Anda di halaman 1dari 3

Teh memiliki kandungan Tanin

Tanin dalam teh bisa menjadikan rasa lebih mantap, tapi dosis Tanin yang tinggi menjadikan rusaknya saluran pencernaan. Tanin juga mempunyai peranan menjadi Inhibator absorsi Fe (Zat yang menghambat penyerapan zat besi), tapi keadaan seperti itu bisa di netralisir dengan vitamin C, Misalnya minum teh di tambah dengan perasan jeruk, disamping membuat cita rasa teh lebih nikmat juga bisa menetralisir hal tersebut.

Kandungan zat dalam teh Kandungan zat dalam teh bagi kesehatan -Minuman teh lebih banyak di gemari di masyarakat dari pada minuman kopi karena teh mempunyai efek samping yang lebih sedikit di bandingkan kopi. Dan seiring kemajuan teknologi, teh sekarang di kemas dalam bentuk instant seperti teh celup, dengan cara seperti ini kita tidak usah repot-repot lagi kalau bikin teh, tinggal celup aja jadi. Tapi tahukah anda zat yang terkandung dalam teh? Tanaman teh sebenernya yang di manfaatkan hanya pucuknya sekitar 2-3 lembar daun saja, sedangkan daun yang lain di buang. Teh berdasarkan cara pengolahannya di bedakan menjadi 2 macam yaitu: 1. Teh hijau

Teh jenis ini di olah tanpa fermentasi yang mempunyai rasa lebih sepet di bandingkan teh hitam, karena kadar Taninnya lebih tinggi.

2. Teh hitam

Di namakan teh hitam karena warnanya hitam, teh jenis ini pengolahanya mengunakan fermentasi.

Tanin adalah suatu senyawa Polifenol dari tumbuhan,berasa Pahit dan Kelat yang bereaksi dan dengan menggumpalkan Protein ,atau senyawa organik lainnya termasuk Asam Amino dan Alkohol. Tanin adalah kelompok zat utama dalam teh ekstrak. Kandungan tanin dalam teh hijau di ketahui adalah 12-25%, dan teh hitam - 8-18%.Tanin inilah yang memberikan cita rasa yang khas terhadap teh tersebut yaitu rasa yang sedikit sepat. Semakin tinggi kadar tanin, semakin tinggi kualitas bahan baku. Kandungan Tannin dalam teh hijau 2 kali lebih banyak dari Teh hitam,karena teh hitam mengalami oksidasi 40-50% pada saat diolah. Bahaya Tanin. Banyak manfaat yang didapat oleh tubuh dari meminum Teh,salah satunya adalah sebagai Antioksidan yang di percaya dapat mengusir radikal bebas sehingga dapat menurunkan resiko serangan jantung dan stroke.Namun tannin yang terkandung di dalam Teh memberikan efek

yang kurang baik bagi kesehaatan. Tanin ini berperan dalam pengurangan daya serap zat besi (Iron/Fe). Selain itu, tanin diketahui dapat berikatan dengan protein dan mineral sehingga protein dan mineral menjadi tidak dapat digunakan oleh tubuh. Dari suatu penelitian di Amerika minum teh dapat mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi sebanyak 64 % . Padahal zat besi ini berguna untuk pembentukan sel darah merah. Akibatnya dapat terjadi kondisi anemia.! (kesehatan.kompasiana.com) Sosuli Bahaya Tanin. penelitian Chang et al (1994) menyebutkan bahwa tikus percobaan yang mengkonsumsi tanin teh dalam konsentrasi tinggi tapi diimbangi dengan makanan bergizi seimbang selama 4 minggu, tidak menunjukkan perbedaan tingkat pertumbuhan, rasio efisiensi protein, daya cerna protein dengan tikus kontrol (yang mengkonsumsi makanan tanpa tanin teh). Dilaporkan juga tidak terjadi perbedaan penyerapan magnesium serta kadar kalsium dan magnesium tulang paha antara tikus yang diberi perlakuan dengan tikus kontrol. Tingkat penyerapan kalsium tikus yang diberi perlakuan mengalami penurunan pada 2 minggu pertama tetapi pada minggu ke-4 tingkat penyerapan kalsiumnya relatif sama dengan tikus kontrol. (ilmu pangan.blgspot.com) Dari penelitian Chang et al (1994) ini menarik dicermati bahwa minum teh jika diimbangi dengan konsumsi makanan yang gizinya seimbang tidak akan menyebabkan masalah terhadap kesehatan. Hanya mungkin perlu perhatian khusus kalau makanan sehari-hari yang dikonsumsi rendah protein dan mineral ,atau bila anggota keluarga anda menderita anemia, begitu pula pada anak-anak yang kebutuhan protein dan mineralnya lebih tinggi, akan lebih baik bila dibiasakan untuk tidak minum teh sambil makan. Manfaat Tanin Bahan kunyahan seperti gambir(salah satu campuran makan sirih) memanfaatkan tanin yang

