Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum Teknik Penyimpanan dan Penggudangan

Hari/tanggal : Jumat/ Dosen : Dr. Indah Yuliasih STP. Msi. sisten : !. Handayani D"irianti #$%&!'''(') *. +ita Hapsari #$%&!''!'()

PENYAKIT PASCA PANEN KOMODOTI PERTANIAN ,leh : !. *. %. -hoirul May ..andi S Yudhistira -andra /ayu 0ataliya Sukma"ati P #$%&!!'''*) #$%&!!''*&) #$%&!!''%!)

D1P 2T1M10 T130,L,+I I0D4ST2I P12T 0I 0 $ 34LT S T130,L,+I P12T 0I 0 I0STIT4T P12T 0I 0 /,+,2 *'!%

I. A.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Dalam 5idang pertanian6 istilah pas7a panen diartikan se5agai 5er5agai tindakan atau perlakuan yang di5erikan pada hasil pertanian setelah panen sampai komoditas 5erada di tangan konsumen. Penanganan pas7a panen sering dise5ut 8uga se5agai pengolahan primer6 yang merupakan istilah yang digunakan untuk semua perlakuan dari mulai panen sampai komoditas dapat dikonsumsi atau untuk persiapan pengolahan 5erikutnya. 4mumnya6 perlakuan terse5ut tidak mengu5ah 5entuk penampilan atau penampakan6 didalamnya termasuk 5er5agai aspek dari pemasaran dan distri5usi. Pengolahan merupakan tindakan yang mengu5ah hasil tanaman ke kondisi lain atau 5entuk lain dengan tu8uan dapat tahan le5ih lama #penga"etan)6 men7egah peru5ahan yang tidak dikehendaki6 atau untuk penggunaan lain 8uga termasuk pengolahan pangan dan pengolahan industri. Penanganan pas7a panen 5ertu8uan agar hasil tanaman terse5ut dalam kondisi 5aik dan sesuai atau tepat untuk dapat segera dikonsumsi atau untuk 5ahan 5aku pengolahan. Penanganan pas7a panen yang 5aik akan menekan kehilangan #loss)6 5aik dalam kualitas maupun kuantitas6 yaitu mulai dari penurunan kualitas sampai komoditas terse5ut tidak layak pasar atau tidak layak dikonsumsi. Salah satu penanganan pas7a panen yaitu penanganan penyakit yang dapat mun7ul pada saat pas7a panen. Penyakit pas7a panen ini dapat mun7ul karena 5er5agai hal dan dapat mengaki5atkan kerusakan pada komoditi pertaniaan yang akan diolah. ,leh karena itu6 penanganan penyakit pas7a panen merupakan sesuatu hal yang penting di dalam penanganan komoditi pertanian. B. Tujuan Praktikum ini 5ertu8uan agar praktikan mampu mengidenti.ikasi tanda9tanda serangan penyakit pas7a panen6 mengidenti.ikasi kerusakan komoditi pertaniaan aki5at penyakit pas7a panen6 mengidenti.ikasi atau menentukan 8enis penyakit pas7a panen6 menentukan penye5a5 penyakit pas7a panen #.isiologis6 kapang atau 8amur6 dan 5akteri)6 serta dapat menentukan 7ara pen7egahan ter8adinya serangan penyakit pas7a panen.

II. A.

METODOLOGI

Alat an Ba!an Peralatan yang digunakan pada praktikum ini adalah gelas o5yek dan gelas penutupnya6 pipet6 pisau6 dan mikroskop. Sedangkan 5ahan95ahan yang digunakan adalah 5e5uahan dan sayur9 sayuran yang sudah rusak atau terkena penyakit6 seperti terong6 pisang6 sa"o6 8am5u 5i8i6 alpukat6 salak6 menteng6 duku6 manggis6 pepaya6 5un7is6 kentang6 kol6 5ayam6 la5u siam6 kem5ang kol6 kangkung6 dan sa"i. B. Met" e Mulai

/e5uahan dan sesayuran diamati se7ara :isual lalu digam5ar penyakit pas7a panen yang tampak.

