Anda di halaman 1dari 115

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

(LPK-DESA)
TINGKAT DESA/KELURAHAN
KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2013/2014

DESA
KECAMATAN
KABUPATEN

: MENAYU
: MUNTILAN
: MAGELANG

Disusun oleh :

NUNING INDRIANI
AKHWAL LUKMANSYAH
ARIYANI RAHAYUNINGTYAS
KRISTANTI NOVITA SARI
TANTI MARYATI
MUHAMMAD RIFQI ALAUDDIN
FITRIANA KUSUMA WARDANI
EMMA KUSUMAWATI
SEFTYAND S BRIYANTARA
YUUSHIINA DINI HAPSARI
SARI VERONICA JANTITYA
POSO NASUTION

13020110130070
13030110130031
13040110141004
22030110120042
25010110120024
25010110120157
25010110120170
24010110120036
24040110110001
21020110120012
21070110120005
21080110110031

PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN)


LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
(LPPM)

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG 2013/2014

ii

HALAMAN PENGESAHAN
LPK DESA
Dengan selesainya Kegiatan Kuliah Kerja Nyata oleh Tim I KKN Tahun
2013/2014 Desa Menayu Kecamatan Muntilan yang beranggotakan :
No.

NAMA MAHASISWA

No. MHS

1.

NUNING INDRIANI

13020110130070

2.

AKHWAL LUKMANSYAH

13030110130031

3.

ARIYANI RAHAYUNINGTYAS

13040110141004

4.

KRISTANTI NOVITA SARI

22030110120042

5.

TANTI MARYATI

25010110120024

6.

MUHAMMAD RIFQI ALAUDDIN

25010110120157

7.

FITRIANA KUSUMA WARDANI

25010110120170

8.

EMMA KUSUMAWATI

24010110120036

9.

SEFTYAND S BRIYANTARA

24040110110001

10.

YUUSHIINA DINI HAPSARI

21020110120012

11.

SARI VERONICA JANTITYA

21070110120005

POSO NASUTION

21080110110031

12.

TANDA TANGAN
1. ............
2. ............
3. ............
4. ............
5. ............
6. ............
7. ............
8. ............
9. ............
10. ............
11. ..........
12. ............

Maka kami mengajukan pengesahan atas LPK yang telah disusun.


Menayu, 12 Februari 2014
Mengetahui,
Kepala Desa Menayu

Sugiarto

Koordinator Desa Menayu


____________________________
Akhwal Lukmansyah
NIM . 13030110130031
Menyetujui
Dosen Kuliah Kerja Nyata

______________________________
Ristiawan Agung Nugraha, S.Pi., M.Si.
NIP. 19760623 200501 1 003

iii

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas nikmat hidayah,
kesehatan, kemudahan, dan kekuatan yang diberikan sehingga penulisan Laporan
Pelaksanaan Kegiatan (LPK) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas
Diponegoro untuk Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang ini dapat
terselesaikan sebagaimana diharapkan sebagai prasyarat kelulusan KKN.
Ungkapan terimakasih juga kami haturkan kepada seluruh tim KKN yang terlibat
dalam penyempurnaan LPK ini.
LPK ini terdiri dari gambaran pelaksanaan program TIM I KKN-PPM
Desa Menayu yang didasarkan pada permasalahan yang kami temukan selama
melakukan survey di Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.
Selama menjalani program, penulis mendapat banyak bantuan dari berbagai
pihak. Penulis menerima tambahan ilmu pengetahuan yang begitu banyak bukan
hanya berkaitan dengan pengalaman dalam penerapan disiplin ilmu yang kami
punya, melainkan juga pengetahuan dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
Diharapkan keberadaan LPK ini dapat memberikan gambaran tentang
proses serta pelaksanaan program TIM I KKN-PPM yang dilakukan di Desa
Menayu. Baik berkaitan dengan UMKM, kesehatan, dan potensi unggulan di desa
setempat. Selain itu juga pengenalan awal dengan program-program yang akan
kami adakan dalam kegiatan KKN-PPM TIM I 2013/2014.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Hal ini
disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan, data serta pengalaman penulis dalam
menyusun laporan ini. Oleh karena itu, suatu kehormatan apabila para pembaca
dapat memberi masukan yang bermanfaat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi
penulis maupun pembaca yang membacanya.
Terselesaikannya LPK KKN TIM I tahun 2013/2014 untuk penempatan di
Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Magelang ini merupakan hasil kerjasama
berbagai pihak yang telah memberikan perhatian, waktu, tenaga, pikiran, dan
dukungan doa dengan penuh rasa kasih sayang. Oleh karena itu, tiada yang lebih
baik dan lebih tepat untuk penulis sampaikan selain ucapan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1.
Prof. Sudharto P. Hadi, MES., Ph.D. selaku Rektor Universitas
Diponegoro atas usahanya yang tak terkira dalam memfasilitasi penulis
mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
2.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) atas
kesempatan yang telah diberikan kepada Tim I KKN PPM tahun
2013/2014.
3.
Bapak Bogi Budi Jayanto, S.Pi, M.Si., selaku Koordinator Dosen
Pembimbing Lapangan atas bimbingan yang telah diberikan.
4.
Ristiawan Agung Nugraha, S.Pi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing
Lapangan (DPL) yang telah mengorbankan waktunya untuk memberikan
iv

bimbingan kepada penulis dan juga memberikan masukan-masukan yang


bermanfaat dalam bersosialisasi untuk bermasyarakat serta bersedia
membimbing dalam penulisan laporan. Terimakasih untuk segala
pemikiran, waktu, pengorbanan, doa, dan kemudahan yang telah diberikan
kepada kami.
5.
Bapak Camat Muntilan, Bapak Iwan Sutiarso, S.Sos, M.Si., beserta para
perangkat kecamatan yang telah mendukung terselenggaranya program
KKN di Muntilan.
6.
Kepala Desa Menayu, Bapak Sugiarto serta perangkat desa atas
bimbingan, saran, dan bantuan yang telah diberikan sampai dengan LPK
ini diselesaikan.
7.
Bapak Eko Budi H., selaku Dusun Jambean dan perwakilan pemilik rumah
posko kami, dan Ibu Utiyah yang begitu baik mau merawat dan
memberikan tempat tinggal yang layak selama di desa.
8.
Masyarakat Desa Menayu, khususnya Dusun Jambean yang telah
menerima kehadiran Mahasiswa KKN untuk melakukan segala bentuk
kegiatan program.
9.
Rekan-rekan TIM I KKN-PPM tahun 2013/2014 UNDIP Kecamatan
Muntilan atas kerjasama yang baik selama pelaksanaan KKN dan menjadi
keluarga yang begitu baik.
10.
Orang tua dan keluarga penulis atas segala bentuk bantuan berupa moril
dan materiil sehingga penulis dapat menjalani hari-hari di KKN dengan
baik dan sehat.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan. Semoga laporan
ini dapat berguna sebagai sarana belajar bagi civitas akademika Universitas
Diponegoro dan pihak terkait.

Menayu, Februari 2014

Tim I KKN UNDIP Tahun 2013/2014


Ds. Menayu, Kec. Muntilan, Kab. Magelang

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI

vi

Tabel 1.2 Biaya dan Sumber dana Monodisiplin 1

41

HALAMAN SAMPUL......................................................................................................
i
HALAMAN PENGESAHAN...........................................................................................
ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................................
iii
DAFTAR ISI......................................................................................................................
v
I. PENDAHULUAN ......................................................................................................
1
A. Latar Belakang.....................................................................................................
1
B. Masalah.................................................................................................................
2
C. Tujuan...................................................................................................................
2
D. Metodologi/Langkah Kerja..................................................................................
3
II. GAMBARAN UMUM LOKASI KERJA.................................................................
5
A...Profil
Desa
dan
Penduduk
.....................................................................................................................
5
III. PELAKSANAAN KEGIATAN.................................................................................
11
A. Rekapitulasi Kegiatan..........................................................................................
11
B. Uraian Kegiatan....................................................................................................
15
C. Pembahasan Kegiatan...........................................................................................
81
IV. KESIMPULAN............................................................................................................
102
V. SARAN........................................................................................................................
103
LAMPIRAN
vi

vii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN Tim I Tahun 2013/2014) merupakan suatu
kegiatan yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu
Pendidikan dan Penelitian, serta Pengabdian kepada masyarakat dengan cara
memberikan kepada mahasiswa pengalaman belajar dan bekerja dalam
kegiatan pembangunan masyarakat sebagai wahana penerapan dan
pengembangan ilmu yang dilaksanakan di luar kampus. Mahasiswa KKN
belajar dan tinggal di tengah-tengah masyarakat dan secara langsung
mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang
dihadapi.
Dengan adanya kegiatan KKN diharapkan memberikan nilai positif
untuk mahasiswa dan masyarakat. Bagi mahasiswa dapat membentuk empati
dan kepedulian mahasiswa terhadap masalah yang kompleks dihadapi
masyarakat. Tidak kalah penting juga memberikan pendidikan pelengkap
kepada mahasiswa dan membantu pemberdayaan masyarakat utamanya
ekonomi masyarakat melalui pengembangan dan peningkatan usaha kecil
menengah. Pada masyarakat dapat memunculkan potensi daerah dan
masyarakat
melalui program-program yang dapat meningkatkan dan
mengembangkan kesejahteraan desa tempat KKN.
Tema yang diangkat dalam KKN Tim I Tahun 2013/2014 di wilayah
Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang ini adalah UMKM
Peyek, kesehatan, infrastruktur dan potensi unggulan. Keempat tema ini
menjadi dasar perencanaan program-program KKN begitu pula pelaksanaan
programnya. Selama proses pelaksanaan kegiatan KKN dimungkinkan
muncul kegiatan-kegiatan tambahan di dalam masyarakat yang bersifat
program bantu maupun program masyarakat. Dalam pelaksanaan KKN ini
terjalin hubungan yang baik dan dekat antara mahasiswa dan masyarakat
tempat KKN sehingga terjalin kerjasama yang baik antara masyarakat dan
Perguruan Tinggi.
KKN memiliki ruang lingkup kegiatan yang meliputi pemberdayaan
wilayah, pemberdayaan UMKM, eksplorasi sumber daya alam dan konservasi
lingkungan, pengembangan sumber daya manusia dan penerapan teknologi
tepat guna. Pelaksanaan KKN selama 35 hari di wilayah Desa Menayu,
Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang ini terlaksana program pokok,
program bantu, program unggulan tingkat desa serta program tingkat
kecamatan. Adapun program-program tersebut telah dilaksanakan dan
dilaporkan dalam laporan ini.

Akhirnya diharapkan kegiatan mahasiswa KKN Tim I Tahun


2013/2014 Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang ini
dapat meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat,
dapat menerapkan IPTEK secara kelompok dengan pendekatan terpadu,
meningkatkan proses pembelajaran dan kemampuan mahasiswa sebagai
problem solving dan keberhasilan dari learning by doing. Bagi masyarakat
wilayah Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang ini dapat
meningkatkan pengetahuan tambahan, penerapan teknologi, kemandirian,
kewirausahaan, pendidikan, kesehatan dan seni.
B. Masalah
Berdasarkan hasil survey dan pengumpulan informasi yang telah
dilakukan, baik kepada perangkat desa, masyarakat, maupun
dinas/stakeholder di wilayah Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten
Magelang ini memiliki beberapa permasalahan yang diangkat menjadi
program:
1 Kurangnya Kesadaran akan mengikuti dan pengetahuan tentang
BPJS.
2 Kurangnya kesadaran siswa/i akan pentingnya pengetahuan sejak
dini tentang rajin membaca.
3 Belum tersedianya jamban sehat untuk pembuangan tinja warga.
4 Masih kurangnya pengetahuan akan tempat pembuangan terhadap
sampah yang ada.
5 Perlunya pendidikan bahasa inggris bagi anak-anak desa Menayu.
6 Perlunya kesadaran untuk melakukan pemilahan sampah.
7 Kurangnya kesadaran menabung dan cita-cita bagi anak-anak Desa
Menayu.
8 Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya akta
kelahiran.
9 Kurangnya kesadaran warga tentang pentingnya peggunaan
keluarga berencana.
10 Banyaknya anak usia dini yang membutuhkan pendidikan
tambahan di luar sekolah.
11 Banyaknya Potensi unggulan desa seperti ikan yang belum mampu
diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.
12 Belum adanya pegolahan terhadap produk ikan seperti pembuatan
nugget.
13 Kurangnya kesadaran dalam pengolahan pupuk urea, kompos,
tunggal dan MPK.
14 Kurangnya pengetahuan dan kesadaran terhadap garam yang
beriodium pada warga daerah pegunungan.
C. Tujuan
Tujuan dari kegiatan KKN ini adalah:
1 Memberikan Inovasi terbaru akan startegi pemasaran untuk UMKM
Desa Menayu sehingga masyarakat akan lebih menerima dan pasarpun
akan meluas.
2

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Meningkatkan kesadaran akan kebersihan diri dan lingkungan, bahwa


sumber penyakit dapat timbul dari mana saja.
Mengenalkan pentingnya jamban sehat dalam tiap rumah.
Pentingnya pengenalan BPJS kepada seluruh perangkat desa dan warga.
Mengenalkan pentingnya pupuk urea, kompos, tunggal dan MPK dalam
pengolahan sendiri.
Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi garam
beriodium.
Memberikan pendidikan bahasa inggris bagi anak-anak desa Menayu.
Memberikan pendidikan belajar pelengkap kepada anak-anak desa
Menayu.
Meningkatkan kesadaran menabung dan cita-cita bagi anak-anak desa
Menayu.
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya akta kelahiran.
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan
KB sejak dini.
Memberikan pengetahuan untuk melakukan pemilahan sampah.
Memberikan kesadaran pentingnya pembuatan TPA (Tempat
Pembuangan Akhir) bagi warga Desa Menayu.

D. Metodologi/Langkah Kerja
Pelaksanaan KKN-PPM Tim I Universitas Diponegoro tahun
2013/2014 ini dilaksanakan mulai tanggal 14 Januari sampai tanggal 17
Februari 2013, bertempat di Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten
Magelang. Desa penempatan ditentukan secara bersama-sama antara tim
Kecamatan Muntilan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)
Kecamatan Muntilan. Selain penempatan, pembagian tim tiap desa juga
ditentukan secara bersama-sama antara tim kecamatan dengan DPL.
Tahapan pelaksanaan program KKN-PPM Universitas Diponegoro
meliputi:
1. Survey lokasi desa
Pelaksanaan survey lokasi desa dilaksanakan sebanyak empat kali
meliputi survey bersama dengan tim kecamatan serta survey bersama
dengan tim desa, tujuan dari kegiatan survey ini adalah untuk
menentukan permasalahan yang layak diangkat sebagai program tim
KKN.
2. Koordinasi dengan pemerintah desa
Tahapan ini dilaksanakan untuk menentukan program kerja dan serta
waktu yang akan dilaksanakan selama 35 hari penempatan.
3. Persiapan pelaksanaan program

Metode pengumpulan data dan langkah kerja yang digunakan dalam


melaksanakan program tersebut adalah melalui wawancara, observasi,
dan sosialisasi Kepala Desa dan jajarannya, Kepala Dusun, ketua-ketua
RT/RW, instansi pendidikan, serta beberapa warga Desa Menayu. Di
dalam pelaksanaan setiap program kegiatan, mahasiswa berusaha
melibatkan seluruh komponen masyarakat agar prinsip pemberdayaan
masyarakat dapat terlaksana dan partisipasi masyarakat akan suatu
kegiatan bertambah.
4. Pelaksanaan program kerja
Dalam proses pelaksanaan program tersebut, mahasiswa melakukan
pendekatan secara langsung baik itu dengan pihak masyarakat selaku
objek maupun dengan pihak-pihak yang membantu terlaksananya
kegiatan yang dalam hal ini bertindak sebagai subjek plus objek.
5. Evaluasi kerja
Evaluasi kerja dilakukan untuk mengetahui seberapa besar
keberhasilan, kekurangan, serta hambatan yang terjadi pada saat
pelaksanaan kegiatan. Evaluasi tersebut bisa menjadi tolak ukur untuk
meningkatkan kinerja tim untuk program kerja selanjutnya yang akan
dilaksanakan.
Langkah Kerja Metodologi KKN ini tersaji dalam skema berikut:
Need Asessment
(Wawancara dan
Observasi)

Permasalah
an

Pelaksanaan

Pemantapan

Program

Konsep Program

Evaluasi

Pembuatan Rencana
Kegiatan

Sosialisasi dan
Konsultasi
dengan Pihak Terkait

Pembuatan
Laporan

BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI KEGIATAN

Peta Wilayah Kecamatan Muntilan


Muntilan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang,Jawa Tengah.
Muntilan terletak sekitar 10 Km dari Kota Mungkid yang menjadi pusat
pemerintahan atau ibukota dari kabupaten Magelang, 15 Km dari Kota Magelang
dan 25 Km dari Kota Yogyakarta.Muntilan telah lama menjadi pusat
perdagangan dan jasa di bagian Selatan Kabupaten Magelang dan berada di jalur
provinsi yang menghubungkan Kota semarang, Kota magelang dan kota
Yogyakarta.
Kecamatan Muntilan berbatasan dengan :

Sebelah Barat

: Kecamatan Mungkid

Sebelah Utara

: kecamatan Sawangan
5

Sebelah Timur

: Kecamatan Dukun,Srumbung dan Kecamatan

salam

Sebelah Selatan

: Kecamatan Borobudur dan Ngluwardi

Kecamatan Muntilan dilewati sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi


antara lain sungai pabelan, Lamat dan Blongkeng. Sungai-sungai tersebut
merupakan jalur banjir lahar Gunung Merapi yang membawa material berupa
pasir dan batu.

Peta wilayah Desa Menayu


........Desa Menayu merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan
Muntilan, Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. Jarak Desa Menayu ke
kecamatan 3 Km dan jarak ke Kabupaten/kota 6 Km.

A. PROFIL DESA
1. TOPOGRAFI

Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang terdiri dari 4


dusun yaitu : Jambean, Sorogenen, Kepanjen dan Menayu. Luas wilayah
Desa Menayu 126.415Ha yang terdiri dari: 33.608 Ha Pemukiman,
87.257 Ha Persawahan, 0,600 Kuburan, 0,150 Ha Perkantoran dan
4.800 Ha Prasarana umum lainnya.
2. BATAS WILAYAH

Sebelah Utara

:Desa Keji

Sebelah Timur

:Desa Congkrang

Sebelah Selatan

:Desa Adikarto

Sebelah Barat

:Desa Ngrajeg

3. PROFIL PENDUDUK

Desa Menayu merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan


Muntilan kabupaten Magelang. Jumlah penduduk desa menayu pada tahun
2013 sekitar 2647 jiwa yang terdiri dari 1326 jiwa berjenis kelamin lakilaki dan 1321 jiwa berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala keluarga
680 Kepala Keluarga dan kepadatan penduduk 47.6 orang/Km2.
Tabel 2.1 Pengelompokan Penduduk Menurut Umur Desa Menayu
No

Kelompok usia (Tahun)

Jumlah

0-4

212

5-9

233

10-14

209

15-19

178

20-24

148

25-29

217

30-39

420
7

40-49

375

50-59

310

10

>60

318

Sebagian besar mayoritas penduduk desa Menayu beragama Islam


dan selebihnya memeluk agama lain. Sedangkan untuk mata pencarihan
penduduk desa Menayu sebagian besar sebagai petani .
Tabel 2.2 Jumlah penduduk menurut pemeluk agama
No

Agama

Jumlah

Agama Islam

2517 orang

Agama Kristen/Katolik

33 orang

Agama Hindu

0 orang

Agama Budha

0 orang

Tabel 2.3. Jumlah penduduk menurut mata pencaharian


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9

MATA PENCAHARIAN
Petani
Buruh tani
Pengusaha
Buruh industri
Buruh bangunan
Pedagang
Pns
Tni/polri
Pensiunan

JUMLAH
405
126
24
4
225
58
38
8
32

Tabel 2.4. Jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan


NO
1
2

TINGKATAN
Tamat akademi
Tamat SLTA

JUMLAH
38
213

Tamat SMP

258
8

4
5
6

Tamat SD
Belum tamat SD
Tidak sekolah

246
216
53

4. POTENSI DESA

Desa Menayu berpotensi besar menghasilkan hasil tanaman buahbuahan seperti buah mangga (2.5 ton/Ha), pepaya (10 ton/Ha), melon (15
ton/Ha). Pemasaran hasil tanaman tersebut biasanya langsung dijual ke
konsumen, ke tengkulak, pengecer dan ke lumbung desa.
Di Bidang perternakan, penduduk desa Menayu banyak yang
berternak ayam kampung, bebek dan kambing. Untuk bidang perikanan,
Penduduk desa Menayu banyak yang membudidayakan ikan air tawar
dengan cara membuat empang/kolam di sebelah rumah dan kolam ikan di
sawah. Di desa Menayu juga terdapat wisata pemancingan Kampung Ulam
yang terkenal terletak di dusun Sorogenen. Selain wisata alam di desa
Menayu juga terdapat wisata kuliner yang sangat terkenal yaitu tongseng
kepala kambing yang terletak di dusun Kepanjen .
Sarana dan prasarana di desa Menayu adalah sarana kesehatan,
sarana pendidikan dan sarana untuk beribadah.
Tabel 2.5 Sarana dan prasarana kesehatan
No

Sarana/Prasarana

Jumlah

Poliklinik

1 Unit

Posyandu

4 Unit

Bidan desa

1 Unit

Dukun Bayi

2 Orang

Tabel 2.6 Sarana dan Prasarana Ibadah


No

Sarana/Prasarana

Jumlah

Masjid

3 Unit

Mushola

8Unit

Gereja

Tabel 2.7 Sarana dan Prasarana Pendidikan


No

Sarana/Prasarana

Jumlah

TK

2Unit

SD

2Unit

SMP

SMA

10

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Rekapitulasi Kegiatan
No.

