Anda di halaman 1dari 3

1. Penatalaksanaan Tujuan akhir dari pengobatan OA adalah untuk mengurangi nyeri dan meminimalisasi kemunduran fungsi fisik.

Nyeri dan kehilangan fungsi merupakan konsekuensi dari inflamasi, kelemahan pada sendi, kelemahan dan instabilitas, maka penatalaksanaan OA melibatkan semua hal tersebut (Brandt, !!"# a. Terapi non farmakologi Terapi non farmakologi merupakan pendekatan dari beberapa disiplin ilmu sebagai $ontoh, instruksi untuk menurunkan berat badan dan terapi olahraga. Terapi non farmakologi, intervensi non operatif misal terapi yang dita%arkan oleh fisioterapis merupakan pengobatan pertama yang dianjurkan pada osteoartritis lutut dan pinggul, %alaupun masih kurang $ukup bukti untuk merekomendasikan penanganan yang spesifik untuk penyakit ini (Abbot, !!&#. Tabel ' terapi non farmakologi Terapi Olahraga a. (atihan perla%anan b. Aerobic Unloading a Tongkat atau penyangga b *enurunkan berat badan Pelatihan a. +ara melangkah b. +ara memakai sepatu Akupuntur (/elson, !!0# b. Terapi farmakologi Agen farmakologi ( analgesik oral dan topical, obat anti inflamasi non steroid (OA1N2# termasuk penghambat selektif cyclooxygenase-2, dan terapi intraartikular (kortikosteroid dan preparat hyaluronan# # jika dibutuhkan. 2uplemen diet dan nutrisi termasuk glucosamine dan chondroitin sulfate, sering digunakan oleh pasien dan direkomendasikan oleh praktisi ()o$hberg, !!0# Pemberian Glucosamine dan Chondroitin sulfate sebagai kombinasi maupun sendiri, tidak memberikan efek mengurangi rasa nyeri yang efektif pada sebagian besar pasien osteoartritis lutut. Analisis menyimpulkan bah%a pemberian kombinasi glucosamine dan chondrotin Keterangan )indari jika nyeri memburuk. (atihan yang prodresif lebih baik. Tongkat dan kaki yang terkena harus menginjak lantai pada saat yang bersamaan ,ianjurkan jika nyeri tidak membaik dengan terapi lain. -ata.rata mengurangi rasa nyeri setelah beberapa sesi

sulfat mungkin efektif jika diberikan pada pasien dengan nyeri lutut yang sedang.ringan (,aniel, !!0# $, Terapi farmakologi lain ,alam suatu penelitian RCT, injeksi kortikosteroid intraartikular lebih efektif mengurangi rasa nyeri dibanding dengan placebo selama satu hingga tiga minggu, setelah itu efeknya hampir sama. Belum ada data yang jelas menyatakan berapa dosis optimal pada in eksi kortikosteroid. Analgesik opiat lebih efektif dibanding placebo dalam mengendalikan rasa nyeri, tetapi efek samping dan ketergantungan menjadi pertimbangan. Obat topikal seperti capsaicin lebih baik dibanding placebo dalam meredakan nyeri (/elson, !!0#. d.Operasi Pasien dengan gejala osteoartritis yang berat dan tidak membaik dengan pengobatan lain dan mengalami keterbatasan dalam melakukan kegiatan sehari hari dianjurkan untuk melakukan operasi orthopedic sebagai e3aluasi. ,alam per$obaan debridement artroskopi dengan atau tanpa artroplasti dan kegunaannya sebagai salah satu pilihan terapi osteoartritis tidak terbukti. Pada beberapa pasien yang belum pernah melakukan artropalsti, osteotomi dapat mengurangi nyeri dan menghambat perkembangan penyakit (Nelson, !!0# Banyaknya operasi intra-artikular yang dilakukan dengan athroscope, menimbulkan keuntungan yaitu trauma operasi yang minimal dan resiko infeksi yang ke$il (4oern et al., !1!#. Operasi artroplasti sendi merupakan pengobatan yang efektif untuk mengurangi rasa nyeri dan mengurangi ketidakmampuan se$ara fungsional pada artritis pada pinggul dan lutut yang lebih berat ()a%ker, !!!#. Tabel 5 jenis.jenis operasi sendi (4oern et al, !1!#
Simptomatis a. !avage b. "having Stimulasi tulang c. #ebridement a. #rilling b. $icrofracturing Perbaikan permukaan sendi c. Abrasion arthropalsti a. Autologous chondrocyte transplantation %ACT& b. Autologous osteochondral transplantation %A'T& Perbaikan osteotomi di dekat sendi

Referensi:

1. )a%ker, A. 6illian, !!!. #ifferences (et)een $en And *omen in The rate of use +ip And ,nee Arthroplasty. . Bondeson, 4an et al. !1!. The Role of "ynovial $acrophages and $acrophage-roduced $ediators in #riving .nflammatory and #estructive Responses in 'steoarthritis.
3.