Anda di halaman 1dari 4

I.

DEFINISI MASALAH Jadi pada kali ini akan dianalisis secara kuantitatif senyawa obat tunggal yaitu ibuprofen yang terdapat pada sampel obat-obatan dan kontrol serum manusia. Ibuprofen adalah golongan non-steroid sebagai obat anti-inflamasi yang digunakan untuk menghilangkan gejala arthritis, dismenorea primer dan demam serta sebagai analgesic terutama dimana ada komponen inflamasi. Efek samping dari obatnya adalah terjadi pendarahan gastrointestinal.

II.

METODE YANG DIGUNAKAN Metode yang digunakan dalam penentuan ibuprofen kali ini adalah spektrofotometri. Spektrofotometri yaitu metode analisis yang didasarkan pada absorpsi radiasi elektromagnet. Spektrofotometri ini hanya terjadi bila terjadi perpindahan elektron dari tingkat energi yang rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Berbagai metode yang telah digunakan dalam penentuan ibuprofen antaralain metode kromatografi(HPLC, GC, HPTLC,TLC), metode elektroforesis, spektrofotometri dan metode titrimeti dan potensiometri.

III.

ANALISIS KUANTITATIF

Pra Sampling dan Sampling pada tablet dan krim Diambil 20 tablet yang mengandung ibuprofen untuk masing-masing sediaan farmasi yang di teliti (Ibuprofen, Panfarma, Belgrade, Serbia dan Brufen, Galenika a.d., Belgrade, Serbia) ditimbang dan dihaluskan. Hasil jumlah serbuk yang ditimbang seksama, equivalent dengan 400.0

mg (berat dari 1 tablet) kemudian ibuprofen dilarutkan ke dalam 25.00 ml etanol. Lalu disentrifugasi (1800 rpm, 10 menit) dan disaring dengan membran filter 0.45 m ke dalam labu ukur 100 ml. Residu dicuci sebanyak 3 kali dengan 15.00 ml etanol untuk mendapat recovery yang lengkap dari obat. Hasil pencucian dimasukkan ke dalam labu ukur dan di add dengan solven. Diambil 2,5 ml dan dimasukkan kedalam labu ukur 100 ml kemudian di add dengan etanol untuk mendapatkan konsentrasi ibuprofen yang diharapkan yaitu 100 g ml-1. Untuk penentuan HPLC, aliquot dari ibu profen dipindahkan ke labu ukur 10 ml dan di panaskan di waterbath. Residu kemudian dilarutkan dengan fase gerak, lalu diambil 20 l kemudian dipindah ke vial kaca untuk injeksi otomatis ke sistem HPLC. Untuk krim (Brufen, Galenika a.d., Belgrade, Serbia), 4 g setara dengan 400 mg ibu profen ditimbang dan dicampur dengan 25 ml etanol. Campuran di aduk selama 30 menit, disentrifugasi dengan kecepatan 1800 rpm selama 10 menit kemudian di milipore. Preparasi selanjutnya sama dengan tablet. Pra Sampling dan Sampling pada serum Digunakan kontrol serum manusia yang terliofilisasi (Lyotrol N, bioMrieuxsa, France). Untuk 0,5 ml serum, jumlah larutan ibuprofen yang sesuai 10 mg ml-1 dan 15 ml etanol ditambahkan. Kemudian divortex, lalu disentrifugasi selama 5 menit dengan kecepatan 3000 rpm untuk mendapatkan endapan protein. Kemudian supernatan diambil lalu dimasukkan ke dalam labu ukur standar 25 ml kemudian di add sampai tanda batas dengan solven. Sampel serum mengandung 100 g ml-1 ibu profen. Aliquot dari larutan ini dipindahkan ke wadah. Untuk penentuan kinetik, Fe3+ ditutupi dengan penambahan Fe- secukupnya 1.010-4 g ml1

. Untuk penentuan HPLC aliquot dari larutan ibuprofen dipindahkan ke

labu volum 10 ml dan diuapkan di waterbath. Residu lalu dilarutkan

dengan fase gerak dan 20 l dipindahkan ke vial kaca untuk injeksi otomatis ke sistem HPLC. Hasil Analisis Kuantitatif Hasil yang didapat untuk metode ini sesuai dengan metode HPLC resmi. Recovery baik terlihat pada tabel VI, mengindikasikan bahwa komponen dari sampel serum kontrol manusia tidak menghalangi Fe3+ ditutupi dengan F- dan protein sehingga dapat diendapkan dalam proses deteksi ibuprofen. Kromatogram HPLC dari determinasi ibuprofen pada tablet (1.03 g ml-1) dan serum spiked (0.52 g ml-1) diberikan pada figur 7. Oleh karena itu, metode yang diajukan dapat digunakan untuk determinasi ibuprofen pada sampel serum. Secara statistik, nilai F dan t yang dihitung pada taraf kepercayaan 95% lebih rendah dari nilai secara teoritis, mengkonfirmasi bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara performa metode yang di ajukan dan metode resmi.

PEMECAHAN MASALAH DAN KESIMPULAN Metode kinetik-spektofotometri yang diajukan untuk determinasi ibuprofen dalam sampel pharmaceutical yang dilaporkan dalam jurnal ini simpel, cepat dan murah dan sangat sesuai untuk analisis quality control. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada akurasi dan presisi, range dinamik linear yang lebih luas dan batas deteksi yang lebih rendah dibandingkan determinasi spektrofotometrik ibuprofen (Tabel VII).