Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

BIAYA KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS PENGUKURAN, PELAPORAN DAN PENGENDALIAN

Disusun oleh: 1.TAUFIK Ardi Hidayat ( AO1.11.002 ! 2. "tenly #an$$ala ( A01.11.002% ! MA&A'(M(& I)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PELITA NUSANTARA SEMARANG 2013

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

BAB II PEMBAHASAN

A.

Definisi Kualitas Kualitas adalah ukuran relatif dari kebaikan. Mendefinisikan kualitas sebagai

kebaikan merupakan makna sangat umum yang tidak memiliki makna operasional. Secara operasional, produk atau jasa yang berkualitas adalah yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. Dengan kata lain, kualitas adalah kepuasan pelanggan. Produk atau jasa yang berkualitas memenuhi atau melebihi harapan pelanggan dalam dimensi! 1. Kinerja "performance#, mengacu pada konsistensi dan seberapa baik fungsi$fungsi sebuah produk. Dimensi kinerja untuk jasa dapat di definisikan lebih jauh sebagai atribut daya tanggap, kepastian dan empati. %. &stetika "aesthetics#, berhubungan dengan penampilan 'ujud produk serta penampilan fasilitas, peralatan, pega'ai, dan materi komunikasi yang berkaitan dengan jasa. (. Kemudahan Pera'atan dan Perbaikan " serviceability#, berkaitan dengan tingkat kemudahan mera'at dan memperbaiki produk. ). *itur "features#, karakteristik produk yang berbeda dari produk$produk sejenis yang fungsinya sama. +. Keandalan "reliability#, probabilitas produk dan jasa menjalankan fungsi seperti yang dimaksudkan dalam jangka 'aktu tertentu. ,. -ahan .ama "durability#, jangka 'aktu produk dapat berfungsi. /. Kualitas Kesesuaian "quality of conformance#, ukuran mengenai apakah sebuah produk telah memenuhi spesifikasinya atau tidak. . Kecocokan Penggunaan "fitness for use#, kecocokan dari sebuah produk menjalankan fungsi$fungsi sebagaimana yang diiklankan. 0ika sebuah produk mengandung cacat desain yang parah, maka produk tersebut dianggap gagal meskipun tingkat kesesuaiannya sesuai dengan spesifikasinya.

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

Perbaikan kualitas berarti perbaikan pada satu atau lebih dari

dimensi tersebut di

atas sambil tetap mempertahankan kinerja dimensi lainnya. Meskipun kedelapan dimensi tersebut penting dan mampu mempengaruhi kepuasan pelanggan, tetapi atribut kualitas yang dapat diukur cenderung lebih mendapat perhatian. -erutama tingkat kesesuaian merupakan dimensi yang mendapat perhatian paling besar. Kesesuaian adalah dasar mendefinisikan apa yang disebut produk yang tidak sesuai "nonconformance# atau produk cacat "defective#. 1. Definisi Biaya Kualitas 1iaya kualitas adalah biaya$biaya yang timbul karena mungkin atau telah terdapat produk yang kualitasnya buruk. 1iaya kualitas dibagi menjadi ) kategori antara lain! 1. 1iaya Pencegahan "prevention costs#, terjadi untuk mencegah kualitas yang buruk pada produk atau jasa yang dihasilkan. 2ontohnya, biaya rekayasa kualitas, program pelatiha kualitas, perencanaan kualitas, pelaporan kualitas, dan sebaginya. %. 1iaya Penilaian "appraisal costs#, terjadi untuk menentukan apakah produk dan jasa telah sesuai dengan persyaratan atau kebutuhan pelanggan.contoh biaya ini adalah pemeriksaan kemasan, penga'asan kegiatan penilaian, penerimaan produk, penerimaan proses, dam peralatan pengukuran. (. 1iaya Kegagalan 3nternal ,terjadi karena produk atau jasa yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi atau kebutuhan pelanggan. Ketidaksesuaian ini di deteksi sebelum dikirim ke pihak luar. 2ontoh biaya ini adalah sisa bahan, pengerjaan ulang, penghentian mesin, pemeriksaan ulang, pengujian ulang dan sebagianya. ). 1iaya Kegagalan &ksternal, terjadi karena produk dan jasa yang dihasilkan gagal memenuhi persyaratan atau tidak memuaskan kebutuhan pelanggan setelah produk disampaikan kepada pelanggan. Dari semua biaya kualitas, kategori ini dapat menjadi yang paling merugikan. 2ontohnya biaya penarikan produk dari pasar sehingga perusahaan dapat mengalami kerugian hingga ratusan juta dolar. 2. Mengukur Biaya Kualitas

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

1iaya kualitas bias jga diklasifikasikan sebagai biya yang dapat diamati dan tersembunyi. 1iaya kualitas yang dapat diamati "observable quality cost# adalah biaya 4 biaya yang tersedia atau dapat diperoleh dari catatan akuuntansi perusahaan. 1iaya kualitas yang tersembunyi " hidden cost# adalah biaya kesempatanatau oportunitis yang tersedia karena kalitas yang buruk "biaya oportunitas biasanya tidak disediakan dalam catatan akuntansi#. 1iaya 4 biaya kualitas yang tersembnyi bisa sangat signifikan sehingga seharusnya di estimas. Meskipun mengestimasi biaya kualitas yang tesembnyi sangat sulit akan tetap dapat di hitunga dengan beberapa metode ! metode pengal "multiplier method#, metode penelitian pasar "market research method# C.1. Metode Pengali Metode ini mengasumsikan total biaya kegagalan adalah hasil pengalian dari biaya$biaya kegagalan yang terukur. -otal 1iaya Kegagalan 5 k "1iaya kegagalan eksternal yang terukur# Dimana k adalah efek pengali. 6ilai k diperoleh berdasarkan pengalaman.Sebagai contoh, 7estinghouse electric melaporkan nilai k antara ( dan ). Dengan demikian, jika biaya kegagalan eksternal yang terukur adalah 8% juta dolar, maka biaya kegagalan eksternal actual adalah 8, juta sampai 8 juta. Dengan meningkatnya biaya kegagalan, manajemen diharapkan akan meningkatkan in9estasinya dalam biaya pengendalian. C.2. Metode Penelitian Pasa Metode ini digunakan untuk menilai dampak kualitas yang buruk terhadap penjualan dan pangsa pasar. Ser9ey pelanggan dan 'a'ancara dengan anggota tim penjualan perusahaan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap besarnya biay tersembunyi perusahaan.hasil penelitian pasar dapat digunakan untuk memproyeksi hilangnya laba di masa depan akibat kualitas yang buruk. C.3. Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi *ungsi kerugian -aguchi mengasumsikan setiap penyimpangan dari nilai target suatu karakteristik kualitas dapat menimbulkan biaya kualitas yang tersembunyi. *ungsi kerugian -aguchi dapat dijelaskan dalam persamaan berikut! L(y) = k(y-T)

