Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Pembuatan Sabun

1

PEMBUATAN SABUN TRANSPARANT HIJAU
Alfindah Rusanti (1111096000002) Ayu Fakhrina (1111096000003) Hadid Sukmana
(1111096000008) Annisa Hardhini (1111096000021) Maritsa Nauva (1111096000035)
Jurusan Kimia,Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jl. Ir. H. Juanda No.95 Ciputat Tangerang 15412,
Pembimbing : Nurlela S.si, Eka Rizki A S.si
Abstrak
Sabun adalah salah satu bahan pembersih yang banyak digunakan masyarakat luas. Di zaman
sekarang ini banyak sekali jenis jenis dari sabun diantaranya ialah sabun batang, sabun cair
yang tidak akan memadat dalam suhu kamar,lalu sabun transparent. Sabun transparan adalah
sabun yang memiliki pernampakan yang tidak berwarna atau bening. Dalam pembuatan sabun
berwarna ini banyak sekali bahan bahan kimia yang dibutuhkan agar hasil yang didapatkan baik,
bagus dan aman bila digunakan oada masyarakat luas. Sabun transparent dibuat dengan beberapa
bahan dasar penting seperti minyak, butter, gula dan etanol atau methanol.
Kata kunci : sabun, sabun transparent, minyak jelanta

Abstract
Soap is one of the widely used cleaning agent society. In this day a lot of such kind of soap is,
bar soap, liquid soap that will not solidify at room temperature, and then the transparent soap.
Transparent soap is soap that has surface colorless or translucent. In the manufacture of colored
soap is a lot of chemical ingredients that are necessary to obtain good results, good and safe
when used on wider community. Transparent soap is made with some basic ingredients such as
essential oils, butter, sugar and ethanol or methanol.
Keywords: soap, transparent soap, used oil

Jurnal Pembuatan Sabun

2

PENDAHULUAN
Sabun merupakan pembersih yang
dibuat dengan reaksi antara basa natrium
atau kalium dengan asam lemak dari minyak
nabati atau lemak hewani. Salah satu jenis
adalah sabun transparan yang merupakan
hasil penyabunan antara asam lemak dan
basa kuat seperti sabun mandi biasa.
Perbedaan diantara keduanya hanya terletak
pada penampilan yang transparan dan tidak
transparan. Sabun transparan memiliki
penampilan yang transparan dan menarik,
serta mampu menghasilkan busa yang
lembut di kulit. Jenis minyak yang biasanya
digunakan sebagai sumber asam lemak
dalam pembuatan sabun transparan adalah
minyak kelapa. Industri sabun transparan
berbasis minyak kelapa bersaing dengan
bahan pangan dalam mendapatkan bahan
baku. Alternatif penggunaan bahan baku lain
untuk sabun transparan adalah minyak sawit.
Walaupun bersaing dengan industri pangan,
ketersediaan minyak sawit di Indonesia
sangat besar, mengingat Indonesia
merupakan salah satu penghasil CPO
terbesar di dunia. Harga minyak sawit jauh
lebih murah dibandingkan minyak kelapa.
Bahan lain pembuatan sabun transparan
adalah gliserin. Gliserin merupakan bahan
yang membedakan sabun biasa dan sabun
transparan. Gliserin adalah nama dagang
dari gliserol. Perbedaan antara gliserin dan
gliserol terletak pada tingkat kemurniannya,
gliserin mempunyai kemurnian yang lebih
tinggi dibandingkan gliserol. Gliserol
merupakan hasil samping dari pemecahan
minyak atau lemak untuk menghasilkan
asam lemak. Penggunaan gliserin dalam
pembuatan sabun transparan menentukan
sifat sabun. Oleh karena itu perlu dilakukan
pengkajian konsentrasi optimal gliserin yang
digunakan untuk masing-masing jenis
minyak. Bahan yang digunakan daam
penelitian inni cukuplah mudah didapat
seperti minyak jelantah yaitu sisa minyak
dari kegiatan menggoreng yang sudah
teroksidasi yang ketika masuk kedalam
tubuh akan merusak. Lalu NaOH
yangdigunakan sebagai
Secara umum sifat sifat sabun
antara lain yaitu :
Sabun bersifat basa.
Sabun adalah garam alkali dari asam
lemak suku tinggi sehingga akan
dihidrolisis parsial oleh air.
CH
3
(CH
2
)16COONa + H
2
O
CH
3
(CH
2
)16COOH + NaOH
Sabun menghasilkan buih atau busa.
Jika larutan sabun dalam air diaduk
maka akan menghasilkan buih
Jurnal Pembuatan Sabun

