Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO 1 : BLOK IBTKG I GENAP 2013/2014 OLEH : KELOMPOK TUTORIAL 7

KETUA SCRIBER PAPAN SCRIBER MEJA

: MIFTACHUL HUSNA : ADRIANO JOSHUA : TIRA AISAH PUSPASARI

(131610101084) (131610101065) (131610101073)

ANGGOTA : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. ALVIN ANANDA RONI HANDIKA . (131610101066) (131610101068) (131610101074) (131610101075) (131610101076) (131610101078) (131610101079) (131610101081) (131610101083)

DANARWATI BUDININGRUM ELISSA ARIANTO LILIS PUTRI A. ZOEVANA ANANDRA P. ATIKA SURYADEWI YULIANDARI A PUTRI FREDI AKBAR M.

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JEMBER 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan ridho-Nya laporan hasil tutorial skenario 1 blok IBTKG I yang membahas tentang Gypsum dapat tersusun setelah mengalami beberapa pembahasan. Pembuatan laporan ini didasarkan pada hasil pelaksanaan tutorial yang menggunakan metode seven jump. Agar hasil tutorial yang telah kami laksanakan dapat bermanfaat, maka dibuatlah laporan ini agar dapat dipelajari kembali dan mungkin dapat bermanfaat untuk adik kelas kami nanti. Atas terselesaikan laporan ini, kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan keaktifan rekan-rekan satu kelompok serta kepada tutor, drg Sonny S, M.Kes yang telah membimbing kami. Laporan ini telah diupayakan sebisa mungkin dengan mengacu pada beberapa sumber materi dan diskusi kelompok, namun demikian harus diakui masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahan sehingga kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan untuk menyempurnakan laporan ini.

Jember, April 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................ DAFTAR ISI........................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG..................................................... 1.2 SKENARIO ..................................................................... 1.3 RUMUSAN MASALAH ................................................ 1.4 LEARNING OBJECT. BAB II TINJAUAN PUSTAKA .........................................................

i ii

1 1 1 2 3 7

BAB III PEMBAHASAN .................................................................... BAB IV PENUTUP 4.1 KESIMPULAN ............................................................... DAFTAR PUSTAKA .............................................................................

11

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bahan-bahan yang dipakai di bidang Kedokteran Gigi kebanyakan mempunyai bebrbagai fungsi bedasarkan kegunaannya atau pemakainya. Salah satunya adalah penggunaan Gips, dalam bidang ilmu material kedokteran gigi aplikasi bahan Gips banyak sekali dijumpai, baik untuk keperluan klinik maupun pekerjaan laboratorium. Material Gips ini banyak dipergunakan antara lain: 1. Pembuatan model dan die 2. Articulating cast, 3. Mould 4. Refractory investment dan lain lain. Karena banyaknya aplikasi Gips dalam Kedokteran Gigi ini maka kita perlu untuk mengetahui segala aspek tentang Gips terutama sifat-sifatnya yang nantinya memudahkan kita untuk memanipulasimya, sehingga menghasilkan suatu hasil manipulasi yang optimal. Dan untuk lebih memahaminya maka perlu dilakukan suatu percobaan yang akan memperlihatkan cara manipulasi Gips yang benar serta pengaruh sifat-sifatnya terhadap hasil manipulasi. 1.2 Skenario Mahasiswa FKG UNEJ semester IX sedang menjalani praktikum pembuatan gigi tiruan cekat di bagian prostodonsia. Pada hari pertama praktikum, staff bagian prostodonsia memberi pengarahan pada mahasiswanya mengenai tata tertib dan tahap-tahap pembuatan gigi tiruan cekat. Beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain pembuata model studi, pembuatan die, dan pembuatan model kerja yang semuanya itu menggunakan bahan dental gypsum dengan tipe yang berbeda. Di bidang kedokteran gigi, dental gypsum sangat penting tergantung fungsi dan penggunaannya. Agar model studi, die, dan model kerja yang dihasilkan tidak porous, setting time dan setting expansion tepat maka manipulasi gypsum harus dilakukan dengan baik dan benar.

