Anda di halaman 1dari 10

Makalah Perdarahan pada Hamil Tua

Nama Nim

: Septiadi Ainal Putra : 11219104

Dosen pembimbin : H!"#obiatun S$%ep

Pro ram Studi D&&& %epera'atan

Sekolah Tin i &lmu %esehatan Siti %hadi!ah Palemban

%ATA P(N)ANTA# Assalamualaikum wr.wb Segala puji bagi Allah SWT. Rabbi sekalian mahluk, salawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi yang mulia yaitu Nabi Muhammad SAW, kepada anak keluarganya dan para sahabatnya Alhamdulillahirobbil alamin berkat kegigihan dan kerja kami, akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul !"R#ARA$AN !A#A %"$AM&'AN T(A sebagai salah satu tugas kelompok pada Mata %uliah keperawatan Maternitas. Semoga makalah ini dapat berman)aat khususnya bagi kami, umumnya bagi para pemba*a. Selanjutnya kami memohon kritik dan saran jika terdapat kesalahan dalam penyusunan makalah ini. Wassalamuallaikum Wr.Wb

!alembang, +, April +-./

DA*TA# &S& %ATA P(N)ANTA# +A+ & P(NDAH,-,AN ... 'atar 0elakang +A+ && T&N.A,AN P,STA%A +.. !engertian !erdarahan Antepartum +.+ Seabab1sebab !erdarahan !ada hamil tua 2.. !engertian !lasenta !re3ia 2.+ "tiologi 2.2 %lasi)ikasi !lasenta !re3ia 2./ Tanda dan 4ejala 2.5 !ato)isiologi 2.6 !enatalaksanaan /.. !engertian Solusio !lasenta /.+ "tiologi /.2 %lasi)ikasi Solusio !lasenta /./ Tanda dan 4ejala /.5 !ato)isiologi /.6 !enatalaksanaan 0A0 &&& Penutup +A+ &/ Da0tar Pustaka

+A+ 1 P(NDAH,-,AN 1" A" -ATA# +(-A%AN) !erdarahan antepartum adalah perdarahan pada trimester terakhir dari kehamilan yang sering terjadi pada ibu mengandung. Salah satu penyebabnya adalah abortus. Sebab 7 sebab dari perdarahan adalah perdarahan antepartum 8 plasenta pre3ia dan solusio plasenta9 dan perdarahan postpartum 8 retensio plasenta,Antonia uteri, trauma kelahiran9, selanjutnya abortus dan kehamilan ektopik, kejadian plasenta pre3ia ber3ariasi antara -,21-,5 dari seluruh kelahiran dari kasus perdarahan antepartum, plasenta pre3ia merupakan penyebab terbanyak. :leh karena itu, pada kejadian perdarahan antepartum, kemungkinan plasenta pre3ia harus dipikirkan terlebih dahulu sedangkan solusio plasenta kejadiannya sangat ber3ariasi dari ;5 sampai ,2- persalinan dan merupakan penyebab dari +-125<kematian perinatal walaupun angka kematiannya *enderung menurun pada akhir1akhir ini tapi morbilitas perinatal masih *ukup tinggi, termasuk gngguan neurologis. !ada tahun pertama kehidupan,solusio plasenta sering berulang pada kehamilan berikutnya. %ejadianya ter*a*at sebesar . diantaranya , kehamilan. +A+ ll T&N.A,AN P,STA%A 1" A" P(N)(#T&AN !erdarahan antepartum adalah perdarahan pada triwulan terakhir dari kehamilan. !erdarahan pada kehamilan setelah ++ minggu sampai sebelum bayi dilahirkan. sebab1sebab perdarahan pada hamil muda =

Abortus %ehamilan ektopik Molahidatidosa

Sebab sebab perdarahan pada hamil tua atau triwulan terakhir =


Solusio plasenta !lasenta pre3ia

!erdarahan pada kehamilan selain oleh sebab sebab tersebut diatas juga dapat ditimbulkan oleh luka luka pada jalan lahir karena terjatuh karena *oitus atau 3arises yang pe*ah dan oleh kelainan ser3ik seperti *ar*inoma, erosion, dan polyp. 1" A" Pen ertian plasenta pre1ia !lasenta pre3ia adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh bagian jalan lahir 1" 1" (tiolo i

!lasenta pre3ia kejadiannya meningkat pada keadaan 7 keadaan yang endometriumnya kurang baik, misalnya karena atro)i endometrium atau kurang baiknya paskurasisasi. %eadaan ini dapat ditemukan pada =

Multipara, terutama jarak kehamilannya pendek Miomauteri >urettage yang berulang1ulang

