Anda di halaman 1dari 16

PENDEKATAN TRADISIONAL UNTUK PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI

A. Hakikat Akuntansi: Berbagai Pandangan Akuntansi sebagai seni maupun sebagai aktivitas jasa dan secara tidak langsung menyatakan bahwa akuntansi mencakup sekumpulan teknik yang dianggap bermanfat untuk suatu bidang tertentu. The Handbook of Accounting mengidentifikasi berbagai bidang yang memanfaatkan akuntansi yaitu: laporan keuangan, penentuan dan perencanaan pajak, audit independent, system-sistem pemrosesan data dan informasi, akuntansi biaya dan manajemen, akuntansi pendapatan nasional, dan konsultasi manajemen. Para akuntan memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang proses akuntansi dalam menguraikan perbedaan teori-teori akuntansi. Beberapa pandangan tersebut antara lain:

1. Akuntansi sebagai ideologi Ideologi merupakan pandangan umum yang terlepas dari wawasannya yang perihal dan mungkin penting, mencegah kita untuk memahami masyarakat di mana kita tinggal dan kemungkinan untuk mengubahnya. Akuntansi dipandang sebagai suatu fenomena ideologi sebagai suatu sarana untuk mempertahankan dan melegimitasi aturan-aturan social, ekonomi dan politik yang berlaku saat ini. Persepsi akuntansi sebagai instrument rasionalitas ekonomi digambarkan dengan sangat baik oleh Weber, yang mendefinisikan rasionalitas formal dari suatu tindakan ekonomi sebagai tingkat samapi sejauh mana perhitungan kuantitatif atau akuntansi mungkin dilakukan secara teknis dan secara nyata dapat diterapkan

2. Akuntansi sebagai bahasa Akuntansi adalah satu alat mengkomunikasikan informasi suatu bisnis. Persepsi akuntansi sebagai bahasa ini juga diakui oleh profesi akuntansi, yang menerbitkan bulletin terminilogi akuntansi. Hal ini juga diakui dalam literature empiris, yang mencoba untuk mengukur komunikasi dari konsep akuntansi. Hal itu mungkin dapat dibuktikan sebagai berikut :

a. Symbol / Karakter Leksikal dari suatu bahasa adalah unit-unit atau kata-kata yang memiliki arti dan dapat diidentifikasikan dalam bahasa mana pun. b. Aturan tata bahasa dari suatu bahasa mengacu pada pengaturan sintaksis pada bahasa apa pun.

3. Akuntansi sebagai catatan historis Umumnya, akuntansi telah dipandang sebagai suatu sarana penyediaan

sejarah/historis (history) suatu organisasi dan transaksi-transaksinya dengan lingkungannya. Baik bagi pemilik maupun pemegang saham perusahaan, pencatatan akuntansi menyediakan suatu sejarah kepengurusan manajer terhadap sumber daya pemilik. Binberg

membedakannya menjadi empat periode : a. Periode Pemeliharaan Murni b. Periode Pemeliharaan Tradisional c. Periode Utilisasi Aktiva d. Periode Terbuka

4. Akuntansi sebagai realitas ekonomi masa kini Akuntansi juga telah dipandang sebagai suatu sarana untuk mencerminkan realitas ekonomi masa kini. Tesis utama dari pandangan ini adalah bahwa baik neraca maupun laporan laba rugi harus didasarkan pada suatu basis penilaian yang lebih mencerminkan kenyataan ekonomi daripada biaya historis. Tujuan utama dari gambaran akuntansi ini adalah penentuan laba yang sebenarnya, suatu konsep yang mencerminkan perubahan kesejahteraan perusahaan pada suatu periode waktu.

5. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi Akuntansi sebagai proses yang menghubungkan sumber informasi atau transmitter (biasanya akuntan), saluran komunikasi, dan sekumpulan penerima (pengguna eksternal). Pandangan ini memberikan manfaat yang penting baik secara konseptual maupun secara empiris,

a. Pandangan ini mengasumsikan bahwa system akuntansi merupakan satu-satunya system pengukuran formal dalam organisasi. b. Pandangan ini memunculkan kemungkinan desain system akuntansi yang optimal yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat.