1.3 Rumusan masalah Dalam laporan ini memuat beberapa rumusan masalah, yaitu sebagai berikut: 1. Bagaimana komposisi dari gypsum ? 2. Apa saja sifat-sifat dari gypsum ? 3. Sebutkan syarat gypsum yang baik yang akan digunakan dalam Kedokteran Gigi ? 4. Bagaimana Klasifikasi dari Gypsum ? 5. Jelaskan tahap-tahap manipulasi gypsum 6. Jelaskan setting time dan setting expansion 7. Faktor-faktor yang mempengaruhi porous dan cara menanggulanginya 1.4 Learning Object 1. Mahasiswa mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan pengklasifikasian gypsum dan aplikasinya dalam Kedokteran Gigi 2. Mahasiswa mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan cara memanipulasi gypsum yang baik dan benar 3. Mahasiswa mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi setting time, setting expansion, manipulasi gypsum, dan porous

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Gypsum merupakan bahan pilihan untuk membuat model atau die dalam kedokteran gigi. Berasal dari alam dengan nama kimia Kalsium Sulfat Dihidrat yang diolah dengan beberapa cara, antara lain dengan dipanaskan pada ketel (tempat terbuka) dengan suhu 110C-120C dengan menghasilkan Calcined Kalsium Sulfat Hemihidrat (kadang-kadang disebut -hemihidrat) atau dikenal dengan Plaster of Paris. Cara lain dengan dipanaskan dengan suhu 120C-130C dalam autoclave (tempat tertutup) yang menghasilkan autoclave Kalsium Sulfat Hemihidrat (kadang-kadang disebut -hemihidrat) atau dikenal dengan dental stone. Kalsium sulfat dihidrat (CaSO4.2H2O) dipanaskan pada larutan 30% calcium clorida atau magnesium clorida membentuk densite. (Anusavice 172-173) Berdasarkan kekuatan dan kekerasan gips dapat dibedakan menjadi 4 type ; I. II. III. IV. V. Plaster of Paris Plaster Model Dental Stone Dental Stone High Strength Dental Stone Hight Strenghth high expansion

(Craig, et all, 1983)

Kegunaan gypsum dalam kedokteran gigi : Model dan die Bahan cetak Mounting Packing Bahan tanam Bahan untuk membuat model dan die hendaknya memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut : a. Sifat mekanisnya harus kuat, artinya harus kuat sehingga tidak mudah rusak atau tergores selama proses pembuatan piranti restorasi atau saat ukir malam dll.

b. Dapat mereproduksi detail yang halus dengan batas yang tajam. c. Memiliki stabilitas dimensional yang baik (menunjukkan perubahan dimensi yang sangat kecil saat setting dan hendaknya cukup stabil). d. Kompatibel dengan bahan cetak, tidak terjadi interaksi antara permukaan cetakan dengan permukaan model, die. e. Memiliki perbedaan warna yang jelas dengan bahan lain yang dipergunakan, misalnya malam inlay dan porselen. f. Murah dan mudah dipergunakan. (E.C Combe,1992) Sifat Gypsum a. Sifat Fisis Warna : putih,kuning,abu-abu,merah jingga,hitam bila tak murni Massa jenis : 2,31 2,35 Keras seperti mutiara terutama permukaannya Bentu mineral : kristalin,serabut dan massif Kilap seperti sutra Konduktivitasnya rendah Sistem kristalin monoklinik b. Sifat kimia Kelarutannya dalam air 2,1 gr tiapm liter air pada suhu 40o C ; 1,8 gr tiap liter air pada suhu 0o C ; 1,9 gr tiap liter pada suhu 70o-90o C. Kelarutannya bertambah dengan penambahan HCl atau HNO3. Apabila dipanaskan,kalsium sulfat dihidrate,akan kehilangan 1,5 gr mmol H-2O yang kemudian akan menjadi kalsium sulfat hemihydrates.Hasil yang diperoleh berupa bubuk/powder .Namun,bila kalsium sulfat kemihydrate dicampur dengan air maka akan mengahasilkan panas (proses eksothermis) dan dihasilkan kalsium sulfat dehydrate.

