Anda di halaman 1dari 12

Referat Infeksi Luka Operasi

BAGIAN ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN 2009

BAB I PENDAHULUAN
Infeksi luka operasi hal yang paling mungkin terjadi, karena pembedahan merupakan tindakan yang dengan sengaja membuat luka pada jaringan dan merupakan suatu tempat jalan masuk dari bakteri, sehingga membutuhkan tingkat sterilitas yang maksimal dan juga orangorang yang ikut dalam operasi harus dibatasi jumlahnya. Infeksi luka operasi terdiri dari superfisial, dalam dan organ sehingga penangannya pun berbeda. Infeksi luka operasi disebabkan oleh beberapa bekteri, yaitu bakteri gram negatif, gram positif, dan bakteri anaerob. Gejala yang muncul seperti tanda-tanda inflamasi, yaitu terasa panas, nyeri, kemerahan, bengkak, dan kadang-kadang disertai dengan keluarnya cairna atau nanah dari tempat luka. Berkembangnya infeksi tergantung dari beberapa faktor diantaranya yaitu jumlah bakteri yang memasuki luka, tipe dan virulensi bakteri, pertahanan tubuh hostdan faktor eksternal lainnya. Juga terdapat beberapa faktor resiko yang dapat mencetuskan terjadinya infeksi luka operasi, yaitu faktor pasien, faktor operasi, dan faktor mikrobiologi. Penanganan dan pencegahan terjadinya infeksi luka operasi pada dasarnya adalah dengan menjaga sterilitas, dengan melakukan teknik operasi yang baik.

BAB II ISI A. Definisi


Infeksi luka operasi adalah infeksi dari luka yang didapat setelah operasi. apat terjadi diantara !" hari setelah operasi, biasanya terjadi antara # sampai $" hari setelah operasi. Infeksi luka operasi ini dapat terjadi pada luka yang tertutup ataupun pada luka yang terbuka, dikarenakan untuk proses penyembuhannya. apat juga terjadi pada jaringan maupun pada bagian dari organ tubuh dan juga dapat terjadi pada jaringan superfisial %yang dekat dengan kulit& ataupun pada jaringan yang lebih dalam. Pada kasus yang serius dapat mengenai organ tubuh. 'enurut sistem ( ()s terdapat stpasienrisasi pada kriteria untuk mendefinisikan infeksi luka operasi, yaitu *

$. Infeksi +uperfisial, yaitu infeksi yang terjadi diantara !" hari setelah operasi dan infeksi hanya mengenai pada kulit atau jaringan subkutan pada daerah bekas insisi. ,. Infeksi alam, yaitu infeksi yang terjadi diantara !" hari setelah operasi dimana tidak menggunakan alat-alat yang ditanam pada daerah dalam dan jika menggunakan alat-alat yang ditanam maka infeksi terjadi diantara $ tahun dan infeksi yang terjadi berhubungan dengan luka operasi dan infeksi mengenai jaringan lunak yang dalam dari luka bekas insisi. !. -rgan atau ruang, yaitu infeksi yang terjadi diantara !" hari setelah operasi dimana tidak menggunakan alat yang ditanam pada daerah dalam dan jika menggunakan alat yang ditanam maka infeksi terjadi diantara $ tahun dan infeksi yang terjadi berhubungan dengan luka operasi dan infeksi mengenai salah satu dari bagian organ tubuh, selain pada daerah insisi tapi juga selama operasi berlangsung karena manipulasi yang terjadi.
TABLE (.I/0.I1 2-. 02I3I3G 1 +4.GI(15 +I/0 I320(/I-3 %++I&6 Superficial Incisional SSI Infection occurs 7ithin !" days after the operation and infection involves only skin or subcutaneous tissue of the incision and at least one of the follo7ing* $. Purulent drainage, 7ith or 7ithout laboratory confirmation, from the superficial incision. ,. -rganisms isolated from an aseptically obtained culture of fluid or tissue from the superficial incision. !. 1t least one of the follo7ing signs or symptoms of infection* pain or tenderness, locali8ed s7elling, redness, or heat and superficial incision is deliberately opened by surgeon, unless incision is culture-negative. 9. iagnosis of superficial incisional ++I by the surgeon or attending physician. o not report the follo7ing conditions as ++I* $. +titch abscess %minimal inflammation and discharge confined to the points of suture penetration&. ,. Infection of an episiotomy or ne7born circumcision site. !. Infected burn 7ound. 9. Incisional ++I that e:tends into the fascial and muscle layers %see deep incisional ++I&. Note: +pecific criteria are used for identifying infected episiotomy and circumcision sites and burn 7ounds.9!! Deep Incisional SSI Infection occurs 7ithin !" days after the operation if no implant; is left in place or 7ithin $ year if implant is in place and the infection appears to be related to the operation and infection involves deep soft tissues %e.g., fascial and muscle layers& of the incision and at least one of the follo7ing* $. Purulent drainage from the deep incision but not from the organ<space component of the surgical site. ,. 1 deep incision spontaneously dehisces or is deliberately opened by a surgeon 7hen the patient has at least one of the follo7ing signs or symptoms* fever %=!>?(&, locali8ed pain, or tenderness, unless site is culture-negative. !. 1n abscess or other evidence of infection involving the deep incision is found on direct e:amination, during reoperation, or by histopatholog ic or radiologic e:amination. 9. iagnosis of a deep incisional ++I by a surgeon or attending physician. Notes: $. .eport infection that involves both superficial and deep incision sites as deep incisional ++I. ,. .eport an organ<space ++I that drains through the incision as a deep incisional ++I. Organ/Space SSI