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

dimana! k 5 konstanta proporsionalitas yang besarnya bergantung pada struktur biaya kegagalan eksternal perusahaan y 5 nilai katual dari karakteristik kualitas - 5 nilai target dari karakteristik kualitas . 5 kerugian kualitas 8 1iaya

1atas Spesifikasi 1a'ah 1atas Spesifikasi Atas 6ilai -arget

-ampilan. 1+$1 *ungsi Kerugian Kualitas -aguci -amplan 1+$1 memperlihatkan biaya kualitas adalah nol pada nilai target dan meningkat secara simetris dengan tingkat yang semakin bertambah ketika nilai aktual menyimpang dari nilai target. Misalkan k = 8):: dan diameter - 5 1: inci. -ampilan 1+$% mengilustrasikan perhitungan rugi kualitas untuk empat unit. Perhatikan bah'a biaya meningkat empat kali lipat ketika terjadi de9iasi dua kali lipat "dari % unit ke ( unit#. Perhatikan juga de9iasi kuadrat rata 4 rata dan kerugian rata 4 rata dapat dihitung. 6ilai rata 4 rata tersebut dapat digunakan untk menghitung total biaya kualitas tersembunyi yang diharapkan dari suatu produk. Apabila total unit yang dihasilkan adalah %.::: dan de9iasi kuadrat rata 4 rata adalah :,:%+, maka biaya per

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

unit yang diharapkan adalah 81: ":,:%+ ; 8)::# dan total kerugian yang diperkirakan untuk %.::: unit adalah "81: ; %.:::#. <ntuk menggunakan fungsi kerugian -aguchi, nilai k harus diestimasi. 6ilai k dihitung dengan membagi estimasi biaya pada salah satu batas spesifikasi tertentu dengan de9iasi kuadrat dari batas nilai target. k = cld2 dimana! c 5 kerugian pada batas spesifikasi atas atau ba'ah d 5 jarak batas dari nilai target =al ini berarti kita masih harus mengestimasi kerugian akibat de9iasi dari nilai target. Salah satu dari dua metode pertama, metode pengali atau metode penelitian pasar, dapat digunakan untuk membantu estimasi ini "penilaian pada satu titik 'aktu diperlukan#. 0ika k diketahui, maka biaya kualitas tersembunyi bisa diestimasi untuk setiap tingkat penyimpangan dari nilai target. <nit 1 % ( ) -otal ?ata$rata -ampilan. 1+$% 3lustrasi kerugian Kualitas Diameter aktul >,> 1:,1 1:,% >, y$$:,1: :,1: :,%: $:,%: "y$-#% :,:1: :,:1: :,:): :,:): :,1:: :,:%+ k"t$-#% 8),:: ),:: 1,,:: 1,,:: 8):,:: 81:,::

D.

Pela oran Infor!asi Biaya Kualitas Sebuah system pelaporan biaya kualitas memiliki arti penting bagi perusahaan yang

menaruh perhatian serius terhadap perbaikan dan pengendalian biaya kualitas. .angkah perhatian serius dan paling sederhana dalam menciptakan system semacam itu adalah menilai biaya kualitas actual saat ini. Pencatatan biaya kualitas actual secara terperinci berdasarkan kategorinya dapat memberikan dua masukan pandangan penting. Pertama, catatan tersebut mengungkapkan

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

besarnya biaya kualitas dalam setiap kategori yang memugkinkan para manajer menilai dampak keuangannya. Kedua, catatan tersebut menunjukkan distribusi biaya kualitas menurut kategori yang memungkinkan para manajer menilai kepentingan relati9e dari setiap kategori. D.1. "a oran Biaya Kualitas Pentingnya biaya kualitass terhadap segi keuangan perusahaan dapat dinilai lebih mudah dengan menampilkan biaya$biaya kualitas sebagai persentase dari penjualan actual. Sebagai contoh pada tampilan 1+$(, .add .ighting 2orporation yang mencakup hampir1+ persen dari penjualan untuk tahun fiskal %:: . Mengacu pada prinsip yang berlaku umum, biaya kualitas sebaiknya kurang dari %,+@,sehingga .add .ighting 2orporation mempunyai kesempatan untuk meningkatkan laba dengan mengurangi biaya kualitas. Akan tetapi pengurangan biaya ini seharusnya melalui perbaikan kualitas. Pengurangan biaya kualitas tanpa upaya peningkatan kualitas merupakan strategi yang dapat mengakibatkan bencana. Pandangan tambahan mengenai distribusi relati9e biaya kualitass dapat diperoleh dengan membuat bagan lingkaran. -ampilan 1+$) mengilustrasikan bagan tersebut dengan menggunakan biaya kualitas yang dilaporkan pada -ampilan 1+$(. Ada dua pandangan mengenai biaya kualitas optimal, yaitu pandangan tradisional yang mengacu pada pencapaian tingkat kualitas yang dapat diterima dan pandangan kontemporer yang dikenal sebagai pengendalian kualitas total. Setiap pandangan mena'arkan kepada para manajer masukan pandangan tentang bagaimana biaya kualitas sebaiknya dikelola.

