Anda di halaman 1dari 12

KERANGKA DASAR KONSEPTUAL Tujuan : 1. Membedakan pelaporan keuangan dengan akuntansi keuangan 2.

Menyebutkan dan mendefinisikan unsure- unsure Kerangka Dasar KOnseptual FASB untuk akuntansi dan pelaporan keuangan. 3. Menyebtkan dan mengkritik tujuan- tujuan pelaporan keuangan seperti yang sekarang dipahami oleh FASB 4. Membahas dan menerapkan karakter- karakter kualitatif yang, menurut FASB, membuat informasi berguna, menghubungkan setiap karakter dengan yang lain dalam perangkat tersebut. 5. Mendefinisikan konsep- konsep fundamental dari akuntansi keuangan dan menjelaskan kepentingannya untuk menetapkan standar- standar akuntansi. Tinjauan: 1. Hirarki Unsur- Unsur FASB telah mengusulkan suatu Kerangka Dasar Konseptual sebagai suatu dasar untuk menetapkan standar- standar akuntunsi. Suatu diagram dengan penjelasan ditunjukkan yang menjelaskan hubungan antara berbagai unsur dalam nkerangka dasar. 2. Tujuan- tujuan Akuntansi Tujuan utama dari pelaporan akuntansi adalah untuk medukung pemegang saham dan yang lain dalam keputusan keuangan mereka dengan membantu mereka meramalkan arus kas perusahaan. 3. Karakteristik- karaketeristik kualitatif Informasi yang berguna untuk tujuan ini di anggap mempunyai sejumlah karakteristik, sepetri relevan dan keanfalan. Hali itu harus menyediakan lebih banyak manfaaat dari pada biaya, dapat dimengerti, dan memungkinkan perbandingan antar perusahaan. 4. Fundamental konsep fundamental yang menyokong akuntansi mencangkup gagasan satuan usaha, kelangsungan hidup satuan usaha, periodisitas, konservatisme, dan unit moneter sebagai dasar pengukuran. 5. Kesimpulan Tujuan, karakteristik- karakteristik kualitatif, dan fundamental membentuk bagian Kerangka Dasar Konseptual dengannya standar akuntansi harus konsisten. Hal itu juga menyediakan terminology penting didalamnya topic pelaporan keuangan dapat di bahas.

Kerangka Dasar Konseptual Kerangka Dasar Konseptual SFAC 1 Tujuan-tujuan akuntansi untuk perusahaan bisnis. Tujuan dalam (November 1978) pernyataan ini (dan yang ada dalam SFAC 4) sangat bersandar pada daftar tujuan yang dikembangkan oleh Komite Trueblood. SFAC 2 Karakteristik-karakteristik kualitatif informasi keuangan. (Mei 1980) SFAC 3 Definisi unsur-unsur laporan keuangan untuk perusahaan bisnis. (Desember 1980) Pernyataan ini digantikan oleh SFAC 6, yang menekankan organisasi nirlaba di samping perusahaan bisnis. SFAC 4 Tujuan-tujuan akuntansi untuk bukan perusahaan bisnis. (Desember 1980) SFAC 5 Definisi konsep-konsep seperti pengakuan, realisasi, dan pengukuran (Desember 1984) untuk perusahaan bisnis memberikan pedoman pada apa yang harus dicakup dalam laporan keuangan dan kapa. Aturan pengukuran yang berhubungan dengan pertanyaan pengakuan dibahas. SFAC 6 SFAC 6 menggantikan SFAC 3 dengan mendefinisikan unsur-unsur (Desember 1985) laporan keuangan untuk semua perusahaan. Hirarki Unsur-unsur Suatu memorandum diskusi tentang hasil kerja Kelompok Studi pada Tujuantujuan Laporan Keuangan, juga disebut Komite Trueblood, dari mana ketuanya, muncul pada tahun 1974. FASB telah mengusulkan suatu Kerangka Dasar Konseptual (Conceptual Frame Work) sebagai suatu dasar untuk menetapkan standar-standar akuntansi. Suatu diagram dengan penjelasan ditunjukan yang menjelaskan hubungan antara berbagai unsur dalam kerangka dasar.

