Anda di halaman 1dari 11

16

KONSEP DASAR MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN


PADA BALITA SEHAT


I. PENGKAJIAN
A. Data Subyektif
1. Identitas
a. Identitas Klien
Nama : Identitas dimulai dengan nama pasien
harus jelas dan lengkap (Matondang,
Corry S;2000)
Umur/Tanggal lahir : Umur paling rawan adalah masa balita
karena mudah sakit dan mudah terjadi
gizi kurang. (Soetjiningsih, 2012)
Jenis kelamin : Anak laki-laki lebih sering sakit
dibanding anak perempuan.
(Soetjiningsih, 2012)
Tanggal MRS :
Keluhan datang :
b. Identitas orang tua
Nama ayah :
Nama ibu :
Usia ayah /ibu :
Pendidikan ayah/ibu : Pendidikan ayah/ibu yang baik maka
orang tua dapat menerima segala
informasi dari luar terutama tentang cara
pengasuhan anak yang baik, bagaimana
menjaga kesehatan anak, dan
pendidikannnya. (Soetjiningsih, 2012)
Pekerjaan ayah/ibu : Pendapatan keluarga yang memadai akan
menunjang tumbuh kembang anak.
(Soetjiningsih, 2012)
17

Agama : Pengajaran agama harus sudah
ditanamkan pada anak-anak sedini
mungkin,karena dengan memahami
agama akan menuntun umatnya
untuk berbuat kebaikan dan kebijakan
(Soetjiningsih, 2012)
Suku/bangsa : Bangsa kulit putih ras Eropa mempunyai
pertumbuhan somatik lebih tinggi
dibanding ASIA. (Soetjiningsih, 1995)
Alamat :

2. Riwayat Kesehatan klien
a. Riwayat kesehatan sekarang
Alasan kunjungan :
Riwayat perjalanan penyakit dan upaya untuk mengatasi
b. Riwayat Kesehatan yang lalu
Riwayat kehamilan dan kelahiran : Gizi ibu waktu hamil
diperhatikan, gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun
pada waktu sedang hamil, lebih sering menghasilkan BBLR atau lahir
mati dan disamping itu dapat menghambat pertumbuhan otak janin,
anemia pada bayi baru lahir, bayi baru lahir mudah terkena infeksi,
abortus dan sebagainya. Kemudian trauma dan cairan ketuban yang
kurang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan.
(Soetjiningsih, 2012)
Riwayat imunisasi : Pemberian imunisasi pada
anak adalah penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas
penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (Soetjiningsih,
2012)
Riwayat Alergi :
Riwayat penyakit yang pernah diderita :
Riwayat operasi/pembedahan :
riwayat tumbuh kembang : Pertumbuhan dasar yang
berlangsung pada masa mudigah atau saat kehamilan ibu, akan
18

mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.
(Soetjiningsih, 2012)
3. Riwayat Kesehatan Keluarga
a. Riwayat penyakit menular :
b. Riwayat penyakit menurun :
c. Riwayat penyakit menahun :
4. Pola Fungsional Kesehatan
Kebutuhan dasar Keterangan
Pola nutrisi Nutrisi yang baik pada masa bayi
memungkinkan kesehatan yang
baik, pertumbuhan dan
perkembangan yang optimal
selanjutnya. (Soetjiningsih, 2012)

Asi dapat menurunkan morbilitas
dan mortalitas anak, karena Asi
disamping nilai gizinya tinggi juga
mengandung berbagai macam
infeksi (Soetjiningsih, 2012)

Pola eleminasi
Kelebihan kalsium, toilet training
yang terlalu kaku, masukkan
makanan rendah serat dan cairan
yang tidak adekuat akan dapat
mengalami konstipasi dan
defisiensi niasin, kelebihan vitamin
C, konsumsi tinggi buah segar
dapat menyebabkan diare. (Wong,
Donna L, 2003)
Pola istirahat Anak yang mulai besar akan mulai
berkurang waktu tidurnya karena
kegiatan fisiknya meningkat
terutama saat bermain pada anak
19

umur 6-12tahun (Soetjiningsih,
2012)
Pola persoal hygiene Menjaga kulit anak dari
kelembapan yang berlebihan
(Wong, Donna L, 2003)
Pola aktifitas Pada masa balita anak lebih
banyak membuang waktu diluar
bersama temanTampat aktif, gesit
dan gembira
(Soetjiningsih, 2012)


