDROLISIS (TH-201)

343,15

343,15

343,15

Panas masuk = N25Selulosa triasetat CpdT + N25Lignin CpdT + N25H2O CpdT +


298,15 343,15 343,15 298,15 343,15 298,15

N25CH3COOH CpdT + N25(CH3CO)2O CpdT + N25H2SO4 CpdT


298,15 298,15 298,15

343,15

+ N26H2O CpdT......................(23)
298,15

Tabel LB.39 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Tangki Hidrolisis dengan menggunakan persamaan (23). Tabel LB.39 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Tangki Hidrolisis (TH-201) Alur Komponen Selulosa triasetat Lignin H2O 25 CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4 27 H2O Laju Massa (kg/jam) 512,616 3,305 402,912 1317,603 153,317 10,738 204,726 TOTAL
393,15 393,15 373,15

BM (kg/kmol) 288 388 18 60 102 98 18

N (kmol)

CpdT (kJ/kmol)

Q (kJ/jam) 28754,554 182,609 75824,945

1,780 16155,000 0,009 21436,200 22,388 21,960 1,503 0,110 11,374 3386,853

5539,500 121647,697 8381,340 6250,500 3386,853 12598,058 684,876 38520,961 278213,699

Panas keluar = N27Selulosa asetat CpdT + N27Lignin CpdT + N27H2O (CpldT +


298,15 393,15 298,15 390,15 298,15 393,15

HVL + CpgdT ) + N27CH3COOH (CpldT + HVL +


373,15 393,15 298,15 390,15 393,15

CpgdT ) + N27(CH3CO)2O CpdT + N27H2SO4 CpdT................(24)


298,15 298,15

Tabel LB. 31 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Tangki Hidrolisis dengan menggunakan persamaan (24). Tabel LB.40 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Tangki Hidrolisis (H-201) Alur Komponen Selulosa asetat 27 Lignin Laju Massa (kg/jam) 437,860 3,305 BM (kg/kmol) 246 388 N (kmol) CpdT (kJ/kmol) Q (kJ/jam) 48512,574 385,507

1,780 27255,500 0,009 45254,200

H2O CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4

549,086 1601,164 3,066 10,738 TOTAL

18 60 102 98

30,505

7857,879 239702,859 317788,356 531,859 1445,850 608367,005

26,686 11908,400 0,030 17693,940 0,110 13195,500

Dari perhitungan sebelumnya : Reaksi 2: H0r2298 H0r2393 = 338,482 kJ/mol


393,15 393,15

= H0r2298 + produk Cp dT + reaktan Cp dT


298,15 298,15

= 338,482 kJ/mol + {1(11908,400) + 1(27255,5)} + {(-1) (7857,879) + (1)(359 x 95)} = 3137,461 kJ/mol r2 = 1,780 mol/jam Sehingga, panas reaksi yang dihasilkan adalah : r2. H0r2393 = (1,780 x 3137,461) kJ/jam = 5584,681 kJ/jam

Reaksi 3 H0r3298 H0r3393 = 333,842kJ/mol


393,15 393,15

= H0r3298 + produk Cp dT + reaktan Cp dT


298,15 298,15

= 333,842 kJ/mol + {2(11908,400)} + {(1)(17693,940) + (-1) (7857,879)}


= 2068,861 kJ/mol r3 = 1,473 mol/jam Sehingga, panas reaksi yang dihasilkan adalah : r3. H0r3393

= (1,473 x 2068,861) kJ/jam


= 3047,432 kJ/jam

Maka: dQ/dT = QC = QOut Qin + r2. H0r2393 + r3. H0r3393

={608367,005 278213,699 + (5584,681) + (3047,432)} = 321521,194 kJ/jam Sehingga, jumlah steam yang diperlukan adalah : Qc m= Hvl 321521,194 kJ/jam = 2734,7 kJ/kg =117,570 kg/jam Tabel LB.41 Neraca Energi Tangki Hidrolisis (H-201) Komponen Umpan Produk Panas Reaksi Steam Total Masuk (kJ/jam) 278213,699 321521,194 599734,892 Keluar (kJ/jam) 608367,005 8632,113 599734,892

