Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Aktivitas seksual merupakan kebutuhan biologis setiap manusia untuk
mendapatkan keturunan. Namun, masalah seksual dalam kehidupan rumah tangga
seringkali mengalami hambatan atau gangguan karena salah satu pihak (suami atau
isteri) atau bahkan keduanya, mengalami gangguan seksual. Jika tidak segera diobati,
masalah tersebut dapat saja menyebabkan terjadinya keretakan dalam rumah tangga.
Adnexitis adalah infeksi atau radang pada adnexa rahim. Adnexa adalah jaringan
yang berada di sekitar rahim, termasuk tuba fallopi dan ovarium.
Menurut (inkjosastro,!anifa.!al."#$,%&&') prevalensi adneksitis di
(ndonesia sebesar ) * )&&& +anita dan rata,rata terjadi pada +anita yang sudah pernah
melakukan hubungan seksual. Adneksitis bila tidak ditangani dengan baik akan
menyebar keorgan lain disekitarnya seperti misalnya ruptur piosalping atau abses
ovarium, dan terjadinya gejala,gejala ileus karena perlekatan, serta terjadinya
appendisitis akuta dan salpingo ooforitis akuta. Maka dari itu sangat diperlukan peran
tenaga kesehatan dalam membantu pera+atan klien adneksitis dengan baik agar
radangnya tidak menyebar ke organ lain dan para tenaga kesehatan dapat memberikan
asuhan kepera+atan yang komprehensif.
-ambaran klinik adnexitis akut ialah demam, leukositosis dan rasa nyeri
disebelah kanan atau kiri uterus, penyakit tersebut tidak jarang dijumpai terdapat pada
kedua adneksa, setelah le+at beberapa hari dijumpai pula tumor dengan batas yang
tidak jelas dan nyeri tekan
).% .umusan masalah
).%.) Apakah pengertian dari adneksitis /
).%.% Apa saja manifestasi klinis dari adneksitis /
).%." 0agaimana patofisiologi dari adneksitis /
).%.1 0agaimana asuhan kepera+atan dari edneksitis /
)." 2ujuan
).".) 3ntuk mengetahui pengertian adnexitis.
).".% 3ntuk mengetahui manifestasi klinis dari adnexitis.
)."." 3ntuk mengetahui patofisiologi dari adnexitis
).".1 3ntuk mengetaahui asuhan kepera+atan pada adnexitis.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
Adnexitis adalah radang yang terjadi di daerah panggul +anita, timbulnya rasa
nyeri pada daerah panggul +anita yang berada di daerah tuba falopi sampai
ovarium..asa nyeri tersebut timbul karena disebabkan oleh bakteri yang
mengakibatkan peradangan di struktur tuba falopi dan sekitarnya, bahkan sampai
ovarium (indung telur).
2.2 Etiologi
4ebab yang paling banyak terdapat adalah infeksi gonorroe dan infeksi
puerperal dan postpartum. 5ira,kira )&6 infeksi disebabkan oleh tuber7ulosis.
4elanjutnya bisa timbul radang adnexa sebagai akibat tindakan kerokan, laparotomi,
pemasangan (38 serta perluasan radang dari alat yang letaknya tidak jauh seperti
appendiks.
9ada +anita rongga perut langsung berhubungan dengan dunia luar dengan
perantara traktus genetalia. .adang atau infeksi rongga perut disebabkan oleh *
()) 4ifat ba7teri7ide dari vagina yang mempunyai p! rendah.
(%) :endir yang kental dan liat pada 7analis servi7alis yang menghalangi naiknya
kuman,kuman.
Adapun bakteri yang biasanya menyebabkan terjadinya penyakit ini adalah
0aktery -onorrhea dan 0akteri ;halmydia.
2.3 Patofiiologi
.adang tuba fallopii dan radang ovarium biasanya terjadi bersamaan. .adang
itu kebanyakan akibat infeksi yang menjalar ke atas dari uterus, +alaupun infeksi ini
juga bisa datang dari tempat ekstra vaginal le+at jalan darah, atau menjalar dari
jaringan < jaringan sekitarnya.
9ada salpingo ooforitis akuta gonorea ke tuba dari uterus melalui mukosa.
9ada endosalping tampak edema serta hiperemi dan infiltrasi leukosit, pada infeksi
yang ringan epitel masih utuh, tetapi pada infeksi yang lebih berat kelihatan
degenarasi epitel yang kemudian menghilang pada daerah yang agak luas dan ikut
juga terlihat lapisan otot dan serosa. 8alam hal yang akhir ini dijumpai eksudat
purulen yang dapat keluar melalui ostium tuba abdominalis dan menyebabkan
peradangan di sekitarnya.