Infection occurs 7ithin !" days after the operation if no implant; is left in place or 7ithin $ year if implant is in place and the infection appears to be related to the operation and infection involves any part of the anatomy %e.g., organs or spaces&, other than the incision, 7hich 7as opened or manipulated during an operation and at least one of the follo7ing* $. Purulent drainage from a drain that is placed through a stab 7ound@ into the organ<space. ,. -rganisms isolated from an aseptically obtained culture of fluid or tissue in the organ<space. !. 1n abscess or other evidence of infection involving the organ<space that is found on direct e:amination, during reoperation, or by histopathologic or radiologic e:amination. 9. iagnosis of an organ<space ++I by a surgeon or attending physician. 6 Aoran /( et al.,, ; 3ational 3osocomial Infection +urveillance definition* a nonhuman-derived implantable foreign body %e.g., prosthetic heart valve, nonhuman vascular graft, mechanical heart, or hip prosthesis& that is permanently placed in a patient during surgery. @ If the area around a stab 7ound becomes infected, it is not an ++I. It is considered a skin or soft tissue infection, depending on its depth

B. Penyebab
Infeksi yang terjadi pada luka operasi disebabkan oleh bakteri, yaitu bakteri gram negatif %E. coli&, gram positif %Enterococcus& dan terkadang bakteri anaerob dapat yang berasal dari kulit, lingkungan, dari alat-alat untuk menutup luka dan operasi. Bakteri yang paling banyak adalah Staphylococcus.
TABLE I+/.IB4/I-3 -2 P1/A-G03+ I+-51/0 6 2.-' +4.GI(15 +I/0 I320(/I-3+, 31/I-315 3-+-(-'I15 I320(/I-3+ +4.B0I5513(0 +C+/0', $D>E /- $DDE Percentage of Isolates 1986-1989179 1990-199626 Pathogen ( !16"727# ( !17"671# Staphylococcus aureus $F ," (oagulase-negative staphylococci $, $9 Enterococcus spp. $! $, Escherichia coli $" > Pseudomonas aeruginosa > > Enterobacter spp. > F Proteus mirabilis 9 ! Klebsiella pneumoniae ! ! -ther Streptococcus spp. ! ! Candida albicans , ! Group streptococci %non-enterococci& G , -ther gram-positive aerobes G , Bacteroides fragilis G , 6Patogen yang presentasinya kurang dari , H tidak termasuk.