Bahan model dan die untuk kedokteran gigi sering terbuat dari gips kapur (Plaster of Paris), atau dari gips keras yang dikenal sebagai dental stone. Kedua bahan ini mengandung Kalsium Sulfat Hemihidrat (CaSO4)2 . H2O (kadang-kadang ditulis CaSO4 . H2O) sebagai konstitusi utamanya dan ditambah dengansenyawa kimia untuk

mengontrol waktu setting. Meskipun kedua bahan ini identik secara kimia, namun tetap ada perbedaan-perbedaan antara lain:

-hemihidrat

-hemihidrat hydrocal

-hemihidrat hydrocal

Cara pembuatan

ketel terbuka pd suhu 110 -120


o o

autoclave pd suhu 120o-130o

dipanaskan pada larutan 30% calcium clorida atau magnesium clorida

W/P ratio

50-60 ml air dlm 100 gr bubuk

22-35 ml air dlm 100 gr bubuk

20 ml air dlm 100 gr bubuk

Bentuk partikel Sifat mekanis setelah setting

besar,porus dan irregular Compressive strength ( 12 MPa), tensile strength rendah

kecil, reguler dan tdk porus

Lebih kompak dan halus

Compressive strength Compressive strength ( 30 MPa), tensile strength tinggi ( 38 MPa), tensile strength tinggi

Penggunaan

Model studi, mounting, packing

Model kerja

Diemodel untuk keperluan casting

Manipulasi gypsum dipengaruhi oleh berbagai faktor selama berlangsungnya proses berikut, yaitu: 1. Menakar

Karena kekuatan suatu stone secara tidak langsung sebanding dengan rasio W:P adalah sangat penting untuk mempertahankan jumlah air serendah mungkin. Namun, jangan terlalu rendah sehingga adukan tidak mengalir ke dalam setiap detil cetakan. Sekali rasio W:P optimal ditentukan,maksud dari W:P adalah hasil bagi yang diperoleh bila berat (volume) dari air dibagi dengan berat bubuk.,dan biasa disingkat W:P. Diamanaratio optimal dalam penggunaan telah disebutkan pada tabel diatas. Dalam penggunaannya biasanya menggunakan rasio W:P yang dianjurkan pabrik sebagai pedoman, takaran yang sama harus selalu digunakan. Air dan bubuk harus diukur dengan menggunakan silinder pengukur volume air yang akuratdan menimbang kesetaraannya untuk bubuk. 2. Pengadukan Bila mengaduk dengan tangan, mangkuk pengaduk harus berbentuk parabolik, halus, dan tahan terhadap abrasi. Spatula harus memiliki bilah yang kaku serta pegangan yang nyaman dipegang. Terjebaknya udara dalam adukan harus dihindari untuk mencegah porous yang dapat menyebabkan kelemahan dan ketidakakuratan permukaan. Penggunaan vibrator otomatis dengan frekuensi tinggi dan amplitudo rendah adalah membantu. Air yang sudah diukur jumlahnya ditempatkan dalam mangkuk pengaduk, dan bubuk yang sudah ditimbang ditaburkan. Adukan kemudian dengan cepat diputar, dengan secara periodik menyapu spatula kedalam mangkuk pengaduk untuk menjamin pembasahan semua bubuk serta memecahkan endapan, atau gumpalan. Pengadukan harus terus berlangsung sampai diperoleh adukan yang halus, biasanya dalam 1 menit. Semakin lama waktu pengadukan berarti mengurangi waktu kerja, khususnya untuk menuang model. 3. Penyimpanan Stone atau plaster disimpan pada temperature ruang. Penyimpanan baik stone atau plaster pada temperature ruang tidak menimbulkan perubahan dimensi yang bermakna. Namun, bila temperature penyimpanan dinaikkan sampai antara 90o dan 110o (194o-230o),pengerutan terjadi begitu kristalisassi air dikeluarkan dan dihidrat berubah menjadi hemihidrat. Kontarksi plaster pada temperatur tinggi lebih besar dibandingkan dengan stone, dan ini juga mengurangi kekuatannya. Kontarksi tersebut dapat terjadi selama penyimpanan di atas temperatur ruang,begitupun bila model stone sedang dikeringkan. (Anusavice : 172 173)

BAB III PEMBAHASAN MAPPING

Gypsum

Tipe Gypsum (Pengklasifikasian)

Syarat

Komposisi

Sifat

Manipulasi Gypsum

Faktor -------> Aplikasi dalam Kedokteran Gigi

A. Klasifikasi dari Gypsum Jenis jenis gipsum yang terdaftar oleh spesifikasi ADA No. 25: 1. Plaster cetak (tipe I) Bahan cetak ini terdiri dari plasterof paris yang telah dimodifikasi dengan penambahan bahan-bahan lain,seperti : potassium sulfat,borax,dan zat warna. Dimana tujuan penambahan zat tersebut adalah untuk mengatur setting time dan mengontrol setting ekspansi .Oleh karena setting ekspansi dan setting time yang rendah,sehingga dapat menjamin kekuatan dan kenyamanan bagi pasien.Plaster cetak ini jarang digunakan lagi untuk mencetak dalam kedokteran gigi karena telah digantikan oleh bahan yang kurang kaku seperti hidrokoloid dan elastomer. Aplikasi dalam bidang Kedokteran Gigi, antara lain untuk model / pemasangan model pada articulator, untuk bahan studi model Untuk bahan tanam Untuk bahan impression Untuk model analisis dan diagnosis anatomi

