Anda di halaman 1dari 20

TRIAGE

a. Definisi
Triase berasal dari bahasa Perancis trier yang berarti menyeleksi. Triase
adalah suatu proses khusus memilah pasien berdasarkan beratnya
cedera/penyakit untuk menentukan jenis perawatan gawat darurat.
b. Prinsip
Triase mempunyai 2 komponen
!. "enyeleks pasien dan menyusun prioritas berdasarkan beratnya penyakit
2. #lokasi dan rasionalisasi sumber daya
Prinsip dasarnya adalah melakukan yang terbaik untuk sebanyak$banyaknya
korban. Perhatian dititikberatkan pada pasien atau korban dengan kondisi medis
paling urgent dan paling besar kemungkinannya untuk diselamatkan.
c. %ategori
1. Segera Immediate (I) MERAH
Pasien mengalami cedera mengancam jiwa yang kemungkinan besar
dapat hidup bila ditolong segera. "isalnya
Tension pneumothora&
Distress pernapasan '(( lebih dari )* kali per menit+
Perdarahan internal ,asa besar
Perdarahan hebat
-edera jalan napas
-ardiac arrest
.hock / nadi radial tidak teraba0 akral dingin0 pengisian kapiler lebih
dari 2 detik
1uka terbuka di abdomen atau thoraks
Trauma kepala berat
%omplikasi diabetes
%eracunan
Persalinan patologis0 misalnya malpresentasi janin
Tidak sadar
1uka bakar0 termasuk luka bakar inhalasi
2raktur terbuka
2. Tunda Delayed (II) KUNING
Pasien perlu tindakan definitif tetapi tidak ada ancaman jiwa segera.
Pasien dapat menunggu giliran pengobatan tanpa bahaya. "isalnya
2raktur tertutup pada ekstremitas 'perdarahan terkontrol+
Perdarahan laserasi terkontrol
1uka bakar 3245 luas permukaan tubuh
Trauma tulang belakang 'dapat dilakukan imobilisasi dan proteksi dari
trauma lebih lanjut+
Perdarahan sedang
Trauma kepala tanpa gangguan kesadaran
3. Minial (III) HI!AU
Pasien mendapat cedera minimal0 dapat berjalan dan menolong diri
sendiri atau mencari pertolongan. "isal
1aserasi minor
"emar atau lecet
1uka bakar superfisial
". E#$e#%an% (&) HITAM
Pasien mengalami cedera mematikan dan akan meninggal meski
mendapat pertolongan. "isalnya
-edera kepala berat
1uka bakar derajat ) hampir di seluruh tubuh
%erusakan organ ,ital '.etijanto0 2*!6+.
'RIMAR( SUR)E(
.ur,ei #7-D8
'#irway0 7reathing0 -irculation0 Disability0 8&posure+ini disebut sur,ei primer yang
harus selesai dilakukan dalam 2 $ 4 menit. Terapi dikerjakan serentak jika korban
mengalami ancaman jiwa akibat banyak sistim yang cedera
!. #irway
"enilai jalan nafas bebas. #pakah pasien dapat bicara dan bernafas
dengan bebas9
:ika ada obstruksi maka lakukan
-hin lift / jaw thrust 'lidah itu bertaut pada rahang bawah+
.uction / hisap 'jika alat tersedia+
;uedel airway / nasopharyngeal airway
<ntubasi trakhea dengan leher di tahan 'imobilisasi+ pada posisi netral
2. 7reathing
"enilai pernafasan cukup. .ementara itu nilai ulang apakah jalan nafas
bebas. :ika pernafasan tidak memadai maka lakukan
Dekompresi rongga pleura 'pneumotoraks+
Tutuplah jika ada luka robek pada dinding dada
Pernafasan buatan
7erikan oksigen jika ada.
Penilaian ulang #7- harus dilakukan lagi jika kondisi pasien tidak stabil.