. Pa!"#enesis
Pada akhir operasi, bakteri dan mikroorganisme lain mengkontaminasi seluruh luka operasi, tapi hanya sedikit pasien yang secara klinis menimbulkan infeksi %2ry ,""!&. Infeksi tidak berkembang pada kebanyakan pasien karena pertahanan tubuhnya yang efektif untuk menghilangkan organisme yang mengkontaminasi luka operasi. Infeksi potensial terjadi tergantung pada beberapa faktor, diantaranya yang terpenting adalah * Jumlah bakteri yang memasuki luka /ipe dan virulensi bakteri Pertahanan tubuh host

2aktor eksternal, seperti * berada di rumah sakit beberapa hari sebelum pembedahahn dan operasi yang berlangsung lebih dari 9 jam. +elain itu juga dipengaruhi faktor lain yaitu * $. Operating suite, yaitu tidak adanya batas yang jelas antara ruang untuk operasi dan ruang untuk mempersiapkan pasien atau untuk pemulihan dan juga pakaian yang digunakan hampir tidak ada bedanya. ,. Operating room, ruangan yang digunakan untuk operasi harus dijaga sterilitasnya. !. /im operasi, yaitu harus ada orang yang mera7at pasien dari sebelum, saat dan setelah operasi. -perator, asisten dan instrumen harus menjaga sterilitas karena berhubungan langsung dengan daerah lapang operasi. -rang-orang yang tidak ikut sebagai tim operasi harus menjauhi daerah lapang operasi dan menjauhi daerah alat karena mereka tidak steril dan pasien bisa terinfeksi nantinya. 2aktor pasien * $. +tatus nutrisi yang buruk apat menjadi atau tidak dapat menjadi faktor yang mengkontribusi. +ayangnya beberapa penelitian tidak dilakukan pada negara berkembang dimana malnutrisi berat lebih banyak terjadi. ,. iabetes 'ellitus yang tidak terkontrol !. 'erokok 9. Iegemukan 'eningkatkan resiko pada lapisan lemak abdomen subkutan yang lebih dari ! cm %$,# inch&. .esiko meningkat dikarenakan dibutuhkan incisi yang lebih luas, sirkulasi yang berkurang pada jaringan lemak atau kesulitan teknik operasi saat mele7ati lapisan lemak #. Infeksi koeksisten pada tempat lain di tubuh apat meningkatkan resiko penyebaran infeksi melalui aliran darah E. Iolonisasi dengan mikroorganisme F. Perubahan respon imun % AIB < 1I + dan pengguna kortikosteroid jangka panjang& >. 5amanya pera7atan sebelum operasi 2aktor -perasi $. Pencukuran sebelum operasi ,. Persiapan kulit sebelum operasi !. 5amanya operasi 9. Profilaksis antimikroba #. Bentilasi ruang operasi E. Pembersihan atatu sterilisasi instrumen F. 'aterial asing pada tempat pembedahan >. rain D. /eknik pembedahan $". Aemostasis yang buruk $$. Iegagalan untuk menutupi dead space $,. /rauma jaringan 2aktor mikrobiologi $. +ekresi toksin

,. Aambatan pembersihan %contoh J karena pembentukan kapsul&

D. Ge$a%a &an Tan&a


Pasien merasakan beberapa gejala yang dirasakan saat terjadi infeksi pada luka operasi * $. 3yeri ,. Aipotermi atau hipertermi !. /ekanan darah rendah 9. Palpitasi #. Ieluar cairan dari luka operasi, bisa berupa darah ataupun nanah %bisa ber7arna dan berbau& E. Bengkak %pasien merasa nyeri, sekitar daerah yang membengkak terasa hangat dan ber7arna merah&

E. Dia#n"sa
4ntuk mendiagnosa apakah itu suatu infeksi luka operasi dapat dengan cara * $. Pemeriksaan fisik, dengan memeriksa apakah ada pembengkakan, cairan atau sekret yang keluar. Aarus diperhatikan juga apakah ada penyebaran dari infeksi. ,. /es darah, darah dapat mengetahui bagaimana keadaan tubuh kita dan bakteri apa yang terdapat dan yang menginfeksi. !. /es pencitraan, termasuk !ray,'.I, scan tulang. 9. Iultur dari luka dan biopsi jaringan, untuk mengidentifikasikan bakteri apa yang terdapat pada luka, jenis infeksi dan pengobatan apa yang tepat. 2aktor luka lokal dihubungkan dengan fakta bah7a pembedahan merusak mekanisme benteng pertahanan seperti kulit dan mukosa saluran pencernaan selam dilakukan pembedahan. /eknik pembedahan yang baik adalah jalan terbaik untuk mencegah infeksi luka operasi. K%asifi'asi %('a ")e*asi (lean %class I& luka operasi yang tidak terinfeksi yang mana tidak ada peradangan yang ditemukan pada saluran pernafasan, saluran pencernaan, genital, atau traktus urinarius tidak terkena. 5uka biasanya tertutup dan jika perlu drainase denganclosed drainage. 5uka operasi diikuti dengan trauma tumpul seharusnya dimasukkan pada kategori ini jika masuk dalam kriteria. (ontoh * Aernia repair, biopsi mammae $#,9H (lean-contaminated %(lass II& 5uka operasi yang mana saluran pencernaan, saluran pernafasan, traktus urinarius dan genital terkena dengan kondisi terkontrol dan tanpa kontaminasi yang tidak biasanya.