LB.13 COOLER 1 (C-201)

393,15

393,15

373,15

Panas masuk = N27Selulosa asetat CpdT + N27Lignin CpdT + N27H2O ( CpldT +


298,15 393,15 298,15 390,15 393,15 298,15

HVL + CpgdT) + N27CH3COOH (


373,15 393,15

CpldT + HVL +
298,15 390,15 393,15

CpgdT ) + N27(CH3CO)2O CpdT + N27H2SO4 CpdT...........(25)


298,15 298,15

Tabel LB.42 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Cooler I dengan menggunakan persamaan (25). Tabel LB.42 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Cooler I (C-201) Alur Komponen Selulosa asetat Lignin H2O 27 CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4 Laju Massa (kg/jam) 437,860 3,305 549,086 1601,164 3,066 10,738 TOTAL
363,15 363,15 363,15

BM (kg/kmol) 246 388 18 60 102 98

N (kmol)

CpdT (kJ/kmol)

Q (kJ/jam) 48512,574 385,507 239702,859 317788,356 531,859 1445,850 608367,005

1,780 27255,500 0,009 45254,200 30,505 26,686 7857,879 11908,400

0,030 17693,940 0,110 13195,500

Panas keluar = N28Selulosa asetat CpdT + N28Lignin CpdT + N28H2O CpdT +


298,15 363,15 298,15 363,15 298,15 363,15

N28CH3COOH CpdT + N28(CH3CO)2O CpdT + N28H2SO4


298,15 298,15 298,15

CpdT......................(26) Tabel LB.43 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Cooler I dengan menggunakan persamaan (26). Tabel LB.43 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Cooler I (C-201) Alur Komponen Selulosa asetat Lignin 28 H2O CH3COOH (CH3CO)2O Laju Massa (kg/jam) 437,860 3,305 549,086 1601,164 3,066 BM (kg/kmol) 246 388 18 60 102 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 0,009 30,505 26,686 0,030 18648,5 30963,4 Q (kJ/jam) 33192,814 263,768

4892,121 149233,064 8001,5 213528,562 12106,38 363,904

H2SO4

10,738 TOTAL

98

0,110

9028,5

989,266 397571,378

Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = QC = Qout Qin

= (397571,378 608367,005) kJ/jam = 210795,628 kJ/jam Sehingga jumlah air pendingin yang dibutuhkan adalah : Qc m = H(45oC) - H(25oC) 210795,628 kJ/jam = (188,35 -104,8) kJ/kg = kg/jam

= 2522,988 kg/jam Tabel LB.44 Neraca Energi Cooler I (C-201) Komponen Umpan Produk Air Pendingin Total Masuk (kJ/jam) 608367,005 210795,628 397571,378 Keluar (kJ/jam) 397571,378 397571,378

LB.14 HEATER IV (H-204)

303,15

303,15

Panas masuk = N29Mg(CH3CO)2 CpdT + N29H2O CpdT...............(27)


298,15 298,15

Tabel LB.45 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Heater I dengan menggunakan persamaan (27). Tabel LB.45 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Heater I (H-201) Alur Komponen H2O 29 Mg(CH3CO)2 TOTAL
363,15 363,15

Laju Massa (kg/jam) 28,604 17,431

BM (kg/kmol) 18 142

N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,589 0,123 376,317 846,250

Q (kJ/jam) 598,010 104,476 702,486

Panas keluar = N30Mg(CH3CO)2 CpdT + N30H2O CpdT...............(28)


298,15 298,15

Tabel LB.46 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Heater IV dengan menggunakan persamaan (28). Tabel LB.46 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Heater IV (H-204) Alur Komponen H2O 30 Mg(CH3CO)2 Laju Massa (kg/jam) 28,604 17,431 TOTAL Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = QC = Qout Qin BM (kg/kmol) 18 142 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,589 4892,121 Q (kJ/jam) 7774,124 1358,190 9132,313

