Anda di halaman 1dari 10

.TIMAH.

05.37 GHANIE RIPANDI UTOMO 4 COMMENTS



Timah (Sn)
Timah adalah sebuah unsur kimia yang memiliki simbol Sn dan nomor atom 50. Timah
dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin. Kata Tin diambil dari nama Dewa bangsa Etruscan
Tinia. Nama latin dari timah adalah Stannum dimana kata ini berhubungan dengan kata
stagnum yang dalam bahasa inggris bersinonim dengan kata dripping yang artinya menjadi
cair/ basah, penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair.
Timah biasa terbentuk oleh 9 isotop yang stabil. Ada 18 isotop lainnya yang
diketahui.Timah merupakan logam berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang rendah,
dapat ditempa ("malleable"), mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi,
relatif lunak, tahan karat dan memiliki titik leleh yang rendah dan memilki struktur kristal yang
tinggi. Jika struktur ini dipatahkan, terdengar suara yang sering disebut (tangisan timah) ketika
sebatang unsur ini dibengkokkan.
Bentuk timah :

Unsur ini memiliki 2 bentuk alotropik pada tekanan normal. Jika dipanaskan, timah
abu-abu (timah alfa) dengan struktur kubus berubah pada 13.2 derajat Celcius menjadi timah
putih (timah beta) yang memiliki struktur tetragonal. Ketika timah didinginkan sampai suhu
13,2 derajat Celcius, ia pelan-pelan berubah dari putih menjadi abu-abu. Perubahan ini
disebabkan oleh ketidakmurnian (impurities) seperti aluminium dan seng, dan dapat dicegah
dengan menambahkan antimoni atau bismut. Timah abu-abu memiliki sedikit kegunaan. Timah
dapat dipoles sangat licin dan digunakan untuk menyelimuti logam lain untuk mencegah korosi
dan aksi kimia. Lapisan tipis timah pada baja digunakan untuk membuat makanan tahan lama.
Campuran logam timah sangat penting. Solder lunak, perunggu, logam babbit, logam
bel, logam putih, campuran logam bentukan dan perunggu fosfor adalah beberapa campuran
logam yang mengandung timah.
Timah dapat menahan air laut yang telah didistilasi dan air keran, tetapi mudah
terserang oleh asam yang kuat, alkali dan garam asam. Oksigen dalam suatu solusi dapat
mempercepat aksi serangan kimia-kimia tersebut. Jika dipanaskan dalam udara, timah
membentuk Sn2, sedikit asam, dan membentuk stannate salts dengan oksida. Garam yang
paling penting adalah klorida, yang digunakan sebagai agen reduksi. Garam timah yang
disemprotkan pada gelas digunakan untuk membuat lapisan konduktor listrik. Aplikasi ini telah
dipakai untuk kaca mobil yang tahan beku. Kebanyakan kaca jendela sekarang ini dibuat
dengan mengapungkan gelas cair di dalam timah cair untuk membentuk permukaan datar
(proses Pilkington).
Baru-baru ini, campuran logam kristal timah-niobium menjadi superkonduktor pada
suhu sangat rendah, menjadikannya sebagai bahan konstruksi magnet superkonduktif yang
menjanjikan. Magnet tersebut, yang terbuat oleh kawat timah-niobium memiliki berat hanya
beberapa kilogram tetapi dengan baterai yang kecil dapat memproduksi medan magnet hampir
sama dengan kekuatan 100 ton elektromagnet yang dijalankan dengan sumber listrik yang
besar.