(nfeksi ini menjalar dari serviks uteri atau kavum uteri dengan jalan darah
atau limfe ke parametrium terus ke tuba dan dapat pula ke peritonium pelvik. 8isini
timbul salpingitis interstialis akuta, mesosalping dan dinding tuba menebal
menunjukkan infiltrasi leukosit, tetapi mukosa seringkali normal.
(4ar+ono.inkjosastro, !anifa !al %='. %&&').
2.! "a#baran Klini
-ambaran klinik adnexitis akut ialah demam, leukositosis dan rasa nyeri
disebelah kanan atau kiri uterus, penyakit tersebut tidak jarang dijumpai terdapat pada
kedua adneksa, setelah le+at beberapa hari dijumpai pula tumor dengan batas yang
tidak jelas dan nyeri tekan. 9ada pemeriksaan air ken7ing biasanya menunjukkan sel,
sel radang pada pielitis. 9ada torsi adneksa timbul rasa nyeri mendadak dan apabila
defen7e mus7ulaire tidak terlalu keras, dapat diraba nyeri tekan dengan batas nyeri
tekan yang nyata.(4ar+ono. inkjosastro, !anifa. !al %==.%&&').
2.$ Jeni A%nekiti
9enyakit adnek%itis atau salpingo ooporitis terbagi atas *
%.>.) 4alpingo ooporitis akuta
4alpingo ooporitis akuta yang disebabkan oleh gonorroe sampai ke tuba dari
uterus sampai ke mukosa. 9ada gonoroe ada ke7enderungan perlekatan fimbria pada
ostium tuba abdominalis yang menyebabkan penutupan ostium itu. Nanah yang
terkumpul dalam tuba menyebabkan terjadi piosalping. 9ada salpingitis gonoroika
ada ke7enderungan bah+a gonokokus menghilang dalam +aktu yang singkat,
biasanya )& hari sehingga pembiakan negative. 4alpingitis akut banyak ditemukan
pada infeksi puerperal atau pada abortus septi7 ada juga disebabkan oleh berbagai
tierti kerokan. (nfeksi dapat disebabkan oleh berma7am kuman seperti streptokokus
( aerobi7 dan anaaerobi7 ), stafilokokus, e. 7holi, 7lostridium +e7hii, dan lain,lain.
(nfeksi ini menjalar dari servik uteri atau kavum uteri dengan jalan darah atau limfe
ke parametrium terus ke tuba dan dapat pula ke peritoneum pelvi7. 8isini timbul
salpingitis interstitial akuta ? mesosalping dan dinding tuba menebal dan
menunjukkan infiltrasi leukosit, tetapi mukosa sering kali normal. !al ini merupakan
perbedaan yang nyata dengan salpingitis gonoroika, dimana radang terutama terdapat
pada mukosa dengan sering terjadi penyumbatan lumen tuba.( 4ar+ono.
inkjosastro, !anifa.!al %='.%&&').
%.>.% 4alpingo ooporitis kronika
8apat dibedakan pembagian antara*
a) !idrosalping
9ada hidrosalping terdapat penutupan ostium tuba abdominalis. 4ebagian dari
epitel mukosa tuba masih berfungsi dan mengeluarkan 7airan akibat retensi 7airan
tersebut dalam tuba. !idrosalping sering kali ditemukan bilateral, berbentuk seperti
pipa tembakau dan dapat menjadi sebesar jeruk keprok. !idrosalping dapat berupa
hidrosalping simpleks dan hidrosalping follikularis. 9ada hidrosalping simpleks
terdapat satu ruangan berdinding tipis, sedang hidrosalping follikularis terbagi dalam
ruangan ke7il.
b) 9iosalping
9iosalping dalam stadium menahun merupakan kantong dengan dinding tebal
yang berisi nanah. 9ada piosalping biasanya terdapat perlekatan dengan jaringan
disekitarnya. 9ada salpingitis interstialis kronika dinding tuba menebal dan tampak
fibrosis dan dapat pula ditemukan pengumpulan nanah sedikit di tengah < tengah
jaringan otot.
7) 4alpingitis interstisialis kronika
9ada salpingitis interstialis kronika dinding tuba menebal dan tampak fibrosis
dan dapat pula ditemukan pengumpulan nanah sedikit ditengah,tengah jaringan otot.