Jenis penyakit diidenti.ikasi dan diamati "arna 5agian terserang6 peru5ahan 5entuk dan permukaan6 ada tidaknya memar6 dan ke5eradaan miselium.

Diam5il sampel 7airan6 lendir6 atau miselium pada 5e5uahan dan sesayuran yang terserang penyakit.

Sampel terse5ut diamati dengan mikroskop lalu digam5ar penampakannya.

Diidenti.ikasi penye5a5 penyakit pas7a panen pada 5e5uahan dan sesayuran terse5ut.

Selesai

III. A. B. Ha#$l Penga%atan ;Terlampir<

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pe%&a!a#an 3arakteristik penting produk pas7apanen hasil pertanian adalah 5ahan terse5ut masih hidup dan masih melan8utkan .ungsi meta5olisme. kan tetapi meta5olisme tidak sama dengan tanaman induknya yang tum5uh dengan lingkungan aslinya6 karena produk yang telah dipanen mengalami 5er5agai 5entuk stress seperti hilangnya suplai nutrisi. Proses panen sering menim5ulkan pelukaan 5erarti6 pengemasan dan transportasi dapat menim5ulkan kerusakan mekanis le5ih lan8ut6 orientasi gra:itasi dari produk pas7apanen umumnya sangat 5er5eda dengan kondisi alamiahnya6 ham5atan ketersediaan -,* dan ,*6 ham5atan regim suhu dan se5againya. Sehingga se7ara keseluruhan 5ahan hidup hasil pertanian pas7apanen dapat dikatakan mengalami 5er5agai perlakuan yang menyakitkan selama hidup pas7apanennya #$irdaus *''=). Produk harus dipanen dan dipindahkan melalui 5e5erapa sistem penanganan dan transportasi ke tempat penggunaannya seperti pasar retail atau langsung ke konsumen dengan men8aga sedapat mungkin status hidupnya dan dalam kondisi kesegaran optimum #/autista !(('). Jika stress terlalu 5erle5ihan yang mele5ihi toleransi .isik dan .isiologis6 maka ter8adi kematian. kti:itas meta5olisme pada 5uah atau sayur segar di7irikan dengan adanya proses respirasi. 2espirasi menghasilkan panas yang menye5a5kan ter8adinya peningkatan panas. Sehingga proses kemunduran seperti kehilangan air6 pelayuan6 dan pertum5uhan mikroorganisme akan semakin meningkat. Mikroorganisme pem5usuk akan mendapatkan kondisi pertum5uhannya yang ideal dengan adanya peningkatan suhu6 kelem5a5an dan siap mengin.eksi sayuran atau 5uah atau sayur melalui pelukaan9pelukaan yang sudah ada # nonim *''=). /erdasarkan data pengamatan pada tomat6 terdapat dua titik 5usuk di permukaan 5uah kemudian le7et dan memar di5e5erapa 5agian permukaan. >arna kulit disekitar ke5usukan hitam dan sele5ihnya 5er"arna merah. Se7ara umum aki5at ter8adinya kerusakan 5uah atau sayur adalah pem5usukan. Proses terse5ut dapat ter8adi dikarenakan 5er5agai ma7am proses se5elumnya seperti meta5olisme 5uah atau sayur atau sayur yang terus menerus tanpa ada penanganan setelahnya #/roto *''%). 