2. Plaster model (tipe II) Plaster model ini atau plaster laboratorium tipe II sekarang digunakan untuk mengisi kuvet dalam pembuatan protesa bila ekspansi pengerasan tidaklah penting dan kekuatan cukup,sesuai batasan yang disebutkan dalam spesifikasi. Model plaster biasanya digunakan untuk diagnostik cast dan artikulasi dari stone cast. Produk ini secara tardisional diproduksi dalam warna putih untuk membedakannya dengan dental stone. Aplikasi dalam bidang Kedokteran Gigi, antara lain Untuk model studi di laboratorium Untuk mengisi kuvet dalam

3. Stone gigi (tipe III) Dental stone ideal untuk pembuatan model dari full atau partial denture, model ortodonsi dan lain-lain. Dental stone secara tradisional berwarana kuning atau putih. Stone tipe III memiliki kekuatan kompresi minimal 1 jam sebesar 20,7 MPa (3000 psi), tetapi tidak melebihi 34,5 Mpa (5000 psi). Bahan ini ditujukanuntuk pengecoran dalammembentuk gigi tiruan penuh yang cocok dengan jaringan lunak. Aplikasi dalam bidang kedokteran gigi

Untuk model ortodonsi Untuk bahan tanam protesa Untuk crown bridge

4. Stone gigi, high strength (tipe IV) Material tipe IV ini sering digunakan sebagai die stones karena cocok untuk pembuatan pola dari malam dalam cast restoration. Aplikasi dalam bidang Kedokteran Gigi Untuk pembuatan die Untuk pembuatan positif model Untuk crown bridge

5. High strength, high expansion dental stone (tipe V) Tambahan dalam klasifikasi ADA untuk material ini berkembang atas respon untuk memenuhi kebutuhan akan kekuatan dan ekspansi Gips yang lebih tinggi dibanding dental stone. Dan memiliki kekuatan kompresi yang lebih tinggidibandingkan stone tipe IV. Material ini berwarna biru atau hijau, dan paling banyak membutuhkan biaya dibandingkan semua produk gibs. Aplikasi dalam bidang Kedokteran Gigi Untuk pembuatan die

Klasifikasi Berdasarkan proses terbentuknya a. Gipsum Alam : yaitu merupakan mineral hidrous sulfat yang mengandun dua molekul air dengan rumus kimia CaSO4.2H2O ,dimana jenis batuannya adalah satinspar,alabaster,gypsite dan selenit. Dengan warna bervariasi dari putih kekuningan hingga abu-abu. a) Batuan gypsum yang berbentuk granular dan buram,mengandung sedikit dolomite,batu kapur,dari kadar CaSO4 76% b) Gipsit b. Gipsum Sintesis : yaitu gypsum yang diperoleh dengan memproses air laut dan air kawah yang banyak yang mengandung sulfat dengan menambahkan unsure kalsium ke dalamnya dan sumber lainnya adalah gypsum sebagai produk sampingan pembuatan asam fosfat,asam sulfat,dan asam nitrat . (Sentono, 1992)

B. Komposisi Gypsum Komposisi/bahan utama dalam gypsum yaitu kalsium sulfat dihidrate dengan rumus kimia CaSO4.2H2O .Prosentase komposisi kimia dalam kalsium sulfat dihidrate yaitu: Calcium (Ca) = 23,28 % Hidrogen (H) = 2,34 % Calsium Oksida (CaO) = 32,57 % Air (H2O) = 20,93 % Sulfur (S) = 18,62 % C. Sifat Gypsum Compressive strength.