Hirarki unsur-unsur dalam suatu Kerangka Dasar Konseptual untuk Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
Tujuan(-tujuan) Dasar Tujuan(-tujuan) Tambahan

Karakteristik Kualitatif

Informasi yang Dibutuhkan

Fundamental akuntansi dan pelaporan Standar-standar akuntansi dan pelaporan Standar-standar interpretasi Penerapan-penerapan praktik untuk situasi tertentu oleh manajemen dan auditor

Istilah-istilah dalam hirarki yang ditunjukan bisa didefinisikan oleh FASB dengan cara berikut: 1. Tujuan adalah sesuatu ke arahnya upaya diarahkan, suatu arahan atau akhir tindakan, suatu sasaran. 2. Informasi yang dibutuhkan, mencakup identifikasi kategori yang luas dari informasi akuntansi keuangan yang dibutuhkan oleh pemakai. 3. Karakteristik kualitatif adalah ciri-ciri informasi akuntansi yang cenderung untuk menambah kegunaannya. Karakteristik kualitatifnya dapat diharapkan: a. Dapat bertahan terhadap pengujian waktu b. Pervasif yaitu, berlaku bagi semua satuan usaha akuntansi c. Dapat diterapkan yaitu, mampu diterapkan dan peka terhadap pengujian tujuan 4. Fundamental adalah konsep-konsep dasar yang mendasari pengukuran transaksi dan kejadian dan mengungkapkannya dalam cara yang berarti bagi para pemakai informasi... Fundamental seperti itu bisa mencakup definisi dari suatu satuan usaha akuntansi, aktiva, kewajiban, laba, pendapatan, beban, realisasi, dan yang lainnya. 5. Standar merupakan pemecahan umum atas masalah-masalah akuntansi keuangan.

6. Interprestasi menjernihkan, menjelaskan; atau menguraikan secara panjang lebar standar akuntansi dan pelaporan sebagai suatu alat bantu bagi penerapannya dalam praktik akuntansi. 7. Praktik adalah saran untuk mencapai tujuan(-tujuan) dasar dari laporan keuangan. TUJUAN-TUJUAN AKUNTANSI Tujuan utama dari pelaporan akuntansi adalah untuk mendukung pemegang saham dan yang lain dalam keputusan keuangan mereka dengan membantu mereka dalam meramalkan arus kas perusahaan. Pendekatan awal untuk mendefinisikan tujuan-tujuan akuntansi berfokus pada perhitungan dan penyajian laba bersih yang dihasilkan dari aturan realisasi dan penandingan tertentu dengan neraca yang menghubungkan periode kini ke periode mendatang. Oleh karena itu, penekanannya adalah pada proses pengumpulan data dan format laporan keuangan. Sebagai contoh, Accounting Terminology Bulletin No. 1 mendefinisikan akuntansi sebagai: Seni mencatat, mengklasifikasikan, dan mengikhtisarkan transaksi dan kejadian yang paling tidak sebagian, bersifat keuangan dan dengan cara yang bermakna dan dalam satuan uang , serta menginterprestasikan hasil-hasilnya. Dalam nada yang sama, Accounting Research Study No. 1 menyatakan tujuan akuntansi adalah: 1. Untuk mengukur sumberdaya yang dimiliki oleh satuan usaha tertentu. 2. Untuk menunjukan tuntutan-tuntutan terhadap dan kepentingan dalam satuan usaha tersebut. 3. Untuk mengukur perubahan dalam sumberdaya, tuntutan dan kepentingan tersebut. 4. Untuk menetapkan perubahan itu pada periode waktu yang dapat ditentukan. 5. Untuk menyatakan hal-hal diatas dalam nilai uang sebagai satuan umum. Definisi-definisi ini berlaku sebagai suatu dasar untuk penekanan pada neraca dan laporan laba rugi sebagai ukuran-ukuran kekayaan dan perubahan dalam kekayaan. FASB meringkas tujuan-tujuan yang tampak dalam pernyataan tersebut dalam cara berikut: Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor dan pemakai lain yang sekarang dan yang potensial mengambil keputusan rasional untuk investasi, kredit dan yang serupa. Informasi tersebut harus dapat