3arena proses meta5olisme atau respirasi lah menghasilkan panas dan kehilangan nutrisi yang di5utuhkan sehingga 5usuk atau layu. Tidak hanya karena proses respirasi tetapi 8uga karena penyakit merupakan .aktor penentu kerusakan pada komoditas hasil pertanian seperti : Pen'e&a& Bua! Atau Sa'ur Menja $ Bu#uk Se&aga$ Ber$kut +e8ala pertama yaitu a"alnya tampak 5intik atau 5er7ak ke7il pada 5uah atau sayur atau. /intik ini kemudian mem5esar6 7lan 8uga ter8adi peru5ahan "arna 7lan hi8au men8adi kuning kehi8auan lalu kuning6 7okelat atau hitam. Setelah itu tim5ul ge8ala nekrosa6 yaitu matinya 8aringan penyusun organ6 kemudian 5uah atau sayur men8adi 5usuk. /usuk yang ter8adi merupakan 5usuk lunak 7lan 5asah6 yang ditandai dengan mudahnya 5uah atau sayur ini pe7ah atau 5erlu5ang 5ila ditekan dengan 8ari. Pada akhir pem5usukan6 seluruh "u8ud 5uah atau sayur men8adi 5usuk #5onyok). Pada permukaan 5uah atau sayur sering pula tim5ul lapisan tepung massa spora. Pada suhu tinggi6 "arnanya men8adi hitam6 dan 5usuk. Hal terse5ut dise5a5kan oleh 7enda"an clan bakled. Misalnya Phytophthora nicotianae #7enda"an pada 8am5u 5i8i6 melon6 7lan semangka)? Botrytis cinerea #7enda"an pada anggur)? Rhizopus stolonifer #7enda"an pada 5uah atau sayur mangga dan pepaya)? Pythium aphanidermatum6 PP ultimu #7enda"an pada melon 7lan semangka)? Pseudomonas mangifera indica #5akteri pem5usuk 5uah atau sayur mangga)? Pseudomonas passitlorae #5akteri pem5usuk pada 5uah atau sayur sirsak)? dan Erwinia sp #5akteri pem5usuk mangga6 apel6 7lan melon). -enda"an Phytophfhora palmivora pada 5uah atau sayur durian. dapun 7ara pengendaliannya dapat dilakukan dengan sanitasi ke5un6 pem5erian .ungisida dan 5akterisida yang sesuai6 pemusnahan 5uah atau sayur yang terserang6 clan pemangkasan untuk mengurangi kerim5unan atau kelem5apan. +e8ala kedua yaitu tim5ul 5er7ak95er7ak lunak6 7okelat muda pada 5uah atau sayur. 3emudian 5er7ak itu mengering clan mengeras. 3onsistensi daging 5uah atau sayur 8uga ikut 5eru5ah 8adi kering clan mengeras. /ila ware agak lem5ap6 5uah atau sayur itu dapat dilapisi massa spora. 3ondisi 5usuk keras clan kering dapat ter8adi pada u8ung atau pangkal 5uah atau