(ontaminated %(lass III&

irty %(lass IB&

(ontoh * (holecystectomy, operasi saluran pencernaan elektif terbuka, baru, luka tiba-tiba. +ebagai tambahannya, pembedahan dengan potongan besar dengan tknik yang steril atau kebocoran besar pada saluran pencernaan, dan sayatan yang akut, inflamasi yang nonpurulen termasuk dalam kategori ini. (ontoh * /rauma, luka jaringan yang luas, enterotomy saat obstrusi usus 5uka traumatik yang lama yang tertahan pada jaringan yang dilemahkan yang termasuk infeksi klinis yang ada atau visera yang perforasi. efinisi ini menunjukkan bah7a organisme penyebab infeksi post operasi (ontoh * Perforasi diverculitis, infeksi nekrotik jaringan lunak !,$-$,,>H

F. Pena!a%a'sanaan
$. Pembersihan luka Aal ini bisa dilakukan dengan mencuci luka dengan air steril. Aal ini bisa dilakukan dengan menggunakan tekanan tinggi dengan jarum atau kateter dan alat penyemprot yang besar. +olusi pembunuhan kuman dapat digunakan unuk membersihkan luka. ,. ebridement Aal ini dilakukan untuk membersihkan dan membuang objek, atau kulit mati dan jaringan dari daerah luka. okter dapat membatasi area yang rusak pada luka atau sekitar luka. Pembalut basah bisa ditempatkan pada luka dan dibiarkan mengering. okter juga bisa mengeringkan luka untuk membersihkan pus. !. Penutup luka Aal ini juga disebut pembalut luka. Pembalut digunakan untuk melindungi luka dari kerusakan lebih lanjut dan infeksi. Aal ini juga menolong menyediakan tekanan untuk mengurangi pembengkakan. Pembalut bisa berbagai bentuk. Pembalut bisa mengandung beberapa substansi untuk menlong mempercepat penyembuhan. 9. -bat-obatan okter mungkin memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Pasien juga mungkin diberikan obat-obatan untuk mengurangi sakit, pembengkakan, atau demam.

#. /erapi oksigen hyperbarik Juga disebut AB-. AB- digunakan untuk memperoleh oksigen lebih banyak ke dalam tubuh. -ksigen diberikan diba7ah tekanan untuk menolong oksigen supaya sampai ke jaringan dan darah. Pasien dimasukkan ke ruangan yang berbentuk seperti tabung yang disebut ruangan hiperbarik atau ruangan tekanan. Pasien bisa melihat dokter dan berbicara dengan mereka melalui pengeras suara. Pasien mungkin mebutuhkan terapi ini lebih dari sekali. E. /erapi tekanan negatif Juga sisebut "acuum!assisted closure %B1(&. Pembalut berbentuk spesial dengan melekat pada sebuah tabung diletakkan didalam kavitas luka dan ditutup dengan ketat. /abung berhubungan ke sebuah pompa yang akan menolong menyedot keluar cairan berlebih dan kotoran dari luka. B1( juga mungkin menolong untuk meningkatkan aliran darah dan mengurangi jumlah bakteri di luka. F. Pengobatan lain 'engontrol atau mengobati kondisi medis yang menyebabkan penyembuhan luka yang buruk menolong mengobati infeksi pada luka. Pasien mungkin perluminum obat untuk mengontrol penyakit seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. okter mungkin memberikan pasien supplemen atau menyarankan diet spesial untuk meningkatkan nutrisi dan kesehatan pasien. Pembedahan mungkin dilakukan untuk meningkatkan aliran darah jika pasien mempunyai masalah dengan pembuluh darah. PEN EGAHAN I. Preoperative a. Persiapan pasien $ Iapanpun jika memungkinkan, identifikasi dan obati semua infeksi yang terlokalisir di daerah operasi sebelum operasi elektif dan operasi elektif yang tertunda pada pasien dengan dearah infeksi pada luka sampai infeksi terobati. , Jangan mencukur rambut sebelum operasi kecuali jika rambut tersebut atau sekitar daerah insisi akan mengganggu operai. ! Jika rambut dicukur, cukur secepatnya sebelum operasi, lebih baik dengan pemotong elektrik. 9 Iontrol tingkat glukosa darah serum secara adekuat pada semua pasien diabetes dan selalu hindari hiperglikemi sebelum operasi. # +arankan penghentian merokok. 'inimal instruksikan pasien untuk tidak merokok kretek, tembakau, atau bentuk konsumsi tembakau lain selama paling tidak !" hari sebelum operasi elektif. E Jangan menahan darah pasien yang di operasi untuk mencegah infeksi luka operasi.

