Anda di halaman 1dari 98

# Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli

Pengujian Hipotesis

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | i

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

D DA AF FT TA AR R I IS SI I
Daftar Isi ............................................................................................................. i
Tujuan Pembelajaran .............................................................................................. iii
Bab I Pendahuluan ................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Distribusi Sampling ................................................................................. 1
1.3 Distribusi Normal .................................................................................... 2
Bab II Pendugaan Parameter .................................................................................. 4
2.1 Ciri-ciri Penduga yang Baik .................................................................... 4
2.2 Penduga Titik ........................................................................................... 5
2.2.1 Penduga Parameter Distribusi Normal ........................................... 5
2.2.2 Penduga Paramater Distribusi Binomial......................................... 7
2.3 Penduga Interval ...................................................................................... 8
2.3.1 Pendugaan Parameter dengan Sampel Besar .................................. 9
2.3.2 Pendugaan Parameter dengan Sampel Kecil (n<30) .................... 21
Bab III Pengujian Hipotesis .................................................................................. 32
3.1 Jenis Kesalahan (Type of Error) ............................................................ 32
3.2 Langkah-Langkah Pengujian Hipotesis ................................................. 33
Bab IV Pengujian Hipotesis Satu Populasi ........................................................... 35
4.1Pengujian Hipotesis Rata-rata Satu Populasi.......................................... 36
4.2 Pengujian Hipotesis Varian Satu Populasi ............................................ 42
4.3 Pengujian Hipotesis Proporsi Satu Populasi .......................................... 45
Bab V Pengujian Hipotesis Dua Populasi ............................................................ 49
5.1 Pengujian Hipotesis Rata-rata Dua Populasi ......................................... 49
5.2 Pengujian Hipotesis Rata-rata Data Berpasangan ................................. 51
5.3 Pengujian Hipotesis Varian Dua Populasi ............................................. 53
5.4 Pengujian Hipotesis Proporsi Dua Populasi .......................................... 55
ii| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Bab VI Pengujian Hipotesis k Populasi ............................................................... 58
6.1 Pengujian Hipotesis Rata-rata k Populasi ............................................. 58
6.1.1 Jumlah sampel tiap populasi sama ............................................... 58
6.1.2 Jumlah sampel tiap populasi tidak sama ...................................... 62
6.2 Pengujian Hipotesis Varian k Populasi ................................................. 64
6.3 Pengujian Hipotesis Proporsi k Populasi .............................................. 66
Soal dan Pembahasan ............................................................................................ 72
Daftar Pustaka ....................................................................................................... 91

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | iii

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

T Tu uj ju ua an n P Pe em mb be el la aj ja ar ra an n
T Tu uj ju ua an n P Pe em mb be el la aj ja ar ra an n U Um mu um m
Setelah mempelajari materi ini, peserta dapat memahami konsep
pendugaan parameter dan pengujian hipotesis serta mampu
mengaplikasikannya dalam kasus-kasus real.
T Tu uj ju ua an n P Pe em mb be el la aj ja ar ra an n K Kh hu us su us s
Setelah mempelajari materi ini secara khusus, peserta dapat:
1. Melakukan pendugaan titik dan interval terhadap parameter
populasi.
2 Menguji hipotesis rata-rata populasi, untuk data besar dan kecil.
3. Menguji hipotesis proporsi populasi.
4. Menguji hipotesis varian populasi.

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 1

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

B Ba ab b I I P Pe en nd da ah hu ul lu ua an n
1.1 Latar Belakang
Suatu percobaan atau penelitian dengan mengambil sebagian dari
seluruh unit populasi (data sampel) bertujuan untuk dapat menarik
suatu kesimpulan tentang peristiwa atau fenomena yang sedang
diselidiki.Berdasarkan hasil percobaan atau nilai-nilai sampel, ingin
ditarik suatu kesimpulan tentang populasi dari mana sampel tersebut
dipilih.Penarikan kesimpulan sedemikian mungkin dapat membentuk
pendugaan tentang satu atau beberapa parameter, atau mungkin juga
berhubungan dengan persoalan menerima atau menolak suatu
hipotesis yang memberi spesifikasi tentang nilai dari satu atau
beberapa parameter distribusi.
Seperti diketahui bahwa dalam suatu populasi dikenal adanya
parameter populasi.Parameter ini biasanya meliputi rata-rata populasi
(), standar deviasi (), dan proporsi (p).Selanjutnya karena kendala
biaya, tenaga atau waktu maka sering kali penelitian hanya dilakukan
dengan sampel atau pengambilan sebagian dari seluruh unit populasi.
Sedangkan nilai-nilai parameter populasi tersebut tidak akan didapat
kebutuhan analisis, maka dilakukan langkah pendugaan (estimation)
terhadap nilai-nilai parameter tersebut. Dari hasil penghitungan data
sampel didapat statistik sampel yang meliputi rata-rata sampel x ,
standar deviasi sampel (s) dan proporsi sampel . Statistik sampel
ini merupakan penduga (estimator) bagi parameter populasinya.
1.2 Distribusi Sampling
Suatu populasi yang terdiri dari N elemen yang mempunyai rata-rata
(), standar deviasi (), diambil sampel sebanyak n elemen. Bila cara
pengambilan sampelnya dengan pengembalian (with replacement),
maka banyaknya kemungkinan kelompok sampel yang bisa terjadi
n
. Sedangkan jika pengambilan sampelnya tanpa
pengembalian (without replacement), maka banyaknya kemungkinan
N
C
n

!!
. Dari masing-masing
kelompok sampel tersebut dapat ditentukan rata-rata dan variannya.
Misalnya rata-rata dari masing-masing kelompok sampel dinotasikan
1
x ,
2
x ,
3
x
,
, dan variannya
2
1
s ,
2
2
s ,
2
3
s , Kumpulan dari
1
x ,
2
x ,
3
x
,

membentuk distribusi sampling untuk rata-rata sampel dengan nilai
rata-ratanya
x
= .
Sedangkan besaran variannya akan bergantung kepada cara
pengambilan sampelnya. Apabila pengambilan sampelnya dengan
2| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2
x
=
2
/n dan apabila
pengambilan sampelnya tanpa pengembalian, maka variannya
1
2
2

=
N
n N
n
x

Jika N cukup besar maka kedua metode pengambilan sampel tersebut
mempunyai nilai varian yang sama, yaitu
x
2
=
2
/n. Kumpulan dari
2
1
s ,
2
2
s ,
2
3
s , membentuk distribusi sampling untuk varian sampel
yaitu
( )

2
1
2
2
~
1

n
s n

(baca : distribusi sampling untuk varian (n-1) s
2
/
2
mengikuti
distrubusi khi-kuadrat dengan derajat bebas(db) n-1) dimana

## merupakan notasi distribusi khi-kuadrat (chi-square) dengan db =

n-1.
1.3 Distribusi Normal
Dalam distribusi teoritis sampling dikenal adanya peubah acak
(random variable).Ada dua jenis peubah acak yaitu peubah acak
diskrit dan kontinyu.Distribusi normal merupakan salah satu distribusi
teoritis dari peubah acak kontinyu. Jika digambarkan, fungsi distribusi
ini akan berbentuk suatu lonceng (genta), dimana fungsi distribusinya
( )
e
x
x f
2
2
1
2
1 |

\
|

Distribusi normal bergantung pada dua parameter yaitu rata-rata ()
dan varian (
2
). Dari fungsi f(x) di atas dapat disimpulkan bahwa x
mengikuti distribusi normal dengan rata-rata dan varian
2
atau di
tulis dengan ( )
2
; ~ N X .
Dalam distribusi kontinyu, cara menghitung probabilitanya adalah
dengan jalan mencari luas daerah di bawah kurvanya, dimana caranya
adalah dengan menghitung integral dari fungsi peubah acaknya (f(x))
dengan batas yang ada. Sayangnya distribusi normal mempunyai
fungsi peubah acak yang tidak memiliki integral yang sederhana.
Untuk memudahkan dalam penghitungan dilakukan suatu metode
transformasi variabel, dengan cara membentuk variabel baru yaitu
variabel Z dimana nilainya adalah :

=
x
Z

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 3

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Dari transformasi ini didapat rata-rata 0 =
z
dan varian 1
2
=
z
.
Maka Z dikatakan mengikuti distribusi normal standar. Dalam
distribusi ini nilai rata-rata dan variannya sudah baku yaitu 0 = dan
1
2
= , atau ditulis dengan notasi ( ) 1 ; 0 ~ N Z . Fungsi dari variabel z
( )
( )
< < =

z e z f
z
;
2
1 2
2 1

Nilai dari ( ) z f yang telah dihitung dan dibuatkan tabelnya,
selanjutnya dikatakan tabel Z atau tabel normal standar.

Bab II Pendugaan Parameter
Untuk menarik kesimpulan tentang populasi dari hasil sampel maka
dilakukan pendugaan terhadap parameter populasi atau mungkin juga
berhubungan dengan persoalan menerima atau menolak hipotesis yang
memberi spesifikasi tentang nilai dari satu atau beberapa parameter
distribusi.Kuantitas sampel yang digunakan untuk menduga parameter
populasi disebut sebagai penduga (estimator).Penduga parameter
terdiri dari 2 yaitu penduga titik (point estimation) dan penduga
interval (interval estimation).
2.1 Ciri-ciri Penduga yang Baik

parameter, maka seyogyanya peubah acak

## bervariasi tidak terlalu

jauh sekitar yang konstan.Statistik penduga sedemikian itu
umumnya dinilai sebagai penduga yang baik.
1. Tidak bias (Unbiased)
Penduga

( E
2. Efisien
Penduga

## sebaiknya memiliki varian yang kecil sekali. Hal itu

dapat terlihat dengan menggunakan diagram atau membandingkan
variannya.
Efisien relatif

## jika dibandingkan dengan

)

(
)

2
1

Var
Var
=
3. Konsisten
Penduga parameter yang konsisten merupakan penduga yang
berkonsentrasi secara sempurna pada parameter jika sampel
bertambah secara tidak terhingga. Secara matematis ditulis
lim

0
4. Cukup (Sufficience)
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 5

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

1
, X
2
, X
3
, .X
n
, sehingga fungsi densitas bersyarat dari
(X
1
, X
2
, X
3
, .X
n
) diberi simbol T, tidak bergantung pada .

apabila

## mencakup seluruh informasi tentang yang terkandung di

dalam sampel.
5. Varian minimum (Minimum Variance)

, i=1,2,3,n, dimana
)

( )

( )

(
3 2 1
v v v < < maka
1

## merupakan penduga dengan varian

minimum, dimana = nilai rata-rata populasi,

= nilai rata-rata
dari sampel yang mungkin.
Untuk penjelasan lengkap bisa dilihat pada modul Teknik Sampling.

2.2 Penduga Titik
Dalam bagian ini akan dibahas pendugaan titik untuk distribusi yang
sering dipakai yaitu distribusi normal dan binomial.
2.2.1 Penduga Parameter Distribusi Normal
Misalkan X
1
, X
2
, , X
n
adalah sampel acak dari suatu populasi
berdistribusi normal dengan rata-rata dan varian tidak diketahui. Maka
1. Penduga Rata-Rata (
X
)
Karena
X X
X E = = ) ( , maka penduga rata-ratanya adalah
X
X
= dan X
X
=
2. Penduga Varian (

)
Karena X s E
2 2
) ( = dan
n
X
X
2
2

= , maka penduga variannya
2 2
s X = dan
n
s
X
2
2
=

6| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Contoh :
1. Permintaan akan minyak (liter/bulan) di Kabupaten X
diasumsikan berdistribusi normal. Untuk menduga rata-rata
dan variannya diambil sampel sebanyak sepuluh rumahtangga
dengan data sebagai berikut:

Rumah tangga 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Permintaan Minyak 3 4 5 6 6 7 8 9 10 10
Dari data di atas didapatkan rata-rata sampel = 6,8, standar deviasinya
= 2,44, maka penduga rata-rata populasinya = 6,8 dan penduga varian
populasinya = 5,96.

2. Dari 7 sampel suatu penelitian tentang berat badan (kg) siswa SMK
kelas 3 diperoleh data, yaitu: 78 kg, 83 kg, 65 kg, 57 kg, 85 kg, 60 kg,
72 kg. Bila populasi siswa SMK menyebar normal. Hitung penduga
rata-rata populasi dan penduga varian populasinya !
Penyelesaian
Penduga rata-rata ( )

X
=
1
x
500
71, 43
7
n
i
i
X
n
=
= = =

Penduga Varian
( )
2
i
2 2 1
2 2 2
(x - x)
1
(78 71, 43) (83 71, 43) ... (72 71, 43)
=
7 1
43,17 133, 86 41, 35 208, 25 184,15 130, 64 0, 32 741, 74
123, 62
6 6
n
i
X
s
n

=
| |
|
| = =

|
|
\
+ + +

+ + + + + +
= = =

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 7

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2.2.2 Penduga Paramater Distribusi Binomial
Telah diketahui dari modul Teori Probabilita bahwa apabila X
berdistribusi Binomial dengan parameter sukses adalah p, maka rata-
np
X
= dan ) 1 (
2
p np
x
=
Pada umumnya, proporsi p di atas dapat diduga secara tidak bias
dengan proporsi sampel n X p / = dimana X menyatakan jumlah
sukses yang diobservasi dan n menyatakan banyaknya sampel.
Distribusi proporsi sampel sedemikian itu memiliki rata-rata
p p E
p
= =

) ( dan varian
n
p p
p
) 1 (
2

=
n X p / =
n
n
X
n
X
n
p p
p
) 1 (
) 1 (
2

=
Contoh :
1. Jika sebuah sampel yang terdiri dari 900 unit barang-barang
dipilih dari populasi yang terdiri dari semua barang-barang
yang diproduksi oleh perusahaan Z yang mengikuti distribusi
binomial. Dari sampel tersebut 576 unit produksi rusak, berapa
penduga proporsi kerusakan dan varian populasinya?
64 , 0
900
576
= = p
dan 36 , 0 1 = p
36 , 207 ) 36 , 0 )( 64 , 0 ( 900
2
= =
x

000256 , 0
900
) 36 , 0 )( 64 , 0 (
2

= =
p

8| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2. Dari 50 butir telur yang dibeli Afika di toko Berdikari, ternyata ada 8
butir telur yang busuk. Jika diketahui telur-telur yang dijual di toko
Berdikari berdistribusi binomial, hitunglah berapa penduga proporsi
yang busuk dan varian populasinya ?
Penyelesain

X= 8 ; n= 50.
Maka p =
8
50
x
n
= = 0,16 dan
2
p
=
(1 ) 0,16 (1- 0,16)
50
p p
n

= =
0,002688

ternyata ada 11karung yang tidak layak konsumsi. Jika diketahui
beras-beras tersebut berdistribusi binomial, hitunglah berapa
penduga proporsi beras yang tidak layak dikonsumsi dan varian
populasinya ?

Penyelesain

X= 11 ; n= 70.
Maka p =
11
70
X
n
= = 0,157 dan
2
p
=
(1 ) 0,157 (1- 0,157)
70
p p
n

= =
0,0019
2.3 Penduga Interval
Kelemahan nilai penduga titik adalah sukar sekali identik dengan
parameter populasi dan tidak dapat mengukur derajat kepercayaan
terhadap kepastian dugaan yang dilakukan.Oleh karena itu,
pengukuran yang obyektif terhadap kepercayaan kepastian dugaan
adalah dengan menggunakan pendugaan interval (interval estimation).
Pendugaan interval sedemikian itu disebut interval kepercayaan
(confidence interval) dan dirumuskan secara umum
st st
tabel st parameter tabel st + < <

st = statistik sampel atau penduga

st
= standar deviasi sampel
tabel = nilai tabel berdasarkan distribusi yang cocok dengan sampel
dan tingkat keyakinannya.
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 9

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Misalkan dalam pendugaan digunakan keyakinan sebesar 95 persen,
berarti dalam jangka panjang akan menolerir kesalahan duga (error of
estimate ) sebesar =0,05 atau 5 persen.
Gambar1. Distribusi Normal Sampel Sekitar Parameter Populasi
dengan Interval Keyakinan 1-
Untuk mempermudah pembahasan selanjutnya, maka akan diduga
rata-rata populasi (), varian populasi (
2
) dengan jumlah unit
populasi N, bila diketahui jumlah sampel adalah n, rata-rata sampel
X , standar deviasi sampel s, tingkat kesalahan duga () dan tingkat
keyakinan (1-).

2.3.1 Pendugaan Parameter dengan Sampel Besar
Yang dimaksud sampel besar adalah apabila banyaknya sampel lebih
besar dari 30 (n30).
yang berdistribusi Normal dan Binomial baik untuk satu populasi
maupun dua populasi.
1. Pendugaan Parameter dengan Diketahui dan Populasi
Tidak Terbatas

= + < < 1 ) (
2 / 2 /
n
Z X
n
Z X P
Z
/2
= nilai tabel normal untuk /2
Contoh :
6 liter/bulan. Berapa interval keyakinan 95 persen rata-rata populasi
permintaan minyak?
Batas keyakinan
Bawah
/2
1-
Batas keyakinan
atas
0
Z
/2
/2
Z
/2
Interval keyakinan
10| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Diketahui: n= 10, X =6,8

2
= 6 maka = 6 = 2,45
=0,05 , 1- = 0,95, Z
0,025
=1,96
95 . 0 )
10
45 , 2
96 . 1 8 . 6
10
45 , 2
96 . 1 8 . 6 ( = + < < P
95 . 0 ) 32 , 8 28 , 5 ( = < < P
Artinya dengan tingkat keyakinan 95 persen rata-rata populasi
permintaan minyak di Kabupaten X antara 5,28 dan 8,32 liter/bulan.
2. Sebuah biro pariwisata di Jakarta mengadakan penelitian tentang
kepariwisataan di Indonesia dan ingin memperkirakan pengeluaran
rata-rata para wistawan asing per kunjungannya di Indonesia. Dari
data yang ada didapatkan statistik sampel sebagai berikut:
n = 100, X =\$ 800,- , = \$120,- , =0,05 , 1- = 0,95, Z
0,025
=1,96
95 . 0
100
120
96 . 1 800
100
120
96 . 1 800 =
|
|

\
|
+ < < P
95 . 0 ) 53 . 823 48 . 776 ( = < < P

3. Jika diketahui dari 15 sampel diperoleh rata-rata 7,6 dan ragam
populasinya adalah 9. Berapakah nilai pendugaan parameter jika
selang kepercayaan 95% ?
Penyelesaian
Diketahui : n= 15; 7, 6 X = ;
2
9 = maka 9 3 = =
=0,05; 1- =0,95;
/ 2 0,025
1, 96 Z Z

= =

/ 2 / 2
P X Z X Z
n n

| |
< < +
|
\

3 3
7, 6 1, 96 7, 6 1,96
15 15
P
| |
< < +
|
\

( ) 6, 08 9,12 P < <

Artinya, dengan selang kepercayaan 95 persen nilai pendugaan

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 11

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

4. Dari suatu survei penggunaan minyak goreng selama seminggu,
diambil sampel 100 ibu
rumah tangga di suatu desa. Diperoleh angka rata-rata penggunaan
minyak goreng sebesar 5 liter/minggu dengan standar deviasinya
3,23. Maka interval keyakinan 99% rata-rata penggunaan minyak
goreng di desa tersebut ialah ...
Penyelesaian
Diketahui : n= 100; 5 X = ;
3, 23 =
=0,01; 1- =0,99;
/ 2 0, 005
2, 575 Z Z

= =

/ 2 / 2
P X Z X Z
n n

| |
< < +
|
\

3, 23 3, 23
5 2, 575 5 2,575
100 100
P
| |
< < +
|
\

( ) 4,19 5,83 P < <

Artinya, dengan selang kepercayaan 95 persen nilai pendugaan
interval 4,19 hingga5,83 liter/minggu.

