Anda di halaman 1dari 7

Fender

Tipe : Fender kayu gantung


Kegunaan : Sebagai bantalan yang ditempatkan di depan dermaga untuk
menahan benturan antara kapal yang merapat dengan dermaga.
Konstruksi : Dari kayu yang digantung pada sisi dermaga
Panjang : sama dengan sisi atas dermaga sampai muka air

Data Perencanaan :
Berat kapal W = 10000 ton dengan
Loa = 140 m, Lpp = 132,5 m , B = 18,7 m dan d = 8,1 m.

Gambar : Detail fender kayu

energi benturan dihitung dengan rumus
E =
wv
2g
Cm Cc dimana nilai Cs = 1 dan Cc = 1

1. Hitung Cm
Cb =
w
Lpp B d y0

=
10.000
132,5 x 18,7 x 8,1 x 1,025

= 0,49

Cm = 1 +
n
2Cb
d
B

= 1 +
n
2 x 0,49
8,1
18,7

= 2,40

F
1
2
d
=
1
2
E F d = E
2. Hitung Ce
Dengan menggunakan grafik hubungan antara koefisien balok dan

L
, untuk Cb =
0,49, tetapi diambil nilai minimum yaitu 0,5. Sehingga didapat :

Lou
= 0,205
Untuk kapal yang bersandar di dermaga :
L =
1
4
, Loa =
14u
4
, = 35 m
Sehingga didapat :
R = 0,205 x 140 = 28,7 m
3. Hitung koefisien Ce
Ce =
1
1+(
I
)
,
=
1
1+(
35
28,7)
,
= 0,402
Kecepatan kapal dapat dilihat pada table dibawah ini. Kecepatan merapat dalam
arah tegak lurus kapal :
V = v sin 10 = 0,15 sin 10= 0,026 m/d
Energi benturan :
E = 10000 x 0,026 x 2,40 x 0,402 = 0,33232 tm =33.232 kg cm
2 x 9,81

Energi yang membentur dermaga adalah : E. Akibat benturan sebesar E
tersebut memberikan perlawnan sebesar F d. Dengan menyamakan kedua
nilai tersebut,


F d = 33.232 kg cm

Dengan F adalah gaya benturan yang menekan ( memampatkan ) balok melintang
dan tiang fender . Besarnya pemampatan dapat diperkirakan sebesar d1 = tebal /
20. Selain itu gaya tersebut juga menyebabkan defleksi d2.

Seperti terlihat dalam gambar, ada dua kemungkinan terjadinya benturan antara
kapal dan fender. Kemungkinan pertama kapal menyentuh daerah di antara dua
tiang fender,sedangkan yang kedua kappa membentur tiang fender. Untuk itu hitung
dilakukan untuk kedua kemungkinan tersebut.


Kemungkinan 1

Pada waktu kapal merapat, kapal menyentuh daerah antara dua tiang fender. Pada
gambar dibawah ini menujukkan gaya yang berkerja pada balok fender berserta diagram
gaya geser yang berkerja pada balok fender berserta diagram gaya dan momen yang
terjadi.







Diagram gaya geser dan momen pada kemunkinan 1

Untuk mencari besarnya d2 digunakan rumus :





I =
1
12
d
x 30 x
= 39062,5 25
3
d2
=
3
2 3
F/2
48x125x10 x39062,5
(700 - 6x700x175 + 4x175 ) 2
3
d1 = 2x
Tebal balok
20
= 2x
25
20
=
2,5 cm
Digunakan balok fender kayu ukuran 25/30 dari kayu kelas kuat 1, dengan modulus
elastisitas


E kayu = 125 x 10 kg/cm.


Momen inersia :


Dengan parameter diatas dan untuk l = 7 m dan b1 = b2 = 1,75 m, dapat dihitung
defleksi d2 :

= 1,00613 x 10
-3
F

Pemampatan balok :


Defleksi total :
d = d1 + d2 = 2,5 + 1,00613 x 10
-3
F
Dari persamaan diatas ( Fd = E ) untuk nilai d di atas maka :
F ( 2,5 + 1,00613 x 10
-3
F ) = 33.232
1,00613 x 10
-3
F + 2,5 F 33.232= 0
Didapat : F = 4637,522 kg
Sehingga : d2 = 4,67

Tinjauan teganggan yang terjadi :
Akibat benturan yang terjadi hanya dalam waktu singkat maka kayu yang di
gunakan dapat dilipatkan dua kalinya.
Tegangan tekan ijin : tn = 2 x 40 = 80 kg/cm
25
30
Tegangan tekan ijin : lt = 2 x 150 = 300 kg/cm
Tegangan tekan ijin : = 2 x 20 = 40 kg/cm
1.Pemeriksaan tk
Tampang balok yang menerima tekanan hanya separuhnya :

tn =
F
2
1
2
b.h
=
463,S22
2
1
2
2530
= 6,18S kgcm
2
80 kg/cm
2

2. Pemeriksaan lt
H =
F
2
17S =
46S7,S22
2
17S = 4uS.78S,2 kg. cm
w =
I
1
2
b
=
S9u62,S
1
2
2S
= S12S cm
3

lt =
M
w
=
405.783,2
3125
= 129,8S1 kgcm
2
300 kg/cm
2

3. Pemeriksaan
=
F
2
bh
=
463,S22
2
2530
= 4,64 kgcm
2
40 kg/cm
2


Kemungkinan 2
Ditinjau bila kapal membentur sebuah tiang fender pada gambar dibawah ini
menunjukkan gaya yang bekerja pada balok fender berserta diagram gaya geser dan
momen yang terjadi.
J
2
=
Pu
2
b
2
3LII
]

=
P175
2
525
2
312510
3
39062,5700
= u,uuu82S2 F

Diagram gaya geser dan momen pada kemungkinan 2
Pada kondisi tersebut besarnya d2 digunakan rumus :
Pemampatan dan defleksi balok dihitung seperti dalam kemungkinan 1,
d1 = 2,5
d = d1 + d2 = 2,5 + 8,232 x 10
-3
F
Dari persamaan berikut untuk nilai d diatas :
F d = 33232,3
F ( 2,5 + 8,232 x 10 F ) = 33232,3
8,232 x 10 F + 2,5 F 33232,3 = 0
Didapat F = 5014,18 kg
Sehingga d2 = 4,13 cm

Pemeriksaan tegangan yang terjadi :
1.Pemeriksaan tk
Tampang balok yang menerima tekanan hanya separuhnya :
tn =
F
2
1
2
b.h
=
S014,18
2
1
2
2530
= 1S,S71 kgcm
2
80 kg/cm
2

2. Pemeriksaan lt
A

=
1
2
F =
1
4
Su14,18 = 12SS,S4 kg
H
mux
= 7u8,1
S
4
7uu = 6S811u,81 kg. cm
lt =
M
w
=
4658110,81
3125
= 21u,6u kgcm
2
300 kg/cm
2

3. Pemeriksaan
=
P
bh
1,S =
5014,18
2530
1,S = 1u,uS kgcm
2
40 kg/cm
2

Jadi balok ukuran 23/30 dapat digunakan.