Anda di halaman 1dari 26

PERCOBAAN IV

SCR, DIAC, TRIAC


I. Tujuan percobaan
1. Mengamati pengaturan daya dengan SCR, DIAC, dan TRIAC.
2. Mengetahui cara kerja SCR, DIAC, dan TRIAC.
II. Teori dasar
a. Sejarah Scr, Triac dan Diac

Scr, Triac dan Diac atau Thyristor erasa! kata dari ahasa
"unani yang erarti #pintu$. Dinamakan demikian arangka!i karena si%at
dari komponen ini yang mirip dengan pintu yang dapat diuka dan
ditutup untuk me!e&atkan aru ! i s t r i k .
Ad a e e r a p a k o mp o n e n y a n g t e r ma s u k t h y r i s t o r
a n t a r a ! a i n '(T )programma!e uni*junction transistor+, (,T )uni*junction
transistor +, -T. )gateturn o%% s&itch+, photo SCR dan seagainya. /amun
pada kesempatan ini, yang akan dije!askan ada!ah komponen*
komponen thyristor yang dikena! dengan seut an SCR ) si ! i con
cont r o! ! ed r ect i % i er + , TRI AC dan DI AC.
1
1. SCR
SCR merupakan singkatan dari Si!icon Contro!!ed Recti%ier yang memi!iki
pengertian seagai piranti 0 )tiga+ termina! yang digunaka untuk mengatur arus
yang me!a!ui suatu ean, atau isa juga diseut seagai diode yang
mempunyai %ungsi seagai pengenda!i.. (ntuk mengatur arus yang cukup esar
yang me!a!ui Anoda*1atoda, hanya diper!ukan arus yang keci! dari -ate. Se!ama
arus Anoda*1atoda tetap menga!ir, arus -ate dapat dihi!angkan sete!ah satu ka!i
me!akukan penyu!utan.
2i!a SCR digunakan pada arus AC, maka hanya akan menga!ir arus ke
satu arah saja, seperti ha!nya pada dioda. 'ada pengaturan daya AC dengan
SCR dikena! isti!ah sudut tunda penyu!utan )%iring de!ay ang!e+ yaitu periode yang
hi!ang see!um SCR tersu!ut. Rangkaian penyu!ut pada -ate dapat erupa R
mapun RC. Dengan rangkaian RC akan dapat diatur %iring de!ay ang!e da!am
jangkah yang !ear.
SCR sering digunakan untuk mengatur motot, pemanas, AC, dan pemanas
induksi.
Adapun agian*agian dari SCR, yaitu Anoda)A+, 1atode)1+, dan -ate)-+.
-amar 1.1 Logo SCR
2
Se!a dan "a!ban# SCR
Diagram dan skema SCR3 -amar 1.2 Diagram dan Skema SCRa+ Susunannya. )+
Susunan eki4a!en. )c+ Rangkaian eki4a!en. )d+ 5amangrangkaia
1.1 $e#unaan SCR%
Seagai rangkaian Sak!ar ) s&itch contro! +
Seagai rangkaian pengenda!i )remote contro! +
Ada tiga ke!ompok esar untuk semikonduktor ini yang sama*sama dapat
er%ungsi seagai Sak!ar ) S&itching + pada tegangan 126 4o!t sampai 2764o!t. "aitu
SCR ini sendiri, TRIAC dan DIAC.
3
1.& Cara $erja SCR
Adapun cara kerja dari SCR kita isa terangkan ini dengan seuah rangkaian
e!ektronik persegi
seagai erikut3
-amar 1.2.1. Cara 1erja SCR
Saat kita menghuungkan SCR ke sumer tegangan, p!us)8+ dan
minus)*+ ke 1 dan jangan menyup!ai tegangan ke gate)-+, kedua transisitorda!am
keadaaan cuto%%. Menyup!ai pu!sa )ahkan untuk &aktu yang sangatpendek+ ke gate
menyeakan transistor 92 terhuung. 'enghuungan inimenciptakan a!iran
arus yang pokok untuk transisitor 9.
Arus ini terhuung danmenyeakan a!iran yang rata ke ase 92. A!iran
ini menjaga transistor 92da!am keadaan terhuung, yang mana menjaga transistor 91
da!am keadaan terhuung &a!aupun pu!sa da!am gate da!am keadaan erhenti. Tipe dari
penekanan tomo! ini diseut penekanan regenerati% termasuk umpan a!ik positi%.
1.'. $ara(er SCR (er"iha( pada #a!bar beriu(%
4
-amar 1.7.1 1arakter SCR
Da!am tegangan e!akang SCR seperti diode.Ini tidak akan terhuungsampai a!at ini
reaks*o4er. 1omponen SCR dirancang untuk rek*o4er tegangan yang tinggi)da!am ha! ini
untuk menghindari situasi ini+. :; !eih esar dari 766 :.
Seuah SCR dapat mempunyai tegangan dada!*jenuh )reako4er+
yangerkisar dari <6: sampai !eih dari 2<66: tergantung pada nomor
tipenya. SCR iasanya dirancang untuk operasi penutupan picu dan
pemukaan arus rendah. Car a ker j anya ada! ah SCR t er seut akan
t er uka t er us sampai ger angnyamenerima masukan picu. Sete!ah
itu SCR akan menutup dan ertahan da!amk e a d a a n i n i &a ! a u p u n
s i n y a ! p i c u t e ! a h e r ! a ! u . Sa t u * s a t u n y a c a r a u nt u k memuka
kema!i SCR itu ada!ah cara pemutusan arus rendah.