.add .ighting 2orporation .aporan 1iay Kualitas <ntuk -ahun yang 1erakhir (1 Maret %:: 1iaya Kualitas 1iaya pencegahan ! Pelatihan Kualitas ?ekayasa keandalan 1iaya penilaian ! 8(+:.::: ::.::: 81.1+:.::: +,1 @ Persentase" @# dari penjualan

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

Pemeriksaan bahan baku Penerimaan produk Penerimaan proses

8%::.::: 1::.::: ( :.::: , :.::: (,:,

1iaya kegagalan internal ! Sisa bahan Pengerjaan ulang 8+::.::: (+:.::: +:.::: (, (

1iaya kegagalan eksternal ! Keluhan pelanggan Aaransi Perbaikan -otal 1iaya Kualitas
Penjualan actual 8%%.%::.::: 8(.(((.:::B8%%.%::.:::51+@

8%+:.::: %+:.::: 1+:.::: ,+:.::: 8(.((:.::: %,>( 1+@

-ampilan 1+$(

.aporan 1iaya Kualitas

D.1.1. Fungsi Biaya Kualitas # Pandangan Kualitas yang Da at Diteri!a Pandangan kualitas dapat diterima mengamsumsikan terdapat perbandingan terbalik antara biaya pengendalian dan biaya kegagalan. Ketika biaya pengendalian meningkat, biaya kegagalan seharusnya menurun. Selama penurunan biaya kegagalan lebih besar daripada kenaikan biaya pengendalian, perusahaan harus terus meningkatkan usahanya untuk mencegah atau mendeteksi unit$unit yang tidak sesuai. Pada akhirnya, akan dicapai suatu titik dimana kenaikan tambahan biaya dalam upaya tersebut menimbulkan biayayang lebih besar daripada penurunan biaya kegagalan. -itik ini me'akili tingkat minimum dari total biaya kualitas. =al ini merupakan perbandingan optimal antara biaya pengendalian dan biaya kegagalan, serta

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

mendefinisikan apa yang dikenal sebagai tingkat kualitas yang dapat diterima " acceptable quality level 4 AC.#.

Distribusi Relatif Biaya Kualita


Kegagalan Eksternal 19,5% Pencegahan 34,5%

Keagalan Internal 25,6% Penilaian 20,4%

-ampilan. 1+$) Distribusi ?elatif 1iaya Kualitas

D.1.2. Fungsi Biaya Kualitas# Pandangan $acat%Nol Sudut pandang AC. didasarkan pada definisi produk cacat tradisional. Dalam pengertian klasik, sebuah produk dikatakan cacat apabila kualitasnya berada di luar batas toleransi suatu karakteristik kualitas. Menurut pandangan ini, biaya kegagalan timbuh hanya jika produk tidak sesuai dengan spesifikasi dan terdapat perbandingan terbalik optimal antara biaya kegagalan dan biaya pengendalian. Pandangan AC. mendukung diproduksinya sejumlah barang cacat tertentu. Model ini digunakan dalam dunia pengendalian kualitas hingga akhir 1>/:$an ketika model AC. ditantang oleh model cacat nol "zero-defects model#. 3ntinya, model cacat nol

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

>

menyatakan keunggulan biaya akan diperoleh dengan mengurangi unit cacat hingga nol. Pada pertengahan 1> :$an, model cacat nol lebih disempurnakan dengan model kualitas kokoh "robust quality model#. Menurut pandangan kokoh ini, kerugian terjadi karena diproduksinya produk yang menyimpang dari nilai targetD semakin jauh penyimpangannya, semakin besar pula nilai kerugiannya. Selain itu, kerugian juga tetap terjadi meskipun dari spesifikasi ideal adalah merugikan dan batas toleransi spesifikasi tidak mena'arkan manfaat apapun, bahkan dapat menipu. Model cacat nol menekankan pada biaya kualitas dan potensi penghematan dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas "ingat factor pengali pada 7estinghouse &lectric#. 0adi, model kualitas kokoh mempererat definisi dari unit cacat, menyempurnakan pandangan kita terhadap biaya kualitas, dan mengintensifkan upaya perbaikan kualitas.

-ampilan 1+$+ Arafik 1iaya Kualitas AC.

Sifat Dinamis 1iaya Kualitas, penemuan bah'a terdapat pertukaran antara berbagai

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

1:

kategori biaya kualitas bisa dikelola secara berbeda dari implikasi hubungan yang digambarkan pada -ampilan 1+$+ sama dengan penemuan bah'a pertukaran biaya persediaan dapat dikelola dengan cara yang berbeda dari model persediaan tradisional "&EC#. 3ntinya, ketika perusahaan menambah biaya pencegahan dan penilaian serta menurunkan biaya kegagalan, mereka selanjutnya dapat mengurangi biaya pencegahan dan penilaiannya. Sesuatu yang pada a'alnya tampak berbanding terbalik berubah menjadi pengurangan biaya permanen di semua kategori biaya kualitas.

-ampilan 1+$, Arafik 1iaya Kualitas Kontemporer Strategi untuk menekankan biaya kualitas cukup sederhana! "1# lakukan serangan langsung terhadap biaya kegagalan untuk memaksanya menuju titik nol, "%# lakukan in9estasi pada kegiatan pencegahan yang FtepatG untuk menghasilkan perbaikan, "(# kurangi biaya penilaian sesuai dengan hasil yang dicapai, dan ")# lakukan e9aluasi secara berkelanjutan dan arahkan kembali upaya pencegahan untuk mendapatkan perbaikan lebih lanjut. Strategi ini didasarkan pada premis berikut. o Setiap kegagalan selalu ada akar penyebanya. o Penyebab dapat dicegah.