). .irkulasi
"enilai sirkulasi / peredaran darah. .ementara itu nilai ulang apakah jalan
nafas bebas dan pernafasan cukup. :ika sirkulasi tidak memadai maka lakukan
=entikan perdarahan eksternal
.egera pasang dua jalur infus dengan jarum besar '!6 $ !> ;+
7erikan infus cairan
6. Disability
"enilai kesadaran dengan cepat0 apakah pasien sadar0 hanya respons
terhadap nyeri atau sama sekali tidak sadar. Tidak dianjurkan mengukur ;lasgow
-oma .cale
#?#%8 @ #
(8.PAB. 7<-#(# ',erbal+ @ C
(8.PAB. BD8(< @ P
T#% #D# (8.PAB. @ E
-ara ini cukup jelas dan cepat.
4. 8ksposure
1epaskan baju dan penutup tubuh pasien agar dapat dicari semua cedera
yang mungkin ada. :ika ada kecurigaan cedera leher atau tulang belakang0 maka
imobilisasi in$line harus dikerjakan.
SE*+NDAR( SUR)E(
.etelah semua dilakukan dan keadaan pasien menjadi stabil lakukan kembali
secondary sur,ey. Dokter diharapkan memeriksa kembali dari awal0 mulai dari
anamnesis terutama untuk mengetahui mekanisme trauma0 lakukan pemeriksaan fisik
yang lengkap0 dan rencanakan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis
dan menetapkan tindakan selanjutnya. Pada pemeriksaan lanjut 'secondary survey+
dari anamnesis didapatkan keterangan bahwa pasien mengalami kecelakaan lalu lintas
ketika mengendarai sepeda motor dan menabrak jembatan ketika menghindari
penyebrang jalan. Dada pasien terkena stang motor dan kaki tertimpa motor.Terdapat
jejas pada hemithoraks kanan. Pasien dibawa ke (. terdekat. ;-. pasien compos
mentis0 nafas cepat dangkal. Pasien tampak lemah dengan tekanan darah
!**/F*,mm=g0 nadi !!* &/menit. Pada pemeriksaan toraks tampak simetris0 teraba
krepitaso0 hipersonor0 ,esikuler melemah0 dan emphisema subkutis.
Penatalaksanaan awal pasien di ruang resusitasi pada umumnya sesuai dengan tata
cara penanganan pasien trauma yaitu mulai dari tahapan primary survey0 resusitasi0
secondary survey dan pemeriksaan penunjang. Pasien dalam keadaan cukup stabil
'tanda ,ital+. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan ada fraktur iga multipel0 kontusio
paru dan hemotoraks serta pemeriksaan 2#.T menunjukan tidak ada cairan di rongga
abdomen dan ditemukan efusi pleura kanan. Pasien dilakukan pemasangan chest tube
kanan dan kiri dan pasca tindakan dirawat di ruang obser,asi intensif. .etelah
beberapa hari dirawat di <-E diputuskan untuk dilakukan pemasangan fiksasi interna.
"asalah yang pertama kali dihadapi 'primary survey+ adalah '!+ pneumotoraks ,entil
'2+ fraktur femur. Tindakan yang dilakukan pada saat pertama kali pasien diterima di
instalasi gawat darurat sudah cukup memadai0 terutama '!+ collar brace yang telah
terpasang sebelumnya dari rumah sakit luar0 '2+ pemberian cairan dan transfusi darah
untuk mengatasi syok dan anemia0 ')+ tindakan intubasi untuk mempertahankan jalan
napas dan mengurangi beban otot pernapasan serta pemberian A2 untuk oksigenasi '6+
pemasagan chest tube untuk menge,akuasi cairan di rongga pleura sehingga masalah
restriksi dapat dikurangi dan '4+ pemberian morfin untuk mengatasi rasa nyeri.
.etelah tindakan resusitasi dilakukan maka masuk tahapan secondary survey guna
menentukan diagnosis pasti dengan melakukan pemeriksaan fisis yang menyeluruh
diikuti dengan pemeriksaan laboratorium dan radiologis. .eharusnya pemeriksaan
foto toraks dan E.; dilakukan setelah seluruh pemeriksaan fisis dikerjakan. Pada
pasien ini kedua pemeriksaan itu dilakukan lebih awal kemungkinan untuk
menentukan masalah 'diagnosis+ sesungguhnya secepat mungkin sehingga
komplikasi yang mungkin terjadi dapat segera dicegah. Pemeriksaan laboratorium
memang dilakukan setelah secondary survey dikerjakan termasuk pemeriksaan
analisis gas darah. #nalisis gas darah diperlukan untuk menetukan apakah pasien
dengan trauma toraks harus dilakukan intubasi atau tidak 'Demetriades0 2**G+.
