Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Stenosis pylorus hipertrofi (hypertrophic pyloric stenosis atau HPS) adalah
salah satu penyakit gastrointestinal yang paling sering terjadi pada bayi yang baru
lahir, dengan insidensi satu sampai dua per seribu kelahiran hidup. Hal ini paling
sering ditemkan saat bayi berumur 2 8 minggu, dan berdasarkan jenis keamin
keenderungan insidensi pria ! "anita (# ! $). HPS jarang terjadi pada anak berusia
lebih dari % bulan (&roteau, 2''() Patel, 2''*)
Stenosis pylorus hipertrofi (hypertrophic pyloric stenosis atau HPS)
merupakan suatu kelainan yang terjadi pada otot pylorus yang mengalami
hipertrofi pada lapisan sirkuler sehingga menyebabkan penyempitan pada pylorus.
HPS pertama kali dikemukakan oleh Hirshsprung pada $888, menurutnya HPS
merupakan penyakit kongenital dan dapat menyebabkan kegagalan
perkembangan pilorus pada bayi. +amstedt pertama kali mendeskripsikan operasi
untuk keadaan ini. ,a menganjurkan untuk melakukan splitting pada otot pilorus
dan dibiarkan terbuka. -alaupun penyakit ini mudah diterapi dengan
pembedahan, namun etiologinya masih belum diketahui. (+eid, 2'$$)
B. Tujuan Penulisan
$. .engetahui HPS seara umum
2. .engetahui teknik penitraan yang digunakan dalam mendiagnosis HPS
/. .engetahui gambaran0gambaran dari penitraan radiologis HPS
$
BAB II
PEMBAHASAN
1. 12134.,
Pylorus, adalah bagian dari gaster yang terhubung ke duodenum, merupakan
suatu daerah sfingter yang menebal di sebelah distal untuk membentuk musculus
sphincter pylori. Sfingter pylorus merupakan suatu inin otot polos yang
berfungsi untuk mengatur pengosongan isi gaster melalui ostium pyloricum ke
dalam duodenum. (Snell, 2''')
5ambar $. 1natomi gaster yang menunjukkan bagian pylorus
Pylorus terbagi menjadi 2, yaitu ! pyloric antrum yang menghubungkan kr
orpus gaster serta pyloric canal yang menghubungkan ke duodenum.
6. 789,2,S,
Stenosis pylorus hipertropi adalah suatu kondisi yang menyebabkan muntah
proyektil parah dalam beberapa bulan pertama kehidupan. 3erdapat penyempitan
dari pembukaan dari lambung ke duodenum, akibat pembesaran otot musculus
sphincter pylori, yang menyebabkan spasme ketika perut dalam keadaan kosong.
Hipertrofi ini biasanya dapat dirasakan sebagai massa berbentuk buah :aitun di
bagian atas tengah atau kuadran kanan atas perut bayi. ;ondisi ini biasanya
berkembang pada bayi laki0laki dalam 20% minggu pertama kehidupan. Stenosis
2
pilorus juga dapat terjadi pada orang de"asa dimana penyebabnya biasanya akibat
jaringan parut dari ulkus peptikum kronis. (Patel, 2''*)
Pada stenosis pylorus, lapisan otot sirkular menebal, yang mempersempit
saluran pylorus < menyebabkan pylorus memanjang. Selama proses ini mukosa
menjadi berlebihan dan menjadi hipertrofi. 1kibat dari perpanjangan dan
penebalan otot, pylorus menyimpang ke atas mendekati kantong empedu, hal ini
berfungsi sebagai penanda, dimana pylorus dapat dilihat berdekatan dengan
kantong empedu dan anteromedial ginjal kiri. (2a:er, 2'$2)
Pylorus yang menebal mempersempit saluran pylorus sehingga
menyebabkan onstruksi lambung dan distensi lambung.(2a:er, 2'$2)
5ambar 2. Perbedaan anatomi gaster normal dengan hypertrophic pyloric
stenosis
&. 83,4=45,
Penyebab kelainan ini belum pasti diketahui. ;elainan ini biasanya baru
diketahui setelah bayi berumur 20/ minggu dengan gejala muntah yang
proyektil (menyemprot) beberapa saat setelah minum susu dimana yang
dimuntahkan hanya susu saja. (2a:er, 2'$2)
7. P1349,S,4=45,
Stenosis pylorus terjadi sebagai akibat dari hipertrofi dan hiperplasia lapisan
otot pylorus. 2itrit oksida sintase (24S) diduga menyebabkan stenosis pylorus
karena memediasi relaksasi otot polos non kolinergik non adrenergik sepanjang
/
usus yang menyebabkan lapisan otot sirkuler dari lambung dan pilorus menjadi
hipertofi sebagai kompensasi dari lemahnya gerakan peristaltik. (2a:er, 2'$2)
Hipertrofi difus dan hiperplasia otot polos antrum dan pylorus akan
mempersempit saluran, yang kemudian menyebabkan mudah terjadi obstruksi.