Dalam kondisi gips keras, memperlihatkan kekuatan kompresi yang tinggi.Berhubungan dengan W/P ratio. Lebih banyak air yang di gunakan maka kekuatan kompresi makin rendah. Kelebihan air didistribusi merata dalam campuran dan berhubungan denganvolume tetapi tidak dengan kekuatannya. Dental plaster lebih porusdaripada dental stone dan karena densitas dental plaster lebih rendahrendah sehingga kekuatannya rendah. Dalam 1 jam Kek. Kompresi : dental plaster = 12,5 Mpa; dental stone 31 Mpadan High strength DS = 45 Mpa. Kekuatan dalam kondisi kering ( 7 hari ) = 2x basah Kekerasan permukaan dan ketahanan abrasi. Berhubungan dengan kekuatan kompresi. Setelah final setting, kekerasan permukaan konstan sampai seluruhkandungan air menguap. Kekerasan permukaan akan tercapai lebih dulu dibanding kekuatankompresinya. Cara menaikkan kekerasan: impregnasi gips plaster dengan monomer methylmethacrylate; dental stone dengan epoxy resins, mencampur dental stonedengan koloidal silika (30%). Kekuatan Tensile/ Tarik

Penting untuk menahan kekuatan lateral seperti pelepasan model. Oleh karena gips mempunyai sifat brittle maka dipakai kekuatan tarikdiametral*** Beberapa hal yang perlu diperhatikan : Pada 1 jam 2,3 Mpa (setengah kering) ; pada 40 jam = 4,1 Mpa Kekuatan tarik dental plaster = 1/2 dari dental stone. Kekuatan tarik dental plater 1/5 kekuatan kompresinya Reproduksi detail

Plaster tidak bisa memprodiksi detail permukaan sebagus epoxy karenapermukaan gip porus dalam level mikroskop. Gelembung udara kadangterperangkap diantara material cetak dan gipsum sebab campuran gips tidakbisa membasahi beberapa material cetak (silikon). Vibrasi selama penuangan mengurangi terperangkapnya udara. Menghindari kontaminasi saliva dan darah D. Syarat Gypsum E. Manipulasi Gypsum

1. Menakar dan Menimbang Rasio w/p yakni 50ml : 100gr untuk plaster of paris,dental stone 22-35ml : 100gr.Pengukuran dapat menggunakan alat silinder pengukuran. Rasio powder dan air mempengaruhi kekuatan stone sehingga jumlah air harus serendah mungkin. 2. Pengadukan Dalam melakukan pengadukan perlu dihindari terjadinya gelembung karena dapat menyebabkan porous.Dalam melakukan pengadukan menggunakan spatula dan bowl.Air dituangkan dahulu pada bowl lalu disusul dengan powder sedikit demi sedikit sambil diaduk. Bowl yang benar harus lentur sehingga dapat divibrasi dengan tangan. Dari awal pengadukan hingga pengerasan memerlukan waktu.Waktu pengadukan (} 1 menit),dari awal penambahan bubuk + air .Waktu kerja : yaitu waktu menggunakan pengadukan dimana konsistensi yang merata dipertahankan untuk satu atau beberapa manipulasi.Waktu pengerasan : antara pengadukan hingga mengeras. Untuk menguji kekerasan gypsum: a. Uji Gillmore untuk Pengerasan Awal Adukan gypsum dibentangkan.Jarum direndahkan sampai ke permukaan,dan saat ketika jarum tidak meninggalkan jejas disebut pengerasan awal. b. Uji Vicat untuk Waktu Pengerasan Jarum dengan tongkat pluger diperberat,didirikan dan dipegang berkontak dengan adukan. Begitu setelah kilap menghilang,pluger dilepas.Waktu yang terentang sampai jarum tidak lagi menembus sampai dasar adukan dikenal sebagai waktu pengerasan.Dalam beberapa kasus,pengukuran Vicat dan Gillmore awal terjadi bersamaan,sementara pada keadaan lain terdapat sedikit perbedaan . c. Uji Gillmore untuk Pengerasan Akhir Tahap selanjutnya dalam proses pengerasan dapat diukur dengan penggunaan jarum Gillmore yang lebih berat.Waktu yang terentang sampai hanya meninggalkan sedikit jejas yang masih dapat diamati pada permukaan disebut waktu pengerasan akhir. 3. Initial setting time Setelah dicampur selama 1 menit working time ditandai dengan bahan menjadi keruh. Biasanya bahan menjadi kaku,tetapi tidak keras.Tidak dapat dibentuk (8-10 menit dari awal pengadukan). Reaksi setting : (CaSO4)2.H2O + 3 H2O 2 CaSO4.2 H2O + panas 4. Final setting Reaksi kimia selesai dan model terasa dingin kemudian dilakukan penanganan model.Jika ingin gips lebih lunak,maka diberi air mengalir dan bukan di rendam.Pemberian air ini bertujuan agar gips tidak menjadi keras,karena pada saat direndam di air terjadi reaksi

higroskopik. Pertumbuhan kristal yang terjadi menjadi lebih cepat sehingga ekspansi pengerasan dapat lebih besar bila produk gypsum dibiarkan mengeras di dalam air.