%eadaan endometrium yang baik, menyebabkan bahwa plasenta harus tumbuh menjadi luas untuk men*ukupi kebutuhan janin. %arena luasnya, mendekati atau menutup ostium internum. Memang pada plasenta pre3ia kita sering mendapati plasenta yang luas dan tipis dan lebih sering terjadi plasenta akreta. Mungkin juga plasenta pre3ia disebabkanimplantasi teelur yang rendah. 1" 2" %lasi0ikasi plasenta pre1ia = seluruh ostium internum tertutup oleh plasenta = hanya sebagian dari ostium tertutup oleh plasenta = hanya pada pinggir ostium terdapat jaringan pada

.. !lasenta pre3ia totalis +. !lasenta pre3ia lateralis 2. !lasenta pre3ia marginalis plasenta

/. !lasenta letak rendah = implantasi plasenta pada segmen bawah uterus hingga letak tepi plasenta sangat dekat dengan ostium internum ser3iks. 1" 2" Tanda dan e!ala

.. 4ejala yang terpenting ialah perdarahan tanpa nyeri

+. 0agian terendah anak sangat tinggi karena plasenta terletak pada kutub bawah rahim sehingga bagian terendah tidak dapat mendekati pintu atas panggul 2. !ada plasenta pre3ia, ukuran panjang rahim berkurang maka pada plasenta pre3ia lebih sering disertai kelainan letak jika perdarahan disebabkan oleh plasenta pre3ia lateralis /. dan marginalis, sedangkan plasenta letak rendah, robeknya beberapa sentimeter dari tepi plasenta 4" Pato0isiolo i

!erdarahan antepartum akibat plasenta pre3ia terjadi sejak kehamilan +- minggu saat segmen bawah uterus telah terbentuk dan mulai melebar dan mulai menipis, umum nya terjadi oada trimester ketiga karena segmen bawah uterus lebih banyak mengalami perubahan, pelebaran segmen bawah uterus dan pembukaan ser3ik menyebabkan sinus uterus robek karena lepasnya plasenta dari dinding uterus ataukarna robekan sinus marginalis dari plasenta. !erdarahan tak dapat dihindarkan karena ketidak mampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi pada plasenta letak normal. 1" 3" Penatalaksaan +. $arus dilakukan dirumasakit dengan )asilitas operasional 2. Sebelum dirujuk, amjurkan pasien untuk tirah baring total dengan menghadap kekiri, tidak melakukan senggama, menghindari tekanan rongga perut 8 missal batuk,mengedan karena sulit buang air besar9 /. !asang in)us Na>l )isiologis. 0ila tidak memungkinkan, beri*airan peroral. !antau tekanan darah dan )rekuensi nadi teratur setiap .5 menit untuk mendeteksi adanya hipotensi atau syok akibat perdarahan.pantauan ## dan gerakan janin. 5. 0ila terjadi rejatan, segera melakukan resusitasi dan *airan dan tran)usi darah. 0ila teratasi , upayakan penyelamatan optimal. 0ila teratasi perhatikan usia kehamilan. 6. !enangan di rumah sakit dilakukan berdasarkan usia kehamilan. 0ila terdapat renjatan, usia gestasi kurang dari 2; minggu, taksiran berat janin kurang +5-- gram, maka =

0ila perdarahan sedikit, rawat sampai usia kehamilan 2; minggu, lalu lakukan mobilisasi bertahap. 0eri kortikosteroid .+ mg intra 3ena perhari selama 2 hari. 0ila perdarahan berkurang, lakukan !#M:. 0ila ada kontraksi tangani seperti persalinan preterm.

1" +" Pen ertian Solusio Plasenta !engertian solusio plasenta adalah pelepasan sebagian atau seluruh plasenta yang normal implantasinya diatas ++ minggu dan sebelum lahirnya anak. 1" 1" (tiolo i

0elum diketahui pasti. ?a*tor predisposisi yang mungkin ialah hipertensi kronik, trauma eksternal, tali pusat pendek, dekompresi uterus mendadak, anomaly atau tumor uterus,de)isiensi gi@i, meroko, konsumsi al*ohol, penyalah gunaan kokain, serta obstruksi 3enaka3a in)erior dan 3ena o3arika

1" 2"

%lasi0ikasi

Solusio plasenta ringan

Rupture sinus marginalis atau terlepasnya sebagian ke*i plasenta yang tidak berdarah banyak akan menyebabkan perdarahan per3aginam berwarna kehitaman dan sedikat. !erut agak terasa sakit atau terus1 menerus agak tegang. 0agian1bagian janinmasih teraba.