2. Pendugaan Parameter dengan Diketahui dan Populasi
Terbatas

=
|
|

\
|

+ < <

1
1 1
2 / 2 /
N
n N
n
Z X
N
n N
n
Z X P
Contoh :
1. Andaikan sampel acak sebesar n= 64 dan X = 0.1165 dipilih dari
populasi yang terbatas sebesar N = 300 dan = 0.0120 maka
pendugaan parameter dengan tingkat keyakinan 90 persen adalah:
Z
0,05
=1,645
90 . 0
1 300
64 300
64
0120 . 0
645 . 1 11650 . 0
1 300
64 300
64
0120 . 0
645 . 1 11650 . 0 =
|
|

\
|

+ < <

P

90 . 0 ) 11918 . 0 11382 . 0 ( = < < P

12| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2. Di suatu SMP yang memiliki 500 siswa, dilakukan penelitian mengenaitinggi
rata-rata siswa. Dari 100 sampel terpilih, diperoleh rata-rata tinggi siswa
adalah 155 cm. Jika simpangan baku populasinya 7 cm.
a.) hitunglah interval keyakinan 95% rata-rata tinggi siwa di SMP tersebut.
b.) hitunglah interval keyakinan 90% rata-rata tinggi siwa di SMP tersebut.

Penyelesaian
a. Diketahui: N= 500: n= 100; x 155 = ; 7 = ;=0,05 ;
/ 2 0,025
1, 96 Z Z

= =
/ 2 / 2
1 1
N n N n
X Z X Z
n N n N

< < +

7 500 100 7 500 100
155 1, 96 155 1, 96
100 500 1 100 500 1

< < +

154,8772 155,1228 < <

Artinya, dengan selang kepercayaan 95 persen nilai pendugaan tinggi rata-
cm.

b. Diketahui: N= 500: n= 100; x 155 = ; 7 = ;=0,1 ;
/ 2 0,05
1, 645 Z Z

= =
/ 2 / 2
1 1
N n N n
X Z X Z
n N n N

< < +

7 500 100 7 500 100
155 1, 645 155 1, 645
100 500 1 100 500 1

< < +

154,8367 155,1633 < <

Artinya, dengan selang kepercayaan 90 persen nilai pendugaan tinggi rata-
cm.

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 13

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

3. Pendugaan Parameter dengan Tidak Diketahui

=
|
|

\
|
+ < < 1
2 / 2 /
n
s
Z X
n
s
Z X P

Contoh :
1. Sebuah sampel acak yang terdiri dari 100 mahasiswa telah diambil
dari sebuah universitas. Mereka diberi tes kecerdasan guna
menentukan angka IQ-nya.Angka rata-rata IQ-nya 112 dengan standar
deviasinya 11.Maka interval keyakinan 95 persen rata-rata IQ
95 . 0
100
11
96 . 1 112
100
11
96 . 1 112 =
|
|

\
|
+ < < P
95 . 0 ) 156 . 114 844 . 109 ( = < < P

2. Suatu contoh acak 36 mahasiswa tingkat akhir menghasilkan rata-
rata dan simpangan baku nilai mutu rata-rata sebesar berturut-turut 2,6
dan 0,3. Maka selang kepercayaan 95% bagi rata-rata nilai mutu rata-
rata seluruh mahasiswa tingkat akhir adalah :
95 . 0
36
3 , 0
96 . 1 6 , 2
36
3 , 0
96 . 1 6 , 2 =
|
|

\
|
+ < < P
95 . 0 ) 70 , 2 50 , 2 ( = < < P

3. Dari 100 sampel rumah tangga survei biaya hidup (SBH) di desa
Srimenanti. Diperoleh angka rata-rata pengeluaran rumah tangga
(Rupiah) selama sebulan sebesar Rp 1.735.500,- dengan standar
deviasinya sebesar Rp 323.000,-. Hitunglah selang kepercayaan
90% rata-rata pengeluaran rumah tanggadi desa tersebut !

Penyelesaian
Diketahui: n= 100; x 1735500 = ; 323000 = ;=0,1 ;
/ 2 0,05
1, 645 Z Z

= =

/ 2 / 2
s s
X Z X Z
n n

< < +
323000 323000
1735500 1, 645 1735500 1, 645
100 100
< < +

1682366,5 < < 1788633,5
14| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Artinya, dengan selang kepercayaan 90 persen nilai pendugaan
interval Rp 1.682.366,5hinggaRp 1.788.633,5.

4. Berdasarkan penelitianyang dilakukan oleh Koperasi di BPS Pusat.
Dari 60 sampel pegawai yang melakukan peminjaman uang di
bulan Maret 2012, diperoleh data nilai rata-rata peminjaman uang
sebesar Rp 2.350.000,- dengan standar deviasinya sebesar Rp
450.000,-. Hitunglah selang kepercayaan 95% rata-rata
peminjaman uang di Koperasi BPS Pusat !

Penyelesaian
Diketahui: n= 60; x 2350000 = ; 450000 = ;=0,05 ;
/ 2 0,025
1, 96 Z Z

= =

/ 2 / 2
s s
X Z X Z
n n

< < +
450000 450000
2350000 1,96 2350000 1, 96
60 60
< < +
2236134,3 < <2463865,7
Artinya, dengan selang kepercayaan 95 persen nilai pendugaan
interval Rp 2.236.134,3hingga Rp 2.463.865,7.

4. Pendugaan Parameter Proporsi p
Jika sampel acak dipilih dari populasi Binomial yang besar, maka
pendugaan parameter p dapat dilakukan dengan menggunakan
proporsi sampel n X p / = . Interval keyakinan untuk p adalah

=
|
|

\
|

+ < <

1
) 1 (

) 1 (

2 / 2 /
n
p p
Z p p
n
p p
Z p P

=
|
|
|
|

\
|

+ < <

1
) 1 ( ) 1 (
2 / 2 /
n
n
X
n
X
Z
n
X
p
n
n
X
n
X
Z
n
X
P

Contoh :
1. Dinas Kesehatan Kota ingin sekali meneliti persentase penduduk
kotadewasa yang merokok paling sedikit satu bungkus per hari.
Sebuah sampel acak sebesar n=300 telah dipilih dari populasi yang
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 15

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

terdiri dari penduduk kota yang telah dewasa dan ternyata 36 orang
merokok paling sedikit satu bungkus per hari. Maka interval
keyakinan 95 persen orang yang merokok satu pak per hari adalah
= = n X p /
36/300 = 0.12
95 . 0
300
) 88 . 0 )( 12 . 0 (
96 . 1 12 . 0
300
) 88 . 0 )( 12 . 0 (
96 . 1 12 . 0 =
|
|

\
|
+ < < p P
95 . 0 ) 157 . 0 083 . 0 ( = < < p P
Artinya dengan tingkat keyakinan 95 persen, orang dewasa yang
merokok minimal satu bungkus per hari di kota tersebut antara 8.3
sampai 15.7 persen.
2. Dari suatu contoh acak 500 orang yang makan siang di sebuah
restoran selama beberapa hari Jumat, diperoleh informasi bahwa
terdapat 160 orang yang menyukai makanan laut. Tentukan selang
kepercayaan 95% bagi proporsi sesungguhnya orang yang menyukai
makanan laut untuk makan siangnya pada hari Jumat di restoran ini !
Diketahui : n = 500 ;
,
1,96

160
500
0,32
95 . 0
500
) 68 . 0 )( 32 . 0 (
96 . 1 32 . 0
500
) 68 . 0 )( 32 . 0 (
96 . 1 32 . 0 =
|
|

\
|
+ < < p P
95 . 0 ) 36 . 0 28 . 0 ( = < < p P
Artinya dengan tingkat keyakinan 95 persen, orang yang menyukai
makanan laut untuk makan siangnya pada hari Jumat di restoran
tersebut antara 28 sampai 36 persen.

3. Dari suatu sampel 300 pengunjung di suatu cafe selama satu
minggu, diperoleh informasi bahwa terdapat 91 orang yang menyukai
kopi mocca dibandingkan kopi hitam. Tentukan selang kepercayaan
90%proporsi sesungguhnya bagi pengunjung cafe yang menyukai
kopi mocca !

16| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Penyelesaian
Diketahui: X= 91; n= 300;
91
0,303
300
X
p
n
= = = ; 1- p =0,697 ;=0,1 ;
/ 2 0, 005
1, 645 Z Z

= =

( ) ( )
/ 2 / 2
1 1

p p p p
p Z p p Z
n n

< < +
( ) ( ) 0,303 1 0,303 0,303 1 0, 303
0,303 1, 645 0, 303 1, 645
300 300
p

< < +
0,259 p < < 0,347
Artinya, dengan selang kepercayaan 90%, proporsi pengunjung cafe yang

5. Pendugaan Parameter
1
-
2
,
1
dan
2
Diketahui

=
|
|

\
|
+ + < < + 1
2
2
2
1
2
1
2 / 2 1 2 1
2
2
2
1
2
1
2 / 2 1
n n
Z X X
n n
Z X X P

Contoh :
1. Suatu ujian kimia diberikan pada 50 siswa perempuan dan 75 siswa
laki-laki. Siswa-siswa perempuan mencapai rata-rata 76 dengan
simpangan baku 6, sedangkan siswa laki-laki memperoleh rata-rata 82
dengan simpangan baku 8. Tentukan selang kepercayaan 96% bagi
beda

laki dan

## adalah rata-rata skor semua siswa perempuan yang

mungkin mengambil ujian ini.
Diketahui :

82 ;

8 ;

75

75 ;

6 ;

50
2 /
Z =
,
2,05
96 , 0
50
36
75
64
05 , 2 ) 76 82 (
50
36
75
64
05 , 2 ) 76 82 (
2 1
=
|
|

\
|
+ + < < + P

( ) 96 , 0 57 , 8 43 , 3
2 1
= < < P

Artinya dengan tingkat kepercayaan 96%, beda rata-rata skor siswa
laki-laki dan siswa perempuan antara 3,43 sampai 8,57.

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 17

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2. Suatu motor automatic merk terbaru ingin diujicobakan kepada
konsumen untuk mengetahui minat pasar, diambil sampel sebanyak
60 wanita dan 75 pria. Dari 80 sampel wanita tersebut diperoleh
nilai rata-rata 7,8 dengan simpangan baku 2,1, sedangkandari 75
sampel pria diperoleh nilai rata-rata 6,6 dengan simpangan baku
3,4. Tentukan selang kepercayaan 98% bagi beda
1
-
2,
jika
diketahui
1
adalah nilai rata-rata penilaian motor dari 60 sampel
wanita dan
2
adalah nilai rata-rata penilaian motor dari 75 sampel
pria !
Penyelesaian
Diketahui:
1
n =80
1
x = 7,8
2
1
=2,1
2
=4,41
2% =
2
n = 75
2
x = 6,6
2
2
=3,4
2
=11,56
0, 01
2, 33 Z =

( ) ( )
2 2 2 2
1 2 1 2
1 2 / 2 1 2 1 2 / 2
1 2 1 2
X X Z X X Z
n n n n

+ < < + +

( ) ( )
1 2
4, 41 11,56 4, 41 11, 56
7,8 6, 6 2,33 7,8 6, 6 2, 33
80 75 80 75
+ < < + +

1 2
0,134 2, 266 < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 98%, beda rata-rata penilaian
motor dari wanita dan pria berada antara 0,134 hingga 2,266.

3. Suatu stasiun tv ingin mengetahui persepsi penonton terhadap
acara-acara yang disajikan. Dari pengamatan selama satu minggu
terhadap 60 sampel rumah tangga di desa Talang Balai diperoleh
nilai rata-rata 8,5 dengan simpangan baku 3,3, sedangkan dari 70
sampel di desa Alai diperoleh nilai rata-rata 7,4 dengan simpangan
baku 1,7. Tentukan selang kepercayaan 90 % bagi beda
1
-
2
, jika
diketahui
1
adalah nilai rata-rata penilaian di desa Huta Tonga
dan
2
adalah nilai rata-rata penilaian di desa Laru Baringin !

Penyelesaian
Diketahui:
1
n = 60
1
x = 7,4
2
1
=3,3
2
=10,89
10% =
2
n = 70
2
x = 8,5
2
2
=1,7
2
=2,89

/ 2 0, 05
1, 645 Z Z

= =

( ) ( )
2 2 2 2
1 2 1 2
1 2 / 2 1 2 1 2 / 2
1 2 1 2
X X Z X X Z
n n n n

+ < < + +

18| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

( ) ( )
1 2
10,89 2,89 10,89 2,89
8,5 7, 4 1, 645 8, 5 7, 4 1, 645
60 70 60 70
+ < < + +

1 2
0,324 1,876 < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 90%, beda rata-rata penilaian
persepsi penonton kepadastasiun tv tersebut dari desa Talang Balai
dan desa Alai berada antara 0,324 hingga 1,876.
6. Pendugaan Parameter p
1
-p
2
,
p1-p2
Diketahui

= + < <

1 ) (
2 1 2 / 2 1 2 1 2 1 2 / 2 1 p p p p
Z p p p p Z p p P

dengan
2
2 2
1
1 1
2 1
) 1 ( ) 1 (
n
p p
n
p p
p p

1
dan p
2
tidak diketahui sehingga harus
diduga dengan
1
p dan
2
2
2 2
1
1 1
2 1
) 1 ( ) 1 (

n
p p
n
p p
p p

Contoh :
Suatu pengumpulan pendapat umum dilakukan terhadap penduduk
kota dan penduduk di sekitar kota tersebut untuk menyelidiki
kemungkinan diajukannya rencana pembangunan suatu kompleks
gedung serba guna. Bila 2400 di antara 5000 penduduk kota dan 1200
di antara 2000 penduduk di sekitar kota tersebut yang diwawancarai
menyetujui rencana tersebut, buat selang kepercayaan 90% bagi
selisih proporsi sebenarnya yang menyetujui rencana tersebut.

Diketahui :

2400
5000
0,48

1200
2000
0,60

,/

,
1,645

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 19

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

0,48 0,60 1,645

0,480,52
5000

0,600,40
2000

## 0,48 0,60 1,645

0,480,52
5000

0,600,40
2000
0,90

0,1414

0,0986 0,90
Karena kedua titik ujung selangnya negative, maka kita juga dapat
menyimpulkan bahwa proporsi penduduk sekitar kota yang
menyetujui rencana tersebut lebih besar daripada proporsi penduduk
kota yang menyetujui rencana tersebut, dengan tingkat keyakinan
90%.

2. Suatu perusahaan rokok ternama ingin memasarkan produk terbarunya
terhadap penduduk Kota Sorong dan penduduk Kabupaten
Manokwari.untuk itu dilakukan pengujian awal. Ternyata 320 di antara
500 penduduk Kota Sorong, dan 220 di antara 450 penduduk Kabupaten
Manokwarimenyukairokok rasa baru tersebut. Tentukan selang
kepercayaan 90% bagi selisih proporsi penduduk sebenarnya yang
menyukai rokok rasa baru tersebut, jika diketahui p
1
penduduk di Kota Sorong dan p
2
Manokwari!

Penyelesaian
Diketahui:
1
n = 500
1
x = 320 10% =
2
n = 450
2
x = 220
/ 2 0, 05
1, 645 Z Z

= =
1
1
1
x 320
0, 64
500
p
n
= = =

2
2
2
x 220
0, 489
450
p
n
= = =

( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
1 1 2 2 1 1 2 2
1 2 / 2 1 2 1 2 / 2
1 2 1 2
1 1 1 1

p p p p p p p p
p p Z p p p p Z
n n n n

+ < < + +
( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
1 2
0, 64 1 0, 64 0, 489 1 0, 489
0, 64 0, 489 1, 645
500 450
0, 64 1 0, 64 0, 489 1 0, 489
0, 64 0, 489 1, 645
500 450
p p

+ < <

+ +
( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
1 2
0, 64 0, 36 0, 489 0,511 0, 64 0,36 0, 489 0, 511
0,151 1, 645 0,151 1, 645
500 450 500 450
p p + < < + +
20| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

( ) ( )
1 2
0,151 0, 0524 0,151 0, 0524 p p < < +

1 2
0, 0986 0, 2034 p p < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 90%, selisih proporsi penduduk yang
menyukai rokok rasa baru tersebut berada antara 9,86% hingga 20,34%,
dimana proporsi penduduk Kota Sorong yang menyukai rokok rasa baru lebih
besar daripada proporsi penduduk Kabupaten Manokwari.

3. Suatu pengumpulan pendapat umum dilakukan terhadap penduduk kota dan
di pinggiran kota untuk menyelidiki kemungkinan didirikannya suatu pabrik
kimia. Ternyata 2400 di antara 5000 penduduk kota, dan 1200 di antara 3000
penduduk di pinggiran kota menyetujui rencana tersebut. Tentukan selang
kepercayaan 90% bagi selisih proporsi sebenarnya yang menyetujui rencana
tersebutjika diketahui p
1
adalah proporsi penduduk kota dan p
2
proporsi penduduk di pinggiran kota !

Penyelesaian
Diketahui:
1
n = 5000
1
x = 2400 10% =
2
n = 3000
2
x = 1200
/ 2 0, 05
1, 645 Z Z

= =
1
1
1
x 2400
0, 48
5000
p
n
= = =

2
2
2
x 1200
0, 4
3000
p
n
= = =

( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
1 1 2 2 1 1 2 2
1 2 / 2 1 2 1 2 / 2
1 2 1 2
1 1 1 1

p p p p p p p p
p p Z p p p p Z
n n n n

+ < < + +
( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
1 2
0, 48 1 0, 48 0, 4 1 0, 4
0, 48 0, 4 1, 645
5000 3000
0, 48 1 0, 48 0, 4 1 0, 4
0, 48 0, 4 1, 645
5000 3000
p p

+ < <

+ +
( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
1 2
0, 48 0,52 0, 4 0, 6 0, 48 0, 52 0, 4 0, 6
0, 08 1, 645 0, 08 1, 645
5000 3000 5000 3000
p p + < < + +

( ) ( )
1 2
0, 08 0, 0114 0, 08 0, 0114 p p < < +

1 2
0, 0686 0, 0914 p p < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 90%, selisih proporsi penduduk yang
menyetujui didirikannya pabrik kimia berada antara 6,86% hingga 9,14%,
dimana proporsi penduduk kota yang menyetujui didirikannya pabrik kimia
lebih besar daripada proporsi penduduk pinggiran kota.

