Anda di halaman 1dari 4

OKLUSI ARTERI A.

Definisi Obstruksi total arteri perifer akibat thrombus atau embolus yang menyebabkan terhentinya aliran darah ke distal. Oklusi arteri merupakan suatu penyakit arteri perifer (keluar jantung dan aorta iliaka). B. Epidemiologi Sering terjadi pada usia duatas 40 tahun Aterosklerosis merupaka penyebab tersering Oklusi aorta abdominal dan arteri iliaka (30%) Oklusi arteri femoralis dan arteri popliteal (80 -90%) Oklusi arteri tibialis dan peronel (40-50%) Pembuluh percabangan C. Tanda dan gejala Gejala : (<50% pasien bergejala) Cara berjalan lambat dan berat Klaudikasio intermiten, sensai nyeri, keram dan pegal pada bagian yg mengalami oklusi Kaki dingin saat malam hari, namun membaik saat berganti posisi Tanda : Menurun atau hilangnya perabaan nadi di dital obstruksi Terdengar bruit (seperti tiupan angina di daerah oklusi) Atrofi otot Bulu rontok Kuku menebal Kulit licin dan mengkilap Suhu kulit tutun Pucat dan sianosis Ulkus D. Klasifikasi 1. Insufisensi arteri akut Etiologi : a. Emboli Fibrilasi atrium Penyakit katup jantung Infark miokard Katup jantung prostetik b. Perifer

Lesi ulkus arterosklerosis aneurisma c. thrombosis arterosklrosisi pada segmen perdarahan ntraplak penyalahgunaan obat klasifikasi kategori Klinis kategori prognosis Tdk terancam segera Selamat jk diobati segera Selamat jk, revaskularisasi segera Kematian jar & sarah permanen Anestesia paralisis sensorik Normal Ujung jari kak (minimal) Lemah otot arteri audible Inaudible (sering) Inaudible (selalu) inaudible Sinyal dopler vena audible Audible Audible

Viable Terancam Terancam marginal Terancam segera

irreversible

Audible

2. Insufisensi arteri kronik Gejala klinis : kaludikasio Akibat tidak adekuatnya aliran darah yang menyebabkan gangguan metabolisme sehingga terjadi penumpukan asam laktat E. Diagnose Gejala : Perubahan suhu menjadi lebih dingin Gerakan yang terbatas pada daerah dengan oklusi Paralisis dan anesthesia Kulit mengkilap Bercak sianosis yang tidak menghilang dengan penekanan Pemeriksaan fisik: Bulu rontok Pertumbuhan kuku tergangggu

Kulit kering dan atrifi Rubor Kaki pucat Ulkus Tidak adanya atau menurunnnya pulsasi Burit arteri

Klasifikasi fintaine untuk PAP

I IIa IIb III

asimptomatik

Klaudikasio intermiten Tak ada nyeri Klaudikasio bila jalan lebih dari 200m Nyeri istirahat dan nokturnal Nekrosis gangren

IIV

Pemeriksaan non invasive Ankle brachial indeks (ABI) Ultrasonografi dopler untuk melihat aliran darag di pembuluh darah Rekaman volume nadi digital Tes stress Keratinin fosfatase, merupakan enzim yang terdapat di otot yang dilepas ke darah saat otot mengalami kerusakan Arteriografi untuk memastikan letak oklusi Analisis urin , untuk mengetahaui kadar myoglobin

F. Tatalaksana Supportif Menjaga kebersihan dan kelembabpan daerah yang mengalami oklusi Menggunakan alas kaki sesuai ukuran Gunakan alas kaki dengan bahan sintetik berventilasi bukan bahan elastis Perbaiki gaya hidup Aktivitas fisik selama 10 45 menit per hari selama 6bulan Farmakologis Aspirin Heparin (control clotting time dan APTT) klopidogrel Intervensi non operasi

Revaskularisasi : Trombolitik Angipati transluminal , pemasangan balon dengan cara katerisasi untuk membuka lumen pembuluh darah yang tertutup operasi