Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Krisis global melanda seluruh dunia saat ini. Masyarakat semakin
kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, salah satunya adalah kebutuhan
akan nutrisi. Sehingga sangat dibutuhkan makanan yang murah namun kaya akan
nutrisi. Salah satunya adalah tempe. Melalui karya ini, penulis mencoba
mempublikasikan manfaat dan cara pembuatan tempe sebagai solusi dari masalah
tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka
rumusan masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Apa itu tempe ?
2. Bagaimana cara membuatnya ?
3. Apa saja manfaat mengkonsumsi tempe ?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai, yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa itu tempe
2. Untuk mengetahui bagaimana cara pembuatan tempe
3. Untuk mengetahui manfaatnya sehingga tertarik mengkonsumsi tempe
1.4 Manfaat
1. Sadar akan pentingnya megkonsumsi tempe
2. Tidak malu jika mengkonsumsi tempe
3. Supaya lebih mengerti pelajaran biologi mengenai bab jamur atau fungi
2

1.5 Teknik Pengambilan Data
Agar memperoleh data yang lengkap, siswa perlu menggunakan teknik
pengumpulan data sebagai berikut:
1. Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung pada objek
penelitian yakni tempe.
2. Wawancara, yaitu tanya jawab dengan pembuat tempe untuk dimintai
keterangan atau pendapatnya mengenai tempe.
3. Dokumentasi, yaitu pengumpulan data dari buku dan sumber lainnya termasuk
gambar atau foto hasil pemotretan terhadap subjek dan objek penelitian yaitu
tentang pembuatan tempe.










3

1.6 Sistematika Penyusun Laporan
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
1.5 Teknik Pengambilan Data
1.6 Sistematika Penyusun Laporan
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengenalan Tempe
2.2 Cara Mengkonsumsi Tempe
2.3 Manfaat Mengkonsumsi Tempe
BAB III : METODELOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
3.2 Tujuan
3.3 Pembuatan Tempe
3.4 Catatan dalam Pembuatan Tempe
3.5 Pembuatan Ragi Tempe
3.6 Catatan dalam Pembuatan Ragi tempe
4

BAB IV : PENUTUP
1.1 Kesimpulan
1.2 Saran
LAMPIRAN-LAMPIRAN
















5

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengenalan Tempe
Kacang-kacangan dan biji-bijan seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir,
koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pengganti sumber protein dan lemak nabati
yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam
peroteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti wijen,
jagung atau menir adalah cara yang sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam
amino teresebut.
Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin)
sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut
perlu diawetkan. Salah satu hasil olahannya adalah tempe.
Tempe adalah makanan hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus
oryzae. Pembuatan tempe secara tradisional biasanya menggunakan tepung tempe yang
dikeringkan di bawah sinar matahari. Sekarang tempe ada juga yang menggunakan ragi
tempe. Ragi ini lah yang membuat rasa tempe dari berbagai daerah berbeda.
Tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur. Saat ini tempe
sering kita jumpai di rumah maupun di warung-warung, sebagai lauk dan pelengkap
hidangan ternyata tempe memiliki kandungan dan nilai cerna yang lebih baik
dibandingkan dengan kedelai.
Pada tempe terjadi peningkatan nilai gizi kurang lebih 2 kali lipat setelah kedelai
difermentasi menjadi tempe, seperti kadar vitamin B2, vitamin B12, niasin dan asam
pantorenat. Bahkan hasil analisis, gizi tempe menunjukkan kandungan niasin sebesar 1.13
mg/100 gram berat tempe yang dapat dimakan.