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 21

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2.3.2 Pendugaan Parameter dengan Sampel Kecil (n<30)
Untuk sampel besar apabila varian populasi tidak diketahui maka bisa
diduga dengan s
2
akan memperoleh hasil dugaan yang memuaskan.
Sebaliknya jika sampel kecil (n<30) maka dilakukan dengan distribusi
student-t yang variabelnya distandarisasi dan diberikan sebagai
n
s
X
t

=
1. Pendugaan Parameter dengan Tidak Diketahui dan Populasi
Tidak Terbatas

= + < <

1 ) (
) 1 , 2 / ( ) 1 , 2 / (
n
s
t X
n
s
t X P
n n

2 , 1 = nilai tabel student-t untuk /2 dengan db = n -
1
Contoh :
1. Tujuh kantong besar diambil secara acak dari suatu penyalur beras
dimana masing-masing beratnya (kg) : 9,8 10,2 10,4 9,8 10,0 10,2
9,6. Berapakah 95% selang kepercayaan untuk rata-rata berat kantong
beras di penyalur tersebut, jika dianggap kantong-kantong beras
tersebut sebarannya mendekati normal.
Banyaknya sampel=7, Rata-rata=10 kg, Simpangan Baku= 0.283 Nilai
tabel t
0.025 ; (7-1)
(tabel student-t untuk = 0.025 dan 6 1 = n ) adalah
95 , 0
7
283 , 0
447 , 2 10
7
283 , 0
447 , 2 10 =
|
|

\
|
+ < < P
95 , 0 ) 26 , 10 74 , 9 ( = < < P
Artinya dengan tingkat keyakinan 95 persen, rata-rata populasi berat
kantong adalah antara 9.74 dan 10.26 kg.

2. Diketahui isi 7 botol asam sulfat (liter) di suatu pabrik kimia adalah:
22| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

10,8 9,2 10,8 9,8 9,5 10,1 9,6
Tentukan selang kepercayaan 90% untuk rata-rata isi semua botol bila
distribusinya dianggap normal.

Penyelesaian
Diketahui: n= 7: 10% =
/ 2 : 1 0, 05 :6
1,943
n
t t

= =
;
9, 97; 0, 629 X s = =

( / 2, 1) ( / 2, 1) n n
s s
X t X t
n n

< < +

(0, 05:6) (0, 05:6)
0, 629 0, 629
9, 97 9,97
7 7
t t < < +

0, 629 0, 629
9,97 1,943 9,97 1,943
7 7
< < +

9, 508 10, 432 < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 90 persen, rata-rata populasi isi botol
asam sulfat adalah antara 9,508 hingga 10,432

3. Rata-rata Indeks Prestasi (IP) sampel acak 26 mahasiswa STIS tingkat I
adalah 2,9 dengan simpangan bakunya 0,5. Hitunglah selang kepercayaan
95% untuk rata-rata IP semua mahasiswa STIS tingkat I.

Penyelesaian
Diketahui: n= 26: 5% =
/ 2 : 1 0, 025 :25
2, 06
n
t t

= =
;
x 2,9; 0,5 s = =

( / 2, 1) ( / 2, 1) n n
s s
X t X t
n n

< < +

(0,025:25) (0,025:25)
0, 5 0, 5
2,9 2,9
26 26
t t < < +

0, 5 0,5
2,9 2, 06 2,9 2, 06
26 26
< < +

2, 698 3,102 < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 95 persen, rata-rata IP semua mahasiswa
STIS tingkat I adalah antara 2,698 hingga 3,102

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 23

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2. Pendugaan Parameter dengan Tidak Diketahui dan Populasi
Terbatas

=
|
|

\
|

+ < <

1
1 1
) 1 ; 2 / ( ) 1 ; 2 / (
N
n N
n
s
t X
N
n N
n
s
t X P
n n

Contoh :
1. Pihak akademik fakultas ekonomi suatu universitas ingin
mengetahui bahwa rata-rata angka hasil ujian bahasa Inggris
mahasiswa persiapan. Suatu sampel yang terdiri dari 14 nilai hasil
ujian mahasiswa persiapan telah terpilih dari nilai hasil ujian sebanyak
90 mahasiswa.Rata-rata sampelnya 75.6 dan standar deviasi 2.65.
Interval keyakinan sebesar 95 persen untuk rata-rata seluruh
t
0,025;13
=2.160
95 , 0
1 30
14 90
14
65 , 2
16 , 2 6 , 75
1 30
14 90
14
65 , 2
16 , 2 6 , 75 =
|
|

\
|

+ < <

P

95 , 0 ) 0 , 77 2 , 74 ( = < < P
Artinya dengan tingkat keyakinan 95 persen nilai rata-rata ujian

2. Seorang ahli botani ingin mengetahui tingkat pertumbuhan
tanaman-tanaman (mm)di kebunnya selama seminggu. Dari 100
tanaman diambil sampel sebanyak 24tanaman, nilai rata-rata
pertumbuhan dari sampel yang diambil ialah 28,3 mm dan
standar deviasi 6,8 mm. Berapakah selang kepercayaan sebesar
95 % untuk nilai rata-rata murid kelas tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui: N=100; n= 24: 5% =
/ 2 : 1 0, 025 :23
2, 069
n
t t

= =
;
x 28, 3; 6,8 s = =

( / 2; 1) ( / 2; 1)
1 1
n n
s N n s N n
X t X t
N N n n

< < +

(0, 025;23) (0, 025;23)
6,8 100 24 6,8 100 24
28,3 28,3
100 1 100 1 24 24
t t

< < +

6,8 100 24 6,8 100 24
28,3 2, 069 28, 3 2, 069
100 1 100 1 24 24

< < +

27, 083 29, 516 < <

24| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% nilai rata-rata pertumbuhan
tanaman-tanaman di kebun tersebut berada antara 27,083 mm hingga
29,516 mm.

3. Seorang Dosen Statistik ingin mengetahui tingkat pemahaman murid
dengan memberikan ujian. Di suatu kelas yang terdiri dari 65 murid
diambil sampel 15 murid, nilai rata-rata ujian dari sampel yang
diambil ialah 78,3 dan standar deviasi 7,5. Berapakah selang
kepercayaan sebesar 95 % untuk nilai rata-rata murid kelas tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui: N=65; n= 15: 5% =
/ 2 : 1 0,025 :14
2,145
n
t t

= =
;
x 78,3; 7,5 s = =

( / 2; 1) ( / 2; 1)
1 1
n n
s N n s N n
X t X t
N N n n

< < +

(0,025;14) (0, 025;14)
7,5 65 15 7,5 65 15
78, 3 78,3
65 1 65 1 15 15
t t

< < +

7,5 50 7, 5 50
78, 3 2,145 78,3 2,145
64 64 15 15
< < +

74, 69 81,97 < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% nilai rata-rata murid di kelas
tersebut berada antara 74,69 hingga 81,97.

3. Pendugaan Parameter Proporsi p
Jika sampel acak dipilih dari populasi Binomial, pendugaan parameter
p dapat dilakukan dengan menggunakan proporsi sampel n X p / = .
Maka interval keyakinan untuk p

1
Contoh :
1. Dinas Kesehatan Kota ingin meneliti persentase penduduk kota
dewasa yang merokok paling tidak satu bungkus per hari. Sebuah
sampel acak sebesar n=25 telah dipilih dari populasi yang terdiri dari
penduduk kota yang telah dewasa dan ternyata 5 orang merokok
paling sedikit satu bungkus perhari. Maka interval keyakinan 95
persen orang yang merokok satu bungkus per hari adalah
n X p / = = 5/25 = 0.2; t
(0.025;24)
=2.064
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 25

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

95 . 0
25
) 8 . 0 )( 2 . 0 (
064 . 2 2 . 0
25
) 8 . 0 )( 2 . 0 (
064 . 2 2 . 0 =
|
|

\
|
+ < < p P
95 . 0 ) 37 . 0 035 . 0 ( = < < p P
Artinya dengan tingkat keyakinan 95 persen, orang dewasa yang
merokok minimal satu bungkus per hari di kota tersebut antara 3,5
sampai 37 persen.

2. Dari suatu sampel acak 28rumah tangga yang memiliki TV disuatu
desa, ditemukan bahwa 21 rumahtanggay ang memiliki TV
berwarna. Tentukan selang kepercayan 99% bagi proporsi
sesungguhnya dari rumahtangga yang memiliki TV berwarna di
desatersebut !
Penyelesaian
Diketahui: n =28 X = 21 1% =
/ 2 : 1 0, 005 :27
2, 771
n
t t

= =
( / 2; 1) ( / 2; 1)
1 1
n n
X X X X
X X n n n n
t p t
n n n n

| | | |

| |
\ \
< < +

(0,005;27) (0,005;27)
21 21 21 21
1 1
21 21 28 28 28 28
28 28 28 28
t p t
| | | |

| |
\ \
< < +

21 7 21 7
21 21 28 28 28 28
2, 771 2, 771
28 28 28 28
p
| | | |
| |
\ \
< < +

0,523 0,977 p < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 99 persen, proporsi
rumahtangga yang memiliki tv berwarna di desa tersebut antara 52,3
hingga 97,7 persen.

3. Dari suatu sampel acak 25mahasiswa STIS, ditemukan bahwa
14mahasiswamemiliki laptop. Tentukan selang kepercayan 90% bagi proporsi
sesungguhnya dari mahasiswa STIS yang memiliki laptop!
26| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Penyelesaian
Diketahui: n =25 X = 14 10% =
/ 2 : 1 0, 05 :24
1, 711
n
t t

= =
( / 2; 1) ( / 2; 1)
1 1
n n
X X X X
X X n n n n
t p t
n n n n

| | | |

| |
\ \
< < +

(0,05;24) (0,05;24)
14 14 14 14
1 1
14 14 25 25 25 25
25 25 25 25
t p t
| | | |

| |
\ \
< < +

14 11 14 11
14 14 25 25 25 25
1,711 1, 711
25 25 25 25
p
| | | |
| |
\ \
< < +

0,39 0, 73 p < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 90 persen, proporsi mahasiswa STIS
yang memiliki laptop antara 39 hingga 73 persen.
4. Pendugaan Parameter
1
-
2
,
1
dan
2
Tidak Diketahui
a. Jika
1
=
2
=

=
|
|

\
|
+ + < < +
+ +
1
1 1 1 1
2 1
) 2 2 1 ; 2 / ( 2 1 2 1
2 1
) 2 2 1 ; 2 / ( 2 1
n n
s t X X
n n
s t X X P
p n n p n n
dengan
2
) 1 ( ) 1 (
2 1
2
2 2
2
1 1
+
+
=
n n
s n s n
s
p

Contoh :
1. Sebuah sampel acak sebesar n
1
=7 dipiih dari populasi normal
dengan 6
1
sedangkan sampel acak sebesar n2=6 dipilih dari populasi
normal dengan
2
. Hasil observasinya adalah sebagai berikut:

7;

56,21;

9,02

6;

61,25;

5,296
X
1
57,8 56,2 61,9 54,4 53,6 56,4 53,2
X
2
64,2 58,7 63,1 62,5 59,8 59,2
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 27

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

7069 , 2
2 6 7
) 296 , 5 ( 5 ) 02 , 9 ( 6
=
+
+
=
p
s

t
0,025;7+6-2
=2,201
95 , 0
6
1
7
1
) 7069 , 2 ( 201 , 2 04 , 5
6
1
7
1
) 7069 , 2 ( 201 , 2 04 , 5
2 1
=
|
|

\
|
+ + < < + P
95 , 0 ) 354 , 8 7386 , 1 (
2 1
= < < P
Artinya dengan tingkat keyakinan 95 persen perbedaan rata-rata antara
dua populasi berkisar antara 1,7386 sampai 8,354, hal ini bisa
diartikan pula bahwa ada perbedaan rata-rata antara dua populasi.
2. Materi pendugaan dan pengujian hipotesis diberikan pada 12 siswa
dengan metode pengajaran yang biasa. Materi yang sama diberikan
pula pada 10 siswa tetapi dengan metode pengajaran yang
menggunakan bahan yang telah diprogramkan. Kedua kelas tersebut
diberikan ujian yang sama. Kelas yang pertama mencapai nilai rata-
rata 85 dengan simpangan baku 4, sedangkan kelas yang kedua
mencapai nilai rata-rata 81 dengan simpangan baku 5. Tentukan
selang kepercayaan 90% bagi selisih antara kedua rata-rata populasi,
bila diasumsikan kedua populasi menyebar menghampiri normal
dengan ragam yang sama.
Diketahui :

85 ;

4 ;

12

81 ;

5 ;

10
478 , 4
2 10 12
5 ). 1 10 ( 4 ). 1 12 (
2 2
=
+
+
=
p
s

t
0,05;12+10-2
=1,725

90 . 0
10
1
12
1
) 478 , 4 ( 725 , 1 ) 81 85 (
10
1
12
1
) 478 , 4 ( 725 , 1 ) 81 85 (
2 1
=
|
|

\
|
+ + < < + P
90 . 0 ) 31 , 7 69 , 0 (
2 1
= < < P
Kedua ujung selang interval yang positif menunjukkan bahwa metode
pengajaran biasa untuk materi pendugaan dan pengujian hipotesis
lebih unggul daripada metode pengajaran dengan menggunakan bahan
terprogramkan, dengan tingkat keyakinan 90 persen.

28| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2
2 2
1 2
1 2
2 2
2 2
1 2
1 2
1 2
1 1
s s
n n
db
s s
n n
n n
| |
+
|
\
=
| | | |
| |
\ \
+

b. Jika
1

2

=
|
|

\
|

+ < <

1
1 1 1 1
2
2
2
1
2
1
) ; 2 / ( 2 1 2 1
2
2
2
1
2
1
) ; 2 / ( 2 1
n
s
n
s
t X X
n
s
n
s
t X X P
df df

pendapat mengenai derajat bebas:

Jika n
1
=n
2
= n, maka db =n-1
Jika n
1
n
2
maka penentuan t
/2
secara langsung dapat menggunakan
rumus Cochran dan Cox sebagai berikut
2
2
2
1
2
1
) 1 ; 2 / (
2
2
2
) 1 ; 2 / (
1
2
1
2 1
'
n
s
n
s
t
n
s
t
n
s
t
n n
+
+
=

Contoh (menggunakan teori Behren dan Fisher) :
Catatan selama 15 tahun terakhir menunjukkan bahwa curah hujan
rata-rata di kota A selama bulan Mei adalah 4,93 sentimeter, dengan
simpangan baku 1,14 sentimeter. Di kota B, catatan serupa selama 10
tahun terakhir menunjukkan bahwa curah hujan rata-rata di bulan Mei
adalah 2,64 sentimeter dengan simpangan baku 0,66 sentimeter.
Tentukan selang kepercayaan 95% bagi selisih curah hujan rata-rata
yang sebenarnya selama bulan Mei di kedua daerah tersebut, bila
diasumsikan bahwa pengamatan-pengamatan itu berasal dari dua
populasi normal dengan ragam yang berbeda.
Diketahui :

4,93 ;

1,14 ;

15

2,64 ;

0,66 ;

10
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 29

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

1,14

15

0,66

10

22,7 23
t
0,025;23
= 2,069
95 , 0
9
66 , 0
14
14 , 1
069 , 2 ) 64 , 2 93 , 4 (
9
66 , 0
14
14 , 1
069 , 2 ) 64 , 2 93 , 4 ( =
|
|

\
|
+ + < < +
B A
P

( ) 95 , 0 04 , 3 54 , 1 = < <
B A
P
Jadi, dengan tingkat keyakinan 95% dapat disimpulkan bahwa selisih rata-
rata curah hujan antara kota A dan kota B selama bulan Mei antara 1,54
sampai 3,04 sentimeter. Rata-rata curah hujan di kota A selama bulan Mei
lebih tinggi daripada di kota B.

Contoh (menggunakan teori Torrie dan Steel) :
Sebuah sampel acak sebesar n
1
=7 dipilih dari populasi normal pertama
dengan rata-rata
1
sedangkan sampel acak sebesar n
2
=6 dipilih dari
populasi normal kedua dengan rata-rata
2
. Jika diketahui statistik
berikut:

56,21;

40,12;
,;
2,447

61,25;

6,95;
,;
2,571
468 , 2
6
95 , 6
7
12 , 40
571 , 2
6
95 , 6
447 , 2
7
2 , 40
025 , 0
=
+
+
= t

95 , 0
1 6
95 , 6
1 7
12 , 40
468 , 2 04 , 5
1 6
95 , 6
1 7
12 , 40
468 , 2 04 , 5
2 1
=
|
|

\
|

+ < <

P
95 . 0 ) 05 . 12 97 . 1 (
2 1
= < < P
30| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Artinya dengan tingkat keyakinan 95 persen perbedaan rata-rata antara
dua populasi berkisar antara 1,97 sampai 12,05.

5. Pendugaan Parameter Untuk Varian (
2
)
|
|

\
|

< <

2
) 1 ; 2 / 1 ( 1
2
2
2
) 1 ; 2 / ( 2
2
) 1 ( ) 1 (
n n
s n s n
P

2
(/2;n-1)
derajat bebas n-1.
Contoh :
1. Seorang analis pasar memilih sebuah sampel yang terdiri dari 20
buah pasar dalam suatu kota besar guna menentukan berapa besar
variasi harga daging. Dari sampel diperoleh rata-rata = \$92 dan
standar deviasi = \$8. Untuk memperkirakan variasi harga daging
digunakan pendugaan interval untuk varian. Misal =0,05
Dari tabel didapatkan
2
(0.025;20-1)
= 32.85,
2
(0.975;20-1)
= 8.91
95 . 0
91 . 8
8 ) 1 20 (
85 . 32
8 ) 1 20 (
2
2
2
=
|
|

\
|
< <

P
( ) 95 . 0 136 37
2
= < < P
Artinya dengan tingkat keyakinan 95 persen varian harga daging
berkisar antara \$37 dan \$136.

