Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GAGAL JANTUNG I.

PENGERTIAN Gagal jantung adalah keadaan dimana jantung sudah tidak mampu lagi memompa darah sesuai dengan kebutuhan tubuh (Long, Barbara C, 1996) Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk mempertahankan sirkulasi yang adekuat, ditandai dengan dispneu, dilatasi vena dan edema (!amus !edokteran "orland 199#) Gagal $antung adalah keadaan pato%isiologis di mana jantung gagal mempertahankan sirkulasi adekuat untuk kebutuhan tubuh meskipun tekanan pengisian &ukup ( 'aul (ood, dikutip oleh Gray, )uon ) * +,,-.#1 ) Gagal jantung adalah suatu sindrom dimana dis%ungsi jantung berhubungan dengan penurunan toleransi latihan, insidensi aritmia yang tinggi dan penurunan harapan hidup ($ay Chon, dikutip oleh Gray, )uon ) * +,,-.#1 ) Gagal jantung adalah adanya gejala gagal jantung yang reversible dengan terapi dan bukti objekti% adanya dis%ungsi jantung ( /uropean 0o&iety o% &ardiology, dikutip oleh Gray, )uon ) * +,,-.#1 ) Gagal jantung adalah keadaan pato%isiologis ketika jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolism jaringan ( 'ri&e, 0ylvia 1nderson* +,,-. 62+ ) II. KLASIFIKASI !lasi%ikasi gagal jantung berdasarkan derajat %ungsional* Klas 3 33 333 36 Gejala 4imbul gejala sesak pada aktivitas %isik yang berat, aktivitas sehari5hari tidak terganggu 4imbul gejala sesak pada aktivitas sedang, aktivitas sehari5hari sedikit terganggu 4imbul gejala sesak pada aktivitas ringan, aktivitas sehari5hari terganggu 4imbul gejala sesak pada aktivitas sangat ringan atau istirahat

III. ETIOLOGI a. Kelainan Mekanik. 1 'eningkatan Beban 4ekanan 0entral ( &ontoh* 0tenosis aorta ) 'eri%er ( &ontoh * hipertensi sistemik ) + 'eningkatan beban volume Contoh * regurgitasi katub, peningkatan beban a7al 2 8bstruksi terhadap pengisian ventrikel Contoh * stenosis mitral atau trikuspidalis 9 4amponade 'eri&ardium - 1neurisma 6entrikel 6 "issinergi 6entrikel

b. Kelainan Mioka !i"#. 1 'rimer !ardiomiopati :iokarditis !elainan :etabolik 4oksisitas ( alkohol ) + !elainan disdinamik sekunder ( akibat kelainan mekanik ) "eprivasi oksigen ( 'enyakit jantung koroner ) 'eradangan 'enyakit sistemik 'enyakit paru obstruksi kronis $. Pe "ba%an I a#a Jan&"n'. 1 ;ibrilasi + 4akikardia atau bradikardia ekstrim 2 Gangguan konduksi jantung I(. PENATALAKSANAAN 1 3stirahat + "iit ( <endah Garam ) 2 'engurangan Beban 17al 'embatasan asupan garam * dapat menurunkan beban a7al dengan menurunkan retensi &airan 6asodilatasi vena, dapat menurunkan beban a7al melalui redistribusi darah dari sentral ke sirkulasi peri%er 9 'emberian diuretik yaitu untuk mema&u eksresi natrium dan air melalui ginjal Bila sudah diresepkan harus diberikan pada siang hari agar tidak mengganggu istirahat pasien pada malam hari, intake dan output pasien harus di&atat mungkin pasien dapat mengalami kehilangan &airan setelah pemberian diureti&, pasien juga harus menimbang badannya setiap hari turgor kulit untuk menghindari terjadinya tanda5 tanda dehidrasi - 'eningkatan kontraktilitas =ntuk meningkatkan kontraktilitas otot jantung dapat menggunakan obat inotropik, karena dengan obat > obat inotropik dapat meningkatkan persediaan kalsium intrasel untuk protein > protein kontraktil, aktin dan miosin 6 'engurangan Beban 1khir 'engurangan beban akhir dapat dilakukan dengan pemberian vasodilator, vasodilator yang digunakan umumnya mengakibatkan dilatasi anyaman vaskular melalui dua &ara yaitu* a) "ilatasi langsung otot polos pembuluh darah 4erdiri dari obat5obatan seperti hidrala?in dan nitrat 1gar e%ekti% obat hidrala?in harus dikombinasikan dengan nitrat 8bat5obatan vasoakti% merupakan pengobatan utama pada penatalaksanaan gagal jantung untuk mengurangi impedansi (tekanan) terhadap penyemburan darah oleh ventrikel b) )ambatan en?im konversi angiotensin 4erapi ini dapat menghambat konversi angiotensin 3 menjadi angiotensin 33 /%ek ini men&egah vasokonstriksi pembuluh darah dan juga menghambat produksi aldosteron dan retensi &airan