+egio antrum memanjang dan menebal dua kali dari ukuran normal. (2a:er,
2'$2)
Sebagai respon dari obstruksi aliran keluar dan gerak peristaltik yang kuat,
otot0otot perut hipertrofi dan melebar. Hal tersebut menyebabkan gangguan
pengosongan isi gaster ke duodenum. Semua makanan yang dierna dan
disekresi oleh gaster akan dimuntahkan kembali. .akanan yang
dimuntahkan tidak mengandung airan empedu karena makanan hanya
tertampung dalam gaster saja dan tidak sampai ke duodenum. (2a:er, 2'$2)
Hal ini menyebabkan hilangnya asam lambung dan akhirnya
menyebabkan terjadinya hipokloremia yang mengganggu kemampuan kerja
lambung untuk mensekresikan bikarbonat. 5astritis mungkin terjadi setelah stasis
yang lama. Hematemesis dapat pula terjadi. (Singh, 2'$') 2a:er, 2'$2)
8. .12,98S31S, ;=,2,S
5ejala stenosis pylorus adalah muntah proyektil mulai umur 20/ minggu,
dan tidak ber"arna hijau ( nonbilious >omiting). 6ayi senantiasa menangis
sesudah muntah dan akan muntah kembali setelah makan. Hal ini disebabkan
karena obstruksi pylorus. 3erkadang dijumpai muntah ber"arna hijau dan
dapat pula muntahan berampur darah oleh karena adanya iritasi pada mukosa
lambung. Penurunan berat badan yang disertai dengan penurunan turgor kulit
merupakan tanda adanya dehidrasi. (2a:er, 2'$2)
;onstipasi merupakan gejala yang sering munul karena sedikitnya jumlah
airan yang melalui pilorus menuju usus halus. 1nak juga tampak gelisah dan
terus menangis. (2a:er, 2'$2)
#
5ambar /. 5ejala utama hypertrophic pyloric stenosis berupa muntah
proyektil
Pada pemeriksaan fisik didapatkan kontour dan peristatik lambung terlihat di
perut bagian atas, teraba adanya tumor di daerah epigastrium atau
hipokondrium kanan. ;eadaan ini mudah terlihat dan teraba "aktu bayi
diberikan minum se"aktu pemeriksaan. (2a:er, 2'$2)
5ejala lain yang perlu diperhatikan adalah bayi selalu re"el dengan kesan
lapar dan selalu ingin minum lagi setelah muntah,muntah dapat berampur darah
hingga ber"arna keoklatan akibat perdarahan keil karena gastritis dan peahnya
pembuluh darah kapiler lambung, pada stadium lanjut bayi dalam keadaan
dehidrasi, manutrisi, hipokalemi dan alkalosis hipokloremik. (Singh, 2'$') 2a:er,
2'$2)
9. 7,1524S,S
7iagnosis ditegakkan melalui anamnesa ri"ayat yang ermat dan pemeriksaan
fisik, serta pemeriksaan penunjang radiologi juga biasanya dibutuhkan. Harus ada
keurigaan terjadi stenosis pilorus pada bayi muda dengan muntah parah. (Singh,
2'$') 2a:er, 2'$2)
Pada pemeriksaan fisik, palpasi abdomen dapat mengungkapkan massa
berbentuk buah :aitun di epigastrium. Pada palpasi juga dirasakan gelombang
peristaltik yang teraba jelas dan sering (atau bahkan terlihat) karena perut
berusaha memaksa keluar isi lambung akibat pilorus menyempit. (Singh, 2'$')
2a:er, 2'$2)
7e"asa ini sebagian besar kasus stenosis pilorus didiagnosis ? dikonfirmasi
dengan @S5, yang menunjukkan penebalan dari otot sfingter pylorus.