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

11

o Pencegahan selalu lebih murah D.1.3. Mana&e!en Ber'asis Kegiatan dan Biaya Kualitas ( ti!al Manajemen berbasis kegiatan "activity-based mana ement$A1M# mengklasifikasikan berbagai kegiatan sebagai bernilai tambah dan tak bernilai tambah, serta hanya mempertahankan kegiatan$kegiatan yang memberikan nilai tambah. Prinsip ini dapat diaplikasikan pada kegiatan$kegiatan yang berkaitan dengan kualitas. Kegiatan$kegiatan kegagalan, penilaian, dan biaya$biaya terkait tidak menghasilkan nilai tambah dan harus dihilangkan. Kegiatan pencegahan yang dilakukan secara efisien dapat diklasifikasikan sebagai kegiatan bernilai tambah dan perlu dipertahankan. Setelah berbagai kegiatan untuk setiap kategori diidentifikasi, pendorong timbulnya penggunaan sumber daya "resource drivers# dapat digunakan untuk memperbaiki pembagian biaya pada setiap kegiatan. Pendorong "biaya# akar juga dapat diidentifikasi,

khususnya untuk kegiatan$kegiatan yang gagal, dan berguna untuk membantu para manajer memahami hal$hal yang menyebabkan biaya kegiatan. Selanjutnya, informasi ini dapat digunakan untuk memilih cara mengurangi biaya kualitas sampai ke tingkat tertentu sebagaimana diperlihatkan pada -ampilan 1+$,. =asilnya, manajemen berbasis kegiatan "A1M# mendukung pandangan cacat nol robust mengenai biaya kualitas. -idak ada perbandingan terbalik optimal antara biaya pengendalian dan biaya kegagalanD biaya kegagalan adalah biaya yang tidak menghasilkan nilai tambah sehingga harus dikurangi sampai nol. Kegiatan pengendalian lainnya menghasilkan nilai tambah, tetapi mungkin dijalankan dengan tidak efisien. 1iaya yang disebabkan oleh kegiatan yang tidak efisien adalah tak bernilai tambah. 0adi, biaya untuk kategori$kategori tersebut juga dapat dikurangi ke tingkat yang lebih rendah. D.1.4. Analisis Tren .aporan biaya kualitas menunjukkan jumlah dan distribusi biaya kualitas di antara keempat kategori sehingga menunjukkan peluang untuk perbaikan kualitas. Setelah ukuran$ ukuran peningkatan kualitas ditentukan, hal penting yang harus dilakukan perusahaan adalah

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

1%

menentukan apakah biaya kualitas telah berkurang sebagaimana yang direncanakan. .aporan biaya kualitas tidak akan memperlihatkan apakah perbaikan telah terjadi atau tidak. Akan berguna bagi perusahaan untuk mendapatkan gambaran mengenai bagaimana keberhasilan program perbaikan kualitas sejak diterapkan. Apakah tren multiperiode 4 perubahan keseluruhan dalam biaya kualitas 4 bergerak kearah yang tepat H Apakah peningkatan kualitas yang dihasilkan dari 'aktu ke 'aktu cukup signifikanH 0a'aban atas pertanyaan$pertanyaan dapat diketahui dengan menggunakan bagan atau grafik tren yang menggambarkan perubahan biaya kualitas dari 'aktu ke 'aktu. Arafik demikian disebut laporan tren kualitas multiperiode "multiple-period quality trend report#. Dengan menggambarkan biaya kualitas sebagai persentase dari penjualan, keseluruhan tren program kualitas dapat dinilai. -ahun pertama yang digambarkan adalah tahun sebelum implementasi program perbaikan kualitas. Anggaplah perusahaan telah mengalami hal$hal berikut. 1iaya sebagai Persentase "@# -ahun %::) %::+ %::, %::/ %:: 1iaya Kualitas 8)):,::: )%(,::: )1%,+:: (>%,::: % :,::: Penjualan Aktual 8%,%::,::: %,(+:,::: %,/+:,::: %, ::,::: %, ::,::: Penjualan %:,: @ 1 ,: @ 1+,: @ 1),: @ 1:,: @

Misalkan, tahun %::) sebagai tahun :, tahun %::+ sebagai tahun 1, dan seterusnya, rafik trennya diperlihatkan pada -ampilan 1+$/. Periode per tahun dinyatakan oleh sumbu horiIontal dan persentase dari penjualan dinyatakan oleh sumbu 9ertical. Pencapaian biaya kualitas ( persen, yaitu persentase target, dinyatakan dengan garis horiIontal pada grafik.

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

1(

-ampilan 1+$/ Arafik -ren Multiperiode! -otal 1iaya Kualitas Arafik menunjukkan terdapat tren yang tetap menurun pada biaya kualitas yang

dinyatakan sebagai persentase dari penjualan. Arafik tersebut juga menunjukkan bah'a perbaikan masih sangat mungkin untuk dilakukan dalam jangka panjang. Pengetahuan tambahan bias diperoleh dengan membuat tren untuk setiap kategori kualitas.Anggaplah setiap kategori dinyatakan sebagai persentase dari penjualan untuk periode 'aktu yang sama. Kegagalan -ahun %::) %::+ %::, %::/ %:: Pencegahan %,: @ (,: (,: ),: ),1 Penilaian %,:@ %,) (,: (,: %,) 3nternal ,,: @ ),: (,: %,+ %,: Kegagalan &ksternal 1:,: @ ,, ,,: ),+ 1,+

Arafik yang menunjukkan tren untuk setiap kategori diperlihatkan pada -ampilan 1+$ . Kita dapat melihat bah'a perusahaan berhasil mengurangi biaya kegagalan eksternal dan internal. <ang yang digunakan untk pencegahan lebih banyak "jumlahnya meningkat dua kali

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

1)

lipat#. 1iaya penilaian meningkat, kemudian menurun. Perhatikan juga bah'a distribusi distribusi relati9e dari biaya telah berubah. Pada tahun %::), biaya kegagalan adalah : persen dari total biaya kualitas ":,1,B:,%:#. Pada tahun %:: , biaya tersebut turun menjadi (+persen dari biaya total ":,:(+B:,1:#. Potensi untuk mengurangi biaya kualitas juga memengaruhi cara pengambilan keputusan. Manfaat informasi biaya kualitas dalam pengambilan keputusan dan perencanaan tidak boleh dipandang remeh.