N(ERI DADA
Byeri dada bisa disebabkan oleh berbagai macam hal0 seperti kelainan pada
jantu0 paru$paru0 neuromuskuler0 ataupun nyeri alih abdomen. Pada kasus trauma
kemungkinan bisa terjadi fraktur costa0 fraktur sternum0 contusion pulmoner0
pneumothota&0 hematothora&0 contusion myocard0 tamponade cordis0 dan lain$lain.
Pada kasus dalam skenario0 nyeri dada kemungkinan bisa disebabkan karena
jejas pada hemithora& kanan karena dada terbentur stang motor.
SESAK NA,AS (ANG SEMAKIN -ERTAM-AH
Perdarahan jaringan interstisium0 intraal,eolar0 diikuti kolaps kapiler dan
atelektasis menyebabkan tahanan perifer pembuluh paru naik kemudian tekanan
darah akan turun dan pertukaran gas menjadi berkurang. Pada pneumothora& ,entil0
sesak semakin bertambah karena udara yang terhisap tidak dapat eluar.
KAKI KANAN TIDAK DA'AT DIGERAKKAN
%aki kanan tidak dapat digerakkan seperti dalam skenario bisa disebabkan
karena fraktur femur0 fraktur tibia fibula0 dislokasi panggil0 trauma spinal0 dan lain$
lain. Pada skenario sudah dilakukan pemeriksaan dan didapatkan adanya fraktur
femur dekstra.
,RAKTUR
!. 2raktur
a. Pengertian 2raktur
2raktur merupakan suatu keadaan dimana terjadi disintegritas tulang0
penyebab terbanyak adalah insiden kecelakaan0 tetapi faktor lain seperti
proses degeneratif juga dapat berpengaruh terhadap kejadian fraktur.
2raktur adalah suatu patahan pada kontinuitas struktur tulang berupa
retakan0 pengisutan ataupun patahan yang lengkap dengan fragmen tulang
bergeser
b. 8tiologi
8tiologi fraktur yang dimaksud adalah peristiwa yang dapat menyebabkan
terjadinya fraktur diantaranya peristiwa trauma'kekerasan+ dan peristiwa
patologis.
c. %lasifikasi 2raktur
2raktur dapat dibedakan jenisnya berdasarkan hubungan tulang dengan
jaringan disekitar0 bentuk patahan tulang0 dan lokasi pada tulang fisis.
-erda.ar/an 0u1ungan %ulang dengan 2aringan di.e/i%ar .
2raktur dapat dibagi menjadi
a+ 2raktur tertutup 'closed+0bila tidak terdapat hubungan antara
fragmen tulang dengan dunia luar.
b+ 2raktur terbuka 'open/compound+0 bila terdapat hubungan
antara fragmen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukaan
di kulit. 2raktur terbuka terbagi atas tiga derajat 'menurut (.
;ustillo+0 yaitu
Derajat < 1uka 3! cm
%erusakan jaringan lunak sedikit0 tak ada tanda luka
remuk 2raktur sederhana0 trans,ersal0 oblik0 atau
kominutif ringan %ontaminasi minimal.
Derajat << 1aserasi H! cm
%erusakan jaringan lunak0 tidak luas0 flap/ a,ulsi
2raktur kominutif sedang
%ontaminasi sedang
Derajat <<< Terjadi kerusakan jaringan lunak yang luas0 meliputi
struktur kulit0 otot0 dan neuro,askular serta kontaminasi
derajat tinggi. 2raktur terbuka derajat <<< terbagi atas
i. :aringan lunak yang menutupi fraktur tulang
adekuat0 meskipun terdapat laserasi
luas/flap/a,ulsi atau fraktur segmental/sangat
kominutif yang disebabkan oleh trauma
berenergi tinggi tanpa melihat besarnya
ukuran luka.
ii. %ehilangan jaringan lunak dengan fraktur
tulang yang terpapar atau kontaminasi masif.
iii. 1uka pada pembuluh arteri/saraf perifer
yang harus diperbaiki tanpa melihat
kerusakan jaringan lunak.