6. Akuntansi sebagai komoditas Akuntansi juga dipandang sebagai suatu komoditas yang merupakan hasil dari suatu aktivitas ekonomi. Akuntansi ada karena terdapat permintaan akan informasi khusus dan akuntan mau dan mampu untuk menghasilkannya.

7. Akuntansi sebagai mitos Akuntansi menciptakan mitos yang merupakan cara mudah memahami dunia ekonomi dan menjelaskan fenomena kompleks. Melalui akuntansi, suatu fenomena ekonomi kompleks diterjemahkan bagi para pengguna dengan cara yang lebih mudah dan dapat dimengerti, sehingga menciptakan lebih banyak mitos dari pada kenyataan.

8. Akutannsi sebagai alasan logis Akuntansi mungkin digunakan untuk melekatkan makna terhadap peristiwa dan karenanya menyediakan suatu justifikasi bagi kejadian mereka di masa mendatang, dengan adanya ketidaktepatan dan ketidakpastian yang melingkupi kebanyakan angka akuntansi, akuntansi mungkin digunakan sebagai suatu cara untuk melegimitasi pemunculannya. Oleh sebab itu, akuntansi menjadi suatu perisai jaminan atau sertifikasi otoritas terhadap angka tersebut dan menyediakan suatu alasan pemikiran atas tindakan yang berdasar pada angka tersebut.

9. Akuntansi sebagai perumpamaan Akuntansi memberikan kontribusi terhadap penciptaan suatu gambaran atau citra dari organisasi. Akuntansi bertindak sebagai suatu gambaran organisasi melalui peristiwa yang telah diseleksi dan transaksi yang terjadi di organisasi. Konsekuensinya adalah timbul perasaan akan pentingnya akuntansi dan konsepsi tertentu mengenai realitas organisasi.

10. Akuntansi sebagai percobaan Akuntansi cukup fleksibel untuk mengekomodasi berbagai situasi, mengadaptasi solusi-solusi baru untuk masalah baru, dan beradaptasi terhadap kasus-kasus yang paling kompleks. Perusahaan-perusahaan dapat melakukan percobaan melalui pemakaian data, teknik, laporan atau pengungkapan akuntansi yang berbeda agar sesuai dengan lingkungan tertentu yang mereka miliki dan untuk beradaptasi terhadap kondisi yang berubah, dan bukannya terhambat atau terpaku kepada pendekatan konvensional yang sama. Akuntansi merupakan percobaan terutama ketika ia bersifat sukarela, inovatif dan tentative.

11. Akuntansi sebagai distorsi. Karena akuntansi digunakan untuk mengendalikan atau memengaruhi tindakantindakan baik dari pengguna internal maupun eksternal, akuntansi menjadi sasaran ideal bagi pihak-pihak yang mencoba untuk memanipulasi arti dari pesan yang akan dilihat oleh pengguna. Terdapat empat kelompok yang mungkin memengaruhi atau dipengaruhi oleh pesan-pesan akuntansi: a. Subjek yang perilakunya memberikan data bagi pesan-pesan akuntansi b. Akuntan yang menyiapkan data c. Akuntan yang memeriksa data d. Akuntan penerima data.

Tindakan disfungsional berupa manipulasi data ini disebut sebagai gangguan suara. Metode yang digunakan untuk mendistorsi system informasi dapat diklasifikasikan menjadi enam kategori besar berikut ini : a. Perataan atau penghalusan : mencakup proses pengubahan arus data alami atau terencana tanpa mengubah aktivitas actual dari organisasi. b. Pembiasan : mencakup proses pemilihan tanda-tanda yang memiliki kemungkinan paling besar untuk diterima dan dipilih oleh pengirim. c. Pemfokusan : mencakup proses baik penguatan ataupun pelemahan aspek-aspek tertentu dari sekumpulan informasi. d. Permainan : mencakup proses menyelesaikan aktivitas-aktivitas oleh pengirim sehingga menyebabkan terkirimnya pesan.
4

e. Penyaringan : mencakup proses pemilihan aspek-aspek tertentu yang menguntungkan dari serangkaian informasi yang sama berharganya dari komunikasi melalui pengumpulan, penyajian, agregasi, penahanan, atau penundaan. f. Tindakan illegal : mencakup proses pemalsuan data dan akibatnya melanggar hukum privat atau public.