F. Faktor-Faktor

yang

Mempengaruhi

Setting

Time,

Setting

Expansion,

Manipulasi Gypsum, Porousitas a. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Setting Time Faktor W:P

Dengan rasio air yang sama semakin banyak bubuk gypsum yang digunakan akan mempengaruhi waktu setting dental gypsum. Begitu juga dengan tekanan bubuk gypsum yang sama, semakin sedikit air yang digunakan untuk memanipulasi maka akan semakin cepat setting time. Jadi semakin besar rasio W:P semakin memperlambat setting time Pengadukan Semakin cepat pengadukan yang diberikan maka partikel-partikel gypsum (kristal nucleus) akan semakin mudah dalam bertumbukan satu sama lain sehingga reaksi semakin cepat dan setting time pun pendek.

b. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Setting Expansion Rasio W : P W/P rasio sangat berpengaruh terhadap setting expansion dari bahan tanam gypsum bonded. Semakin besar w/p rasio (air lebih banyak) maka semakin kecil setting ekspansi, dan juga sebaliknya. c. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Manipulasi Gypsum Dalam proses pengadukan perlu dihindari terjebaknya udara dalam adonan sehingga tidak menjadikan porous yang dapat mengakibatkan ketidakakuratan

permukaan.Pengadukan dengan mengguanakn vibrator (yang memiliki amplitude maksimal dan frekuensi maksimal) akan membantu memperoleh hasil yang maksimal karena gelembung udara/udara yang terjebak akan dapat keluar dan hilang. Menghindari kebisaan menambahkan air-bubuk/powder berulang ulang karena dapat menyebabkan ketidakseragaman pengerasan dalam pengadukan.Hal ini juga dapat menyebabkan kekuatan yang rendah / mengalami distorsi. Perbandingan air dan bubuk yang tepat sehingga menentukan manipulasi dan setting reaksi.Apabila terlalu banyak air,maka waktu setting akan semakin lama dan hasil akan menjadi lunak (perbandingan tidak seimbang)

Penambahan bahan separator dilakukan sebelum pencetakan dengan tujuan agar hasil lenih mudah dilepas dari cetakan Kebersihan perlu dijaga agar bahan gypsum tidak tekontaminasi dengan bahan lain

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Porousitas

BAB IV KESIMPULAN

Gypsum merupakan mineral yang ditambang dari berbagai belahan dunia, yang merupakan produk dari beberapa proses kimia. Secara kimia, gipsum yang dihasilkan untuk tujuan kedokteran gigi adalah kalsium sulfat dihidrat, yang digunakan untuk membuat modelmodel study rongga mulut dan protesa gigi. Komposisi utama dari gypsum adalah kalsium dihidrat. Sifat dari gypsum adalah memiliki compressive strength yang baik, memiliki kekerasan permukaan dan ketahanan abrasi yang baik, dan bersifat non toksik serta kekuatan tarik yang maksimal. Tahap-tahap manipulasi gypsum adalah menimbang dan menakar air dan gypsum, pengadukan, initial setting, dan setting expansion

DAFTAR PUSTAKA

Annusavice, Kenneth J.2003.Philips:buku ajar ilmu bahan kedokteran gigi.Jakarta:EGC Anusavice, Kenneth J. 2004. PHILLIPS Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi Edisi 10. Jakarta : EGC. Combe, E.C. 1992. Sari Dental Material. Jakarta: EGC. Craigh, R.G. 1983. Restorative Dental Material., Mosby. St. Louis. Combe, EC.1992. Sari DentaL MateriaL. Penerjemah: Slamet Tarigan. Jakarta:Balai Pustaka Harty, F.J dan R. Ogston.1995.Kamus Kedokteran Gigi.Jakarta:EGC Banurea, R.2011.Jurnal Pemanfaatan Serbuk Batang Kelapa Sawit Sebagai Pengisi pada Pembuatan Lembaran Plafon Gypsum dengan Bahan Pengikat Poliuretan Winda,W.2001.Jurnal Beberapa Sifat dan Kegunaan dari Bahan Gypsum