-erda.ar/an 1en%u/ $a%a0an %ulang
a+ Trans,ersal
#dalah fraktur yang garis patahnya tegak lurus terhadap
sumbu panjang tulang atau bentuknya melintang dari tulang.
2raktur semacam ini biasanya mudah dikontrol dengan
pembidaian gips.
b+ .piral
#dalah fraktur meluas yang mengelilingi tulang yang timbul
akibat torsi ekstremitas atau pada alat gerak. 2raktur jenis ini
hanya menimbulkan sedikit kerusakan jaringan lunak.
c+ Ablik
#dalah fraktur yang memiliki patahan arahnya miring dimana
garis patahnya membentuk sudut terhadap tulang.
d+ .egmental
#dalah dua fraktur berdekatan pada satu tulang0 ada segmen
tulang yang retak dan ada yang terlepas menyebabkan
terpisahnya segmen sentral dari suplai darah.
e+ %ominuta
#dalah fraktur yang mencakup beberapa fragmen0 atau
terputusnya keutuhan jaringan dengan lebih dari dua fragmen
tulang.
f+ ;reenstick
#dalah fraktur tidak sempurna atau garis patahnya tidak
lengkap dimana korteks tulang sebagian masih utuh demikian
juga periosterum. 2raktur jenis ini sering terjadi pada anak /
anak.
g+ 2raktur <mpaksi
#dalah fraktur yang terjadi ketika dua tulang menumbuk tulang
ketiga yang berada diantaranya0 seperti pada satu ,ertebra
dengan dua ,ertebra lainnya.
h+ 2raktur 2issura
#dalah fraktur yang tidak disertai perubahan letak tulang yang
berarti0 fragmen biasanya tetap di tempatnya setelah tindakan
reduksi
-erda.ar/an l3/a.i $ada %ulang 4i.i.
Tulang fisis adalah bagian tulang yang merupakan lempeng
pertumbuhan0 bagian ini relatif lemah sehingga strain pada sendi
dapat berakibat pemisahan fisis pada anak / anak. 2raktur fisis
dapat terjadi akibat jatuh atau cedera traksi. 2raktur fisis juga
kebanyakan terjadi karena kecelakaan lalu lintas atau pada saat
akti,itas olahraga. %lasifikasi yang paling banyak digunakan
untuk cedera atau fraktur fisis adalah klasifikasi fraktur menurut
.alter / =arris
a+ Tipe < fraktur trans,ersal melalui sisi metafisis dari lempeng
pertumbuhan0 prognosis sangat baik setelah dilakukan reduksi
tertutup.
b+ Tipe << fraktur melalui sebagian lempeng pertumbuhan0 timbul
melalui tulang metafisis 0 prognosis juga sangat baik denga reduksi
tertutup.
c+ Tipe <<< fraktur longitudinal melalui permukaan artikularis dan
epifisis dan kemudian secara trans,ersal melalui sisi metafisis dari
lempeng pertumbuhan. Prognosis cukup baik meskipun hanya
dengan reduksi anatomi. d+ Tipe <C fraktur longitudinal melalui
epifisis0 lempeng pertumbuhan dan terjadi melalui tulang
metafisis. (eduksi terbuka biasanya penting dan mempunyai
resiko gangguan pertumbuhan lanjut yang lebih besar.
e+ Tipe C cedera remuk dari lempeng pertumbuhan0 insidens dari
gangguan pertumbuhan lanjut adalah tinggi.
'NEUM+TH+RA5
Pneumotoraks adalah terdapatnya udara bebas di dalam rongga pleura0 yaitu rongga di
antara pleura parietalis dan ,iseralis. Dalam keadaan normal0 rongga ini tidak terisi udara dan
memiliki tekanan negatif sebesar $ !! sampai $ !2 cm air pada waktu inspirasi dan $ 6 sampai
$ I cm air pada saat ekspirasi.