-ampilan 1+$ Arafik -ren Multiperiode! Kategori 1iaya Kualitas Secara 3ndi9idual &. Penggunaan Infor!asi Biaya Kualitas

-ujuan utama dari pelaporan biaya kualitas adalah untuk memperbaiki dan mem permudah perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan manajerial. Sebagai contoh, dalam memutuskan pengimplementasian program seleks pemasok guna memperbaiki kualitas bahan baku, seorang manajer memerlukan penilaian terhadap biaya kualitas saat ini menurut bagian dan kategori, penilaian biaya tambahan yang dibutuhkan berkaitan dengan program tersebut, dan penilaian terhadap proyeksi penghematan menurut jenis dan kategori. Selain itu, perlu juga dibuat proyeksi mengenai kapan biaya dan penghematan tersebut akan terjadi. Setelah dampak$ dampak tunai ini diproyeksikan, maka analisis penganggaran modal dapat dilakukan untuk menilai manfaat program yang diusulkan. 0ika hasilnya menguntungkan dan program mulai dijalankan, maka menjadi penting untuk me$mantau program dengan menggunakan pelaporan

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

1+

kinerja standar. Penggunaan informasi biaya kualitas untuk keputusan$keputusan implementasi program kualitas dan untuk menge9aluasi efektifitas program tersebut, setelah diimplementasikan, hanya merupakan salah satu potensi penggunaan dari sistem biaya kualitas.Penggunaan$penggunaan penting lainnya juga dapat diidentifikasi. Skenario berikut mengilustrasikan penggunaan informasi biaya kualitas dalam keputusan penetapan harga strategis dan analisis profitabilitas atas desain produk baru. *. Produkti)itas# Pengukuran dan Pengendalian

Produkti9itas berkaitan dengan memproduksi output secara efisien, dan secara spesifik mengacu pada hubungan antara output dan input yang digunakan untuk memproduksi output. 1iasanya, kombinasi atau bauran dari input yang berbeda$beda dapat digunakan untuk memproduksi suatu tingkat output tertentu. &fisiensi produktif total adalah suatu titik di mana dua kondisi terpenuhi! pada setiap bauran input untuk memproduksi output tertentu, tidak satu input pun yang digunakan lebih dari yang diperlukan untuk menghasilkan output, dan atas bauran bauran yang memenuhi kondisi pertama, dipilih bauran dengan biaya terendah. Kondisi pertama digerakkan oleh hubungan eknis dan, karena itu, disebut sebagai efisiensi teknis "technical efficiency#. Dengan melihat berbagai kegiatan sebagai input, maka kondisi pertama mensyaratkan penghapusan seluruh kegiatan tak bernilai tambah dan pelaksanaan kegiatan bernilai tambah dengan kuantitas minimal yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah output. Kondisi kedua digerakkan oleh hubungan relatif dari harga input dan, karena itu disebut efisiensi trade offinput "input trade off efficiency#. =arga input menentukan proporsi relati9e masing $ masing input yang harus digunakan. Penyimpangan dari proporsi tetap tersebut menciptakan trade$off input yang tidak efisien. Program peningkatan produkti9itas berupaya untuk mencapai efisiensi produktif total. Peningkatan produkti9itas teknis dapat dicapai dengan menggunakan lebih sedikit input untuk menghasilkan output yang sama, atau memproduksi output lebih banyak dengan jumlah input yang sama, atau memproduksi output lebih banyak dengan input relati9e lebih sedikit. Sebagai contoh, pada tahun 1>>%, .antech, produsen mesin pengepakan, mempoduksi delapan mesin pengepakan dalam sehari dengan +: pekerja rata$rata :,1, mesin per pekerja. Pada tahun 1>> , output meningkat menjidi 1) mesin per hari dengan menggunakan %: pekerja rata$rata :,/ mesin per pekerja. Menurut standar produkti9itas pada

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

1,

tahun 1>>%, diperlukan sekitar

/,+ pekerja untuk memproduksi 1) mesin. 0adi, output

meningkat, dan lebih sedikit pekerja yang diperlukan. -ampilan 11$> menggambarkan tiga cara untuk mencapai peningkatan efisiensi teknis. Eutputnya adalah ribuan kilogram besi, dan inputnya adalah tenaga kerja "jumlah pekerja# dan modal "jumlah uang yang diin9estasikan dalam bentuk peralatan otomatis#. Perhatikan bah'a proporsi relatif dari input dianggap konstan agar seluruh peningkatan produkti9itas disebabkan oleh peningkatan efisiensi teknis. Peningkatan produkti9itas juga dapat dicapai dengan mempertukarkan input yang mahal dengan yang lebih murah. -ampilan 11$1: menggambarkan kemungkinan peningkatan produkti9itas melalui peningkatan efisiensi trade off input. Meski$pun peningkatan efisiensi teknis merupakan hal yang paling mudah diingat oleh banyak orang ketika membahas peningkatan produkti9itas, namun efisiensi trade off input mampu mena'arkan peluang yang signifikan bagi peningkatan efisiensi ekonomi secara keseluruhan. Pemilihan kombinasi input yang tepat bisa jadi merupakan hal yang sama pentingnya dengan pemilihan kuantitas input yang tepat. Perhatikan dalam tampilan 11$1: yang memperlihatkan bah'a Kombinasi input 3 memproduksi output yang sama dengan kombinasi input 33 $tetapi dengan biaya 8+ juta lebih rendah. <kuran produkti9itas total biasanya merupakan kombinasi dari perubahan dalam efisiensi teknis dan efisiensi trade off input. F.1. Pengukuran Produkti)itas Parsial Pengukuran Produkti9itas adalah penilaian kuantitatif atas perubahan produkti9itas. -ujuan pengukuran ini adalah menilai apakah efisiensi produktif telah meningkat atau menurun. Pengukuran produkti9itas untuk satu input pada suatu 'aktu disebut pengukuran produkti9itas parsial. F.1.1. Definisi Pengukuran rodukti)itas arsial Definisi Pengukuran produkti9itas parsial merupakan produkti9itas dari satu input tunggal biasanya diukur dengan menghitung rasio output terhadap input. ?asio Produkti9itas 5 EutputB3nput Karena hanya produkti9itas dari satu input yang sedang diukur, ukuran itu disebut pengukuran produkti9itas parsial. 0ika output dan input diukur dalam kuantitas fisik, maka kita memperoleh ukuran produkti9itas operasional. 0ika output dan input dinyatakan dalam dolar,