B. Penyusunan dan Verifikasi Teori Walaupun akuntansi merupakan sekumpulan teknik yang dapat digunakan dalam bidang spesifik, namun praktiknya dilakukan dalam kerangka konseptual implicit yang terdiri dari prinsip-prinsip dan praktik-praktik yang telah diterima oleh profesi, dikarenakan oleh kegunaan dan logika yang dikandungnya. Petunjuk yang disebut sebagai Prinsipprinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) ini mengarahkan profesi akuntansi dalam pemilihan teknik-teknik akuntansi dan dalam penyiapan laporan keuangan dengan suatu cara yang dianggap sebagai praktek terbaik. Teori seharusnya tunduk terhadap pengujian yang bersifat logis dan empiris untuk membuktikan keakuratannya. Jika suatu teori bersifat matematis, pembuktian sebaiknya diprediksi melalui konsistensi logis. Apabila teori didasarkan pada fenomena fisik atau social, pembuktiannya sebaiknya diprediksi melalui hubungan antara kejadian-kejadian dan observasi-observasi sesungguhnya yang digunakan untuk membuat kesimpulan. Suatu teori akuntansi seharusnya dapat menjelaskan dan memprediksi fenomena akuntansi yang ada: saat sejumlah fenomena muncul, fenomena-fenomena tersebut diharapkan dapat membuktikan kebenaran teori tersebut.

C. Hakikat Teori Akuntansi Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan basis bagi peramalan dan penjelasan perilaku dan peristiwa akuntansi. Kita asumsikan, sebagai salah satu pasal dari kepercayaan, bahwa teori akuntansi adalah suatu hal yang mungkin. Teori didefinisikan sebagai suatu rangkaian gagasan, definisi dan usulan yang saling berhubungan yang melambangkan suatu pandangan sistematis atas fenomena melalui penentuan hubungan

yang ada diantara variable-variabel dengan tujuan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.

D. Metodologi dalam Perumusan Teori Akuntansi Kita sekarang telah menetapkan bahwa suatu teori akuntansi adalah mungkin jika: (1). Teori memberikan suatu kerangka referansi seperti yang disarankan oleh Hendriksen. (2). Teori mencakup tiga elemen : a. Pengodean fenomena ke dalam penyajian simbolis b. Manipulasi atau kombinasi yang mematuhi ataran tertentu c. Penerjemahan kembali ke fenomena dunia nyata, seperti yang disarankan oleh McDonald. Akuntansi adalah suatu seni yang tidak dapat diformalisasikan dan bahwa metodologi yang digunakan dalam formulasi suatu teori akuntansi secara tradisional adalah usaha untuk menjustifikasikan apa yang telah terjadi dengan memodifikasikan praktek-praktek akuntansi. Teori tersebut dinamakan akuntansi deskriptif. Sedangkan akuntansi normative adalah teori akuntansi berusaha untuk menjustifikasikan apa yang seharusnya terjadi, bukan apa yang terjadi. Inventory of Generally Accepted Accounting Principles for Bussiness Enterprise (Paul Grady), Accounting Priciples Board (APB) Statement No 4 merupakan bentuk pendekatan deskriptif dalam akuntansi. A Statement of Basic Accounting Theory (American Accounting Association) merupakan bentuk pendekatan normative dari akuntansi.