sayur sa8a. 4mumnya 5er"ama 7okelat sampai hitam. /uah atau sayur yang 5usuk mati kering6 mengeras6 clan mengeriput ini dise5ut 8uga @5usuk mummi@. Tanaman yang diserang: sa"o6 8am5u 5i8i6 durian6 srikaya6 sirsak6 8eruk6 melon6 clan semangka. Hal terse5ut dise5a5kan oleh 7enda"an6 5akteri6 clan :irus. Misalnya Phytophthora palmivora #7enda"an pada 5uah atau sayur sa"o clan durian)? Coletotrichum gloesporoides #7enda"an pada 5uah atau sayur mangga)? Botrydipodia theobromae #7enda"an pada srikaya dan sirsak)? penyakit stubborn #:irus pada 5uah atau sayur 8eruk)? Pseudomonas achrymans #5akteri pada 5uah atau sayur semangka clan melon). dapun 7ara pengendaliannya dapat dilakukan dengan sanitasi lahan6 pemusnahan 5uah atau sayur yang terserang6 pem5erian .ungisida dan 5akterisida yang sesuai6 clan mengurangi kerim5unan pohon dengan pemangkasan. Bua! atau #a'ur ru#ak an r"nt"k +e8ala pertama akan terlihat pada 5agian luar 5uah atau sayur terdapat lu5ang9lu5ang ke7il se5esar u8ung 8arum. -airan 5uah atau sayur 5erkurang6 5ahkan relati. ha5is. /uah atau sayur yang terserang "amanya men8adi tidak sempuma. Misalnya pada 8eruk terdapat "ama keperakan di kulitnya. Semakin parah kulit 5eru5ah men8adi 5ersisik. Selain itu6 pada 5e5erapa 5uah atau sayur terdapat 5agian yang memar6 atau tertutupi lapisan putih seperti #kutu dompolan perusak 5uah atau sayur 8eruk)? Othreis fulonica #ngengat perusak 5uah atau sayur mangga dan 8eruk)? Cryptorrhynchus gravis #kum5ang penggerek 5uah atau sayur mangga). Hama terse5ut menyerang ketika tahap lim.a maupun de"asa dengan 7ara mengisap 7airan 5uah atau sayur. ki5atnya 5uah atau sayur akan gugur. +ugurnya 5uah atau sayur 5isa 8uga dise5a5kan lu5ang 5ekas tusukan dimasuki lagi oleh pengganggu lain6 seperti 7enda"an6 lalat 5uah atau sayur6 clan lain9lain. dapun 7ara pengendaliannya yaitu dengan pemusnahan 5uah atau sayur5uah atau sayur yang terserang dan menggunakan pestisida kontak. +e8ala kedua akan tampak pada 5uah atau sayur yang rontok 5ekas gigitan di 5e5erapa 5agian. /entuk 5uah atau sayur tidak lagi utuh6 melainkan ada 5agian yang memperlihatkan luka terkerat atau terpatuk se5agian atau 7enderung ha5is. /uah atau sayur yang rusak umumnya relati. telah masak atau men8elang masak. Tanaman yang diserang: mangga6 durian6 papaya6 pisang6 8am5u air6 8am5u 5i8i6 dan ram5utan. Hal terse5ut dise5a5kan oleh 5e5erapa 8enis hama dari keluarga kelela"ar # Chiroptera)6 pengerat #Rodentia)6 pemakan daging #Carnivora)6 7lan 5urung #Aves). -ontohnya Pteropus edulis #7odot)6 PP vampyrus #kalong)? Callosciurus notatus6 C nigrovittatus #5a8ing)? Parado!uros hermaphroditus #musang)? 