Nama Program

Pelatihan jarimatika
sebagai metode
perhitungan matematika
yang praktis untuk siswa
SD

Pelatihan dan lomba


menggambar rumah untuk
siswa SD

Penyuluhan gerakan
Gemarikan : Gemar
makan ikan
Pembahasan Soal-soal

4 UN IPA
5

Dongen gizi untuk siswa


TK
Pelatihan Pembuatan

6 Grafis dan Formula Excel


7 Funnymatemagic
8 Domino Matematika
Mengajarkan mengenai

9 Pahlawan Indonesia
10

Menumbuhkan Kreasi
Nasionalisme Siswa SD
Mengajarkan dasar-dasar

11 Pancasila
Menumbuhkan rasa

12 nasionalisme
Pengenalan Ms. Word

13 pada Perangkat Desa

14

Pendalaman kemampuan
Membaca dan
Pengucapan Bahasa
Inggris Siswa SD

15 Design Product dalam

Bahan

Volume

Sumber Dana

Laptop, LCD
proyektor

29 jam

Mahasiswa: 35.000

Kertas, pensil
warna, hadiah

29 jam

Mahasiswa: 30.000

Pamflet, alat demo


masak

29 jam

Mahasiswa: 93.000

Soal, Kertas tryout

30 jam

Mahasiswa: 92.000

Alat peraga

29 jam

Mahasiswa: 75.000

Mic, Laptop, LCD

28 jam

Mahasiswa: 12.000

Materi pengajaran

29 jam

Mahasiswa: 30.000

Domino angka

29 jam

Mahasiswa: 35.000

Materi, poster,
laptop, hadiah

27 jam

Mahasiswa: 29.000

Hadiah

29 jam

Mahasiswa: 39.000

Materi

29 jam

Mahasiswa: 13.000

Materi

29 jam

Mahasiswa: 25.000

Materi, laptop, LCD

29 jam

Mahasiswa: 20.000

Materi pengajaran

29 jam

Mahasiswa: 9.000

Laptop, Poster

29 jam

Mahasiswa: 50.000

Pembuatan Poster untuk

11

UMKM Peyek Kacang


Strategi pemasaran

Laptop, Brosur

29 jam

Mahasiswa: 35.000

Pin, Laptop

29 jam

Mahasiswa: 35.000

17

Pengendalian Kualitas
Mutu dalam
Pengembangan Produk
terhadap Peyek Kacang

Sticker packaging

29 jam

Mahasiswa: 35.000

18

Pengembangan Industri
Rumahan Peyek Kacang
dalam Segi Pengemasan

Laptop, kertas
tutorial

29 jam

Mahasiswa: 10.000

19

Pengenalan Sistem
Informasi Ms. Powerpoint
pada Perangkat Desa

Sticker, Laptop,
Materi

29 jam

Mahasiswa: 80.000

20

Pembahasan dan
Persiapan Ujian Nasional
Tingkat SD dengan
Metode Math is Fun

Cat, Isolasi, Kuas,


Pylox

29 jam

Mahasiswa: 30.000

Kertas folio, buku


tulis

29 jam

Mahasiswa: 30.000

Dekorasi

30 jam

Mahasiswa: 50.000

Dekorasi,
nomerisasi

29 jam

Mahasiswa: 35.000

16 UMKM Peyek Kacang

Pembuatan Master Point

21 di SD

22

Pemanfaatan Koleksi
Bahan Pustaka dari
Perpustakaan untuk
Menunjang Kegiatan
Belajar Sinopsis di SD

23

Menciptakan Nilai Estetika


berupa Penambahan
Dekorasi Perpustakaan
SD

24

Pengelolaan serta
Pengelompokan Bahan
Pustaka Berdasarkan
Subjek di Perpustakaan
SD

Laptop, kertas,
printer

29 jam

Mahasiswa: 5.000

25

Redesign Kemasan pada


Inovasi Baru UMKM
Peyek Kacang

Materi

29 jam

Mahasiswa: 30.000

26

Pengenalan Pembuatan
PupukTunggal MPK
kepada Ibu PKK

27

Sosialisasi PHBS anak


Sekolah

Laptop, sarana
sosialisasi

30 jam

Mahasiswa: 130.000

Laptop, LCD, media

29 jam

Mahasiswa: 35.000

28 Pengenalan gizi seimbang

12

puzzle/alat peraga
Praktek 7 Langkah Cuci

Laptop, sarana cuci


tangan

29 jam

Mahasiswa: 44.000

Pamflet, laptop

29 jam

Mahasiswa: 15.000

Buah pepaya

29 jam

Mahasiswa: 30.000

Laptop, LCD

29 jam

Mahasiswa: 90.000

33 Pengenalan Mailling List

Laptop, LCD

29 jam

Mahasiswa: 17.000

Menonton Bareng dan


games DBD untuk siswa
SD

Laptop, LCD

29 jam

Mahasiswa: 64.000

Laptop, LCD, Brosur

30 jam

Mahasiswa: 12.000

Laptop, Brosur

30 jam

Mahasiswa: 24.000

Laptop

30 jam

37

Penyuluhan dan
konsultasi seputar
ketentuan kamar mandi
sehat

Laptop, LCD,
sampah, stiker,
materi

38,75 jam

Mahasiswa: 45.000

38

Sosialisasi pemilahan
sampah dengan konsep
3R

Pola maket, gunting,


lem, karton ivory

29 jam

Mahasiswa: 60.000

Bumbu, Bahan
Experimen, Plastik
besar

29 jam

Mahasiswa: 29.000

Laptop, Materi

29 jam

Mahasiswa: 12.000

Laptop, LCD

29 jam

Mahasiswa: 41.000

43

Pengenalan JKN & BPJS


di Balai Desa

Laptop, LCD

29 jam

Mahasiswa: 250.000

Laptop, materi

29 jam

44

Pengenalan Bahasa
Inggris Dasar Pada Anakanak

45

Pemberdayaan Industri
Rumahan Peyek kacang

Materi, laptop

33 jam

Mahasiswa: 345.500

29 Tangan dengan Sabun


30 Penyuluhan MPASI
31 Pemberian PMT
Penyuluhan jajanan sehat

32 untuk siswa SD

34

Sosialisasi pentingnya ASI

35 Eksklusif
Pembuatan brosur jamban

36 bersih dan sehat

Pelatihan membuat maket

39 dan Papercraft

40

Teknik Pencampuran
Rasa Mikro UMKM
Pengenalan Sampah

41 Organik dan Anorganik


Pengenalan simbol-simbol

42 safety sign

13

Pemberdayaan Potesni
SDM melalui
Pembelajaran Kooperatif

Laptop, LCD

29 jam

Mahasiswa: 35.000

Sosialisasi hemat energi

Laptop, LCD, materi,


video

30 jam

Mahasiswa: 30.000

48 Sosialisasi Greenlifestyle

Botol plastik, Meteri

29 jam

Mahasiswa: 25.000

Laptop, LCD,
Poster, Materi, Alat
dan Bahan,

25 jam

Mahasiswa: 300.000

25 jam

Mahasiswa: 600.000

46
47

SOSIALISASI
KESEHATAN
MENAYU

DESA

PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR DAN
SUMBER
DAYA
MANUSIA
DESA
MENAYU

Laptop, LCD,
Poster, Materi,
Papan
Pengumuman,
Plang, Alat dan
Bahan

14

B. URAIAN KEGIATAN
1. Pemberdayaan Industri Rumahan Peyek Kacang Rasa Bawang
a. Latar belakang
Sebagian besar mata pencarian warga Desa Menayu adalah petani.
Pekerjaan ini didominasi oleh penduduk pria dan beberapa penduduk
wanita. Sebagian besar penduduk wanita di Desa Menayu tidak bekerja
atau hanya sebagai ibu rumah tangga. Yang mana sebagian besar
waktu mereka dihabiskan di rumah. Melimpahnya hasil bumi seperti
kacang, bawang, kelapa dan tanaman palawija di desa ini menjadi
tantangan tersendiri untuk menciptakan sesuatu yang dapat
dimanfaatkan. Berlandaskan hal-hal tersebut diselenggarakanlah
kegiatan ini.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi
: Rumah Ibu Utiyah, Dusun Jambean, Menayu.
Tanggal
: 15 Januari s/d 8 Februari 2014
Waktu
: 18
Jumlah Peserta : 3 Orang
c. Tujuan
Memberdayakan para Ibu rumah tangga di Desa Menayu dan
menciptakan peluang mata pencarian baru.
d. Sasaran
Ibu rumah tangga Desa Menayu
e. Biaya dan Sumber Biaya
No
Keterangan
Biaya
Sumber
1
Bahan
dasar
peyek Rp. 310.500
Warga
dan
kacang
Mahasiswa
2
Pengemasan
Rp. 35.000
Mahasiswa
Jumlah
Rp. 345.500
f. Penjelasan Kegiatan
Untuk melaksanakan program ini, saya dibantu TIM I KKN
UNDIP desa Menayu Kecamatan Muntilan melakukan survey dan
wawancara dengan Bapak Kepala Desa pada tanggal 15 Desember
untuk menggali potensi dan mengetahui data lengkap Desa Menayu
Kecamatan Muntilan mulai dari jumlah penduduk hingga mayoritas
mata pencaharian warga. Kemudian tanggal 15 Januari saya
melakukan tinjauan ke pasar Muntilan untuk mengetahui ketersediaan
bahan dasar pembuatan Peyek Kacang Rasa Bawang seperti kacang,
kecur, santan kelapa dan bawang. Selanjutnya ditanggal yang sama
saya mengunjungi beberapa warga untuk melakukan survey dan
menyampaikan program kerja saya. Tanggal 16 Januari saya bersama
warga melaksanakan percobaan pembuatan Peyek Kacang Rasa
15

Bawang. Selang dua hari pada tanggal 18 Januari, saya bersama para
warga memulai kegiatan produksi Peyek Kaacang Rasa Bawang secara
komersil. Peyek Kacang rasa Bawang yang sudah jadi didiamkan
selama satu hari sebelum proses pengemasan guna mengendapkan
minyak goreng yang masih menempel pada peyek.
g. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari kegiatan Pemberdayaan Industri
Rumahan Peyek Kacang Rasa Bawang maka dapat diambil saran /
rekomendasi bahwa tujuan dari masing-masing program adalah untuk
memberdayakan para Ibu rumah tangga di desa Menayu dan
menciptakan peluang mata pencarian baru sehingga setelah mahasiswa
KKN meninggalkan desa Menayu sebaiknya hal-hal positif yang telah
diberikan dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka
dan jangan sampai berhenti di tengah jalan atau dapat dilakukan secara
terus menerus yang diharapkan akan mengubah pola perilaku hidup
yang lebih baik yaitu lebih produktif, kreatif dan inovatif.
2. Pengembangan Industri Rumahan Peyek Kacang Rasa Bawang
Dalam Segi Pengemasan
a. Latar Belakang
Pengemasan produk yang biasa sudah banyak ditemui di pasaaran.
Guna membedakan produk peyek dari Desa Menayu dengan peyek
lainnya diperlukan desain pengemasan yang baru, menarik dan
modern. Dengan demikian produk Peyek Kacang Rasa Bawang Desa
Menayu akan mudah dikenali masyarakat penggemar jajanan
tradisional ini.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan Pertama
Lokasi
: Rumah Ibu Utiyah, Dusun Jambean, Menayu.
Tanggal
: 15 Januari s/d 8 Februari 2014
Waktu
: 9 jam
Jumlah Peserta
: 9 orang
c. Tujuan
Memperindah pengemasan produk Peyek Kacang Rasa Bawang
d. Sasaran
Ibu rumah tangga Desa Menayu
e. Biaya dan Sumber Biaya
No. Keterangan
1.
Dana Percetakan
JUMLAH

Biaya
Rp 35.000,Rp 35.000,-

Sumber
Mahasiswa

16

f. Penjelasan Kegiatan
Untuk melaksanakan program ini, saya dibantu TIM I KKN
UNDIP Desa Menayu Kecamatan Muntilan melakukan survey dan
wawancara dengan kepala desa pada tanggal 15 Desember. Kemudian
pada tanggal 16 Januari saya mengadakan musyawarah dengan warga
mengenai proses dan sarana pengemasan. Telah diputuskan bahwa
untuk membuat produk mudah dikenal akan ditempel stiker pada
kemasan produk Peyek Kacang Rasa Bawang. Pada hari yang sama
setelah musyawarah dilakukan pemilihan desain stiker. Pemesanan
stiker membutuhkan waktu satu hari. Pada tanggal 19 saya
memperkenalkan bagaimana cara menggunakan stiker tersebut.
Penempelan stiker dan pengemasan dilakukan serentak pada tanggal
19 juga.
g. Saran
Desain ini diharapkan akan tetap dipakai atau bahkan dilakukan
inovasi terhadapnya agar produk peyek kacang warga desa Menayu
dapat tetap bersaing di pasaran.
3. Pengenalan Bahasa Inggris Dasar Kepada Anak-Anak di Desa
Menayu.
a. Latar Belakang
Kemampuan berbahasa Inggris anak-anak di desa Menayu dirasa
masih sangat kurang. Sebagai kota dengan potensi wisata yang tinggi
para calon pemimpin ini diharapkan dapat menguasai bahasa Inggris
dengan baik. Sejak dini anak-anak perlu dikenalkan dengan bahasa
Inggris
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan Pertama
Lokasi
: Posko KKN dusun Jambean
Tanggal
: 19 Januari s/d 8 Februari 2014
Waktu
: 19.00 21.00 WIB
Jumlah Peserta
: 18 orang
c. Tujuan
Meningkatkan kualitas SDM anak-anak desa Menayu.
d. Sasaran
Anak-anak desa Menayu
e. Penjelasan Kegiatan
Tanggal 15 Desember, saya melakukan survey dan wawancara
dengan bapak kepala desa. Pada tanggal 15 Januari saya melakukan
survey dengan anak-anak di Desa Menayu, mengajukan beberapa
pertanyaan dasar dengan Bahasa Inggris untuk mengetahui sejauh
17

mana kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris. Setelah


mengetahui kemampuan mereka saya menentukan dan mencari materi
pengajaran dihari yang sama. Kegiatan belajar ini sendiri dimulai pada
tanggal 19 Januari 2014, dilakukan setiap dua kali dalam satu minggu
selama tiga minggu.
f. Saran
Diharapkan anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan
bahasa Inggris yang baik data membagi ilmunya kepada anak-anak di
desa Menayu. Dengan demikian kemampuan anak-anak dalam
berbahasa Inggris akan terus terasah meskipun TIM KKn telah
meninggalkan lokasi penerjunan.
4. Memperdalam Kemampuan Membaca dan Pengucapan Bahasa
Inggris Siswa SDN Menayu.
a. Latar Belakang
Setelah melaksanakan survey di SDN Menayu diketahui bahwa
kemampuan membaca dan pengucapan bahasa Inggris siswa-siswi
desa Menayu masih sangatlah kurang. Dengan adanya kegiatan ini
diharapkan kemampuan mereka mengalami peningkatan.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi
: SDN Menayu 1 dan 2
Tanggal
: 20 Januari s/d 6 Februari
Waktu
: 10 Jam
Jumlah Peserta
: 31 Peserta
c. Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan
membaca siswa-siswi SDN Menayu.
d. Sasaran
Sasaran dari ini adalah siswa-siswi kelas 5 SDN 1 dan 2 Menayu.
e. Biaya dan Sumber Biaya
No.
Keterangan
Biaya
Sumber
1.
Fotokopi Materi
Rp 9.000,Mahasiswa
JUMLAH
Rp 9.000,f. Penjelasan Kegiatan
Pada tanggal 15 Desember saya melakukan survey dan wawancara
dengan Bapak Kepala Desa. Lalu, tanggal 16 Januari, saya konsultasi
dengan Kepala Sekolah dan Guru Bahasa Inggris SDN 1 Menayu.
Dihari yang sama saya menganalisis permasalahan yang dihadapi
siswa-siswi dalam belajar Bahasa Inggris. Lalu tanggal 18 Januari saya
merancang dan menyiapkan materi yang akan saya gunakan untuk
18

kegiatan Memperdalam Kemampuan Membaca dan Pengucapan


Bahasa Inggris Siswa SDN Menayu. Kegiatan ini sendiri terlaksana
pada tanggal 20 Januari. Kegiatan terus berlanjut setiap dua kali dalam
satu minggu selama tiga minggu.
g. Saran
Semoga setelah selesainya program ini siswa-siswi SDN Menayu
akan tetap meningkatkan minat mereka dalam membaca bacaan
berbahasa Inggris. Sehingga ilmu yang telah diberikan tidak akan
pudar.
5. Pengenalan Sejarah tentang dasar-dasar dan Lambang Indonesia.
a. LatarBelakang
Kurangnya pengenalan mengenai Dasar-dasar dan Lambang
Indonesia. Sejarah dari terbentuknya dasar-dasar negara sendiri
belum terlalu paham. Pendalaman materi mengenai sosial masih
lah sangat kurang , materi yang ada hanyalah materi pokok.
Pengenalan tersebut di lakukan di SD menayu 2 kelas 4.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: SD Menayu2

Tanggal

: 22 Januari 2014

Waktu

: 13.00- 15.00

Jumlah Peserta: 25 orang


c. Tujuan
Pengenalan

terbentuknya

lambang

dasar

negara

indonesia

bertujuan, agar generasi muda memahami awal terbentuknya


lambang

dan

dasar

negaranya.

Dan

mengeahui

sejarah

terbentuknya lambang negara tersebut.


d. Sasaran
SD Menayu 2
e. Biaya dan Sumber Biaya
19

No Keterangan
1. Dana Survey
2. Dana Tinjauan
3. Dana Internet
JUMLAH

Biaya
Rp 2.000,Rp 3.000,Rp 2.000,Rp50.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan di ruang lingkup SD .Kegiatan ini guna
untuk memberi pengetahuan mengenai sejarah dari terbentuknya
dasar-dasar lambang negara indonesia. Selain itu lebih mengenal
perjalanan dari terbentuknya Negara Indonesia sendiri.
g. Saran
Menciptakan Pribadi yang mengenal sejarah terbentuknya lambang
dan dasar-dasa Negara Indonesia. Metode pengajaran melakukan
kuis yang mudah di mengerti dan kesabaran dalam pemberian
materi. Para guru dan orang tua harus lebih memperhatikan tentang
dasar-dasar negara terhadap siswa-siswa untuk lebih peduli akan

6. Menumbuhkan Rasa Nasional ke Generasi Muda


a. Latar Belakang
Belum adanya rasa cinta terhadap Negara dan unsur-unsur
Kebudayaan yang ada di Indonesia masih kurang. Kurangnya rasa
nasional terhadap negaranya sendiri. Bentuk dari rasa nasionallisme
sendiri masih kurang memahami. Pada dasarnya siswa mencintai
negaranya sebatas mengetahui perbuatan baik , sedangkan rasa
nasionallisme sendiri lebih bagaimana kita berpengaruh dengan
20

berkembangnya negara itu sendiri lalu menjaga kebudayaan leluhur


dan kekayaan alam Indonesia.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: SD Menayu 2

Tanggal

: 23 Januari 2014

Waktu

: 13.00- 15.00

Jumlah Peserta: 20 orang


c. Tujuan
Menumbuhkan Rasa Nasionalisme

. Agar generasi muda

memeahami kekayaan alam dan kebudayaan indonesia sangatlah


besar. Memberikan arahan tentang rasa cinta terhadap negara
indonesia.

d. Sasaran
Siswa SD menayu 2
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Dana Fotocopy
2. Dana Internet
JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp 10.000,Rp 10.000,Rp20.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan di ruang lingkup SD. Kegiatan ini guna


menumbuhkan rasa cinta terhadap negara indonesia dari segi
kebudayaan dan kekayaan alam yang ada di indonesia.

g. Saran

21

Menciptakan rasa nasionalisme ke siswa menumbuhkan rasa cinta


terhadap kekayaan yang ada di Indonesia. Pengenalan harus
disertai dengan kesabaran dan harus sangat rinci memperkenalkan
kebudayaan dan kekayaan alam yang ada di indonesia. Orang tua
lebih perhatikan tentang rasa cinta terhadap negara sendiri, agar
kita tidak dijajah lagi dalam segi karakter oleh negara-negara lain.