( Contoh * Captopril, enalapril ) @ 'emberian digitalis, membantu kontraksi jantung dan memperlambat %rekuensi jantung )asil yang diharapkan peningkatan &urah jantung, penurunan tekanan vena dan volume darah dan peningkatan diuresis akan mengurangi edema 'ada saat pemberian ini pasien harus dipantau terhadap hilangnya dispnea, ortopnea, berkurangnya krekel, dan edema peri%er 1pabila terjadi kera&unan ditandai dengan anoreksia, mual dan muntah namun itu gejala a7al selanjutnya akan terjadi perubahan irama, bradikardi kontrak ventrikel premature, bigemini (denyut normal dan premature saling berganti ), dan takikardia atria proksimal # :or%in, diberikan untuk mengurangi sesak napas pada asma &ardial, hati5hati depresi pernapasan 9 'emberian 4erapi 8ksigen 1, 'endidikan kesehatan* tentang gaya hidup seperti nutrisi, kebiasaan merokok, aktivitas %isik, alkohol (. WE) OF *AOTION

(I. PENGKAJIAN DATA FO*US +. I!en&i&as :enurut teori gagal jantung prevalensi meningkat seiring dengan pertambahan usia (1,, per 1,,, orang pada usia diatas 6- tahun) kelamin laki5laki 2A lebih tinggi daripada perempuan ,. Kel"%an U&a#a. Pa!a Ga'al Jan&"n' Ki i- 0esak na%as, kelelahan, batuk ( hempotoe ), penurunan na%su makan dan berat badan Pa!a Ga'al jan&"n' Kanan- 0esak na%as, kelelahan saat melakukan aktivitas, nyeri dada .. Ri/a0a& Pen0aki& Da%"l". <i7ayat penyakit yang pernah di derita sebelumnya seperti* )ipertensi, 3n%ark :io&ard 1kut B !ronik, 'enyakit katup jantung, bedah jantung, 0L/, kelainan jantung &ongenital 1. Ri/a0a& Kese%a&an Te ak%i . Pola Pe#en"%an Keb"&"%an !asa . - Keb"&"%an N"& isi'enurunan na%su makan, mual, muntah, penurunan berat badan, peningkatan berat badan yang drasti& ( karena oedema ), 'ola pemenuhan kebutuhan nutrisi* tinggi garam, mengandung banyak lemak, gula dan minum minuman yang mengandung ka%ein - Keb"&"%an Ak&i2i&as 4idak mampu untuk melakuakan aktivitas yang berat karena sesak na%as, mengalami kelelahan setelah aktivitas, na%as pendek > pendek saat melakukan aktivitas, nyeri dada saat melakukan aktivitas, kelelahan selama melakukan aktivitas pera7atan diri - Keb"&"%an Is&i a%a&:engalami kesulitan untuk tidur ( insomnia ), sesak na%as saat istirahat, tidur sambil duduk atau dengan beberapa bantal - Keb"&"%an Eli#inasi)aluaran urine yang menurun, urine ber7arna pekat, konstipasi ( karena penurunan peristalti& usus akibat penurunan aktivitas ), no&turia Co&turia terjadi karena per%usi renal didukung oleh posisi penderita pada saat berbaring "iuresis paling sering terjadi pada malam hari karena &urah jantung akan membaik dengan istirahat 3. Da&a Psikososial 4 S5i i&"al. 'siko * ansietas, kuatir, takut dengan penyakit 0tress yang berhubungan dengan penyakit B keprihatinan %inan&ial ( biaya pera7atan dan pengobatan ), mudah tersinggung, menarik diri 0osial * 'enurunan keikutsertaan dalam aktivitas so&ial yang biasa di lakukan