5urung 8alak #"turnus vulgaris)? kutilang #Carpodacus me!icanus)6 dan murai ##urdus migrator). dapun pengendaliannya dengan memasangkan perangkap 5era7un6 mem5uru6 mem5ungkus 5uah atau sayur6 dan khusus 5urung dapat dikendalikan dengan 7ara mengusir atau menakut9nakutinya dengan 5unyi 5unyian. Pengamatan pada alpukat didapatkan hasil 5ah"a6 terdapat ke5usukan seperti ada tepung di5agian u8ung6 terdapat 8amur6 5erlendir6 daging 5uah lem5ek dan sedikit menim5ulkan 5au tidak sedap. Pada pengamatan alpukat6 5e5erapa 8enis penyakit yang sering ditemukan pada tanaman alpukat yaitu 5usuk 5uah # gromaret *'!*). Pada umumnya untuk pada 5usuk 5uah dise5a5kan oleh Botryodiplodia theobromae pat Jamur ini menyerang apa5ila ada luka pada permukaan 5uah. dapun ge8alanya ialah pada 5agian yang pertama kali diserang adalah u8ung tangkai 5uah dengan tanda adanya 5er7ak 7okelat yang tidak teratur6 yang kemudian men8alar ke 5agian 5uah. Pada kulit 5uah akan tim5ul ton8olan9ton8olan ke7il. dapun pengendaliannya dengan mengoleskan 5u5ur Bordeau! atau menyemprotkan fungisida $elime! =' >P yang 5er5ahan akti. Aine56 dengan dosis *9*6B gram/liter # gromaret *'!*). Pada 5usuk 5uah dise5a5kan oleh 8amur Phytopthora palmivora Butl dapun ge8alanya mula9mula kulit 5uah 5er5er7ak95er7ak ke7il 5er"arna hitam atau 7okelat6 kemudian mele5ar dan menyatu se7ara tidak 5eraturan6 daging 5uah mem5usuk dan 5erair6 serta kadang9kadang 5uah 5er8atuhan #gugur). Pengendaliannya pertama dengan 7ara pemotongan 5uah yang sakit 5erat6 pengumpulan dan pemusnahan 5uah yang terserang. 3edua penyemprotan .ungisida6 seperti %ithane M9&B =' >P dengan dosis !6= gr C *6& gram/liter air # gromaret D *'!*). Dilihat dari semua data yang telah diperoleh6 8elas sekali 5ah"a 5uah dan sayuran #komoditi pertanian) telah terkena penyakit pertanian. Penyakit pada tanaman pertanian dapat dise5a5kan 8ika keadaan lingkungan memungkinkan untuk perkem5angan penyakit6 maka kerugian akan le5ih 5esar lagi sehingga dapat menggagalkan panen. /anyaknya kerugian karena penyakit ini6 yang dise5a5kan antara lain karena kemungkinan penggunaan 5enih yang kurang