Sumber Timah (Sn) di Bumi
Mineral yang terkandung di dalam bijih timah pada umumnya mineral utama, yaitu
cassiterite. Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya dibumi akan tetapi diperoleh dari
senyawaannya. Timah pada saat ini diperoleh dari mineral cassiterite atau tinstone. Cassiterite
merupakan mineral oksida dari timah SnO2, dengan kandungan timah berkisar 78%. Contoh
lain sumber biji timah yang lain dan kurang mendapat perhatian daripada cassiterite adalah
kompleks mineral sulfide yaitu stanite (Cu2FeSnS4) merupakan mineral kompleks antara
tembaga-besi-timah-belerang dan cylindrite (PbSn4FeSb2S14) merupakan mineral kompleks
dari timbale-timah-besi-antimon-belerang dua contoh mineral ini biasanya ditemukan
bergandengan dengan mineral logam yang lain seperti perak.
Timah merupakan unsur ke-49 yang paling banyak terdapat di kerak bumi dimana timah memiliki
kandungan 2 ppm jika dibandingkan dengan seng 75 ppm, tembaga 50 ppm, dan 14 ppm untuk timbal. Cassiterite
banyak ditemukan dalam deposit alluvial/alluvium yaitu tanah atau sediment yang tidak berkonsolidasi membentuk
bongkahan batu dimana dapat dapat mengendap di dasar laut, sungai, atau danau. Alluvium terdiri dari berbagai
macam mineral seperti pasir, tanah liat, dan batu-batuan kecil. Hampir 80% produksi timah diperoleh dari
alluvial/alluvium atau istilahnya deposit sekunder. Diperkirakan untuk mendapatkan 1 Kg Cassiterite maka sekitar
7 samapi 8 ton biji timah/alluvial harus ditambang disebabkan konsentrasi cassiterite sangat rendah.
Dibumi timah tersebar tidak merata akan tetapi terdapat dalam satu daerah geografi dimana sumber
penting terdapat di Asia tenggara termasuk china, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Hasil yang tidak
sebegitu banyak diperoleh dari Peru, Afrika Selatan, UK, dan Zimbabwe.

Cassiterite
Cassiterite adalah mineral timah oksida dengan rumus SnO2. Berbentuk kristal
dengan banyak permukaan mengkilap sehingga tampak seperti batu perhiasan. Kristal tipis Cassiterite
tampak translusen. Cassiterite adalah sumber mineral untuk menghasilkan logam timah yang utama dan
biasanya terdapat dialam di alluvial atau aluvium.

Stannite

Stannite adalah mineral sulfida dari tembaga, besi dan timah. Rumus kimianya adalah Cu2FeSnS4 dan
merupakan salah satu mineral yang dipakai untuk memproduksi timah. Stannite mengandung sekitar 28%
timah, 13% besi, 30% tembaga, dan 30% belerang. Stannite berwarna biru hingga abu-abu.


Cylindrite
Cylindrite merupakan mineral sulfonat yang mengandung timah, timbal, antimon, dan besi. Rumus mineral
ini adalah Pb2Sn4FeSb2S14. Cylindrite membentuk kristal pinakoidal triklinik dimana biasanya berbentuk
silinder atau tube dimana bentuk nyatanya adalah gulungan dari lembaran kristal ini. Warna cylindrite
adalah abu-abu metalik dengan spesifik gravity 5,4. Pertama kali ditemukan di Bolivia pada tahun 1893.


Sifat Timah (Sn)

Sifat Umum Timah (Sn)
Timah merupakan logam perak keputih-putihan,
ductile dan memilki struktur kristal yang tinggi,
Dalam keadaan normal (13 160 C), logam ini bersifat mengkilap dan mudah dibentuk.
Timah juga tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat.
Ditemukan dalam banyak alloy, dan digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah
karat.

Sifat Fisik Timah (Sn)
Keadaan benda : Padat
Titik lebur : 505.08 K (449.47 F)
Titik didih : 2875 K (4716 F)
Densitas : 7,365 g/cm3 (Sn putih) 5,769 g/cm3 (Sn abu-abu)
Volume molar : 16.29 10-6 m3/mol
Kalor penguapan : 295.8 kJ/mol
Kalor peleburan : 7.029 kJ/mol
Kalor jenis : 27,112 J/molK
Panas fusi : 7,03 kJ/mol
Tekanan uap : 5.78 E-21 Pa at 505 K
Kecepatan suara : 2500 m/s pada 293.15 K

Sifat Mekanik Timah (Sn)
Kekuatan tariknya rendah, sekitar 2000 psi
Modulus Youngnya adalah 5,9-7,8 x 10^6 psi
Kekuatan Mohs 1,8 atau Brinell 5,0 (1000 kg, 10 mm)