6. Pe#e iksaan Fisik. a. Sis&e# Pe na7asan. 0esak na%as (terjadi akibat penimbunan &airan dalam alveoli yang menggangu pertukaran gas), batuk dengan B tanpa sputum mungkin sputum ber&ampur dengan darah ber7arna merah muda B berbuih ( tanda adanya oedema pulmonal ), ta&ipnea, adanya penggunaan otot bantu na%as, auskultasi na%as* krakles, 7hee?ing, ronki b. Sis&e# Pes0a a7an. 4ingkat kesadaran mungkin menurun, gelisah, disorientasi $. Sis&e# Si k"lasi. 4ekanan "arah* rendah ( bila ada gagal pompa ), normal ( bila gagal jantungnya masih ringan), tinggi ( kelebihan &airan), Cadi* ta&y&ardia ( tanda gagal jantung kiri ), irama irregular, lemah ( penurunan volume sekun&up ), nadi pri%er lemah, 0uara jantung* 01 dan 0+ mungkin lemah, terdengar 02 ( gallop ) 4erdapat adanya oedema ( umum , piting ), adanya oedema pada ekstremitas ba7ah di ekstremitas ba7ah ( karena adanya tahan pada vena &ava in%erior sehinnga &airan merembes ke ruang interstitial ) 'engisian kapiler lambat !. Sis&e# Pe ke#i%an. 'enurunan produksi urine, 7anra urine pekat e. Sis&e# Pen$e naan. 4eraba pembesaran hepar, asites karena tekanan pembuluh portal meningkat sehingga &airan terdorong keluar rongga abdomen 7. Sis&e# M"s$"loskele&al. 0akit pada otot, penurunan skala kekuatan otot '. Sis&e# In&e'"#en. (arna * kebiruan , sianotik, pu&at (II. PEMERIKSAAN PENUNJANG MEDIS 1 /le&tro&ardiogram (/CG) )ipertro%i atrial atau ventri&ular, penyimpangan aksis, iskemia dan kerusakan pola mungkin terlihat dysritmia misalnya* ta&hy&ardia, %ibrilasi atrial 0onogram "apat menunjukkan dimensi pembesaran bilik, perubahan dalam %ungsi atau struktur katup atau area penurunan kontraktilitas ventrikel 0&an jantung (multigooted adivisiton (:=G1)) 4indakan penyuntikan %raksi dan memperkirakan gerakan dinding !ateterisasi jantung 4ekanan abnormal merupakan indikasi dna membantu membedakan gagal jantung sisi kanan versus kiri dan stenosis katup atau insu%isiensi juga mengkaji potensi arteri koroner Dat kontras disuntikkan ke dalam ventrikel menunjukkan ukuran abnormal dan perubahan kontraktilitas <ontgent dada "apat menunjukkan pembesaran jantung ( &ardiomegali ) dengan C4< E -,F, terutama bila gagal jantung sudah kronis Bayangan men&erminkan dilatasi atau hipertropi bilik atau perubahan dalam pembuluh darah men&erminkan peningkatan tekanan pulmonal abnormal misalnya* pulgus pada pembesaran jantung kiri dapat menunjukkan aneurisma ventrikel /n?im hepar