E. Pendekatan untuk Perumusan Teori Akuntansi Walaupun belum ada satupun teori akuntansi yang komprehensif, namun berbagai teori akuntansi yang bersifat menengah atau setengah jadi telah dihasilkan melalui sejumlah pendekatan yang berbeda. Untuk menjamin kejelasan, kita akan membatasi diskusi dalam bab ini hanya pada pendekatan tradisional untuk menyusun teori akuntansi. Pendekatanpendekatan tradisional ini meliputi:

(1). Non Teoritis, praktis, atau pragmatis Adalah suatu pendekatan pragmatis dan pendekatan kekuasaan. Pendekatan pragmatis terdiri atas penyusunan suatu teori yang ditandai oleh kesamaan dengan praktik di dunia nyata yang berguna dalam artian memberikan solusi yang sifatnya praktis. Sedangkan pendekatan kekuasaan untuk merumuskan suatu teori akuntansi yang terutama dipergunakan oleh organisasi professional terdiri atas penerbitan pernyataan sebagai regulasi dari praktik-praktik akuntansi. Pendekatan teori akuntansi merasionalisasikan pilihan dari teknik-teknik akuntansi yang berdasarkan atas pemeliharaan persamaan akuntansi. Pernyataan neraca biasanya dinyatakan sebagai : AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS. Persamaan laba akuntansi biasanya dinyatakan sebagai : LABA AKUNTANSI = PENDAPATAN BEBAN.

(2). Teoritis : a. Pendekatan deduktif Pendekatan deduktif dalam penyususnan teori manapun diawali dengan dalil dasar dan diteruskan dengan pengambilan kesimpulan logis mengenai subjek yang dipertimbangkan. Langkah yang dipergunakan untuk memperoleh pendekatan dediktif akan meliputi : (1). Menentukan tujuan dari laporan keuangan (2). Memilih postulat dari akuntansi (3). Menghasilkan prinsip dari akuntansi (4). Mengembangkan teknik dari akuntansi

b.

Pendekatan Induktif Pendekatan induktif dari penyusunan sebuah teori diawali dengan observasi dan pengukuran serta berlanjut pada kesimpulan umum. Pendekatan induktif untuk suatu teori mencakup empat tahap : (1). Mencatat seluruh observasi. (2). Menganalisis dan mengklasifikasikan observasi ini untuk mendeteksi danya hubungan yang berulang kembali.

(3). Penurunan induktif dari generalisasi dan prinsip akuntansi dari observasi yang menggambarkan hubungan berulang. (4). Menguji generalisasi. Menarik untuk diingat bahwa walaupun pendekatan deduktif diawali dengan dalil umum, formulasi dari dalil sering diselesaikan dengan alas an induktif, dikondidikan oleh pengetahuan penulis, dan pengalamannya dengan praktik akuntansi.

c.

Pendekatan Etis Inti dasar dari pendekatan etis adalah terdiri dari konsep kewajaran, keadilan, ekuitas dan kenyataan. Konsep tersebut merupakan criteria utama dari D.R Scott untuk perumusan teori akuntansi.

d.

Pendekatan Sosiologi Pendekatan sosiologi bagi perumusan teori akuntansi menekankan pengaruh social dari teknik akuntansi. Hal ini merupakan pendekatan etis yang berpusat pada suatu konsep dari kewajaran yang lebih luas, kesejahteraan social. Berdasar pada pendekatan sosiologi, prinsip atau teknik akuntansi yang ada dievaluasi untuk penerimaan dari dasar pengaruh laporannya terhadap seluruh kelompok dalam komunitas.

e.

Pendekatan ekonomi Pendekatan ekonomi dalam merumuskan suatu teori akuntansi menekankan pada pengendalian perilaku dari indikator-indikator makro ekonomi yang dihasilkan oleh adopsi dari berbagai teknik akuntansi. Ketika pendekatan etis berfokus pada suatu konsep kewajaran dan pendekatan sosiologi pada suatu konsep kesejahteraan social, pendekatah ekonomi berfokus pada suatu konsep dari kesejahteraan ekonomi umum. Konsekuensi ekonomi dari laporan keuangan termasuk, antara lain : (1). (2). (3). (4). Distribusi kesejahteraan Tingkat resiko agragat dan alokasi resiko diantara individu Konsumsi dan produksi agregat Alokasi sumber daya antar perusahaan

(5).

