Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA

KLIEN DENGAN HYPERTENSION HEART DISEASE


(RUANG NURI I, 8-13 April 2013)
SETIA RINI
NI!0"1111#0$%
PROGRA STUDI ILU KEPERAWATAN
UNI&ERSITAS RIAU
2013
HYPERTENSION HEART DISEASE'PENYAKIT (ANTUNG HIPERTENSI
A! D)*i+i,i
Penyakit jantung hipertensi adalah penyakit yang disebabkan oleh hipertensi
yang tidak terkontrol dan tidak diobati sehingga merusak otot jantung. Penyakit
jantung hipertensi cenderung menyerang laki-laki.
Penyakit jantung hipertensi secara umum didefinisikan sebagai suatu
penyakit jantung, seperti LVH (hipertrofi ventrikel kiri, penyakit arteri koroner,
aritmia, dan !H", yang secara langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh
peningkatan tekanan darah (#ia$, %&&'.
Peningkatan tekanan darah yang lama dan tidak terkontrol dapat
menyebabkan bermacam-macam perubahan pada struktur miokardial, vaskuler
koroner, dan sistem konduksi jantung. Hal ini menyebabkan LVH, penyakit arteri
koroner, infark miokard dan !H" (#ilantoro, %&&%.
-! E.i/l/0i
Hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi % golongan
((una)an, %&&*+
*. Hipertensi esensial (hipertensi
primer+ hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya
%. Hipertensi sekunder+ hipertensi
yang disebabkan oleh penyakit lain.
Hipertensi dapat terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau
peningkatan tekanan perifer. ,da beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya
hipertensi+
*. (enetik+ respon neurologi terhadap stres atau kelainan transport -a
%. .besitas+ terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan
tekanan darah meningkat
'. /tress karena lingkungan, merokok, alkohol.
0. Hilangnya elastisitas jaringan dan arteriosklerosis pada lansia serta
pelebaran pembuluh darah
1! Kl2,i*i32,i
/ecara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai dengan rekomendasi
dari 1The Sixth Report of The Join National Committee, Prevention, Detection
dan Treatment of High Blood Pressure2 (3-!-V4, *556, sebagai berikut+
N/ K2.)0/ri Si,./li3 (44H0) Di2,./li3 (44H0)
*. .ptimal 7 *%& 7 8&
%. -ormal *%& 9 *%5 8& 9 80
'. High normal *'& 9 *'5 8: 9 85
0. Hipertensi
(rade * (ringan *0& 9 *:5 5& 9 55
(rade % (sedang *;& 9 *65 *&& 9 *&5
(rade ' (berat *8& 9 %&5 **& 9 **5
(rade 0 (sangat berat < %*& < *%&
D! 2+i*),.2,i 3li+i,
HH= dalam batas-batas kompensasi biasanya tidak menimbulkan gejala-
gejala dan hanya terdiri atas pembesaran jantung tanpa tanda dan gejala
insufisiensi sirkulasi.
Penderita menunjukan gejala-gejala hipertensi seperti palpitas, sakit kepala
dan sedikit lemas. >elainan pembuluh retina dapat ditemukan dan menyebabkan
kelainan yang disebut 1hypertensive retinophaty2. >elainan pembuluh darah mata
itu biasanya disertai hipertensi yang sangat tinggi. ?anda-tanda payah jantung
terutama menunjukan payah jantung ventrikal kiri. (ejala klinik terutama
disebabkan oleh kongesti dan edema paru-paru akibat stasis darah vena pada
paru-paru@ terdiri atas dyspnoe paroAysmal malam hari, dyspone, orthopnoe,
batuk dan hemoptysis.
,rteriosclerosis koroner yang menyertai, dapat mempersulit gambaran
klinik dengan menimbulkan berbagai tanda dan gejala yang disebabkan oleh
insufisien koroner.
E! P2./*i,i/l/0i
Penyulit utama pada penyakit HH= adalah hipertrofi ventrikel kiri (LVH
yang terjadi sebagai akibat langsung dari peningkatan bertahap tahanan pembuluh
darah perifer dan beban akhir ventrikel kiri. "aktor yang menentukan LVH adalah
derajat dan lamanya peningkatan diastole. "ungsi pompa ventrikel kiri selama
hipertensi berhubungan erat dengan penyebab hipertrofi dan terjadinya
aterosklerosis primer.selanjutnya terjadi penurunan secara menyeluruh fungsi
pompa, peningkatan tegangan dinding ventrikel pada saat sistol dan konsumsi
otot jantung. Hal-hal yang memperburuk fungsi mekanik ventrikel kiri
berhubungan erat bila disertai dengan penyakit jantung koroner.