2erdapat pula perlekatan dengan,dengan jaringan,jaringan disekitarnya, seperti
ovarium, uterus, dan usus.
d) 5ista tubo ovarial, abses tubo ovarial.
9ada kista tubo ovarial, hidrosalping bersatu dengan kista folikel ovarium,
sedang pada abses tubo ovarial piosalping bersatu dengan abses ovarium.Abses
ovarium yang jarang terdapat sendiri,dari stadium akut dapat memasuki stadium
menahun.
e) 4alpingitis tuberkulosa
4alpingitis tuberkulosa merupakan bagian penting dari tuberkulosis genetalis.
(4ar+ono.inkjosastro, !anifa.!al %=#,%&&').
2.& "e'ala A%ne(iti
). 5ram atau nyeri perut bagian ba+ah yang tidak berhubungan dengan
haid(bukan pre menstrual syndrome)
%. 5eluar 7airan kental ber+arna kekuningan dari vagina
". Nyeri saat berhubungan intim
1. 8emam
>. Nyeri punggung
$. :eukosit tinggi
'. 4etelah beberapa hari dijumpai tumor dengna batas yang tidak jelas dan nyeri
tekan
2.) Ko#*likai
9embedahan pada salpingo,ooforitis akuta perlu dilakukan apabila*
a) Jika terjadi ruptur atau abses ovarium
b) Jika terjadi gejala,gejala ileus karena perlekatan
7) Jika terjadi kesukaran untuk membedakan antara apendiksitis akuta dan
adneksitis akuta.
-ejala? nyeri ken7ing, rasa tidak enak di ba+ah perut, demam, ada
lendir@ber7ak keputihan di 7elana dalam yang terasa panas, infeksi yang mengenai
organ,organ dalam panggul@ reproduksi. 9enyebab infeksi lanjutan dari saluran
ken7ing dan daerah vagina. 4elain itu komplikasi yang terjadi dapat berupa
appendisitis akuta, pielitis akuta, torsi adneksa dan kehamilan ektopik yang
terganggu. 0iasanya lokasi nyeri tekan pada appendisitis akuta (pada titik Ma7
0urney) lebih tinggi daripada adneksitis akuta, akan tetapi apabila proses agak
meluas perbedaan menjadi kurang jelas (4ar+ono.inkjosastro,!anifa.!al
%==.%&&').
2.+ Pe#erikaan Pen,n'ang
). 34-
%. 35-
". 5uldoskopi dan laparoskopi tidak berarti ke7uli bilamana pemeriksaan
tersebut tidak dilakukan pemeriksaan biopsi.
2.- Penatalakanaan
9enanganan utama yang dianjurkan adalah 2A! A 04B A BM A A99 (2otal
Abdominal !ystere7tomy A 0ilateral 4alpingo,Bophore7tomy A Bmente7tomy A
Appende7tomy). 8apat dipertimbangkan (optional) instilasi phosphor,"% radioaktif
atau khemoterapi profikalis. 4ayatan dinding perut harus longitidunal di linea
mediana, 7ukup panjang untuk memungkinkan mengadakan eksplorasi se7ara gentle
(lembut) seluruh rongga perut dan panggul, khususnya di daerah subdifragmatika dan
mengirimkan sampel 7u7ian rongga perut untuk pemeriksaan sitologi eksfoliatif. 0ila
perlu dapat dilakukan biopsy pada jaringan yang di7urigai. .adioaterapi akhir,akhir
ini tidak mendapat tempat dalam penanganan tumor ganas tuba dan ovarium karena
sifat biologi7 tumor dan menyebar melalui selaput perut (surfa7e spreader). .adiasi
ini akan merusak alat,alat vital dalam rongga perut, khususnya usus,usus, hati dan
ginjal. 8engan shielding (perlindungan) alat vital tersebut, akan menyebabkan
kurangnya dosis radiasi. .adioterapi hanya dikerjakan pada tumor bed dan pada jenis
histologik keganasan tertentu seperti disgerminoma.
9enyakit ini dapat diterapi den
gan pemberian antibiotika. 2ergantung dari derajat penyakitnya, biasanya
diberikan suntikan antibiotik kemudian diikuti dengan pemberian obat oral selama
)&,)1 hari. 0eberapa kasus memerlukan operasi untuk menghilangkan organ sumber
infeksi, ini dilakukan jika terapi se7ara konvensional(pemberian antibiotik) tidak
berhasil. Jika terinfeksi penyakit ini melalui hubunganseksual, maka pasangannya
juga harus mendapat terapi pengobatan, sehingga tidak terinfeksi terus menerus.