7. Pengenalan Sejarah Pahlawan Nasional


a. Latar Belakang
Kurangnya pengenalan terhadap para pahlawan ,dan

peristiwa

yang terjadi terhadap pahlawan tersebut. Kurangnya pengetahuan


mengenai peristiwa yang terjuadi pada pahlawan-pahlawan
indonesia. Banyak generasi muda saat ini masih banyak yang
belum mengenal pahlawan yang membela negara ini demi
kebebasan dari jajahan. Pengenalan para pahlawan didasari karena
bangsa yang sukses bangsa yang menghargai sejarahnya.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: SD Menayu 1

Tanggal

: 24 Januari 2014

Waktu

: 09.00- 11.00

Jumlah Peserta: 21 orang


c. Tujuan
Pengenalan para pahlawan nasional , agar siswa mengerti tentang
siapa para pahlawan negara mereka dan memperkenalkan peristiwa
yang sangat bersejarah bagi kemerdekaan negara indonesia.
d. Sasaran

22

Siswa SD menayu 1.
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Dana Survey
2. Dana Tinjauan
3. Dana Percetakan Poster
JUMLAH

Biaya
Rp2.000,Rp 2.000,Rp 25.000,Rp29.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan di ruang lingkup SD. Kegiatan ini guna
untuk memperkenalkan pahlawan nasional dan peristiw-peristiwa
yang terjadi pada masa kemerdekaan dan penjajahan.
g. Saran
Menciptakan jiwa sejarah terhadap siswa agar mengenal para
pahlawan dan peristiwa . dalam pengenalan para pahlawan harus
diiringin dengan kesabaran dan tambaham game agar kemasan
materi sangat menarik dan mudah di serap. Para orang tua harus
lebih memahami dan memberi arahan tentang para pahlawan yang
berkorban untuk kebebasan Negaranya, agar anak-anak mengenal
asal muasal pembebasan negaranya sendiri.

8. Menumbuhkan Kreasi Nasionalisme di sekolah Dasar


a. Latar Belakang
Kurangnya kreasi dan kesenian yang menggabarkan tentang
kekayaan yang ada di Indonesia. Kreasi yang dimiliki oleh siswa
masih kurang, menumbuhkan kreasi dan seni sangatlah penting
bagi terbentuknya nilai seni setiap anak. Cinta terhadap negaranya
bisa dilampiaskan melalui gambar maupun kreasi kesenian.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
23

Lokasi

: SD Menayu 2

Tanggal

: 25 Januari 2014

Waktu

: 13.00- 14.00

Jumlah Peserta: 20 orang


c. Tujuan
Menumbuhkan kreasi kesenian gambar dengan tema nasionalisme
terhadap siswa. Menumbuhkan rasa cinta terhadap indonesia
dengan dilampiaskan ke dalam kreasi gambar dan kesenian.
d. Sasaran
SD Menayu 2
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Dana hadiah gambar
2. Dana fotocopy Gambar
JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp30.000,Rp 5.000,Rp35.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan di ruang lingkup SD , Guna menumbuhkan


dan mengembangkan kreasi gambar tentang nasional terhadap
negaranya. Kreasi ini menuntut para siswa
g. Saran
Dalam pelatihan kreasi gambar ini harus memiliki contoh dan
gambaran yang sangat jelas agar memudahkan siswa untuk
menggabarkan kreasi mereka terhadap negaranya.

9. Menciptakan Nilai Estetika Berupa Penambahan Dekorasi


Perpustakaan SD Menayu 1
a. Latar Belakang

di

24

Perpustakaan sebagai salah satu tempat sumber informasi harus


mempunyai kesan menarik baik dari segi bentuk maupun desain
dekorasinya. Setelah melakukan tinjauan ke perpustakaan SD
Menayu 1, Perpustakaan tersebut masih kurang pada nilai estetika
dan penataannya. Sehingga perlu penambahan dekorasi.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: Perpustakaan SD Menayu 1

Tanggal

: 18 Januari 2014

Waktu

: 08.00- 10.00

Jumlah Peserta: 2 orang


c. Tujuan
Menggunakan poster untuk meningkatkan estetika desain untuk
perpustakaan SD Menayu 1 bertujuan untuk menciptakan suasana
perpustakaan

yang

nyaman

bagi

pengguna sehingga

bisa

memotivasi siswa untuk berkunjung ke perpustakaan


d. Sasaran
Seluruh Warga Sekolah SD Menayu 1
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Dekorasi
2. Print Poster
3. Dana Internet
JUMLAH

Biaya
Rp 25.000,Rp 20.000,Rp 5.000,Rp 50.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 18 Januari 2014 di ruang
lingkup perpustakaan SD Menayu 1. Menambahkan poster dan
dekorasi guna meningkatkan nilai estetika di perpustakaan tersebut
25

yang bertujuan untuk menciptakaan suasana yang nyaman di


perpustakaan sehingga bisa memotivasi siswa untuk berkunjung ke
perpustakaan.

g. Saran
Menciptakan suasana perpustakaan agar lebih indah dan nyaman di
perlukan kesabaran dan ketekunan dalam kegiatan penataan dan
dekorasi

10. Pengelolaan serta Pengelompokkan Bahan Pustaka Berdasarkan


Subjek di Perpustakaan SD Menayu 1
a. Latar Belakang
Belum adanya pengelolaan yang baik untuk bahan pustaka atau
koleksi di perpustakaan SD Menayu 1 serta pada rak buku belum
adanya nama subjek subjek buku, sehingga perlu pembenahan
pada bagian pengelolaan dan klasifikasi.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: Perpustakaan SD Menayu 1

Tanggal

: 21 Januari 2014

Waktu

: 08.00- 12.00

Jumlah Peserta: 2 orang


c. Tujuan

26

Mempermudah dalam kegiatan pengadaan buku serta membantu


pengguna dalam proses temu kembali informasi.
d. Sasaran
Seluruh warga sekolah SD Menayu 1
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Sampul, sampul

Biaya
plastik Rp 30.000,-

Sumber
Mahasiswa

Rp 5.000,Rp 35.000,-

Mahasiswa

untuk buku
2. Dana print
JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 Januari 2014 di ruang


lingkup perpustakaan SD Menayu 1. Kegiatan pengelolaan bahan
pustaka meliputi inventaris buku, menyampul buku sedangkan
pemberian nama subjek pada rak buku ini bertujuan untuk
mempermudah pengguna dalam proses temu kembali informasi
yang dibutuhkan.
g. Saran
Melakukan kegiatan pengelolaan bahan pustaka atau koleksi di
perpustakaan serta pemberian nama nama subjek pada rak buku
dibutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dengan adanya kegiatan ini
dapat menambah pengetahuan mengenai proses pengklasifikasian.

11. Pemberdayaan
Potensi SDM
Melalui Kegiatan Model
Pembelajaran Kooperatif untuk Anak Anak Desa Menayu
a. Latar Belakang
Belum adanya kegiatan belajar kelompok di desa menayu sehingga
perlu di adakannya kegiatan di luar proses belajar mengajar (PBM)
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
27

Lokasi

: Desa Menayu

Tanggal

: 24 Januari 2014

Waktu

: 16.00 18.00

Jumlah Peserta: 10 orang


c. Tujuan
Anak anak desa menayu bisa belajar secara kooperatif sehingga
mampu

mengembangkan

ketrampilan

bertanya,

memberi

kesempatan untuk anak anak desa menayu untuk memecahkan


masalah secara rasional.
d. Sasaran
Anak anak Desa Menayu
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Kertas A4
2. Print Materi
3. Dana Internet
JUMLAH

Biaya
Rp 10.000,Rp 20.000,Rp 5.000,Rp 35.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 24 Januari 2014 di ruang
lingkup desa Menayu pada anak anak Desa Menayu Kecamatan
Muntilan, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini adalah salah satu
strategi belajar untuk anak anak desa menayu sehingga mampu
mengembangkan ketrampilan bertanya, memberi kesempatan untuk
anak anak desa menayu untuk memecahkan masalah secara
rasional.
g. Saran

28

Menciptakan strategi belajar kooperatif kepada anak anak desa


menayu Keberhasilan pembelajaran kooperatif dalam upaya
mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode
waktu yang cukup panjang. Dan ini tidak mungkin dicapai dalam
waktu satu atau beberapa kali penerapan strategi.

12. Pemanfaatan Koleksi atau Bahan Pustaka Dari Perpustakaan


untuk Menunjang Kegiatan Belajar Sinopsis di SD Menayu 1
a.

Latar Belakang
Setelah survey ke perpustakaan SD Menayu 1 sudah terdapat
banyak bahan pustaka tetapi masih kurangnya pemanfaatan bahan
pustaka oleh siswa SD Menayu 1

b. Alokasi dan Waktu Kegiatan


Lokasi

: Ruang Kelas 3 SD Menayu 1

Tanggal

: 23 Januari 2014

Waktu

: 09.00 12.00

Jumlah Peserta: 2 orang


c. Tujuan
Menanamkan minat baca sejak dini sekaligus mensosialisasikan
tentang pemanfaatan bahan pustaka sebagai salah satu sarana untuk
menunjang kegiatan belajar sinopsis di SD Menayu 1.

d. Sasaran
Siswa kelas 3 SD Menayu 1
e. Biaya dan Sumber Biaya
29

No Keterangan
1. Kertas Folio
2. Buku Tulis

dan

Biaya
Rp 5.000,Kotak Rp 25.000,-

Pensil
JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

Rp 30.000,-

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 23 januari 2014 di ruang kelas


3 SD Menayu 1 guna menanamkan sekaligus mensosialisasikan
tentang pemanfaatan bahan pustaka sebagai salah satu sarana untuk
menunjang kegiatan belajar sinopsis di SD Menayu 1.
g. Saran
Dengan adanya koleksi di perpustakaan sekolah diharapkan siswa
bisa memanfaatkan bahan pustaka yang ada sebagai referensi
dalam belajar. Dalam hal ini kegiatan belajar membuat sinopsis
yang dicontohkan.

13. Dongeng Gizi untuk Anak TK Sebagai Pengenalan Makan Buah dan
Sayur Sejak Dini
a.

Latar belakang
Banyak anak-anak usia dini yang tidak menyukai buah dan
sayur, padahal di dalam buah dan sayuran terdapat kandungan zat
gizi yang bermanfaat bagi kesehatan dan masa pertumbuhan pada
anak-anak.
Murid-murid di TK Masitoh desa Menayu masih banyak yang

belum mengenal macam buah-buahan dan sayuran, selain itu anak-anak


juga belum banyak yang mengerti mengenai manfaat konsumsi buah
dan sayur. Oleh karena itu, perlu diberikan penyuluhan mengenai
pentingya makan buah dan sayur sejak dini. Dalam hal ini penyuluhan
di

kemas

dalam

bentuk

dongeng,

selain

anak-anak

senang

mendengarkan dongeng, mereka juga mendapatkan tentang pentingnya


konsumsi buah dan sayur serta manfaatnya bagi pertumbuhan.
30

b. Alokasi dan Waktu Kegiatan


Lokasi

: TK Masitoh Desa Menayu

Tanggal

: 21 Januari 2014

Waktu

: 09.00 s/d 11.00

Jumlah Peserta: 40 Orang


c.

Tujuan
Memberikan pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi
buah dan sayur kepada anak-anak TK Masitoh desa Menayu.

d. Sasaran
Anak-anak TK
e.

Biaya dan Sumber Biaya


No
1

Keterangan
alat peraga

Cetak

bingkai
Buah dan

Biaya
Rp.
10.000
dan Rp.

Mahasiswa

30.000
kenang- Rp.

Mahasiswa

poster

kenangan
Jumlah

Sumber
Mahasiswa

35.000
Rp. 75.000

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 januari 2014 pada
selasa pagi pukul 09.00 s.d 11.00 . Sasaran kegiatan ini untuk anakanak di TK Masitoh desa Menayu. Kegiatan ini berupa Dongeng
gizi tentang pentingnya konsumsi buah dan sayur dengan
menggunakan alat peraga dongeng. Selain dongeng gizi dilakukan
dengan pembagian buah, makan buah bersama dan penyerahan
kenang-kenangan berupa poster buah dan sayur kepada pihak TK.
g. Saran
Para Guru dan orang tua harus lebih aktif lagi dalam
memberikan pengetahuan tentang pentingnya konsumsi buah dan
sayur.

31

14. Penyuluhan Tentang Pemberian Makanan Pendamping Air Susu


Ibu (MP-ASI)
a.

Latar belakang
Di masa bayi, Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan
terbaik dan utama karena mempunyai kandungan zat kekebalan
yang sangat diperlukan untuk melindungi bayi dari berbagai
penyakit terutama penyakit infeksi. Namun seiring dengan
pertumbuhan bayi, maka bertambah pula kebutuhan gizinya. Oleh
karena itu, sejak usia 6 bulan, bayi mulai diberi Makanan
Pendamping ASI (MP ASI).
Pemberian MP-ASI pada periode usia 6-24 bulan sering
tidak tepat dan tidak cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
Masalah pemberian MP ASI yang tidak tepat juga terjadi di desa
tersebut. Terdapat ibu yang memberikan MP ASI pada anak 6-24
bulan

hanya

dengan

makanan

seadanya

saja

tanpa

memperhitungkan variasi MP ASI yang diberikan. Selain itu,


dalam sehari frekuensi pemberian MP ASI masih kurang sehingga
dapat berakibat kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi. Namun, ada
juga ibu yang memberikan MP ASI terlalu banyak, tetapi MP ASI
yang diberikan tersebut tidak memenuhi kebutuhan gizi anaknya.
Di samping itu, ada anak berusia 9 bulan sudah diberikan
makanan orang dewasa oleh ibunya.
Dalam periode pemberian MP ASI, bayi tergantung
sepenuhnya pada perawatan dan pemberian makanan oleh ibunya.
Oleh karena itu, pengetahuan dan sikap ibu sangat berperan,
sebab pengetahuan tentang MP ASI dan sikap yang baik terhadap
pemberian MP ASI akan menyebabkan seorang ibu mampu
menyusun menu yang baik untuk dikonsumsi oleh bayinya. Untuk
meningkatkan pengetahuan ibu maka perlu dilakukan kegiatan
penyuluhan tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI ( MPASI).
32

b. Alokasi dan Waktu Kegiatan

c.

Lokasi

: Posyandu Melati Dusun Jambean

Tanggal

: 22 Januari 2014

Waktu

: 10.00 s/d 11.00

Jumlah Peserta

: 45 Orang

Tujuan
Memberikan pengetahuan kepada ibu bayi dan balita tentang
Pemberian Makanan Pendamping ASI sesuai dengan usianya.

d. Sasaran
ibu bayi dan balita dusun Jambean
e.

Biaya dan Sumber Biaya


No
1

Keterangan
Cetak leaflet
Jumlah
f. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp. 15.000
Rp. 15.000

Sumber
Mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 22 Januari 2014 pada


Rabu pagi pukul 10.00 s.d 11.00 . Sasaran kegiatan ini untuk ibu
bayi dan balita dusun Jambean. Kegiatan ini berupa penyuluhan
tentang makanan pendamping ASI dan disertai dengan pembagian
leaflet.

g. Saran
Sebaiknya diadakan penyuluhan lebih lanjut dari pihak
kesehatan mengenai pemberian makanan pendamping ASI,
khususnya bagi ibu-ibu yang memiliki anak bayi.
15. Pemberian Makanan Tambahan Air Susu Ibu (PMT-ASI) sebagai
Pemenuhan gizi pada Balita di Posyandu Melati
a.

Latar belakang
Dalam sistem lima meja pada kegiatan posyandu, antara
lain ada pembagian makanan tambahan untuk anak. Pemberian
Makanan Tambahan untuk anak ini berguna untuk menunjang
kebutuhan zat gizi selama masa pertumbuhan. Namun dalam hal
ini pemberian makanan tambahan pada kegiatan posyandu ini

33

terkadang

kurang

bervariatif

sehingga

perlu

diadakannya

penambahan jenis makanan tabahan lainya.


b. Alokasi dan Waktu Kegiatan

c.

Lokasi

: Posyandu Melati Dusun Jambean

Tanggal

: 22 Januari 2014

Waktu

: 10.00 s/d 11.00

Jumlah Peserta

: 45 Orang

Tujuan
Kegiatan ini bertujuan agar pelaksana kegiatan posyandu dapat
memberikan makanan tambahan yang lebih bervariatif.

d. Sasaran
Kader Posyandu
e.

Biaya dan Sumber Biaya


No
1

Keterangan
Buah pepaya
Jumlah
f. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp. 30.000
Rp. 30.000

Sumber
Mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 22 Januari 2014 pada


Rabu pagi pukul 10.00 s.d 11.00 . Sasaran kegiatan ini untuk kader
posyandu Melati dusun Jambean. Kegiatan ini berupa pemberian buah
pepaya sebagai PMT pada kegiatan posyandu.

g. Saran
Sebaiknya pada kegiatan posyandu, kader posyandu
mampu menyediakan PMT yang lebih bervariatif.

16. Penyuluhan

Jajanan

Sehat

dengan

Menggunakan

Media

Permainan Ular Tangga


a.

Latar belakang
Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi anak
adalah kebiasaan makan. Kebiasaan anak senang jajan dapat
berdampak buruk sebab banyak makanan jajanan yang tidak aman
34

dan tidak sehat beredar. Mengonsumsi makanan jajanan yang


tidak aman dan tidak sehat dapat menyebabkan anak terkena
penyakit dan dapat menurunkan status gizi anak. Oleh karena itu,
perlu diberikan penyuluhan mengenai jajanan sehat. Dalam hal ini
penyuluhan di kemas dalam bentuk permainan ular tangga.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan

c.

Lokasi

: SD Menayu 2

Tanggal

: 25 Januari 2014

Waktu

: 09.00 s/d 11.00

Jumlah Peserta

: 25 Orang

Tujuan
Memberikan pengetahuan kepada siswa siswi mengenai jajanan
sehat.

d. Sasaran
Siswa siswi kelas 5 SD Menayu 2
e.

Biaya dan Sumber Biaya


No
1
2

Keterangan
Biaya
cetak MMT
Rp. 45.000
Pembelian sterofom Rp. 45.000
dan hadiah
Jumlah

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

Rp. 90.000

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 25 Januari 2014 pada
sabtu pagi pukul 10.00 s.d 11.00 . Sasaran kegiatan ini untuk siswa
siswi kelas 5 SD Menayu 2. Kegiatan ini berupa penyuluhan
jajanan sehat dengan media npermainan ular tangga, dimana setiap
kotak memiliki pesan pesan yang bersifat memberikan
pengetahuan serta bersifat mengedukasi anak-anak tentang jajanan
sehat.
g. Saran
Sebaiknya pihak sekolah memberikan pengetahuan kepada
penjaja jajanan di sekolah agar menyediakan jajanan yang aman
35

untuk anak-anak serta bagi orang tua menghimbau kepada anakanaknya agar tidak jajan sembarangan.
17. Sosialisasi pentingnya ASI EKSKLUSIF di posyandu desa
Menayu
a.

Latar Belakang
ASI eksklusif pada bayi hanya diberi ASI EKSKLUSIF
saja selama 6 bulan tanpa tambahan cairan lain seperti susu
formula, jeruk, madu, airt teh, air putih dan tanpa tambahan
makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur
nasi dan tim. Dengan memberikan ASI EKSKLUSIF Sselama 6
bulan juga dapat mencegah terjadinya kanker payudara pada ibu.

b. Alokasi dan Waktu Kegiatan

c.

Lokasi

: posyandu Melati dusun jambean desa Menayu

Tanggal

: 22 Januari 2014

Waktu

: 09.00 s/d selesai

Jumlah Peserta

: 25 Orang

Tujuan
Memberikan pengetahuan tentang pentingnya memberikan ASI
EKSKLUSIF

d. Sasaran
Ibu-ibu di posyandu dusun jambean desa Menayu

e.
No
1
2
3

f.