F 'inta pasien untuk mandi dengan cairan atiseptik pada paling tidak malam sebelum operasi dilaksanakan. > (uci dan bersihkan dengan benar sekitar daerah insisi untuk membuang kontaminasi sebelum menyiapkan antiseptik kulit. D Gunakan antiseptik yang tepat. $" -leskan antiseptik secara lingkaran yang dimulai dari tengah bergerak menuju pinggir. aerah yang dipersiapkan harus cukup besar untuk memperpanjang sayatan atau membuat sayatan baru jika diperlukan. $$ 4sahakan pre operasi pasien di rumah sakit sesingkat mungkin. $, /idak direkomendasikan untuk menurunkan atau menghentikan penggunaan steroid sistemik sebelum operasi selektif. $! /idak direkomendasikan untuk hanya meningkatkan support nutrisi untuk pasien operasi yang dimaksudkan untuk mencegah infeksi luka operasi. $9 /idak direkomendasikan untuk menggunakan mupicorin ke hidung untuk mencegah infeksi luka operasi. b. 1ntiseptik tangan< lengan ba7ah untuk anggota tim bedah. $. Potong pendek kuku dan jangan memakai kuku palsu. ,. 5akukan pencucian tangan sebelum operasi paling tidak , sampai # menit menggunakan antiseptik yang tepat. (uci tangan dan lengan ba7ah sampai ke siku. !. +etelah mencuci tangan, jaga tangan di atas dan tidak bersentuhan dengan tubuh %siku pada posisi fleksi& sehingga air bergerak dari ujung jari menuju siku. Ieringkan tangan dengn handuk steril dan pakai baju operasi steril dan sarung tangan steril. 9. Bersihkan ba7ah tiap kuku sebelum mencuci tangan pertamakali. #. Jangan menggunakan perhiasan. E. /idak direkomendasikan menggunakan cat kuku. c. Penanganan personel bedah yang terinfeksi $ 0dukasi dan sarankan personel bedah yang memiliki gejala dan tpasien penyakit infeksi yang menular agar melaporkan keadan mereka dengan segera kepada supervisor dan personel kesehatan kerja. , 'embuat kebijakan yang baik mengenai tanggungja7ab pera7atan pasien ketika personal potensial berada pada kondisi infeksius yang menular. Iebijakan-kebijakan ini seharusnya mengatur * %a& /anggungja7ab personel dalam menggunakan pelayanan kesehatan dan melaporkan penyakit, %b& pembatasan kerja, dan %c& ijin untuk kembali bekerja setelah menderita penyakit yang membutuhkan pembatasan kerja. Iebijakan-