Pada penumotoraks0 oleh karena terdapat udara bebas0 maka tekanan di dalam rongga
pleura meningkat menjadi lebih positif dari tekanan normal dan bahkan dapat melebihi
tekanan atmosfir. #kibat peningkatan tekanan di dalam rongga pleura0 jaringan paru akan
mengempis yang derajatnya tergantung pada besar kenaikan tekanan0 pengembangan jaringan
paru sisi yang sehat terganggu0 dan mediastinum dengan semua isinya terdorong ke arah sisi
sehat dengan segala akibatnya.
Pneumotoraks berdasarkan terjadinya yang didasarkan atas penyebab terjadinyadibagi
menjadi
Penumotoraks artifisial ialah pneumotoraks yang disebabkan tindakan tertentu atau
memang disengaja untuk tujuan tertentu. .eperti terapi kolaps0 sering dilakukan untuk
tuberkulosis paru yang mengalami batuk darah dengan tujuan untuk menghentikan
perdarahan.
Pneumotoraks traumatik0 disebabkan jejas yang mengenai dada0 misalnya peluru
menembus dada dan paru serta kecelakaan lalu lintas biasanya menyebabkan trauma
tumpul pada dada.
Pneumotoraks spontan0 tanpa didahului oleh kecelakaan atau trauma. .eringkali
didapatkan penyakit dasar berupa tuberkulosis paru yang prosesnya lama0 emfisema0
kanker paru0 dan asma bronkiale kronis.
"enurut lokasi0 pneumotoraks dibedakan dalam pnemotoraks parietalis0 mediastinalis
dan basalis. .esuai dengan derajat pengempisan jaringan paru0 pneumotoraks dapat dibagi
atas pneumotoraks totalis dan parsialis.
7erdasarkan jenis fistel yang menghubungkan antara saluran pernapasan dengan rongga
pleura0 dibagi menjadi
Pneumotoraks terbuka0 udara bebas keluar masuk rongga pleura karena terdapat
hubungan langsung yang terbuka antara bronkus atau udara luar dengan rongga pleuraJ
tekanan di dalam rongga pleura sama dengan tekanan atmosfir.
Pneumotoraks tertutup sudah tidak terdapat aliran udara antara rongga pleura dengan
bronkus atau dunia luar karena fistel sudah tertutupJ tekanan rongga pleura dapat sama0
lebih tinggi atau lebih rendah dan tekanan atmosfir.
Pneumotoraks ,entil0 pneumotoraks dengan tekanan intrapleura yang positif dan makin
lama makin bertambah besar karena ada fistel di pleura ,iseralis yang bersifat ,entil.
.aat inspirasi udara masuk melalui trakea0 bronkus0 serta percabangannya dan
selanjutnya terus menuju pleura melalui fistel yang terbuka. ?aktu ekspirasi udara di
dalam rongga pleura tidak dapat keluar. #kibatnya tekanan di dalam rongga pleura
makin lama makin tinggi.
Pada pemeriksaan fisik toraks didapatkan
<nspeksi
Terjadi pencembungan pada sisi yang sakit
Pada waktu respirasi0 bagian yang sakit gerakannya tertinggal
Trakea dan jantung terdorong ke sisi yang sehat
Palpasi
Pada sisi yang sakit0 ruang antar iga dapat normal atau melebar
<ktus jantung terdorong ke sisi toraks yang sehat
2remitus suara melemah atau menghilang pada sisi yang sakit
Perkusi
.uara ketok pada sisi sakit0 hipersonor sampai timpani dan tidak menggetar
7atas jantung terdorong ke arah toraks yang sehat0 apabila tekanan intrapleura tinggi
#uskultasi
Pada bagian yang sakit0 suara napas melemah sampai menghilang
.uara napas terdengar amforik bila ada fistel bronkopleura yang cukup besar pada
pneumotoraks terbuka
.uara ,okal melemah dan tidak menggetar serta bronkofoni negatif
Pemeriksaan foto toraks akan menunjukkan bagian yang terkena pneumktoraks akan
tampak hitam0 rata dan paru yang kolaps akan tampak garis yang merupakan tepi paru.