2. Dalam tes kebugaran yang dilakukan oleh suatu tim sepakbola di
Jakarta. Diukur jumlah pemain melakukan push-up dalam
semenit.Dari sampel 15 pemain, diperoleh data rata-rata pemain
mampu melakukan push-up 35 kali dalam semenit dengan ragam 7
kali. Tentukan selang kepercayaan 95% bagi ragam jumlah push-up
tersebut,.

Penyelesaian
Diketahui: 5% = ; n=15; v=n-1=14; s
2
=7;
2 2
/ 2; 1 0, 025;14
26,119
n

= =
2 2
(1 / 2); 1 0,975;14
5, 629
n

= =
Maka, selang kepercayaan 95% ialah:
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 31

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

( ) ( )
/2; 1 1 /2; 1
2 2
2
2 2
1 1
n n
n s n s

< <
2
14 7 14 7
26,119 5, 629

< <
2
3, 752 17, 409 < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa
ragam jumlah push-up dari pemain sepakbola tersebut antara 3,752
hingga 17,409 kali.
3. Data berikut ini berupa volume, dalam desiliter, 10 kaleng buah
peach hasil produksi sebuah perusahaan tertentu : 46,4 ; 46,1 ; 45,8 ;
47,0 ; 46,1 ; 45,9; 45,8 ; 46,9 ; 45,2 dan 46,0. Buat selang kepercayaan
95% bagi ragam volume kaleng buah peach hasil perusahaan tersebut,
bila diasumsikan volume kaleng tersebut menyebar normal.
Diketahui :

,,

= 0,286

19,023

2,700
Maka interval keyakinan 95% adalah :
95 . 0
700 , 2
286 , 0 ) 1 10 (
023 , 19
286 , 0 ) 1 10 (
2
= |

\
|
< <

P
0,135

0,953 0,95
Jadi, dengan tingkat keyakinan 95% dapat disimpulkan bahwa ragam
volume kaleng buah peach hasil perusahaan tersebut antara 0,135
sampai 0,953 desiliter.

32| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

B Ba ab b I II II I P Pe en ng gu uj ji ia an n H Hi ip po ot te es si is s
Data yang diamati dari suatu survei, selain diperlukan untuk menduga
suatu parameter, juga diperlukan untuk menguji berlakunya suatu
anggapan tertentu mengenai parameter itu. Sebagai contoh,
berdasarkan hasil kunjungan ke beberapa Sekolah Dasar, seorang
penilik sekolah berpendapat bahwa tinggi badan murid laki-laki kelas
enam sekarang ini lebih dari 120 cm. Pendapat penilik sekolah ini
mungkin saja benar, tetapi mungkin saja salah. Untuk itu perlu
dilakukan pengujian terhadap pendapat/anggapan tersebut berdasarkan
data sampel murid kelas enam yang telah terpilih secara acak (acak).
Pengujian dimulai dengan menerima suatu anggapan tertentu sebagai
hal yang benar.Anggapan inilah yang digunakan sebagai landasan
kerja selanjutnya dan dinamakan Hipotesis Nol (H
0
).Jika anggapan ini
berdasarkan data-data pengamatan dapat diterima kebenarannya, maka
dianggap sebagai suatu kenyataan. Kalau data yang diperoleh tidak
menyokong pendapat ini, maka diterimalah suatu anggapan lain yang
merupakan tandingan dari H
0
sebagai kenyataan. Anggapan tandingan
ini dinamakan Hipotesis Satu (H
1
).Hipotesis satu seringkali disebut
juga dengan Hipotesis Tandingan atau Hipotesis Alternatif.
Penentuan hipotesis mana yang akan diterima, ditentukan dalam
bentuk sokongan yang diwujudkan oleh data yang terkumpul. Dalam
pemilihan salah satu hipotesis sebagai anggapan yang berlaku,
hanyalah dapat dilakukan dengan pernyataan berapa besarnya peluang
bahwa hipotesis itu benar.
3.1 Jenis Kesalahan (Type of Error)
Ada dua macam jenis kesalahan yang mungkin timbul dari pengujian
hipotesis secara statistik.
1. Kesalahan Jenis Pertama, ialah kesalahan yang mungkin timbul
karena H
o
yang ditolak sesungguhnya benar. Peluang timbulnya
salah jenis pertama ini dilambangkan dengan atau P(tolak
H
0
| || |H
0
benar) = .
2. Kesalahan Jenis Kedua, ialah kesalahan yang mungkin dibuat,
karena kita telah menerima berlakunya suatu H
0
yang
sesungguhnya tidak benar. Peluang untuk membuat salah jenis
kedua ini dilambangkan dengan atau P(terima H
0
| || |H
0
salah) = .
Antara keadaan kebenaran berbagai hipotesis yang disusun dan
tindakan-tindakan yang mungkin diambil berdasarkan perbandingan
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 33

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

data yang terkumpul terhadap kriteria pengujian, serta akibat dan
berikut:

Tabel 1. Jenis Kesalahan berdasarkan Hipotesis dan Keputusan
Keputusan
Hipotesis
H
0
benar H
0
salah
Terima H
0
Tindakan yang
benar (1 - )
Kesalahan jenis
kedua ()
Tolak H
0
Kesalahan jenis
pertama ()
Tindakan yang
benar (1 - )
Usaha untuk mengecilkan peluang timbulnya salah satu jenis
kesalahan ini, selalu diiringi dengan pembesaran nilai peluang
kesalahan jenis yang lain. Kedua jenis kesalahan ini bisa diperkecil
kalau ukuran sampel (n) diperbesar.
Dalam praktek penetapan peluang timbulnya kesalahan jenis pertama,
biasanya ditentukan disekitar nilai =0,05 atau =0,01. Apabila
=0,05 maka dikatakan bahwa taraf nyata pengujiannya 5% dan
seterusnya.
Nilai biasanya sangat sulit ditentukan karena penyebaran hipotesis
tandingan tidak diketahui.Jika kesalahan jenis kedua tidak diketahui,
maka penerimaan H
0
sebagai suatu kebenaran, mengandung kesalahan
yang tidak diketahui berapa besar peluangnya.Oleh karena itu, orang
enggan mengatakan menerima kebenaran H
0
, dan lebih menyukai
mengatakan data tidak mendukung untuk menolak H
0
.
3.2 Langkah-Langkah Pengujian Hipotesis
1. Penentuan H
0
dan H
1
berdasarkan anggapan yang akan diuji. H
1

adalah hipotesis yang kita harapkan berlaku kebenarannya; H
0

adalah hipotesis yang menolkan apa yang sesungguhnya kita
harapkan berlaku kebenarannya;
2. Penentuan taraf uji (taraf nyata pengujian);
3. Pilih Statistik uji yang sesuai. Penghitungan nilai statistik uji
berdasarkan keterangan yang dihimpun dari data;
4. Penentuan daerah kritis, yaitu untuk mengetahui batas-batas daerah
tolak H
0
(area sebesar 1- di bawah kurva) dan daerah terima/tidak
menolakH
0
(area sebesar dibawah kurva);
34| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

5. Keputusan, membuat keputusan untuk tidak menolak atau menolak
H
0
berdasarkan kriterium pengujian yang berlaku;
6. Kesimpulan

Bab IV Pengujian Hipotesis Satu Populasi
Jika peubah acak XN(,
2
), maka hipotesis yang perlu diuji
biasanya mengambil salah satu dari ketiga bentuk berikut:
1. H
0
: =
0
lawan H
1
: >
0

2. H
0
: =
0
lawan H
1
: <
0
3. H
0
: =
0
lawan H
1
:
0

0
adalah suatu nilai yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Misalkan,
untuk menguji apakah rata-rata produksi padi per Ha di suatu desa
melebihi 5 ton, maka hipotesis yang akan di uji adalah:
H
0
: = 5 lawan H
1
: > 5
Dua hipotesis yang pertama (1 dan 2) di atas, menunjukkan harus
diadakan uji satu arah (one tail test), karena hipotesis tandingan
menempatkan nilai pada satu arah saja dari
0.

Bentuk yang ketiga (3) sebenarnya memiliki hipotesis tandingan yang
merupakan kombinasi hipotesis tandingan bentuk pertama (1) dan
kedua (2). Pengujian terhadap bentuk ketiga (3) ini dengan demikian
bersifat dua arah (two tail test).
1. Penentuan daerah kritis untuk bentuk pengujian pertama:
2. Penentuan daerah kritis untuk bentuk pengujian kedua:
Daerah Tolak H
0

1-
Daerah Terima H
0

0
Z

Daerah Tolak H
0

1-
Daerah Terima H
0

0
Z

36| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

3. Penentuan daerah kritis untuk bentuk pengujian ketiga:
Pengujian suatu hipotesis harus didukung oleh adanya data yang
dikumpulkan dari populasi berdasarkan suatu sampel acak yang
berukuran sebesar n. Misalkan bahwa nilai-nilai yang diamati adalah:
{X
1
, X
2
, X
3
, , X
n
}. Telah diketahui bahwa
|
|

\
|
=

=
n
N
n
X
X
n
i
i 2
1
,

4.1Pengujian Hipotesis Rata-rata Satu Populasi
1. Varian Populasi (
2
) Diketahui:
) 1 , 0 (
0
observasi
N
n
X
Z

2. Varian Populasi Tidak Diketahui, Jumlah Sampel Besar
Yang dimaksud jumlah sampel cukup besar adalah apabila n 30.
) 1 , 0 (
0
observasi
N
n
s
X
Z

=

3. Varian Populasi Tidak Diketahui, Jumlah Sampel Kecil
Yang dimaksud jumlah sampel kecil adalah apabila n < 30. Maka
1
0
observasi

=
n
t
n
s
X
t

Daerah Tolak H
0

/2
1-
Daerah Terima H
0

0
Z
/2
/2
Z
/2
Daerah Tolak H
0

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 37

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

s adalah nilai simpangan baku yang dihitung berdasarkan sampel
berukuran n;
t
n-1
adalah distribusi student-t, dengan derajat bebas (degrees of
freedom) sebesar n 1.
Kaidah pengambilan keputusan bagi ketiga bentuk kriteria pengujian
1. H
0
: =
0
lawan H
1
: >
0

Jika Z
observasi
Z

, maka H
0
tidak ditolak
Jika Z
observasi
> Z

, maka H
0
ditolak, H
1
diterima

2. H
0
: =
0
lawan H
1
: <
0

Jika Z
observasi
Z

, maka H
0
tidak ditolak
Jika Z
observasi
< Z

, maka H
0
ditolak, H
1
diterima

3. H
0
: =
0
lawan H
1
:
0

Jika | Z
observasi
| Z
/2
, maka H
0
tidak ditolak
Jika | Z
observasi
|> Z
/2
, maka H
0
ditolak, H
1
diterima

Untuk sampel kecil, kaidah keputusan di atas ditetapkan dengan
menggunakan statistik uji t
observasi
, yaitu dengan menggantikan nilai Z

atau Z
/2
oleh nilai t
;(n-1)
atau t
/2;(n-1).

38| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Contoh :
1. Dari pengalaman diketahui bahwa tinggi murid laki-laki kelas enam
SD menyebar secara normal dengan varian
2
=25cm. Pendapat
umum ialah bahwa tinggi rata-rata murid kelas enam = 120cm. Di
suatu SD telah diberikan tambahan minuman susu setiap hari selama 2
tahun. Kepala sekolah ingin mengetahui apakah pemberian susu ini
menambah tinggi badan rata-rata kelas enam. Diukur 100 orang murid
kelas enam dan mendapatkan nilai rata-rata 121 cm. Apakah data ini
menyokong pendapat bahwa pemberian susu selama 2 tahun
memberikan pertumbuhan badan yang lebih tinggi dengan taraf nyata
5%.
Jawab:
1. Penentuan hipotesis
H
0
: = 120
H
1
:> 120
2. Taraf Uji = 5% = 0,05
3. Statistik uji:
2
diketahui nilainya yaitu 25 cm
2
100
5
120 121
0
hitung
=

=
n
X
Z

4. Daerah kritis: Z

= Z
0,05
= 1,645
5. Keputusan: Karena Z
hitung
> Z
tabel
, maka H
0
ditolak
6. Kesimpulan: berdasarkan data tentang tinggi badan murid kelas 6
disimpulkan bahwa pemberian susu selama 2 tahun memberikan
efek pertumbuhan badan yang lebih tinggi, bila digunakan taraf
nyata 5%.

Daerah Tolak H
0

0.05
0.95
Daerah Terima H
0

0
1.645
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 39

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2. Dari varietas padi tertentu ingin diketahui mengenai jumlah malai
yang dapat dihasilkan oleh satu rumpun apabila ditanam dengan jarak
tanam 25 x 25 cm. Untuk keperluan ini telah dipilih secara acak
rumpun dari suatu petak sawah tertentu dan dihitung jumlah malai
yang dihasilkan yaitu 10, 14, 12, 16, 14, 10. Berdasarkan hasil yang
diperoleh tersebut, hendak diuji pendapat-pendapat tersebut dengan
menggunakan taraf uji 5%.
1. Varietas padi tersebut menghasilkan kurang dari 14 malai
setiap rumpunnya.
menghasilkan 10 malai setiap rumpunnya.

Jawab:
1.
2
tidak diketahui nilainya, maka diduga melalui data contoh,
yaitu s
2
= 5,8667. Ukuran contoh n = 6 (kecil); rata-rata = 12,67
1. H
0
: = 14 lawan H
1
: < 14
2. Taraf uji = 0,05
3. Statistik uji
3571 , 1
6
8667 , 5
14 67 , 12
0
=

=
n
s
X
t
observasi

4. Daerah kritis t
;n-1
= t
0,05;5
= 2,015
5. Keputusan : t
observasi
<t
tabel
, maka H
0
ditolak
6. Kesimpulan : berdasarkan data pengamatan dengan
taraf uji 5%, cukup bukti untuk mendukung
pendapat bahwa varietas padi tersebut rata-rata
menghasilkan kurang dari 14 malai setiap
rumpunnya.
2.
2
tidak diketahui nilainya, maka diduga melalui data contoh, yaitu
s
2
= 5,8667. Ukuran contoh n = 6 (kecil); rata-rata = 12,67
1. H
0
: = 10 lawan H
1
10
2. Taraf uji = 0,05
3. Statistik uji
40| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

7249 , 2
6
8667 , 5
10 67 , 12
=

=
observasi
t 1

4. Daerah kritis t
/2;n-1
= t
0,025;5
= 2,571
5. Keputusan: |t
observasi
| = 2,7249> t
tabel
= 2,571 maka tolak H
0
.
6. Kesimpulan: ternyata memang varietas padi tersebut rata-
rata tidak menghasilkan 10 malai dalam setiap rumpunnya, bila
digunakan taraf uji 5%.

3. Sebuah perusahaan ingin menguji pernyataan konsumen yang
menyatakan bahwa rata-rata bola lampu hasil produksinya bertahan
sekitar 1000 jam. Perusahaan tersebut kemudian mengambil 100
sampel bola lampu secara acak dan diperoleh rata-rata= 980 jam dan
standar deviasi = 80jam. Berdasarkan data yang ada, ujilah pernyataan
konsumen dengan menggunakan taraf uji sebesar 5%.
Jawab:
Diketahui : n=100, = 980 jam, = 80 jam
Penyelesaian:

: = 1000 jam

: 1000 jam
Statistik uji:

980 1000
80
100

20
8
2.5
Wilayah kritis :
.
= 1.96

Daerah Tolak H
0

0.025
0.95
Daerah Terima H
0

0
-2.571
0.025
2.571
Daerah Tolak H
0

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 41

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Gambar :

Keputusan : Tolak

Kesimpulan : rata-rata waktu bertahan bola lampu perusahaan
tersebut tidak sama dengan 1000 jam yakni bisa kurang dari
1000 jam atau lebih dari 1000 jam.

4. Rata-rata waktu yang diperlukan mahasiswa untuk
simpangan baku 10 menit. Suatu prosedur pendaftaran baru
yang menggunakan sistem pendaftaran online sedang dicoba.
Bila suatu contoh acak 12 calon mahasiswa memerlukan waktu
pendaftaran rata-rata 30 menit dengan simpangan baku 11
menit dengan menggunakan sistem baru tersebut, ujilah
hipotesis bahwa rata-rata waktu pendaftaran populasinya
sekarang kurang dari 50 menit. (Gunakan taraf uji 0,01).
Jawab:
Diketahui : n=12, = 30 menit, = 11 menit
Penyelesaian:

: 50

: 50
Statistik uji:

30 50
11
12

20
3.46
5.78

-1.96 1.96 0
0.025 0.025
0.95
Rejection
Region
Acceptance Region Rejection Region
42| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Wilayah kritis :

.
= 2.718
Keputusan :

<

maka Tolak

Kesimpulan : pendaftaran mahasiswa baru dengan
menggunakan sistem pendaftaran yang baru membutuhkan
waktu kurang dari 50 menit.

4.2 Pengujian Hipotesis Varian Satu Populasi
Hipotesis yang digunakan dalam uji ini adalah :
1. H
0
:

lawan H
1
:

2. H
0
:

lawan H
1
:

3. H
0
:

lawan H
1
:

Sedangkan untuk menguji hipotesis tersebut digunakan statistik uji :

dengan :
n : jumlah sampel

: varian sampel

## : nilai varian pada hipotesis nol

Kaidah pengambilan keputusan bagi ketiga bentuk kriteria pengujian
1. H
0
:

lawan H
1
:

H
0
ditolak jika
2

,

2. H
0
:

lawan H
1
:

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 43

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

H
0
ditolak jika
2

,

3. H
0
:
2

0
2

lawan H
1
:
2

0
2

H
0
ditolak jika
2

dan
2

denganv = n-1
Contoh :
1. Sebuah perusahaan aki mobil mengatakan bahwa umur aki yang
diproduksinya mempunyai simpangan baku 0,9 tahun. Bila suatu
sampel acak 10 aki menghasilkan simpangan baku s = 1,2 tahun,
apakah menurut anda > 0,9 tahun? Gunakan taraf nyata 5%.
Jawab :
H
0
:

0,81
H
1
:

0,81
1. = 0,05
2. Daerah kritis: tolak H
0
jika
2
16,919
3. Statistik hitung :
2
1,44 , n = 10

91,44
0,81
16
Keputusan : tidak tolak H
0

Kesimpulan : dengan tingkat kepercayaan 95%, dapat disimpulkan
bahwa belum cukup bukti untuk mengatakan bahwa simpangan baku
umur aki lebih dari 0,9 tahun.