Penggunaan sumber daya untuk produksi, sertifikasi, penyebaran, pemrosesan, analisis dan interpretasi dari informasi keuangan

(6).

Penggunaan sumber daya dalam pengembangan, penyesuaian, penekanan, dan litigasi dari regulais,

(7).

Penggunaan dari sumber daya dalam sektor privat mencari informasi.

F. Pendekatan Selektif untuk Perumusan Teori Akuntansi Secara umum, perumusan suatu teori akuntansi dan pengembangan prinsipprinsip akuntansi telah mengikuti pendekatan selektif, atau kombinasi dari berbagai pendekatan. Pendekatan selektif ini telah memberikan peningkatan kepada pendekatan baru yang sedang diperdebatkan dalam literature : pendekatan peraturan, pendekatan perilaku serta pendekatan kejadian, prediksi, dan positif.

BAB 5 PENDEKATAN REGULATORIS UNTUK PERUMUSAN TOERI AKUNTANSI

A.

Hakikat Standar Akuntansi Standar akuntansi biasanya terdiri atas tiga bagian : 1) Deskripsi masalah yang harus dipecahkan 2) Diskusi dengan pertimbangan yang sehat (kemungkinan dengan melihat teori-teori fundamental) 3) Selanjutnya, sejalan dengan keputusan atau teori yang ada, solusi yang disarankan.

Edey membagi persyaratan standar menjadi emapa tipe utama: 1) Tipe 1 menyatakan bahwa para akuntan harus memberitahukan kepada masyarakat apa yang mereka lakukan dengan mengungkapkan berbagai metode dan asumsi (kebijakan akuntansi) yang mereka gunakan. 2) Tipe 2 ditujukan pada tercapainya suatu keseragaman dalam penyajian laporan-laporan akuntansi. 3) Tipe 3 meminta adanya pengungkapan atas masalah-masalah spesifik di mana pengguna mungkin diminta untuk menerapkan pertimbangan sendiri. 4) Tipe 4 mensyaratkan dibuatnya keputusan implisit atau eksplisit mengenai valuasi (penilaian) aktiva dan penetuan laba yang telah disetujui.

Alasan mengapa standar akuntansi itu dibuat adalah: 1) Standar memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan penyelenggaraan sebuah perusahaan kepada para pengguna informasi akuntansi. 2) Standar memberikan pedoman dan aturan tindakan bagi para akuntan publik yang memungkinkan mereka untuk menerapkan kehati-hatian dan kebebasan dalam menjual keahlian dan integritas mereka dalam mengaudit laporan-laporan perusahaan dan membuktikan validitas dari laporan-laporan tersebut.

10

3) Standar memberikan database kepada pemerintah mengenai berbagai variabel yang dianggap sangat penting dalam pelaksanaan perpajakan, regulasi perusahaan, perencanaan dan regulasi ekonomi serta peningkatan efisiensi ekonomi dan sasaransasaran sosial lainnya. 4) Standar menumbuhkan minat dalam prinsip-prinsip dan teori-teori bagi mereka yang memiliki perhatian dalam disiplin ilmu akuntansi.

B.

Tujuan Penetapan Standar Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan: 1. Pendekatan ketetapan penyajian: a) Mendukung pelaporan secara netral dan pencarian ketepatan penyajian melalui proses penetapan standar b) Pembuat kebijakan akuntansi harus memberikan informasi untuk memfasilitasi pengambilan keputusan para pengguna.

2. Pendekatan konsekuensi ekonomi: a) Mendukung pengadopsian standar yang akan memberikan konsekuensi ekonomi yang baik dan yang buruk b) Pembuat kebijakan akuntansi harus memberikan sinyal-sinyal informasi

3. Pendekatan kritikal interpretatif : Bahwa pelaporan keuangan hendaknya digunakan sebagai suatu instrumen perubahan sosial.