%adang$kadang paru yang kolaps tidak membentuk garis0 akan tetapi berbentuk lobuler yang
sesuai dengan lobus paru.. Paru yang mengalami kolaps hanya tampak seperti massa yang
berada di daerah hilus. <ni menunjukkan kolaps paru yang luas sekali. 7esar kolaps paru tidak
selalu berkaitan dengan berat ringan sesak napas yang dikeluhkan.
'ena%ala/.anaan
Tindakan dekompresi dengan membuat hubungan rongga pleura dengan dunia luar dengan
cara
"enususkkan jarum melalui dinding dada terus masuk rongga pleura0 dengan demikian
tekanan udara yang positif di rongga pleura akan berubah menjadi negatif karena udara
mengalir keluar melalui jarum tersebut.
"embuat hubungan dengan dunia luar melalui kontra ,entil.
1. Dapat memakai infus set. :arum ditusukkan ke dinding dada sampai rongga pleura0
kemudian pipa plastik/ infus set yang telah dipotong pada pangkal saringan tetesan
dimasukkan ke botol yang berisi air. .etelah itu klem penyumbat dibuka dan akan
tampak gelembung udara yang keluar dari ujung pipa plastik yang berada di dalam
botol.
2. Pipa Water Sealed Drainage '?.D+
"elaui sela iga ke 6 pada garis aksila tengah atau pada garis aksila posterior. .elain
itu dapat pula melalui sela iga ke 2 di garis kla,ikula tengah. .elanjutnya ujung
selang plastik di dada dan pipa ka,a ?.D dihubungkan melalui pipa plastik lainnya.
Posisi ujung pipa kaca yang berada dibotol sebaiknya berada 2 cm di bawah
permukaan air supaya gembung udara dapat dengan mudah keluar melalui perbedaan
tekanan tersebut '#lsagaff0 2**4+.
HEM+TH+RA5
De4ini.i
=emotoraks adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan timbulnya
darah di ruangan antara dua pleura 'ca,um pleura+. Pleura adalah dua lapisan kantung
yang meliputi paru$paru dan memisahkannya dari dinding toraks. Penyebab paling
umum dari hemotoraks adalah cidera tumpul atau tajam pada toraks0 seperti ketika
terjadi fraktur pada costae yang menembus pleura dan menyebabkan darah memasuki
ca,um pleura. =al ini dapat membuat paru$paru mengempis serta menyebabkan
timbulnya nyeri dada dan kesulitan bernapas. =al ini merupakan suatu kondisi medis
darurat yang memerlukan perawatan segera. :ika tidak ditangani dengan segera0 dapat
terjadi komplikasi yang mengancam jiwa0 seperti syok hipo,olemik akibat
perdarahan yang hebat dan gagal napas.
7eberapa faktor risiko bagi seseorang untuk mengalami hemotoraks antara
lain seseorang yang pernah melakukan bedah toraks atau bedah kardio0 mengalami
gangguan perdarahan0 penderita penyakit tuberkulosis0 atau penderita kanker paru.
%omplikasi yang dapat muncul pada penderita hemotoraks antara lain peningkatan
risiko untuk gagal napas dan mengalami pnuemotoraks. %omplikasi yang paling berat
adalah kematian.
Ge2ala6Ge2ala
Tanda dan gejala hemotoraks yang mungkin timbul antara lain
denyut jantung yang cepat 'takikardia+
kecemasan
kegelisahan
kelelahan
kulit dingin dan berkeringat
kulit pucat
nyeri dada
sesak napas.
'ena%ala/.anaan
Penanganan dan pengobatan hemotorak dapat berbeda tergantung pada
kondisi yang dideritanya. Pilihan pengobatan yanga ada antara lain torakotomi dan
torakosentesis. Torakotomi merupakan penatalaksanaan dengan cara memasukkan
jarum ke ca,um pleura untuk mengeluarkan darah sehingga tekanan terhadap paru$
paru dapat berkurang. Torakotomi merupakan penatalaksanaan yang dilakukan pada
kasus hemotoraks berat dengan cara melakukan pembedahan pada toraks dengan
tujuan untuk menghentikan perdarahan.