Hipertensi yang tidak terkontrol
>erusakan otot jantung
Penebalan otot jantung B pembesaran jantung
>erusakan pembuluh darah koroner
Penyakit jantung hipertensi
5! K/4pli32,i
Penyakit HH= termasuk penyakit kronik yang dapat menyebabkan berbagai
komplikasi antara lain+
*. /troke (gangguan saraf
%. (angguan otak
'. (agal jantung
0. (agal ginjal
:. (angguan pada mata
G! P)4)ri3,22+ 6i20+/,.i3
*. HbCHt+ untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan
(viskositas dan dapat mengindikasikan faktor resiko seperti+
hipokoagulabilitas, anemia.
%. DE- C kreatinin+ memberikan informasi tentang perfusi C fungsi ginjal.
'. (lukosa+ Hiperglikemi (=F adalah pencetus hipertensi dapat diakibatkan
oleh pengeluaran kadar ketokolamin.
0. Erinalisa+ darah, protein, glukosa, mengisyaratkan disfungsi ginjal dan
ada =F.
:. !? /can+ Fengkaji adanya tumor cerebral, encelopati.
;. G>(+ =apat menunjukan pola regangan, dimana luas, peninggian gelombang
P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi.
6. 4EP+ mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti+ Datu ginjal, perbaikan
ginjal.
8. foto dada+ Fenunjukan destruksi kalsifikasi pada area katup, pembesaran
jantung.
H! A,782+ 3)p)r292.2+
P)+032:i2+
.* ,ktivitasC4stirahat+ >aji gejala kelemahan, keletihan, napas pendek, gaya
hidup yang monoton. =apat ditandai dengan frekuensi jantung meningkat,
perubahan irama jantung, takipnea.
.% /irkulasi+ >aji adanya ri)ayat hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung
koronerCkatup, penyakit serebrovaskular, adanya palpitasi dan perspitasi.
=apat ditandai dengan+
.a >enaikan ?=
(diperlukan untuk menegakkan diagnosa
.b Hipotensi
postural (mungkin berhubungan dengan regimen obat
.c -adi+ denyutan
jelas dari karotis, jugularis, radialis@ adanya perbedaan denyut seperti
denyut femoral melambat sebagai kompensasi denyutan radialis atau
brakialis@ denyut popliteal, tibialis posterior, pedalis tidak teraba atau
lemah.
.d Dunyi jantung+
terdengar /
%
pada dasar@ /
'
(!H" dini@ /
0
(pergeseran ventrikel
kiriChipertrofi ventrikel kiri.
.e Furmur stenosis
valvular.
.f =esiran vaskular
terdengar diatas karotis, femoralis, atau epigastrium (stenosis arteri.
.g =V3 (distensi
vena jugularisC kongesti vena
.h Gkstremitas+
perubahan )arna kulit, suhu dingin (vasokonstriksi perifer@ pengisian
kapiler mungkin lambatCtertunda (vasokonstriksi.
.i >ulit pucat,
sianosis, dan diaforesis (kongesti, hipoksemia@ kemerahan
(feokromositoma.
.' 4ntegritas Ggo+ ,danya ri)ayat perubahan kepribadian, ansietas, depresi,
euforia, atau marah kronik (indikasi kerusakan serebral.
.0 Gliminasi+ ,danya gejala gangguan batu ginjal saat ini atau yang lalu.
.: FakananC!airan+ >aji makanan yang mungkin biasa dikonsumsi dalam
keadaan tinggi garam, tinggi lemak, tinggi kolesterol atau kandungan makanan
yang tinggi kalori. ,danya reaksi mualCmuntah, perubahan berat badan
naikCturun, ri)ayat pengguna diuretik. =itandai dengan adanya edema,
kongesti vena, =V3@ glikosuria(*&H hipertensi penderita diabetik.
.; -eorosensori+ (ejala yang mungkin timbul pusing, sakit kepala suboksipital,
kebasCkelemahan pada satu sisi tubuh gangguan penglihatan, mengalami
epistaksis.
.6 -yeriC>etidaknyamanan+ ,jarkan klien tehnik relaksasi napas dalam untuk
mengurari nyeri yang mungkin hilang timbul pada tungkaiCklaudikasi, pernah
terjadi nyeri berat, ,danya nyeri abdomen. 3elaskan kepada klien penyebab
nyeri yang dirasakan. >olaborasi pemberian analgesik setiap '-0 jam.