:eningkat dalam gagal atau kongesti hepar 6 /lektrolit :ungkin berubah karena perpindahan &airan atau penurunan %ungsi ginjal, terapi diureti& @ 8ksimetri nadi 0aturasi oksigen mungkin rendah, terutama jika gagal jantung kiri akut memperburuk ''8: atau gagal jantung kiri kronis # 1G" Gagal ventrikel ditandai dengan alkalosis respiratorik ringan (dini) atau hipoksemia dengan peningkatan 'C8+ akhir 9 B=C,!reatinin 'eningkatan B=C menandakan penurunan per%usi ginjal !enaikan baik B=C dan kreatinin merupakan indikasi gagal ginjal 1, 1lbuminBtrans%orin serum :ungkin menurun sebagai akibat penurunan masukan protein atau penurunan syntesis dalam hepar yang mengalami kongesti (III. MASALAH KEPERAWATAN 8ANG MUN*UL 1 'enurunan &ardia& output sehubungan dengan penurunan kontraktilitas miokard , ditandai dengan * 'eningkatan heart rate,perubahan tekanan darah,penurunan urine output,adanya 02 dan 09, &hest pain 3ntoleransi akti%itas sehubungan dengan adanya ketidak seimbangan antara suplay dan demand oksigen, ditandai dengan * kelemahan, kelelahan, perubahan tanda5tanda vital , disritmia, dispnoe, diaporesis Gangguan keseimbangan &airan, lebih dari kebutuhan sehubungan dengan penurunan G;<, ditandai dengan * bunyi jantung 2, orthopnoe, oliguria, edema, perubahan Berat Badan, )ipertensi, respirasi distress, suara na%as abnormal <esiko tinggi gangguan pertukaran gas sehubungan dengan perubahan membran kapiler alveoli karena adanya penumpukan &airan di rongga paru

I9. INTER(ENSI DAN RASIONAL 1 'enurunan &ardia& output sehubungan dengan penurunan kontraktilitas miokard , ditandai dengan * 'eningkatan heart rate,perubahan tekanan darah,penurunan urine output,adanya 02 dan 09, &hest pain T"j"an- 0etelah dilakukan tindakan kepera7atan &ardia& output meningkat dengan &riteria evaluasi* - 'roduksi urine dalam batas normal ( minimal 1 &&Bkg BBBjam ) - 'asien mengungkapkan sesak na%as berkurang - 'asien mengungkapkan nyeri dada berkurang B hilang - 446 ( 4", Cadi ) dalam batas normal - !esadaran Composmentis In&e 2ensi Rasional Berikan istirahat semi5%o7ler pada tempat :emperbaiki insu%isiensi kontraksi jantung dan tidur menurunkan kebutuhan oksigen dan penurunan venous return !olaborasi dengan dokter dalam* a 'embrian terapi oksigen :eningkatkan sediaan oksigen untuk kebutuhan miokard untuk men&egah hipoksemia B iskemia

b &

'emberian terapi diuretik 'emberain terapi vasodialator ( Citrat ) 'emberian terapi inotropik

jaringan "iuretik meningkatkan aliran urine dan menghalangi reabsorsi dari sodiumBklorida didalam tubulus ginjal 6asodilator digunakan untuk meningkatkan &urah jantung, menurunkan volume sirkulasi dan menurunkan tahanan vaskuler sistemik dan kerja ventrikel :eningkatkan kontraksi mio&ard dan memperlambat %rekuensi jantung 4a&hy&ardia merupakan tanda kompensasi jantung terhadap penurunan kontraktilitas jantung :engetahui %ungsi pompa jantung yang sangat dipengaruhi oleh C8 dan pengisisan jantung "engan menurunnya C8 mempengaruhi suplai darah ke ginjal yang juga mempengaruhi pengeluaran hormone aldosteron yang ber%ungsi pada proses pengeluaran urine 4ingkat kesadaran menurun menunjukkan tidak adekuatnya per%usi serebral sekunder terhadap penurunan &urah jantung