5. Riwayat Psikososiokultural Spiritual
a. Komposisi, fungsi dan hubungan keluarga (genogram)
Stimulasi, motivasi belajar, ganjaran / hukuman yang wajar, kelompok
sebaya, stress, tekanan, cinta dan kasih sayang, kuantitas interaksi anak
dengan orang tua mempengaruhi perkembangan anak.
(Soetjiningsih, 2012 )
Pekerjaan / pendapatan keluarga, pendidikan ayah / ibu, jumlah saudara,
jenis kelamin, stabilitas rumah tangga mempengaruhi tumbuh kembang.
(Soetjiningsih, 1995 : 2 13)
Faktor genetika merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir
proses tumbuh kembang anak, melalui instruksi genetika yang terkandung
di dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan
kuantitas pertumbuhan. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan
pembelahan, derajat sensitivitas jaringan terhadap rangsangan umur
pubertas dan berhentinya pertumbuhan tulang. (Soetjiningsih, 2012 : 2)
b. Keadaan lingkungan rumah dan sekitar
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau
tidak potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan memungkinkan
tercapainya peotensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan
menghambatnya. (Soetjiningsih, 2012)
c. Kultur dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan
20

Asuhan dan kebiasaan dari suatu masyarakat dapat mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan.
Adat istiadat yang berlaku di tiap daerah akan berpengaruh terhadap
tumbuh kembang anak (Soetjiningsih, 2012)
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Kesadaran : composmentis
Tanda Vital Tekanan darah: Tekanan darah normal yaitu tekanan
sistolik dan diastolik kurang dari
presentil ke-90 untuk usia dan jenis
kelamin. (Wong, Donna L. 2003)
(Wong, Donna L. 2003)
Nadi : Apikal 120 sampai 140
denyut/menit( Wong, Donna L.
2003)
Pernafasan : 30 60 kali/menit (Wong Donna
L, 2003)
Suhu : 36,5C 37,0C (Wong, Donna
L.2003)
Antropometri
Tinggi badan : Pengukuran pada anak umur kurang dari
2 tahun dengan posisi tidur telentang dan
pada umur lebih dari 2 tahun dengan
posisi berdiri (Soetjiningsih, 2012)
Berat badan : Berat badan dipakai sebagai indikator
yang terbaik pada saat ini untuk
Kelompok Usia n Rerata
Presentil
ke-90
Presentil
ke- 95
BBL 1 3 hari 219 65/41 (50) 75/49 (59) 78/52 (62)
1 bulan sampai 2
tahun
660 106/68 (83) 106/68 (83) 110/72(86)
2 sampai tahun 631 112/66 (82) 112/66 (82) 115/68 (85)
21

mengetahui keadaan gizi dan tumbuh
kembang anak(Wong,Donna L. 2003)
USIA RATA-RATA
BERAT
3 hari 3.0
10 hari 3.2
3 bulan 5,4
6 bulan 7.3
9 bulan 8.6
1 tahun 9.5
2 tahum 11,8
4 tahun 16.2
6 tahun 20.0
(Wong Donna L.2003)
Lila : Laju tumbuh lambat dari 11cm
pada saat lahir menjadi 16cm
pada umur 1 tahun selanjutnya
tidak banyak berubah 1 sampai 3
tahun(Soetjiningsih, 2012
Lingkar Kepala : Pertumbuhan lingkar kepala yang
paling pesat adalah pada 6 bulan
peratama,yaitu dari 34 pada
waktu lahir menjadi 44cm pada
umur 6 bulan sedangkan pada
umur 1 tahun 47cm,2 tahun
49cm,dewasa 54cm (Soetjiningsih,
2012)
2. Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Kulit : Tidak ada oedema, tidak ada kelainan.
Kepala : Kulit kepala bersih, kontruksi rambut kuat, distribusi
rambut merata.
Wajah : Mata segaris denga telinga; hidung digaris tengah
(varney,2007)
22

Mata : Sklera jenih, konjungtiva jernih, iris berwarna merata
dan blateral, pupil bilateral dan reaktif terhadap cahaya,
kornea jernih, retina transparan.klopak mata tanpa ptosis
dan edeme. (varney, 2007).
Telinga : Posisi telinga garis lurus terhadap mata
(Varney, 2007)
Hidung : Tidak ada sumbatan jalan nafas Posisinya garis tengah;
nares ada di kedua sisi, (Varney, 2007).
Mulut : Lembab, simteris, mukosa mulut basah, tidak ada labio
schizis.
Leher : Leher pendek (Varney, 2007).