.8 >eamanan+ ,danya gangguan koordinasi cara berjalan, adanya gejala
hipotensi postural, ri)ayat parestesia unilateral transien.
Di20+/,2 3)p)r292.2+
*. #esiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b.d peningkatan afterload,
vasokonstriksi
%. >etidaknyamanan+ nyeri akut b.d peningkatan tekanan vaskular serebral.
'. 4ntoleren aktivitas b.d kelemahan umum, ketidakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen.
0. Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan b.d masukan berlebihan sehubung
dengan kebutuhan metabolik.
:. >oping individu tidak efektif b.d sistem pendukung tidak adekuat.
R)+;2+2 Ti+6232+ A,782+ K)p)r292.2+
=iagnosa ?ujuan B >riteria Hasil 4ntervensi #asional
#esiko tinggi
terhadap
penurunan
curah jantung
b.d
peningkatan
afterload,
vasokonstriksi
/etelah dilakukan tindakan
kepera)atan dalam 'A%0
jam klien berpartisivasi
dalam beraktivitas yang
menurunkan ?=C beban
kerja jantung
>riteria hasil +
- ??V normal
- ?idak ada hipotensi
orthostatic
- ,(= dalam batas
normal.
- Gdema ekstrimitas
(-
- asites (-
- /uara nafas
tambahan tidak ada.
- =istensi vena
jugularis (-
ntervensi mandiri!
*. Pantau ??V+ "rekuensi jantung, ?=.
%. !atat keberadaan kualitas denyutan nadi
dan )arna kulit.
'. ,uskultasi bunyi jantung, dan bunyi
napas.
0. ,mati )arna kulit, kelembapan, suhu,
dan massa pengisian kapiler.
:. Pertahankan tirah baring pada posisi
nyaman selama periode akut.
;. Derikan periode istirahat adekuat. Dantu
dalam melakukan aktifitas pera)atan
diri.
6. Derikan lingkungan tenang, nyaman,
tekankan pentingnya menghindari
reganganCangkat berat khususnya
selama defekasi.
ntervensi "ola#orasi!
8. Derikan oksigen tambahan sesuai
*. ?akikardi dapat terjadi karena nyeri, cemas,
hipoksemia, dan menurunnya curah jantung. Perubahan
?= tergantung pada respons jantung.
%. =enyut karotis, jugularis, radialis, dan femoralis
mungkin teramatiCterpalpasi. =enyut pada tungkai
mungkin menurun, mencerminkan efek vasokontriksi
dan kongesti vena.
'. /', /0 atau krekels terjadi dengan dekompensasi
jantung atau beberapa obat.
0. Penurunan sirkulasi perifer dengan adanya pucat,
dingin, kulit lembab dan massa pengisian kapiler lambat
mungkin berkaitan dengan
vasokonstriksiCmencerminkan penurunan curah jantung.
:. Fenurunkan konsumsi oksigenCkebutuhan
menurunkan frekuensi kerja jantung.
;. Penghematan energi menurunkan kerja jantung.
6. Fanuver valsava meningkatkan rangsangan vagal,
menurunkan kerja jantung yang mengganggu curah
jantung.
8. Feningkatkan seandainya oksigen untuk
kebutuhan.
5. Derikan obat-obat sesuai indikasi+
Penyekat /aluran >alsium+ =itia$em,
nifedipin, verapamil.
- Penyekat beta+ atenolol, nadolol,
propanolol, esmolal.
*&. =iskusikan tujuan dan sikap untuk
menekankan tes dan kateterisasi jantung
bila di indikasikan.
**. Derikan pembatasan cairan dan diet
natrium sesuai indikasi.
kebutuhan miokard untuk memperbaiki kontraktilitas,
menurunkan iskemia, dan kadar asam laktat.
5. Feskipun berbeda pada bentuk kerjanya, penyekat
saluran kalsium berperan penting dalam mencegah dan
menghilangkan iskemia pencetus spasme arteri koroner
dan menurunkan tahanan veriver.
*&. ?es stress memberikan informasi tentang ventrikel
sehatCkuat yang berguna pada penentuan tingkat
aktivitas yang tepat.
**. =apat menangani retensi cairan dengan respons
hipertensif untuk menurunkan beban kerja jantung.