*
Penggunaan foto kontras gaster juga dapat dilakukan, dimana terlihat penyempitan
pylorus yang menyebabkan kontras tidak dapat berlanjut ke duodenum. (Singh,
2'$') 2a:er, 2'$2)
5. P82&,3+112 +17,4=45,
$. +adiografi
+adiografi abdomen mungkin menunjukkan perut berisi airan atau udara,
menunjukkan adanya obstruksi lambung. Perut yang melebar dengan inisura
yang besar0besar (caterpillar sign), yang me"akili peningkatan gerak
peristaltik lambung pada pasien ini. Aika pasien baru saja muntah atau
memiliki tabung nasogastrik di tempat, perut sudah didekompresi dan temuan
pada foto menjadi normal. (+eid, 2'$$)
5ambar #. caterpillar sign, berupa gambaran lusen pada bagian kiri atas abdomen
Pemeriksaan saluran erna atas merupakan pilihan yang tepat untuk stenosis
pylorus hipertrofi. Hasil yang didapatkan adalah! (+eid, 2'$$)
3ertundanya pengosongan lambung (jika parah, hal ini dapat menegah
barium le"at ke pilorus).
Filling defect pada antrum diiptakan oleh prolaps dari otot yang
hipertrofik.
Mushroom atau umbrella sign (yaitu, penebalan otot yang menonjol ke
dalam duodenum)
%
5ambar *. Mushroom sign, gambaran seperti jamur karena penebalan otot sfingter
pylorus ke arah duodenum, disertai juga gambaran string sign
Double tract sign yaitu, mukosa berlebihan dalam lumen pylorus yang
sempit, menghasilkan pemisahan kolom barium menjadi 2 saluran.
5ambar %. 5ambaran Double tract sign
String sign ! barium mele"ati saluran menyempit, meniptakan satu garis
yang tipis dan memanjang
3ingkat keakuratan pemeriksaan
9ilm radiografi polos memiliki tingkat keakuratan yang rendah menegakkan
diagnosis stenosis pilorus hipertropi. Sebuah studi menunjukkan, bah"a
radiografi polos memiliki sensiti>itas yang tinggi (B C'D) dan spesifisitas
rendah. (+eid, 2'$$)
(
2. @ltrasonografi
Pemeriksaan ultrasonography penting dalam mendiagnosis stenosis
pilorus hipertropi, karena pemeriksaan ini menghasilkan gambaran perubahan
dini yang terjadi pada HPS. @ltrasonografi memiliki sensiti>itas dan
spesifisitas sekitar $''D. (+eid, 2'$$)
7alam sebuah studi oleh =eaphart dkk, ultrasonografi menegaskan
stenosis pilorus hipertropi ketika ketebalan otot pilorus (.3) lebih besar dari #
mm dan panjang saluran pilorus (&=) lebih besar dari $* mm. 2amun, pada
bayi baru lahir untuk ketebalan otot pylorus (.3) nilai batasnya adalah /,*
mm. (+eid, 2'$$)
3eknik pemeriksaan ultrasonografi dilakukan dengan transduser (,*
menjadi $/,* .H: linier pada anak terlentang. 5ambar melintang di
epigastrium mengidentifikasi pilorus ke kiri dari kantong empedu dan antero
ke ginjal kanan (lihat gambar di ba"ah). Perut yang membunit atau distensi
abdomen menyebabkan pilorus terdorong oleh karena itu memerlukan
penempatan tabung nasogastrik untuk mendekompresi perut. (+eid, 2'$$)
Aika aspirasi lambung lebih dari * m= pada bayi yang telah tanpa asupan
oral (2P4) selama beberapa jam menunjukkan obstruksi lambung. Posisi
miring kanan posterior dan memindai dari pendekatan posterior dapat
membantu untuk meningkatkan >isualisasi dari pylorus. (+eid, 2'$$)
5ambar (.