3

Sabun mempunyai sifat
membersihkan. Sifat ini disebabkan
proses kimia koloid, sabun (garam
natrium dari asam lemak) digunakan
untuk mencuci kotoran yang bersifat
polar maupun non polar, karena
sabun mempunyai gugus polar dan
non polar. Molekul-molekul sabun
terdiri dari rantai hidrokarbon yang
panjang dengan satu gugus ionik
yang sangat polar pada salah satu
ujungnya. Ujung ini bersifat
hidrofilik (tertarik atau larut dalam
air) dan ujung rantai hidrokarbon
bersifat lipofilik (tertarik atau larut
dalam minyak dan lemak). Pengotor
umumnya melekat pada pakaian atau
badan dalam bentuk lapisan minyak
yang sangat tipis. Jika lapisan
minyak ini dapat dibuang, partikel-
partikel pengotor dikatakan telah
tercuci. Dalam proses pencucian,
lapisan minyak sebagai pengotor
akan tertarik oleh ujung lipofilik
sabun, kemudian kotoran yang telah
terikat dalam air pencuci karena
ujung yang lain (hidrofilik) dari
sabun larut dalam air
Sabun yang memiliki viskositas yang
lebih besar dari pada minyak atau
alkali. Pada suhu di atas 75o C
viskositas sabun tidak dapat
meningkat secara signifikan, tapi di
bawah suhu 75o C viskositasnya
dapat meningkatkan secara cepat.
Viskositas sabun tergantung pada
temperature sabun dan komposisi
lemak atau minyak yang
dicampurkan.
Panas Jenis, panas jenis sabun adalah
0,56 Kal/g.
Densitas, densitas sabun murni
berada pada range 0,96g/ml
0,99g/ml.

TUJUAN
Mencari formula terbaik dalam
pembuatan sabun transparan.
METEDOLOGI PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan
Juni 2013 di pusat laboratorium terpadu
lantai tiga jurusan kimia fakultas sains dan
teknologi universitas islam negeri syarif
hidayatullah Jakarta.
Alat dan Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada
penelitian kali ini yaitu NaOH, minyak
jelantah, butter atau mentega, zeolit, etanol,
Jurnal Pembuatan Sabun

4

gliserin 99,25%, gula pasir, pewarna
makanan warna hijau, dan ester melon. Alat-
alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu
erlenmeyer, becker glass, hot plate, corong,
batang pengaduk, kertas saring, timbangan
analitik, pipet ukur, dan labu ukur.
Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada
penelitian kali ini yaitu dilakukan
penjernihan pada minyak jelantah dengan
cara menyaring minyak jelantah tersebut.
Kemudian ditambahkan zeolit sambil
dipanaskan dan dilakukan pengadukan pada
minyak tersebut. Kemudian dilakukan
penyaringan kembali pada minyak tersebut.
Sebanyak 25 gr minyak yang sudah
dijernihkan ditambahkan butter yang
berfungsi sebagai stearat sebanyak 13,75 gr.
Selanjutnya campuran minyak san butter ini
dipanaskan pada temperatur 600C-650C.
Disamping itu dilakukan pemanaskan
larutan NaOH 40% sebanyak 13,75 mL
dalam gelas beker dan jaga temperatur tetap
400C. kemudian dimasukkan larutan NaOH
ke dalam minyak secara perlahan-lahan dan
jaga temperatur 600C, dan diaduk sampai
homogen. Selanjutnya etanol, gula dan
gliserin dimasukkan kedalamnya, diaduk
dan dijaga temperatur 600C. Ditambahkan
pewarna hijau dan pewangi ester melon pada
sabun tersebut. Kemudian cetak sabun dan
ditunggu sampai mengeras dan diukur
pHnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN





Pada pembuatan sabun transparan ini
berbahan dasar dari minyak jelantah. Untuk
dapat digunakan sebagai bahan dasar
pembuatan sabun maka minyak jelantah
yang telah dikumpulkan harus melalui
tahapan khusus agar memperbaiki kualitas
minyak bekas pakai tersebut. tahap
pengolahan tersebut menggunakan.Zeolit
Kriteria Sabun Hasil
Transparansi Transparan
Kekerasan Keras
Kelarutan dalam air Mudah larut dan berbusa
Ph 10
Jurnal Pembuatan Sabun