5aik6 pemeliharaan tanaman yang tidak memadai6 7ara penyimpanan dan pengangkutan yang kurang sempurna6 serta kurangnya usaha penanggulangan penyakit. Menurut Hartoyo #*''()6 untuk men7egah hama dan penyakit yang perlu diperhatikan adalah sanitasi dan drainase lahan. ,PT utama adalah ulat daun ku5is #Plutella Eylostella). Pengendalian dapat dilakukan dengan 7ara peman.aatan Diadegma semi7lausuma se5agai parasitoid hama Plutella Eylostella. Jika menggunakan pestisida6 gunakan pestisida yang aman dan mudah terurai seperti pestisida 5iologi6 pestisida na5ati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida terse5ut harus dilakukan dengan 5enar 5aik pemilihan 8enis6 dosis6 :olume semprot6 7ara aplikasi6 inter:al dan "aktu aplikasinya. 4ntuk pengendalian ,PT #,rganisme Pengganggu Tum5uhan) digunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida 5iologi6 pestisida na5ati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida terse5ut harus dilakukan dengan 5enar 5aik pemilihan 8enis6 dosis6 :olume semprot6 7ara aplikasi6 inter:al6 dan "aktu aplikasinya # nonim *''F). Penyakit 8amur yang laGim menyerang tanaman kangkung adalah karat putih # Albugo &pomoea reptans) yang peka terhadap Dithane M9&B atau /enlate. 4ntuk pengendalian6 digunakan 8enis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida 5iologi6 pestisida na5ati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida terse5ut harus dilakukan dengan 5enar 5aik pemilihan 8enis6 dosis6 :olume semprot6 7ara aplikasi6 inter:al6 dan "aktu aplikasinya #Yusu. *'!!). Penanganan yang didapat ditempuh untuk menghindari ter8adinya kerusakan sema7am ini adalah dengan memperhatikan sanitasi penyimpanan dan kondisi simpan yang sesuai. Di samping itu6 penanggulangan yang dapat dilakukan 8ika hal terse5ut telah ter8adi adalah dengan mem5uang 5agian yang ter8angkit serangan mikroorganisme dan men7u7inya hingga 5ersih. Se7ara umum6 langkah pen7egahan maupun penanganan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerusakan dan penyakit pada produk holtikultura setelah masa panen yaitu dengan mengontrol kerusakan yang diaki5atkan oleh mikro5a. 3erusakan mikro5ia dapat dikurangi atau ditunda dengan sanitasi yang 5aik6 penanganan sayuran se7ara hati9hati6 dan transportasi yang layak serta kondisi penyimpanan #temperatur dan kelem5a5an). 3ontrol kerusakan pada sayuran dimulai se5elum panen. Pelatihan agrikultur yang 5aik harus diikuti dengan 5e5erapa langkah produksi sayuran mulai dari penanaman sampai pemanenan. Hal terse5ut dilakukan dengan menggunakan air non9kontaminasi untuk irigasi dan se5agai pelarut pada 7ampuran penyu5ur esensial dalam mengurangi kontaminasi pada 5i8i. Perlakuan yang layak digunakan untuk menyu5urkan sehingga dapat menghasilkan sayuran dengan mikro5a rendah dan kehadiran pathogen rendah selama pemanenan. /e5erapa 8amur dapat 5ertahan untuk "aktu yang lama pada tanah dan mengkontaminasi tanaman musiman6 organisme ini dapat menye5a5kan penyakit pada tanaman sama seperti kerusakan selama penyimpanan. Tingkat sanitasi 8uga mempengaruhi tingkat pertum5uhan mikro5a. Sanitasi yang 5aik dapat mengham5at pertum5uhan mikro5a. Penyimpanan pada suhu rendah dapat mengham5at pertum5uhan mikroorganisme. Pendinginan pada suhu ' o9Bo- 5aik 5agi 5e5erapa sayuran. Tetapi 5e5erapa sayuran yang lain disimpan pada suhu diatas F o- untuk menghindari chilling in'ury. $aktor lain seperti kadar -,* dan ,* serta tingkat 2H mempengaruhi pertum5uhan agen perusak. 3apang tertentu sepeti (ucor sp sensiti:e terhadap peningkatan kadar -,*6 sementara yang lain dapat tum5uh 5aik di5a"ah kondisi terse5ut. ,leh karena itu penyimpanan dengan modi.ikasi atmos.er dapat mengham5at kerusakan. Penurunan 2H dapat memperlam5at pertum5uhan 8amur # nonim *'!'). Pemahaman tentang si.at alami produk panen dan pengaruh praktek9praktek penanganannya adalah sangat penting untuk melakukan penanganan ter5aik untuk men8aga kondisi optimum dari produk. Sehingga untuk mendapatkan 5entuk dan hasil yang optimal maka 5e5erapa .aktor penting harus diperhatikan6 yaitu .aktor .isiologis6 .isik6 patologis dan ekonomis.Pengendalian Penyakit adalah yang sering di5utuhkan dalam pengendalian terhadap pertum5uhan dan perkem5angan 8amur dan 5akteri penye5a5 penyakit #>inarno !(=!). Pengendalian penyakit yang dapat dilakukan adalah : !. Identi.ikasi yang 5enar terhadap mikroorganisme penye5a5 penyakit. *. Pemilihan 7ara pengendalian yang tepat yang sangat dipengaruhi oleh apakah penye5a5 penyakit terse5ut melakukan in.eksi se5elum atau sesudah panen. %. Praktik penanganan yang 5aik untuk meminimumkan pelukaan atau kerusakan lainnya dan men8aga lingkungan untuk tidak mema7u perkem5angan penyakit terse5ut. &. Memanen produk pada kematangan yang tepat