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

1/

maka kita memperoleh ukuran produkti9itas keuangan. Sebagai contoh, tahun %::/ pabrik .add memproduksi 1%:.::: lampu hias dan menggunakan ):.::: jam tenaga kerja. ?asio produkti9itas tenaga kerja adalah ( lampu hiasBjam "1%:.:::B):.:::#. hal tersebut adalah ukuran operasional karena unit$unit dinyatakan dalam bentuk fisik. 0ika harga jual untuk setiap lampu hias adalah 8+: dan biaya tenaga kerja adalah 81% per jam, maka output dan input dapat dinyatakan dalam dolar. ?asio produkti9itas tenaga kerja yang dinyatakan dalam keuangan adalah 81%,+: dari pendapatan per dolar biaya tenaga kerja "8,.:::.:::B8) :.:::#. F.1.2. *kuran%ukuran Parsial dan Pengukuran Peru'ahan Efisiensi Produktif <ntuk mengukur perubahan dalam produkti9itas, ukuran akti9itas yang actual berjalan dibandingkan dengan ukuran produkti9itas periode sebelumnya. Periode sebelumnya disebut periode dasar dan menjadi acuan bagi pengukuran perubahan efisiensi produktif. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui atau menilai apakah efisiensi produktif telah meningkat atau menurun. Sebagai ilustrasi, anggap tahun %::/ dari pabrik .add .ightening sebagai periode dasar dan standar produkti9itas tenaga kerja yaitu ( lampu hiasBjam. Setelah itu, anggaplah pada akhir tahun %::/, .add .ightening memutuskan untuk mencoba prosedur baru untuk memproduksi dan merakit lampu hias dengan harapan prosedur baru itu akan menggunakan tenaga kerja lebih sedikit.pada tahun %:: , terdapat 1+:.::: lampu hias yang diproduksi dengan menggunakan (/.+:: jam tenaga kerja. ?asio produkti9itas tenaga kerja untuk tahun %:: adah ) lampu hiasBjam "1+:.:::B(/.+::#.perubahan dalam produkti9itas adalah kenaikan 1 unit per jam "dari ( unit pada tahun %::/ menjadi ) unit pada tahun %:: #. Perubahan yang terjadi merupakan peningkatan yang signifikan dalam produkti9itas tenaga kerja dan menjadi bukti keefektifan prosedur tersebut. F.1.3.

Keunggulan *kuran Parsial

Penggunaan ukuran parsial memiliki keunggulan yaitu mudah diintepretasikan oleh semua pihak di dalam perusahaan sehingga ukuran tersebut mudah digunakan untuk menilai kinerja produkti9itas dari karya'an operasional. F.1.4 Kele!ahan *kuran Parsial

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

<kuran parsial yang digunakan secara terpisah dapat menyesatkan. Pertama, kemungkinan terjadi trade$off menyebabkan perlu adanya ukuran produkti9itas total untuk menilai kelebihan berbagai keputusan produkti9itas. Kedua, karena ada kemungkinan trade-off, ukuran produkti9itas total harus mempertimbangkan konsekuensi keuangan agregat sehingga harus dalam bentuk sebuah ukuran keuangan. F.2. Pengukuran Produkti)itas Total Pengukuran produkti9itas dari seluruh input disebut Pengukuran Produkti9itas -otal. Dalam praktiknya, mengatur pengaruh dari seluruh input mungkin tidak diperlukan. Perusahaan hanya mengukur produkti9itas dari faktor$faktor yang dianggap sebagai indicator rele9an bagi keberhasilan dan kinerja perusahaan. 0adi, pengukuran produkti9itas total dapat didefinisikan sebagai pemfokusan perhatian pada beberapa input yang menunjukkan keberhasilan perusahaan secara total. -erdapat % pendekatan dalam pengukuran ini! F.2.1. Pengukuran Profil Produkti)itas Pengukuran profil menyediakan serangkaian atau sebuah 9ector ukuran operasional parsial yang berbeda dan terpisah. Profil dapat dibandingkan dari 'aktu ke 'aktu untuk memberikan informasi mengenai perubahan produkti9itas. <ntuk mengilustrasikan pendekatan ini, lihat kembali contoh .add .ighting "tampilan 1+$11#. -ampilan dtersebut menyajikan profil rasio produkti9itas untuk setiap tahun. Profil yahun %::/ adalah "(, :,1::# dan profil tahun %:: adalah "), :,1:+#. Dengan membandingkan kedua tahun tersebut, dapat dilihat bah'a produkti9itas tenaga kerja dan bahan meningkat "dari ( menjadi ) untuk tenaga kerja dan dari :,1:: menjadi :,1:+ untuk bahan#. Perbandingan profil ini menyediakan cukup banyak informasi sehingga manajer dapat menyimpulkan proses perakitan baru secara nyata telah memperbaiki produkti9itas secara keseluruhan.

?asio Produkti9itas Parsial Profil %::/a ?asio produkti9itas tenaga kerja (,:: Profil %:: b ),::

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

1>

?asio produkti9itas bahan baku

:,1::

:,1:+

a-enaga kerja! 1%:.:::B):.:::D bahan baku! 1%:.:::B1.%::.::: b-enaga kerja! 1+:.:::B(/.+::D bahan baku! 1+:.:::B1.)% .+/1 -ampilan. 1+$11 kuran produktifitas ! Analisis Prifit -anpa -rade$EffJ.add .ighting 2orporation Analisis profil dapat menyediakan pengetahuan tentang perubahan produkti9itas yang bermanfaat bagi manajer. 6amun, pada beberapa kasus analisis profil tidak mampu memberikan indikasi yang jelas mengenai apakah perubahan produkti9itas memba'a hasil yang baik atau buruk. <ntuk mengilustrasikannya, ubah kembali data perusahaan data sama kecuali untuk bahan pada tahun %:: adalah 1./::.::: pon. %::/ 0umlah mesin yang diproduksi 0am tenaga kerja yang digunakan 1ahan yang digunakan "dalam satuan pon# 1%:.::: ):.::: 1.%::.::: %:: 1+:.::: (/.+:: 1.)% .+/1 .add .ighting untuk memungkinkan terjadinya trade$off di antara dua input. Anggap seluruh