5

merupakan kelompok senyawa berbagai
jenis mineral alumino silikat hidrat dengan
logam alkali. Cara digunakan dengan
menambahkan zeolit ke dalam minyak
jelantah sambil dipanaskan selama 60-90
menit. Hal ini dilakukan karena zeolit dapat
memperbaiki mutu minyak goreng bekas
dalam hal kadar air, bilangan asam,
kejernihan, bilangan peroksida, dan kadar
asam lemak bebas, meskipun warna dan
viskositas minyak tidak dirubah. Pada proses
penjernihan yang dilakukan menggunakan
zeolit aktif di laboratorium tetapi terlihat
bahwa proses pengolahan dengan zeolit
tidak merubah warna dari minyak jelantah.
Minyak jelantah yang telah mengalami
tahapan dengan zeolit disaring dan
dipanaskan. Sebelum dilakukan pemanasan,
minyak jelantah ini ditambahkan butter atau
mentega yang berfungsi menggantikan asam
stearat. Pada proses pembuatan sabun, asam
stearat berfungsi untuk mengeraskan dan
menstabilkan busa. Selanjutnya
ditambahkan NaOH 40%. NaOH akan
bereaksi dengan minyak membentuk sabun
lewat reaksi safonifikasi.
Sodium ini harus terurai sempurna
dalam proses safonifikasi/penyabunan
minyak, agar tidak tertingggal bahan kaustik
yang tertinggal dalam sabun.
Untuk memperoleh sabun yang baik,
suhu larutan pada proses pembuatan pada
range 60 65C jika suhu dibawah 60C
sabun yang dihasilkan akan menggumpal.
Terjadi penggumpalan pada sabun
disebabkan oleh NaOH. Sifat NaOH yang
eksoterm menyebabkan panas berlebih
sehingga suhu larutan akan bertambah
tinggi, dimana fungsi NaOH adalah
menetralisir asam dan membantu proses
pembentukan sabun.
Reaksi signifikan yang terjadi adalah :


Selanjutnya dilakukan penambahan
alkohol, gula pasir dan gliserin harus
dilakukan secara berurutan. Dalam
saponifikasi alkohol berfungsi untuk
melarutkan sabun sehingga sabun menjadi
bening atau transparan. Untuk terjadi
Jurnal Pembuatan Sabun

6

transparansi, sabun harus benar-benar larut.
Gula pasir Bersifat humektan dan membantu
pembusaan sabun. Semakin putih warna
gula akan semakin transparan sabun yang
dihasilkan. Penambahan gliserin dilakukan
sebagai pelembab pada kulit. pH sabun yang
didapatkan adalah 10, sabun tersebut dapat
larut dalam air dan sabun tersebut bersifat
basa. Sebelum melakukan pencetakan sabun,
jika terdapat buih pada larutan, maka buih
tidak ikut tercetak dan tidak mempengaruhi
penampilan sabun.









KESIMPULAN
Dari praktikum yang sudah saya
lakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam
pembuatan sabun transparan ini dipengaruhi
oleh suhu NaOH pencampuran yang
homogen dan pengontrol suhu. Bahan
tambahan yang membuat sabun transparan
adalah gula. Sabun yang hasilkan memiliki
transparasi hijau transparan dengan sifat
sabun keras dan pH sabun 10, sabun tersebut
dapat larut dalam air dan sabun tersebut
bersifat basa.
DAFTAR PUSTAKA
Hambali, E., dkk.(2005). Membuat Sabun
Transparan, Penebar Swadaya
Cimanggis.
Lukmayani, Yani dan Sani, E.P. (2010).
Pembuatan Sabun Transparan
Berbahan Dasar Minyak Jelantah Serta
Hasil Uji Iritasinya Pada Kelinci.
Universitas Islam Bandung.
Kusumastuti. (2004).Kinerja Zeolit dalam
Memperbaiki Mutu Minyak Goreng
Bekas, FTP-INSPER Yogyakarta.
Widhianingsih, E.K. (2008).Pengaruh
Perendaman Se/Zeolit Aktif dalam
Minyak Sawit Bekas Terhadap
Kandungan Radikal Bebas dan
Kadar Asam, Universitas Gajah Mada.
http://alfimaysaroh.blogspot.com/2013/03/la
pora n-ujian-praktikum-kejuruan.html
(diakses 4 Juni 2013)