SCR i asanya di pandang seagai suat u pi r ant i yang
mengha! angi tegangan kecua!i jika disamung dengan suatu picu.
1arena itu, da!am !emar dat a yang er sangkut an , t egangan
dada! * j enuh ser i ng ka! i di seut t eganganp e n g h a ! a n g
m a j u . M i s a ! n y a s a j a S C R 2 / 7 7 7 7 m e m p u n y a i
t e g a n g a n pengha!ang*maju seesar =66:. Ini erarti ah&a se!ama
tegangan catu !eihkeci! dari =66:, SCR tidak akan era!ih keadaan.
'enutupan sak!ar ini hanyad a p a t d i ! a k u k a n d e n g a n p i c u
g e r a n g . 1a r e n a g e r a n g SCR d i h u u n g k a n dengan asis
transistor interna!, maka diper!ukan setidaknya 6,> : untuk memicu seuah
SCR. 5emar dat a menyeut nya dengan ar us pemi cu ger ang
) -at eTrigger Current+ I -T. Se a g a i c o n t o h , ! e m a r d a t a 2 /7 7 7 1
me m e r i k a n tegangan dan arus pemicu3
:-T ? 6,>< :
I-T ?16mA
I ni er ar t i ah&a sumer yang mengger akkan ger ang
2/7771 har usmencatu 16mA pada tegangan 6,>< : untuk mengunci SCR.
5
SCR merupakan piranti industri yang dapat menangani arus*arus
esar er ukur an dar i 1A sampai ! ei h dar i 2<66A t er gant ung dar i
t i penya. 1ar enasi%atnya seagai piranti arus tinggi, SCR mempunyai arus
picu dan arus penahanyang re!ati% esar. Misa!nya saja piranti 2/7777 dapat
menghantar arus seesar @A secar a t er us mener us. Ar us pi cunya
ada! ah 16mA, dan egi t u pu! a ar uspenahannya. I ni er ar t i ah&a
unt uk mengenda! i kan ar us anode seesar @Adiper!ukan masukan
arus minimum pada gerang SCR seesar 16mA. Seagaicont oh yang
! ai n, pi r ant i C>61 mer upakan SCR yang dapat menghant ar
ar ussampai seesar 12<6A dengan arus picu 1<6mA dan arus
penahannya seesar <66mA.
Dengan adanya kapasi t ans da! am SCR maka pi r ant i i ni
dapat di pi cuo!eh tegangan catu yang eruah secara cepat. ,adi
dengan kata !ain, jika !ajukenaikan dari tegangan catu cukup tinggi,
maka arus pengisian kapasiti% dapat memu! ai pr oses r egener asi .
(nt uk menghi ndar i si nya! pemi cuan yang sa! ahpada SCR, !aju
peruahan tegangan pada anode tidak o!eh me!enihi !aju kritiskenaikan
tegangan yang tercantum pada !emar data.
Seagai contoh misa!nya kita tinjau piranti 2/7777 yang
mempunyai ! aj u kr i t i s kenai kan t egangan seesar <6:A Bs. (nt uk
menghi ndar i t er j adi nyaproses dada!*jenuh yang tidak diinginkan, tegangan
anode tidak o!eh naik !eihcepat dari <6:ABs. Contoh yang !ainnya ada!ah
piranti C>61 yang mempunyai !aju kritis kenaikan tegangan seesar 266:ABs.
-eja!a transien*penyak!aran yang terjadi pada penya!ur catu
teganganada!ah penyea utama dari pe!anggaran !aju kritis kenaikan*
tegangan. Sa!ahsatu cara untuk mengurangi pengaruh transien terseut
ada!ah menggunakanpemat as at au penekan RC seper t i t er ! i hat
pada -amar 1. 7. 2. ) a+ . 2i ! a gej a! atransien erkecepatan tinggi
terjadi pada tegangan catu, maka !aju kenaikannyapada anode akan
dikurangi o!eh rangkaian RC terseut. 5aju kenaikan da!amt e g a n g a n
a n o d e t i d a k h a n y a e r g a n t u n g p a d a h a r g a R d a n C, t et a p i
j u g a ergantung pada esarnya hamatan ean.
'iranti SCR yang !eih esar masih dikenakan atas !ain erupa
!ajukr i t i s kenai kan ar us. Mi sa! nya pi r ant i C>61 di ket ahui
6
mempunyai ! aj u kr i t i skenaikan arus seesar 1<6AABs. ,ika arus anode
ertamah !eih cepat dari !ajuini, SCR yang ersangkutan dapat menjadi
rusak akiat intik*intik panas )hot spots+ yang terjadi dida!amnya.
'enggunaan seuah inductor secara seri sepertidi t unj ukkan pada
-amar 1. 7. 2. ) + akan mengur angi ! aj u kenai kan ar us,
danmemantu pematas RC da!am menekan !aju kenaikan tegangan.