Dapat dilihat, profil produkti9itas pada tahun %::/ masih tetap "(, :,1::#, tetapi untuk tahun %:: berubah menjadi "), :,: #. Produkti9itas tenaga kerja meningkat dari ( menjadi . Proses baru telah ) namun produkti9itas bahan menurun dari :,1:: menjadi :,: mampu mengungkapkan apakah trade$off tersebut baik atau buruk.

menciptakan trade$off dalam produkti9itas dari kedua ukuran namun analisis profil tidak

F.2.2. Pengukuran Produkti)itas 'erkaitan dengan la'a Pengukuran jumlah perubahan laba yang diakibatkan oleh perubahan produkti9itas disebut pengukuran produkti9itas yang berkaitan dengan laba. Dengan menilai pengaruh perubahan produkti9itas terhadap laba periode berjalan, manajer akan terbantu dalam

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

%:

mengetahui manfaat ekonomis dari perubahan produkti9itas. Aturan keterkaitan dengan .aba "Profit$.inkage ?ule#! untik periode berjalan, hitunglah biaya input yang seharusnya digunakan dalam keadaan tanpa adanya perubahan produkti9itas dan bandingkan biaya tersebut dengan biaya input actual yang digunakan. Selisih biayanya adalah sejumlah perubahan laba yang disebabkan oleh perubahan produkti9itas. <ntuk mengaplikasikan aturan ini, input yang seharusnya digunakan selama periode berjalan dalam keadaan tanpa perubahan produkti9itas harus dihitung terlebih dahulu. Misalkan, PC adalah jumlah input tanpa perubahan produkti9itas. <ntuk mengetahui PC pada suatu input tertentu, bagilah output periode berjalan dengan rasio produkti9itas input periode dasar. PC 5 Eutput periode berjalanB?asio produkti9itas periode dasar <ntuk mengilustrasikannya digunakan contoh .add .ighting dengan trade$off input dan juga diperlukan tambahan informasi yaitu sebagai berikut! %::/ 0umlah mesin yang diproduksi 0am tenaga kerja yang digunakan 1ahan yang digunakan "dalam satuan pon# 1%:.::: ):.::: 1.%::.::: %:: 1+:.::: (/.+:: 1./::.:::

-mpilan. 1+$1% Pengukuran Produktifias berkaitan dengan .aba +,,0umlah mesin yang diproduksi 0am tenaga kerja yang digunakan 1ahan yang digunakan "dalam satuan pon# =arga jual per unit "mesin# <pah tenaga kerja per jam 1iaya bahan per pon 1%:.::: ):.::: 1.%::.::: 8+: 811 8% +,,. 1+:.::: (/.+:: 1./::.::: 8) 81% 8(

Eutput periode berjalan "tahun %:: # adalah 1+:.::: mesin. ?asio produkti9itas periode dasar untuk tenaga kerja dan bahan pada tampilan diatas adalah ( dan :,1::. Dengan

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

%1

menggunakan informasi tersebut, jumlah setiap input untuk keadaan tanpa perubahan produkti9itas dapat dihitung sebagai berikut. PC "tenaga kerja# 5 1+:.:::B( 5 +:.::: jam

PC "bahan baku# 5 1+:.:::B:,1:: 5 1.+::.::: pon PC memperlihatkan jumlah input tenaga kerja dan bahan yang seharusnya digunakan pada tahun %:: dengan asumsi tidak ada perubahan produkti9itas. 0umlah biaya yang seharusnya dikeluarkan, dihitung dengan mengalikan jumlah setiap input "PC# dengan harga periode berjalan "P# dan menjumlahkannya. 1iaya tenaga kerja "+:.::: ; 81%# 1iaya bahan baku "1.+::.::: ; 8(# -otal biaya PC 8 ,::.::: ).+::.::: 8+.1::.:::

1iaya input actual diperoleh dengan mengalikan jumlah input actual "AC# dengan harga berjalan setiap input "P# dan menjumlahkannya. 1iaya tenaga kerja "(/.+:: ; 81%# 1iaya bahan baku "1./::.::: ; 8(# -otal biaya periode berjalan 8 )+:.::: +.1::.::: 8+.++:.:::

Akhirnya, pengaruh produkti9itas terhadap laba dihitung dengan mengurangkan total biaya berjalan dengan total biaya PC. Pengaruh terkait dengan laba 5 -otal biaya PC 4 -otal biaya periode berjalan 5 8+.1::.::: $ 8+.++:.::: 5 8)+:.::: penurunan laba .aba turun sebesar 8)+:.::: karena perubahan produkti9itas. Perhatikan juga bah'a setiap pengaruh produkti9itas yang terkait dengan laba dapat dihitung untuk satu jenis input. Peningkatan produkti9itas tenaga kerja menghasilkan kenaikan laba sebesar 8 1+:.:::, namun penurunan produkti9itas bahan mengakibatkan penurunan laba sebesar 8,::.:::.

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

%%

Sebagian besar penurunan laba ini disebabkan oleh meningkatnya pemakaian bahan4ternyata limbah, sisa bahan baku, dan unit cacat jauh lebih banyak pada proses yang baru.

"1# "1# 3nptu -enaga kerja 1ahan baku -otal PCK +:.::: 1.+::.:::

"%#

"(#

")#

"%#$")#

PC ; P 8,::.::: ).+::.::: 8+.1::.:::

AC (/.::: 1./::.:::

AC ; P 8)+:.::: +.1::.::: 8+.++:.:::

"PC;P#$"AC;P# 81+:.::: ",::.:::# 8")+:.:::#

F-enaga kerja ! 1+:.:::B(D bahan baku ! 1+:.:::B:,1:G

"

-ampilan. 1+$1( <kuran Produktifitas -erkait dengan .aba /0 Ko! onen Pe!ulihan Harga Selisih antara perubahan laba total dan perubahan produkti9itas terkait dengan laba

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

%(

disebut komponen pemulihan harga "price-recovery component#. Komponen ini adalah perubahan pendapatan dikurangi perubahan biaya input dengan asumsi tidak ada perubahan produkti9itas. Eleh karena itu, komponen pemulihan harga mengukur kemampuan perubahan pendapatan untuk menutupi perubahan biaya input dengan asumsi tidak ada perubahan akti9itas. <ntuk menghitung komponen pemulihan harga, pertama kita perlu menghitung perubahan laba setiap periode.