5ambar ultrasonografi melintang pada pasien dengan stenosis pilorus hipertropi
8
3anda0tanda HPS yang ditemukan pada pemeriksaan ultrasonografi, adalah
sebagai berikut! (+eid, 2'$$)
.3 lebih dari # mm
Target sign pada pylorus.
Panjang saluran pilorus lebih besar dari $( mm
;etebalan pylorus (serosa ke serosa) $* mm atau lebih besar
;egagalan saluran untuk membuka selama minimal $* menit sanning
Antral nipple sign (yaitu, prolaps mukosa berlebihan ke dalam antrum,
yang meniptakan pseudomass)
5ambar 8. @ltrasonogram longitudinal menunjukkan mukosa berlebihan yang
meniptakan antral nipple sign
3emuan yang positif untuk sebuah pylori stenosis hipertrofik pada
pemeriksaan ultrasonografi hampir selalu menunjukkan kondisi ini.
Pemeriksaan negatif palsu dapat terjadi pada a"al penyakit atau pada pasien
muda yang .3 kurang dari / mm. (+eid, 2'$$)
H. P82131=1;S12112
Penatalaksanaan utama stenosis pylorus adalah dengan pembedahan
piloromiotomi yang dikenal sebagai Ramstedts procedure (membagi otot pilorus
untuk membuka outlet lambung). ,ni adalah operasi yang relatif mudah yang
mungkin dapat dilakukan melalui sayatan tunggal (biasanya /0# m panjang) atau
laparoskopi.
C
BAB III
KESIMPULAN
$. Stenosis pylorus hipertrofi (hypertrophic pyloric stenosis atau HPS)
merupakan suatu kelainan yang terjadi pada otot pylorus yang mengalami
hipertrofi pada lapisan sirkuler sehingga menyebabkan penyempitan pada pylorus.
2. .anifestasi klinis dari penyakit ini adalah muntah proyektil yang
nonbilious.
/. 3eknik penitraan yang dapat digunakan adalah foto polos abdomen dan
@S5. 2amun, yang memiliki spesifisitas dan sensiti>itas mendekati $''D adalah
@S5.
$'
DAFTAR PUSTAKA
Patel, Pradip =. 2''*, Lecture Notes Radiologi, disi !edua. Penerbit 8rlangga,
Aakarta
&roteau, =ynn. 2''(, "idence #ased $linical %ractice &uideline for 'ypertrophic
%yloric Stenosis. &ininnati &hildrenEs Hospital .edial &enter, 4hio, @S1
+eid, Aanet +. 2'$$, (maging in 'ypertrophic %yloric Stenosis. 7iunduh dari
tt!"##e$e%i&ine.$e%s&a!e.&'$#arti&le#()*+,-.'/er/ie01s'0all, tanggal
$' Auni 2'$2
2a:er, Hisham. 2'$2, %ediatric 'ypertrophic %yloric Stenosis. 7iunduh dari
tt!"##e$e%i&ine.$e%s&a!e.&'$#arti&le#*,*2,*.'/er/ie01s'0all tanggal
$' Auni 2'$2
&ronan, ;ate .. 2'$$, %yloric Stenosis. 7iunduh dari
http!??kidshealth.org?parent?medial?digesti>e?pyloriFstenosis.htmlG tanggal
$' Auni 2'$2
Singh, Aag>ir. 2'$', %ediatrics, %yloric Stenosis. 7iunduh dari
tt!"##e$e%i&ine.$e%s&a!e.&'$#arti&le#2)3(2*.'/er/ie01s'0all tanggal
$' Auni 2'$2
Snell, +ihard S. 2''', Anatomi !lini) *ntu) Mahasis+a !edo)teran, 8disi %, 85&,
Aakarta
$$