Biaya dan Sumber Biaya


Keterangan
Survey
Dana tinjauan
Dana internet

mecari materi
Jumlah
Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp. 4.000
Rp. 2.000
untuk Rp. 6.000

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

Rp. 12.000

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 22 januari 2014 pada rabu pagi
pukul 09.00 s.d selesai. Penyuluhan ini dilakukan untuk ibu-ibu di
36

posyandu melati dusun jambean desa Menayu.Kegiatan ini berupa


penyuluhan tentang pentinganya memberikan ASI EKSKLUSIF pada bayi
selama 6 bulan. Selain untuk memberikan kekebalan pada bayi dan ikatan
yang kuat dengan ibu, ASI EKSKUSIF juga dapat mencegah kanker
payudara.
g. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari kegiatan Sosialisasi pentingnya ASI
EKSKLUSIF dapat diambil saran / rekomendasi bahwa tujuan dari
masing-masing program adalah untuk memberdayakan masyarakat di
dusun jambean desa Menayu untuk mengetahui bahaya dan pentingnya
memberikan ASI EKSKLUSIF. Dan

lebih baik menggunakan media

visual agar masyarakat lebih tertarik dengan materi yang diberikan dan
lebih meahami.
18. Menonton dan main games DBD( demam berdarah) di SDN Menayu 2
a. Latar Belakang
DBD merupakan salah satu penyakit menular yang dapat
menimbulkan wabah. Penyakit ini merupakan salah satu masalah
kesehatan di Indonesia yang dapat menimbulkan kekuatiran karena
perjalanan penyakitnya yang cepat dan dapat menyebabkan kematian
dalam waktu singkat.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan Pertama
Lokasi

: SDN Menayu 2

Tanggal

: 25 Januari 2013

Waktu

: 3 jam

Jumlah Peserta

: 25 orang

c. Tujuan
1) Memberikan penjelasan mengenai pengertian DBD
2) Memberikan penjelasan mengenai bahaya DBD
3) Memberikan penjelasan pencegahan terhadap penyakit DBD
d. Sasaran
37

Seluruh siswa kelas 5 di SDN Menayu 2


e. Biaya dan Sumber Biaya
No. Keterangan
1.
Dana survey
2.
Dana tinjauan
3.
Dana internet
4.
Dana peminjauan LCD
JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp 2.000,Rp 2.000,Rp 10.000,Rp 50.000,Rp 64.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

Program dilaksanakan di ruangan kelas 5 SDN Menayu 2.


Pada kegiatan ini menggunakan LCD dan laptop untuk menonton.
Sedangkan untuk gamesnya menggunakan MMT ular tangga dan
dadu untuk bermain. Pada kegiatan menonton bareng dan games
selesai, maka peserta diberikan pertanyaan untuk review yang teah
diberikan
g. Saran
Untuk memberikan penyuluhan kepada anak-anak lebih
mudah menggunakan media visual dan permainan agar mereka
lebih mudah memahaminya.

19. Pembuatan jamban sehat di Desa Menayu


a.

Latar Belakang
jamban sehat merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan
sehat di desa Menayu masih banyak jamban yang terdapat diluar
ruamh didekat kolam ikan yang biasanya menjadi makanan ikan
apabila ada masyarakat yang menggunakan jamban dekat kolam
tersebut. Masyarakat desa Menayu masih kurang kesadarannya
mengenai jamban sehat.

b. Alokasi dan Waktu Kegiatan


Lokasi

: rumah kepala dusun jambean Desa Menayu

Tanggal

: 25 Januari 2014

38

c.

Waktu

: 20.30 s/d selesai

Jumlah Peserta

: 20 Orang

Tujuan
Memberikan pengetahuan tentang pentingnya jamban sehat diterapkan dan
mengajak

masyarakat

untuk

membangun

jamban

sehat

dengan

mengumpulkan dana dari arisan jamban sehat

d. Sasaran
Bapak-bapak perkumpula desa Menayu di rumah kepala dusun
jambean desa Menayu.
e.
No
1
2
3
f.

Biaya dan Sumber Biaya


Keterangan
Dana survey
Dana tinjauan
Dana pencetakan brosur
Jumlah
Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp. 2.000

Sumber
Mahasiswa

Rp. 2.000
Rp. 20.000
Rp. 24.000

Mahasiswa
Mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 25 januari 2014 pada sabtu


malam pukul 20.30 sd selesai. Pengenalan brosur jamban sehat ini
dilakukan untuk bapak-bapak desa Menayu. Dengan dilakukannya
pengenalan jamban sehat melalui brosur diharapkan masyarakat desa
Menayu bergotong-royong untuk membangun jamban sehat untuk
bersama melalui arisan jamban sehat.
g. Saran
Berdasarkan pengenalan brosur jamban sehat di perkumpulan
bapak-bapak harus lebih sering dilakukan lagi agar masyarakat desa
Menayu kesadarannya lebih akan pentingnya jamban sehat.
20. Pengenalan JKN (jaminan kesehatan nasional) di balai desa Menayu
a.

Latar Belakang
jaminan kesehatan merupakan jamian berupa perlindungan
kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan
dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang

39

diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau


iurannya dibayar oleh pemerintah.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan

c.

Lokasi

: Balai desa Menayu

Tanggal

: 28 Januari 2014

Waktu

: 10.00 s/d selesai

Jumlah Peserta

: 25 Orang

Tujuan
Memberikan pengetahuan tentang jaminan kesehatan nasional yang
baru diberlakukan oleh pemerintah pada tanggal 1 januari 2014.

d. Sasaran
Seluruh perangkat desa dan sebagian tokoh masyarakat desa
Menayu.
e.

Biaya dan Sumber Biaya

No
1
2

Keterangan
Dana konsumsi
Dana peminjaman LCD

Biaya
Rp. 150.000
Rp. 100.000

Jumlah

Rp. 150.000

f.

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 28 Januari 2014 di balai desa

menayu. kegiatan ini dilakukan agar para perangkat desa dan tokoh
masyarakat memahami mengenai jaminan kesehatan nasional setelah
dilakukan kegiatan
g. Saran
Berdasarkan kegiatan sosialisasi jaminan kesehatan nasional di balai
desa Menayu perlu ditindaklanjuti kembali oleh para perangkat desa untuk
masyarakat diharapkan seluruh masyarakat desa Menayu dapat memahami
mengenai jaminan kesehatan nasional.
21. Sosialisasasi dan pengenalan symbol-symbol K3 di SD
a. Latar Belakang

40

Pengenalan symbol-symbol K3 merupakan salah satu hal dasar


untuk mengetahui bahaya-bahaya atau langkah keamanan yang ada
di sekitar kita. Karena iru perlu adanya penanaman sejak dini.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: SD Menayu 2

Tanggal

: 22 Januari 2014

Waktu

: 13.00 s/d 14.00

Jumlah Peserta

: 20 orang

c. Tujuan
Memberikan pengetahuan tentang pentingnya symbol simbol
keselamatan dan kesehatan kerja sejak dini.
d. Sasaran
Siswa SD Menayu 2
e. Biaya dan Sumber Biaya
Tabel 1.2 Biaya dan Sumber dana Monodisiplin 1
No
1
2
3

Keterangan
Dana Survey
Dana Percetakan
Dana Internet
Jumlah

Biaya
Rp. 12.000
Rp. 25.000
Rp. 4.000
Rp. 41.000

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 22 januari 2014 pada rabu
siang pukul 13.00 s.d. 14.00. Sasaran kegiatan ini ditujukan untuk
siswa kelas 4 SD Menayu 2. Kegiatan diawali dengan penjelasan
materi-materi setelah itu siswa-siswa diminta untuk mengulang materi
yang telah dibahas. Selah itu juga dilakukan pemutaran film mengenai
symbol-symbol K3 tersebut. Kegiatan ditutup dengan praktek
pemasangan symbol keselamatan di sekolah

g. Saran
Perlunya

pihak

sekolahan

memberikan

symbol-symbol

keselamatan di sekolah guna mengurangi resiko bahaya yang ada


di sekolahan.

41

22. Pengenalan sampah organik dan anorganik pada siswa TK


a.

Latar belakang
Sampah merupakan hal yang akan selalu ada di sekitar kita.
Sampah juga merupakan salah satu sumber penyakit bagi manusia.
Oleh karena itu perlu adanya pengenalan perbedaan sampah
organic dan anorganik yang ada di sekitar kita sejak dini.

b. Alokasi dan Waktu Kegiatan

c.

Lokasi

: TK Maysitoh Dusun Menayu

Tanggal

: 21 Januari 2014

Waktu

: 09.00 s/d 11.00

Jumlah Peserta

: 30 Orang

Tujuan
Memberikan

pengetahuan

kepada

siswa-siswa

TK

untuk

mengenal sampah dan melakukan pemilahannya.


d. Sasaran
Siswa-siswa TK Maysitoh
e. Biaya dan Sumber Biaya
Tabel 1.2 Biaya dan Sumber dana Monodisiplin 2
No
1
2
3
4

Keterangan
Dana Survey
Dana Percetakan
Dana Peninjauan
Dana Internet
Jumlah

Biaya
Rp. 2.000
Rp. 6.000
Rp. 2.000
Rp. 2.000
Rp. 12.000

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 21 januari 2014.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan sampah sampah yang ada di
lingkungan sekitar. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan
mengenai sampah organic dan anorganik. Setelah dilakukan
kegiatan tersebut diadakan kuis untuk mengetahui sampah dan
melakukan pemilahan sampah tersebut.
42

g. Saran
Sebaiknya siswa-siwa TK sudah sejak dini diperkenalkan
mengenai sampah, guna menghindari dari bahaya penyakit.
23. Pembuatan Muster Point sebagai sarana tanggap darurat
a. Latar belakang
Indonesia merupakan salah satu Negara yang cukup sering terjadi
bencana alam. Oleh karena itu perlu diadakannya sarana tanggap
darurat guna mengurangi bahaya bencana alam. Salah satunya yaitu
pembuatan master point guna tempat berkumpul darurat.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan

c.

Lokasi

: SD Menayu 1

Tanggal

: 23 Januari 2014

Waktu

: 12.00 s/d 15.00

Jumlah Peserta

: 5 Orang

Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah sarana sekolah berupa
muster point guna penandaan tempat berkumpul darurat.

d. Sasaran
Siswa SD Menayu 1
e.

Biaya dan Sumber Biaya


Tabel 1.2 Biaya dan Sumber dana Monodisiplin 3
No
1
2

Keterangan
Dana Survey
Dana Alat
Jumlah

Biaya
Rp. 6.000
Rp. 24.000
Rp. 30.000

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 23 januari 2014.Kegiatan ini
bertujuan untuk menambah sarana prasarana yang ada di sekolah guna
mengantisipasi tanggap bencana. Kegiatan dilakukan pada siang hari,

43

akan tetapi menemui beberapa kendala pada saat pembuatan seperti


kendala cuaca hujan.
g. Saran
Sebaiknya guru-guru sudah mulai mengajarkan langkah-langkah
tanggap darurat sejak dini terhadap siswa.

24. Pengenalan Microsoft Word pada Perangkat Desa


a.

Latar belakang
Pada era globalisasi saat ini perubahan teknologi sudah
berkembang dengan cepat. Yang berguna untuk memudahkan
pekerjaan manusia. Salah satunya yaitu dengan berkembangnya
media komputer. Akan tetapi pada pelaksanaanya masih belum
semua masyarakat dapat terjangkau.

b. Alokasi dan Waktu Kegiatan

c.

Lokasi

: Kelurahan Desa Menayu

Tanggal

: 21 Januari 2014

Waktu

: 09.00 s/d 11.00

Jumlah Peserta

: 8 Orang

Tujuan
Memberikan pengetahuan kepada aparat desa mengenai Microsoft
word.

d. Sasaran
Perangkat Desa Menayu
e.

Biaya dan Sumber Biaya


Tabel 1.2 Biaya dan Sumber dana Monodisiplin 4
No
1
2
3

Keterangan
Dana Survey
Dana Internet
Dana percetakan
Jumlah
f. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp. 12.000
Rp. 2.000
Rp. 6.000
Rp. 20.000

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 Januari 2014 pada senin pagi
pukul 09.00 s.d 11.00 . Sasaran kegiatan ini untuk apara desa menayu.
44

Kegiatan ini berupa penyuluhan bagaimana cara mengoperasikan


Microsoft Word dengan baik dan benar. Selain itu ditambahkan juga
pemberian modul sebagai tindak lanjut agar para perangkat desa
memiliki buku pedoman.

g. Saran
Sebaiknya bagi perangkat desa yang sudah mulai mengenal basicbasic dari Microsoft word dapat melakukan pengajaran terhadap
aparat desa yang masih kurang mahir.
25. Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan)
a.

Latar belakang
Di Desa Menayu banyak penduduknya yang mempunyai kolam
ikan, terutama di Dusun Jambean. Kolam ikan tersebut diisi
dengan berbagai jenis ikan, seperti ikan patin, ikan nila, ikan lele,
dan ikan mas. Penduduk setempat jarang mengkonsumsi ikan, ikan
yang dipelihara tersebut rata rata hanya dikonsumsi ketika
perayaan hari besar.
Desa Menayu juga mempunyai tempat pembudidayaan ikan
dan juga pemancingan. Namun potensi sumber daya ikan yang ada
belum dimanfaatkan secara optimal oleh penduduk setempat. Ikan
yang ada dijual ke konsumen di luar desa dan belum ada
pengolahan ikan yang variatif yang dapat meningkatkan konsumsi
penduduk.

b. Alokasi dan Waktu Kegiatan


Lokasi

: PKK Dusun Jambean (rumah warga)

Tanggal

: 20 Januari 2014

Waktu

: Jam 15.30 s/d selesai

Jumlah Peserta: 40 Orang


c.

Tujuan
Memasyarakatkan

makan

ikan

di

penduduk

desa

dan

mensosialisasikan resep makanan variatif berbasis ikan.


d. Sasaran
45

Ibu ibu PKK Dusun Jambean, Menayu


e. Biaya dan Sumber Biaya

f.

No
1

Keterangan
Biaya
Dana cetak leaflet dan Rp. 18.000

Sumber
Mahasiswa

brosur
Dana

Swadaya,

belanja Rp. 75.000

pembuatan nugget
Jumlah
Penjelasan Kegiatan

Mahasiswa
Rp. 93.000

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 20 Januari 2014 pada


Senin sore pukul 15.30 sampai dengan selesai. Sasaran pada kegiatan
ini adalah ibu ibu PKK Dusun Jambean. Program sosialisasi ini
dilaksanakan pada saat PKK ibu ibu Dusun Jambean. Sebelum
dilaksanakan program, ibu ibu melaksanakan kegiatan rutin arisan
terlebih dahulu, setelah itu dilanjutkan dengan sosialisai gemarikan.
Pertama tama, dijelaskan terlebih dahulu mengenai gemarikan, mulai
dari pengertian gemarikan, manfaat konsumsi ikan, kandungan gizi pada
ikan, cara memilih ikan yang segar. Kemudian dilanjutkan dnegan
Tanya jawab singkat dengan peserta. Setelah sesi tanya jawab berakhir
lalu dilanjutkan dengan praktek pembuatan nugget ikan nila. Ikan nila
digunakan sebagai bahan dasar karena di Desa Menayu sebagian besar
ikan yang dipelihara selain ikan mas adalah ikan nila, terutama di
Dusun Jambean. Sebelum program mahasiswa menyiapkan terlebih
dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan. Selain itu, sebelum program
dimulai mahasiswa membuat adonan yang sudah jadi untuk dikukus,
sehingga pada waktu pelaksanaan tidak memakan waktu banyak. Di
depan peserta sosialisasi mahasiswa memperagakan pembuatan nugget,
mulai dari proses penggilingan hingga proses pengadukan adonan.
Setelah adonan yang dipraktekkan di depan peserta jadi, maka
diambillah adonan nugget yang sudah siap untuk digoreng. Nugget yang
sudah digoreng kemudian diberikan ke peserta sosialisasi untuk dicicipi.
Selama proses praktek pembuatan nugget ikan nila peserta antusias
memperhatikan dan banyak pertanyaan yang diajukan.

g. Saran

46

Berdasarkan kesimpulan dari kegiatan Sosialisasi Gerakan


Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) maka dapat diambil
saran / rekomendasi bahwa tujuan dari program adalah untuk
memberdayakan dan menambah pengetahuan masyarakat Desa
Menayu sehingga akan meningkatkan mutu atau kualitas
kehidupan

yang

lebih

baik

kedepannya

sehingga

setelah

mahasiswa KKN meninggalkan Desa Menayu sebaiknya hal-hal


positif yang telah diberikan dapat mereka terapkan dalam
kehidupan sehari-hari mereka dan jangan sampai berhenti di tengah
jalan atau dapat dilakukan secara kontinyu yang diharapkan akan
mengubah pola perilaku hidup yang lebih baik yaitu lebih
produktif, kreatif dan innovatif.
26. Praktek Cuci Tangan dengan Sabun
a. Latar Belakang
Selama ini masyarakat beranggapan bahwa cuci tangan
hanya dengan air saja sudah dianggap bersih masih sering ditemui.
Masih ada kebiasaan mencuci tangan dengan air yang tidak
mengalir serta tanpa menggunakan sabun, padahal kebiasaan
tersebut merupakan kebiasaan yang tidak baik kesehatan.
Pentingnya cuci tangan menggunakan sabun dengan baik dan benar
sebelum makan dan setelah beraktifitas perlu ditanamkan sejak
dini. Cara cuci tangan yang kurang benar belum bisa mengurangi
bakteri yang ada di tangan sehingga bisa berdampak ke kesehatan
tubuh.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan Pertama
Lokasi

: TK Masyitoh, Desa Menayu

Tanggal

: 21 Januari 2014

Waktu

: 08.00 s/d selesai

Jumlah Peserta

: 38 orang

c. Tujuan

47

Memberikan pengetahuan tentang pentingnya cuci tangan dengan


baik dan benar
d. Sasaran
Siswa-siswi TK Masyitoh, Desa Menayu
e. Biaya dan Sumber Biaya
No. Keterangan
Biaya
1.
Dana belanja alat dan bahan Rp 15.000,2.
3.

praktek
Dana cetak poster
Dana pemberian

kenang - kenangan
JUMLAH

buah

Rp 4.000,dan Rp 25.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

Rp 44.000,-

f. Penjelasan Kegiatan
Program praktek cuci tangan dengan sabun dilaksanakan di
TK Masyitoh Desa Menayu. Program ini dilaksanakan pada
tanggal 21 Januari 2014 pukul 08.00 WIB. Pada saat pelaksanaan
program, terlebih dahulu makasiswa memperkenalkan diri di
hadapan para murid. Setelah itu mahasiswa meminta agar murid
TK Masyitoh ikut memperkenalkan diri satu per satu di depan
mahasiswa KKN. Terlihat murid murid tidak canggung pada saat
perkenalan diri. Acara dimulai dengan perkenalan cuci tangan,
mulai dari manfaat cuci tangan dan bahaya jika tidak cuci tanan
dengan baik. Setelah itu dilanjutkan dengan pengenalan cara7
langkah cuci tangan dengan baik. Untuk menambah pemahaman
murid TK maka mahasiswa mencoba untuk memperkenalkan cara
7 langkah cuci tangan dengan menggunakan lagu dan musik.
Terlihat ada murid yang sudah memahami 7 langkah cuci tangan
dan ada juga yang masih belum mengerti langkah cuci tangan
dengan baik. Kemudian beberapa murid diminta untuk maju
kedepan mempraktekkan 7 langkah cuci tangan dengan diiringi
nyayian. Acara diselingi dengan istirahat murid murid karena
sudah waktunya istirahat kelas. Setelah istirahat kelas, sebelum
masuk kelas dilaksanakan praktek cuci tangan dengan sabun.
48

Disini alat dan bahan yang dibutuhkan adalah selang air, kran air,
sabun cuci tangan cair dan serbet. Satu persatu murid murid
mencuci tangan dengan mempraktekkan 7 langkah cuci tangan.
setelah murid masuk ke kelas dilanjutkan dengan makan bekal
bersama dan pembagian buah dari mahasiswa untuk murid
g. Saran
Dalam mempraktekkan 7 langkah cuci tangan dengan
sabun untuk sasaran anak TK memang tidak mudah, namun dengan
media pembelajaran yang menarik maka akan membantu murid
untuk memahami materi yang disampaikan. Sehingga diharapkan
untuk kedepannya pesan kesehatan yang telah disampaikan bisa
dipraktekkan secara berkelanjutan.
27. Pengenalan Gizi Seimbang Anak Sekolah
a. Latar Belakang
Kesehatan dan produktivitas seseorang dipengaruhi oleh
asupan gizi yang dikonsumsinya. Setiap individu memiliki
kebutuhan gizi yang berbeda beda. Dahulu konsep gizi yang
dikenalkan adalah 4 sehat 5 sempurna. Namun sekarang konsep
tersebut sudah diperbaiki dengan konsep gizi seimbang, dimana
makanan sehari yang dikonsumsi harus memenuhi syarat bergizi,
beragam dan berimbang. Gizi seimbang diperlukan untuk proses
pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan kesehatan, aktivitas
dan kecerdasan.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan Pertama
Lokasi

: SD Negeri 2 Menayu

Tanggal

: 25 Januari 2014

Waktu

: 09.00 11.00

Jumlah Peserta

: 17 orang

c. Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar
tentang gizi seimbang dan manfaat dari konsumsi gizi seimbang.
49

d. Sasaran
Siswa siswi kelas 4 SD 2 Menayu
e. Biaya dan Sumber Biaya
No. Keterangan
1.
Dana doorprize peserta
2.
Dana cetak media dan stiker
JUMLAH

Biaya
Rp 15.000,Rp 20.000,Rp 45.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan di kelas 4 SD Negeri Menayu 2
pada hari Sabtu tanggal 25 Januari 2014, tepatnya pada saat hari
Gizi Nasional. Awal kegiatan diisi dengan perkenalan mahasiswa
KKN dan dilanjutkan dengan perkenalan satu persatu murid
murid kelas 4 SD Negeri Menayu 2. Melalui diskusi interaktif
mahasiswa menjelaskan mengenai gizi seimbang kepada murid
murid. Setelah dirasa materi yang didiskusikan dengan murid
murid cukup kemudian mahasiswa meminta murid untuk
membentuk kelompok. Murid murid terbagi menjadi 4
kelompok, dan masing masing kelompok terdiri dari 4 orang.
Murid diberikan puzzle yang telah disiapkan oleh mahasiswa.
Murid diminta untuk menyusun puzzle tersebut. Pada waktu
pelaksanaan ada satu kelompok yang merasa kesulitan menyusun
puzzle tersebut, ada juga kelompok yang menyusun puzzle tersebut
dalam waktu singkat. Setelah waktu yang ditentukan habis, salah
satu perwakilan kelompok maju ke depan kelas menunjukkan
puzzle yang telah disusun. Mahasiswa lalu memberikan pertanyaan
kepada murid yang maju tersebut mengenai gizi seimbang. Setelah
semua

kelompok

maju

maka

ditentukan

juara

kelompok

penyusunan puzzle. Semua murid tetap mendapatkan doorprize


namun dengan jenis yang berbeda.
g. Saran
Perlunya sosialisasi lebih lanjut tentang gizi seimbang kepada
murid murid SD. Oleh karena itu perlu adanya peran serta guru
50

SD setempat untuk terus mensosialisasikan gizi seimbang sehingga


perilaku hidup sehat bisa dibiasakan dalam kehidupan sehari hari
demi masa depan anak yang lebih baik.