6

2.2 Cara Mengkonsumsi Tempe
Tempe pada umumnya dapat dikonsumsi dengan berbagai cara. Pertama tempe
bisa dibuat menjadi keripik, bacem atau dimasak bersama campuran sayur. Kedua
berbentuk tepung. Ini dapat dimanfaatkan sebagai kandungan pangan yang berguna untuk
meningkatkan kadar gizi dan serat, sebagai pengawet alami dan untuk menanggulangi
diare pada anak. Ketiga, tempe juga dapat diolah sebagai konsentrat protein, isolate
protein, peptida, serta komponen bioaktif lainnya.
Cara terbaik untuk mengoptimalkan khasiat tempe bagi tubuh kita adalah dengan
mengonsumsinya setiap hari dalam jumlah yang cukup. Supaya tidak bosan, variasi
penggunaan tempe dalam berbagai resep masakan perlu dilakukan. Supaya khasiat zat-zat
yang bermanfaat itu tidak terbuang dalam proses pemasakan, tempe sebaiknya dimasak
dalam masakan seperti sup, semur atau bacem. Cara-cara itu lebih sedikit mengurangi
khasiat tempe, ketimbang digoreng.
2.3 Manfaat Mengkonsumsi Tempe
1. Sebagai sumber nutrisi
a. Protein
Setiap 100 gram tempe segar dapat menymbangkan 10,9 gram protein bagi
tubuh konsumennya. Itu berarti lebih dari 25% kebutuhan protein yang
dianjurkan per hari bagi orang dewasa. Keunggulan tempe adalah sekitar
56% dari jumlah protein yang dikonsumsi dapat dimanfaatkan tubuh.
Nitrogen terlarutnya meningkat 0,5 2,5 % dan jumlah asam amino
bebasnya setelah fermentasi meningkat 1 85 kali lipat dari kadarnya pada
kedelai mentah.
b. Enzim
Tempe juga mengeluarkan enzim protease yang diperlukan dalam proses
metabolism protein menjadi asam amino di dalam pencernaan.

7

c. Lemak
Kadar lemek tempe cukup tinggi. Dalam 100 gram tempe segar terdapat 8,8
gram lemak, dan 19,7 gram lemak pada tempe kering. Keunikannya, tempe
juga mengeluarkan enzim lipase yang akan memecah lemak itu menjadi asam
lemak.
d. Vitamin
Tempe merupakan sumber vitamin yang baik, khususnya tiamin, riboflavin,
asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12. Selain itu, tempe adalah sumber
beberapa mineral penting seperti kalsium, fosfor, zat besi dan seng.
e. Mineral
Zat besi pada tempe ternyata juga lebih mudah diserap tubuh disbanding
pangan nabati lainnya. Sementara mineral kalsiumnya berfungsi ganda, yaitu
mencegah osteoporosis dan menurunkan kolesterol darah.
2. Membuat awet Muda
Menurut Henry Chang dalam bukunya Longevity Throgh the Organic
Lifestyle (1999), tempe merupakan makanan awet muda kerena mempunyai
kriteria :
a. Dapat meningkatkan daya tahan dan kebugaran tubuh konsumennya.
b. Dapat menghambat atau menunda munculnya penyakit degeneatif
c. Dapat mengurangi berbagai penyakit terkait gizi
d. Dapat memperpanjang harapan hidup konsumennya
e. Merupakan makanan tanpa efek samping
3. Mencegah berbagai penyakit
Tempe juga mempunyai manfaat untuk mencegah berbagai penyakit
yang menyerang tubuh kita. Penyakit-penyakit itu diantaranya diabetes, serangan
jantung dan stroke, osteoporosis, diare, kanker, anemia dan dapat mencegah
infeksi pada tubuh.
8

BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan di rumah seorang penduduk yang bekerja sebagai
pembuat tempe. Tepatnya di Perum Kertasari Ciamis pada tanggal 4 Desember2010
pukul 13.00 13.45 WIB.
3.2 Tujuan
Membuat tempe kedelai secara tradisional.
3.3 PembuatanTempe
a. Alat dan Bahan
Alat :
1) Panci
2) Kalo atau keranjang
3) Rak bambu
4) Tampan
5) Kompor
6) Ember
7) Cetakan
8) Pengaduk kayu
9) Dandang
10) Karung goni
11) Plastik
Bahan :
1) Kedelai 10 kg
9