Dada dan
payudara : Elips, tidak ada retraksi dinding dada
Ekskursi dikedua sisi sama, tulang iga simetris puting
payudara jaraknya sejajar tanpa ada puting tambahan,
areola tegag dan tidak ada rabas. (Varney, 2007)
Abdomen : Tidak ada pembesaran.
Genetalia : Pada perempuan: Labia mayora menutupi labia minora,
labia minora terbentuk sempurna, terdapat klitoris,
meatus uretra ada di depan vagina, genetalia dapat
dibedakan antara pria dan wanita, perineum halus.
(Varney, 2007)
Pada laki-laki : penis lurus, meatus urnarius ditengah
dan diujung glans, testis dan skrotum penuh dan banyak
rugea, pigmentasi gelap. (Varney, 2007)
Anus : Tidak ada hemoroid, ada lubang anus di tengah.
(Varney, 2007)
Ekstermitas : panjang proporsional terhadap satu sama lain,
ekstermitas bawah dan tubuh simetris, jari 10 dengan
jarak yang sama satu sama yang lain (Varney, 2007).
Palpasi :
Kepala : Tidak ada massa atau area yang lunak ditulang
tengkorak (varney, 2007)
23

Wajah : Tidak ada odeme.
Mata : Tidak ada odeme.
Telinga : Struktur elastis.
Hidung : Tidak ada keretakan tulang
Mulut : Lunak, mukosa lembab
Leher : Tiroid terdapat di garis tengah, nodus limfe tidak dapat
dipalpasi, tidak ada massa.(varney, 2007)
Dada : posesus xifoideus ada, tulang iga tanpa masa atau
krepitus, jaringan payudara 1 cm (Varney, 2007).
Abdomen : abdomen lunak dan tidak nyeru teken dan massa.
(Varney, 2007)
Genetalia : Tidak ada oedem
Anus : Tidak ada benjolan
Ekstermitas : klavikula tanpa fraktur; humerus, radius dan ulna ada.
Auskultasi
Dada : Pada paru-paru terdengar bunyi napas
bronkial sama secara bilateral, dan pada
jantung Nada

sedikit lebih tajam dan lebih


tinggi daripada

(Wong Donna L. 2003)


Abdomen: Bising usus bunyi gemerincing logam
pendek seperti kumur-kumur, klik, atau
terdengar menggeram setiap 10 sampai 30
detik. Dan pulsasi aortik terdengar pada
epigrastrium di sedikit ke kiri dari garis
tengah. Bunyi timpani lambung di sisi kiri
dan seluruh abdomen, kecuali untuk pekak
atau datar tepat di bawah marjin kostal
kanan (hepar). (Wong Donna L, 2003)
Perkusi
Abdomen: Perkusi hepar 1 sampai 2 dibawah marjin
kostal kanan pada bayi dan anak kecil, dan
limpa terkadang 1 sampai 2cm di bawah
marjin kostal kiri anak kecil.
(Wong, Donna L, 2003)
24

3. Pemeriksaan Neurologis/Refleks
Pada balita, pemeriksaan refleks yang dilakukan antara lain :
Refleks moro :
Refleks tonic neck :
Refleks rooting :
Refleks sucking :
Refleks graps :
Refleks babynski :
Refleks terjun (parachute): positif (kedua lengan bayi diluruskan dan jari-
jari kedua tangannya dikembangkan seolah-olah
hendak mendarat di atas meja periksa dengan
kedua tangannya.) (http://old.pediatrik.com)
4. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium :
pemeriksaan USG :
Pemeriksaan diagnostik lainnya :
II. INTERPRESTASI DATA DASAR
Diagnosis : Balita sehat umur ... dengan ....
Masalah :
Kebutuhan :
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSIS/MASALAH POTENSIAL
Langkah ini diambil berdasarkan diagnosis dan masalah aktual yang telah
diidentifikasi. Pada langkah ini juga dituntut untuk merumuskan tindakan antisipasi
agar diagnosis/masalah potensial tersebut tidak terjadi.
Diagnosis Potensial :
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA
Langkah ini mencakup rumusan tindakan emergensi / darurat yang harus dilakukan.
Rumusan ini mencakup tindakan segera yang bisa dilakukan secara mandiri,
kolaborasi, atau bersifat rujukan.
kebutuhan tindakan segera :
V. INTERVENSI
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh sebagai kelanjutan
manajemen terhadap diagnosis dan masalah yang telah diidentifikasikan.
25