dimengerti oleh mereka yang mempunyai pemahaman yang wajar atas kegiatan bisnis dan ekonomi dan bersedia mempelajari informasi itu dengan cukup tekun. Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor dan pemakai lain yang sekarang dan yang potensial dalam menetapkan jumlah, waktu, dan ketidak pastian penerimaan kas prospektif dari dividen atau bunga dan hasil dari penjualan, penarikan, atau jatuh tempo surat berharga atau pinjaman. Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi mengenai sumberdaya ekonomi dari satuan usaha, tuntutan terhadap sumber daya tersebut, dan pengaruh transaksi, kejadian, dan situasi yang mengubah sumberdayanya dan tuntutannya pada sumberdaya tersebut. KELOMPOK PEMAKAI Masalah pertama adalah mendefinisikan kelompok pemakai utama. Beberapa beragumentasi bahwa ini adalah manajemen itu sendiri. Yang lain membela pekerja, atau pelanggan, atau publik. FASB berpendapat bahwa pemegang saham, investor lain, dan kreditor adalah pemakai utama akuntansi. Mereka menyimpulkan dari asumsi-asumsi mereka mengenai kelompok pemakai utama bahwa peleporan keuangan harus berguna untuk pengambilan keputusan investasi, kredit dan keputusan sejenis. TUJUAN PEMAKAI Setiap kelompok pemakai dapat mempunyai tujuan yang berbeda untuk pelaporan keuangan. Sebagai contoh, para manajer dan auditor mereka seringkali berbeda dalam persepsi terhadap tujuan yang tepat untuk akuntansi. Berbagai sudut pandang ini menunjukan keinginan untuk penyajian laporan yang berbeda untuk pemakai yang berbeda, atau untuk sejumlah besar informasi, yang banyak di antaranya mungkin tidak relevan bagi pemakai tertentu. FASB dan AICPA mengakui bahwa kekuatan argumen-argumen yang mendukung laporan tujuan khusus, tetapi menentang balik bahwa pemakai mempunyai cukup kesamaan sehingga serangkaian laporan tujuan umum mencukupi. Seperti dinyantakan oleh APB statement no. 4: Penekanan dalam akuntansi keuangan pada informasi tujuan umum didasarkan pada anggapan bahwa sejumlah besar pemakai membutuhkan informasi yang sama. Informasi tujuan umum tidak dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan khusus dari masing-masing pemakai.

Dengan kata lain, laporan tujuan umum dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan sejumlah terbesar pemakai yang mungkin ada. AKUNTABILITAS Profesor Carnegie, Yuji Ijiri berusaha menghimpun berbagai pihak yang bersangkutan dalam suati model akuntabilitas yang didalamnya ia menggambarkan adanya akuntor, akuntee, dan akuntan. Ia mengemukakan bahwa: Dalam suatu kerangka dasar berdasarkan akuntabilitas, tujuan akuntansi adalah untuk menyediakan suatu sistem arus informasi yang adil diantara akuntor dan akuntee... Berdasarkan hubungan akuntabilitas yang mendasari, akuntee mempunyai hak tertentu untuk mengetahuai; pada saat yang sama kerangka dasar ini mengakui bahwa akuntor juga mempunyai hak untuk melindungi rahasia. Lebih banyak informasi mengenai akuntor tidak selalu lebih baik. Mungkin lebih baik dari sudut pandang akuntee tetapi tidak demikian halnya dari keseluruhan hubungan akuntabilitas. KARAKTERISTIK KUALITATIF Karakteristik kualitatif pada mulanya didefinisikan sebagai sifat informasi penting agar membuatnya berguna. Karakteristik-karakteristik kualitatif adalah informasi yang berguna untuk tujuan ini dianggap mempunyai karakteristik, seperti relevan dan keandalan. Hal itu harus menyediakan lebih banyak manfaat daripada biaya, dapat dimengerti, dan memungkinkan perbandingan antar perusahaan. Board membedakan antara kualitas khusu pemakai dan khusu keputusan. Klasifikasi yang pertama memfokuskan pada kualitas-kualitas yang berhubungan dengan pemakai seperti, dapat dimengerti. Sedangkan klasifikasi yang kedua memfokuskan pada kualitas-kualitas yeng berhubungan dengan pengambilan keputusan sperti, relevan dan keandalan.