2. Isi suatu kaleng minyak pelumas menyebar normal dengan varian
0.03 liter. Bila suatu contoh acak sebanyak 10 kaleng pelumas
diambil dan diperoleh data isi kaleng-kaleng pelumas tersebut
44| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Kaleng 1 2 3 4 5 6 7 8 9
10
Isi
kaleng
10.2 9.7 10.1 10.3 10.1 9.8 9.9 10.4 10.3
9.8

Berdasarkan data diatas, ujilah hipotesis yang menyatakan bahwa varian
dari isi kaleng pelumas tersebut kurang dari 0.03 liter pada taraf uji 0.01.
Jawab:
Diketahui : n=10; = 10.06 liter; = 0.25
Penyelesaian:

= 0.03

0.03
Statistik uji:

90.25
0.03

2.25
0.03
75
Wilayah kritis :

.;
= 21.67
Keputusan :

>

;
maka Tolak

Kesimpulan : data mendukung pernyataan yang menyatakan bahwa
varian dari isi kaleng pelumas adalah kurang dari 0.03
3. Data riset sebelumnya menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan oleh
mahasiswa semester 3 Sekolah Tinggi Ilmu Statistik untuk
menyelesaikan ujian metode statistik merupakan suatu peubah acak
normal dengan simpangan baku 6 menit. Bila suatu contoh acak
sebanyak 20 mahasiswa semester 3 diambil dan menghasilkan
simpangan baku 4.51 menit, maka masih dapatkah kita simpulkan pada
taraf uji 0.05 bahwa simpangan baku waktu ujian adalah 6 menit?
Jawab :
Diketahui : n = 20; = 4.51 menit;

= 20.34 menit
Penyelesaian:

= 36 atau = 6

36 atau 6
Statistik uji:
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 45

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

1920.34
36

386.46
36
10.735
Wilayah kritis :

.;
= 21.67
Keputusan :

>

;
maka Tolak

Kesimpulan : data mendukung pernyataan yang menyatakan bahwa
varian dari isi kaleng pelumas adalah kurang dari 0.03

4.3 Pengujian Hipotesis Proporsi Satu Populasi
Dalam banyak hal, populasi yang diselidiki bersifat dwicabang
(dikotom), yaitu suatu populasi yang anggota-anggotanya dapat
digolongkan dalam dua kelompok; kelompok yang memiliki suatu
sifat dan kelompok yang tidak memiliki suatu sifat itu.Misalkan dari
sepeti buah jeruk Pontianak, ada 5 diantaranya busuk, yang lainnya
tidak busuk. Contoh acak penduduk suatu desa yang ditanyakan
menyatakan setuju untuk dipimpin oleh Kades yang lama, disamping
baru.
Apabila ukuran contoh yang digunakan untuk menguji anggapan
tertentu dari populasi yang bersifat dwicabang itu besar, maka
pendekatan sebaran normal masih cukup baik untuk digunakan
sebagai statistik uji.
Tata cara pengujian hipotesis parameter proporsi ini tidaklah berbeda
dengan pengujian hipotesis sebelumnya, hanya notasi untuk
parameter rata-rata populasi, dalam proporsi dilambangkan dengan P
dimana nilai statistik ujinya didapat dari rumus
0 0
0
Q nP
nP x
Z
observasi

=
dimana:
P
0
46| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Q
0
= 1 - P
0

Contoh :
1. Seorang pengusaha di suatu kota besar ingin mendirikan Super
Market, sebab dia beranggapan bahwa lebih dari 50% dari para ibu
yang berbelanja senang pergi ke Super Market. Untuk itu dia meminta
rumah tangga yang dipilih secara acak dan 400 orang diantaranya
menyatakan senang berbelanja di supermarket.Dengan menggunakan
taraf uji 1%, ujilah anggapan tersebut.
Jawab:
1. Penentuan Hipotesis
H
0
: P = P
0
yaitu H
0
: P = 50% = 0,5
H
1
: P > P
0
yaitu H
1
: P > 50% = 0,5
2. Taraf uji: = 1% = 0,01
3. Statistik uji:
16 , 8
) 5 , 0 1 )( 5 , 0 ( 600
) 5 , 0 ( 600 400
0 0
0
=

=
Q nP
nP X
Z
observasi

4. Daerah kritis Z

= Z
0,01
= 2,33
5. Keputusan Z
ob
> Z tabel, maka Ho ditolak
6. Kesimpulan: ternyata data yang digunakan untuk menguji
anggapan pengusaha itu mendukung keputusan untuk
menolak hipotesis-nol; yang berarti anggapan pengusaha
bahwa lebih dari 50% dari para ibu yang berbelanja senang
pergi ke Super Market dapat diterima kebenarannya pada
taraf uji 1 %.

2. Sebelum tahun 2008, 60% mahasiswa jurusan matematika pada
sebuah Perguruan Tinggi menerima gelar kelulusannya setelah
mengikuti proses 4 tahun perkuliahan. Kemudian, pada tahun
2008, hanya 15 dari 36 mahasiswa yang menerima gelar
kelulusannya pada tahun 2012. Untuk menguji apakah
kemampuan mahasiswa tahun angkata 1968 lebih buruk daripada
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 47

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

mahasiswa kelas sebelumnya maka lakukanlah pengujian hipotesis
dengan taraf uji 5%.
Jawab :
Diketahui : n = 36
=

0.42

0.60.4
36
0.08

Penyelesaian:

: = 0.60

: < 0.60

Statistik uji:

0.42 0.60
0.08
2.25
Wilayah kritis :

=
.
= 1.96
Keputusan : tolak

3. Sebuah obat penenang syaraf diduga mempunyai tingkat efektif
60%. Percobaan obat tesebut tehadap 100 orang penderita syaraf
menunjukkan tingkat efektif sebesar 70%. Dengan level signifikan
(alpha)=0,05, bila diperoleh Z
observasi
> Z
05 , 0
maka, keputusan akhir
Jawab:
Diketahui : n = 100
=70% = 0.7

0.70.3
100
0.002

Penyelesaian:

: = 0.6

: 0.6
48| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Statistik uji:

0.7 0.6
0.002
50
Wilayah kritis :

=
.
= 1.96
Keputusan :

maka tolak

Bab VPengujian Hipotesis Dua Populasi
5.1 Pengujian Hipotesis Rata-rata Dua Populasi
Tabel yang tercantum dibawah ini memuat berbagai nilai statistik
yang digunakan untuk menguji hipotesis nol H
0
mengenai rata-rata
dua populasi, berikut wilayah kritis untuk hipotesis alternatif H
1
yang
bersifat satu atau dua arah.
Tabel 2. Pengujian Hipotesis Rata-rata Dua Populasi

H
0
Nilai Statistik Uji H
1

Wilayah
Kritis

1
-
2
= d
0
( )
2
2
2
1
2
1
0 2 1
)
n
s
n
s
d X X
Z
+

=

1
dan
2
tidak diketahui
Sampel besar

1
-
2
< d
0

1
-
2
> d
0

1
-
2
d
0

Z < -Z

Z > Z

Z <-Z
/2

atau Z >
Z
/2

1
-
2
= d
0
( )
2 1
0 2 1
1 1
n n
S
d X X
t
p
+

=
v = n
1
+ n
2
2;

1
=
2
tetapi tidak
diketahui

( ) ( )
2
1 1
2 1
2
2 2
2
1 1
+
+
=
n n
s n s n
S
p

1
-
2
< d
0

1
-
2
> d
0

1
-
2
d
0

t < -t

t > t

t < -t
/2

atau t > t
/2

1
-
2
= d
0
( )
2
2
2
1
2
1
0 2 1
n
s
n
s
d X X
t
+

=

1 1
2
2
2
2
2
1
2
1
2
1
2
2
2
2
1
2
1

\
|
+

\
|
|

\
|
+
=
n
n
s
n
n
s
n
s
n
s
v

2
dan tidak diketahui

1
-
2
< d
0

1
-
2
> d
0

1
-
2
d
0

t < -t

t > t

t < -t
/2

atau t > t
/2

Keterangan:
v = derajat bebas dari sebaran t
50| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

## = varian gabungan(pooled) dari sampel

Contoh :
Seorang pengamat masalah sosial berpendapat bahwa terdapat
perbedaan rata-rata usia perkawinan pertama diantara wanita bekerja
dan wanita tidak bekerja. Berdasarkan contoh dari suatu daerah
perkotaan yang terpilih secara acak diantara kedua kelompok wanita
tersebut diperoleh data sebagai berikut:

Kelompok
wanita
Banyaknya
contoh
Rata-rata usia
Perkawinan
Pertama (tahun)
Varian Usia
Perkawinan
Pertama (tahun)
Bekerja
Tidak Bekerja
2500
2400
25
22
4
2
Jika digunakan taraf uji 5% untuk pengujian pendapat tersebut, maka
1. Hipotesis, misalkan kelompok wanita bekerja adalah X
i
dan
kelompok wanita tidak bekerja adalah Y
i
, maka hipotesisnya
H
0
:
x
-
y
= 0
H
1
:
x
-
y
0
2. Taraf uji = 0,05
3. Statistik uji
Karena ukuran contoh yang ditarik dari masing-masing populasi
berukuran besar, maka walaupun nilai varian populasi usia
perkawinan pertama tidak diketahui, dapat dilakukan pendugaan
nilai melalui varian contohnya, yaitu 1 dan 2 tahun.
( )
( ) ( )
82 , 60
2400
2
2500
4
0 22 25
=
+

=
observasi
Z
4. Daerah kritis, dari tabel normal baku diperoleh Z
0,05/2
= 1,96.
5. Keputusan, karena Z> Ztabel, maka diputuskan tolak H
0
.

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 51

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

6. Kesimpulan
Dengan demikian, berdasarkan data sampel tersebut dapat
disimpulkan bahwa memang terdapat perbedaan rata-ratausia
perkawinan pertama diantara wanita bekerja dan tidak bekerja.
5.2 Pengujian Hipotesis Rata-rata Data Berpasangan
Suatu anggapan tentang rata-rata yang perlu diuji kadangkala diamati
dari data sampel yang tidak bebas.Hal ini terjadi, bila pengamatan
dalam kedua contoh saling berpasang-pasangan sehingga kedua
pengamatan itu berhubungan.Misalkan saja, kita ingin menguji
keefektifan suatu diet baru menggunakan sampel individu-individu,
dengan mengamati bobot badan sebelum dan sesudah percobaan
program diet. Pengamatan dalam kedua contoh yang diambil dari
individu yang sama tentu saja berhubungan, dan oleh karena itu
membentuk suatu pasangan. Untuk mengetahui apakah diet itu efektif,
kita harus memperhatikan selisih bobot badan sebelum dan sesudah
(d
i
) masing-masing pasangan pengamatan tersebut.
Hipotesis statistik yang dapat disusun untuk data berpasangan adalah:
H
0
:
D
=
0

H
1
: i)
D
<
0
atau
ii)
D
>
0
atau
iii)
D

0

dengan statistik uji:
1
0

=
n
d
ob
t
n
S
D d
t
d = rata-rata dari selisih pengamatan contoh
S
d
= simpangan baku dari selisih pengamatan contoh.
Keputusan tolak H
0
, artinya pula terima H
1
untuk masing-masing jenis
hipotesis alternatif yaitu jika:
t
ob
< -t
;n-1

t
ob
> t
;n-1

52| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

|t
ob
|< -t
/2;n-1

Contoh :
Untuk menguji pernyataan bahwa suatu program diet baru dapat
mengurangi bobot badan seseorang secara rata-rata 4,5 kg per dua
minggu, dilakukan pengamatan terhadap 7 orang wanita yang
mengikuti program tersebut.

Wanita
1 2 3 4 5 6 7
Sebelum program 58,5 60,3 61,7 69,0 64,0 62,6 56,7
Sesudah program 60,0 54,9 58,1 62,1 58,5 59,9 54,4
Pengujian pernyataan akan dilakukan dengan taraf uji 5%.

Jawab:
B
i
l
a

sebaran bobot badan diasumsikan menghampiri sebaran normal, maka
selisih bobot badan sebelum dan sesudah program (d
i
) dari ketujuh

3,56 ;

2,78
1. Hipotesis
H
0
:
D
= 4,5 lawan H
1
:
D
4,5
2. = 5%
89 , 0
7
78 , 2
5 , 4 56 , 3
=

=
observasi
t
4. Daerah kritis; t
0,05/2;7-1
= t
0,025;6
= 2,447

Wanita
1 2 3 4 5 6 7
d
i

-1,5 5,4 3,6 6,9 5,5 2,7 2,3
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 53

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

5. Keputusan; karena t
ob
= 0,89 < 2,447 maka H
0
tidak ditolak.
6. Kesimpulan, dengan tingkat kepercayaan 95%, data contoh belum
cukup untuk mendukung pernyataan bahwa program diet baru
4,5 kg per dua minggu.
5.3 Pengujian Hipotesis Varian Dua Populasi
Dalam pengujian hipotesis selisih varian populasi dengan
menggunakan ukuran sampel kecil, apabila varian populasi
1
2
dan

2
2
tidak diketahui nilainya maka dibuatkan suatu asumsi untuk kedua
nilai varian populasi tersebut. Asumsi yang diajukan adalah bahwa
terdapat kesamaan atau ketidaksamaan nilai dari kedua varian
populasi berdasarkan informasi dari varian sampelnya.
Pada bagian ini untuk memperkuat asumsi mengenai varian populasi
tersebut dapat dilakukan dengan menguji hipotesis mengenai varian
dari dua populasi, yaitu membandingan varian suatu populasi dengan
varian populasi lainnya. Jadi, mungkin saja kita ingin menguji
hipotesis bahwa varian berat anak balita dari para ibu PUS akseptor
KB sama dengan para ibu PUS yang non akseptor KB.
Untuk dapat menguji hipotesis tadi, maka perlu disusun suatu
hipotesis dalam bentuk pernyataan statistik yaitu:
Hipotesis
H
0
:
1
2
=
2
2
=
2

H
1
:
1
2
<
2
2
atau
1
2
>
2
2
atau
1
2

2
2

Bila kedua sampel itu bersifat bebas, maka formula statistik ujinya
2
2
2
1
S
S
F
observasi
=
dimana
S
1
2
adalah varian yang dihitung dari sampel pertama,
S
2
2
adalah varian yang dihitung dari sampel kedua.
Keputusan; tolak H
0
untuk masing-masing hipotesis apabila
54| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

i.
1
2
<
2
2
ob
< F
1-;(v1,v2)
= 1/(F
;(v1,v2)
)
ii.
1
2
>
2
2
ob
>F
;(v1,v2)

iii. F
ob
< F
1-/2;(v1,v2)
= 1/(F
/2;(v2,v1)
) dan F
ob
> F
/2;(v1,v2),
dengan

1 dan

## 1adalah derajat bebas dari tabel

distribusi F.

Contoh :
Sebuah penelitian bermaksud membandingan waktu yang diperlukan
oleh karyawan laki-laki dan perempuan untuk merakit sebuah produk
tertentu.Pengalaman lalu menunjukkan bahwa sebaran waktu yang
diperlukan bagi karyawan laki-laki dan perempuan menghampiri
sebaran normal. Contoh acak dari 11 orang karyawan diperoleh
simpangan baku waktu 6,1 menit dan dari 14 orang karyawati
menghasilkan simpangan baku waktu 5,3 menit. Apakah cukup alasan
untuk menyatakan bahwa varian waktu untuk merakit di antara para
karyawan dan karyawati tersebut memang berbeda ? Gunakan taraf uji
10%!
Jawab:
Karyawan (L) : n
l
= 11 ; S
l
= 6,1; karyawati (P) : n
p
= 14 ; S
p
= 5,3
1. Hipotesis :
H
0
:
l
2
=
p
2
=
2

H
1
:
l
2

p
2

2. Statistik uji:
( )
( )
32 , 1
3 , 5
1 , 6
2
2
= =
observasi
F
3. Daerah kritis
V
l
= v
1
= 10 ; V
p
= v
2
= 13 dan /2 = 0,05
35 , 0
89 , 2
1 1
) 10 , 13 ( ; 05 , 0
) 13 , 10 ( ; 95 , 0
= = =
F
F

,;,
2,67
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 55

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

4. Keputusan
Karena 0,35< F
ob
dan F
ob
< 2,67 maka H
0
tidak ditolak.
5. Kesimpulan, ternyata data contoh belum dapat menunjang
pernyataan tentang adanya perbedaan varian waktu merakit suatu
produk di antara para karyawan dan karyawati.
5.4 Pengujian Hipotesis Proporsi Dua Populasi
Seringkali kita berhadapan dengan masalah yang mengharuskan kita
menguji bahwa dua proporsi adalah sama. Misalkan saja kita ingin
menunjukkan bahwa proporsi dokter anak di suatu daerah sama
dengan di daerah lain. Seorang perokok misalkan saja akan
memutuskan berhenti merokok hanya bila ia merasa yakin bahwa
proporsi perokok yang menderita kanker paru-paru lebih besar
daripada proporsi bukan perokok yang menderita kanker paru-paru.
Secara umum, pernyataan hipotesisnya dapat disusun sebagai berikut:
H
0
: P
1
= P
2
= P
H
1
: i) P
1
< P
2
atau
ii) P
1
> P
2
atau
iii) P
1
P
2

Parameter P
1
dan P
2
diselidiki.Sampel bebas berukuran besar, yaitu n1 dan n2 diambil
secara acak dari dua populasi binomial yang diselidiki, dan proporsi
dari ciri tertentu dihitung.
Statistik uji bagi pengujian di atas adalah:
1 2
1 2
1 1
(1 )
observasi
P P
Z
P P
n n

=
( | | | |
+
| |
(
\ \

1 2
1 2
x x
P
n n
+
=
+

56| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

dimana:
X
1
adalah banyaknya sukses untuk sampel 1
X
2
adalah banyaknya sukses untuk sampel 2
Keputusan penolakan hipotesis nol (H
0
) untuk masing-masing
i) Z
obs
< -Z

;
ii) Z
obs
> Z

;
iii) Z
ob
> Z
/2
atau Z
ob < -
Z
/2

Contoh :
Pejabat dari BKKBN berpendapat bahwa persentase ibu rumah tangga
dari daerah pertanian A dan B yang setuju program dua anak, laki-
laki atau perempuan sama saja. Dari penelitian diperoleh data bahwa
500 orang ibu rumah tangga dari daerah A, ada 400 orang yang setuju,
sedangkan daerah B dari sebanyak 500 orang ibu rumah tangga, ada
350 orang yang setuju program tersebut. Contoh acak dari dua daerah
pertanian tadi akan digunakan untuk menguji pendapat pejabat dari
BKKBN dengan taraf uji 10%.
Jawab:
X
A
: banyaknya ibu rumah tangga yang setuju di daerah A yaitu 400
X
B
: banyaknya ibu rumah tangga yang setuju di daerah B yaitu 350
n
A
: ukuran contoh dari daerah A = 500
n
B
: ukuran contoh dari daerah B = 500
Proporsi contoh yang dapat dihitung dari kedua daerah adalah:
8 , 0
500
400
= = =
A
A
A
x
x
P
dan
7 , 0
500
350
= = =
B
B
B
x
x
P

75 , 0
1000
750
500 500
350 400
= =
+
+
= P
1. Hipotesis:
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 57

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

H
0
: P
A
= P
B
= P
H
1
: P
A
P
B

2. Statistik uji:
( ) ( ) [ ]
65 , 3
500
1
500
1
) 25 , 0 ( 75 , 0
7 , 0 8 , 0
=
+

=
ob
Z
3. Daerah kritis, Z
(0,1/2)
= Z
0,05
= 1,645
4. Keputusan, karena Z
ob
= 3,65 > 1,645 maka H
0
ditolak.
5. Kesimpulan, dengan taraf uji 10%, maka kita setuju dengan
pendapat pejabat dari BKKBN tersebut bahwa persentase ibu
rumah tangga yang menyetujui program dua anak, laki-laki atau
perempuan sama saja di kedua daerah pertanian tidak sama.