+,,. Pendapatan 1iaya 3nputm .aba


8) ;1+:.:::D 8+:; 1%:.::: "81% ; (./+:.:::# L "8( ; 1./::.:::#D "811 ; ):.:::# L "8% ; 1.%::.:::#

+,,8,.:::.::: %. ):.::: 8(.1,:.:::

Selisih 81.%::.::: %./1:.::: 8"1.+1:.:::#

8/.%::.::: +.++:.::: 81.,+:.:::

Pemulihan harga

5 Peubahan harga 4 Perubahan produkti9itas terkait dengan laba 5 "8 1.+1:.:::# 4 "8 )+:.:::# 5 "8 1.:,:.:::#

Kenaikan pendapatan tidak akan cukup untuk menutupi kenaikan biaya input. Penurunan produkti9itas hanya akan memperburuk masalah pemulihan harga. Meskipun demikian, kenaikan produkti9itas dapat digunakan untuk mengimbangi kerugian pemulihan harga.

H0 Kualitas dan Produkti)itas Peningkatan kualitas dapat meningkatkan produkti9itas dan juga sebaliknya. Penurunan jumlah unit cacat memperbaiki kualitas, sedangkan pengurangan jumlah input yang digunakan meningkatkan produkti9itas. Sebuah perusahaana mungkin saja memproduksi

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

%)

barang dengan sedikit atau tanpa cacat, tetapi masih menjalankan proses yang tidak efisien. Sebagai contoh, ada barang yang mele'ati dua proses yang masing$masing membutuhkan 'aktu lima menit "anggaplah barang tersebut diproduksi tanpa cacat#. 0adi, untuk memproduksi satu unit dibutuhkan 'aktu 1: menit untuk melalui kedua proses tersebut. saat ini, jumlah yang diproduksi dalam tiap batch produksi adalah 1.%:: unit. Proses 1 memproduksi 1.%:: unit. Selanjutnya, batch produksi tersebut dipindahkan ke lokasi lain untuk menjalani proses kedua. 0adi, untuk setiap proses dibutuhkan 'aktu ,.::: menit "+ menit ; 1.%:: unit# atau 1:: jam. -otal 'aktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 1.%:: unit adalah %:: jam "1:: jam untuk setiap proses# ditambah 'aktu pengiriman dari proses 1 ke proses %, anggaplah 1+ menit. 1erarti, 'aktu produksinya %:: jam 1+ menit. Dengan mendesain ulang proses manufaktur, efisiensi dapat diperbaiki. Misalkan lokasi proses % berada cukup dekat dengan lokasi proses 1 sehingga segera setelah satu unit diselesaikan pada proses 1, unit tersebut langsung dimasukkan ke proses %. Dengan cara ini, proses 1 dan % dapat berjalan secara bersamaan. Sehingga proses % tidak lagi perlu menunggu sampai selesainya produksi 1.%:: unit ditambah dengan 'aktu pengiriman sebelum ia mulai dapat beroperasi. Sekaramg, total 'aktu untuk memproduksi 1.%:: unit menjadi ,.::: menit ditambah 'aktu menunggu pengiriman unit pertama "+ menit#. 0adi, 'aktu produksi 1.%:: unit telah berkurang dari %:: jam 1+ menit menjadi 1:: jam + menit. =asilnya adalah lebih banyak output yang dapat di produksi dengan lebih sedikit input "dalam hal ini, 'aktu#.

I0 Insentif Pe!'agian Keuntungan 3nsentif pembagian keuntungan adalah pemberian insentif uang tunai bagi seluruh tenaga kerja perusahaan yang menjadi kunci pencapaian kualitas dan produkti9itas. Sebagai contoh, suatu perusahaan memiliki target untuk, mengurangi jumlah unit cacat hingga 1: persen

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

%+

selama kuartal berikutnya pada pabrik tertentu. 0ika tujuan tersebut tercapai, perusahaan memperkirakan akan terjadi penghematan sebesar 8 1.:::.::: "dengan menghindari hal$hal seperti pengerjaan ulang dan perbaikan di masa garansi#. Pembagian keuntungan memberikan insentif dengan mena'arkan bonus kepada pega'ai sesuai dengan persentase penghematan biaya, misalnya %: persen yaitu sebesar 8 %::.:::.

BAB III PEN*T*P Kesi! ulan

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

%,

1iaya kualitas merupakan biaya yang bisa lebih besar dari estimasi karena kurang pengetahuannya seorang menejer dalam menganalisis biaya kualitas. Dengan mempelajari dan mengaplikasikan system informasi biaya kualitas, diharapkan seorang manager nantinya mampu mengestimasi biaya kualits dengan baik. Dalam suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi akan lebih efisien biaya jika seorang manager B akuntannya sudah mampu menelunsuri biaya kualitas yang tersembunyi maupun yang tidak tersembunyi. 3nformasi biaya kualitas dapat berguna untuk seorang manajer dalam pengambilan keputusan, menge9aluasi kinerja program peningkatan kualitas secara menyeluruh dan membantu perbaikan berbagai keputusan manajerial.Karena begitu pentingnya biaya kualitas 'ajib bagi sebuah perusahaan untuk menelunsuri biaya kualitasnya. Selain daripada pentingnya biaya kualitas persahaan juga harus memperhatikan hubungan output maupun input dalam sebuah kegiatan produkti9itas. Karena akan mempengaruhi harga, laba usaha, dan insentif bagi karya'an. Agar mencapai ketiga tersebut perusahaan harus memenuhi hubungan efisiensi trade-off input! Apbila tercapai efisiensi trade$off input maka akan tercapau pula &fisiensi produktif total. Dengan adanya kombinasi antara biaya kualitas dan produktifitas maka perusahaan akan mampu mengalokasikan biaya$biaya secara efektif dan efisien. Kritik dan Sararan

A*untansi Mana+erial "TI( ,(&A "M-

%/