28. Sosialisasi PHBS Anak Sekolah


a. Latar Belakang
Salah satu upaya kesehatan yang masih perlu giat digalakkan
adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS perlu
ditanamkan sejak dini, pemberdayaan PHBS untuk anak sekolah
ditujukan agar mereka mau dan mampu melaksanakan perilaku
hidup bersih dan sehat sehingga upaya pencegahan penyakit bisa
dilakukan.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: SD Negeri 2 Menayu

Tanggal

: 25 Januari 2014

Waktu

: 10.00 s/d 11.00

Jumlah Peserta

: 20 Peserta

c. Tujuan
Mengenalkan dan meningkatkan pengetahuan siswa siswi
mengenai PHBS
d. Sasaran
Siswa siswi SD 2 Menayu kelas 5
e. Biaya dan Sumber Biaya
No.
1.
2.

Keterangan
Biaya
Cetak MMT
Rp 45.000,Pembelian sterofoam Rp 45.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

3.

dan hadiah
Dana pulsa internet Rp 40.000,-

Swadaya,

dan pembuatan media

Mahasiswa

JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Rp 130.000,-

51

Sosialisasi PHBS bagi anak sekolah dilaksanakan di SD Negeri 2


Menayu pada hari Sabtu tanggal 25 Januari 2014. Sasaran dari
kegiatan ini adalah anak kelas 5. Sosialisasi PHBS dilaksanakan
dengan metode permainan ular tangga. Kegiatan ini dilaksanakan
bebarengan dengan 2 program lain yang bertema kesehatan. Ular
tangga yang digunakan dibuat di atas MMT besar. Permainan
dilakukan oleh 3 orang anak. Cara permainan seperti cara bermain
ular tangga biasa, hanya saja di setiap kolom ular tangga diisi
dengan pesan pesan kesehatan untuk anak anak.
g. Saran
Usia Sekolah Dasar merupakan usia dimana anak anak sedang
aktif bermain dan belajar. Namun sebagian besar anak usia sekolah
dasar lebih aktif bermain. Untuk menambah pemahaman mereka
maka dibutuhkan metode yang tepat. Mahasiswa memilih
memasukkan materi kesehatan ke dalam suatu permainan agar
anak anak tidak gampang bosan. Sembari mereka bermain
mereka juga mendapatkan ilmu.

29. Program Funny Mathemagic


a. Latar Belakang
Perlunya pengenalan Matematika dengan cara yang mudah
karena Matematika pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dirasa susah
untuk di mengerti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar, maka
dikenalkan perhitungan terutama perkalian dengan cara yang
mudah dan menyenangkan agar mereka dapat mempraktekannya
dirumah.
Alokasi dan Waktu Kegiatan Pertama
Lokasi

: SD Negeri Menayu 1

Tanggal

: 21 Januari 2014

Waktu

: 10.00 12.00 WIB

Jumlah Peserta

: 16 orang
52

Alokasi dan Waktu Kegiatan Kedua


Lokasi

: SD Negeri Menayu 2

Tanggal

: 22 Januari 2014

Waktu

: 13.00 14.00 WIB

Jumlah Peserta

: 31 orang

b. Tujuan
1. Mengajarkan Matematika terutama perkalian puluhan hingga
ratusan kepada murid SD kelas IV
2. Mengajarkan perkalian dengan cara yang mudah dan
menyenangkan
c. Sasaran
Murid-murid SD Menayu 1 dan SD Menayu 2 terutama kelas IV
d. Biaya dan Sumber Biaya
No. Keterangan
1.
Print dan fotocopy Materi
2.
Pembelian hadiah
JUMLAH

Biaya
Rp 5.000,00
Rp 25.000,00
Rp 30.000,00

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

e. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan di 2 Sekolah Dasar yang ada di Desa
Menayu Muntilan yaitu SD Menayu 1 dan SD Menayu 2. Pada
pelaksanaanya, peserta sangat antusias pada kegiatan ini, terutama
ketika diadakan lomba antar peserta.
Kegiatan ini juga memacu minat belajar siswa dalam
perhitungan karena metode yang diberikan menyenangkan serta
memberikan tips dan trik jitu yang dapat mereka terapkan sendiri
di rumah.
f. Saran
Perlunya pengondisian awal sebelum mulai pembelajaran
untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Serta mencari
tips dan trik lainnya yang lebih menyenangkan dan lebih
bervariatif

53

30. Pelatihan Jarimatika sebagai Metode Perhitungan Matematika yang


Praktis Untuk Siswa SD
a. Latar Belakang
Perlunya pengenalan Matematika dengan cara yang mudah
karena Matematika pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dirasa susah
untuk di mengerti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar, maka
dikenalkan perhitungan terutama penjumlahan dan perkalian
dengan cara yang mudah dan menyenangkan menggunakan
jarimatika.
Alokasi dan Waktu Kegiatan Pertama
Lokasi

: SD Negeri Menayu 1

Tanggal

: 21 Januari 2014

Waktu

: 10.00 12.00 WIB

Jumlah Peserta

: 16 orang

Alokasi dan Waktu Kegiatan Kedua


Lokasi

: SD Negeri Menayu 2

Tanggal

: 22 Januari 2014

Waktu

: 13.00 14.00 WIB

Jumlah Peserta

: 31 orang

b. Tujuan
Mengajarkan Matematika terutama penjumlahan dan perkalian
dengan cara yang mudah menggunakan media jari
c. Sasaran
Murid-murid SD Menayu 1 dan SD Menayu 2 terutama kelas 4.
d. Biaya dan Sumber Biaya
No. Keterangan
1.
Print Modul
2.
Pembelian hadiah
JUMLAH

Biaya
Rp 10.000,00
Rp 25.000,00
Rp 35.000,00

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

54

e. Penjelasan Kegiatan
Program ini mengajarkan murid-murid kelas VI SD Negeri
Menayu 1 dan SD Negeri Menayu 2 melalui metode pembelajaran
yang mudah dan menyenagkan sehingga dapat memacu serta
meningkatkan minat belajar siswa-siswi dalam belajar Matematika
serta ilmu-ilmu lain dalam kehidupan sehari-hari.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan
pemberian materi pada awal pertemuan yang dilanjutkan dengan
praktek kegiatan baik dari saya sebagai pemberi materi maupun
siswa-siswi sebagai penerima materi.
Peningkatan minat belajar yang dilakukan juga dilakukan
ketika siswa-siswa diberikan games serta diberikan hadiah kepada
pemenang games. Total dana yang dibutukan sebesar Rp 35.000,00
dengan rincian dana yang dipergunakan sebagai pencetakan modul
serta memberikan hadiah.
f. Saran
Perlunya pengondisian awal sebelum mulai pembelajaran
untuk

menciptakan

suasana

belajar

yang

kondusif

dan

penyampaina materi yang lebih mudah dimengerti pada tahapan


siswa-siswi Sekolah Dasar

31. Pelatihan Permasalahan Bilangan Pecahan dan Desimal dengan


Permainan Kartu Domino untuk Siswa SD
a. Latar Belakang
Perlunya pengenalan Matematika dengan cara yang mudah
karena Matematika pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dirasa susah
untuk di mengerti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar, maka
dikenalkan perhitungan terutama pecahan dan decimal dengan alat
peraga berupa permainan kartu domino pecahan. Serta pemberian
materi yang lebih menyenangkan menggunakan alat peraga sebagai
sarana pembelajaran yang menyenagkan.
55

Alokasi dan Waktu Kegiatan Pertama


Lokasi

: SD Negeri Menayu 2

Tanggal

: 20 Januari 2014

Waktu

: 13.00 15.00 WIB

Jumlah Peserta

: 16 orang

Alokasi dan Waktu Kegiatan Kedua


Lokasi

: SD Negeri Menayu 1

Tanggal

: 23 Januari 2014

Waktu

: 10.00 12.00 WIB

Jumlah Peserta

: 31 orang

b. Tujuan
1. Mengenalkan pecahan dan desimal
2. Mengenalkan penjumlahan pecahan dan decimal
c. Sasaran
Siswa-siswi SD Menayu 1 dan SD Menayu 2 terutama kelas V
d. Biaya dan Sumber Biaya
No. Keterangan
1.
Print Domino
2.
Pembelian hadiah
JUMLAH
e. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp 10.000,00
Rp 25.000,00
Rp 35.000,00

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan di 2 Sekolah Dasar yang ada di Desa


Menayu Muntilan yaitu SD Menayu 1 dan SD Menayu 2 melalui
permainan yang dapat memacu minat belajar siswa. Permainan ini
dilakukan agar siswa-siswi tidak merasa bosan ketika belajar
Matematika dalam perhitungannya pada khususnya perhitungan
pecahan dan desimal.
Pada pelaksanaanya anggaran dana yang dibutuhkan
sebesar Rp 35.000,00 dengan rincian dana yang dipergunakan yaitu
sebagai bahan pembuatan domino serta membelikan hadiah kepada
pemenang games domino ini.

56

Siswa-siswi peserta games ini antusias karena pembelajaran


yang dilakukan bukan hanya memberikan materi tetapi juga berupa
permainan yang menyenangkan
f. Saran
Perlunya pengondisian awal sebelum mulai pembelajaran
untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Serta membuat
variasi lain pada permainan domino selain pengenalan pecahan dan
desimal.
32. Pembahasan dan Persiapan Ujian Nasional Tingkat Sekolah Dasar
dengan Metode Math is Fun
a. Latar Belakang
Perlunya pengenalan Matematika dengan cara yang mudah
karena Matematika pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dirasa susah
untuk di mengerti oleh murid-murid Sekolah Dasar, maka
dikenalkan perhitungan terutama pecahan dan decimal dengan alat
peraga berupa permainan kartu domino pecahan
Alokasi dan Waktu Kegiatan Pertama
Lokasi

: SD Negeri Menayu 2

Tanggal

: 21 Januari 2014

Waktu

: 13.00 15.00 WIB

Jumlah Peserta

: 25 orang

Alokasi dan Waktu Kegiatan Kedua


Lokasi

: SD Negeri Menayu 1

Tanggal

: 23 Januari 2014

Waktu

: 10.00 12.00 WIB

Jumlah Peserta

: 24 orang

b. Tujuan
1. Mempersiapakan Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar
2. Menjelaskan pembahasan soal Ujian Nasional Tingkat Sekolah
Dasar dengan metode yang meyenangkan

57

c. Sasaran
Murid-murid SD Menayu 1 dan SD Menayu 2 terutama kelas VI
d. Biaya dan Sumber Biaya
No. Keterangan
1.
Penggandaan Soal
JUMLAH
e. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp 80.000,00
Rp 80.000,00

Sumber
Mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan di 2 Sekolah Dasar yang ada di Desa


Menayu Muntilan yaitu SD Menayu 1 dan SD Menayu 2. Kegiatan
diawali dengan pengerjaan soal siwa-siswi kelas VI sebagai
persiapan ujian nasional sebisa dan semampu mereka kemudian
dilanjutkan dengan pembahasan soal-soal.
Pada pembahasan soal juga mengajak mereka untuk aktif
dalam menjawab soal didepan kelas untuk menumbuhkan
keberanian siswa-siswi.
Selain itu pemberian hadiah juga memacu minat belajar
siswa-siswi serta keberanian dan kepercayaan diri mereka dalam
mengerjakan soal sendiri tanpa bantuan orang lain. Anggaran dana
yang dibutuhkan adalah Rp 80.000,00 dengan rincian dana yang
dibutuhkan untuk penggandaan soal.
Paska kegiatan ini siswa-siswi memiliki bekal yang cukup
banyak terutama bahan referensi soal-soal pemantapan ujian
nasional sehingga mereka antusias dalam mengikutinya terutama
pada saat pembahasan soal yang saya lakuakan.
f. Saran
Perlunya pengondisian awal sebelum mulai pembelajaran
untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Pembelajaran
diluar jam belajar membutuhkan minat belajar yang lebih agar
siswa-siswi tetap memperhatikan dan penyampaian materi yang
menarik juga merukapan indikator yang berpengaruh dalam
menumbuhkan minat belajar mereka di luar jam pembelajaran

58

33. Pelatihan pembuatan grafik dasar fisika dan penggunaan formulaformula microsoft excel
a. Latar Belakang
Perangkat Desa merupakan satu dari beberapa stakeholder desa
yang dipercaya oleh masyarakat untuk membantu segala kebutuhan
masyarakat dalam segala aspek. Kebutuhan akan kemampuan dasar di era
modern seperti ini sangatlah dibutuhkan oleh perangkat desa, khususnya
para perangkat Desa Menayu.
Kemampuan dasar yang harusnya dimiliki oleh perangkat desa
adalah mampu menguasai komputer. Karena segala kegiatan termasuk
pembuatan surat-surat, grafik kebutuhan desa, dan matematika komputer
saat ini lebih mudah menggunakan software-software yang ada pada
komputer. Software yang harus dikuasai oleh perangkat desa minimal
adalah Microsoft excel. Fungsi-fungsi toolbar pada microsoft excel sangat
dibutuhkan oleh perangkat-perangkat desa, misalnya adalah cara
pembuatan grafik menggunakan Microsoft excel serta formula-formula
atau rumus yang ada dalam Microsoft excel guna perhitungan cepat.
b.

Bentuk kegiatan
Pemberian dan pembahasan materi berbentuk hard copy terlebih
dahulu
Praktik langsung dengan perangkat desa menggunakan laptop
Pemberian catatan tambahan kepada perangkat desa

c.

Tujuan kegiatan
Memberikan pengetahuan tentang fungsi-fungsi toolbar, cara
pembuatan grafik dasar excel dan formula/rumus pada excel.

d.

Sasaran kegiatan
Seluruh Perangkat Desa Menayu

e.

Waktu & tempat pelaksanaan


- 17 Januari 2014
- Jam 09.00 12.00 WIB
- Pendopo Kantor Kepala Desa Menayu

59

f.

Pembiayaan
biaya internet

Rp 4.000,-

cetak materi

Rp 4.000,-

dana survey

Rp 4.000,_________ +
Rp 12.000,-

g.

Parameter keberhasilan
Para perangkat desa mampu membuat grafik desa sendiri dan
mengetahui cara mencari jumlah L/P (Laki-Laki/Perempuan) dari
suatu data yang dimiliki desa.

h.

Metodologi
Pemberian materi dan praktik langsung satu persatu

i.
o

Hasil Pelaksanaan
Program ini terlaksana oleh tim KKN UNDIP yang bekerja sama
dengan perangkat desa, khususnya Desa Menayu. Kegiatan ini
bertempat di Pendopo Kantor Kepala Desa.

Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan


para perangkat desa mampu membuat contoh grafik sendiri dan
mampu menggunakan formula dengan benar. Dan para perangkat
desa sangat antusias dalam bertanya.

j.

Pembahasan Kegiatan

Pelatihan pembuatan grafik dasar fisika dan penggunaan formulaformula microsoft excel di Desa Menayu ini berjalan lancar.
Antusias para perangkat desa sangat tinggi sekali, ditandai dengan
banyaknya para perangkat desa yang bertanya. Selain itu, pelatihan
ini diikuti oleh semua perangkat desa mulai Kepala Desa, Sekretaris
Desa, hingga Kepala Dusun. kegiatan berlangsung selama 3 jam
mulai pukul 09.00-12.00 WIB. Peserta yang mengikuti kegiatan ini
berjumlah 9 orang.

60

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah adanya salah satu
perangkat desa yang sudah tua sehingga membutuhkan waktu yang
agak lama untuk bisa paham.

34 Pengenalan mailling list dengan media komputer


a.
Latar Belakang
Semakin banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh perangkat desa,
menuntut semua kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan singkat, cepat,
dan tepat. Kebutuhan komputer di saat seperti ini sangatlah penting
mengingat komputer mampu membantu manusia untuk menyelesaikan
kegiatannya.
Namun, tidak semua orang mampu menguasai komputer dengan
baik. Dalam pengertian tidak semua orang menguasai fungsi-fungsi dari
toolbar pada salah satu software pada komputer. Microsoft word adalah
salah satu software yang harus dikuasai oleh setiap perangkat desa.
Software ini selalu digunakan untuk membuat surat maupun membuat
laporan kegiatan desa. Tetapi masih ada kendala dalam pembuatan surat
yang mana untuk mencetak ribuan surat dengan nama penerima yang
berbeda-beda para perangkat desa belum menguasai, untuk itu dengan
bantuan mailling list Microsoft word dan Microsoft excel solusi
pencetakan nama surat akan terselesaikan.
b.

Bentuk kegiatan
Pemberian materi dalam bentuk hard copy
Praktik langsung dengan media LCD dan laptop
Pemberian catatan tambahan sesuai kebutuhan perangkat desa

c.

Tujuan kegiatan
Memberikan solusi singkat dan tepat untuk cetak surat dengan
nama-nama yang berbeda

d.

Sasaran kegiatan
Seluruh Perangkat Desa Menayu

e.

Waktu & tempat pelaksanaan


- 20 Januari 2014
- Jam 09.00-12.00 WIB
- Pendopo Balai Desa Menayu
61

f.

Pembiayaan
Jasa internet

Rp 7.000,-

Jasa percetakan dan fotocopy

Rp 3.000,-

Dana survey dan konsultasi

Rp 7.000,__________+
Rp 17.000,-

g.

Parameter keberhasilan
Perangkat Desa bisa mempraktikkan sendiri secaran langsung
pembuatan mailling list untuk pencetakan surat-surat.

h.

Metodologi
Pemberian materi mailing list dan mengadakan forum diskusi
dengan perangkat desa.

i.
o

Hasil Pelaksanaan
Program ini terlaksana dengan baik oleh mahasiswa-mahasiswi tim
KKN UNDIP yang bekerja sama dengan Perangkat Desa Menayu.
Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Menayu.

Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan


antusiasnya perangkat desa yang datang lengkap. Perangkat desa
banyak yang mengajukan pertanyaan sehingga komunikasi dua arah
terwujud.

j.

Metodologi
Metode pertama yang dilakukan adalah dengan wawancara kepada
perangkat desa tentang masalah yang dialami oleh perangkat desa.
Kemudian melakukan pemberian materi sesuai dengan bahasan yang
disampaikan dan praktik langsung sehingga perangkat desa dapat
mengetahui dan mengerti informasi yang disampaikan oleh
mahasiswa.

k. Pembahasan Kegiatan
62

Kegiatan pelatihan penggunaan mailing list di Balai Desa Menayu


berjalan lancar. Antusias perangkat desa terlihat sangat jelas,
pelatihan diikuti oleh semua perangkat desa. Tentunya sasaran
kegiatan ini sudah tepat untuk memajukan SDM Perangkat Desa
Menayu. Setelah adanya pelatihan ini para perangkat desa tidak
perlu repot-repot menulis satu persatu nama pada surat. Hanya perlu
memasukkan nama dan alamat sebagai database pada Microsoft
excel kemudian dengan mailings surat tersebut tinggal di cetak.

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini ada beberapa perangkat


desa yang belum menguasai bahasa inggris pada Microsoft word
sehingga perlu ditunjukkan tool-tool nya satu persatu.