kebijakan tersebut seharusnya mengidentifikasi individu yang memiliki kekuasaan untuk mengistirahatkan personel dari kerja mereka. ! 'enghentikan dari tugas operasi personel yang mempunyai lesi kulit yang telah mengering sampai infeksi hilang atau personel tersebut telah menerima terapi adekuat dan infeksi telah sembuh. 9 Jangan secara rutin mengeluarkan personel operasi yang terkolonisasi dengan organisasi seperti S. aureus %hidung, tangan atau bagian tubuh lain& atau grup # Streptococcus, kecuali personel tersebut telah dihubungkan secara epidemiologi kepada penyebaran organisme di 7ilayah pusat kesehatan. Profilaksis antimicrobial $ Berikan antimikroba profilaksis hanya ketika diindikasikan, dan dipilih berdasarkan patogen yang paling umum menyebabkan infeksi luka operasi untuk operasi spesifik dan rekomendasi yang dipublikasikan. , Berikan dosis inisial antimikroba profilaktik secara intravena, dihitung seperti konsentrasi bakterisidal obat yang ada dalam serum dan jaringan ketika insisi dilakukan. Pertahankan tingkat terapeutik agen dalam serum dan jaringan selama operasi dan sampai, kebanyakan, beberapa jam setelah insisi ditutup di kamar operasi. ! +ebelum operasi elektif kolorektal sebagai tambahan d, diatas, persiapkan kolon secara mekanik dengan menggunakan enema dan agen katartik. Berikan agen antimikroba nonabsorbel dalam dosis terbagi sehari sebelum operasi. 9 4ntuk seksio sesaria risiko tinggi, berikan agen antimikroba profilaktik segera setelah tali pusat diklem. # Jangan gunakan vankomisin sebagai anti mikroba profilaksis. II. Intra operatif a. Bentilasi $ Pertahankan ventilasi tekanan positif di kamar operasi dengan memperhatikan koridor dan area yang berdekatan. , Pertahankan minimal pergantian udara $# kali perjam, yang mana paling tidak ! sebaiknya udara segar. ! +aring semua udara, disirkulasi ulang dan segar, melalui filter yang baik sesuai rekomendasi institut arsitek 1merika. 9 'emasukkan semua udara di langit-langit, dan alat pembuangan uap dekat lantai. # Jangan menggunakan radiasi 4B di kamar operasi untuk mencegah infeksi luka operasi. E /etap tutup pintu ruang operasi kecuali dibutuhkan untuk jalan peralatan, personel dan pasien.

F Pertimbangkan melakukan operasi implan ortopedik dimana tesedia udara sangat bersih. > Batasi jumlah personel yang memasuki ruang operasi sesuai yang dibutuhkan. b. 'embersihkan dan diinfeksi permukaan lingkungan $ Ietika kotoran yang terlihat atau kontaminasi dengan darah atau cairan tubuh permukaan atau peralatan terjadi selama operasi, gunakan disinfektan untuk membersihkan area yang terkena sebelum operasi berikutnya. , Jangan melakukan pembersihan khusus atau menutup kamar operasi setelah terkontaminasi atau operasi yang kotor. ! Jangan menggunakan keset kaki yang lengket di jalan masuk kamar operasi atau kamar operasi individu untuk mengontrol infeksi. 9 Bakum basah lantai kamar operasi setelah operasi terakhir dengan disinfektan. # /idak ada rekomendasi untuk disinfeksi permukaan lingkungan atau peralatan yang digunakan di kamar operasi dalam beberapa operasi jika tidak terlihat kotoran c. +terilisasi peralatan bedah $ +terilisasi instrumen operasi sesuai dengan panduan yang dipublikasikan. , 5akukan sterilisasi cepat hanya pada item peralatan pera7atan penyakit yang akan digunakan segera. Jangan gunakan sterilisasi cepat untuk alasan kenyamanan, seperti sebuah alternatif membeli peralatan tambahan, atau untuk menghemat 7aktu. d. Pakaian operasi $ Pakai masker operasi yang menutup keseluruhan mulut dan hidung ketika memasuki ruang operasi jika operasi akan dimulai atau sedang berjalan atau jika instrument steril sedang terekspos. Pakai masker selama operasi. , Gunakan topi atau tudung untuk menutupi rambut secara keseluruhan di kepala dan 7ajah ketika memasuki ruang operasi. ! Jangan menggunakan penutup sepatu untuk mencegah infeksi luka operasi. 9 Pakai sarung tangan steril jika menjadi tim operasi. Pakai sarung tangan setelah memakai baju steril. # Gunakan jubah operasi dan penutup yang merupakan barier efektif ketika basah. E Ganti baju operasi yang terlihar sudah kotor, terkontaminasi danatau dipenetrasi oleh darah atau material lain yang potensial infeksius. e. 1sepsi dan teknik operasi $ 'engikuti prinsip asepsis ketika menempatkan peralatan intravascular, kateter anesthesia spinal atau epidural, atau ketika memberikan obat secara intravena.