MANFAAT DAN BIAYA Informasi harus bermanfaat-biaya, yaitu manfaatnya harus melebihi biayanya. Seperti yang dikemukakan oleh FASB : Sebagian besar biaya penyediaan informasi keuangan pada awalnya adalah pada penyusun, sementara manfaat diperoleh baik oleh penyusun maupun pemakai. Akhirnya biaya dan manfaat menyebar sangat luas. Biaya itu sebgain besar diteruskan

kepada pemakai informasi dan pada konsumen barang dan jasa. Manfaat juga dianggap diteruskan kepada konsumen dengan menjamin pemasokan barang dan jasa dan pemberfungsian pasar yang lebih efisien. Tetapi, sekalipun biaya dan manfaat tidak ditelusuri diluar penyusun dan pemakai informasi, untuk menyatakn sesuatu yang tepat mengenai kejadiannya sulit. PERAGA 5-4 Hirarki Kualitas Akuntansi
Pemakai Informasi akuntasi Pembuat Keputusan dan karakteristik mereka ( misalnya, pengertian atau pengetahuan sebelumnya)

Kendala Pervasif

Manfaat > Biaya

Kualitas khususpemakai

Dapat dimengerti

Kegunaan Keputusan

Kualitas khususkeputusan utama Relevan Keandalan

Nilai Umpan Balik Unsur- unsur kualitas utama

Dapat diperiksa

Kejujuran Penyajian

Nilai Peramalan

Ketepatan Waktu

Kualitas sekunder dan interaktif

Daya Banding (Termasuk Konsistensi)

Netralis

Ambang pengakuan

Meterialitas

RELEVANSI Relevansi telah didefinisikan secara beraneka ragam. Pada dasarnya informasi yang relevan adalah informasi yang mempunyai hubungan dengan masalah yang dihadapi. Suatu konsep keputusan-relevan adalah standar utama dalam ASOBAT, dimana dinyatakan bahwa: relevansi mensyaratkan bahwa informasi harus berhubungan dengan atau dihubungkan secara bermanfaat dengan tindakan yang dirancang untuk memudahkan atau memberikan hasil yang diinginkan.

Relevansi sebagai fungsi dari : PERAGA 5.5 - Relevance Tujuan Relevansi

Relevansi Semantik

Relevansi Keputusan

Tercapai bila informasi memungkinkan tujuan dari pengguna dapat dicapai. Sulit untuk menentukan kapan tercapainya karena tujuan bersifat subjektif Tercapai bila penerima informasi memahami arti sesungguhnya dari informasi yang dilaporkan. Pada intinya ini merupakan syarat mutlak akan tetapi bukan tujuan akhir. Tercapai bila fasilitas keputusan informasi dibuat untuk pemakai. Hal ini adalah tujuan akhir dari FASB.

a. Nilai peramalan Konsep nilai peramalan diturunkan dari model penilaian investasi yang didefinisikan oleh FASB dalam daftar istilah SFAC 2 sebagai: kualitas informasi yang membantu pmakai untuk meningkatkan kemungkinan peramalan dengan benar hasil kejadian masa lalu atau sekarang. b. Nilai Umpan Balik Informasi mengenai hasil dari satu keputusan seringkali merupakanmasukan kunci dalam pengambilan keputusan berikutnya, informasi jenis ini seringkali disebut umpan balik. c. Ketepatan Waktu Ketepatan waktu menunjukan bahwa laporan keuangan harus disajikan pada kurun waktu yang teratur untuk memperlihatkan perubahan keadaan perusahaan yang pada gilirannya m,ungkin akan mempengaruhi prediksi dan keputusan pemakai.