-amar 1.7.2. )a+ penekanan RC)RC snuer+ )+penekanan !aju kenaikan arus dengan
induktor
Suatu SCR memi!iki tegangan gerang :-. Saat t egangan i ni
! ei hdari :-T , SCR akan hidup dan tegangan ke!uaran akan jatuh dari
8:CC ke suatu ni!ai yang rendah. 1adang*kadang, hamatan gerang
digunakan disini. Camat an i ni memat asi ar us ger ang ke suat u
ni ! ai yang aman. Tegangan masukan yang diutuhkan untuk memicu
seuah SCR harus !eih dari3
:I/?:-T 8 I-TR-T
Da! am per samaan i ni , :-T dan I -T ada! ah t egangan dan
ar uspemicu gerang untuk piranti. 1euntungan utama dari SCR ada!ah
penekanantomo! yang sangat pendek erdasarkan penekanan tomo! yang
regenerati%. Inimengurangi penurunan tegangan di dan mengijinkan
produksi komponen SCR, yang isa menahan arus yang sangat esar )166
ampere+.
7
1eur ukan dar i SCR ada! ah pemat i an. 'emat i an dar i SCR
hanya ada satu cara yaitu mengurangi arus yang menga!ir me!a!ui ini
disamping arus yang utama.
Se u a h t r a n s i s t o r i s a j u g a me n e k a n t o m o ! a r u s
d a ! a m c a r a y a n g s a ma . 1eunt ungan dar i t r ansi st or ada! ah
pemat i an i ni di ! akukan dengan seder hanayaitu menghenti kan arus
di ase. 1erugiannya ada!ah &aktu penekanan tomo! !eih !ama dan
se!ama penekanan tomo! da!am keadaaan tegangan yang tinggidiangun
da!am ini,dengan demikian ini tidak isa digunakan untuk
penekanantomo! untuk arus yang esar.

Di tegangan depan SCR isa reaks*o4er da!am satu dari tiga kasus erikut 3
Tegangan di da!am ini !eih esar dari :C )Co!ding :o!tage+ dan arus pu!sa yang tetap
diterima di gate.
1etika tegangan diantara anoda dan katoda kenaikan setinggi reak*
o4erdepan :2 )2reak*o4er :o!tage+. Da!am keadaan ini, hamatan a!iran
tetaperhemus da!am transistor 91, yang menyeakan huungan 92 dandengan
demikian meningkatkan huungan untuk 91 sampai keduatransistor terhuung.
Ca! ini iasanya ukan huungan yang diinginkan,dengan demikian SCR diprogram
untuk :2 yang sangat tinggi )!eih dari766 :+.
'eruahan yang sangat cepat dari tegangan dari :A1 )tegangan
diantaraanoda dan katoda+, &a!aupun jika :A1 !eih keci! dari :2. (ntuk
menghindari situasi ini kapasitor kadangka!a ditamahkan da!am parare!
keSCR yang dije!askan pada contoh erikut3
8
-amar 1.7.2. Rangkaian SCR
1.) $ara(eris(i SCR *Si"icon Con(ro""ed Rec(i+ier,
1. Seuah SCR t er di r i dar i t i ga t er mi na! yai t u anoda, kat oda, dan
gat e. SCRereda dengan dioda recti%ier iasanya. SCR diuat dari empat
uah !apisdioda. SCR anyak digunakan pada suatu sirkuit e!ekronika
karena !eihe%isien diandingkan komponen !ainnya terutama pada
pemakaian sak!ar e!ektronik.
2 . SCR i a s a n y a d i g u n a k a n u n t u k me n g o n t r o ! k h u s u s n y a
p a d a t e g a n g a n t i nggi kar ena SCR dapat di ! e&at kan t egangan
dar i 6 sampai 226 :o! t t er gant ung pada spesi % i k dan t i pe dar i
SCR t er seut . SCR t i dak akanmenghant ar at au on, meski pun
di er i kan t egangan maj u sampai padat e g a n g a n
r e a k o 4 e r n y a S C R t e r s e u t d i c a p a i ) : 2 R D + . S C R
a k a n menghant ar j i ka pada t er mi na! gat e di er i pemi cuan yang
er upa ar usdengan tegangan positip dan SCR akan tetap on i!a
arus yang menga!ir pada SCR !eih esar dari arus yang penahan )IC+.
0 . Sa t u* s a t u n y a c a r a u n t u k mem u k a ) me n g * o % % * k a n + SCR
a d a ! a h d e n g a n mengur angi ar us Tr i ger ) I T+ di a&ah ar us
penahan ) I C+ . SCR ada! aht h y r i s t o r y a n g u n i
d i r e c t i o n a ! , k a r e n a k e t i k a t er k o n d u k s i h a n y a
i s a me!e&atkan arus satu arah saja yaitu dari anoda menuju katoda.
Artinya, SCR akt i % ket i ka gat e* nya di er i po! ar i t as posi t i % dan
ant ar a anoda dankatodanya diias maju. Dan ketika sumer yang
masuk pada SCR ada!ahsumer AC, proses penyearahan akan erhenti
saat sik!us negati% terjadi.
1.- .enis/jenis SCR
Da!am prakteknya, dikena! eragai piranti pnpn yang serupa denganSCR.
2erikut ini ada!ah penje!asan dari eragai jenis SCR terseut.
9
a. 0ASCR * "i#h(/ac(i1a(ed SCR,
5ASCR atau SCR akti4asi*cahaya ditunjukkan pada gamar 1.=.1. dia&ah ini.