Sifat Kimia Timah (Sn)
Bobot atom : 118.710 sma
berat jenis : 7,3 g/cm3
Jari-jari atom : 145 (145) pm
Jari-jari kovalen : 141 pm
Jari-jari van der Waals : 217 pm
Konfigurasi elektron : [Kr]4d10 5s2 5p2
Elektron per tingkat energi : 2, 8, 18, 18, 4
Bilangan oksidasi : 4,2, -4
Nomor atom : 50
Nomor massa : 118,71
Elektronegatifitas : 1,96 (skala pauli)
Energi ionisasi 1 : 708,6 kJ/mol
Energi ionisasi 2 : 1411,8 kJ/mol
Energi ionisasi 3 : 2943,0 kJ/mol
Jari-jari atom : 140 pm
Jari-jari ikatan kovalen: 139 pm
Jari-jari van der waals : 217 pm
Struktur kristal : tetragonal (Sn putih) kubik diamond (Sn abu-abu)
Konduktifitas termal : 66,8 W/mK
Timah merupakan logam lunah, fleksibel, dan warnanya abu-abu metalik. Timah tidak mudah
dioksidasi dan tahan terhadap korosi disebabkan terbentuknya lapisan oksida timah yang
menghambat proses oksidasi lebih jauh. Timah tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut,
akan tetapi dapat diserang oleh asam kuat, basa, dan garam asam. Proses oksidasi dipercepat
dengan meningkatnya kandungan oksigen dalam larutan.
Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2.
Timah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta. Timah alfa biasa disebut timah abu-abu
dan stabil dibawah suhu 13,2 C dengan struktur ikatan kovalen seperti diamond. Sedangkan
timah beta berwarna putih dan bersifat logam, stabil pada suhu tinggi, dan bersifat sebagai
konduktor.
Timah larut dalam HCl, HNO3, H2SO4, dan beberapa pelarut organic seperti asam asetat asam
oksalat dan asam sitrat. Timah juga larut dalam basa kuat seperti NaOH dan KOH.
Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4. Timah(II) cenderung memiliki sifat
logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat panas.
Timah bereaksi dengan klorin secara langsung membentuk Sn(IV) klorida.
Hidrida timah yang stabil hanya SnH4.

Senyawaan Timah (Sn)
Senyawaan timah yang penting adalah organotin, SnO2, Stanat, timah klorida, timah
hidrida, dan timah sulfide.

Senyawaan Organotin :
Seperti yang telah dijelaskan diatas senyawa organotin adalah senyawa yang dibangun
dari timah dan substituen hidrokarbon sehingga terdapat ikatan C-Sn. Contoh beberapa
senyawa organotin ini adalah:
Tetrabutiltimah, dipakai sebagai material dasar untuk sintesis senyawaan di- dan
tributil.
Dialkil atau monoalkil-timah, dipakai sebagai stabilisator panas dalam pembuatan
PVC.
Tributil-Timah oksida, dipakai untuk pengawetan kayu.
Trifenil-Timah asetat, merupakan kristal putih yang dipakai untuk insektisida dan
fungisida.
Trifenil-timah klorida dipakai sebagai biosida
Trimetil-timah klorida, dipakai sebagai biosida dan sintesis senyawa organic.
Trifenil-timah hidroksida, untuk fungisida dan engontrol serangga.
dll
Senyawa organotin dibuat dari reagen Grignard dengan timahtetraklorida. Metode yang
lain adalah dengan menggunakan reaksi Wurtz seperti senyawaan alkil natrium dengan tmah
halide ataupun dengan menggunakan reaksi pertukaran antara timah halide dengan senyawaan
organo-aluminium.

Timah Oksida :
Merupakan senyawa anorganik dengan rumus kimia SnO2. Oksida timah ini merupakan
oksida timah yang paling penting dalam pebuatan logam timah. SnO2 memiliki struktur kristal
rutile dimana setiap 1 atom Sn berkoordinasi dengan 6 atom oksigen. SnO2 tidak larut dalam
air akan tetapi larut dalam asam dan basa kuat. SnO2 larut dalam asam halide membentuk
heksahalostanat seperti:
SnO2 + 6HI -> H2SnI6 + 2H2O
Atau jika dilarutkan dalam asam maka:
SnO2 + 6H2SO4 -> Sn(SO4)2 + 2H2O
SnO2 larut dalam basa membentuk stanat dengan rumus umum Na2SnO3. SnO2
digunakan bersama dengan vanadium oksida sebagai katalis untuk oksidasi senyawa aromatic,
dipakai sebagai pelapis, ataupun sebagai bahan pembuatan organotin.