8bservasi * a Cadi ( irama, %rekuensi )

b &

4ekanan "arah )aluaran =rine ( produksi, 7arna )

4ingkat kesadaran

+ 3ntoleransi akti%itas sehubungan dengan adanya ketidak seimbangan antara suplay dan demand oksigen, ditandai dengan * kelemahan, kelelahan, perubahan tanda5tanda vital , disritmia, dispnoe, diaporesis T"j"an- 0etelah dilakukan tindakan kepera7atan , pasien toleran terhadap aktivitas yang dilakukan dengan &riteria evaluasi* - 'asien mengungkapkan tidak sesak na%as saat melakukan aktivitas - 'asien mampu melakukan aktivitas pera7atan diri - 'asien tidak terlihat kelelahan B sesak na%as pada saat melakukan aktivitas - 446 ( 4", Cadi, << ) dalam batas normal saat dan setelah melakukan aktivitas In&e 2ensi Berikan bantuan dalam aktivitas pera7atan diri sesuai indikasi, selingi periode aktivitas dengan istirahat 1jarkan kativitas se&ara bertahap Rasional 'emenuhan kebutuhan pera7atan diri pasien tanpa mempengaruhi stress miokard( peningkatan kebutuhan oksigen yang berlebihan )

'eningkatan bertahap pada aktivitas menghindarai kerja jantung atau konsumsi oksigen berlebih 'enguatan dan perbaikan %ungsi jantung diba7ah stress, bila dis%ungsi jantung tidak dapat baik kembali Catat respon kardiopulmonal terhadap aktivitas, 'enurunan atau ketidakmampuan miokardium &atat takikardi, disritmia, dispnea, berkeringat, untuk meningkatkan volume sekun&up selama pu&at aktivitas dapat menyebabkan peningkatan segera %rekuensi jantung 8bservasi tanda vital sebelum dan sesudah )ipotensi ortostatik dapat terjadi dengan aktivitas

aktivitas, khususnya bila pasien menggunakan karena e%ek obat (vasodilatasi), perpindahan &airan vasodilator, diureti& atau pengaruh %ungsi jantung 8bservasi peningkatan intoleransi aktivitas "apat menunjukkan peningkatan dekompensasi jantung daripada kelebihan aktivitas 2 Gangguan keseimbangan &airan, lebih dari kebutuhan sehubungan dengan penurunan G;<, ditandai dengan * bunyi jantung 2, orthopnoe, oliguria, edema, perubahan Berat Badan, )ipertensi, respirasi distress, suara na%as abnormal T"j"an- 0etelah dilakukan tindakan kepera7atan terjadi keseimbang &airan dan elektrolit tubuh dengan &riteria evaluasi* - 4idak ada tanda oedema ( umum atau piting ) - 4idak terdengar suara na%as &ra&les - 446 ( Cadi, 4" ) dalam batas normal - Berat badan stabil - Baln&e &airan dalam batas normal (G -,, && ) In&e 2ensi Rasional 1 1tur posisi semi %o7ler selama %ase akut "engan posisi berbaring semi %o7ler meningkatkan %iltrasi glomerulus dan mengurangi produksi 1") sehingga menambah diuresis + !olaborasi dengan dokter dalam* a 'emberian terapi diuretik "iureti& meningkatkan laju aliran urin dan dapat menghambat reabsorbsi b 'emberian tambahan terapi !alium :engganti kehilangan kalium sebagai e%ek samping terapi diuretik yang dapat mempengaruhi %ungsi jantung 2 !olaborasi dengan ahli gi?i :emberikan diet yang dapat diterima klien yang memenuhi kebutuhan kalori dalam pembatasan natrium 9 8bservasi* a) Balan&e Cairan dalam +9 jam 4erapi diureti& dapat disebabkan oleh kehilangan &airan tiba5tiba atau berlebih (hipovolemia) meskipun edema atau asites masih ada b) 1uskultasi bunyi napas, &atat penurunan !elebihan &airan sering menimbulkan kongersti dan atau bunyi napas tambahan &ontoh paru Gejala edema paru dapat menunjukkan krekels, mengi atau batuk gagal jantung kiri akut &) 4imbang berat badan setiap hari 'erubahan edema dalam respon terhadap terapi, diuretik dapat mengakibatkan perubahan &airan dan kehilangan berat badan