35 Pembahasan soal-soal UN IPA tingkat SD untuk meningkatkan minat


belajar siswa
a. Latar Belakang
UN (Ujian Nasional) memang menjadi momok yang menakutkan
bagi siswa-siswi SD. Tidak hanya soal-soal yang menjadi momok,
ketidakjelasan pelaksanaan UN tingkat SD tahun ini juga
menambah kebingungan siswa dan guru-guru. Ketika kita berbicara
tentang pendidikan sebagai sebuah sistem, evaluasi tentu
dibutuhkan dalam setiap jenjang pendidikan. Evaluasi diperlukan
untuk menilai seberapa jauh capaian kompentensi siswa dengan
kompetensi ideal yang menjadi tujuan pembelajaran di setiap
jenjang pendidikan. Maksud dari wajib belajar tentu saja bukan
sekadar memasuki bangku sekolah, namun juga menegaskan
adanya tanggung jawab moral untuk membekali siswa dengan
aneka kemampuan sesuai potensi yang dimilikinya. Selain
memiliki kewajiban belajar, siswa pada dasarnya juga memiliki hak
untuk belajar. Dengan kata lain, kewajiban dan hak belajar
semestinya

berjalan beriringan dalam upaya meningkatkan

kapasitas dan kemampuan siswa. Jika dalam evaluasi siswa belum


berhasil mencapai kompetensi yang menjadi tujuan pendidikan,
63

maka siswa berhak belajar meningkatkan kompetensinya. Untuk


meningkatkan kompetensi perlu dilakukan latihan-latihan soal yang
mampu meningkatkan minat dan kompetensi siswa.

b.

Bentuk kegiatan
Memberikan tambahan-tambahan soal UN/Tryout IPA
Memberikan cara pemecahan soal-soal UN

c.

Tujuan kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa dan
strategi menghadapi UAS/UN SD

d.

Sasaran kegiatan
Siswa Kelas 6 SDN Menayu 1 dan SDN Menayu 2

e.

Waktu & tempat pelaksanaan


- SDN Menayu 1 : Tanggal 4 Februari 2014 ; 09.30-12.00 WIB
- SDN Menayu 2 : Tanggal 21 Januari 2014 ; 12.30-14.30 WIB

f.

Dana yang dibutuhkan


Dana survey

Rp 6.000,-

Jasa Internet

Rp 6.000,-

Jasa percetakan dan fotocopy soal

Rp 80.000,__________+
Rp 92.000,-

g.

Parameter keberhasilan
Siswa-siswi berani maju ke depan dan mampu mengerjakan soal
berikut dengan cara pengerjaannya.

h.

Metodologi
Memberikan soal-soal kemudian perwakilan siswa-siswi maju
untuk memberikan cara memperoleh jawabannya.

i.

Hasil Pelaksanaan

64

Program ini terlaksana oleh tim KKN UNDIP yang bekerja sama
dengan Kepala Sekolah di tiap-tiap SD.

Program terlaksana dengan lancar dan sukses yang ditandai dengan


antusiasnya siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Siswasiswi mampu mengerjakan cara-cara menjawab pertanyaan pada
soal.

Metodologi
Metode yang dilakukan adalah dengan diskusi tentang cara-cara
mengerjakan dan menjawab soal UN IPA.

j.

Pembahasan

Pelatihan soal-soal UN IPA di kedua SD berjalan dengan lancar dan


tertib. Hampir semua siswa di kedua SD sudah bisa mengerjakan
soal-soal dengan baik. Namun tidak semua soal yang mereka
kerjakan dijawab dengan benar. Secara keseluruhan siswa-siswi
kedua SD siap menghadapi UN/UAS SD yang rencana akan
dilaksanakan bulan Mei mendatang.

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang percaya dirinya


siswa-siswi kedua SD ketika maju kedepan untuk mengerjakan soal.

36 Teknik pencampuran rasa untuk peningkatan harga jual mikro UMKM:


berbasis tekanan fisika
a.

Latar Belakang
Persaingan dalam dunia usaha cukup ketat. Kurangnya inovasi
mengenai produk usaha akan menyebabkan konsumen semakin
bosan. Apalagi dalam usaha yang masih mikro, inovasi sangat
perlu diperhatikan. Inovasi merupakan salah satu cara agar
konsumen tidak merasa bosan dengan produk-produk yang kita
hasilkan dan kita jual. Inovasi dari suatu produk tidak hanya
sekedar mengubah suatu kemasan menjadi yang lebih modern,
tetapi keunggulan rasa dari produk kita haruslah kita jaga agar
konsumen tidak kecewa. Inovasi dengan rasa memang sangat
65

menguntungkan karena konsumen akan terus mencari rasa-rasa


terbaru dari produk kita. Namun, inovasi terhadap rasa perlu
perhitungan yang pas agar tidak rugi di kemudian hari.
b.

Bentuk kegiatan
Penambahan inovasi rasa terhadap usaha mikro UMKM Peyek.

c.

Tujuan kegiatan
Meningkatkan harga jual usaha Peyek.

d.

Sasaran kegiatan
Pemilik rumah produksi peyek dan masyarakat Desa Menayu.

e.

f.

Waktu & tempat pelaksanaan

8 Februari 2014; 12.00 15.00 WIB

Posko KKN

Pembiayaan

Dana survey

Rp 4.000,-

Dana Internet

Rp 5.000,-

Dana beli bubuk bumbu

Rp 20.000,__________+
Rp 29.000,-

g.

Parameter keberhasilan
Terbentuknya inovasi rasa keju dan rasa barbeque pada usaha
Peyek. Dan dengan harga awal Rp 9.000,00/bungkus kemudian
diberi perlakuan inovasi rasa, Peyek dapat terjual dengan harga Rp
12.000,00/bungkus.

h.

Metodologi
Penambahan rasa pada Peyek dan promosi produk baru.

i.

Hasil Pelaksanaan
Program terlaksana dengan baik dan lancar yang ditandai dengan

munculnya inovasi baru terhadap rasa peyek. Dengan munculnya inovasi


66

ini, harga peyek semakin tinggi dan bisa menjadi batu loncatan untuk
menambah rasa lain yang lebih inovatif.
j.

Pembahasan Kegiatan
Secara garis besar, program ini berjalan dengan lancar dan hasilnya

sudah sesuai dengan yang diharapkan. Pencampuran rasa dengan sedikit


tekanan akan menambah kualitas rasa karena bumbu yang dicampur akan
meresap di produk tersebut. Namun untuk model pengemasan masih
sama dengan sebelumnya yang belum dilakukan penambahan rasa. Selain
ada perbedaan pada rasa peyek yang semakin gurih, enak, dan membuat
ketagihan, juga terdapat perubahan dalam desain produk yang dibuat
yang tentunya akan semakin menarik. Kendala yang dialami dalam
melaksanakan kegiatan ini adalah sulitnya mencari rasa yang cocok pada
peyek. Selain itu juga sulit dalam mencari kepercayaan konsumen
dengan produk baru yang ditawarkan.

37. Redesain Kemasan Inovasi Baru UMKM


a. Latar Belakang
Perkembangan daya saing pasar saat ini semakin besar, dan UMKM
yang ada masih pada kreasi awal dengan originalitasnya. Kurangnya
kreasi macam rasa pada UMKM peyek kacang yang ada membuat
konsumen cukup bosan. Ditambah lagi dengan desain kemasan yang
kurang menarik.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: Lokasi UMKM

Tanggal

: 8 Februari 2014

Waktu

: 12.00- 15.00 WIB

Jumlah Peserta : 2 orang

67

c. Tujuan
Memberikan ciri khas inovasi kemasan UMKM agar lebih menarik dan
mudah dimengerti oleh para konsumen.
d. Sasaran
Warga sekitar, langganan dan penjual toko makanan Pasar Muntilan,
Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Kertas
2. Print Poster
3. Dana Internet
JUMLAH

Biaya
Rp 500,Rp 2.000,Rp 2.500,Rp 5.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan lokasi UMKM berupa inovasi rasa dari peyek
kacang yang selama ini hanya memiliki rasa original. Program ini
berupa redesain kemasan peyek yang memiliki rasa baru yaitu BBQ dan
keju.
g. Saran
Dihapkan agar pemilik UMKM melanjutkan kreasi inovasi rasa dan
pengemasan ini guna menaikkan minat konsumen terhadap produk
UMKM dan produk mendapat ciri khas sendiri.

38. Konsultasi Konstruksi Jamban Sehat


a. Latar Belakang
Masih banyaknya masyarakat Desa Menayu yang belum mempunyai
jamban yang sehat. Bahkan masih banyak pula warga yang bemul
memiliki jamban dan buang air di kali ataupun kolam ikan.
68

b. Alokasi dan Waktu Kegiatan


Lokasi

: Pengajian Bapak-bapak

Tanggal

: 25 Januari 2014

Waktu

: 20.30- 21.00

Jumlah Peserta : 25 orang


c. Tujuan
Menghimbau

warga

untuk

menerapkan

hidup

sehat

dengan

pembangunan jambar yang sehat.


d. Sasaran
Seluruh warga Desa Menayu yang belum ataupun ingin merubah
jamban di kediamannya.
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Brosur Ciri Jambar Sehat
JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp 5.000,Rp 5.000,-

Sumber
Mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan dalam pengajian Bapak-bapak di RT 09 Dusun


Jambean, Menayu. Program ini berupa penyuluhan tentang konstruksi
lantai, ventilasi, hingga saluran air dari jamban yang baik dan sehat.
Kegiatan ini dihimbau dapat menumbuhkan keinginan warga untuk
memiliki jamban sendiri yang bersih dan sehat.
g. Saran
Semoga warga Desa Menayu, khususnya Dusun Jambean memiliki
keinginan untuk memiliki jambar yang sehat agar tidak mencemari
lingkungan.

69

39. Pelatihan Menggambar untuk Siswa SD


a. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui selama ini, teknik gambar pada siswa SD
belum baik. Ada beberapa siswa yang sudah cukup baik, namun masih
banyak yang sangat dibawah rata-rata. Oleh karena itu, diadakanlah
pemberian pelatihan tentang teknis penggambaran bagi siswa SD.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: SDN Menayu 1

Tanggal

: 21 Januari 2014

Waktu

: 10.30- 12.00

Jumlah Peserta : 18 orang


c. Tujuan
Pelatihan ini bertujuan agar siswa SD memahami teknis menggambar
dan mewarnai yang benar. Pelatihan ini juga dimaksud untuk
menambah minat dan daya tarik siswa kepada kesenian.
d. Sasaran
Siswa kelas 5 SDN Menayu 1.
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Kertas A4
2. Hadiah
JUMLAH

Biaya
Rp 10.000,Rp 20.000,Rp 30.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini berisi pelatihan dan pengajaran teknik menggambar dan
mewarnai yang baik, dilanjutkan dengan lomba mewarnai. Tema yang
diusungkan sengaja bebas untuk melihat seberapa kreatif gambar
yang ada. Namun, mayoritas siswa dikelas menggambar pemandangan.
70

Setelah itu dilanjutkan dengan pengumuman lomba. Pemenang lomba


ini akan diikutsertakan dalam lomba menggambar di Expo Kecamatan
Muntilan.
g. Saran
Pelatihan ini dihimbau dapat menjadi pembelajaran dan dapat
diaplikasikan oleh siswa SD kedepannya.

40. Pelatihan dan Pengenalan Maket dan Papercraft


a. Latar Belakang
Kerajinan tangan di Desa Menayu, khususnya SDN Menayu 2 masih
kurang jenis dan macamnya. Oleh karena itu, sepertinya permainan
bermodel perlombaan antar kelompok dalam hal kerajinan tangan.
Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang 3 dimensi dari suatu model
atau benda juga menjadi latar belakang program ini. Setelah program
ini, siswa SD dihimbau dapat memahami dan dapat berkreasi dengan
model 3 dimensi.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: SDN Menayu 2

Tanggal

: 25 Januari 2014

Waktu

: 13.00- 15.00

Jumlah Peserta : 31 orang


c. Tujuan
Memperkenalkan kerajinan kertas modern (papercraft) guna menambah
kreatifitas dalam kerajinan tangan siswa SD.
d. Sasaran

71

Seluruh siswa kelas 3 SDN Menayu 2.


e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Print
2. Hadiah dan Alat
JUMLAH

Biaya
Rp 40.000,Rp 20.000,Rp 60.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini berbentuk games yang menyenangkan bagi siswa kelas 3
SD. Kegiatan ini berupa pembuatan maket model kubus bergambar
tokoh yang tidak asing oleh siswa SD. Pelatihan ini sejenis lomba
berhadiah yang akhirnya setiap kelompok peserta mendapat hadiah.
Para peserta sangat bersemangat dan antusias.
g. Saran
Kerajinan kertas ini bisa digunakan untuk menghias ruangan ataupun
souvenir. Bisa pula dijadikan barang yang diperdagangkan.

41. Desain Produk Dalam Pembuatan Poster Untuk Unit Kegiatan


Mandiri Peyek Kacang Pada Dusun Jambean
a. Latar Belakang
Kurangnya pembuatan desain terhadap produk yang produksi pada
kegiatan mandiri peyek kacang karena adanya anggapan Desain
Produk Sulit.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: Pasar Muntilan

Tanggal

: 18 Januari 2014

Waktu

: 08.00- 12.00
72

Jumlah Peserta : 2 orang


c. Tujuan
Menggunakan poster guna meningkatkan estetika desain terhadap
produk yang bertujuan menambah konsumen dalam pembelian produk
peyek kacang dan memperluas jaringan konsumen untuk menarik
perhatian saat membeli peyek kacang.
d. Sasaran
Penjual

toko

makanan

Pasar

Muntilan,

Kecamatan

Muntilan,

Kabupaten Magelang.

e. Biaya dan Sumber Biaya


No Keterangan
1. Kertas CTS
2. Print Poster
3. Dana Internet
JUMLAH

Biaya
Rp 25.000,Rp 20.000,Rp 5.000,Rp 50.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan di ruang lingkup pada penjual toko makanan
Pasar Muntilan, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Membuat
poster guna meningkatkan estetika desain terhadap produk yang
bertujuan menambah konsumen dalam pembelian produk peyek kacang
dan memperluas jaringan konsumen untuk menarik perhatian saat
membeli peyek kacang.
g. Saran
Menciptakan dalam desain produk untuk produk yang baru harus
memiliki kesabaran dan menambah pengetahuan dalam hal design
dengan cara melihat referensi yang banyak. Diperlukan wawasan dan
suasana hati yang baik dan fokus.
73

42. Pengendalian

Kualitas

Mutu

Dalam

Pengembangan

Produk

Terhadap Peyek Kacang


a. Latar Belakang
Belum adanya peningkatan kualitas terhadap peyek kacang guna
pengembangan produk dengan pembuatan pin tiap pembelian produk
peyek kacang.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: Pasar Muntilan

Tanggal

: 17 Januari 2014

Waktu

: 09.00- 12.00

Jumlah Peserta : 2 orang


c. Tujuan
Menggunakan produk pin dalam pengendalian kualitas mutu terhadap
produk peyek kacang dengan menambahkan pin tersebut dalam tiap
pembelian peyek kacang guna meningkatkan kualitas.
d. Sasaran
Penjual toko makanan Pasar Muntilan, Kecamatan Muntilan,
Kabupaten Magelang.
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
Biaya
1. Print Pencetakan Terhadap Rp 30.000,Pin
2. Dana Internet
JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Rp 5.000,Rp 35.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

74

Kegiatan ini dilakukan di ruang lingkup pada penjual toko makanan


Pasar

Muntilan,

Kecamatan

Muntilan,

Kabupaten

Magelang.

Menggunakan produk pin dalam pengendalian kualitas mutu terhadap


produk peyek kacang dengan menambahkan pin tersebut dalam tiap
pembelian peyek kacang guna meningkatkan kualitas.
g. Saran
Menciptakan pengendalian kualitas mutu terhadap produk peyek
kacang dengan menambahkan pin tiap pembelian produk tersebut.harus
memiliki kesabaran dan menambah pengetahuan dalam hal peningkatan
kualitas mutu pin dengan cara melihat referensi yang banyak.
Diperlukan juga wawasan yang luas dalam pengetahuan kualitas dan
mutu untuk meningktkan konsumen peyek kacang.

43. Strategi Pemasaran Untuk Unit Kegiatan Mandiri Peyek Kacang


a. Latar Belakang
Belum adanya strategi dalam memasarkan UMKM peyek kacang agar
terkenal dan dapat menarik customer lebih banyak sehingga menambah
pelanggan dalam peyek kacang.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: Pasar Muntilan dan Lokasi Desa Menayu

Tanggal

: 18 Januari 2014

Waktu

: 08.00- 12.00

Jumlah Peserta : 2 orang


c. Tujuan
Menggunakan brosur guna meningkatkan inovasi dalam hal strategi
pemasaran terhadap produk peyek kacang yang dihasilkan mengenalkan
75

lokasi, tempat, nama produk dan dibuat oleh Ibu Utiyah dengan brosur
yang berwarna-warni untuk menambah strategi dalam memasarkan
peyek kacang terhadap customer.
d. Sasaran
Penjual toko Pasar Muntilan dan Desa Menayu, Kecamatan Muntilan,
Kabupaten Magelang.
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Kertas A4
2. Print Brosur
3. Dana Internet
JUMLAH

Biaya
Rp 10.000,Rp 20.000,Rp 5.000,Rp 35.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan di ruang lingkup pada penjual toko Pasar
Muntilan dan jalanan Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten
Magelang. Menggunakan brosur adalah salah satu startegi pemasaran
yang mudah dilakukan dalam srategi pemasaran terhadap produk peyek
kacang dengan membuat brosur berwarna tersebut dalam tiap
pembelian peyek kacang dapat menarik keinginan custromer dalam
membeli dan menjual peyek kacang kembali.
g. Saran
Menciptakan strategi pemasaran terhadap produk peyek kacang dengan
memberikan brosur disetiap jalan dan lokasi yang strategis, dalam
menyebarkan brosur harus memiliki kesabaran dalam hal strategi
pemasaran peyek kacang.

44. Pengenalan Sistem Informasi Microsoft Powerpoint Pada Perangkat


Desa
76

a. Latar Belakang
Kurangnya pengetahuan sistem infomasi khususnya aplikasi Microsoft
powerpoint pada perangkat desa.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: Kantor Desa

Tanggal

: 18 Januari 2014

Waktu

: 12.00- 15.00

Jumlah Peserta : 5 orang


c. Tujuan
Menambahnya pengetahuan sistem infomasi khususnya aplikasi
Microsoft powerpoint pada perangkat desa.
d. Sasaran
Seluruh perangkat Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten
Magelang
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Kertas A4
2. Print
JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp 5.000,Rp 5.000,Rp 10.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan di ruang lingkup kantor desa guna meningkatkan


dan menambahnya informasi pengetahuan sistem infomasi khususnya
aplikasi Microsoft powerpoint pada perangkat desa.

77

g. Saran
Dalam pelatihan aplikasi Microsoft powerpoint harus berkonsentrasi
dan banyak latihan untuk tidak lupa dalam mengoperasikan aplikasi
tersebut.

45. Pengenalan Upaya Hemat Energi untuk Anak SD Kelas IV


a. Latar Belakang
Krisis energy global telah menimbulkan dampak yang serius bagi
perkembangan isu-isu global. Sebagai seorang yang berkecimpung
dalam bidang ilmu keteknikan lingkungan maka salah satu hal yang
dapat diberikan kepada masyarakat desa adalah pengenalan hemat
energy sebagai salah satu upaya dalam memberikan pengetahuan
kepada masyarakat tentang krisis energy global. Sebagai aplikasi
dalam program hemat energy yang seyogianya memang ditanamkan
sejak dini, maka masyarakat desa perlu diedukasi untuk menggunakan
energi dengan bijak teruatama kepada anak-anak.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: SDN Menayu 1 dan 2

Tanggal

: 20 Januari 2014

Waktu

SDN Menayu 1 (10.00- 12.00)

SDN Menayu 2 (13.00-14.30)

Jumlah Peserta : 46 orang


c. Tujuan
78

Menjadikan masyarakat desa memiliki pengetahuan tentang upaya


hemat energi sejak dini.
d. Sasaran
Anak Sekolah Dasar di Desa Menayu, yang berada di kelas IV.
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Dana Survey
2. Print out materi
3. Dana Internet
4. Dana pengalokasian
JUMLAH

Biaya
Rp 30.000,Rp 10.000,Rp 50.000,Rp 5.000,Rp 95.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Penyampaian ilmu pengetahuan tentang bahaya penggunaaan energi
secara berlebihan dan dampaknya terhadap lingkungan menjadi tujuan
utama dalam pengenalan upaya hemat energy terhadap anak-anak di
SD Menayu. Hemat energy ini lebih difokuskan kepada energy listrik
dan bahan bakar fosil yang dikenal secara umum di masyarakat.
Pemuataran video tentang dampak lingkungan akibat penambangan
minyak bumi yang tidak ramah lingkungan dan berbagai gas-gas emisi
yang dikeluarkan oleh pembangkit-pembangkit energy listrik yang
tentunya sangat berbahaya bagi lingkungan. Materi ini disampaikan
kepada murid kelas IV karena mereka telah memiliki basic
pengetahuan tentang ilmu pengetahuan alam yang cukup baik,
sehingga diharapkan menjadi waktu yang tepat sebagai penerima
materi.
g. Saran
Penyampaian materi terhadap anak-anak lebih baik jika diberikan
dengan meggunakan games-games yang berkatan dengan upaya hemat
energy.