2) Ragi tempe 20 gram
3) Air Secukupnya
4) Daun Pisang
b. Langkah Kerja
1) Bersihkan kedelai kemudian rendam satu malam supaya mudah lepas.
2) Kupas kulit arinya dengan cara dinjak-injak.
3) Setelah dikupas dan dicusi bersih, kukus dalam dandang selama 1 jam.
Kemudian angkat dan dinginkan dalam tampan besar.
4) Setelah dingin, dicampur dengan ragi tempe sebanyak 20 gram.
5) Masukkan campuran tersebut dalam cetakan yang dialasi plastic atau
dibungkus dengan daun pisang. Daun atau plastic dilubangi agar jamur
tempe mendapat udara dan dapat tumbuh dengan baik.
6) Tumpuk cetakan dan tutup dengan karung goni supaya menjadi hangat.
Setelah 1 malam jamur mulai tumbuh dan mulai keluar panas.
7) Ambil cetakan0cetkan tersebut dan letakkan diatas rak, berjajar satu
lapis dan biarkan selama 1 malam.
8) Keluarkan tempe dari cetakannya.
3.4 Catatan dalam Pembuatan Tempe
1. Ruangan untuk membuat tempe harus bersih dan tidak harus terbuat dari
tembok. Ruangan untuk pemeraman diberi jendela, agar udara dapat diatur
dengan membuka atau menutup jendela tersebut. Di waktu musim hujan
ruangan ini perlu diberi lampu agar suhu ruangan tidak terllu dingin.
2. Tempe mudah busuk setelah disimpan 2 hari dalam keadaan terbungkus.
Oleh karena itu perlu diawtkan secara kering dengan cara sebagai berikut :
10

3. Kandungan protein dan lemak tempe kedelai, masing-masing sebesar
22,5% dan 18%. Kebutuhan protein sebesar 55 gram/hari dapat dipenuhi
dengan mengkonsumsi tempe sebanyak 244,44 gram.
3.5 Pembuatan Ragi Tempe
a. Alat dan Bahan
Bahan :
1) Beras 300 gram
2) Tepung tempe 3 gram
3) Tepung beras yang telah disangrai 1 kg
Alat :
1) Kukusan
2) Tampah (nyiru)
3) Pengaduk kayu
4) Alat penumbuk
5) Ayakan
6) Alat Penggorengan
7) Kantong plastik
b. Langkah Kerja
1) Cuci beras sampai bersih, kemudian masak sampai menjadi nasi dan
dinginkan.
2) Pada nasi tersebut taburkan tepung tempe kemudiab aduk sampai rata.
3) Letakkan di atas tampah yang bersih. Tutup atasnya dengan lembaran
plastik atau daun pisang.
11

4) Simpan dalam ruangan tempat pemeraman sampai seluruh nasi
ditumbuhi jamur yang berwarna hitam.
5) Jemur nasi yang telah ditumbuhi jamur sampai kering.
6) Tumbuk sampai halus, kemudian ayak. Bagian yang telah halus adalah
ragi tempe.
7) Campurkan ragi ini dengan tepung beras yang telah disangrai.
8) Simpan dalam kantong-kantong plastik.
3.6 Catatan dalam Pembuatan Ragi Tempe
Tutup plastik atau daun pisang sewaktu-waktu perlu dibuka untuk
pertukaran udara dan untuk menguapkan air (embun) yang menempel pada plastic
atau daun pisang agar tidak menetes lagi pada bahan. Kadar air yang tinggi akan
mempercepat pembusukan. Supaya pertukaran uadar baik, tutup plastic atau daun
pisang deiberi lubang-lubang atau bisa diganti dengan tutup yang baru.








12

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Tempe dapat dibuat dengan mudah dan oleh siapa saja. Tempe pun kaya akan
nutrisi dan banyak manfaatnya.

4.2 Saran
1. Cobalah untuk membuat tempe, karena dapat menambah skill kewirausahaan.
2. Konsumsilah tempe karena sangat banyak manfaatnya.
3. Gunakan tempe sebagai alternative makanan yang murah dan kaya nutrisi.

Anda mungkin juga menyukai