Tanda*tanda panah menunjukkan cahaya datang yang akanmenemus jende!a piranti dan
mengenai !apisan*!apisan pengosongan transistor.2i!a cahaya itu cukup kuat, e!ektron*
e!ektron 4a!ensi akan di!epaskan dari orit*oritnya menjadi e!ektron*e!ektron
eas. 1etika e!ktron*e!ektron ini menga!irke!uar dari ko!ektor dan memasuki
asis transistor, maka proses regenerasi akaner!angsung sampai 5ASCR menjadi
tertutup atau menyamung.Sete!ah 5ASCR ditutup o!eh suatu picu cahaya, keadaan
ini akan ertahan terus&a!aupun tidak mendapat masukan cahaya se!anjutnya. (ntuk
memerisensiti4itas maksimum terhadap cahaya, gerang SCR diiarkan teruka
sepertiditunjukkan o!eh -amar 1.=.1. ,ika dikehendaki tingkat a!ih )tingkat acuan+
yangdapat diuah*uah, maka rangkaian pengatur dapat ditamahkan
sepertidiper!ihatkan pada -amar 1.=.1. Camatan gerang akan menga!ihkanseagian
dari e!ektron e!ektron yang dihasi!kan o!eh cahaya masuk dan dengandemikian menguah
kepekaan rangkaian terhadap cahaya yang masuk.
-amar 1.=.1. Rangakaian 5ASCAR )a+ Sensiti4itas maksimum )+ Titik a!ih
yang 4ariae!
b. 2CS * #a(e/con(ro""ed s3i(ch,
Seperti yang te!ah diketahui, pemutusan arus rendah merupakan
carayang norma! untuk memuka sak!ar SCR. /amun sak!ar kenda!i gerang
)-CS+ada!ah sak!ar yang dirancang untuk diuka secara mudah dengan picuprategangan
a!ik. (ntuk -CS penutupan di!akukan dengan picu positi% danpemukaan
di!akukan dengan picu negati% )atau dengan pemutusan arusrendah+. Rangkaian
-CS dierikan pada -amar 1.=.2. Setiap picu positi% akanmenutup sak!ar terseut dan
10
setiap picu negati% akan memukanya. Seagaiakiatnya akan dipero!eh ke!uaran
ge!omang
persegi
seperti
ter!ihat
da!amgamar. 'iranti -CS digunakan da!am rangkaian*rangkaian pencacah,rangkaian*
rangkaian digita! , dan penerapan*penerapan !ain yang menyediakanpicu negati% untuk
penghentian operasi.
-amar 1.=.2 Rangkaian -C
c. SCS * si"ion/con(ro""ed s3i(ch,
Daerah*daerah pengandung tak*murnian dari suatu sak!ar kenda!isi!ikon
)SCS+ diper!ihatkan pada -amar 1.=.0. Masing*masing daerah
terseutdihuungkan dengan penya!ur !uar. 2ayangkan ah&a piranti ini terdiri dari
duaagian yang terpisah seperti ditunjukkan pada -amar 1.=.0. Dengan demikiansistem ini
ekui4a!en dengan sak!ar penahan yang menyediakan sa!uran kepadakedua asisnya.
Suatu picu prategangan maju yang dierikan kepada
sa!ah satuasis terseut akan menutup SCS. 2egitu
pu!a suatu picu prategangan a!ikpada sa!ah satu
11
asisinya akan memuka piranti sak!ar ini.5amang rangkaian SCS diper!ihatkan pada
-amar 1.=.0.-erang di a&ahdiseut gerang katode. -erang di atas diseut gerang
anode. Diandingkandengan SCR, SCS terhitung seagai piranti daya rendah.
Arus yang dihadapierukuran mi!i ampere dan ukan erukuran ampere seperti dijumpai
da!amoperasi SCR.
)a+
)+ )c+
)d+
-amar 1.=.0. SCS )a+
Susunannya. )+ susunan ekui4a!en. )c+ Rangkaian ekui4a!en. )d+ 5amang rangkaian
d. Cro3bar SCR
Sa!ah satu ap!ikasi penting dari SCR ada!ah me!indungi ean sepertiIC digita!
terhadap ke!eihan tegangan yang erasa! dari catu daya, dimanake!eihan tegangan ini
dapat menyeakan kerusakan pada piranti terseut.-amar 1.=.7. menunjukkan catu daya
CC : yang digunakan pada ean yangdiproteksi. Dia&ah kondisi norma!,CC : !eih
keci! dari tegangan reakdo&ndida Eener. Da!am kasus ini, tidak ada tegangan pada R, dan
SCR akan tetapteruka. 2ean akan menerima teganganCC : dan semuanya aik.
-amar 1.=.7. Cro&ar SCR
Apai!a tegangan catu daya naik sehingga CC : ter!a!u esar, dioda Eener
akan reakdo&n dan tegangan akan ter!ihat pada hamatan R. Apai!ategangan
ini !eih esar daripada tegangan pemicu SCR, SCR akan tersu!ut danmenjadi
grende! yang tertutup. Tindakan ini mirip dengan me!empar seuahcro&ar me!a!ui termina!
12
ean. 1arena SCR akan hidup sangat cepat )1m untuk 2/7771+, ean akan secara
cepat di!indungi dari e%ek yang merusakkankarena ke!eihan tegangan. 1e!eihan
tegangan yang menyu!ut SCR ada!ah 3
:CC ? :F 8 :-T
Cro&ar, me!a!ui entuk proteksi yang drastis, merupakan ha! yang per!u untuk
anyak IC digita! yang tidak dapat menahan ke!eihan tegangan yang cukup
esar. Daripada merusakkan IC yang maha!, kita dapat menggunakan SCR cro&ar
untuk mempersingkat termina! ean pada saat pertama ka!i ada tanda ke!eihan tegangan.