I(. A.

PENUTUP

Ke#$%)ulan Produk segar pertanian yang dipanen mengalami 5er5agai 5entuk stress6 seperti stress hilangnya suplai nutrisi dan mineral dari kondisi pertum5uhan alaminya6 stress karena 5er5agai perlakuan .isik selama penanganan pas7apanen dan pendistri5usiannya6 dan stress karena lingkungan sekitarnya sangat 8auh 5er5eda dengan kondisi pada lingkungan pertum5uhan dan perkem5angan alaminya serta gangguan dari mikro5a yang mengham5at atau merugikan. Stress9 stress terse5ut mengaki5atkan kemunduran dari 5agian tanaman yang dipanen dan se7epatnya mengalami pelayuan dan kematian. 4ntuk men8aga produk terse5ut tidak segera mengalami kematian maka dilakukanlah suatu 7ara melalui metode9metode penanganan pas7apanen tertentu . 4ntuk mendapatkan 5entuk penanganan yang optimal maka 5e5erapa pertim5angan penting harus diperhatikan6 yaitu pertim5angan .isiologis6 .isik6 patologis dan ekonomis. /entuk95entuk penanganan di"u8udkan 5erupa perlakuan9perlakuan pas7apanen dan mempela8ari penyakit9 penyakit yang tim5ul dan pengendaliannya agar 5uah atau sayur dapat dipertahankan mutunya. Dengan menganalisa penyakit yang tim5ul maka dengan mudah dapat menentukan 5entuk penanganan yang ter5aik 5agi komoditas hasil pertanian terse5ut. B. Saran Saran yang di5erikan pada proses praktikum yaitu praktikan harus le5ih 7ermat dalam melakukan pengamatan. pa5ila hasil tidak sesuai dengan pengamatan6 praktikan men7ari literatur yang sesuai akan ter8adinya hal yang tidak diinginkan. kan tetapi dari asisten 8uga men8elaskan mengapa hal terse5ut dapat ter8adi 5erdasarkan pengetahuan asisten dan pen8elasan ini dilakukan pada satu minggu setelah laporan dikumpul. Sehingga praktikan mengetahui kesalahan9kesalahan dengan :alid.

DA*TAR PUSTAKA . gromaret. *'!*. Penyakit Pada #anaman Alpukat. http://agromaret.7om/artikel/F&F/penyakitHpadaHtanamanHalpukat. ;** Mei *'!%< gromaret. *'!*. Penyakit Pada #anaman sawo http://agromaret.7om/post/penyakitHpadaHtanamanHsa"o/(!*!F!'!%'% ; ** Mei *'!%< nonim. *''F. Budidaya Bayam. http://7y5eE.deptan.go.id/lokalita/5udidaya95ayam ;** Mei *'!%< nonim. *''=. %irektorat )enderal *ortikultura. Jakarta: Departemen Pertanian nonim. *''=. Budidaya *ortikultura di (usim *u'an +endala dan +iat (engatasinya http://""".5ang.ad.7om/sastra/5udidaya9hortikultura9di9musim9hu8an9kendala9dan9kiat9 mengatasinya.html . ;** Mei *'!%< nonim. *'!'. +endala Budidaya )ambu Bi'i. http://5inaukm.7om/*'!'/'F/kendala95udidaya9 8am5u95i8i/ ;** Mei *'!%< /autista6 ,.elia 3. !(('. Postharvest #echnology for "outheast Asian Perishable Crops #echnology and ,ivelifood Resource Centre Los /anos: Philippines /roto6 >. *''%. Buah dan "ayuran- Budi %aya. Pascapanen dan #ata /iaganya. Jakarta: gromedia Pustaka $irdaus6 M dan >agiono Y 3. *''=. Apakabar %aya "aing Buah +ita0 . .irdausip5..iles."ordpress.7om/*''=/'&/apa9ka5ar9dayasaing95uah9kita.pd.. ;** Mei *'!%< Hartoyo6 D"i. *''(. Budidaya "awi. http://""".htysite.7om/5udiI*'dayaI*'9sa"i.htm ;*% Mei *'!%< >inarno6 $ +. !(=!. 1isiologi ,epas Panen. Jakarta: Sastra Hudaya Yusu.6 Muhammad. *'!!. Budidaya +angkung %arat. http://yusu.9sila9 tum5uhan.5logspot.7om/*'!!/!!/5udidaya9kangkung9darat.html ;** mei *'!%<