0,123 11001,250

= (9132,313 702,486) kJ/jam = 8429,828 kJ/jam Sehingga jumlah air pemanas yang dibutuhkan adalah : Qc m= H(90oC) - H(34oC) 8429,828 kJ/jam = (376,920 -139,110) kJ/kg 8429,828 kg/jam

= 237,810 kJ/kg = 35,448 kg/jam Tabel LB.47 Neraca Energi Heater IV (H-204) Komponen Umpan Produk Air Panas Total Masuk (kJ/jam) 702,486 8429,828 9132,313 Keluar (kJ/jam) 9132,313 9132,313

LB.15 TANGKI NETRALISASI (TN-201)

363,15

363,15

363,15

Panas masuk = N28Selulosa asetat CpdT + N28Lignin CpdT + N28H2O CpdT +


298,15 363,15 298,15 363,15 298,15 363,15

N28CH3COOH CpdT + N28(CH3CO)2O CpdT + N28H2SO4


298,15 363,15 298,15 363,15 298,15

CpdT + N30 Mg(CH3CO)2 CpdT + N30 H2O CpdT...................(29)


298,15 298,15

Tabel LB.48 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Tangki Netralisasi dengan menggunakan persamaan (29). Tabel LB.48 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Tangki Netralisasi (N-201)

Alur

Komponen Selulosa asetat Lignin H2O

Laju Massa (kg/jam) 437,860 3,305 549,086 1601,164 3,066 10,738 17,531 28,604

BM (kg/kmol) 246 388 18 60 102 98 142 18

N (kmol) 1,780 0,009 30,505 26,686 0,030 0,110 0,123 1,589

CpdT (kJ/kmol) 18648,500 30963,400 4892,121

Q (kJ/jam) 33192,814 263,768 53122,455

28

CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4 Mg(CH3CO)2

8001,500 260687,803 12106,380 9028,500 11001,250 4892,121 363,904 989,266 1358,226 7774,121 406703,725

30

H2O

TOTAL

Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial dan error dimana : Q masuk = Q keluar Temperatur keluar dapat dihitung dengan persamaan :
T

Qout = N CpdT
Tref

(Smith, 1975)

Sehingga diperoleh T keluar (T) = 89,941oC


363,091 363,091 363,091

Panas keluar = N31Selulosa asetat CpdT + N31Lignin CpdT + N31H2O CpdT +


298,15 363,091 298,15 298,15 363,091 363,091

N31CH3COOH CpdT + N31(CH3CO)2O CpdT + N31H2SO4


298,15 363,091 298,15 363,091 298,15

CpdT + N31Mg(CH3CO)2 CpdT + N31MgSO4 CpdT...............(30)


298,15 298,15

Tabel LB. 49 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Tangki Netralisasi dengan menggunakan persamaan (30). Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Tangki Netralisasi (TN-201)

Alur

Komponen Selulosa asetat Lignin H2O CH3COOH

Laju Massa (kg/jam) 437,860 3,305 577,690 1614,181 3,066 0,106 2,128 13,017 TOTAL

BM (kg/kmol) 246 388 18 60 102 98 142 120

N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 0,009 12,448 32,405 0,030 0,001 0,015 0,107 1,780 0,009

Q (kJ/jam) 33162,759 263,529

32,094 156865,018 26,903 215069,571 0,030 0,001 0,015 0,108 363,574 9,849 164,715 625,058 406524,072

31

(CH3CO)2O H2SO4 Mg(CH3CO)2 MgSO4

Dari perhitungan sebelumnya : Reaksi 4: H0r4298 = 75,673 kJ/mol


343,15 343,15

H0r4343 = H0r4298 + produk Cp dT + reaktan Cp dT


298,15 298,15

= 75,673 kJ/mol + {2(8001,500) + 1(5767,450)} + {(1)( 11001,250) + (1) (9028,500)} = 1665,027 kJ/mol r4 = 0,108 mol/jam