Timah(II) Klorida :
SnCl2 berupa padatan kristal berwarna putih, dapat membentuk dihidrat yang stabil.
SnCl2 dipakai sebagai reduktor dalam larutan asam, dan juga dalam cairan electroplating. SnCl2
dibuat dengan cara reaksi gas HCl kering dengan logam Sn.
Sn + 2HCl -> SnCl2 + H2
SnCl2 memiliki satu pasangan electron bebas. Dalam bentuk fasa gas maka molekul
SnCl2 berbentuk bengkok, sedangkan pada bentuk padatan SnCl2 membentuk rantai yang
saling terhubung dengan jembatan klorida. Selain dipakai sebagai reduktor SnCl2 juga dipakai
sebagai katalis, reagen analisis untuk raksa, dan juga dipakai sebagai aditif makanan untuk
mempertahankan warna dan sebagai antioksidan.

Timah(IV) Klorida :
Disebut juga stani klorida atau timah tetraklorida merupakan senyawaan kimia dengan
rumus SnCl4. Pada suhu kamar SnCl4 ini merupakan cairan yang tidak berwarna dan akan
membentuk kabut jika terjadi kontak dengan udara. SnCl4 dipergunakan sebagai senjata kimia
dalam perang dunia ke-1, dipakai untuk memperkuat gelas, dan sebagai bahan dasar pembuatan
organotin.

Timah Sulfida :
Senyawaan timah dengan belerang terdapat sebagai SnS yaitu timah(II)sulfide dan ada
dialam sebagai mineral herzenbergite. Pebuatan SnS adalah dibuat dengan mereaksikan
belerang, SnCl2 dan H2S.
Sn + S -> SnS
SnCl2 + H2S -> SnS + 2HCl

Sedangkan timah(IV) sulfide memiliki rumus SnS2 dan terdapat dialam sebagai
mineral berndtite. Senyawa ini mengendap sebagai padatan berwarna coklat dengan
penambahan H2S pada larutan senyawa timah(IV) dan banyak dipakai sebagai ornament
dekoratif karena warnanya mirip emas.

Timah Hidrida :
Hidrida dari timah disebut sebagai stannan dan rumus formulanya adalah SnH4. Hidrida
timah ini dapat dibuat dengan cara mereaksikan antara SnCl4 dengan LiAlH4. Stannan
terdekomposisi secara lambat menghasilkan loga timah dan gas hydrogen. Hidrida timah ini
sangat analog dengan gas metana CH4.

Stanat :
Dalam ilmu kimia stanat berkoporasi dengan senyawaan:
Ortostanat yang memiliki rumus kimia SnO4
4-
contoh senyawaannya adalah K4SnO4
atau Mg2SnO4.
Metastanat yaitu MSnO3 atau M2SnO3 yaitu campuran oksida atau polimerik anoin.
Perlu dicatat bahwa asam stanit yang merupakan precursor stanat sebenarnya tidak
terdapat dialam dan ini sebenarnya merupakan hidrat dari SnO2. Istilah stanat juga dipakai
untuk sufiks penamaan senyawa misalnya SnCl6
2-
hesaklorostanat.

Cara Memperoleh Timah (Sn)
Timah diperoleh terutama dari mineral cassiterite yang terbentuk sebagai oksida. Timah
terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah sentuhan batuan endapan
metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin dan urat kuarsa timah, serta sebagai
endapan sekunder, yang di dalamnya terdiri dari endapan alluvium, elluvial, dan koluvium.

Cara Memproduksi Timah (Sn)
Berbagai macam metode dipakai untuk membuat timah dari biji timah tergantung dari jenis biji dan
kandungan impuritas dari biji timah. Bijih timah yang biasa digunakan untuk produksi adalah dengan kandungan
0,8-1% (persen berat) timah atau sedikitnya 0,015% untuk biji timah berupa bongkahan-bongkahan kecil. Biji timah
dihancurkan dan kemudian dipisahkan dari material-material yang tidak diperlukan, adakalanya biji yang telah
dihancurkan dilewatkan dalam floating tank dan titambahkan zat kimia tertentu sehingga biji timahnya bisa
terapung sehingga bisa dipisahkan dengan mudah.
Biji timah kemudian dikeringkan dan dilewatkan dalam alat pemisah magnetik sehingga kita dapat
memisahkan biji timah dari impuritas yang berupa logam besi. Biji timah yang keluar dari proses ini memiliki
konsentrasi timah antara 70-77% dan hampir semuanya berupa mineral Cassiterite.
Cassiterite selanjutnya diletakkan dalam furnace bersama dengan karbon dalam bentuk coal atau minyak
bumi. Adakalanya juga ditambahkan limestone dan pasir untuk menghilangkan impuritasnya kemudian material
dipanaskan pada suhu 1400 C. Karbon bereaksi dengan CO2 yang ada didalam furnace membentuk CO, CO ini
kemudian bereaksi dengan cassiterite membentuk timah dan karbondioksida. Logam timah yang dihasilkan
dipisahkan melalui bagian bawah furnace untuk diproses lebih lanjut. Untuk memperoleh timah dengan kemurnian
yang tinggi maka dapat dilakukan dengan menggunakan proses elektrolisis. Dengan cara ini kemurnian timah yang
diperoleh bisa mencapai 99,8%.