d) 'eriksa tubuh dari edema denganBtanpa <etensi &airan yang berlebihan dimani%estasikan pitting, &atat adanya edema seluruh dengan adanya edema :eningkatnya kongesti tubuh (anasarka) vaskuler yang akhirnya mengakibatkan edema jaringan sistemik

9 <esiko tinggi gangguan pertukaran gas sehubungan dengan perubahan membran kapiler alveoli karena adanya penumpukan &airan di rongga paru T"j"an- 0etelah dilakukan tindakan kepera7atan tidak terjadi gangguan pertukaran gas dengan &riteria evaluasi* - 'asien mengungkapkan na%as tidak sesak - )asil pemeriksaan BG1 dalam batas normal - ;rekuensi <espirasi dalam batas normal, kedalaman normal, irama na%as teratur - 4idak terlihat adanya distress na%as - 4idak terdengar suara na%as tambahan ( &ra&les ) In&e 2ensi Rasional 1 1jarkan dan motivasi klien untuk batuk :embersihkan jalan napas dan memudahkan e%ekti%, napas dalam aliran oksigen Latihan na%as dalam juga dapat meningkatkan ekspansi paru dan kekuatan ( elastisitas ) otot perna%asan + "orong perubahan posisi :embantu men&egah atelektasis dan pneumonia 2 'ertahankan tirah baring dengan posisi :enurunkan konsumsi oksigen dan semi %o7ler meningkatkan ekpansi paru maksimal 9 !olaborasi dengan dokter dalam* a 'emberain terapi oksigen :eningkatkan konsentrasi oksigen alveolar yang dapat memperbaiki atau menurunkan hipoksia jaringan b 'emberian terapi diureti& :enurunkan kongesti% alveolar, meningkatkan pertukaran gas & 'emberian terapi bronkodilator :eningkatkan aliran oksigen dengan mendilatasi jalan napas ke&il dan mengeluarkan e%ek diureti& ringan untuk menurunkan kongesti% paru - 8bservasi* 0uara na%as tambahan (krekels) 3ndikator adanya kongesti paru atau pengumpulan se&ret menunjukkan kebutuhan untuk intervensi lanjut

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito Lynda $uall (1999) Buku Saku Diagnosa Keperawatan +,,, 1lih Bahasa :onika /ster $akarta* /GC "oengoes, :arylin / (1992) Rencana Asuhan Keperawatan +,,, 1lih Bahasa :ade !ariasa $akarta* /GC Gray, )uon ) (+,,+) Lecture Notes Kardiologi +,,- 1lih Bahasa 1?7ar 1goes, dkk $akarta * 'enerbit /rlangga Long, Barbara C (1996) Perawatan Medikal Bedah Suatu Pendekatan Proses Keperawatan. 1lih Bahasa !arnaen < ,dkk Bandung* Hayasan 3katan 1lumni 'endidikan !epera7atan 'ri&e, 0ylvia 1nderson (+,,-) Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Pen akit 1lih Bahasa Brahm = (/t 1l) $akarta* /GC 0melt?er, 0u?anne C (+,,1) Buku A!ar Keperawatan Medikal Bedah "disi Kedelapan $akarta* /GC