Sehingga, panas rekasi yang dihasilkan adalah : r4. H0r4343 = (0,108 x 1665,027) kJ/jam = 179,823 kJ/jam Maka: dQ/dT = QC = QOut Qin + r4. H0r4343 = 406892,504 406703,725 + 179,823 = 179,653 kj/jam Neraca Energi Tangki Netralisasi (TN-201) Komponen Umpan Produk Panas Reaksi Total Masuk (kJ/jam) 406703,725 406703,725 Keluar (kJ/jam) 406892,504 179,653 406703,725

LB.16 COOLER 2 (C-202)

Panas masuk pendingin = Panas keluar tangki netralisasi = 406524,072 kJ/jam

303,15

303,15

303,15

Panas keluar = N32Selulosa asetat CpdT + N32Lignin CpdT + N32H2O CpdT +


298,15 303,15 298,15 303,15 298,15 303,15

N32CH3COOH CpdT + N32(CH3CO)2O CpdT + N32H2SO4 CpdT


298,15 303,15 298,15 303,15 298,15

+ N32Mg(CH3CO)2 CpdT + N32MgSO4 CpdT......................(31)


298,15 298,15

Tabel LB.51 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Cooler II dengan menggunakan persamaan (31). Perhitungan Panas Keluar Pada Cooler II (C-202) Alur Komponen Selulosa asetat 32 Lignin H2O Laju Massa (kg/jam) 437,860 3,305 577,690 BM (kg/kmol) 246 388 18 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 0,009 12,448 1434,500 2381,800 Q (kJ/jam) 2553,293 20,290

376,317 12077,476

CH3COOH (CH3CO)2O H2SO4 Mg(CH3CO)2 MgSO4

1614,181 3,066 0,106 2,102 12,862 TOTAL

60 102 98 142 120

32,405 0,030 0,001 0,015 0,107

615,500 16558,807 931,260 694,500 846,250 443,650 27,993 0,758 12,682 48,125 31299,423

Maka, selisih antara panas masuk dan panas keluar (Qc) adalah: dQ/dT = QC = Qout Qin

= (31299,423 406524,072) kJ/jam = 375224,649 kJ/jam Sehingga, jumlah air pendingin yang dibutuhkan adalah : Qc m= H(45oC) - H(25oC) 375224,649 kJ/jam = (188,35-104,8) kJ/kg = kg/jam

= 4491,019 kg/jam Tabel LB.52 Neraca Energi Cooler III (C-203) Komponen Umpan Produk Air Pendingin Total Masuk (kJ/jam) 406892,504 375593,080 31299,423 Keluar (kJ/jam) 31299,423 31299,423

LB.17 ROTARY DRYER II (RD-301)

303,15

303,15

303,15

Panas masuk = N33Selulosa asetat CpdT + N33Lignin CpdT + N33H2O CpdT +


298,15 303,15 298,15 303,15 298,15

N33CH3COOH CpdT + N33MgSO4 CpdT......................(32)


298,15 298,15

Tabel LB.53 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Rotary Dryer II dengan menggunakan persamaan (32). Tabel LB.53 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Rotary Dryer (RD-301) Alur Komponen Selulosa asetat Lignin 33 H2O CH3COOH MgSO4 Laju Massa (kg/jam) 437,860 3,305 11,554 32,284 0,260 TOTAL
373,15 373,15 373,15

BM (kg/kmol) 246 388 18 60 120

N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 0,009 0,249 0,656 0,002 1434,500 2381,800 376,317 615,500 443,650

Q (kJ/jam) 2553,293 20,290 241,554 331,180 0,961 3147,278

Panas keluar = N35Selulosa asetat CpdT + N35Lignin CpdT + N35H2O (CpdT +


298,15 298,15 298,15

373,15

373,15

373,15

HVL ) + N35CH3COOH CpdT + N35MgSO4 CpdT + N34H2O (


298,15 373,15 298,15 298,15

CpdT + HVL ) + N34CH3COOH CpdT......................(33)