Kegunaan Timah (Sn)
Untuk membuat kaleng (tim plate) berbagai macam produk,
melapisi kaleng yang tebuat dari besi yang akan melindungi besi dari perkaratan,
bahan baku logam pelapis,
solder(52%),
industri plating (16%),
bahan dasar kimia (13%)
kuningan & perunggu (5,5%)
industri gelas (2%)
dan berbagai macam aplikasi lain (11%).

Dampak Dari Timah (Sn)
Timah juga terdapat dalam beberapa makanan. Jumlah timah yang sedikit dalam
makanan tidak berbahaya. Limit dalam makanan di Amerika Serikat adalah 300 mg/kg.
Senyawa timah triakil dan triaril digunakan sebagai racun biologi (biocides) dan perlu
ditangani secara hati-hati.

Paduan Timah (Sn)
Logam timah banyak manfaatnya baik digunakan secara tunggal maupun sebagai
paduan logam (alloy) dengan logam yang lain terutama dengan logam tembaga. Logam timah
juga sering dipakai sebagai container dalam berbagai macam industri. Contoh-contoh paduan
antara tembaga dan timah adalah:
Pewter, merupakan paduan antara 85-99% timah dan sisanya tembaga, antimony,
bismuth, dan timbale. Banyak dipakai untuk vas, peralatan ornament rumah, atau
peralatan rumah tangga.
Bronze adalah paduan logam timah dengan tembaga dengan kandungan timah sekitar
12%.
Fosfor Bronze adalah paduan bronze yang ditambahkan unsur fosfor.
Perunggu adalah paduan tembaga dan timah.
o Mutu komersial biasanya mengandung timah 3-8% untuk produk tempa dan sampai dengan 12%
untuk produk cor.
o Gunmetals adalah perunggu, yang juga mengandung seng

Plating
Logam timah banyak dipergunakan untuk melapisi logam lain seperti seng, timbale dan
baja dengan tujuan agar tahan terhadap korosi. Aplikasi ini banyak dipergunakan untuk
melapisi kaleng kemasan makanan dan pelapisan pipa yang terbuat dari logam.

Superkonduktor
Timah memiliki sifat konduktor dibawah suhu 3,72 K. Superkonduktor dari timah merupakan
superkonduktor pertama yang banyak diteliti oleh para ilmuwan contoh superkonduktor timah
yang banyak dipakai adalah Nb3Sn.

Solder
Solder sudah banyak dipakai sejak dahulu kala. Timah dipakai dalam bentuk solder
merupakan campuran antara 5-70% timah dengan timbale akan tetapi campuran 63% timah
dan 37% timbale merupakan komposisi yang umum untuk solder. Solder banyak digunakan
untuk menyambung pipa atau alat elektronik.

Pembuatan Senyawa Organotin
Senyawa organoti merupakan senyawa kimia yang terdiri dari timah (Sn) dengan
hidrokarbon membentuk ikatan C-Sn. Senyawa ini merupakan bagian dari golongan senyawa
organometalik. Senyawa ini banyak dipakai untuk sintesis senyawa organic, sebagai biosida,
sebagai pengawet kayu, sebagai stabilisator panas, dan lain sebagainya.

Pembuatan Senyawaan Kimia Untuk Berbagai Keperluan
Logam timah juga dipakai untuk membuat berbagai maca senyawaan kimia. Salah satu
senyawa kimia yang sangat penting adalah SnO2 dimana dipakai untuk resistor dan dielektrik,
dan digunakan untuk membuat berbagai macam garam timah. Senyawa SnF2 merupakan aditif
yang banyak ditambahkan pada pasta gigi. Senyaan timah, tembaga, barium, kalsium dipakai
untuk pembuatan kapasitor. Dan tentu saja senyawaan kimia juga sering dipakai untuk
pembuatan katalis.