Bab VI Pengujian Hipotesis k Populasi
6.1 Pengujian Hipotesis Rata-rata k Populasi
6.1.1 Jumlah Sampel Tiap Populasi Sama
Misalkan kita mempunyai k populasi. Dari masing-masing populasi
diambil sampel berukuran n. Misalkan pula bahwa k populasi itu
bebas dan menyebar normal dengan rata-rata
,

, ,

dan varian
sama

## . Kita ingin memperoleh cara bagi pengujian hipotesis

: setidaknya ada satu nilai rata-rata yang berbeda dari yang lain.

Misalkan x
ij
adalah pengamatan ke-j dari populasi ke-i dan susunan
datanya seperti dalam tabel berikut :

No
Populasi
1 2 i k Total
1
2
:
:
n

:
:

:
:

:
:

:
:

Total
.

.

.

.

..

Rata-rata
.

.

.

.

..

Di sini T
i .
adalah total semua pengamatan dalam sampel dari populasi
ke-i, x
i
. adalah rata-rata semua pengamatan dalam sampel dari
populasi ke-i, T..adalah total semua nk pengamatan, dan

..
adalah rata-rata semua nk pengamatan. Setiap pengamatan dapat
dituliskan dalam bentuk

Yang dalam hal ini

## adalah simpangan pengamatan ke-j dalam

sampel ke-i dari rata-rata populasi ke-i. Bentuk lain yang lebih disukai
bagi persamaan ini diperoleh dengan mensubstitusikan

,

; artinya

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 59

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Oleh karena itu, kita dapat menuliskan

dengan
ketentuan bahwa

0.

sebagai pengaruh
populasi ke-i.
Hipotesis nol bahwa semua rata-rata populasi itu sama lawan
alternatifnya bahwa sekurang-kurangnya dua rata-rata tidak sama juga
dapat dinyatakan oleh hipotesis berikut yang setara.

sekurang-kurangnya satu

## tidak sama dengan nol.

Uji kita akan didasarkan pada pembandingan dua nilai dugaan yang
bebas bagi varian populasi

## . Nilai dugaan itu dapat diperoleh

dengan cara menguraikan kevarianan total menjadi dua komponen.
Varian semua pengamatan bila semua pengamatan itu tidak
dikelompok-kelompokkan diberikan oleh rumus.

. .

1

Penjumlahan ganda itu berarti bahwa kita harus menjumlahkan semua
kemungkinan suku, dan ini akan diperoleh dengan mengambil i dari 1
sampai k untuk setiap nilai j dari 1 sampai n. Pembilang

itu, yang
disebut jumlah kuadrat total, mengukur kevarianan total dalam data
kita. Kevarianan total ini dapat diuraikan melalui identitas berikut.

. .

.
. .

Akan lebih memudahkan bagi uraian selanjutnya bila suku-suku
jumlah kuadrat itu diberi notasi berikut :
JKT =

. .

JKK =
.
. .

## = jumlah kuadrat untuk rata-rata kolom

60| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

JKG =

Dengan demikian, identitas jumlah kuadrat itu dapat dilambangkan
melalui persamaan
JKT = JKK + JKG

Salah satu nilai dugaan bagi

## , yang didasarkan pada k-1 derajat

1

Nilai dugaan bagi

## yang lain, yang didasarkan pada k(n-1) derajat

1

Nilai dugaan ini bersifat tak bias, baik hipotesis nol benar atau salah.
Kita telah melihat bahwa varian seluruh data itu, tanpa memperhatikan
pengelompokkannya, yang mempunyai nk-1 derajat bebas adalah

1

yang merupakan nilai dugaan tak bias bagi

bila

benar. Penting
untuk diperhatikan bahwa dalil identitas jumlah kuadrat tersebut tidak
hanya menguraikan jumlah kuadrat total, tetapi juga jumlah total
derajat bebasnya ; artinya
1 1 1
Bila

benar, rasio

Merupakan nilai peubah acak F yang berdistribusiF dengan k-1 dan k
(n-1) derajat bebas. Karena

menduga lebih

. Bila

salah, maka
kita mempunyai uji satu arah dengan wilayah kritiknya terletak
seluruhnya di ujung kanan sebarannya. Hipotesis nol

taraf nyata bila

1, 1.

Tidaklah mudah menghitung JKT, JKK dan JKG dengan
menggunakan rumus di atas.Dalam prakteknya, kita menghitung JKT
dan JKK terlebih dahulu dan kemudian dengan memanfaatkan dalil
identitas jumlah kuadrat, JKGdiperoleh melalui pengurangan.
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 61

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

..

..

Analisis Varian bagi Klasifikasi Satu-Arah
Sumber
Kevarianan
Jumlah Derajat
Bebas
Rata-rata
kolom
JKK k-1

Galat JKG k(n-1)

1

Total JKT nk-1

Contoh :
Dari 5 tablet sakit kepala yang diberikan kepada 25 orang dicatat
berapa lama tablet-tablet itu dapat mengurangi rasa sakit. Ke-25 orang
itu dibagi secara acak ke dalam 5 grup dan masing-masing grup diberi
satu jenis tablet. Data yang diperoleh sebagai berikut ;
No
Tablet
Total
A B C D E
1
2
3
4
5
5
4
8
6
3
9
7
8
6
9
3
5
2
3
7
2
3
4
1
4
7
6
9
4
7

Total 26 39 20 14 33 132
Rata-rata 5.2 7.8 4.0 2.8 6.6 5.28

Lakukan analisis varian, dan ujilah hipotesis pada taraf nyata 0.05
bahwa rata-rata lamanya tablet itu mengurangi rasa sakit adalah sama
untuk kelima tablet sakit kepala itu.

62| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Jawab :
1.

## : sekurang-kurangnya dua rata-rata tidak sama

2. = 0,05
3. Wilayah kritik :
, ;,

2,87
4. Statistik hitung :
5

132

25

= 834 696,960 = 137,040

26

39

33

5

132

25

= 776,400 696,960 = 79,440
137,040 79,440 57,600

Sumber
Kevarianan
Jumlah
Derajat
Bebas
Tengah
f
Hitung
Rata-rata
kolom
Galat
79,440

57,600
4

20
19,860

2,880

6,90
Total 137, 040 24

5. Keputusan : tolak H
0

6. Kesimpulan : dengan tingkat keyakinan 95% dapat disimpulkan
bahwa rata-rata lamanya obat tersebut dapat mengurangi rasa sakit
tidak sama untuk kelima merk tablet sakit kepala.

6.1.2Jumlah Sampel Tiap Populasi Tidak Sama
Misalkan k buah sampel acak itu masing-masing berukuran

, ,

dan

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 63

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Maka rumus hitung bagi JKT, JKK dan JKG menjadi

..

..

dengan derajat bebas N-1 untuk JKT, k-1 untuk JKK dan N-k untuk
JKG.
Contoh :

Ada yang mengatakan bahwa mobil mahal dirakit lebih berhati-hati
dibandingkan dengan mobil murah. Untuk menyelidiki apakah
pendapat ini beralasan, diambil tiga tipe mobil yaitu mobil mewah
besar A, sedan berukuran sedang B, dan sedan subkompak hatchback
C untuk diselidiki berapa banyaknya bagian yang cacat. Semua mobil
itu diproduksi oleh pabrik yang sama. Data banyaknya yang cacat dari
beberapa mobil bagi ketiga tipe itu dicantumkan dalam tabel berikut :

Model
No A B C Total
1 4 5 8
2 7 1 6
3 6 3 8
4 6 5 9
5 3 5
6 4
Total 23 21 36 80

Ujilah hipotesis pada taraf nyata 0,05 bahwa rata-rata banyaknya
bagian yang cacat adalah sama untuk ketiga tipe mobil tersebut.
Jawab :
1.

## : sekurang-kurangnya dua rata-rata tidak sama

64| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2. = 0,05
3. Wilayah kritik :
, ;,

3,89
4. Statistik hitung :
4

= 65,333

23

4

21

6

36

5

80

15
38,283

65,333 38,283 27,050

Sumber
Kevarianan
Jumlah
Derajat
Bebas
Tengah
f
Hitung
Rata-rata
kolom
Galat
38,283

27,050
2

12
19,142

2,254

8,49
Total 65,333 14

5. Keputusan : tolak H
0

8,49

3,89
6. Kesimpulan : dengan tingkat keyakinan 95% dapat disimpulkan
bahwa rata-rata banyaknya bagian yang cacat untuk ketiga model
mobil tersebut tidak sama.

6.2 Pengujian Hipotesis Varian k Populasi
Uji yang digunakan adalah uji Bartlett.Uji ini digunakan untuk
mengetahui apakah varian dari k populasi tersebut homogen atau
tidak. Hipotesis yang digunakan adalah :

## : setidaknya ada satu varian yang berbeda

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 65

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Pertama-tama, hitung k buah varian sampel

, ,

dari sampel-
sampel yang berukuran
,

, ,

dengan

= N.
Selanjutnya gabungkan semua varian sampel tersebut sehingga
menghasilkan nilai dugaan gabungan

Sekarang

Merupakan nilai peubah acak B yang mempunyai sebaran Bartlett.
Untuk kasus

, kita tolak

bila

,
Dalam hal ini

## , adalah nilai kritik yang memberikan luas

daerah sebesar di ekor kiri sebaran Bartlett seperti tercantum dalam .
Bila ukuran sampelnya tidak sama, hipotesis nol ditolak pada taraf
nyata bila

;
,

, ,

Sedangkan dalam hal ini

;
,

, ,

Contoh :
Gunakan uji Bartlett untuk menguji hipotesis bahwa varian ketiga
populasi dalam contoh 6.2 adalah sama.

Jawab :

## : ketiga varian tersebut tidak semuanya sama

2. = 0,05
3. Daerah kritis : tolak

jika

0,05; 4,6,5
40,4699 60,6483 50,5762/15
0,5767
4. Statistik hitung :

1,583

= 2,300

= 2,700

31,583 52,300 42,700
12
2,254
66| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

1,583

2,300

2,700

/
2,254
0,9804

5. Keputusan : tidak tolak

.
6. Kesimpulan : dengan tingkat kepercayaan 95%, dapat disimpulkan
bahwa varian ketiga populasi tersebut sama.

6.3 Pengujian Hipotesis Proporsi k Populasi
Hipotesis yang akan diuji adalah :

## : tidak semua proporsi populasi sama

Untuk melakukan uji ini, pertama-tama kita mengambil sampel acak
bebas yang masing-masing berukuran
,

, ,

## dan bentuk tabel

kontingensi 2 x k sebagai berikut :

Contoh
1 2 K
Keberhasilan

Kegagalan

Rumusan untuk uji kebebasan :

dengan

## : frekuensi yang teramati

: frekuensi harapan

Frekuensi harapan dapat dihitung dengan cara :

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 67

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

ditolak jika

dengan v : k -1 .
Contoh :
Dalam suatu penelitian, dikumpulkan data untuk menentukan apakah
proporsi produk yang cacat oleh pekerja yang bertugas pagi, sore, dan
malam hari sama atau tidak. Data yang diperoleh adalah sebagai
berikut :

Waktu kerja
Pagi Siang Malam
Cacat 45 55 70
Tidak cacat 905 890 870
Gunakan taraf nyata 0,025 untuk menentukan apakah proporsi produk
yang cacat sama untuk ketiga waktu kerja!
Jawab :

## : tidak semua proporsi populasi sama

= 0,025
Wilayah kritik : tolak

jika

7,378 dengan v = 2
Statistik hitung :

45

55

70

950170
2835
57

945170
2835
56,7
68| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Maka, frekuensi teramati dan harapannya adalah sebagai berikut :
Waktu kerja
Total
Pagi Siang Malam
Cacat
45
(57,0)
55
(56,7)
70
(56,3)
170
Tidak cacat
905
(893,0)
890
(888,3)
870
(883,7)

2665
Total 950 945 940
2835

45 57,0

57,0

55 56,7

56,7

870 883,7

883,7
6,288
Keputusan :

6,288 <7,378 makatidak tolak

Kesimpulan : dengan tingkat kepercayaan 95%, dapat disimpulkan
bahwa proporsi produk yang cacat sama untuk semua waktu kerja.

Soal latihan
1. Seringkali penelitian hanya dilakukan dengan sampel atau pengambilan
Kendala-kendala tersebut antara lain:
A. Biaya, tenaga dan waktu B.Variannya besar
C. Nilai besar D. B dan C benar
2. Nilai-nilai parameter populasi tidak akan didapat apabila data yang ada
merupakan data sampel. Untuk memenuhi kebutuhan analisis, maka
dilakukan langkah ...
A. Mengganti sampel B. Registrasi
C. Mewawancarai ulang responden D. Pendugaan (estimasi)
3. Jika x merupakan penduga (estimator) bagi , maka p merupakan penduga
(estimator) bagi ...
A.
2
B.
2
; 1 n

C. p D. s
2
4. Suatu populasi yang terdiri dari N elemen yang mempunyai rata-rata (),
standar deviasi (), diambil sampel sebanyak n elemen. Bila cara
pengembalian sampelnya dengan pengembalian (with replacement), maka
A. (N - n)! B. N n
C.
!( )!
N
n
N
C
n N n
=

D. N
n

5. Suatu populasi yang terdiri dari N elemen yang mempunyai rata-rata (),
standar deviasi (), diambil sampel sebanyak n elemen. Bila cara
pengembalian sampelnya tanpa pengembalian (without replacement), maka
A. (N - n)! B. N n
C.
!( )!
N
n
N
C
n N n
=

D. N
n

6. Apabila pengambilan sampelnya dengan pengembalian (with replacement),
A.
2
2
X
n

= B.
2
2
1
X
N n
n N

C.
2
2
( )
X
N n
n

= D.
2
2
( 1)
X
N
n

=

70| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

7. Apabila pengambilan sampelnya tanpa pengembalian (without replacement),
A.
2
2
X
n

= B.
2
2
1
X
N n
n N

C.
2
2
( )
X
N n
n

= D.
2
2
( 1)
X
N
n

=
8. Perhatikan rumus berikut:
( )
2
1
2
1
2
x
f x e

| |

|
\
=
Rumus tersebut merupakan fungsi distribusi dari distribusi ...
A.student-t B. Chi-square
2
( )
C. Binomial D. Normal
9. Distribusi normal bergantung pada dua parameter, yaitu ... dan ...
A.varian (
2
) dan jumlah sampel (n) B. rata-rata () dan varian
(
2
)
C. jumlah sampel (n) dan populasinya (N) D.proporsi (p) dan varian (
2
)
10. Distribusi normal standar atau ditulis dengan notasi Z ~N(0;1) adalah
distribusi normal yang nilai rata-rata dan variannya sudah baku yaitu ...
A. = 0 dan
2
= 0 B. = 1 dan
2
= 0
C. = 0 dan
2
= 1 D. = 1 dan
2
= 1

11. Pengujian hipotesisi dimulai dengan menerima suatu anggapan tertentu
sebagai hal yang benar. Anggapan inilah yang digunakan sebagai landasan
kerja dan dinamakan ...
A. Hipotesis Pendukung (support) B. Hipotesis Nol (H
0
)
C. Hipotesis Satu (H
1
) D. Hipotesis Primer
12. Sedangkan anggapan lain yang merupakan tandingan dari anggapan yang
digunakan sebagai landasan kerja, dinamakan ...
A. Hipotesis Pendukung (support) B. Hipotesis Nol (H
0
)
C. Hipotesis Satu (H
1
) D. Hipotesis Primer
13. Berapa macam jenis kesalahan yang mungkin timbul dari pengujian hipotesis
secara statistik !
A. 2 macam B. 3 macam
C. 4 macam D. 6 macam
14. Kesalahan yang mungkin timbul karena H
0
yang ditolak sesungguhnya benar,
peluang timbulnya salah jenis ini dilambangkan dengan atau P(tolak H
0
|H
0

benar) = .Kesalahan ini adalah Kesalahan Jenis...
A. Pertama B. Kedua
C. Ketiga D. Keempat
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 71

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

15. Kesalahan yang mungkin dibuat karena kita telah menerima berlakunya
suatu H
0
yang sesungguhnya tidak benar, peluang membuat salah jenis ini
dilambangkan dengan atau P(terima H
0
|H
0
salah) = .Kesalahan ini
A. Pertama B. Kedua
C. Ketiga D. Keempat
[Untuk soal no. 16 dan 17] Perhatikan tabel berikut:
Keputusan
Hipotesis
H
0
benar H
0
salah
Terima H
0
Tindakan yang benar
(1-)
Kesalahan jenis kedua
()
Tolak H
0
. (16) ..(17)
Isilah titik-titik tersebut dengan pilihan jawaban yang benar !

16. A. Kesalahan jenis pertama (1-) B. Tindakan yang salah (1- )
C.Kesalahan jenis pertama () D. Tindakan yang benar (1- )
17. A. Kesalahan jenis pertama (1-) B. Tindakan yang salah (1- )
C.Kesalahan jenis pertama () D. Tindakan yang benar (1- )
18. kedua jenis kesalahan yaitu dan , dapat diperkecil peluang
kesalahannya secara bersama-sama (sekaligus) dengan cara ...
A. Biaya pelatihan ditambah
C. ukuran sampel (n) diperbesar
D. Jumlah pencacah ditambah
19. Langkah pertama dalam melakukan pengujian Hipotesis adalah ...
A. Menentukan H
0
dan H
1
berdasarkan anggapan yang akan diuji.
B. Menentukan daerah kritis.
C. Membuat keputusan.
D. Menarik kesimpulan.
20. Langkah terakhir dalam melakukan pengujian Hipotesis adalah ...
A. Memilih statistik uji yang sesuai.
B. Menentukan daerah kritis.
C. Membuat keputusan.
D. Menarik kesimpulan.

72| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

ESSAY
1. Suatu obat baru dibuat untuk mengurangi ketegangan syaraf. Dari sampel acak
100 orang yang menderita ketegangan syaraf menunjukkan bahwa 70 orang
merasa tertolong oleh obat tersebut. Berapa penduga proporsi orang yang
tertolong dan varian populasinya ?
2. Diketahui tinggi mahasiswa STIS berdistribusi normal dengan simpangan
baku 5 cm. Dari sampel sebanyak 50 mahasiswa, diperoleh rata-rata tinggi
sebesar 163 cm. Tentukan selang kepercayaan 95% bagi nilai tengah tinggi
mahasiswa tersebut.
3. Berdasarkan soal nomor 1, buatlah selang kepercayaaan 95 persen proporsi
orang yang merasa tertolong oleh obat tersebut.
4. Dari suatu penelitian tentang konsumsi ikan perbulannya. Diwawancarai 67
orang Jepang dan 53 orang Inggris. Dari orang Jepang diperoleh informasi
rata-rata setiap bulan mereka mengkonsumsi 46 kg ikan dengan ragam= 8,
sedangkan dari orang Inggris diperoleh informasi rata-rata mereka
mengkonsumsi 30 kg setiap bulan dengan ragam =7. Tentukan selang
kepercayaan 96% bagi beda
1
-
2,
jika diketahui
1
konsumsi ikan perbulan dari 67 sampel orang Jepang dan
2
rata konsumsi ikan perbulan dari 53 sampel orang Inggris !
5. Suatu perusahaan rokok ingin merencanakan metode pelintingan rokok yang
baru dengan menggunakan mesin. Untuk itu diambil sampel rokok dari
metode pelintingan manual (menggunakan tangan) dan metode pelintingan
mesin. Bila 85 dari 1500 rokok hasil pelintingan manual cacat, dan 90 dari
2000 rokok hasil pelintingan mesin cacat. Buatlah selang kepercayaan 90%
untuk selisih proporsi rokok yang cacat sesungguhnya dari kedua cara
tersebut !
6. Sebuah mesin minuman ringan diatur sehingga banyaknya minuman yang
dikeluarkan menyebar normal dengan simpangan baku 0,9 desiliter. Tentukan
selang kepercayaan 90% bagi rata-rata banyaknya minuman yang
dikeluarkan oleh mesin itu, bila dari sampel 25 gelas mempunyai isi rata-rata
22,5 desiliter.
7. Berat 10 kaleng sarden (gr) di Toko Berdikari secara berturut-turut adalah
40, 60, 50, 50, 40, 60, 60, 40, 50, 40. Buatlah selang kepercayaan 99% bagi
rata-rata berat kaleng sarden, jika diketahui terdapat 100 kaleng sarden di
toko tersebut.
8. Seorang guru SMA ingin mengetahui minat siswa kelas I akan Jurusan
Bahasa. Dari kuesioner yang dibagikan kepada 28 siswa, diperoleh data 7
orang yang berminat ke Jurusan Bahasa. Buatlah selang kepercayaan 95%
siswa yang berminat ke Jurusan Bahasa.
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 73

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

9. Seorang peneliti ingin mengetahui beda IQ laki-laki dengan perempuan di
suatu kota tertentu. Untuk tujuan tersebut dia mengambil sampel 17 laki-laki
dan 15 perempuan. Berdasarkan test yang dilakukan, rata-rata IQ laki-laki
adalah 119 dengan simpangan baku 8 dan rata-rata IQ perempuan adalah 111
dengan simpangan baku 6. Buatlah selang kepercayaan 98% untuk beda IQ
laki-laki dan perempuan di kota tersebut !
10. Dari 25 sampel siswa SMA yang mengikuti UN diperoleh nilai tengah rata-
rata 70 dan ragam 16. Bila nilai ujian itu menyebar normal, buat selang
kepercayaan 98% bagi
2
.
11. Seorang kasir disuatu pasar swalayan menyatakan bahwa rata-rata jumlah
Sari Roti yang terjual tiap harinya adalah 100 bungkus. Untuk membuktikan
hal tersebut, Manajer bagian pengadaan melakukan pengamatan selama
sebulan (30 hari). Dari pengamatan diperoleh rata-rata jumlah Sari Roti
yang terjual adalah 93 bungkus dengan simpangan baku 8. Ujilah pernyataan
kasir tersebut dengan tingkat kepercayaan 90%.
12. Seorang pengusaha pakan menyatakan bahwa pakan miliknya tahan disimpan
sekitar 800 jam. Namun muncul dugaan bahwa masa simpan pakan tersebut
telah berubah. Untuk menentukan itu dilakukan penelitian dengan jalan
menguji sampel 50 karung pakan. Ternyata rata-ratanya 792 jam.Dari
pengalaman-pengalaman sebelumnya diketahui bahwa simpangan baku masa
simpan pakan 60 jam. Dengan tingkat kepercayaan 95%,ujilah apakah
kualitas pakan telah berubah atau tidak.
13. Seorang peternak bebek ingin mengetahui jenis pakan yang paling baik untuk
menghasilkan telur yang lebih banyak. Penelitian dilakukan kepada 23 ekor
bebek betina dengan memberikan pakan jenis baru, rata-rata telur yang
diperoleh dari seekor bebek per tahunnya adalah 296 butir dengan simpangan
baku 15 butir. Jika dengan menggunakan pakan jenis yang lama rata-rata telur
yang diperoleh dari seekor bebek pertahunnya adalah 283 butir. Ujilah
pernyataan bahwa pakan jenis baru lebih baik dibandingkan pakan jenis lama.
Gunakan tingkat kepercayaan 99%.
14. Sebuah mesin minuman ringan perlu diperbaiki bila ragam minuman yang
dikeluarkan melebihi 1,43 desiliter. Suatu sampel acak 27 minuman dari
mesin ini menghasilkan ragam 1,97 desiliter. Pada tingkat kepercayaan 95%,
ujilah apakah mesin itu harus diperbaiki ?
15. Kepala Sekolah SMA Negeri 01 Biak akan mengundurkan diri jika ragam
nilai UN tahun 2011 di sekolahnya lebih dari 6,0. Dari sampel acak 30 siswa
yang mengikuti UN diperoleh nilai ragam 5,4. Pada tingkat kepercayaan 99%,
tentukan keputusan yang akan diambil, apakah Kepala sekolah tersebut harus
mengundurkan diri atau tidak !
16. Seorang camat di Sinjai Tengah berjanji dalam 3 tahun akan meningkatkan
produktivitas cengkeh dengan kisaran ragam 500 kg.Ujilah janji camat
tersebut,apakah sudah terlaksana atau tidak dengan tingkat kepercayaan 95%,
74| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

jika setelah 3 tahun pengangkatannya ditarik sampel 30 petani cengkeh dari
kecamatan tersebut dan diperoleh ragam 286 kg.
17. Manajer personalia suatu perusahaan menyatakan bahwa 60% pegawai baru
sekurang-kurangnya membutuhkan waktu 1 bulan untuk dapat menyesuaikan
pegawai baru ternyata 13 pegawai mampu menyesuaikan diri kurang dari 1
bulan. Apakah pernyataan manajer tersebut dapat ditolak dengan tingkat
kepercayaan 99%.
18. Seorang guru SMA menyatakan bahwa lebih dari 70% siswa yang
mendapatkan nilai bagus adalah siswa yang mengikuti kursus. Ujilah
pernyataan guru tersebut jika dari 70 siswa bernilai bagus terdapat 44 siswa
yang mengikuti kursus. Gunakan tingkat kepercayaan 98%.
19. Seorang penjual menyatakan minimal 75% barang yang dia jual, disenangi
oleh para konsumen karena kualitasnya baik. Ujilah pernyataan penjual
tesebut bila dalam pengamatan 230 barang yang dijual ternyata ada 162
barang yang disukai konsumen. Gunakan tingkat kepercayaan 99%.
20. Seorang pengusaha susu sapi murni menduga sekurang-kurangnya 60% dari
populasi sapi perahnya dapat menghasilkan susu murni dengan baik. Untuk
itu, ia menarik sampel 25 sapi miliknya dan diperoleh informasi hanya 17
sapi yang mampu menghasilkan susu murni dengan baik. Gunakan tingkat
kepercayaan 95%.
21. Sebuah sampel yang terdiri dari 9 ubinan memiliki rata-rata hasil sebesar 100
kg bawang merah dengan standar deviasi 15 kg. Tentukan interval keyakinan
sebesar 98 persen bagi rata-rata hasil populasinya.
22. Sembilan sampel yang terdiri dari suatu larutan telah dianalisis secara cermat
guna menentukan konsentrasi tembaganya dinyatakan dalam satuan gram per
liter. Rata-ratanya ternyata sebesar 9.50 dan varian sampelnya 0.0064.
Tentukan interval keyakinan sebesar 95 persen guna menduga konsentrasi
larutan yang tidak diketahui. Berilah alasan dan komentar Saudara tentang
hasil hitungan Saudara.
23. Sebuah sampel yang terdiri dari 100 petani, 64 orang merupakan pemilik
tanah. Tentukan interval keyakinan sebesar 95 persen guna menduga proporsi
populasi petani yang juga pemilik tanah. Gunakan pendekatan secara normal
24. Data hasil survei tentang rata-rata pendapatan keluarga per bulan (dalam
ribuan rupiah) dari dua kota A dan B menghasilkan catatan sebagai berikut:
Sampel Kota A: n=100, rata-rata=5.900, s
2
=9.050
Sampel Kota B: n=120, rata-rata=5.800, s
2
=8.700
Berapa beda rata-rata pendapatan keluarga di kota A dan B, jelaskan makna
hitungan tersebut.
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 75

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

25. Suatu populasi normal memiliki varian =100. Sebuah sampel sebesar 25 dan
dipilih dari populasi di atas memiliki rata-rata=17 dan standar deviasi=16.
Dapatkah ditarik kesimpulan bahwa rata-rata populasi kurang dari 25?
Gunakan =0.05.
26. Suatu sampel sebesar 25 yang dipilih dari populasi normal ternyata memiliki
rata-rata sampel sebesar 33 dan variannya 100. Jika =0.01, apakah yakin
bahwa rata-rata populasinya tidak akan lebih besar dari 26? .
27. Sebuah sampel yang terdiri dari 15 cat kaleng memiliki berat kotor (dalam kg
per kaleng) seperti diberikan berikut ini: 1.21; 1.21; 1.23; 1.20; 1.21; 1.24;
1.22; 1.24; 1.21; 1.19; 1.19; 1.18; 1.19; 1.23; 1.18. Jika taraf nyata 1 persen,
dapatkah diyakini bahwa populasi cat dalam kaleng secara rata-rata memiliki
isi berat kotor 1.2 kg per kaleng?
28. Andaikan 2 sampel acak masing-masing sekitar 10 dan 12 dipilih dari 2
populasi normal yang independen dan andaikan hasil sampelnya rata-rata
sampel pertama=20, rata-rata sampel kedua=24, standar deviasi sampel
pertama=5 dan standar deviasi sampel kedua=6. Apakah rata-rata populasi
pertama dan kedua sama? Gunakan =0.05, hitung dengan asumsi varian
kedua populasi sama dan tidak sama.
29. Data di bawah ini menyajikan pertambahan berat 10 ekor tikus di mana tikus-
tikus tersebut semula memperoleh proteinnya dari kacang mentah. Penelitian
dilakukan dengan mengganti makanan tikus-tikus tersebut dengan kacang
rebus. Apakah kacang rebus mempunyai efek terhadap pertambahan berat?
Gunakan =0.01.
Mentah 61 60 56 63 56 63 59 56 44 61
Rebus 55 54 47 59 51 61 57 54 62 58
30. Sebuah sampel sebesar 64 dipilih dari populasi hasil pembuatan dadu.
ketentuan kualitas yang diharapkan. Berdasarkan sampel di atas, dapatkah
dipercaya bahwa lebih dari 10 persen hasil pembuatan dadu di atas sebetulnya
tidak memenuhi kualitas sesuai yang diharapkan? =0.05.
31. Dalam bulan Januari 40 persen dari 2000 dealer mesin cuci menyatakan
bahwa mereka merencanakan pertambahan jumlah pesanan mesin cuci.
Dalam bulan Maret, ada kecenderungan guna mempunyai bahwa persentasi di
atas akan bertambah. Sebuah sampel yang terdiri dari 400 dealer telah dipilih
dari seluruh dealer di atas dan proporsi sampelnya ternyata sebesar 46 persen
yang menambah pesanannya. Apakah pertambahan tersebut cukup
meyakinkan? =0.05.

76| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

J Ja aw wa ab ba an n
1. A. Biaya, tenaga dan waktu
2. D. Pendugaan (estimasi)
3. C. p
4. D. N
n

5. C.
!( )!
N
n
N
C
n N n
=

6. A.
2
2
X
n

=
7. B.
2
2
1
X
N n
n N

8. D. Normal
9. B. rata-rata () dan varian (
2
)
10. C. = 0 dan
2
= 1.
11. A. Biaya, tenaga dan waktu
12. C. Hipotesis Satu (H
1
)
13. A. 2 macam
14. A. Pertama
15. B. Kedua
16. C. Kesalahan jenis pertama ()
17. D. Tindakan yang benar (1- )
18. C. ukuran sampel (n) diperbesar
19. A. Menentukan H
0
dan H
1
berdasarkan anggapan yang akan diuji.
20. D. Menarik kesimpulan.

ESSAY

1. Diketahui: n=100; X= 70;
Maka selang kepercayaan

( )
p
E p p = =

70
0, 7
100
X
p
n
= = = dan 1 0,3 p =
2

(1 ) 0, 7 0, 3 0, 21
0, 0021
100 100
p
p p
n

= = = =
2. Diketahui: n=50; 163 X = ; 5 = ;
/ 2 0, 025
0, 05; Z 1,96 Z

= = =

/ 2 / 2
X Z X Z
n n

< < +

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 77

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

5 5
163 1, 96 163 1,96
50 50
< < +

163 1, 386 163 1,386 < < +

161, 614 164,386 < <

Artinya dengan selang kepercayaan 95 persen, nilai pendugaan rata-rata

3. Diketahui: n=100; X= 70
70
/ 0, 7
100
p X n = = = ;
/ 2 0, 025
0, 05; Z 1,96 Z

= = =

( ) ( )
/ 2 / 2
1 1

p p p p
p Z p p Z
n n

< < +

( ) ( ) 0, 42 1 0, 42 0, 42 1 0, 42
0, 42 1, 645 0, 42 1, 645
500 500
p

< < +

0,3837 p < < 0,4563

Artinya dengan selang kepercayaan 95 persen, nilai pendugaan proporsi
hingga 45,63%.

4. Diketahui:
1
n =6
1
X =46
2
1
=8 4% =
2
n = 53
2
X =30
2
2
=7
/ 2 0, 02
2, 05 Z Z

= =

( ) ( )
2 2 2 2
1 2 1 2
1 2 / 2 1 2 1 2 / 2
1 2 1 2
X X Z X X Z
n n n n

+ < < + +

( ) ( )
1 2
8 7 8 7
46 30 2, 05 46 30 2, 05
67 53 67 53
+ < < + +

( ) ( )
1 2
16 2, 05 0, 5 16 2, 05 0, 5 < < +

1 2
14, 975 17, 025 < <

Artinya dengan selang kepercayaan 96 persen, nilai pendugaan beda
1
-
2

interval 14,975 hingga 17,025 kg.
5. Diketahui:
1
n =1500
1
x = 85 10% =
/ 2 0, 05
1, 645 Z Z

= =
2
n = 2000
2
x = 90
1
1
1
x 85
0, 056
1500
p
n
= = =
2
2
2
x 90
0, 045
2000
p
n
= = =

( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
1 1 2 2 1 1 2 2
1 2 / 2 1 2 1 2 / 2
1 2 1 2
1 1 1 1

p p p p p p p p
p p Z p p p p Z
n n n n

+ < < + +
78| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
1 2
0, 056 1 0, 056 0, 045 1 0, 045
0, 056 0, 045 1, 645
1500 2000
0, 056 1 0, 056 0, 045 1 0, 045
0, 056 0, 045 1, 645
1500 2000
p p

+ < <

+ +
( ) ( )
1 2
0, 011 1, 645 0, 0319 0, 011 1, 645 0, 0319 p p < < +

1 2
0, 05752 0,1624 p p < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 90 persen,nilai pendugaan selisih
interval 5,75% hingga 16,24%
6. Diketahui: n= 25; 10% = ; t/2:n-1
=t
0,05:24
= 1,711; 22, 5; 0, 9 X s = =

( / 2, 1) ( / 2, 1) n n
s s
X t X t
n n

< < +

(0, 05, 24) (0, 05, 24)
0,9 0,9
22,5 22,5
25 25
t t < < +

0,9 0,9
22,5 1, 711 22,5 1, 711
25 25
< < +

22,19 22,81 < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 90 persen, nilai pendugaan rata-rata
interval 22,19 hingga 22,81 desiliter.
7. Diketahui: n=10, N=100, X = 49, s= 8,76, =1%, t/2:n-1
= t
0,005:9
=3,25

( / 2; 1) ( / 2; 1)
1 1
n n
s N n s N n
X t X t
N N n n

< < +

(0, 005;9) (0,005;9)
8, 76 100 10 8, 76 100 10
49 49
100 1 100 1 10 10
t t

< < +

8, 76 90 8, 76 90
49 3, 25 49 3, 25
99 99 10 10
< < +

40, 416 57,584 < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 99 persen, nilai pendugaan rata-rata berat
8. Diketahui: n= 28, X=7, =5%, t/2:n-1
= t
0,025:27
=2,052

( / 2; 1) ( / 2; 1)
1 1
n n
X X X X
X X n n n n
t p t
n n n n

| | | |

| |
\ \
< < +

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 79

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

(0,025;27) (0,025;27)
7 7 7 7
1 1
7 7 28 28 28 28
28 28 28 28
t p t
| | | |

| |
\ \
< < +

7 21 7 21
7 7 28 28 28 28
2, 052 2, 052
28 28 28 28
p
| | | |
| |
\ \
< < +

0, 082 0, 418 p < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 95 persen, nilai pendugaan proporsi
hingga 41,8%
9. Diketahui:
1
17 n =
2
15 n =
1
119 X =
2
111 X =
1
8 s =
2
6 s = =2%

( ) ( )
2 2 2 2
1 2 1 2
1 2 ( / 2; ) 1 2 1 2 ( / 2; )
1 2 1 2
1 1 1 1
db db
s s s s
X X t X X t
n n n n

+ < < + +

Dimana,
2 2
2 2 2 2
1 2
1 2
2 2 2 2
2 2 2 2
1 2
1 2
1 2
8 6
17 15

8 6
17 15
16 14 1 1
s s
n n
db
s s
n n
n n
| | | |
+ +
| |
\ \
= =
| | | | | | | |
| | | |
\ \ \ \
+ +