Relevansi, Informasi, Dan Data Konsep relevansi memungkinkan seseorang untuk membuat perbedaan yang berguna antara informasi dan data. Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang mempunyai pengaruh mengejutkan pada si penerima. Lebih lanjut, informasi harus mengurangi ketidakpastian, mengkomunikasikan pesan bagi pengambil keputusan yang mempunyai nilai lebih besar daripada biayanya dan secara potensial menimbulkan tanggapan bagi si pengambil keputusan. Selanjutnya, titik awal pemilihan data untuk penyajian adalah untuk menjamin bahwa data itu sedikitnya merupakan informasi; jika tidak data itu tidak dapat relevan.

KEANDALAN Keandalan karakteristik khusus-keputusan utama lain, didefinisikan dalam SFAC 2: Kualitas informasi yang menjamin bahwa informasi secara wajar bebas dari keaslahan dan bias dan secara jujur menyajikan apa yang dimaksudkan untuk dinyatakan. Kenadalan, menurut FASB adalah suatu fungsi dari : a. Kejujuran Penyajian FASB mendefinisikan kejujuran penyajian sebagai : kesesuaian atau persetujuan antara suatu ukuran atau deskripsi dan fenomena yang dimaksudkan untuk digambarkan (beberapa menyebutnya keabsahan). b. Dapat Diuji Ini adalah definisi yang ditulis oleh FASB ketika mendefinisikan dapat diuji dalam daftar istilah untuk SFAC 2 sebagai : kemampuan melalui kosensus diantara para pengukur untuk menjamin bahwa informasi itu menyajikan apa yang dimaksudkan untuk dinyatakan atau bahwa metode pengukuran yang dipilih telah digunakan tanpa kekeliruan atau bias. c. Kenetralan Istilah kenetralan sangat berhubungan, tetapi tidak identik, dengan istilah bebas dan bias. Kenetralan berarti bahwa seseorang tidak memihak pada sesuatu hasil yang ditentukan lebih dulu. Kenetralan terutama penting bagi FASB, karena badan itu telah memutuskan sebagai suatu kebijakan yang tidak mengizinkan standarnya digunakan untuk mengejar sasaran ekonomi atau politis tertentu. Ini berarti bahwa FASB bertekad untuk m,engejar konsekuensi-konsekuensi ekonomi tertentu.

DAYA BANDING Daya banding didefinisikan sebagai: kualitas informasi yang memungkinkan pemakai untuk mengidentifikasikan kesamaan dan perbedaan antara dua set fenomena ekonomi. a. Keseragaman Tujuan keseragaman mendorong penyajian laporan keuangan oleh perusahaan yang berbeda dengan menggunakan prosedur, konsep pengukuran, klasifikasi, dan metode pengungkapan akuntansi yang sama, demikian pula format dasar yang sama dalam laporan. Tujuan utama daya banding haruslah memudahkan pengambilan keputusan peramalan dan keuangan oleh kreditor, investor, dan lainnya. b. Konsistensi Konsistensi dapat, dan harus, diinterpretasikan lebih luas sebagai berarti pengungkapan, setiap periode, dari semua informasi relevan yang penting bagi pemakai untuk prediksi. Maka konsistensi menjadi suatu sarana untuk mencapai relevansi dan bukan tujuan dalam dirinya sendiri. Akan halnya keseragaman, konsistensi pengungkapan lebih penting daripada konistensi prosedur.

MATERIALITAS Menurut SFAC 2, sifat dasar dari materialitas adalah: adalah mungkin bahwa penilaian dari orang rasional yang mengandalkan pada laporan itu akan diubah atau dipengaruhi oleh pemasukan atau koreksi dari pos itu. Jeni unsur dimana materialitas bias terlibat dalam keputusan mengungkapkan atau tidak mengungkapkan mencakup yang berikut ini: 1. Data kuantitatif. Seperti unsur-unsur yang mempengaruhi laba bersih dan penilaian aktiva. 2. Luas penggabungan atau perincian data kuantitatif dalam laporan keuangan. 3. Data kuantitatif yang tidak dapat diestimasi secara cukup akurat yang harus dimasukan dalam laporan. 4. Segi-segi kuantitatif yang harus diungkapkan oleh frasa atau kalimat deskriptif. 5. Hubungan khusus antara perusahaan dan individu atau kelompok tertentu yang mempengaruhi hak dan kepentingan individu atau kelompok lain. 6. Rencana dan harapan manajemen yang relevan. FUNDAMENTAL Dasar bagi banyak pembahasan diambil dari APB Statement no.4 yang tampak secara singkat sebelum Kerangka Dasar Konseptual dan merupakan usaha terakhir Accounting Principle Board untuk membuat suatu kerangka dasar bagi pertimbangan pertimbangannya.