1. Berikan KIE pada ibu hamil untuk memperhatikan asupan nutrisi berupa gizi
seimabng.
Rasioanl: makanan atau asupan makanan dari ibu saat hamil mempengaruhi
pertumbuhan janin diintrauterine.
2. Berikan KIE untuk ibu hamil untuk rutin melakukan kunjungan ANC minimal 4
kali.
Rasional: dengan kunjungan ibu hamil dapat membantu mendeteksi jika ada
kelainan dan memantau perkembangan ibu dan janinnya.
3. Berikan KIE kepada ibu hamil untuk tidak mengkonsumsi obat-obat yang tidak
dianjurkan dan tidak merokok atau minum alkohol.
Rasional : obat-obatan dan alkohol dapat mengancam janin sehingga dapat
menyebabkan janin lahir mati, cacat, BBLR.
4. Berikan KIE kepada ibu untuk menyusu dengan ASI esklusif
Rasional: ASI dapat memberi zat anti agar bayi terhindar dari infeksi yang dapat
menganggu pertumbuhan, sekaligus menyusu ASI dapat memberikan rasa
kehangatan, dan kasih sayang antara ibu dan anak yang dapat mempengaruhi
perkembangan bayi
5. Berikan KIE ibu dan/atau keluarga agar tetap memberikan stimulasi mental
kepada anak untuk tumbuh kembang anak.
Rasional : Stimulasi mental merupakan cikal bakal dalam proses belajar
(pendidikan dan latihan pada anak balita, mengembangkan perkembangan mental
psikososial : kecerdasan, ketrampilan, kreativitas, agama, kepribadian, moral-
etika, produktivitas dan sebagainya. (Soetjiningsih, 1995 : 14)
6. Berikan KIE ibu dan/atau keluarga tetap memberikan kebutuhan fisik secara
biomedis, sosial atau kasih sayang dan stimulasi mental.
Rasional : Kebutuhan fisik biomedis merupakan kebutuhan dasar ; imunisasi,
pemberian ASI, penimbangan berat badan secara teratur, pengobatan jika sakit,
sandang, kesegaran jasmani, rekreasi, yang dbutuhkan dalam pertumbuhan dan
perkembangan.
7. Berikan KIE ibu dan/atau keluarga untuk memberikan kebutuhan sosial/kasih
sayang.
Rasional : Kebutuhan sosial/kasih sayang atau hubungan yang erat dan mesra
antara ibu dan anak merupakan syarat mutlak untuk menjamin tumbuh kembang
yang selaras baik fisik, mental, maupun psikososial.
26

8. Berikan KIE kepada ibu dan/keluarga untuk selalu antisipasi keamanan &
keselamatan atau risiko cidera pada balita.
Rasional: Antisipasi keamanan dan keselamatan demi menghindari balita dari
hal-hal yang tidak diinginkan, orangtua harus memperhatikan hal-hal seperti
mengunci pintu, letak benda-benda tajam di tempat aman dll. (Dra. Suharmiati,
Msi., Apt. & dr. Lestari Handayani, M.Med (PH))
9. Beri KIE kepada ibu dan/atau untuk memberi kesempatan balita bermain dan
mencoba sesuatu yang baru, mengenali hobinya yang positif dan selalu awasi
balita. (Depkes RI, 2003 : 35)
Rasional : mengenali hobi anak sejak dini merupakan langkah yang bagus untuk
mengetahui potensi balita. hal ini juga merupakan hal yang penting untuk
diperhatikan para orang tua, sehingga bisa segera memberikan berbagai fasilitas
yang berfungsi untuk mendukung apa yang menjadi hobi balita.
10. Beri KIE ibu dan/atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar balita,
termasuk nutrisi yang seimbang dan imunisasi.
Rasional : Salah satu faktor yang menentukan daya tahan tubuh seorang anak
adalah keadaan gizinya. Pertumbuhan anak pasa masa balita sangat pesat,
sehingga membutuhkan zat gizi yang relatif lebih tinggi daripada orang dewasa.
(Soetjiningsih, 2012)
VI. IMPLEMENTASI
Pelaksanaan dilakukan dengan efisien dan aman sesuai dengan rencana asuhan yang
telah disusun. Pelaksanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian
dikerjakan oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya.
VII. EVALUASI
Evalusi merupakan penilainan tentang keberhasilan dan keefektifan asuhan