Bperasi radikal ( histerektomi dan salpingo ooforektomi bilateral ) pada +anita yang
sudah hampir menopause. 9ada +anita yang lebih muda hanya adnexia dengan
kelainan yang nyata yang diangkat.
2.1. A,/an ke*era0atan
%.)&.) 9engkajian
). (dentitas 5lien
%. 5eluhan 3tama
C Nyeri
C :uka
C 9erubahan fungsi seksual
". .i+ayat 9enyakit
a. 4ekarang
5eluhan 5lien menderita infeksi alat kelamin
b. 8ahulu
.i+ayat keluarga mempunyai penyakit serupa, gangguan reproduksi
0. 9DMD.(54AAN E(4(5
). 9emeriksaan 0agian :uar
(nspeksi
C .ambut pubis, distribusi, bandingkan sesuai usia perkembangan klien
C 5ulit dan area pubis, adakah lesi, eritema, visura, leokoplakia dan eksoria
C :abia mayora, minora, klitoris, meatus uretra terhadap pemebengkakan ulkus,
keluaran dan nodul
%. 9emeriksaan 0agian 8alam
(nspeksi
4erviks* ukuran, laserasi, erosi, nodula, massa, keluaran dan +arnanya
9alpasi
C .aba dinding vagina* Nyeri tekan dan nodula,
C 4erviks* posisi, ukuran, konsistensi, regularitas, mobilitas dan nyeri tekan
C 3terus* ukuran, bentuk, konsistensi dan mobilitas
C Bvarium* ukuran, mobilitas, bentuk, konsistensi dan nyeri tekan
;. 8(A-NB4A 5D9D.AA2AN
). 9erubahan kenyamanan b@d infeksi pada system reproduksi
5riteria hasil*
Memperhatikan bah+a nyeri ini ada mengidentifikasi aktivitas yang meningkatkan
dan menurunkan nyeri dapat mengidentifikasi dan menurunan sumber,sumber nyeri
(ntervensi*
C 0erikan pengurang rasa nyeri yang optimal
C Meluruskan kesalahan konsep pada keluarga
C 0i7arakan mengenai ketakutan, marah dan rasa frustasi klien
C 0erikan privasi selama prosedur tindakan
%. 8isfungsi seksual b@d perubahan kesehatan seksual
5riteria hasil*
Men7eritakan masalah mengenai fungsi seksual, mengekspresikan peningkatan
kepuasan dengan pola seksual. Melaporkan keinginan untuk melanjutkan aktivitas
seksual
(ntervensi*
C 5aji ri+ayat seksual mengenai pola seksual, kepuasan, pengetahuan seksual,
masalah seksual
C (dentifikasi masalah penghambat untuk memuaskan seksual
C 0erikan dorongan bertanya tentang seksual atau fungsi seksual
". .esiko terhadap infeksi b@d kontak dengan mikroorganisme
5riteria hasil*
5lien mampu memperlihatkan teknik 7u7i tangan yang benar, bebas dari proses
infeksi nasokomial selama pera+atan dan memperlihatkan pengetahuan tentang fakor
resiko yang berkaitan dengan infeksi dan melakukan pen7egahan yang tepat.
(ntervensi*
C 2eknik antiseptik untuk membersihan alat genetalia
C Amati terhadap manefestasi kliniks infeksi
C (nfomasikan kepada klien dan keluarga mengenai penyebab, resiko,resiko pada
kekuatan penularan dari infeksi
C 2erafi antimikroba sesuai order dokter
1. 5urang pengetahuan b@d kurangnya informasi mengenai penyakit, prognosis dan
kebutuhan pengobatan
5riteria hasil*
Menunjukan pemahaman akan proses penyakit dan prognosis, mampu menunjukan
prosedur yang diperlukan dan menjelaskan rasional dari tindakan dan pasien ikut
serta dalam program pengobatan
(ntervensi*
C 2injau proses penyakit dan harapan masa depan
C 0erikan informasi mengenai terafi obat,obatan, interaksi, efek samping dan
pentingnya pada program
C 2injau fa7tor,faktor resiko individual dan bentuk penularan@tempat masuk infeksi
C 2injau perlunya pribadi dan kebersihan lingkungan.
8AE2A. 9342A5A
0agian Bbstetri dan -enekologi, )#=). -enekologi. 0andung* fakultas 5edokteran
3niversitas 9adjadjaran 0andung
0obak, %&&>. 0uku ajar 5epera+atan Maternitas, Jakarta* D-;
8oengoes, Marilyn. D. %&&). .en7ana 5epera+atan. Jakarta. D-;