TH+RA*+SENTESIS
Beedle thoracocentesis adalah memasukkan jarum atau kateter ke dalam ca,um
pleurauntuk mengeluarkan akumulasi udara atau cairan di dalam ca,um pleura.
Indi/a.i 7
Thoracocetesis di indikasikan untuk mengobati gejala dari efusi pleura yang besar
atau untuk mengobati empyiema. Prosedur ini juga diindikasikan untuk effusi pleura
dari berbagai jenis. .elain itu juga karna hasil effusi transudat dari turunnya tekanan
onkotik plasma dan naiknya tekanan hidrostatik seperti pada penyakit gagal jantung0
sirrosis0 sindroma nefrotik 'Porcel0 2**G+. .elain itu juga digunakan pada tension
pneumothora& dan spontaneous simple pneumothora&.
K3n%ra Indi/a.i 7
Tidak ada kontraindikasi absolut yang dikenakan pada prosedur ini0 hanya kontra
indikasi relatif. Daitu apabila terdapat suatu luka pada daerah yang akan dilakukan
insisi atau thoracocentesis0 atau terdapat cellulitis pada daerah yang akan di pungsi.
'er.ia$an Ala% 7
$ #lat pelindung diri 'masker0 handscoen+
$ :arum <C line Bo. !6
$ 7etadine
$ %assa
$ =andscoen
$ Plester
'a.ien 7
$ <nform consent
$ 7erikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
$ Pasien tidur terlentang / sesuai kebutuhan
'r3.edur 'ea/aian 7
a. Posisi $ pasien telentang.
b. <dentifikasi ,ena jugularis0 dan garis mid$kla,ikularis di sisi pasien yang
terkena
c. Tentukan tempat pemasangan di sela iga 2.
d. 7ersihkan tempat yang akan dipasang dengan cairan antiseptik.
e. Pasang kateter <C !*$!> gauge 2$6 inci ke )$!* cc jarum suntik. Pasang katup
flapper.
f. "asukkan jarum ke dalam sela iga 2.
g. 1epaskan jarum dan alat suntik0 tinggalkan kateter dan katup flapper di
tempat.
h. Pasang balutan kecil di sekitar kateter.
i. 1etakkan pasien dalam posisi tegak lurus untuk membantu memudahkan
respirasi.
j. "onitoring respon pasien 'respiratory rate0 suara pernapasan0 warna kulit
pasien.
k. Terus memonitor pasien dan meninjau kembali diperlukan '2ield "edical
.er,ice .chool0 2**!+.
IN,+RMED *+NSENT
Informed Consent adalah istilah yang telah diterjemahkan dan lebih sering
disebut dengan Persetujuan Tindakan "edik. .ecara harfiah0 Informed Consent terdiri
dari dua kata0 yaitu Informed dan Consent. Informed berarti telah mendapat
informasi/penjelasan/keterangan.Consent berarti memberi persetujuan atau
mengiKinkan. Dengan demikian Informed Consent itu merupakan suatu persetujuan
yang diberikan pasien/keluarga setelah mendapatkan informasi.
Informed Consent dalam Permenkes Bo. 4I4 tahun !GIG ditafsirkan sebagai
Persetujuan Tindakan "edik adalah persetujuan yang diberikan pasien atau
keluarganya atas dasar informasi dan penjelasan mengenai tindakan medik yang
dilakukan terhadap pasien tersebut 'pasal !+.
Inform consent adalah pernyataan sepihak dari orang yang berhak 'yaitu
pasien0 keluarga0 atau walinya+ yang isinya berupa iKin atau persetujuan kepada
dokter untuk melakukan tindakan mediksesudah orang yang berhak tersebut diberi
informasi secukupnya.
Doktrin inform consent tidak berlaku pada 4 keadaan
!. %eadaan darurat medis
2. #ncaman terhadap kesehatan mayarakat
). Pelepasan hak memberikan consent 'wai,er+
6. Clinical privilege 'penggunaan clinical privilege hanya dapat dilakukan pada
pasien yang melepaskan haknya memeberikan consent.
