Anda di halaman 1dari 5

HERPES ZOSTER DEFINISI Herpes zoster (dampa atau cacar ular) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi

virus varisella zoster yang menyerang kulit dan mukosa. Ineksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi secara infeksi primer. Kadang-kadang infeksi primer terjadi secara subklinis. ekuensi penyakit pada pria dan !anita sama" lebih sering mengenai usia de!asa. PATOGENESIS masa tunasnya #-$% hari. masa aktif penyakit berupa lesi baru yang tetap timbul berlangsung kira-kira $-% minggu. virus berdiam diganglion posterior susunan saraf tepi dan ganglion kranialis. &okasi kelainan kulit setingkat dengan darah persaraan ganglion. Kadang-kadang virus menyerang ganglion anterior bagian motorik kranialis sehingga memberikan gejala gangguan motorik. MANIFESTASI KLINIS 'aerah yang paling sering terkena adalah daerah torakal. (erdapat gejala prodomal sistemik. 'emam pusing" malaise) maupun lokal (nyeri otot tulang" pegal" gatal dan sebagainya) selain itu timbul eritema yang dalam !aktu singkat menjadi vesikel yang berkelompok dengan dasar kulit dengan eritemosa dan edema.n vesikel ini berisi cairan yang jernih kemudian menjadi keruh (be!arna abu-)abu) dapat menjadi pustul dan prusta. Kadang-kadang vesikel mengandung darah" yang disebut herpea zoster hemoragik. 'apat timbul ineksi sekunder sehingga menimbulkan ulkus dengan penyembuhan berupa sikatrik. 'isamping gejala kulit dijumpai pembesaran kelenjar getah bening regional. &okalisasi penyakit unilateral dan bversifat dermatomal sesuai tempat persarafan. Kelainan motorik lebih-lebih sering berupa kelainan sentral daraipada perifer. (erdapat hiperestasi pada daerah yang terkena. Kelainan pada muka sering disebabkan oleh nervus trigeminus (dengan ganglion gangseri) atau nervus vasialis dan otikus (dari ganglion genikulatum). *ada herpes zoster oftalmikus terjadi infeksi cabang pertama nervus trigeminus yang menimbulkan kelainan pada mata serta cabang kedua dan ketiga yang menyebabkan

kelainan kulit pada daerah persarafan. +indrome

amsay Hunt diakibatkan gangguan gangguan pendengaran"

nervus fasialis dan otikus sehingga memberikan gejala paralisis otot muka (paralisis-,ell) kelaianan kulit sesuai tingkat persarafan" titinus" vertigo" nistagmus" nausea dan juga gangguan pengecapan. *ada herpes zoster abortif penyakit berlangsung dalam !aktu singkat dan kelaina kulitnya hanya berupa vesikel dan eritema. Kelainan kulit pada herpes zoster generalisata adalah unitalteral dan segmental ditambah menyebar secara generalisata berupa vesikel soliter dan ada umblikasi. Kasus ini terjdi pada orangtua atau orang yang kondisi fisiknya sangat lemah" misalnya pad pasien limfoma malignum. -euralgia pasca herpetic adalah rasa nyeri yang timbul pada bekas penyambuhan" dapat berlangsung dalam beberapa bulan bahkan bertahun-tahun dengan gradasi nyeri bervariasi dalam kehidupan sehari-hari. .enderung dijumpai pada orang yang mendapat herpes zoster diatas usia /) tahun. PEMERIKSAAN PENUNJANG *ada pemeriksaan percobaan tzank dapat ditemukan sel datia berinti banyak. DIAGNOSIS BANDING Herpes zimplek. *ada nyeri yang merupakan gejala prodomal local sering salah diagnosis dengan reumatik maupun angina pectoris jika terdapat daerah setinggi jantung. PENATALAKSANAAN (erapi sistemik umumnya bersifat simptomatik" untuk nyeri diberi analgetik. 0ika disertai masalah sekunder diberikan antibiotic. *ada herpes zoster oftalmikus mengingat komplikasinya serta pasien dengan defisiensi imunitas diberikan antiviral atau imunostimulator. 1ntiviral yang biasa diberikan adalah asiklovir sejak lesi muncul dalam 2 hari pertama karena le!at dari masa ini pengobatan tidak efektif. 'osis anjuran 3 4 5)) mg6hari selama # hari. 1tas pertimbangan biaya dapat digunakan dosis 3 4 /)) mg selama # hari. Imunostimulator yang biasa digunakan adalah isoprinosin 3) mg6kg,,6hari" dosis maksimal 2))) mg sehari. 7bat ini juga diberikan dalam 2 hari pertama lesi muncul.