C.

Entitas - entitas yang Berkepentingan dengan Standar Akuntansi 1. Individual dan kantor akuntan publik : Individual dan kantor akuntan publik bertanggung jawab melalui auditor-auditor mereka untuk secara independen mensertifikasi laporan keuangan perusahaan telah menyajikan hasil-hasil dari aktivitas bisnis dengan wajar dan akurat. 2. American Institute of Certified Public Accounting (AICPA) : AICPA adalah organisasi pengkoordinir profesional bagi para praktisi CPA di AS.
11

3. American Accounting Association (AAA): AAA adalah organisasi para akademisi akuntansi dan setiap individu yang tertarik dalam peningkatan praktik dan teori akuntansi. 4. Financial Accounting Standards Boards (FASB) : FASB menggantikan APB di tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab untuk membuat standar akuntansi. 5. Securities and Exchange Commission (SEC): Dibentuk oleh UU Kongres pada tahun 1934. 6. Organisasi Profesional Lainnya: Organisasi ini secara aktif terlibat dalam pembuatatan standar akuntansi di negaranya masing-masing. 7. Para Pengguna Laporan Keuangan a. Pengguna langsung: a) Pemilik perusahaan dan pemegang saham b) Kreditor c) Manajemen perusahaan d) Otoritas perpajakan e) Pekerja f) Para pelanggan b. Pengguna tidak langsung meliputi: a) Analis dan penasihat keuangan b) Bursa saham c) Pengacara d) Pihak yang berwenang e) Asosiasi perdagangan f) Serikat pekerja c. Konstituen dari lingkungan pelaporan keuangan terdiri atas: 1) Para inventoris: a) Terdiversifikasi vs tidak terdiversifikasi b) Aktif vs pasif c) Profesional dan non professional

12

2) Perantara informasi : a) Analis Keuangan b) Agen Pemeringkat Obligasi c) Agen Pemeringkat Saham d) Layanan Penasihat Investasi e) Perusahaan Pialang

3) Para Regulator: a) FASB b) SEC c) Kongres

4) Manajemen : a) Perusahaan besar vs perusahaan kecil b) Perusahaan publik vs perusahaan pribadi

5) Auditor: a) Nasional vs Lokal b) Praktik SEC vs Praktik non SEC

Ada tiga jenis laporan keuangan yang dapat dibuat: 1. Laporan keuangan untuk tujuan umum 2. Laporan keuangan untuk tujuan khusus yang memenuhi kebutuhan dari kelompok pengguna tertentu

3. Penggungkapan-penggungkapan yang berbeda menyajikan angka-angka yang berbeda untuk dipilih oleh para penggunanya.

13

D.

Siapa yang Berwenang Menetapkan Standar 1. Teori tentang regulasi. Terdapat dua kategori utama dalam regulasi suatu industri tertentu: a. Teori-teori kepentingan publik, bahwa regulasi diberikan sebagai suatu jawaban atas permintaan publik akan perbaikan dari harga-harga pasar yang tidak efisien dan tidak adil, dibuat untuk memberikan perlindungan dan kebaikan bagi masyarakat umum. b. Kelompok yang berkepentingan, berpendapat bahwa regulasi diberikan sebagai jawaban atas permintaan dari kelompok dengan kepentingan khusus, dengan maksud untuk memaksimalkan laba dari para anggotanya.

2. Haruskah kita mengatur akuntansi? Terjadi perdebatan mengenai apakah akuntansi sebaiknya diatur atau tidak a. Opini pasar yang tidak diregulasi: perusahaan insentif untuk memberikan laporan secara sukarela karena kalau tidak, dapat diartikan sebagai berita buruk. b. Opini pasar yang diregulasi: menggunakan argumentasi kepentingan publik, dan kebutuhan untuk mencapai sasaran sosial yang diinginkan.