298,15

Tabel LB.54 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Rotary Dryer II dengan menggunakan persamaan (33) Tabel LB.54 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Rotary Dryer (RD-301) Alur Komponen H2O 34 CH3COOH Selulosa asetat Lignin 35 H2O CH3COOH MgSO4 Laju Massa (kg/jam) 10,398 32,240 437,860 3,305 1,156 0,044 0,260 TOTAL Maka, selisih antara panas keluar dengan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = QC = QOut - QIn =(48841,276 3147,278) kJ/jam BM (kg/kmol) 18 60 246 388 18 60 120 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 0,224 0,655 8187,411 9232,500 Q (kJ/jam) 4729,595 4960,930 38299,401 304,348 525,814 6,770 14,419 48841,276

1,780 21517,500 0,009 35727,000 0,249 0,656 0,002 8187,411 9232,500 6654,750

= 45693,998 kJ/jam Sehingga, jumlah steam yang dibutuhkan adalah : Qc m= Hvl 45693,998 kJ/jam = 2734,7 kJ/kg

=16,708 kg/jam Tabel LB.55 Neraca Energi Rotary Dryer II (RD-301) Komponen Umpan Produk Steam Total Masuk (kJ/jam) 3147,278 45693,998 48841,276 Keluar (kJ/jam) 48841,276 48841,276

LB.18 BLOW BOX (B-301)

373,15

373,15

373,15

Panas masuk = N35Selulosa asetat CpdT + N35Lignin CpdT + N35H2O (CpdT +


298,15 373,15 298,15 373,15 298,15

HVL) + N35CH3COOH CpdT + N35MgSO4CpdT...........(34)


298,15 298,15

Tabel LB.56 menyajikan data dan hasil panas masuk pada Blow Box dengan menggunakan persamaan (34). Tabel LB.56 Panas Masuk Tiap Komponen dan Total Pada Blow Box (B-301) Alur 35 Komponen Selulosa asetat Laju Massa (kg/jam) 437,860 BM (kg/kmol) 246 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 21517,500 Q (kJ/jam) 38299,401

Lignin H2O CH3COOH MgSO4

3,305 1,156 0,044 0,260 TOTAL


303,15

388 18 60 120

0,009 35727,000 0,249 0,656 0,002 8187,411 9232,500 6654,750

304,348 525,814 6,770 14,419 39150,751

303,15

303,15

Panas keluar = N36Selulosa asetat CpdT + N36Lignin CpdT + N36H2O CpdT +


298,15 303,15 298,15 303,15 298,15

N36CH3COOH CpdT + N36MgSO4 CpdT......................(35)


298,15 298,15

Tabel LB.57 menyajikan data dan hasil panas keluar pada Blow Box dengan menggunakan persamaan (35). Tabel LB.57 Panas Keluar Tiap Komponen dan Total Pada Blow Box (B-301) Alur Komponen Selulosa asetat Lignin 36 H2O CH3COOH MgSO4 Laju Massa (kg/jam) 437,860 3,305 1,156 0,044 0,260 TOTAL BM (kg/kmol) 246 388 18 60 120 N CpdT (kmol/jam) (kJ/kmol) 1,780 0,009 0,249 0,656 0,002 1434,500 2381,800 376,317 615,500 443,650 Q (kJ/jam) 2553,293 20,290 24,168 0,451 0,961 2599,164

Maka, selisih antara panas keluar dan panas masuk (Qc) adalah : dQ/dT = QC = Qout Qin = (2599,164 39150,751) kJ/jam = 36551,588 kJ/jam
100

Cpudara.T = 29,784227.T .T2.9,637661x 10-3 + 1/3.T3.4,57149 x 10-5


30

= 2550,75 kJ/kmol.K Sehingga, jumlah udara pendingin yang dibutuhkan adalah : Qc m=

Cp udara
36551,588 kJ/jam = 2550,75 kJ/kg =14,330 kg/jam Tabel LB.58 Neraca Energi Blow Box (B-301) Komponen Umpan Produk Udara Pendingin Total Masuk (kJ/jam) 39150,751 36551,588 2599,164 Keluar (kJ/jam) 2599,164 2599,164