Dengan SCR cro&ar, seuah sekering atau pematas arus diutuhkan
untuk mencegah kerusakan pada catu daya. Cro&ar pada -amar 1.=.7.
merupakan seuah prototipe, seuah rangkaian dasar yang dapat dimodi%ikasi dan
dikemangkan.
'rototipe ini tepatagi anyak ap!ikasi Akan tetapi tidak memi!iki soft turn-
on karena sudut padaEener erentuk me!engkung dan tidak ersudut tajam.
1etika kita me!akukanperhitungan to!eransi tegangan Eener ,soft turn-on terseut
dapat mengakiatkan tegangan daya menjadi sangat erahaya see!um SCRterakar.
Sa!ah satu cara untuk mengatasi so%t turn*on ada!ah dengan menamahkan
sedikit pero!ehan tegangan seperti -amar 1.=.<. (mumnya,transistor da!am keadaan
mati. /amun ketika tegangan ke!uaran meningkat,transistor akhirnya menya!a dan
menghasi!kan tegangan tegangan tinggi di!uar R7. 1arena transistor menyediakan
pero!ehan tegangan s&amped kira*kira R7AR0, sedikit ke!eihan tegangan dapat
menggerakkan SCR.
13
-amar 1.=.<. 'enamahan pero!ehan transistor ke cro&ar
Dioda yang digunakan akan mengkompensasikan temperature dioda emitter
dasar transistor. 'enyesuaian pe!atuk ini menyeakan kita mengatur trippoint
dari rangkaian terseut, yang secara tipika! erada 16 sampai 1< persen diatas
tegangan norma!.
Cro&ar dapat ditamah dengan amp!i%ier IC seperti -amar 1.=.=.1otak
segitiga merupakan seuah IC penguat yang diseut dengan pemanding) comparator +.
'enguat ini memi!iki masukan nonpema!ik)8+ dan in4erting )*+.Saat masukan
nonpema!ik !eih esar dari masukan pema!ik , maka ke!uaranakan positi%.
1etika masukan pema!ik !eih esar daripada masukannonpema!ik,
maka ke!uarannya akan menjadi negati%.'enguat memi!iki pero!ehan tegangan yang
cukup esar, iasanya166.666 ka!i atau !eih. 1arena pero!ehan tegangan yang esar ini,
rangkaiandapat mendeteksi ke!eihan tegangan yang pa!ing keci!. Dioda
Eenermenghasi!kan tegangan 16 :, yang dierikan ke masukan minus dari penguat.
1etika tegangan catu 26 : )ke!uaran norma!+, pena!a pemicu diset
untukmenghasi!kan tegangan sedikit !eih keci! daripada 16 : pada masukan
positi%.1arena masukan negati% !eih esar daripada masukan positi%, ke!uaran
penguatakan negati4e dan SCR teruka.Apai!a tegangan catu di atas 26 :,
masukan positi% pada penguat menjadi !eihesar daripada 16 :. 1emudian,
ke!uaran penguat menjadi positi% dan SCRtersu!ut. Ca! ini secara cepat akan
memutus catu dengan cro&ar termina! ean.
14
-amar 1.=.=. 'enamahan amp!i%ier IC ke cro&ar
1.7. $eun(un#an dan $eru#ian SCR
$eun(un#an SCR %
'enekanan tomo! yang sangat pendek erdasarkan penekanan tomo!yang
regenerati%. Ini mengurangi penurunan tegangan di da!am ini danmengijinkan
produksi komponen SCR, yang isa menahan arus yangsangat esar )166
ampere+
Seuah transistor isa juga menekan tomo! arus da!am cara yang
sama.1euntungan dari transistor ada!ah pematian ini di!akukan dengansederhana
yaitu menghentikan arus di ase.

$eburuan SCR %
1eurukan dari SCR ada!ah pematian ini. 'ematian dari SCR hanya
adasatu cara yaitu mengurangi arus yang menga!ir me!a!ui ini disamping arusyang
utama.
1erugiannya ada!ah &aktu penekanan tomo! !eih !ama dan se!amapenekanan
tomo! da!am keadaaan tegangan yang tinggi diangun da!amini, dengan
demikian ini tidak isa digunakan untuk penekanan tomo!untuk arus yang
esar.
2. DIAC
Di a c me r u p a k a n k o mp o n e n y a n g p a ! i n g s e d e r h a n a
d a r i k e ! u a r g a thyristor, semi konduktor yang terdiri dari tiga !apisan seperti
pada transistor pnp. DI AC di uat dengan st r ukt ur '/' mi r i p seper t i
t r ansi st or . 5api san / pada t r a n s i s t o r d i u a t s a n g a t t i p i s
s e h i n g g a e ! e k t r o n d e n g a n mu d a h d a p a t menyeerang
menemus !apisan ini. Sedangkan pada DIAC, !apisan / di uatcukup
tea! sehingga e!ektron cukup sukar untuk menemusnya. Struktur
DIACy a n g d e mi k i a n d a p a t j u g a d i p a n d a n g s e a g a i d u a u a h
d i o d a '/ d a n /', sehingga da!am eerapa !iteratur DIAC digo!ongkan
seagai dioda.
15
-amar 2.1. Simu! DIAC
Sukar di ! e&at i o! eh ar us dua ar ah, DI AC memang
di maksudkan unt uk t uj uan i ni . Canya dengan t egangan
r eakdo&n t er t ent u ar u! ah DI AC dapat menghant ar kan ar us.