79

46. Praktek Pemilahan Sampah dan Pembagian Stiker Sampah Organik


dan Anorganik untuk Anak Kelas III SD
a. Latar Belakang
Sampah bukan hanya menjadi masalah di perkotaan, walaupun jumlah
timbulan sampah di pedesaan tidak sebesar timbulan sampah di
perkotaan, namun pengetahuan tentang pemilahan sampah juga sangat
penting bagi masyarakat desa. Belum adanya fasilitas pengelolaan
sampah di desa menjadi salah satu hal yang sangat urgent dalam
penyampaian materi pemilahan sampah di desa, sehingga diharapkan
masyarakat mampu mengelola sampah mereka sendiri baik dengan
menggunakan kembali, atau menjual sampah yang masih memiliki nilai
jual. Sedangkan untuk sampah organik diharapkan masyaralat mampu
menglah untuk menjadikannya sebagai sumber pupuk organic.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: SDN Menayu 2

Tanggal

: 25 Januari 2014

Waktu

: 13.30- 14.30

Jumlah Peserta : 24 orang


c. Tujuan
Murid kelas III mampu membedakan sampah organik dan anorganik
d. Sasaran
Anak Sekolah Dasar di SDN Menayu 2, yang berada di kelas III.
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Dana survey

Biaya
Rp 30.000,-

Sumber
Mahasiswa
80

2. Cetak Stiker
3. Dana Pengalokasian
JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Rp 10.000,Rp 5.000,Rp 45.000,-

Mahasiswa
Mahasiswa

Pemilahan sampah dilakukan dengan melakukan beberapa games


dengan anak-anak di kelas III SDN Menayu 2, sampah yang ada di
lingkungan sekolah diambil dikumpulin dan dilanjutkan dengan
penjelasan tentang organic dan anorganik. Kemudian setiap anak
disuruh untuk mengambil salah satu sampah yang ada dan menjelaskan
sampah yang diambil. Kegiatan diakhiri dengan pembagian striker dan
kuis.
g. Saran
Pengetahuan tentang sampah organic dan anorganik sebaiknya
diberikan secara berkala terhadap anak-anak SD karena seiring waktu
harus tetap diingatkan agar tetap ingat dan memahami dengan lebih
baik.

47. Sosialisasi Greenlife Style dan Minimalisasi Penggunaan Plastik untuk


Ibu PKK RT 11 dan RT 9 Dusun Jambean
a. Latar Belakang
Plastik menjadi salah satu sampah yang sangat banyak ditemukan
disertai tempat, termasuk juga di pedesaan. Pada dasarnya masyarakat
belum banyak mengetahui tentang bahaya penggunakan plastic dan juga
bahayanya terhadap lingkungan karena pendegradasiannya yang yang
membutuhkan waktu yang sangat lama. Upaya dalam menjadikan
greenlifestyle di pedesaan juga sangat dibutuhkan walaupun isu ini
masih lebih banyak diperbincangakan di perkotaan, namun juga
terhadap warga pedesaan juga menjadi hal yang penting untuk diajarkan
demi menjalankan salah satu tujuan PKK yaitu melestarikan
lingkungan.
81

b. Alokasi dan Waktu Kegiatan


Lokasi

: PKK RT 11 dan RT 9 Dusun Jambean

Tanggal

: 24 Januari 2014

Waktu

: 19.00- 21.00

Jumlah Peserta : 20 orang


c. Tujuan
Menjadikan ibu-ibu PKK mengetahui cara penggunaan plastikmsecara
bijak dan juga untuk mengetahui lebih baik tentang greenlifestyle.
d. Sasaran
Perkumpulan ibu-ibu PKK di RT 11 dan 9 di Dusun Jambean.
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Dana Survey
2. Print Brosur
JUMLAH

Biaya
Rp 15.000,Rp 10.000,Rp 25.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa

f. Penjelasan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan dengan menyesuaikan waktu dengan ibu-ibu
PKK di dusun jambean yaitu di RT 11 dan RT 9. Penyampaian materi
tentang greenlifestyle dan mininalisasi penggunaan plastik diberikan
dengan menjelaskan pertama kali tentang bahaya plastic bagi
lingkungan. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang symbolsimbol plastic yang ada pada beberapa kemasan dan cara bijak untuk
mengunakan kembali bahan-bahan plastic yang baik agar tidak
berdampak pada kesehatan masyarakat. Penjelasan materi diakhiri
dengan menjelaskan pengolahan sampah plasti yang baik yaitu dengan
metode pirolisis sederhana untuk menghasilkan minyak sedernana yang
dapat digunakan sebagai pengganti bensin.
82

g. Saran
Lebih di tingkatkannya penyuluhan tentang bahaya plastic dari pihak
kesehatan desa, karena kebiasaan masyarakat membuang berbagai jenis
sampah plasik ke kali pabelan.

48. Pengenalan Pembuatan Pupuk Tunggal (NPK) kepada Ibu PKK


Dusun Menayu
a. Latar Belakang
Desa Menayu sebagai desa perikanan bukan berarti desa menayu tidak
ada lahan pertaniannya. Bahkan lahan pertanian di desa menayu juga
termasuk salah satu tempat pertanian yang cukup luas. Lahan pertanian
di desa menayu selain padi juga ada banyak pertanian sayuran. Dalam
hal ini masyarakat desa menggunakan pupuk anorganik yang debeli di
pasaran. Potensi desa yang memiliki banyak bahan-bahan alami yang
dapat digunakan sebagai bahan dasar pupuk tunggal yaitu sebagai
pengganti dari pupuk NPK. Bahan-bahan alami yang dapat digunakan
untuk dijadikan sebagai bahan pupuk tunggal sangat melimpah di des
menayu sepert batang pohon pisang, jerami, sabut kelapa, sisa sayuran
dll.
b. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Lokasi

: Aula Dusun Menayu

Tanggal

: 29 Januari 2014

Waktu

: 14.00- 16.00

Jumlah Peserta : 40 orang


c. Tujuan

83

Mengenalkan pembuatan pupuk tunggal dan kelebihannya terhadap ibuibu PKK di dusun Menayu.
d. Sasaran
Ibu-ibu PKK dusun Menayu dan RT 10 Dusun Jambean
e. Biaya dan Sumber Biaya
No Keterangan
1. Dana Survey
2. Dana Internet
3. Dana alokasi
JUMLAH
f. Penjelasan Kegiatan

Biaya
Rp 20.000,Rp 5.000,Rp 5.000,Rp 30.000,-

Sumber
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

Pengetahuan tentang pupuk tunggal dan pembuatanya dijelaskan pada


ibi-ibu pkk yang ada di dusun menayu, materi disampaikan dengan
memberikan materi tentang pembuatan dan potensi dari bahan-bahan
alam yang melimpah di desa yang dapat dimanfaatkan. Pembuatan
pupuk tunggal di desa menayu disambut baik oleh ibu pkk yang ada di
dusun menayu karena ternyata di dusun menayu juga ada kelompok tani
yang orientasinya kepada penggunaan pupuk organic.
g. Saran
Pembuatan pupuk tunggal sebaiknya dilakukan dengan skala komunal
dan skala yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pupuk yang ada
di kelompok tani yang ada di dusun menayu dan juga ang ada di desa
menayu secara umum.

84

C. PEMBAHASAN KEGIATAN
1. Pemberdayaan Industri Rumahan Peyek Kacang Rasa Bawang
a. Kekuatan
Dapat memanfaatkan waktu luang.
Kegiatan dapat dilaksanakan di rumah masing-masing warga.
Bahan utama mudah didapat.
b. Kelemahan
Jarak pasar yang cukup jauh membuat warga yang tidak memilik
kendaraan pribadi harus menyewa ojek. Hal ini menyebakan
pembengkakan biaya produksi.
c. Peluang
Kegiatan ini bisa menjadi sumber mata pencaharian tambahan bagi
warga Desa Menayu Kecamatan Muntilan, Magelang.
d. Ancaman
Kendala transportasi dapat mengurangi keuntungan yang di dapat
atau bahkan menghambat proses produksi dan pemasaran.
2. Pengembangan Industri Rumahan Peyek Kacang Rasa Bawang
Dalam Segi Pengemasan
a. Kekuatan
Warga antusias akan inovasi yang diberikan.
Dukungan Bapak Kepala Desa sangat tinggi
b. Kelemahan
Biaya percetakan sticker dirasa cukup tinggi bagi pengusaha peyek.
c. Peluang
Dengan sticker yang baru produk Peyek Kacang desa Menayu akan
lebih menonjol dibandingkan produk peyek lain yang ada di pasaran.
d. Ancaman
Dengan biaya percetakan yang diraas cukup tinggi ditakutkan
penggunaan sticker ini tidak akan bertahan lama.
3. Pengenalan Bahasa Inggris Dasar Kepada Anak-Anak di Desa
Menayu.
a. Kekuatan
Perangkat desa dan para orang tua mendukung program ini.
Dengan potensi wisata yang dimiliki kota Magelang, kegiatan
ini menjadi modal awal bagi anak-anak desa Menayu.
b. Kelemahan
Kurangnya media pembelajaran seperti internet, tv satelit dan
buku-buku bacaan berbahasa Inggris.
85

c. Peluang
Meningkatkan kepercayaan diri anak-anak desa Menayu dalam
bercakap-cakap dengan bahasa Inggris.
Ancaman
Setelah selesainya program KKN dikhawatirkan anak-anak akan
berhenti belajar Bahasa Inggris diluar kegiatan belajar di sekolah
karena kurangnya tenaga pengajar di lingkugan desa.
4. Memperdalam Kemampuan Membaca dan Pengucapan Bahasa
Inggris Siswa SDN Menayu.
a. Kekuatan
Antusias para siswa cukup besar
Besarnya dukungan kepala sekolah dan guru bahasa Inggris di
masing-masing sekolah dasar.
b. Kelemahan
Minimnya pengalaman siswa dalam hal membaca bahasa Inggris.
c. Peluang
Siswa akan lebih mudah mempelajari Bahasa Ingris di level lebih
lanjut.
d. Ancaman
Jika selanjutnya siswa tidak aktif membaca dan berbicara Bahasa
Inggris, dikhawatirkan kemampuan mereka tidak akan berkembang.
5. Pengenalan sejarah tentang dasar-dasar dan Lambang Indonesia
a. Kekuatan
Siswa jadi mengenal sejarah terbentuknya lambang negara
Indonesia
Siswa mengetahui arti dari setiap lambang negara indonesia.
b. Kelemahan
Siswa sulit menghafal kapan terbentuknya lambang-lambang
negara itu
Siswa hanya ingin mengerti mengenai dasar-dasarnya saja
Siswa lebih senang bermain-main
c. Peluang
Siswa lebih mengenal lambang negara indonesia dan
mengetahui perjalanan terbentuknya dasa-dasarnya. Selain itu
siswa mendapatkan pelajaran tentang tragedi masa lalu yang
akan menjadi suatu pelajaran untuk dimasa depan.
Siswa jadi mengenal kisah terbentuknya lambang dasar
negaranya.
d. Ancaman / Kendala
86

Kurang peduli terhadap sejarah


Banyaknya siswa yang kurang mendapatkan pendalaman
tentang peristiwa sejarah.

6. Menumbuhkan Rasa Nasionalisme kepada Generasi Muda


a. Kekuatan
Menumbuhkan jiwa nasional terhadap Siswa yang cinta akan
negaranya.
Dapat melestarikan kekayaan alam dan kebudayaan negaranya.
b. Kelemahan
Masih lebih dominan bermain ketimbang belajar.
Kurangnya pemahaman mengenai bentuk dari rasa
nasionalisme.
c. Peluang
Siswa lebih cinta terhadap Negara lalu bangga akan
kebudayaan dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia .
Tumbuhnya karakter terhadap siswa akan bangga terhadap
Negaranya.
d. Ancaman / Kendala
Kurang Mengenal tentang kebudayaan dan kekayaan yang ada
di indonesia.
Kurang mengetahui bentuk dari rasa nasional terhadap
negaranya.
7. Pengenalan Sejarah Pahlawan nasional
a. Kekuatan
Siswa jadi mengenal Para pahlawan Nasional
Siswa Jadi Mengenal Peristiwa yang dialami para Pahlawan
tersebut
b. Kelemahan
Siswa sulit menghafal para Pahlawan Nasional
Siswa hanya mngerti nama pahlawan tapi tidak peristiwanya
c. Peluang
Siswa lebih mengenal Para Pahlawan dan peristiwa yang
terjadi pada para pahlawan pada masa penjajahan.
Siswa dapat menghargai jerih payah para pahlawan.
Menumbuhkan jiwa pahlawan dan rela berkorban.
d. Ancaman / Kendala
Kurang peduli terhadap sejarah.
Banyaknya siswa yang kurang mendapatkan pendalaman
tentang peristiwa sejarah.
Kurangnya niat untuk memahami jasa para Pahlawan.
8. Menumbuhkan Kreasi Nasional di Sekoalah Dasar
a. Kekuatan
87

Siswa jadi mengenal gambar yang bertema nasional


Menambah kreasi para siswa
b. Kelemahan
Kreasi hanya terpaku pada yang sudah-sudah
Kreasi mereka masih belum bisa berkembang dan gambar
hanya itu-itu saja.
c. Peluang
Siswa Mendapatkan tema-tema dan kreasi di kesenian mereka.
Menumbuhkan rasa nasional yang dilampiaskan ke dalam seni.
d. Ancaman / Kendala
Kurang nya kreasi pada kesenian mereka
Banyaknya siswa yang kurang mendapatkan pendalaman
mengenai kreasi gambar.
Siswa masih senang bermain-main ketimbang pedalaman
materi.
9. Menciptakan Nilai Estetika Berupa Penambahan Dekorasi di
Perpustakaan SD Menayu 1
a. Kekuatan
Seluruh warga sekolah SD Menayu 1 menjadi tahu bagaimana
itu perpustakaan yang nyaman dan indah. Sehingga
perpustakaan bisa dijadikan salah satu tempat sumber
informasi.
b. Kelemahan
Kurangnya sikap peduli akan pentingnya nilai estetika yang
ada di perpustakaan
c. Peluang
Kegiatan penambahan dekorasi untuk ruang perpustakaan
berjalan dengan baik dan lancar.
d. Ancaman
Seluruh warga sekolah kurang memahami apa itu nilai estetika
di perpustakaan.
10. Pengelolaan serta Pengelompokkan Bahan Pustaka Berdasarkan
Subjek di Perpustakaan SD Menayu 1
a. Kekuatan
Seluruh warga sekolah terutama siswa dapat dengan cepat
menemukan buku, informasi atau bahan pustaka yang
dibutuhkan.
Pengelolaan bahan pustaka menjadi lebih baik
b. Kelemahan

88

Kurangnya sikap disiplin bagi siswa dalam melakukan


pengembalian bahan pustaka sehingga koleksi yang ada di
perpustakaan tidak sesuai dengan subjeknya.
c. Peluang
Pengelolaan dan pengelompokkan bahan pustaka dapat
berjalan dengan baik dan lancar.
d. Ancaman
Beberapa buku tidak tertata
dengan baik
dan rapi
menyebabkan beberapa buku terselip pada subjek buku yang
lain.
11. Pemberdayaan Potensi SDM Melalui Model Pembelajaran
Kooperatif untuk Anak Anak Desa Menayu
a. Kekuatan
Anak anak desa menayu bisa belajar secara kooperatif
sehingga mampu mengembangkan ketrampilan bertanya,
memberi kesempatan untuk anak anak desa menayu untuk
memecahkan masalah secara rasional.
b. Kelemahan
Keberhasilan pembelajaran kooperatif dalam upaya
mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode
waktu yang cukup panjang.
c. Peluang
Pemberian materi dapat berlangsung dengan baik, dan lancar.
d. Ancaman
Beberapa anak tidak kondusif dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran kooperatif
12. Pemanfaatan Koleksi atau Bahan Pustaka untuk Menunjang
Kegiatan Belajar Sinopsis di SD Menayu 1
a. Kekuatan
Para siswa dapat memanfaatkan bahan pustaka yang ada di
perpustakaan sehingga perpustakaan bisa dijadikan salah satu
tempat sumber informasi
b. Kelemahan
Kurangnya pengetahuan siswa tentang banyaknya bahan
pustaka yang bisa dijadikan referensi untuk belajar.
c. Peluang
Banyaknya bahan pustaka atau koleksi yang ada di
perpustakaan sekolah SD menayu 1
d. Ancaman
Minat Baca yang ada dalam diri siswa masih rendah
89

13. Dongeng Gizi untuk Anak TK Sebagai Pengenalan Makan Buah


dan Sayur Sejak Dini
Kekuatan :
Dapat menambah pengetahuan anak-anak TK tentang pentingnya
konsumsi buah dan sayur.
Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat
bermanfaat.
Kelemahan :
o Hanya efektif bila anak-anak TK benar-benar menyimak materi
yang disampaikan.
Ancaman :
o Kurangnya perhatian anak-anak TK yang asyik bermain sendiri.
Kesempatan :
o Kesempatan untuk menjadikan anak-anak TK untuk mengenal dan
gemar makan buah dan sayur.
14. Penyuluhan Tentang Pemberian Makanan Pendamping Air Susu
Ibu (MP-ASI)
Kekuatan :
Dapat menambah pengetahuan ibu ibu mengenai bagaimana cara
pemberian makanan pendamping ASI yang benar bagi anaknya
sesuai dengan tahapan usia anak.

Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat


bermanfaat.

Kelemahan :
Hanya efektif bila ibu -ibu benar-benar menyimak materi yang
disampaikan.
Ancaman :
o banyak anak-anak yang menangis dan rewel sehingga ada beberapa
ibu yang tidak seksama menyimak penyuluhan yang diberikan.

90

Kesempatan :
Kesempatan untuk menjadikan ibu-ibu yang mampu memberikan
asupan makan yang baik bagi anak-anaknya sehingga menjadikan
anak-anak tumbuh sehat.

15. Pemberian Makanan Tambahan Air Susu Ibu (PMT-ASI) sebagai


Pemenuhan gizi pada Balita di Posyandu Melati
Kekuatan :
Dapat menambah referensi untuk PMT di posyandu
Dapat menambah makanan untuk pemenuhan gizi bagi anak-anak
bayi dan balita.
Kelemahan :
Hanya efektif bila ibu -ibu kader mampu dan mau menyediakan
PMT tambahan.
Ancaman :
Dana yang digunakan untuk penyediaan PMT kurang jika ada
penambahan jenis PMT dikarenakan dana hanya berasal dari
swadaya masyarakat.
Kesempatan :
Kesempatan untuk menjadikan anak-anak menjadi lebih sehat dan
membantu pemenuhan zat gizinya.
16. Penyuluhan Jajanan Sehat dengan Menggunakan Media Permainan
Ular Tangga
Kekuatan :
Mendapat dukungan dari pihak sekolahan.

Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat


bermanfaat.

Kelemahan :

91

banyak anak-anak sd yang ramai sendiri sehingga kegiatan kurang


kondusif.
Ancaman :

banyak penjaja makanan diluar gerbang sekolah yang tidak aman


ditakutkan anak-anak masih tetap jajan sembarangan.