(angguan rasa
nyaman+nyeri
akut b.d
peningkatan
tekanan
vaskular
serebral
/etelah dilakukan tindakan
kepera)atan dalam 'A%0
jam klien melaporkan
nyeriCketidak nyamanan
hilangCterkontrol
>riteria hasil+
- >lien menyatakan
menunjukkan nyeri
hilang.
- Felaporkan
peningkatan dalam
toleransi aktivitas yang
dapat diukur.
- Fenunjukkan
penurunan dam tanda-
tanda intoleransi
fisiologis.
ntervensi mandiri!
*. Pertahankan tirah baring pada pasien
selama fase akut.
%. Derikan tindakan nonfarmakologi untuk
menghilangkan sakit kepala, misal@
kompres dingin, pijat, relaksasi.
>olaborasi
'. Derikan analgek sesuai indikasi
*. Feminimalkan stimulasiCmeningkatkan relaksasi.
%. Fenurunkan tekanan vaskular serebral dan
memperlambat respon simpatis efektif dalam
menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya
'. menurunkanC mengontrol nyeri
Perubahan
nutrisi lebih
dari kebutuhan
b.d masukan
berlebihan
sehubung
dengan
kebutuhan
metabolik.
/etelah dilakukan tindakan
kepera)atan dalam 'A%0
jam klien mengidentifikasi
hubungan antara hipertensi
dan kegemukan.
>riteria hasil+
- menunjukkkan
perubahan pola makan
- melakukanC
mempertahankan
program olah raga
yang tepat secara
individual
*. Dicarakan pentingnya menurunkan
masukan kalori dan batasi masukan
lemak, garam, gula sesuai indikasi.
%. >aji ulang masukan kalori harian dan
pilihan diet.
'. =orong pasien untuk mempertahankan
masukan makanan harian termasuk
kapan B dimana makan dilakukan B
lingkungan sekitar pasien.
0. 4nstruksikan dan bantu memilih
makanan yang tepat, hindari makanan
dengan kejenuhan lemak tinggi dan
kolesterol.
*. >esalahan kebiasaan makan menunjang terjadinya
sklerosis dan kegemukan yang merupakan
predisposisi untuk hipertensi B komplikasinya.
%. Fembantu dalam menentukan kebutuhan individu
untuk penyesuaian atau penyuluhan.
'. Femberikan data dasar keadekuatan nutrisi yang
dimakan dan kondisi emosi saat makan. Fembantu
untuk memfokuskan perhatian pada faktor mana
pasien dapat mengontrol perubahan.
0. Fenghindari makanan tinggi lemak jenuh dan
kolesterol penting dalam mencegah perkembangan
aterogenesis.
WO1 HHD
(enetik
#espon neurologi terhadap stress B
eksresiCkelainan transport -a
kebiasaan hidup
/tres lingkungan .besitas
Ferokok, alkohol, konsumsi
garam berlebihan
-utrisi lebih dari
kebutuhan tubuh
Hipertensi primer
Hipertrofi ventrikel kiri
?erbatasnya aliran darah koroner
4skemia miokard
#esti penurunan curah
jantung
-yeri
>urang terpajan
informasi
>urang pengetahuan
>urang suplai .
%
ke jaringan
>elemahan umum 4ntoleransi aktivitas
Glastisitas dinding aorta
menurun, katup jantung
menbal, B kaku, kemampuan
memompa darah menurun,
hilnangnya elastisitas P=,
meningkatnya resistensi P=
Lansia
DA5TAR PUSTAKA
!arpenito, L. 3. (%&&*. Diagnosa $epera%atan. Gdisi 8. 3akarta+ Penerbit buku+
G(!.
=oenges, F. G. (%&&&. #encana &suhan $epera%atan! Pedoman untu" perencanaan
dan do"umentasi pera%atan pasien. 3akarta+ Penerbit buku+ G(!.
Iasmin, ,. -. (. (*55'. Proses $epera%atan Pada Pasien Dengan 'angguan
$ardiovas"uler. 3akarta+ Penerbit buku+ G(!.
(ray. H. Huon B =a)kins. =. >eith (%&&%. $ardiografi. 3akarta+ Grlangga.
#ia$, >amran. (%&&'. H(pertensive hearth disease. =iperoleh dari
)))).emidicine,com pada tanggal 8 ,pril %&*'.
#ilantoro, L, dkk. (%&&%. Bu"u a)ar "ardiologi. 3akarta+ Eniversitas 4ndonesia.