Ar us yang di hant ar kan t ent u saj a i sa o! ak* a! i k dar i anoda
menuju katoda dan sea!iknya. 1ur4a karakteristik DIAC sama
sepertiTRIAC, tetapi yang hanya per!u diketahui ada!ah erapa
tegangan reakdo&n*nya. DIAC umumnya dipakai seagai pemicu
TRIAC agar ./ pada teganganinput tertentu yang re!ati% tinggi.
Cuungan hanya di!akukan dengan tiga !apisan !uarnya saja,
sehinggadengan demi ki an di ac hanya mempunyai dua macam
t er mi na! , komponen i ni dapat ekerja pada tegangan AC maupun DC, dan
dapat konduksi dari dua arah,seperti thyristor !ainnya diac mempunyai si%at
seperti taung tiratron.
Di a c a n y a k d i g u n a k a n d a ! a m r a n g k a i a n r a n g k a i a n
p e n g e n d a ! i , penyak!aran, dan pemicu. Diac digunakan tersndiri atau
digaungkan dengantriac, transistor atau SCR. Rangkaian ekui4a!en dari diac
ada!ah dua uah diode empat !apis yangdipasang secara para!e! seperti ter!ihat
pada -amar 2.2)a+. Di!ihat secara idea!ini sama dengan sistem sak!ar
penahan da!am -amar 2.2)+. Diac tidak akan menghant ar sampai
t egangan yang me! a! ui nya me! ei hi t egangan reako4er da!am sa!ah
satu arahnya. 5amang dari Diac ter!ihat pada -amar 2.2)d+.
16
-amar 2.2 Diac )a+ Rangkaian ekui4a!en. )+ Sistem sak!ar*penahan ekui4a!en.
)c+Sak!ar penahan kiri tertutup. )d+ 5amang rangkaian
&.1. $ara(eris(i DIAC
-amar 2.1.1. karakteristik DIAC
1etika tegangan dari diac ergerak dari tegangan :2, diac reak*o4er
danerperan seagai diode penghuung. 'eranan ini sama pada kedua arah.
Menamahkan diac pada gerang triac meningkatkan sustansi tegangan penghidupan
dari triac dan dengan demikian didapatkan tenaga yang !eih da!am pengontro!an da!am
tegangan tinggi. Dimer yang digunakan seagai erikut3
17
-amar 2.1.2. rangkaian DIAC
Seagai contoh apai!a tegangan 4 mempunyai po!aritas, maka dioda
yang er ada di see! ah ki r i akan menghant ar i ! a har ga 4 mu!ai
me!ampaui tegangan reako4er Di ac. Da! am ha! i ni sak! ar penahan
ki r i t er t ut up. Saat 4 memi ! i ki po! ar i t as yang er ! a&anan, maka
sak! ar * penahan kanan yang akanmenutup i!a 4 mu!ai me!ampaui
tegangan reako4er . Saat penghantaran arus pada Diac sudah mu!ai
er!angsung, satu*satunya cara untuk memukanya kema!i ada!ah
dengan cara pemutusan arus rendah. Ini erarti mengurangi arus
sampai di a&ah atas arus*penahan dari piranti yang ersangkutan.
'ada komponen diac, konsentrasi pengotorannya ti dak seperti
padap e n g o t o r a n t r a n s i s t o r t e t a p i me mp u n y a i j u m! a h y a n g
s a ma p a d a k e d u a pertemuannya sehingga memungkinkan
terj adinya operasi yang si metri s. ,adi tidak ada yang dapat diseut anoda
atau katoda secara ek!usi%. 1arena !apisan pdan n da! am komponen
t er seut di s usun secar a ser i maka di ac t i dak akankonduksi
da! am ar ah maj u t et api se! a! u mempunyai per i ! aku seper t i
di i odaandangan yang dieri pra tegangan tera! ik. Ca! ini terjadi
tanpa memandang arah tegangan yang dierikan.
'ada saat suatu tegangan di eri kan ke komponen, suatu arus
ocor yang sangat keci ! akan menga! ir. 1eadaan ini diseut keadaan
Go%%Hdari di ac.'ada titik i ni terjadi j eo! an andangan dan tia*ti a
akan menga! ir arus yang e s a r . I n i me r u p a k a n k e a d a a n G o n H
d i a c . S e k a ! i d i a c d i j a d i k a n o n d e n g a n m e n g g u n a k a n
t e g a n g a n p o s t i % a t a u n e g a t i % , k o m p o n e n i n i a k a n
t e r u s menghantarkan arus sampai tegangannya di hi !angkan atau
18
dikurangi menj adi no!. Di si ni , arus ocor yang keci! ) I 2.
8
untuk
tegangan posi ti % atau I 26
*
untuktegangan negati %+. Menga! i r sampai
tegangan yang di eri kan mencpai tegangan reako4er .
'ada saat tegangan reako4er di capai , arus akan meningkat
dengan taj am dari I
8
atau I. I%ek resistansi negati% akan muncu! seperti
ter! ihat padakur4a !engkung ke arah e!akang. Akiatnya arus menaik jika
teganganya sedikit diturunkan. 'enggunaannya yang ut ama ada! ah
unt uk memer i denyut pi cu ket r i ac. Tet api t ent u saj a denyut
pemi cu dan si % at konduksi dua ar ahnya dapat digunakan pada
eragai tujuan se!ain pengoperasian triac.