4. Pasien yang tidak kompeten dalam memberikan consent.
#da 2 bentuk Persetujuan Tindakan "edik 'Informed Consent+ yaitu
!. Tersirat atau dianggap telah diberikan 'Implied Consent), yaitu bisa dalam
keadaan normal 'biasa+ atau darurat0 umumnya tindakan yang biasa dilakukan
atau sudah diketahui umum misal menyuntik pasien. 7ila pasien dalam
keadaan gawat darurat L8mergencyL memerlukan tindakan segera0 sementara
pasien dalam keadaan tidak bisa memberikan persetujuan dan keluarganya
pun tidak ditempat0 maka dokter dapat melakukan tindakan edik terbaik
menurut dokter 'Permenkes Bo. 4I4 tahun !GIG0 pasal !!+.
2. Dinyatakan 'Expressed Consent+0 yaitu persetujuan dinyatakan secara lisan
atau tertulis. Persetujuan secara lisan diperlukan pada tindakan medis yang
tidak mengandung resiko tinggi seperti pencabutan kuku0 sedangkan
persetujuan secara tertulis mutlak diperlukan pada tindakan medis yang
mengandung resiko tinggi seperti tindakan pembedahan perlu surat
pernyataan dari pasien/keluarga.
Hu1ungan D3/%er 6 'a.ien dala Keadaan Ga8a%Darura%
=ubungan dokter$pasien dalam keadaan gawat daruratsering merupakan
hubungan yang spesifik. Dalam keadaanbiasa 'bukan keadaan gawat darurat+ maka
hubungan dokter/ pasien didasarkan atas kesepakatan kedua belah pihak0yaitu pasien
dengan bebas dapat menentukan dokter yangakan dimintai bantuannya 'didapati aKas
,oluntarisme+.Demikian pula dalam kunjungan berikutnya0 kewajiban yangtimbul
pada dokter berdasarkan pada hubungan yang telahterjadi sebelumnya 'pre-existing
relationship+.Dalamkeadaan darurat hal di atas dapat tidak ada dan aKas
,oluntarismedari keduabelah pihak juga tidak terpenuhi.Entukitu perlu diperhatikan
aKas yang khusus berlaku dalampelayanan gawat darurat yang tidak didasari atas
aKas,oluntarisme.
#pabila seseorang bersedia menolong orang lain dalamkeadaan darurat0 maka
ia harus melakukannya hingga tuntasdalam arti ada pihak lain yang melanjutkan
pertolongan ituatau korban tidak memerlukan pertolongan lagi. Dalam halpertolongan
tidak dilakukan dengan tuntas maka pihakpenolong dapat digugat karena dianggap
mencampuri/menghalangi kesempatan korban untuk memperolehpertolongan lain
'loss of chance+ '=erkutanto0 2**F+.
#lsagaff =0 "ukty #. 2**4. Dasar- Dasar Ilmu enya!it aru" .urabaya #irlangga
Eni,ersity Press.
Demetriades D. 2**G. #ssessment and management of trauma $
th
edition. Department
of surgery uni,ersity of southern california.
2ield "edical .er,ice .chool. 2**!. %eedle &horacocentesis.
http//www.brooksidepress.org/Products/Aperational"edicine/D#T#/operati
onalmed/"anuals/2"../B88D18T=A(#-8BT8.<.2".T*6!!.htm
'Diakes pada tanggal 24 #pril 2*!6+.
=erkutanto. 2**F.#spek medikolegal pelayanan gawat darurat.'a(alah )edo!teran
Indonesia0 4F '2+)I.
=older #(. !GF2.8mergency room liability.*#'#0 22*4.
http//www.persify.com/id/perspecti,es/medical$conditions$diseases/hemotoraks$M$
G4!***!*)!))> diakses pada tanggal 2F #pril 2*!6.
Porcel :". Tuberculous pleural effusion. +ung. .ep$Act 2**GJ!IF'4+2>)$F*
.etijanto 8. 2*!6. &riase. .urakarta 2akultas %edokteran Eni,ersitas .ebelas "aret0
pp !)F$!6I.