, +usun peralatan steril dan obat cair sebelum digunakan. ! Perlakukan jaringan dengan lembut, pertahankan hemotasis efektif, minimalkan jaringan lemah dan benda asing dan eradikasi ruang mati di tepat operasi. 9 5akukan penutupan tunda kulit primer atau biarkan sebuah sayatan terbuka agar sembuh kemudian jika ahli bedah memperkirakan daerah operasi terkontaminasi berat. f. Pera7atan insisi setelah operasi $ 5indungi dengan penutup steril untuk ,9 sampai 9> jam setelah operasi, sebuah sayatan yang telah tertutup secara primer. , (uci tangan sebelum dan sesudah mengganti penutup dan setelah kontak dengan tempat operasi. ! Ietika penutup sayatan harus diganti, gunakan teknik yang steril. 9 0dukasi pasien dan keluarga menyangkut pera7atan sayatan yang baik, gejala infeksiluka operasi, dan perlunya melapor segera. # /idak ada rekomendasi untuk menutupi sayatan yang tertutup secara primer melebihi 9> jam. BAB III KESIMPULAN Infeksi luka operasi adalah infeksi dari luka yang didapat setelah operasi. apat terjadi diantara !" hari setelah operasi, biasanya terjadi antara # sampai $" hari setelah operasi. Infeksi luka operasi ini dapat terjadi pada luka yang tertutup ataupun pada luka yang terbuka, dikarenakan untuk proses penyembuhannya. apat juga terjadi pada jaringan maupun pada bagian dari organ tubuh dan juga dapat terjadi pada jaringan superfisial %yang dekat dengan kulit& ataupun pada jaringan yang lebih dalam. 'enurut sistem ( ()s terdapat standarisasi pada kriteria untuk mendefinisikan infeksi luka operasi, yaitu * $. Insisi +uperfisialJ ,. Insisi alamJ !. -rgan atau ruang. /erdapat beberapa klasifikasi luka operasi, yaitu * clean, clean-contaminated, contaminated, dirty. Patogenesis terjadinya infeksi luka pada operasi tergantung dari beberapa faktor, yaitu * faktor pasien, faktor terjadinya infeksi, faktor operasi, faktor mikrobiologi. 5uka yang di buat pada saat operasi merupakan tempat jalan masuk dari bakteri, karena itu diperlukan penatalaksanaan dalam pencegahan terjadinya infeksi luka operasi. Pencegahan agar tidak terjadi infeksi luka operasi adalah pada saat preoperatif dan intraoperatif.

DAFTAR PUSTAKA
/o7nsend ( ', Beauchamp . , 0vers B ', 'atto: I 5. ,""9. Sabiston $e tboo%of Surgery.$he Biological Basis of &odern Surgical Practice'(th edition. 0lsevier +aundersJ Philadelphia. P ,#>-,E! Burnicardi 2 (, 1nderson I, Bi8liar / ., urin 5, Aunter J G, Pollock ' 0. ,""E. Sch)art*+s manual of surgery Eight edition. 'acGra7hillJ 3e7 Cork. P. D"-DE

'angram 1 J, Aoran / (, Pearson ' 5,+ilver 5 (, Jarvis K ..$DDD. ,uidline for pre"ention of Surgical Site of -nfection. (olumbia 4niversity +chool of 3ursingJ3e7 Cork +teven '. Gordon.,""$. Ne) Surgical $echni.ues and Surgical Site -nfections.http*<<777.cdc.gov<ncidod<eid<volFno,<gordon.htm, ,9 2eb ,""D. B"nnie Ba*na*&+ MPH+ I .,""!.http://www.theific.org/basiconcepts/11.pdf , ,9 2ebruari ,""D Joint commission .esource.,"">.http://www.jcrinc.com/Surgical-Site-Infections/, ,9 2ebruari ,""D (ollege)s (ommittee on -perating .oom 0nvironment %(-.0& . $DDD.http://www.facs.org/about/committees/cpc/ssiguide0700.pdf , ,9 2ebruari ,""D BUKAN BUATAN SENDIRI+ HAN,A ARSIP DARI TEMAN SE-A.AT