terkandung di dalamnya untuk memberikan rasa kelat ketika makan sirih. Sifat pengelat atau pengerut (astringensia) itu sendiri menjadikan banyak tumbuhan yang mengandung tanin dijadikan sebagai bahan obat-obatan. Tanin yang terkandung dalam teh memiliki korelasi yang positif antara kadar tanin pada teh dengan aktivitas antibakterinya terhadap penyakit diare yang disebabkan oleh Enteropathogenic Esclierichia culi (EPEC) pada bayi Hasil penelitian Yulia (2006) menunjukkan bahwa daun teh segar yang belum mengalami pengolahan lebih berpotensi sebagai senyawa antibakteri, karena seiring dengan pengolahan menjadi teh hitam, aktivitas senyawa-senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri pada daun teh menjadi berkurang.(wikipedia)

Maka minum teh merupakan salah satu acara wajib banyak orang di dunia, termasuk di Indonesia..baik pagi maupun petang..Mulai dari restoran mewah, rumah makan biasa sampai warteg maka pesanan minum teh akan selalu ada sebagai teman makan para tamu. Bisa diminum panas atau dingin..Monggo, sesuai selera..dijamin tetap nikmat ! Teh memang punya pesona tersendiri, sama seperti minuman favorit banyak orang yakni kopi..maka ia akan menghiasi tiap meja makan dalam rumah semua orang di Indonesia. Well, I know..sudah terdengar agak hiperbola ya?hehe..saya akui bahwa sy memang salah satu penggila teh. Bukan Kopi ! tidak bisa minum kopi tepatnya..:-( Sudah bukan rahasia lagi bahwa teh banyak memberikan manfaat. Kandungan antioksidannya dipercaya bisa mengusir radikal bebas dari tubuh sehingga dapat menurunkan resiko terkena serangan jantung dan stroke. Kandungan kafeinnya lebih rendah dari kopi. Para ahli juga percaya bahwa teh mampu mengurangi tingkat stres dan menjadi alternatif penyembuhan bagi para penderita Alzheimer. Selain itu teh baik untuk kulit dan banyak dimanfaatkan produsen kosmetik mengekstrak sarinya . Dikalangan perempuan, teh bahkan populer digunakan dalam program pelangsingan tubuh . Dibalik kelebihan teh yg sudah saya sebutkan di atas, sebenarnya ada salah satu kandungan dalam teh yang memberikan efek kurang baik pada kesehatan yakni zat tanin. Tanin inilah yang memberikan cita rasa yang khas terhadap teh tersebut yaitu rasa yang sedikit sepat. Sayangnya zat ini berperan dalam pengurangan daya serap zat besi (Iron/Fe). Selain itu, tanin diketahui dapat berikatan dengan protein dan mineral sehingga protein dan mineral menjadi tidak dapat digunakan oleh tubuh. Dari suatu penelitian di Amerika minum teh dapat mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi sebanyak 64 % . Padahal zat besi ini berguna untuk pembentukan sel darah merah. Akibatnya dapat terjadi kondisi anemia.!.. Namun berita baiknya adalah bahwa minum teh jika diimbangi dengan konsumsi makanan yang gizinya seimbang tidak akan menyebabkan masalah terhadap kesehatan. Hanya mungkin perlu perhatian khusus kalau makanan sehari-hari yang dikonsumsi rendah protein dan mineral ,atau bila anggota keluarga anda menderita anemia, begitu pula pada anak-anak yang kebutuhan protein dan mineralnya lebih tinggi, akan lebih baik bila dibiasakan untuk tidak minum teh sambil makan.. Jadi tetap aman kan?..:-)

Anda mungkin juga menyukai