Kortikosteroid diidentikasikan untuk sindrom

amsay hunt untuk mencegah fibrosis

ganglion. *emberian harus sedini-dininya untuk mencegah paralysis. ,iasa diberikan prednisone 2 4 %) mg6hari" setelah seminggu dosis diturunkan bertahap. 'osis prednisone yang tinggi akan menekan imunitas sehingga lebih baik digabung dengan obat antiviral. *engobatan topical bergantung pada stadium. *ada stadium vesikel diberikan bedak untuk mencegah pecahnya vesikel agar tidak terjadi infeksi sekunder. ,ila erosive diberikan kompres terbuka. Kalau terjadi ulserasi dapat diberikan salep antibiotic. KOMPLIKASI *ada usia diatas /) - tahun kemungkinan terjadi neuralgia pascaherpatik. PROGNOSIS 8mumnya baik. *ada herpes zoster oftalmikus prognosis bergantung pada tindakan pera!atan secara dini.

ASUHAN KEPERAWATAN HERPES ZOSTER Pengkajian : a. Keadaan pasien b. c. i!ayat penyakit dahulu i!ayat penyakit keluarga 9ata Kulit : ;arna eritema" gatal" edema" vesikel berisi cairan jernih 6 keruh 8ji fungsi hati *emeriksaan tzang &imfosit -ilai leukosit

d. *emeriksaan fisik

e. *emeriksaan penunjang

Diagno a Ke!e"a#a$an $. -yeri akut berhubungan dengan cidera ( biologi : virus ) %. Hipertermi berhubungan dengan penyakit 6 trauma 2. 'efisit pera!atan diri" mandi 6 kebersihan berhubungan dengan nyeri /. .emas berhubungan dengan perubahan status kesehatan 3. <angguan citra tubuh berhubungan dengan penyakit =. esiko infeksi berhubungan dengan dekstrusi jaringan dan peningkatan paparan lingkungan In$e"%en i 'iagnosa $ : Nyeri akut berhubungan dengan cidera ( biologi : virus ) Kaji tingkat nyeri ,erikan teknik relaksasi Kolaborasi dengan dokter

'iagnosa % : Hipertermi berhubungan dengan penyakit / trauma Kaji vital sign 1njurkan untuk minim air putih Kolaborasi dengan dokter untuk pemberiaan antipiretik

'iagnosa 2 : Defisit perawatan diri, mandi / kebersihan diri berhubungan dengan nyeri 1jarkan mandi tanpa menyentuh luka 0elaskan pentingnya kebersihan diri

'iagnosa / : emas berhubungan dengan perubahan status kesehatan ,eri pendidikan tentang penyakit ,eri dukungan pada pasien ,eri dukungan pada pasien Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat anti cemas

'iagnosa 3 : !angguan citra tubuh berhubungan dengan penyakit ,eri pengetahuan tentang proses penyembuhan ,eri penjelasan tentang pentingnya mengetahui penyakit dan penebab serta cara pera!atannya 'iagnosa = : "esiko infeksi berhubungan dengan dekstrusi #aringan dan peningkatan paparan lingkungan 0aga kebersihan atau pera!atan luka Kaji tanda-tanda infeksi Kolaborasi dengan dokter