Solusio plasenta sedang

!lasenta telah terlepas lebih dari seperempat. Tanda dan gejala dapat timbul perlahan atau mendadak terasa sakit perut terus menerus dan nyeri tekan sehingga bagian janin sukar diraba. Telah ada tanda1 tanda persalinan

Solusio plasenta berat

!lasenta telah lepas lebih dari dua pertiga permukaannya. !enderita jatuh syok dan janinnya telah meninggal. (terus sangat tegang seperti papan dan sangat nyeri. seTelah ada kelainan pembekuan darah dan kelainan ginjal. 1" 2" Tanda 4 e!ala

!erdarahan yang disertai nyeri, diluar his. Anemia dan syok, beratnya anemia dan syok sering tidak sesuai dengan banyaknya darah yang keluar. Rahim kers seperti papan dan nyeri dipegang karena isi rahim bertambah dengan darah yang berkumpul dibelakang plasenta sehingga rahim teregang 8 ureus en bois 9. !alpasi sukar karnauterus keras. 0unyi jantung biasanya tidak ada. !ada tou*her teraba ketuban yang tegang terus1menerus 8 karena isi rahim bertambah 9. Sering ada proteinuri karena disertai preeklamsi.

1" 4"

Pato0isiolo i

Terjadinya solusio plasenta dipi*u oleh perdarhan kedalam desidua yang kemudian terbelah dan meninggalkan lapisan tipis yang melekat pada moimertium sehingga terbentuk hematoma desidua yang menyebabkan pelepasan, kompresi dan akhirnya menghan*urkan plasenta yang berdekatan dengan bagian tersebut.

Rupture pembuluh uteri spiralis desidua menyebabkan hematoma retroplasenta yang akan memutuskan lebih banyak pembuluh darah, hingga pelepasan plasenta makin luas dan men*apai teri plasenta. %arena uterus tetap berdistensi denga adanya janin, uterus tidak mampu berkontraksi optimal untuk menekan pembuluh tersebut. Selanjutnya darah yang mengalir keluar dapat melepaskan selaput ketuban. 1" 3"

Penatalaksanaan

$arus dilakukan dirumah sakit dengan )asilitas operasi. Sebelum dirujuk anjurkan pasien untuk tirah baring total dengan menghadap ke kiri, tidak melakukan senggama, menghindari peningkatan tekanan rongga perut misalnya 8 batuk, mengedan karna sulit 0A0 9. !asang in)use *airan Na>' )isiologis. 0ila tidak memungkinkan berikan *airan peroral. !antau tekanan darah dan )rekuensi nadi tiap .5 menit untuk mendeteksi adanya hopotensi atau syok akibat perdarahan. !antau #AA dan pergerakan janin. 0ila terdapat renjatan, segera lakukan resusitasi *airan dan trans)use darah. 0ila tidak teratasi, upayakan penyelamatan optimal. 0ila teratasi perhatikan keaddan janin. Setelah renjatan teratasi, pertimbangkan se*sio saesarea bila janin masih hidup awau persalinan per3aginam di perkirakan persalinan lama, bila renjatan tidak dapat di atasi, upayakann tindakan yang optimal. Setelah syok teratasi dan janin mati, lihat pembukaan. 0ila lebih dari 6 *m, pe*ahkan ketuban lalu in)use oksitosin. 0ila kurang dari 6 *m, lakukan seksio saesarea.

1" 5"

Perbedaan Solusio Plasenta Dan Plasenta Pre1ia Solusio plasenta #engan nyeri !lasenta pre3ia

!erdarahan

Segera disusul partus %eluar hanya sedikit Tanpa nyeri 0erulang sebelum partus

%eluar banyak !alpasi 0anyak anak sukar ditentukan 0unyi jantung anak 0iasanya tidak ada !emeriksaan anak Tidak teraba plasenta

0agian terendah masih tinggi 0iasanya jelas Teraba jaringan plasenta

%etuban menonjol >ekungan plasenta Ada implasentasi pada jaringan plasenta Tidak ada karena hematoma Selaput ketuban Robekan normal Robekan marginal

+A+ &&& P(N,T,P 1" A" %esimpulan !erdarahan antepartum merupakan perdarahan dari jalan lahir setelah kehamiolan ++ minggu sedangkan perdarahan sebelum kehamilan ++ minggu disebur abortus. !enyebabnya solusio plasenta dan pkasenta pre3ia. 1" +" Saran Setelah menyelesaikan makalah ini, penyusun ingin memberikan beberapa saran antara lain= Sebaiknya bagi para *alon orang tua lebih waspada lagi terhadap resiko kehamilan khususnya resiko perdarahan antepartum. %un*inya adalah ibu sering memeriksakan kehamilannya ke dokter maupun tenaga medis setempat. #an juga olahraga dan asupan gi@i yang seimbang baik bagi bayi maupun ibu.

+A+ &/ Da0tar Pustaka Sai)uddin Abdul 0ari, +-.-, Ilmu Bedah Kebidanan. Aakarta= Bayasan 0ina !ustaka Sarwono !rawirohardjo. Sai)uddin Abdul 0ari, +--+, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Aakarta= Bayasan 0ina !ustaka Sarwono !rawirohardjo. Mo*tar, Rustam. .CC,, Sinopsis Obstetri. Aakarta= "4>