Sa! ah sat u penggunaan di ac yang pa! i ng seder hana
ada! ah seagai penyak!ar otomatis. Seuah diac akan memerikan resistansi
yang sangat tinggiai k da!am AC maupun DC sampai tegangan yang
dierikan mencapai ni! ai :2. kri ti s. Apai !a ni! ai ini sudah tercapai atau
di! ampaui maka diac akan konduksi. Dengan demikian komponen dua
termina! yang sederhana ini dapat disake!arkan dengan tegangan kenda!i
yang menaik dan tetap terkonduksi sampai teganganterseut diturunkan
ke no!.
3. TRIAC
TRIAC mempunyai kontruksi sama dengan DIAC, hanya saja padaTRIAC
terdapat termina! pengontro! )termina! gate +. Sedangkan untuk termina! !ainnya
dinamakan main termina! 1 dan main termina! 2 )disingkat mt1 dan mt2+. Seperti ha!nya
pada DIAC, maka TRIAC pun dapat menga!iri arus o!ak*a!ik,tidak seperti SCR
yang hanya menga!irkan arus searah )dari termina!anodake termina!katoda+.
5amang TRIAC di da!am skema e!ektronika, memi!iki tiga kaki, duadiantaranya
termina! MT1 )T1+ dan MT2 )T2+ dan !ainnya termina! -ate )-+
19
-amar 0.1. simu! TRIAC -amar 0.2. Stuktur TRIAC
Triac setara dengan dua SCR yang dihuungkan para!e!. Artinya TRIACdapat
menjadi sak!ar keduanya secara !angsung. TRIAC digo!ongkan menurutkemampuan
pengontakan. TRIAC tidak mempunyai kemampuan kuasa yangsangat tinggi untuk
jenis SCR.
4.1. Cara erja TRIAC
See!um menghidupkan Triac, seuah arus yang sangat keci! menga!irpada ean
dan semua sumer tegangan turun ke RC %i!ter doe!. Tegangan inidiagi dan
ergerak di %ase :C.
1etika :- me!e&ati penghidupan tegangan, TRIAC hidup dan terhuung
sampai ke input tegangan setengah !ingkaran dan erhenti. 1etika input tegangan turun
menjadi 6:, TRIAC mati dan prosedur penghidupannya eru!ang di tegangan yang tera!ik.
20
-amar 0.1.1. Rangkaian TRIAC
4.&. $ara(eris(i Triac
T RI AC t e r s u s u n d a r i ! i ma u a h ! a p i s s e mi k o n d u k t o r
y a n g a n y a k digunakan pada pensak!aran e!ektronik. TRIAC iasa
juga diseut thyristor idirectiona!. TRIAC merupakan dua uah SCR
yang dihuungkan secara para!e! erkea!ikan dengan termina! gate
ersama.
2 e r e d a d e n g a n S C R y a n g h a n y a me ! e &a t k a n
t e g a n g a n d e n g a n po!aritas positi% saja, tetapi TRIAC dapat dipicu dengan
tegangan po!aritas positi% dan negati %, serta dapat dihidupkan dengan
menggunakan tegangan o!ak*a!ikp a d a - a t e .
T R I A C a n y a k d i g u n a k a n p a d a r a n g k a i a n
p e n g e d a ! i d a n pensak!aran.T RI AC h a n y a a k a n a k t i % k et i k a
p o ! a r i t a s p a d a An o d a ! e i h p o s i t i % d i a n d i n g k a n 1a t o d a n y a
d a n g a t e * n y a d i e r i p o ! a r i t a s p o s i t i % , e g i t u j u g a sea!i knya.
Sete!ah terkonduksi, seuah TRIAC akan tetap ekerj a se!ama arus
yang menga! i r pada TRI AC ) I T+ ! ei h esar dar i ar us penahan
) I C+ &a! aupunarus gate dihi!angkan.
Satu*satunya cara untuk memuka )meng*o%%*kan+ TRIACada!ah dengan
mengurangi arus IT di a&ah arus IC.'eredaan antara SCR dan TRIAC
dapat di!ihat juga pada Rangkaiannyayai t u pada r angkai an TRI AC
t i dak t er dapat di oda ha! i ni di seakan kar enaTRIAC dapat ekerja
atau dipicu dengan tegangan positi% dan negati%.Se t e ! a h r a n g k a i a n
s e ! e s a i d i r a n g k a i , k e mu d i a n s u m e r t e g a n g a n d i erikan pada
rangkaian terseut dimana kondisi TRIAC pada saat itu e!um akti%,ha! ini
diseakan TRIAC e!um terpicu.
21
Apai ! a sumer t egangan sudah di er i kan, maka unt uk
mengakt i % kanTRI AC di ! akukan pemi cuan dengan mengat ur
Resi st or :ar i ae! ) :R+ sampai !ampu menya!a atau arus yang
menga!ir pada TRIAC )IT+ !eih esar dari aruspenahan )IC+.(nt uk
pemi cuan TRI AC dengan t egangan posi t i % , po! ar i t as anoda
har us! e i h p o s i t i % d i a n d i n g k a n k a t o d a n y a s e d a n g k a n u n t u k
p e mi c u a n d e n g a n tegangan negati4e maka po!aritas katodanya harus
!eih positi% diandingkananodanya.
Apai!a TRIAC sudah akti% maka kita dapat mengetahui esarnya
arus-ate )I-+, arus penahan )IC+ dengan me!ihat pada Ampermeter dan
juga dapatmenget ahui esar nya t egangan -at e ) :-T+ , t egangan
Anoda 1at oda ) :A1+ pada :o!tmeter Se!ain mengetahui esarnya arus dan
tegangan me!a!ui Ampermeter dan:o!tmeter, untuk mengetahui
karakteristik dari arus yang menga!ir pada TRIACdengan osi!oskop.