2
2 2
2 2
2 2
8 6
17 15 38, 00359862
0,885813148 0, 411428571
8 6
17 15
16 14
| |
+
|
\
= =
+
| | | |
| |
\ \
+

29, 295 29 db=

( / 2: ) (0, 01:29)
2, 462
db
t t

= =

( ) ( )
2 2 2 2
1 2 1 2
1 2 ( / 2; ) 1 2 1 2 ( / 2; )
1 2 1 2
1 1 1 1
db db
s s s s
X X t X X t
n n n n

+ < < + +

( ) ( )
2 2 2 2
1 2
8 6 8 6
119 113 2, 462 119 113 2, 462
16 14 16 14
+ < < + +

1 2
(8) 6, 311 (8) 6,311 < < +

1 2
1, 689 14,311 < <

80| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Artinya dengan tingkat kepercayaan 98 persen, nilai pendugaan beda IQ laki-
14,311.
10. Diketahui: 2% = ; n=25; v=n-1=24;s
2
=16;
2 2
/ 2; 1 0, 01;24
42, 980
n

= = ;
2 2
(1 / 2); 1 0,99;24
10,856
n

= =

Maka, selang kepercayaan 98% ialah:
( ) ( )
/2; 1 1 /2; 1
2 2
2
2 2
1 1
n n
n s n s

< <
2
24 16 24 16
42, 980 10,856

< <
2
8, 934 35,372 < <

Artinya dengan tingkat kepercayaan 98 persen, nilai pendugaan ragam nilai

11. Diketahui n= 30; 93 X = ; 8 s = ;
Penentuan Hipotesis
H
0
: = 100 bungkus
H
1
: 100 bungkus
Taraf uji: =10% =0,1
Statistik Uji : s diketahui nilainya yaitu 8
0
93 100
4, 793
8
30
hitung
X
Z
s
n

=

= =

Daerah kritis:
/ 2 0, 05
1, 645 Z Z

= =

observasi tabel 0
Keputusan: |Z | 4, 793 Z 1, 645 maka H ditolak = > =
Kesimpulan: Dengan selang kepercayaan 90 persen,pernyataan kasir tersebut
ditolak. Karena rata-rata jumlah Sari Rotiyang terjual tidak sama dengan
100 bungkus perharinya, melainkan kurang dari 100.
12. Diketahui n= 50; 792 X = ; 60 = ;
Penentuan Hipotesis
H
0
: = 800jam
H
1
: 800 jam
Taraf uji: =5% =0,05
Statistik Uji : diketahui nilainya yaitu 60
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 81

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

0
792 800
0,943
60
50
hitung
X
Z
n

= =

Daerah kritis:
/ 2 0,025
1, 96 Z Z

= =

observasi tabel 0
Keputusan: |Z | 0,943 Z 1,96 maka H tidak ditolak = < =
Kesimpulan: Dengan selang kepercayaan 95%,rata-rata masa simpan
pakan tersebut masih bernilai sekitar 800 jam.
13. Diketahui n= 23; 296 X = ; 15 s = ;
Penentuan Hipotesis
H
0
: = 283 butir
H
1
: > 283 butir
Taraf uji: =1% =0,01
Statistik Uji : s diketahui nilainya yaitu 15, dan n=23
0
1
296 283
4,156
15
23
hitung n
X
t t
s
n

= =

Daerah kritis:
0 ; 1 0,01;22
Tolak H jika, 2, 508
hitung n
t t t

> = =

; 1 0
Keputusan: 4,156 >2,508 maka H ditolak
hitung n
t t

>
Kesimpulan: berdasarkan data pengamatantingkat kepercayaan
99%,cukup bukti untuk mendukung pernyataan rata-rata jumlah telur
seekor bebek yang memakan pakan jenis baru lebih banyak
dibandingkanrata-rata jumlah telur seekor bebek yang memakan
pakan jenis lama.
14. Diketahui: n= 27; s
2
=1,97
Penentuan Hipotesis
H
0
:
2
= 1,43
H
1
:
2
> 1,43
Taraf uji : = 5% ;
2 2
; 1 0, 05; 26
38,885
n

= =
Statistik Uji:
( )
2
2
2
( 1)
26 1,97
35,818
1, 43
hitung
n s

=
= =

82| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

2 2
0 ; 1
Daerah Kritis: H ditolak jika
n

>
Keputusan:
2 2
; 1 0
35,818 38,885 maka H tidak ditolak
hitung n

< <
Kesimpulan: dengan tingkat kepercayaan 95% belum cukup bukti
untuk menolak H
0
, artinya mesin belum perlu untuk diperbaiki.
15. Diketahui: n= 30; s
2
=5,4
Penentuan Hipotesis
H
0
:
2
= 6,0
H
1
:
2
> 6,0
Taraf uji : = 1% ;
2 2
; 1 0, 01;29
49, 588
n

= =
Statistik Uji:
( )
2
2
2
( 1)
29 5, 4
26,1
6
hitung
n s

=
= =

2 2
0 ; 1
Daerah Kritis: H ditolak jika
n

>
Keputusan:
2 2
; 1 0
26,1 49,588 maka H tidak ditolak
hitung n

< <
Kesimpulan: dengan tingkat kepercayaan 99% belum cukup bukti untuk
menolak H
0
, artinya Kepala Sekolah tidak perlu mengundurkkan diri.
16. Diketahui: n= 30; s
2
=86
Penentuan Hipotesis
H
0
:
2
= 500
H
1
:
2
>500
Taraf uji : = 5% ;
2 2
; 1 0,05; 29
42, 557
n

= =
Statistik Uji:
( )
2
2
2
( 1)
29 286
16, 588
500
hitung
n s

=
= =

2 2
0 ; 1
Daerah Kritis: H ditolak jika
n

>
Keputusan:
2 2
; 1 0
16,588 42,557 maka H tidak ditolak
hitung n

< <
Kesimpulan: dengan tingkat kepercayaan 95% belum cukup bukti untuk
menolak H
0
, artinya janji Camat tersebut belum terpenuhi.
17. Diketahui: n= 27; X= 13
Penentuan Hipotesis
H
0
: P= P
0
yaitu H
0
: P= 60% = 0,6
H
1
: P> P
0
yaitu H
0
: P> 60% = 0,6
Taraf uji : = 1% = 0,01;
0,01
2,33 Z Z

= =
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 83

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Statistik Uji:
0
0 0
13 (27 0, 6)
1, 257
27 0, 6 (1 0, 6)
hitung
X nP
Z
nPQ

=

= =

0
Daerah Kritis: H ditolak jika Z Z

>
Keputusan:
0
1, 257 2,33 maka H tidak ditolak
hitung
Z Z

< <
Kesimpulan: dengan tingkat kepercayaan 99% belum cukup bukti untuk
menolak H
0
. Artinya pernyataan manajer personalia tentang 60% pegawai
baru sekurang-kurangnya membutuhkan waktu 1 bulan untuk dapat
menyesuaikan diri dengan bidang pekerjaannya tidak dapat diterima
18. Diketahui: n= 70; X= 44
Penentuan Hipotesis
H
0
: P= P
0
yaitu H
0
: P= 70% = 0,7
H
1
: P> P
0
yaitu H
0
: P> 70% = 0,7
Taraf uji : = 2% = 0,02;
0, 02
2, 05 Z Z

= =
Statistik Uji:
0
0 0
44 (70 0, 7)
1,304
70 0, 7 (1 0, 7)
hitung
X nP
Z
nPQ

=

= =

0
Daerah Kritis: H ditolak jika Z Z

>
Keputusan:
0
1, 304 2, 05 maka H tidak ditolak
hitung
Z Z

< <
Kesimpulan: dengan tingkat kepercayaan 98% belum cukup bukti untuk
menolak H
0
. Artinya pernyataan guru bahwa lebih dari 70% siswa yang
mendapatkan nilai bagus adalah siswa yang mengikuti kursus tidak terbukti.
19. Diketahui: n= 230; X= 162
Penentuan Hipotesis
H
0
: P= P
0
yaitu H
0
: P= 75% = 0,75
H
1
: P> P
0
yaitu H
0
: P> 75% = 0,75
Taraf uji : = 1% = 0,01;
0,01
2,33 Z Z

= =
Statistik Uji:
0
0 0
162 (230 0, 75)
1,59
230 0, 75 (1 0, 75)
hitung
X nP
Z
nPQ

=

= =

84| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

0
Daerah Kritis: H ditolak jika Z Z

>
Keputusan:
0
1,59 2,33 maka H tidak ditolak
hitung
Z Z

< <
Kesimpulan: dengan tingkat kepercayaan 99% belum cukup bukti untuk
menolak H
0
. Artinya pernyataan penjual yang menyatakan minimal 75%
barang yang dia jual, disenangi oleh para konsumen karena kualitasnya baik,
tidak terbukti.
20. Diketahui: n= 25; X= 17
Penentuan Hipotesis
H
0
: P= P
0
yaitu H
0
: P= 60% = 0,6
H
1
: P> P
0
yaitu H
0
: P> 60% = 0,6
Taraf uji : = 5% = 0,05;
0,5
1, 645 Z Z

= =
Statistik Uji:
0
0 0
17 (25 0, 6)
0,816
25 0, 6 (1 0, 6)
hitung
X nP
Z
nPQ

=

= =

0
Daerah Kritis: H ditolak jika Z Z

>
Keputusan:
0
0,816 1, 645 maka H tidak ditolak
hitung
Z Z

< <
Kesimpulan: dengan tingkat kepercayaan 95% belum cukup bukti untuk
menolak H
0
. Artinya dugaan pengusaha susu sapi murni bahwa sekurang-
kurangnya 60% dari populasi sapi perahnya dapat menghasilkan susu murni
dengan baik, tidak terbukti.

21. Diketahui : n = 9
= 100 kg
s = 15 kg
= 0,02
t
(0,01 ; 8)
= 2,896
Maka interval keyakinan 98 persen adalah :
100 2,896
15
9
100 2,896
15
9
0,98
85,52 114,48 0,98
Jadi, dengan tingkat keyakinan 98 persen rata-rata hasil bawang merah antara
85,52 kg sampai dengan 114,48 kg.

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 85

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

22. Diketahui : n = 9
= 9,50
s = 0,0064
= 0,05
t
(0,025 ; 8)
= 2,306
Maka interval keyakinan 95 persen adalah :
9,50 2,306
0,0064
9
9,50 2,306
0,0064
9
0,95
9,495 9,505 0,95
Jadi, dengan tingkat keyakinan 95 persen rata-rata konsentrasi tembaga
dalam suatu larutan antara 9,495 gram per liter sampai 9,505 gram per
liter.

23. Diketahui :

0,64
= 0,05
Z
0,025
= 1,96
Maka interval keyakinan 95 persen adalah :
0,64 1,96

0,640,36
100
0,64 1,96

0,640,36
100
0,95
0,55 0,73 0,95
Jadi, dengan tingkat keyakinan 95 persen proporsi populasi petani yang
juga pemilik tanah antara 55 sampai 73 persen.

24. Diketahui : n
1
= 100 ;

5.900 ;

9.050

120;

5.800 ;

8.700
Z
0,025
= 1,96
Maka interval keyakinan 95 persen adalah :
100 1,96

9.050
100

8700
120

100 1,96

9.050
100

8700
120
0,95
74,98

125,02 0,95
Jadi, dengan tingkat keyakinan 95 persen dapat disimpulkan bahwa
terdapat perbedaan antara rata-rata pendapatan keluarga dari kota A dan
kota B. Perbedaan tersebut berkisar antara Rp 74.980,00 sampai dengan
Rp 125.020,00.

86| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

25. Diketahui :

100 ; 25 ; 17 ; 16
Jawab :
1. Penentuan hipotesis

: 25

: 25
2. Taraf uji = 5% = 0,05
3. Statistik uji :

17 25
16
25

2,5
4. Daerah kritis : t
;n-1
= t
0,05 ; 24
= 1,711
5. Keputusan : t
hitung
< t
tabel
maka tolak H
0
.
6. Kesimpulan : dengan taraf uji 5% dapat disimpulkan bahwa rata-rata
populasi memang kurang dari 25.

26. Diketahui : 25 ; 33 ;

100
Jawab :
1. Penentuan hipotesis

: 27

: 27
2. Taraf uji = 1% = 0,01
3. Statistik uji :

33 27
10
25

3
4. Daerah kritis : t;n-1 = t0,01 ; 24 = 2,492
5. Keputusan : t
hitung
> t
tabel
maka tidak tolak H
0
.
6. Kesimpulan : dengan taraf uji 1% dapat disimpulkan data pengamatan
belum cukup untuk mendukung pendapat bahwa rata-rata populasinya
tidak akan lebih besar dari 26.

27. Diketahui : 15 ; 1,21 ;

0,0004
Jawab :
1. Penentuan hipotesis

: 1,2
Daerah Tolak H
0

0.05
0.95
Daerah Terima H
0

0
-1,711
Daerah Tolak H
0

0.01
0.99
Daerah Terima H
0

0
2,492
P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 87

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

: 1,2
2. Taraf uji = 1% = 0,01
3. Statistik uji :

,,
,

1,94
4. Daerah kritis : t
/2;n-1
= t
0,005 ; 14
= 2,977
5. Keputusan : t
hitung
< t
tabel
maka tidak tolak H
0
.
6. Kesimpulan : dengan taraf uji 1% dapat disimpulkan bahwa belum
cukup bukti dari data pengamatan untuk mendukung pendapat bahwa
rata-rata populasi cat dalam kaleng memiliki isi dengan berat kotor 1,2
kg per kaleng.

28. Diketahui : n
1
= 10 ;

20 ;

12;

24 ;

6

a. Varian populasi sama tetapi tidak diketahui

1. Penentuan hipotesis

0
2. Taraf uji = 5% = 0,05

3. Statistik uji :

2

95 116
5 6 2
12,33

20 24 0
12,33
1
10

1
12

0,76
dengan

2 5 6 2 9

4. Daerah kritis : t
/2;v
= t
0,025 ; 9
= 2,262
5. Keputusan : t
hitung
= -0,76 > t
tabel
= - 2,262 maka tidak tolak H
0
.
Daerah Tolak H
0

0.005
0.99
Daerah Terima H
0

0
-2,977
0.005
2.977
Daerah Tolak H
0

Daerah Tolak H
0

0.025
0.95
Daerah Terima H
0

0
-2,262
0.025
2.262
Daerah Tolak H
0

88| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

6. Kesimpulan : dengan taraf uji 5% dapat disimpulkan data
pengamatan belum cukup untuk mendukung pendapat bahwa
terdapat perbedaan rata-rata antara populasi satu dengan populasi
dua.

b. Varian populasi tidak sama dan tidak diketahui
1. Penentuan hipotesis

0
2. Taraf uji = 5% = 0,05
3. Statistik uji :

20 24 0

10

6

12

1,71

dengan

19,8 20
4. Daerah kritis : t
/2;v
= t
0,025 ; 20
= 2,086

5. Keputusan : t
hitung
= -1,71 > t
tabel
= - 2,086 maka tidak tolak H
0
.
6. Kesimpulan : dengan taraf uji 5% dapat disimpulkan data
pengamatan tidak mendukung pendapat bahwa terdapat perbedaan
rata-rata antara populasi satu dengan populasi dua.

29. Bila sebaran bobot badan diasumsikan menghampiri sebaran normal, maka
selisih berat badan sebelum dan sesudah pemberian kacang rebus(d
i
) dari
Tikus
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
d
i

6 6 9 4 5 2 2 2 -18 3
Daerah Tolak H
0

0.025
0.95
Daerah Terima H
0

0
-2,086
0.025
2,086
Daerah Tolak H
0

P e n g u j i a n H i p o t e s i s | 89

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

Diketahui : n = 10 ; 2,1 ; 7,42
1. Hipotesis
H
0
:
D
= 0 lawan H
1
:
D
< 0
89 , 0
10
42 , 7
0 1 , 2
=

=
observasi
t
3. Daerah kritis; - t
0,01;(10-1)
= - t
0,01;9
= - 2,821
4. Keputusan : karena t
ob
= 0,89 > - 2,821 maka H
0
tidak ditolak.
5. Kesimpulan: dengan taraf uji 5%, data tidak mendukung pernyataan
bahwa pemberian kacang rebus mempunyai efek terhadap pertambahan

30. Diketahui : x = 8 ; n = 64
Jawab :
1. Penentuan Hipotesis
H
0
: p = p
0
yaitu H
0
: p = 10% = 0,1
H
1
: p > p
0
yaitu H
1
: p > 10% = 0,1
2. Taraf uji: = 5% = 0,05

3. Statistik uji:
67 , 0
) 1 , 0 1 )( 1 , 0 ( 64
) 1 , 0 ( 64 8
0 0
0
=

=
Q nP
nP X
Z
observasi

4. Daerah kritis Z

= Z
0,05
= 1,645
5. Keputusan Zob < Z tabel, maka H
0
tidak ditolak.
6. Kesimpulan: Dengan taraf uji 5 % dapat disimpulkan data pengamatan
tidak mendukung pendapat bahwa dari 10 persen hasil pembuatan dadu
di atas sebetulnya tidak memenuhi kualitas sesuai yang diharapkan.

90| P e n g u j i a n H i p o t e s i s

Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli - Badan Pusat Statistik

31. Diketahui :
p
A
: proporsi pertambahan jumlah pesanan mesin cuci bulan Januari =
40% = 0,4
p
B
: proporsi pertambahan jumlah pesanan mesin cuci bulan Maret = 46%
= 0,46
X
A
: banyaknya pertambaan jumlah pesanan mesin cuci bulan Januari =
40% dari 2000 dealer = 800
X
B
: banyaknya pertambahan jumlah pesanan mesin cuci bulan Maret =
46% dari 400 dealer = 184
n
A
: jumlah sampel pada bulan Januari = 2000
n
B
: jumlah sampel pada bulan Maret = 400
Proporsi contoh yang dapat dihitung dari kedua daerah adalah:
41 , 0
2400
984
400 2000
184 800
= =
+
+
= P

1. Hipotesis:
H
0
: P
A
= P
B
= P
H
1
: P
A
< P
B

2. Statistik uji:
( ) ( ) [ ]
23 , 2
400
1
2000
1
) 59 , 0 ( 41 , 0
46 , 0 4 , 0
=
+

=
ob
Z
3. Daerah kritis : -Z
0,05
= - 1,645
4. Keputusan : karena Z
ob
= -2,23 < -1,645 maka H
0
ditolak.
5. Kesimpulan : dengan taraf uji 5%, dapat disimpulkan bahwa memang

Daftar Pustaka

Walpole, Ronald E. 1992. Pengantar Statistika. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka
Utama.
Walpole, Ronald E dan Raymond H. Myers. 1995. Ilmu Peluang dan Statistika
untuk Insinyur dan Ilmuwan. Bandung : Penerbit ITB.