3. Pendekatan pasar bebas Asumsi dasar: informasi akuntansi adalah sebuah barang ekonomi, sama seperti barang atau jasa lainnya. Oleh karena itu, ia menjadi subjek atas kekuatan permintaan dan kekuatan pasok.

4. Regulasi Standar Akuntansi di Sektor Swasta Asumsi: kepentingan publik dalam akuntansi akan terpenuhi dengan baik jika pembuatan standar diserahkan kepada sektor swasta.

14

5. Regulasi Standar Akuntansi di Sektor Publik Regulasi sektor publik atas aktivitas apapun selalu menjadi subjek dari perdebatan yang sengit antara penganjur dengan lawannya. Regulasi disektor publik telah mendapatkan tingkat legimitasi yang tinggi dan menjadi bagian dari tradisi dan kerangka legal Amerika dan dunia internasional. Namun supaya efektif, regulasi harus memberikan kontribusi kepada prinsip-prinsip umum tertentu. Elliot dan Schuetze menyatakan hal berikut: 1) Regulasi harus tidak melanggar hak-hak atau undang-undang konstitusional. 2) Regulasi hendaknya dirancang untuk mencegah terjadinya perubahan sosial yang nyata ataupun kemungkinannya. 3) Regulasi harus memikirkan kepentingan publik.

E.

Legitimasi Proses Penetapan Standar 1. Prognosis Pesimistik : Legitimasi proses penetapan standar kadang dihubungkan dengan kemampuannya untuk membuat sistem akuntansi yang optimal. 2. Prognosis Optimistik : Chambers, mengusulkan suatu sekolah kebutuhan yang mengasumsikan adanya norma atau standar ideal yang berlaku silang di beberapa situasi tertentu.

F.

Standar Akuntansi yang Berlebihan Standar akuntansi yang berlebihan termasuk didalamnya: a. Standar yang terlalu banyak b. Standar yang terlalu detail c. Tidak ada standar yang tegas, membuat pemilihan suatu aplikasi menjadi sulit. d. Standar untuk tujuan umum tidak mampu mengatasi perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam kebutuhan dari para pembuat, pengguna, dan CPA. e. Standar untuk tujuan umum tidak mampu mengatasi perbedaan-perbedaan. f. Pengungkapan yang berlebihan, pengukuran yang rumit atau kedua-duanya.

15

G.

Pilihan dalam Akuntansi Motivasi (kategori sasaran) dilakukannya pilihan dalam akuntansi: a. Pembuatan kontrak (perspektif pembuatan kontrak yang efektif), b. Pemberian harga atas aktiva, c. Mempengaruhi pihak-pihak eksternal.

H. Strategi Penetapan Standar Bagi Negara Berkembang Ada empat jenis strategi yaitu pendekatan evolusioner, pendekatan transfer teknologi, penggunaan standar akuntansi internasional dan strategi situasional. a. Pendekatan Evolusioner: Diasumsikan para mitra asing akan menyesuaikan aturanaturannya sendiri. Mereka ingin tetap terus membina perdagangan dengan negara tersebut dan/atau mempertahankan operasinya. b. Pendekatan Transfer Teknologi: Pengembangan melalui transfer teknologi berasal dari operasi dan aktivitas kantor akuntan internasional, perusahan multinasional dan para akademisi yang berpraktik di negara berkembang, atau berbagai perjanjian internasional dan kesepakatan kerja sama yang meminta dilakukannya pertukaran informasi dan teknologi. c. Penggunaan Standar Akuntansi Internasional: Adalah bergabung dengan

Internasional Accounting Standards Committee (IASC) atau badan standar internasional lainnya. d. Strategi Situasional : Atau dikenal sebagai pengembangan standar akuntansi dengan didasarkan atas analisis dari prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi di negaranegara maju terhadap latar belakang lingkungan yang mendasarinya. Faktor faktor tersebut adalah linguistik kultural, politik dan hak-hak sipil, ekonomi dan karakteristik demografis, serta lingkungan hukum dan perpajakan negara yang bersangkutan

16

Anda mungkin juga menyukai