4.4. .enis/ jenis TRIAC
Ada dua jenis TRIAC3
5o&*Current 5o&*Current TRIACdapat mengontak hinggakuat arus1amperedan
mempunyai maksima! tegangan sampai eerapa ratus 4o!t.
Medium*Current Medium*Current TRIACSdapat mengontak sampai kuat
arus 76 ampere danmempunyai maksima! tegangan hingga 1.666 4o!t.
III. Da%tar a!at
1. Modu! Dasar I!ektronika =. Disket A %!ashdisk
2. .so!oskop >. Mi!imeter!ok
0. Mu!timeter @. 'enggaris A mistar
7. Steker T J. 'u!pen A pensi!
<. Data Sheet SCR, TRIAC, DIAC
IV. Cara erja
PER5ATIAN %
22
1. 'ercoaan A dan 2 menggunakan tegangan tinggi !angsung dari ja!a*ja!a.
'raktikan harus enar*enar memperhatikan kese!amatan dirinya dan rekan
kerjanya.
2. gunakan proe 1316 untuk me!akukan pengamatan dengan osi!oskop.
Cuungkan osi!oskop dengan ja!a*ja!a tanpa menggunakan ground dengan
cara meggunakan steker T. dengan demikian agian !ogam dari osi!oskop
tidak o!eh disentuh se!ama daya untuk modu! ihidupkan karena terdapat
tegangan tinggi. 'engaturan osi!oskop di!akukan see!um me!akukan
pengamatan.
0. See!um me!akukan pengamatan, konsu!tasikan du!u ha!*ha! yang e!um je!as
kepada asisten.
A. Si"icon Con(ro""ed Rec(i+ier *SCR,
1. 2uat!ah rangkaian seperti pada gamar 7.0 sak!ar daya da!am keadaan
.DD )!ampu indikator mati+. Cuungkanrangkaian ke ja!a*ja!a !istrik.
2a!bar '.4 Percobaan den#an SCR
2. Atur osi!oskop pada 16 :o!tADi4, < mSADi4, kop!ing DC dan Trigger pada
posisi Interna!. -unakan hanya sa!ah satu kana! saja. Amati entuk
ge!omang pada ean. 1emudian amati pu!a Anoda*1atoda SCR.
'erhatikan 3 -unakan 'roe 1316. Se!ama memindah*mindahkan proe
dari suatu titik pengamatan ke titik pengamatan yang !ain, matikan sak!ar
daya pada modu!.
0. Atur !agi osi!oskop pada 6.< :o!tADi4 )pengaturan !ainnya tetap+. Amati
entuk ge!omang pada kapasitor dan -ate*1atode SCR.
23
7. pengamatan !angkah 2 dan 0 di!akukan untuk dua macam %iring de!ay
ang!e yang ereda dengan menguah potensio <661. (kur esarnya
hamatan potensio untuk tiap pengamatan.
<. 2uat!ah rangkaian seperti gamar 7.7 5akukan pengamatan seperti
see!umnya
2a!bar '.' Percobaan SCR 2e"o!ban# 6u"" 7a1e
B. TRIAC dan DIAC
24
2a!bar '.) Percobaan den#an TRIAC
1. 2uat!ah rangkaian seperti pada gamar 7.< !akukan pengamatan entuk
ge!omang pada ean )16 :ADi4+, A1 K A2 )16 :ADi4+, kapasitor )2 :ADi4+
dan pada - K A1 )6.6< :ADi4+. 'engamatan di!akukan untuk dua sudut
yang ereda. Apakah simetris sudut su!ut e!ahan positi% dan e!ahan
negati4e L
2. (!angi percoan diatas dengan menggantikan resistor 11 dengan DIAC
)gamar 7.=+. 2agaimanakah peredaan dengan see!umnya L
2a!bar '.- Percobaan den#an TRIAC DIAC
V. Tu#as Pendahu"uan
1. Tamahkan dasar teori minima! 26 ha!aman dari sumer yang ereda
!engkap dengan da%tar pustakaM
2. Cari gamar rangkaian !ain yg menggunakan DIAC dan TRIAC.je!askan
cara kerja dan kegunaannyaM
VI. Per(an8aan
1. ,e!askan apa yang dimaksud dengan SCR, TRIAC, dan DIACM
2. ,e!askan peredaan * peredaan SCR, TRIAC, dan DIACM
25
0. 2erikan penje!asan tentang %ungsi dan karakteristik dari SCR, TRIAC,
dan DIACM
7. Terangkan cara kerja osi!ator re!aksasi dengan SCR.
<. Apakah keuntungan*keuntungan penggunaan SCR dan TRIAC pada
pengaturan daya L
=. 2uat!ah contoh ap!ikasi K ap!ikasi yang menggunakan SCR, TRIAC, dan
DIACM
>. Menurut data dan ana!isa yang anda uat, apakah yang akan terjadi jika
hamatan pada masing K masing rangkaian diatas dikurangi, je!askan dengan
ana!isa matematisM
@. Mengapa pada rangkaian R diganti dengan diac nya!a !ampu pada saat
potensio diputar isa !eih terang dan !eih redup, je!askan dengan ana!isa
matematisM
J. 2agaimanakah huungan antara konstanta &aktu jaringan RC pada
-ate dan esarnya sudut tunda penya!aan L
10. 2erikan kesimpu!an anda pada masing K masing percoaan diatasM
26