SATUAN USAHA Definisi satuan usaha (entity) akuntansi penting karena ia mendfinisikan bidang kepentingan dan dengan demikian mempersempit kemungkinan objek kegiatan dan karakteristik mereka yang bias dipilih untuk dimasukkan dalam laporan keuangan. Satuan uasaha akuntansi seperti itu bisa individual, persekutuan atau perusahaan legal atau kelompok konsolidasi yang bergerak dalam aktivitas baik mencari laba atau kegiatan nirlaba. KELANGSUNGAN HIDUP USAHA Alas an memasukan konsep kelangsungan hidup dalam serangkaian fundamental umumnya adalah untuk mendukung teori manfaat dari penilaian atau untuk mendukung penggunaan biaya historis sebagai lawan nilai likuidasi. Kelangsungan hidup mengasumsikan beberapa hubungan antara masa lalu dan masa datang. SAS 59 mencoba untuk memenuhi tujuan informasi ini dengan mensyaratkan paragraph yang bersifat menjelaskan dari auditor apabila ada keraguan mendasar mengenai kemampuan satuan usaha untuk berlanjut sebagai perusahaan bersinambungan untuk periode waktu yang wajar. PERIODISITAS Konsep periodisitas merujuk padakenyataan bahwa akuntan mengukur laba sepanjang periode kalender yang biasa, seperti satu tahun, satu triwulan, atau satu bulan. Seperti yang dinyatakan Luca Pacioli, Buku harus ditutup setiap tahun, khususnya dalam persekutuan, karena akuntansi seringkali dibuat untuk persahabatan yang berlangsung lama KETIDAK-PASTIAN DAN KONSERVATISME Ketidak-pastian dalam akuntansi timbul dari dua sumber utama. Pertama, akuntansi umumnya berhubungan dengan satuan usaha yang diharapkan mempunyai kelangsungan hidup dimasa dating. Kedua, pengukuran akuntansi seringkali diasumsikan merupakan pernyataan moneter mengenai kekayaan yangmensyaratkan taksiran jumlah masa datangyang tidak pasti. Istilah konservatisme umumnya digunakan untuk mengartikan bahwa akuntan harus melaporkan yang terendah dari beberapa nilai yang mungkin untuk aktiva dan pendapatan dan yang tertinggi dari beberapa nilai yang mungkin untuk kewajiban dan

beban. Ini juga menyiratkan bahwa beban harus diakui segera dan bahwa pendapatan harus diakui nanti, bukan segera. Jadi, pesimisme diasumsikan lebih baik daripada optimism dalam pelaporan keuangan. UNIT MONETER Dalam banyak kasus, unit moneter menyediakan unit pengukuran terbaik, khususnya dimana agregasi penting atau diinginkan. Akan tetapi, unit moneter mempunyai kendalanya sendiri sebagai suatu metode mengkomunikasikan informasi. Batasan atau kendala yang paling seriu adalah karena kenyataan bahwa nilai unit moneter tidak stabil sepanjang waktu. Karena banyak peramalan dan keputusan harus diandalkan pada perbandingan yang sah atas data akuntansi sepanjang waktu, tidak adanya unit moneter yangstabil bahwa data akuntansi yang didasarkan pada harga pertukaran masa lalu harus dijabarkan kedalam nilai moneter kini agar relevan dan dapat diandalkan untuk membuat peramalan dan mengambil keputusan yang tepat.