Kesempatan :
Dapat menambah pengetahuan anak-anak mengenai jajanan sehat
dan bagaimana memilih jajanan sehat
17. Sosialisasi pentingnya ASI EKSKLUSIF di posyandu desa Menayu
a. Kekuatan
Tingginya minat para ibu-ibu di posyandu untuk melihat sosialisasi ASI
EKSKLUSIF
b. Kelemahan
Sulitnya sarana dan prasana untuk media pendukung sosialisasi
c. Peluang
Program sosialisasi ASI EKSKLUSIF ini dapat menambah pengetahuan
para ibu-ibu yang masih memberikan ASI, seain itu bisa dilanjutkan
oleh para kader posyandu disana mengenai bahayanya jika tidak
memberikan ASI EKSKLUSIF.
d. Ancaman/Kendala
1) Kurangnya media LCD untuk melakukan sosialisasi
2) Ruangan yang kurang kapsitasnya untuk peserta
18. Menonton bareng dan games DBD( demam berdarah) di SDN desa
Menayu 2
a. Kekuatan
Pelaksanaan program menonton bareng dan games DBD
memiliki alasan khusus untuk memberikan pengertian dan dampak
dari penyakit DBD karena lebih baik tahu sejak dini karena
penyakit tersebut lebih banyak menyerang pada anak-anak.
b. Kelemahan
Suasana pada saat menonton bareng dan games sangat
ramai diluar kelas
c. Peluang
1) Agar anak-anak kelas 5 SDN Menayu 2 memahami penyakit
DBD
2) Untuk memberikan pengertian bahayanya penyakit DBD dan
cara pencegahannya sehingga dapat mengurangi penyakit DBD
d. Ancaman dan Kendala
92

Suasana yang kurang kondusif dari luar kelas


19. Pembuatan brosur jamban sehat di desa Menayu
a. Kekuatan
Pada program pembuatan jamban sehat di desa Menayu
dilakukan karena masih banyaknya jamban kecil yang terdapat
diluar dan didekat kolam ikan yang sangat menggannggu
lingkungan sekitardan diharapkammasyarakat sadar pentingnya
jamban sehat
b. Kelemahan :
1. Sulitnya kesadaran masyarakat akan pentingnya jamban sehat
c. Peluang :
1 Menambah jamban sehat di desa Menayu
2 Menambahkan rasa peduli akan lingkungan mengenai jamban
sehat pada masyarakat
d. Kendala :
1. Tempat yang kurang untuk dibuat jamban sehat
20. Pengenalan JKN (jaminan kesehatan nasional) di balai desa Menayu
a. Kekuatan
Kekuatan dari diadakannya pengenalan jaminan kesehatan
nasional di desa Menayu agar para stakeholder dan masyarakt desa
Menayu mengetahui alur bagaimana sistem jaminan kesehatan
nasional yang baru diberlakukan oleh pemerintah pada tanggal 1
januari 2014.
b. Kelemahan
Kelemahan dari program adalah masih banyaknya pro
kontra mengenai jaminan kesehatan nasional karena para peserta
baru mendapatkan infonya selama mendapat sosialisasi mengenai
jaminan kesehatan nasional
c. Kesempatan
Dari diadakannya Sosialisasi jamianan kesehatan nasional
jadi dapat lebih memahami jaminan kesehatan nasional
d. Ancaman dan kendala
Kendala yang ditemukan dalam menjalankan program
sosialisasi jaminan kesehatan nasional adalah cuaca yang kurang
mendukung pada saat acara akan dimulai sehingga para peserta
yang datang menjadi terlambat dan acara menjadi lebih lama
dimulai dari waktu yang ditentukan.
21. Sosialisasi dan pengenalan symbol-symbol K3 di SD
93

Kekuatan :
Dapat menambah pengetahuan anak-anak tentang symbol-symbol
keselamatan dan kesehatan kerja serta mengetahui bahaya yang
ada di lingkungan sekitar.
Anak-anak menjadi mengerti akan symbol-symbol keselamatan
yang ada di sekitar.
Kelemahan :
Sistem pengajaran masih dengan alat sederhana.
Ancaman :
Siswa kurang fokus terhadap penyampaian materi
Kesempatan :
Dapat mengurangi resiko bahaya yang ada di lingkungan sekitar
22. Pengenalan sampah Organik dan Anorganik
Kekuatan :
Dapat menambah pengetahuan anak-anak tk mengenai macammacam sampah.
Kelemahan :
Beberapa penyampaian materi kurang dapat dipahami karena
bahasa yang biasa digunakan adalah bahasa daerah.
Ancaman :
Anak-anak kurang fokus terhadap penyampaian materi
Kesempatan :
Anak-anak dapat mengerti perbedaan sampah yang ada di
lingkungan sekitar.
23. Pembuatan Muster Point sebagai sarana tanggap darurat
Kekuatan :
Dapat menambah sarana dan menambah pengetahuan mengenai
tanggap darurat.
Kelemahan :
Pembuatan muster point yang cukup memakan waktu.
Ancaman :
Gambar Muster point dapat hilang karena perubahan cuaca
Kesempatan :
Warga sekolah dapat menambah pengetahuan mengenai tempat
berkumpul tanggap darurat.
24. Pengenalan Microsoft Word pada Perangkat Desa
Kekuatan :
94

Kegiatan ini dapat menambah pengetahuan pada perangkat desa


Kegiatan ini disertai dengan praktek langsung.
Kelemahan :
Penyampaian materi harus secara bertahap sehingga hanya sedikit
yang dapat disampaikan.
Ancaman :
Beberapa perangkat desa sudah cukup tua sehingga cukup susah
untuk menhafal materi.
Kesempatan :
Para perangkat desa dapat mengoperasikan Microsoft word dengan
baik.
25. Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan)
a. Kekuatan
1) Dapat menambah pengetahuan ibu ibu tentang manfaat
konsumsi ikan
2) Menambah pengetahuan ibu ibu tentang cara memilih ikan
yang segar
3) Merupakan kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat
4) Menambah pengetahuan mengenai kandungan gizi dan manfaat
konsumsi ikan
b. Kelemahan
1) Tidak semua peserta kegiatan yang mempraktekkan pembuatan
nugget ikan
c. Peluang
1) Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan
kreatifitas ibu ibu dalam megolah ikan sehingga makanan
olahan ikan yang selama ini monoton bisa dijadikan makanan
yang enak dan menarik untuk dikonsumsi. Dengan hal ini maka
diharapkan akan meningkatkan konsumsi ikan dalam keluarga,
disamping itu juga dapat memberikan peluang usaha bagi
rumah tangga.
d. Ancaman
1) Terbatasnya peralatan yang digunakan untuk pembuatan nugget
ikan
26. Praktek Cuci Tangan dengan Sabun
a. Kekuatan

95

1) Dapat menambah pengetahuan murid murid mengenai


pentingnya cuci tangan
2) Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat
bermanfaat
b. Kelemahan
1) Hanya efektif bila murid benar-benar menyimak materi yang
disampaikan.
c. Peluang
1) Kesempatan untuk menjadikan murid murid sadar akan
kesehatan sangatlah besar. Hal ini dapat dari adanya antusias
yang ada.
d. Ancaman
1) Kurangnya waktu yang disediakan pihak sekolah.
27. Pengenalan Gizi Seimbang Anak Sekolah
a. Kekuatan
1) Dapat
menambah
pengetahuan
siswa-siswi
tentang
pengetahuan dasar mengenai gizi seimbang
2) Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat
bermanfaat.
b. Kelemahan
1) Hanya efektif bila siswa benar-benar menyimak materi yang
disampaikan.
c. Peluang
1) Kesempatan untuk menjadikan siswa-siswi yang paham akan
materi yang disampaikan besar. Hal ini dapat dari adanya
antusias yang ada.
d. Ancaman
1) Kurang kondusifnya siswa siswi di kelas.
28. Sosialisasi PHBS Anak Sekolah
a. Kekuatan
1) Dapat
menambah
pengetahuan
siswa-siswi
tentang
pengetahuan dasar mengenai gizi seimbang
2) Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat
bermanfaat.
b. Kelemahan
1) Hanya efektif bila siswa benar-benar menyimak materi yang
disampaikan.
c. Peluang

96

1) Kesempatan untuk menjadikan siswa-siswi yang paham akan


materi yang disampaikan besar. Hal ini dapat dari adanya
antusias yang ada
d. Ancaman
1) Kurang kondusifnya siswa siswi di kelas.
29. Program Funny Mathemagic
a. Kekuatan
Pemateri dapat menarik minat belajar siswa-siswi untuk lebih
meyukai matematika
b. Kelemahan
Sulitnya mencari materi serta menyampaikannya agar mudah di
mengerti
c. Peluang
Siswa aktif dalam mengikuti kegiatan yang diadakan
d. Ancaman/Kendala
Kurang kondusifnya siswa dalam mengikuti kegiatan pada awal
acara
30. Pelatihan Jarimatika sebagai Metode Perhitungan Matematika yang
Praktis Untuk Siswa SD
a. Kekuatan
Kemampuan dalam mengajak siswa-siswi SD untuk dapat
menerapkan metode jarimatika pada penyelesaian persoalanpersoalan matematika
b. Kelemahan
Tidak adanya posttest kepada siswa-siswi dalam mempraktekan
materi yang sudah diberikan
c. Peluang
Adanya kesempata waktu yang diberikan dari pihak sekolah
d. Ancaman/Kendala
Kurang kondusifnya siswa dalam mengikuti kegiatan pada awal
acara

97

31. Pelatihan Permasalahan Bilangan Pecahan dan Desimal dengan


Permainan Kartu Domino untuk Siswa SD
a. Kekuatan
Siswa-siswi SD dapat memahami, mengerti dan mengaplikasikan
matematika melalui permainan-permainan
b. Kelemahan
Aturan permainan yang sedikit berbeda cukup membingungkan
siswa-siswi
c. Peluang
Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan yang diadakan

d. Ancaman/Kendala
Kurang kondusifnya siswa dalam mengikuti kegiatan pada awal
acara
32. Pembahasan dan Persiapan Ujian Nasional Tingkat Sekolah Dasar
dengan Metode Math is Fun
a. Kekuatan
Siswa-siswi SD memiliki banyak referensi yang diberikan untuk
modal mengikuti ujian nasional
b. Kelemahan
Kurangnya rasa percaya diri siswa-siswi dalam mengerjakan soal
c. Peluang
Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan yang diadakan
d. Ancaman/Kendala
Kurang kondusifnya siswa dalam mengikuti kegiatan pada awal
acara
33. Pelatihan pembuatan grafik dasar fisika dan penggunaan formulaformula microsoft excel

98

a. Kekuatan
-

Dapat menambah pengetahuan kepada perangkat desa tentang


Microsoft excel.

Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif.

b. Kelemahan
-

Hanya ada 1 orang perangkat desa yang sering menggunakan


komputer kantor.

c. Ancaman
-

Daya listrik yang kecil sehingga hanya digunakan untuk


beberapa laptop saja.

d. Kesempatan
-

Kemauan untuk belajar sangat tinggi, sehingga bisa menjadi


perangkat desa yang cekatan dan unggul.

34. Pengenalan mailling list dengan media komputer


a. Kekuatan
-

Dapat menambah pengetahuan perangkat desa tentang


penggunaan maillings.

Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat


bermanfaat.

b. Kelemahan
-

Tidak semua perangkat desa memegang laptop sendiri karena


keterbatasan daya listrik yang ada.

c. Ancaman
-

Daya listrik yang kecil sehingga hanya digunakan untuk


beberapa laptop saja

d. Kesempatan
-

Kemauan untuk belajar tinggi

Kritis dalam mengamati keadaan

35. Pembahasan soal-soal UN IPA tingkat SD untuk meningkatkan


minat belajar siswa
99

a. Kekuatan
-

Kegiatan ini mampu menambah referensi siswa untuk siap


menghadapi UN/UAS

b. Kelemahan
-

Rasa percaya diri yang kurang dimiliki para siswa

c. Ancaman
-

Sarana LCD yang belum dimanfaatkan dengan baik

d. Kesempatan
-

Potensi SDM yang besar pada kedua SD

36. Teknik pencampuran rasa untuk peningkatan harga jual mikro


UMKM: berbasis tekanan fisika
a. Kekuatan
-

Sangat inovatif dan menguntungkan

b. Kelemahan
-

Sulit mencari kepercayaan pada konsumen dengan produk rasa


baru

c. Ancaman
-

Kekawatiran ada beberapa konsumen yang tidak cocok dengan


produk baru/rasa baru

d. Kesempatan
-

Peluang inovasi yang menjanjikan

37. Redesain Kemasan Inovasi Baru UMKM


a. Kekuatan
Pemilik UMKM dapat mengetahui kreasi pengemasan produk guna
meningkatkan estetika produk kemasan peyek kacang.
b. Kelemahan

Pemilik sulit mengoperasikan computer karena sudah berumur.


Konsumen mungkin tidak menyadari kemasan dan inovasi rasa
baru.
100

c. Peluang
Peredesainan kemasan berjalan dengan baik, mudah dan lancar.
d. Ancaman
Pemilik UMKM tidak mempunyai waktu dalam pembuatan
kemasan dan kurangnya pendanaan dalam pencetakan.

38. Konsultasi Konstruksi Jamban Sehat


a. Kekuatan
Warga mengetahui mengenai konstuksi jamban yang benar dan
sehat.
b. Kelemahan
Warga yang datang kurang antusias karena budaya setempat
memang mayoritas tidak memiliki jamban. Warga setempat
menggunakan jamban luar rumah sebagai sarana makan ikan di
kolam.

c. Peluang
Dapat menjadi pengetahuan bagi warga yang ingin memiliki
jamban yang sehat.
d. Ancaman
Kurangnya minat dan sumber dana dari warga setempat.

39. Pelatihan Menggambar untuk Siswa SD


a. Kekuatan
Siswa SD mengetahui teknik-teknik dalam menggambar dan
mewarnai menggunakan media warna apapun.
101

b. Kelemahan
Gambar yang dihasilkan monoton. Kebanyakan adalah gambar
pemandangan.
c. Peluang
Pengajaran mengenai gambar bebas dan tidak monoton.
d. Ancaman
Susahnya mengatur dan merubah kebiasaan siswa SD.

40. Pelatihan dan Pengenalan Maket dan Papercraft


a. Kekuatan

Menambah kreatifitas siswa SD.


Menambah pengetahuan tentang kerajinan menggunakan media
kertas (papercraft).
b. Kelemahan
c. Peluang
Mudah dicari dan dikerjakan, bisa menggunakan kertas apapun, bisa
membuat berbagai bentuk juga.
d. Ancaman
Hanya berguna sebagai pajangan dan kurang berguna.

41. Desain Produk Dalam Pembuatan Poster Untuk Unit Kegiatan


Mandiri Peyek Kacang Pada Dusun Jambean
a. Kekuatan
102

Ibu Utiyah dapat mengetahui dalam mendesain produk guna


meningkatkan estetika produk peyek kacang.
b. Kelemahan

Ibu Utiyah sulit mengoperasikan komputer.


Ibu Utiyah terlanjut usia yang menambah tua sehingga tidak
mempunyai waktu dan tidak mengingat hal yang diberikan.
c. Peluang
Pendesainan produk dalam hal poster berjalan dengan baik dan lancar.
d. Ancaman
Ibu Utiyah tidak mempunyai waktu dalam pembuatan poster dan
kurangnya pendanaan dalam mencetak poster.

42. Pengendalian

Kualitas

Mutu

Dalam

Pengembangan

Produk

Terhadap Peyek Kacang


a. Kekuatan
Produk yang dikembangkan akan berkualitas baik dari segi kemasan
maupun citarasa.
b. Kelemahan
Beberapa pengusaha di desa Menayu kurangnya pengetahuan akan
pengendalian kualitas terhadap suatu produk.
c. Peluang
Dapat menjadi suatu perbedaan dari penjual lainnya sehingga dapat
meningkatkan kualitas produk.
d. Ancaman
Kurangnya adanya internet dan computer untuk meningkatkan kualitas
produk.
103

43. Strategi Pemasaran Untuk Unit Kegiatan Mandiri Peyek Kacang


a. Kekuatan
Produk yang dihasilkan akan menambah customer menjadi lebih
banyak dengan strategi pemasaran yang ditingkatkan.
b. Kelemahan
Strategi pemasaran yang dilakukann masih manual sehingga dapat
hilangnya waktu secara percuma.
c. Peluang
Pemasaran yang kuat akan membuat produk menjadi terkenal dan minat
daya pembeli menjadi lebih banyak.
d. Ancaman
Faktor cuaca bisa tiak mendukung dalam memasarkan suatu produk
dengan manual karena harus dilakukan secara berkala.

44. Pengenalan Sistem Informasi Microsoft Powerpoint Pada Perangkat


Desa
a. Kekuatan

Dapat mengoperasikan Microsoft Powerpoint secara mendalam.


Menambah keunggulan dan keindahan dalam mempresentasikan
suatu laporan dalam bentuk ppt.
b. Kelemahan
Dapat tidak bisa mengoperasikannya jika tidak dilatih terus-menerus.
c. Peluang
104

Menambaha wawasan dan pengetahuan mengoperasikan Microsoft


Powerpoint secara handal.
d. Ancaman
Beberapa perangkat desa sudah berumur lanjut sehingga daya ingat dan
tangkap agak lama.

45. Pengenalan Upaya Hemat Energi untuk Anak SD Kelas IV


Kekuatan
Anak SD memiliki daya tanggap yang baik dan bisa memahami materi
yang diberikan
Peluang
Usia dini menjadi waktu yang terbaik untuk menanamkan upaya hemat
energy
Kelemahan
Anak-anak SD susah diatur
Ancaman
Krisis energy berdampak pada seluruh lapisan masyarakat.
46. Praktek Pemilahan Sampah dan Pembagian Stiker Sampah Organik
dan Anorganik dengan metode 3R untuk Anak Kelas III SD
Kekuatan
Pembiasaan pemilahan sampah dan pemberian infornasi tentang sampah organic
dan anorganik pada murid SD menjadikan mereka terbiasa.
Peluang
Pemberian pengetahuan pada anak-anak menjadikan mereka memiliki modal
untuk masa depan
Kelemahan
Kebiasaan masyarakat menyuruh anaknya membuang sampah ke kali
Ancaman
Adanya penumpukan sampah di berbagai pekarangan dan di sungai
47. Sosialisasi Greenlifestyle dan minimalisasi penggunaan plastik untuk
ibu PKK RT 11 dan RT 9 Dusun Jambean
Kekuatan
Antusiasme ibu-ibu pkk dalam menerima materi tentang greenlifestyle dan
minimalisasi penggunaan plastic
Peluang
Sampah plastic dapat dikembangkan menjadi bensin atau bahan bakar
105

alternative dengan menggunakan pirolisis sederhana


Kelemahan
Belum adanya pengetahuan yang baik tentang bahaya penggunaan plastic di
rumah tangga bagi ibu pkk
Ancaman
Rusaknya tanah dan penumpukan sampah plastic di tanah menjadikan tanah
tidak subur
48. Pengenalan Pembuatan Pupuk Tunggal (NPK) kepada Ibu PKK
Dusun Menayu
Kekuatan
Desa Menayu memiliki potensi bahan yang dapat digunakan sebagai bahan
pupuk tunggal.
Peluang
Desa menayu memiliki kelompok tani yang dapt diajak kerja sama.
Kelemahan
Kurangnya pengetahuan ibu-ibu pkk tentang pemanfaatan bahan-bahan sekitar
menjadi pupuk yang lebih benilai tinggi
Ancaman
Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat menjadikan tanah
menjadi jenuh dannjuga menjadika perairan menjadi tidak sehat dan
eutrofikasi.

106

BAB IV
KESIMPULAN
Dari berbagai kegiatan KKN-PPM yang dilaksanakan di Desa Menayu
dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan KKN ini bertujuan untuk
mengembangkan dan meningkatkan berbagai potensi yang ada di Desa Menayu,
Baik itu dari segi kesehatan, berbagai Potensi Unggulan di Desa Menayu, dan
sosialisasi UMKM di Desa Menayu.
Beberapa program yang telah direncanakan sebelumnya dapat mengalami
perubahan, namun keseluruhan program telah berjalan dengan baik. Dari rencana
yang diajukan kepada perangkat Desa terdapat pengurangan dan penambahan
program yang dilaksanakan Tim KKN Desa Menayu Kecamatan Muntilan. Dalam
setiap program terdapat kelemahan, kekuatan, peluang dan kendalanya masingmasing.
Selama 35 hari pelaksanaan program KKN di Desa Menayu, terdapat
beberapa kendala dasar yang dialami oleh beberapa tim KKN terutama kendala
Bahasa. Sehingga untuk mengatasinya, dalam pelaksanaan program kami
melibatkan dan memberdayakan rekan-rekan kami yang memiliki kemampuan
berbahasa daerah setempat. Selain itu juga terdapat kendala dalam mengumpulkan
warga karena mata pencaharian warga sebagian besar adalah petani sehingga sulit
untuk mengumpulkan warga pada siang hari.
Secara keseluruhan kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar, meski ada
beberapa hambatan namun dapat diatasi dengan baik hambatan tersebut
diantaranya masalah bahasa, koordinasi waktu, waktu pelaksanaan dan kendala
teknis lainnya. Berikut terlampir rekapitulas diagram pelaksanaan.

107

BAB V
SARAN
Masyarakat Desa Menayu adalah masyarakat yang agamis, hampir setiap
harinya mereka memiki kegiatan keagamaan, seperti pengajian ibu-ibu di sore
hari, dan pengajian bapak-bapak di malam hari. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa warga Desa Menayu cukup produktif selain adanya kegiatan ibu-ibu PKK
dan kelompok tani.
Berdasarkan dari kegiatan yang telah dilaksanakan selama penerjunan
TIM 1 KKN UNDIP 2014 dapat disimpulkan bahwa beberapa hal memang harus
dipertahankan bahkan ditingkatkan. Sebagaimana seluruh kegiatan ini ditujukan
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Menayu baik dalam segi
kesehatan, mata pencaharian, gaya hidup, kemanan lingkungan dan pendidikan
diharapkan setelah penarikan kembali TIM 1 KKN UNDIP 2014 masyarakat
dapat meneruskan program-program yang dirasa bermanfaat bagi kelangsungan
kesejahteraan warga Desa Menayu.
Tidak dipungkiri beberapa hambatan ditemui selama pelaksanaan
program, namun dengan kerjasama antara mahasiswa, warga dan perangkat desa
hambatan-hambatan tersebut dapat dilalui. Semoga kedepannya kerjasama antara
perangkat desa dan warga dapat terus berlangsung demi kebaikan bersama.
Dengan melimpahnya sumber daya alam yang ada di Desa Menayu, akan
ada banyak hal yang bisa diberdayakan. Semoga kualitas sumber daya manusia di
Desa Menayu dapat terus ditingkatkan guna mengimbangi melimpahnya sumber
daya alam. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat mengolah
lingkungan denga baik bisa dipastikan Desa Menayu akan menjadi desa yang
maju.
Meskipun TIM 1 KKN UNDIP 2014 telah meniggalkan Desa Menayu, tali
silaturahmi antara mahasiswa dan warga telah dan akan selalu terjalin dengan
baik.

108